0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
102 tayangan5 halaman

SOP Latihan Range of Motion Aktif

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut membahas tentang Range of Motion (ROM) yang merupakan istilah untuk menyatakan batas gerakan sendi normal atau abnormal. (2) ROM bertujuan untuk memelihara kekuatan otot, mobilitas sendi, sirkulasi darah, dan mencegah kelainan bentuk. (3) Dokumen tersebut juga membahas klasifikasi, prinsip dasar, dan prosedur standar operasi pelaksanaan lati

Diunggah oleh

Merry Lidya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
102 tayangan5 halaman

SOP Latihan Range of Motion Aktif

Ringkasan dokumen tersebut adalah: (1) Dokumen tersebut membahas tentang Range of Motion (ROM) yang merupakan istilah untuk menyatakan batas gerakan sendi normal atau abnormal. (2) ROM bertujuan untuk memelihara kekuatan otot, mobilitas sendi, sirkulasi darah, dan mencegah kelainan bentuk. (3) Dokumen tersebut juga membahas klasifikasi, prinsip dasar, dan prosedur standar operasi pelaksanaan lati

Diunggah oleh

Merry Lidya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama Merry Lidya

:
NIM 111946921101107
:
Program Studi Profesi Ners

RANGE OF MOTION
A. Definisi
Range Of Motion (ROM), merupakan istilah baku untuk menyatakan batas/besarnya
gerakan sendi baik normal (Srinayanti, et al 2021). ROM juga di gunakan sebagai dasar
untuk menetapkan adanya kelainan batas gerakan sendi abnormal (Nurbaeni et al , 2010).
Range of motion adalah latihan gerakan sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi
dan pergerakan otot, di mana klien menggerakan masing-masing persendiannya sesuai
gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif.
B. Tujuan
Tujuan ROM adalah :
1. Mempertahankan atau memelihara kekuatan otot
2. Memelihara mobilitas persendian
3. Merangsang sirkulasi darah
4. Mencegah kelainan bentuk.
C. Klasifikasi ROM
Menurut (Suratun,Heryati,Manurung, & Raenah, 2008) klasifikasi rom sebagai berikut:
1. ROM aktif adalah latihan yang di berikan kepada klien yang mengalami
kelemahan otot lengan maupun otot kaki berupa latihan pada tulang maupun sendi
dimana klien tidak dapat melakukannya sendiri, sehingga klien memerlukan
bantuan perawat atau keluarga.
2. ROM pasif adalah latihan ROM yang dilakukan sendiri oleh pasien tanpa bantuan
perawat dari setiap gerakan yang dilakukan. Indikasi ROM aktif adalah semua
pasien yang dirawat dan mampu melakukan ROM sendii dan kooperatif.
D. Prinsip Dasar ROM
Prinsip dasar latihan range of motion (ROM) menurut Suratun, Heryati, Manurung, &
Raenah (Nurbaeni et al., 2010) yaitu:
1. ROM harus di ulangi sekitar 8 kali dan di kerjakan minimal 2kali sehari
2. ROM dilakukan perlahan dan hati-hati sehinga tidak melelahkan pasien.
3. Dalam merencanakan program latihan range of motion (ROM) , Memperhatikan
umur pasien, diagnosis, tanda vital, dan lamanya tirah baring.
4. ROM sering di programkan oleh dokter dan di kerjakan oleh ahli fisioterapi
5. Bagian-bagian tubuh yang dapat dilakukan ROM adalah leher, jari, lengan, siku,
bahu, tumit, atau pergelangan kaki.
6. Rom dapat dilakukan pada semua persendian yang di curigai mengurangi proses
penyakit.
7. Melakukan ROM hrus sesuai waktunya, misalnya setelah mandi atau perawatan
rutin telah dilakukan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
RANGE OF MOTION

Tahap Kerja :

No Tindakan Gambar
1. Gunakan sampiran untuk
menjaga privacy klien

2. Mengatur benda-benda yang


dapat menghalangi latihan
ROM
3. Menganjurkan klien untuk
berbaring dalam posisi yang
nyaman (bila mungkin sambil
duduk/ berdiri)

4. Memulai kegiatan dengan cara


yang baik
5. Melakukan latihan dengan
cara-cara sebagai berikut:
a. Leher
- Fleksi (45º)
- Ekstensi (45º)
- Hiperekstensi (10º)
- Lateral fleksi (40-45º)
- Rotasi (180º)

b. Bahu
- Fleksi (180º)
- Ekstensi (180º)
- Hiperekstensi (45-
60º)
- Abduksi (180º)
- Adduksi
- Internal Rotasi (90º)
- Eksternal Rotasi
(90º)
- Cirkumduksi (360º)

c. Siku
- Fleksi
Ekstensi

d. Telapak tangan
- Supinasi
Pronasi

e. Pergelangan jari-jemari
- Fleksi (90º)
- Ekstensi (90º)
- Hiperekstensi (30-
60º)
- Abduksi (30º)
Adduksi
f. Ibu jari
- Fleksi (90º)
- Ekstensi (90º)
- Abduksi (30º)
- Adduksi (30º)
Oposisi

g. Pergelangan kaki
- Fleksi (90-120º)
- Ekstensi (90-120º)
- Hiperekstensi (30-
60º)
- Abduksi (30º)
- Adduksi
- Internal rotasi (90º)
- Eksternal rotasi (90º)
- Dorsal fleksi
- Platar fleksi
- Eversi
Inversi

h. Lutut
- Fleksi (120º)
Eksternal (120º)
i. Kaki dan Jari kaki
- Fleksi (60º)
- Ekstensi (60º)
- Abduksi
Adduksi

j. Pinggang
- Fleksi (90º)
- Ekstensi (90º)
- Hiperekstensi (30º)
- Fleksi lateral (30º)
Rotasi (30-45º)
6. Mengkaji pengaruh latihan
pada klien
7. Mengatur posisi dan
merapikan klien
DAFTAR PUSTAKA

Nurbaeni, J., Sudiana, I., & Harmayetty. (2010). LATIHAN ROM LENGAN MENINGKATKAN
KEKUATAN OTOT PADA PASIEN PASCA-STROKE (Range of Motion Exercise of Arms
Increases the Mucle Strength for Post Stroke Patients). 5, 15–20.
Srinayanti, Y., Widianti, W., Andriani, D., & Firdaus, F. A. (2021). International Journal of
Nursing and Health Services ( IJNHS ) Range of Motion Exercise to Improve Muscle
Strength among Stroke Patients : A Literature Review. 3(2), 332–343.

Anda mungkin juga menyukai