PROPOSAL KARYA TULIS ILMIAH
HUBUNGAN POLA MENSTRUASI DAN KEPATUHAN KONSUMSI
TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI
DI SMAN 09 KOTA BENGKULU
TAHUN 2021
DISUSUN OLEH :
RESTU YASALAM
NIM : P05130119027
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN BENGKULU
PROGRAM STUDI DIII GIZI
TAHUN 2021
HALAMAN PERSETUJUAN
KARYA TULIS ILMIAH
HUBUNGAN POLA MENSTRUASI DAN KEPATUHAN KONSUMSI
TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI
DI SMAN 09 KOTA BENGKULU
TAHUN 2021
Yang dipresentasikan dan sipersiapkan oleh :
RESTU YASALAM
NIM. P0 5130119027
Proposal Ini Telah Diperiksa dan Disetujui UntukDipresentasikan di
Hadapan Penguji Poloteknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bengkulu
Jurusan Gizi
Mengetahui
Dosen Pembimbing Proposal
Pembimbing I, Pembimbing II,
Demsa Simbolon, SKM., MKM Tetes Wahyu W, ST.,[Link]
NIP. 198106142006041004 NIP. 19760817200032001
ii
HALAMAN PENGESAHAN
KARYA TULIS ILMIAH
HUBUNGAN POLA MENSTRUASI DAN KEPATUHAN KONSUMSI
TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI
DI SMAN 09 KOTA BENGKULU
TAHUN 2021
Yang telah dipersiapkan dan dipresentasikan oleh :
RESTU YASALAM
NIM. P0 5130119027
Karya Tulis Ilmiah Ini Telah Diuji dan Dipertahankan di Hadapan Tim
Penguji Politeknik Kesehatan Bengkulu Jurusan Gizi
Pada tanggal 1 februari 2021
Dan Telah Memenuhi Syarat Untuk Diterima
Ketua Dewan Penguji, Penguji I,
Dr. Demsa Simbolon, SKM., MKM. Miratul haya, SKM., [Link].
NIP. 19760817200032001 NIP. 197308041997032003
Penguji III, Penguji IV,
Tetes Wahyu, SST., M. Gizi. Emy Yuliantini, SKM., M.
NIP. 198106142006041004 NIP. 197502061998032001
Mengesahkan
Ketua Jurusan Gizi
Poltekes Kemenkes Bengkulu
Anang Wahyudi,. [Link]., MPH.
NIP. 198210192006041002
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan untuk Allah SWT yang Maha Sempurna, dengan
limpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan
Karya Tulis Ilmiah dengan judul Hubungan Pola Menstruasi dan Kepatuhan
Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMAN
09 Kota Bengkulu Tahun 2021 sebagai syarat untuk menyelesaikan Tugas
Akhir.
Karya Tulis Ilmiah ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk
mencapai gelar Ahli Madya Gizi di Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Penulis
menyadari akan keterbatasan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, oleh
karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun merupakan input dalam
penyempurnaan selanjutnya. Semoga dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu
pengetahuan dimasa yang akan datang dan masyarakat pada umumnya.
Penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini penyusun telah mendapat masukan dan
bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penyusun mengucapkan terima kasih
kepada :
1. Bunda Eliana SKM., MPH sebagai Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes
Bengkulu.
2. Bapak Anang Wahyudi, S,Gz., MPH sebagai Ketua Jurusan Gizi Politeknik
Kesehatan Kemenkes Bengkulu.
3. Bapak Ahmad Rizal SKM., MM sebagai Ketua Prodi DIII Jurusan Gizi
Politeknik Kesehatan Bengkulu.
iv
4. Bunda Demsa Simbolon SKM., MKM sebagai Pembimbing I dalam
penyusunan Karya Tulis Ilmiah Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Bengkulu.
5. Bapak Tetes Wahyu SST., [Link] sebagai Pembimbing II dalam
penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.
6. Bunda Fera Widyanti, SST sebagai wali DIII Jurusan Gizi Politeknik
Kesehatan Bengkulu.
7. Pengelola Perpustakaan Politeknik Kesehatan Bengkulu.
8. Orang tua tercinta Ayah (Marda) dan Ibu (Mirnaheli), Teman ku Sella, Vebri,
Yuanda dan teman seangkatan ku yang tidak bisa disebutkan satu persatu di
Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Bengkulu terimakasih atas doa dan
dukungannya untuk penulisan karya tulis ilmiah ini.
Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini penyusun mengharapkan adanya
kritik dan saran agar dapat membantu perbaikan selanjutnya. Terima kasih.
Bengkulu, 2021
Penyusun
v
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.......................................................................................i
HALAMAN PERSETUJUAN.......................................................................ii
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................iii
KATA PENGANTAR....................................................................................iv
DAFTAR ISI...................................................................................................vi
DAFTAR TABEL...........................................................................................vii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang..............................................................................1
1.2. Rumusan Masalah.........................................................................4
1.3. TujuanS Penelitian........................................................................4
.. [Link] Umum......................................................................4
[Link] Khusus...............................................................4
1.4. Manfaat Penelitian........................................................................5
[Link] Peneliti...................................................................5
[Link] Siswa......................................................................5
[Link] Sekolah..................................................................5
1.5. Keaslian Penelitian.......................................................................6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.7. Kerangka Teori..........................................................................8
BAB III METODE PENELITIAN
3.1. Desain Penelitian.....................................................................9
3.2. Kerangka Konsep....................................................................9
3.3. Variabel dan Penelitian...........................................................10
3.4. Definisi Operasional...............................................................10
3.5. Populasi dan Sampel...............................................................10
3.6. Waktu dan Tempat Penelitian.................................................11
3.7. Alat Pengumpulan Data..........................................................12
3.8. Pengolahan Data.....................................................................12
3.9. Analisis Data...........................................................................13
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................14
vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1.5 Keaslian Penelitian...........................................................................6
Tabel 3.4 Definisi Operasional.........................................................................10
vii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Anemia merupakan masalah gizi yang paling utama di Indonesia.
Anemia disebabkan oleh penyakit infeksi, asupan zat gizi yang kurang,
kehilangan darah (menstruasi), pola makan dan pengetahuan yang dimiliki.
Dampak anemia yang ditimbulkan pada remaja putri berdominan dengan
menurunnya prestasi dan semangat belajar. Dampak kurangnya status besi
(Fe) dapat mengakibatkan gejala seperti pucat, lelah/lesu, nafsu makan
menurun serta gangguan petembuhan (Basari, 2009)(Basari, 2009)
Prevalensi nasional anemia di Indonesia berdasarkan data Riskesdas
(2013),(Putri, 2015) yaitu mencapai 21,7%. Proporsi kejadian anemia di
Indonesia menurut karakteristik jenis kelamin perempuan lebih mendominasi
jika dibandingkan dengan laki-laki, presentasi pada perempuan 23,9% dan
laki-laki 18,4% serta berdasarkan karakteristik kelompok umur 5-14 tahun
lebih tinggi jika dibandingkan dengan remaja umur 15- 21 tahun, pada umur
5-14 tahun 26,4% kejadian anemia dan umur 15-21 tahun 18,4% kejadian
anemia (Kemenkes RI, 2013).(Sitoayu, Pertiwi and Mulyani, 2017)
Penelitian Suryani D, dkk (2015)(Suryani, 2018) mengemukakan prevalensi
anemia pada remaja putri di kota Bengkulu sangat tinggi yaitu mencapai
43%.
1
Prevalensi anemia pada remaja putri masih tinggi yaitu sebesar
26,50%, sedangkan cakupan pemberian Tablet Fe yang dikonsumsi
sebesar1,4%, sedangkan di provinsi Bengkulu pada tahun 2018 hanya
sebanyak 35,1% atau 72.685 orang yang mendapatkan tablet Fe (Kemenkes
RI Hasil Utama Riskesdas 2018).(Putri, 2015) Berdasarkan sasaran remaja
putri yang mendapat tablet Fe di Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 hanya
sebanyak 35,1% atau 72.685 orang yang mendapatkan tablet Fe dari jumlah
seluruh sasaran yaitu 206.857 orang. (Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia, 2018)
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu kadar Hb<12
g/dL gizi besi remaja putri SMP dan SMA Kota Bengkulu tahun 2017
didapatkan bahwa rata-rata kadar Hb remaja putri dari 500 siswi adalah 13,1
gr/dl, dimana jumlah penderita kadar Hb<12 g/dL remaja yang tertinggi
adalah remaja putri SMPN 19 sebanyak 63,6%, SMAN 09 Kota Bengkulu
sebesar 50% dan SMPN 11 Kota Bengulu sebesar 47,1% (Dinkes Kota
Bengkulu. Profil Dinas Kesehatan Bengkulu Tahun 2018. (Dinas Kesehatan
Kota Bengkulu, 2017).(Sedgwick, 2010)
Pada remaja putri, setiap bulan mengalami kehilangan darah
(menstruasi) dan cenderung mengkonsumsi lebih sedikit sumber zat besi
sehingga membutuhkan lebih banyak zat besi. Remaja putri dengan lama
menstruasi yang lebih panjang dan siklus menstruasi yang pendek, yaitu
kurang dari 28 hari memiliki resiko yang lebih besar untuk kehilangan zat
besi dalam jumlah yang lebih banyak (SIRAIT, 2016). Jika mengalami
2
menstruasi lebih cepat, maka zat besi yang hilang akan semakin besar.
Kekurangan zat besi akan berlanjut dan cadangan akan semakin menipis
sehingga terjadi anemia difesiensi besi (Kirana, 2011).(Putri, 2015)
Anemia sering disebut kurang darah yaitu dalam keadaan dimana kadar
hemoglobin dalam darah kurang dari normal (<12gr/dL) yang berakibat pada
daya tubuh, kemampuan dan konsentrasi belajar, kebugaran tubuh,
menghambat tumbuh kembang dan membahayakan kehamilan nanti
(Kemenkes RI, 2010). Salah satu penyebab tingginya anemia pada remaja
putri adalah kurangnya kesadaran dalam konsumsi tablet Fe pada saat
menstruasi. Remaja putri yang memiliki pola makan yang tidak baik berisiko
1.2 kali untuk menderita anemia dibanding remaja putri yang berpola makan
yang baik (Suryani, 2015).(Suryani, 2018)
Hasil yang sama dikemukakan oleh Yuniarti, dkk yang mengatakan
bahwa ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan minum tablet Fe
dengan kejadian anemia pada remaja putri di MA Darul Imad kecamatan
Tatah Makmur Kabupaten Banjar. Kepatuhan minum tablet Fe dipengaruhi
oleh dua faktor utama, yaitu faktor dari petugas kesehatan dan faktor dari diri
sendiri seperti kesadaran dalam mengkonsumsi tablet Fe (Yuniarti, 2015).
(Banjar, 2013)
Banyaknya remaja putri yang tidak patuh terhadap konsumsi Tablet Fe
disebabkan banyak faktor, seperti malas dan efek samping yang sering
dirasakan setelah minum tablet Fe. Anemia pada remaja dapat membawa
dampak kurang baik bagi remaja, anemia yang terjadi dapat menyebabkan
3
menurunnya kesehatan reproduksi, perkembangan motorik, mental,
kecerdasan terhambat, menurunnya prestasi belajar, tingkat kebugaran
menurun, dan tidak tercapainya tinggi badan maksimal (Andriani M. dan
Wirjatmadi B, 2013). (B., 2013)
Meningkatnya kebutuhan bila diiringi kurangnya asupan zat besi dapat
mengakibatkan remaja putri rawan terhadap rendahnya kadar haemoglobin
(Krummer et al, 2006).(Krummer, Debra L, 2006) Alasan lain karena remaja
putri seringkali menjaga penampilan, keinginan untuk tetap langsing atau
kurus sehingga berdiet dan mengurangi makan. Diet yang tidak seimbang
dengan kebutuhan zat gizi tubuh akan menyebabkan tubuh kekurangan zat
gizi yang penting seperti besi (Arisman, 2010). (Suryani, 2018)
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian tentang “Bagaimana hubungan pola menstruasi dan
kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri di
SMAN 09 Kota Bengkulu tahun 2021”.
1.3. Tujuan Penelitian
1.1.1. Tujuan Umum
Mengetahui hubungan pola menstruasi dan kepatuhan konsumsi
tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 09 Kota
Bengkulu tahun 2021.
4
1.1.2. Tujuan Khusus
1) Mengetahui gambaran pola menstruasi pada remaja putri di
SMAN 09 Kota Bengkulu tahun 2021.
2) Mengetahui gambaran kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja
putri di SMAN 09 Kota Bengkulu tahun 2021.
3) Mengetahui kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 09 Kota
Bengkulu tahun 2021.
4) Mengetahui hubungan pola menstruasi dan kepatuhan konsumsi
tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 09
Kota Bengkulu tahun 2021.
1.2. Manfaat Penelitian
1.2.1. Bagi Peneliti
Sebagai bahan masukan untuk mengetahui hubungan antara pola
menstruasi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia
pada remaja putri di SMAN 09 Kota Bengkulu tahun 2021.
1.2.2. Bagi Siswa
Memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan tentang
kejadian anemia yang disebabkan oleh pola menstruasi, sehingga siswi
dapat mencegah terjadinya anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet
Fe pada saat menstruasi dan pola hidup sehat.
1.2.3. Bagi Sekolah
5
Diharapkan setelah mengetahui pola menstruasi dan tingkat
kepatuhan konsumi tablet Fe dengan kejadian anemia dapat dijadikan
masukan untuk memberikan penyuluhan kesehatan khusunya tentang
anemia pada remaja putri.
1.5 Keaslian Penelitian
Tabel 1.1 Keaslian Penelitian
No Nama Judul Penlitian Persamaan Perbedaan
1 (Retno Desita Pengetahuan Gizi, Kepatuhan Pola
Putri, Betty Pola Makan, dan Konsumsi Menstruasi
Yosephin Kepatuhan Tablet Fe dengan
Simanjuntak, Konsumsi Tablet Kejadian
Kusdalinah, Tambah Darah Anemia
2017) dengan Kejadian
Anemia Remaja
Putri
2 (Mahmut Faktor Risiko yang Pola Faktor Risiko
Jaelani, Betty Berhubungan Menstruasi Anemia
Yosephin dengan Kejadian dan Remaja Putri
Simanjuntak, Anemia pada Kepatuhan
Emy Remaja Putri Konsumsi
Yuliantini, Tablet Fe
2017) dengan
Kejadian
Anemia
3 (Linda Suryani, Hubungan Status Faktor Kepatuhan
2017) Gizi dengan Risiko Konsumsi
Kejadian Anemia Kejadian Tablet Fe
Pada Remaja di Anemia Kejadian
SMA PGRI Remaja Putri Anemia
Pekanbaru
4 (Laras Sitoayu, Kecukupan Zat Pola Kepatuhan
Dewi Ayu Gizi Makro, Status Menstruasi Konsumsi
Pertiwi, Erry Gizi, Setres, dan dengan Tablet Fe
Yudha Siklus Menstruasi Kejadian Kejadian
Muluani, 2016) Pada Remaja Anemia Anemia
Remaja Putri
5 (Berliana Hubungan Volume Hubungan Kepatuhan
Irianti, 2014) Darah Pada Saat Pola Konsumsi
Menstruasi dengan Menstruasi Tablet Fe
Kejadian Anemia dengan dengan
Pada Mahasiswa Kejadian Kejadian
6
Akademi Anemia Anemia
Kebidanan Remaja Putri Remaja Putri
Internasional
Pekanbaru Tahun
2014
6 (Yuniarti, Hubungan Antara Kepatuhan Pola
Rusmilawaty, Kepatuhan Minum Konsumsi Menstruasi
Tri Tunggal, Tablet Fe dengan Tablet Fe dengan
2015) Kejadian Anemia dengan Kejadian
Pada Remaja Putri Kejadian Anemia
di MA Darul Imad Anemia Remaja Putri
Kecamatan Tatah Remaja Putri
Makmur
Kabupaten Banjar
7 Suchi Hubungan Antara Pola Faktor Risiko
Avnalurini Status Gizi dan Menstruasi Anemia
Shariff, Pola Menstruasi dengan Remaja Putri
Nurlina Akbar, dengan Kejadian Kejadian
2018) Anemia Pada Anemia
Mahasiswi Prodi Remaja Puti
DIII Kebidanan
Universitas
Muslim Indonesia
8 (Aristanty Hubungan Antara Faktor Pola
Nursetia, Asupan Zat Gizi anemia Menstruasi
Yoswenita dan Status Gizi dan
Susindra, dengan Kejadian Kepatuhan
2016) Anemia Pada Konsumsi
Remaja Putri Tablet Fe
dengan
Kejadian
Anemia
9 (Yuliana Hubungan Pola Kepatuhan Faktor Risiko
Salman, Konsumsi Zat Besi Konsumsi Anemia
Rosihan dan Konsumsi Tablet Fe
Anwar, Samsul Suplemen Tablet dengan
Arifin, 2012) Besi dengan Status Kejadian
Anemia Pada Anemia
Siswi Kelas VIII
MTS negeri Model
Martapura di
Wilayah Kerja
Dinas Kesehatan
Kabupaten Banjar
10 (Sinta Dewi Faktor-faktor yang Pola Asupan Zat
Astuti, Efa Berhubungan Menstruasi Gizi dan
7
trisna, 2016) dengan Kejadian dan Status Gizi
Anemia Pada Kepatuhan dengan
Remaja Putri Konsumsi Kejadian
Wilayah Lampung Tablet Fe Anemia Pada
Timur dengan Remaja Putri
Kejadian
Anemia
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.7. Kerangka Teori
Pola Menstruasi
Kepatuhan
Konsumsi Tablet
Fe Tingkat Asupan
Pengetahuan
Pola Makan
Kejadian Anemia
Remaja Putri
Status Gizi
Volume Darah Faktor Risiko
Menstruasi
Sumber : (Retno Desita Putri, Betty Yosephin Simanjuntak, Kusdalinah, 2017)
(Mahmut Jaelani, Betty Yosephin Simanjuntak, Emy Yuliantini, 2017)
(Linda Suryani, 2017)
(Laras Sitoayu, Dewi Ayu Pertiwi, Erry Yudha Muluani, 2016)
(Berliana Irianti, 2014)
8
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Desain Penelitian
Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian
yaitu secara cross-sectional (probabilty) yang mengkaji hubungan antara
variabel Independent (pola menstruasi dan kepatuhan konsumsi tablet fe)
dengan variabel dependen (anemia) yang berusaha menggambarkan dan
menghubungkan objek sesuai dengan apa adanya dan dalam waktu yang
bersamaan.
Sedangkan jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif, jadi dalam
penelitian ini akan mendeskripsikan kondisi variabel-variabel dalam
penelitian yaitu tingkat pola menstruasi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe
dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 09 Kota Bengkulu.
3.2 Kerangka Konsep
Penelitian ini akan mengeksplorasi varibel hubungan pola menstruasi
dan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri
kedua variabel melalui eksplorasi penelitian/jurnal penelitian sebelumnya.
Jika digambarkan dalam skema variabel tersebut seperti berikut :
Pola menstruasi
Kejadian anemia remaja
putri
Kepatuhan konsumsi
tablet Fe
9
3.3. Variabel dan Penelitian
Variabel Independet : Pola menstruasi, kepatuhan konsumsi tablet Fe.
Variabel Dependent : Kejadian anemia remaja putri.
3.4. Definisi Operasional
Tabel 3.4 Definisi Operasional
Variabel Definisi Cara Ukur Alat Ukur Hasil Skala
Pola Tingkat score Wawancara Kuesioner Jumlah Rasio
menstruasi kemampuan dan mengisi (goole benar
responden kuesioner form)
menjawab
pertanyaan
Kepatuhan Tingkat score Wawancara Kuesioner Jumlah Rasio
konsumsi kemampuan dan mengisi (google benar
tablet Fe responden kuesioner form)
mengikuti
kepatuhan
konsumsi
tablet Fe
3.5. Populasi dan Sampel
3.5.1. Populasi
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua siswi
remaja putri di SMAN 09 Kota Bengkulu. Sampel dipilih
menggunakan teknik simple random sampling (probabilty) dengan
kriteria inklusi dan ekslusi sebagai berikut :
Kriteria Inklusi :
1) Remaja putri berusia 15-19 tahun,
2) Remaja putri yang sudah mengalami menstruasi,
3) Remaja yang sehat yang tidak mempunyai penyakit bawaan,
10
4) Bersedia menjadi sampel penelitian,
5) Dapat berkomunikasi dengan baik.
Kriteria Ekslusi :
1) Remaja yang belum mengalami menstruasi,
2) Reamaja yang kondisi sakit saat penelitian,
3) Remaja yang mempunyai penyakit bawaan dari lahir yang bisa
mempengaruhi saat penelitian,
4) Remaja yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik.
3.5.2. Sampel
Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah siswi
remaja di SMAN 09 Kota Bengkulu yaitu siswi remaja putri kelas
XI jurusan IPS. Untuk menentukan jumlah sampel minimal
ditentukan menggunakan rumus (Lemeshow, 1990) sebagai berikut
N . Z 21−∝/ 2 . P(1−P)
d 2 (N−1)+ Z 21−∝/ 2 . P (1−P)
Keterangan :
n = Jumlah Sampel
Z21−∝/ 2 = derajat kemaknaan 95 % sehingga diperoleh nilai
Z = 1,96
P = proporsi populasi (0,5)
d = presisi absolut (0,1)
N = jumlah populasi (356/12 = 29,66 ≈ 30)
50 . ( 1,96 )2 (0,5)(1−0,5)
n=
0,12 ( 50−1 )+ ( 1,96 )2 .(0,5)(1−0,5)
11
50.3,8416 (0,5)(1−0,5)
n= 2
0,1 ( 49 ) +3,8416 .(0,5)(1−0,5)
47,68
n=
0,49+0,9604
47,68
n=
1,4504
n= 33 orang
3.6. Waktu dan Tempat Penelitian
3.6.1. Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada bulan Agustus di SMAN 09 Kota
Bengkulu dalam kurun waktu selama 1 bulan tahun 2021.
3.6.2. Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan diruang kelas di SMAN 09 Kota Bengkulu ,
dengan alasan :
1) Merupakan sekolah dengan penemuan kasus siswi anemia tertinggi
kedua di kota Bengkulu.
2) Lokasi mudah dijangkau dan lokasi penelitian dilakukan di ruang
kelas.
3.7. Alat Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan angket/kuesioner, yaitu menggunakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan atau
12
pernyataan kepada subjek penelitian sebagai responden memberi informasi
yang diperlukan sesuai dengan permasalahan penelitian yang dihadapi
(Mochamad, Rachmat, 2016).(Rachmat, 2016)
3.8. Pengolah Data
Pengolahan data dilakukan setelah pengumpulan data selesai,
dilakukan dengan maksud agar yang dikumpulkan memiliki sifat yang jelas,
adapun langkah dalam pengolahan data yaitu.
a) Editing (Pemeriksaan Data)
Kegiatan ini meliputi pemeriksaan dan melengkapi serta memperbaiki data
yang telah diperoleh dari penelitian.
b) Coding (Pengkodean Data)
Coding adalah merubah data berbentuk huruf menjadi data bilangan
dengan memberikan kode-kode pada variabel penelitian dengan tujuan
memudahkan pengolahan data.
c) Entry (Pemasukan Data)
Tahap memasukan data kedalam computer sesuai dengan variable yang
sudah ada. Selanjutnya data yang diperoleh akan dianalisis sesuai jenis dan
kegunaan data.
d) Cleaning ((Pembersihan Data)
Sebelum melakukan analisis data, data mentah yang diperoleh terlebih
dahulu dilakukan pengecekan, pembersihan, jika ditemukan kesalahan
pada entri data. Data yang tidak lengkap di keluarkan dari master data.
13
Data-data yang sudah didalam tabel diperiksa kembali dan sudah bebas
dari kesalahan-kesalahan (Mohchamad, Rachmat 2016).(Rachmat, 2016)
3.9. Analisis Data
Hasil dari data yang telah diolah kemudian disajikan dalam bentuk tabel
dan grafik di analisis secara univariat dan bivariat. Analisis univariat
bertujuan untuk mengetahui gambaran distribusi dan rata-rata pada variabel
yang akan diteliti, baik variabel independen maupun variabel dependen.
Analisis bivariat bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan
antara dua variabel yang akan diteliti baik variabel independen maupun
dependen.(Mochamad,Rachmat 2016)(Rachmat, 2016)
14
DAFTAR PUSTAKA
B., A. M. dan W. (2013) Pengantar Gizi Masyarakat. Edited by Andriani. M dan
Wirjatmadi B. Jakarta: Kencana Pranada Media Grup.
Banjar, K. (2013) ‘HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN MINUM TABLET
FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MA DARUL
IMAD KECAMATAN TATAH MAKMUR KABUPATEN BANJAR Yuniarti,
Rusmilawaty,Tri Tunggal’, 2(1), pp. 2011–2016.
Basari, M. . (2009) Ilmu Gizi. Edited by M. . Basari. Jakarta: Erlangga.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2018) ‘HASIL UTAMA
RISKESDAS 2018 Kesehatan [Main Result of Basic Heatlh Research]’,
Riskesdas, p. 52. Available at: [Link]
terkini/materi_rakorpop_2018/Hasil Riskesdas [Link].
Krummer, Debra L, K. E. (2006) Nutrition in women health. Edited by K. E.
Krummer, Debra L. Jakarta: Aspen Publisher [Link] Maryland.
Putri, P. R. (2015) ‘Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas
Riau 1 Departemen Keperawatan Komunitas Program Studi Ilmu Keperawatan
Universitas Riau 2 Departemen Keperawatan Medikal Bedah Program Studi Ilmu
Keperawatan Universitas Riau 3’, Jurnal Online Mahasiswa, 2(1).
Rachmat, M. (2016) Metodologi Penelitian. Edited by Egi Komara Yudha.
Jakarta: EGC.
Sedgwick, P. (2010) ‘Cross sectional studies’, BMJ (Online), 340(7743), pp. 134–
15
140. doi: 10.1136/bmj.c846.
SIRAIT, A. L. (2016) ‘Hubungan Tingkat Konsumsi Zat Besi Dan Pola
Menstruasi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Smp Kristen 1
Surakarta’. Available at: [Link]
[Link].
Sitoayu, L., Pertiwi, D. A. and Mulyani, E. Y. (2017) ‘Kecukupan zat gizi makro,
status gizi, stres, dan siklus menstruasi pada remaja’, Jurnal Gizi Klinik
Indonesia, 13(3), p. 121. doi: 10.22146/ijcn.17867.
Suryani, L. (2018) ‘Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja
Di Sma Pgri Pekanbaru’, Journal Of Midwifery Science (JOMIS), 2(2), pp. 77–84.
16
LAMPIRAN
KUESIONER HUBUNGAN POLA MENSTRUASI DAN KEPATUHAN
KONSUMSI TABLET FE KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI
SMAN 09 KOTA BENGKULU
TAHUN 2021
Kode Responden :
Tanggal Wawancara :
Identitas Responden
1. Nama :
2. Umur :
3. Kelas :
4. Alamat :
Kecamatan :
Petunjuk pengisian kuesioner
1. Bacalah petunjuk pengisian kuesioner
2. Sebelum menjawab pertanyaan, terlebih dahulu isilah identitas anda
dengan lengkap.
3. Bacalah masing-masing pertanyaan dengan teliti.
4. Jawablah pertanyaan dengan runtut dan jelas.
5. Berilah tanda lingkaran pada jawaban yang paling tepat dan sesuai dengan
keadaan anda sebenarnya.
6. Jawablah semua pertanyaan tanpa ada yang terlewatkan (kecuali ada
pengecualian).
7. Bila kurang jelas tanyakan langsung pada pewawancara.
8. Selamat mengisi dan terima kasih.
1. Apakah anda sudah mengalami menstruasi?
A. Sudah
B. Belum
2. Apakah dalam 1 bulan terakhir ini anda pernah mengalami keluhan nyeri perut
sebelah atas yang disertai rasa mual atau nyeri ulu hati pada saat menstruasi?
A. Ya
B. Tidak
3. Apakah dalam 1 bulan terakhir ini anda pernah mengalami kehilangan darah
yang terlalu banyak ketika menstruasi?
A. Ya
B. Tidak
4. Apakah anda sering demam dan menggigil pada saat menstruasi?
17
A. Ya
B. Tidak
Pengetahuan Tentang Anemia
5. Apakah itu anemia?
A. Tidak tahu
B. Darah rendah
C. Kurang darah
D. Rendahnya kadar Hb dalam darah dibawah kadar normal
6. Apa salah satu penyebab seseorang dapat menderita anemia?
A. Tidak tahu
B. Kurang makan sayuran hijau
C. Kurang makan
D. Kurang makan makanan kaya zat besi
7. Kenapa remaja putri dan ibu hamil sering menderita anemia?
A. Tidak tahu
B. Karena haid setiap bulan
C. Kurang mengkonsumsi makanan kaya besi
D. Kebutuhan wanita dan ibu hamil lebih tinggi dari pria
8. Apakah tanda-tanda anemia?
A. Tidak tahu
B. Lesu
C. Lemah
D. Letih
E. Lelah
F. Lalai
G. 5L
9. Siapa yang sering menderita anemia?
A. Tidak Tahu
B. Remaja putra
C. Balita
D. Remaja Putri/Wanita Usia subur
E. Ibu Hamil
F. Orang tua
10. Bagaimana cara mencegah seseorang agar tidak menderita anemia?
A. Tidak Tahu
B. Banyak mengkonsumsi makanan protein hewani
C. Banyak makan sayuran hijau
D. Minum tablet tambah darah
18
E. Banyak makan sayuran hijau dan protein hewani
11. Penyakit apa yang dapat menyebabkan terjadinya anemia?
A. Tidak tahu
B. Demam, hemofilia
C. Malaria, cacingan
Pola Menstruasi
12. Apakah anda pernah melakukan pemeriksaan Hb pada saat menstruasi?
A. Tidak
B. Ya
13. Bagaimana frekuensi menstruasi anda?
A. 2-3 bulan sekali
B. Sebulan dua kali
C. Sebulan sekali
14. Berapa hari lama menstruasi anda?
A.< 3 hari
B. >7 hari
C. 3-7 hari
D. >7 hari
15. Berapa kali anda menggnti pembalut setiap hari pada saat menstruasi?
A. 2-5 kali
B. < 2 kali
C. >5 kali
16. Apakah anda pernah mengalami pendarahan haid dari biasanya?
A. Tidak pernah
B. Ya, setiap kali haid
C. Kadang-kadang
17. Apakah saat menstruasi anda sering mengalami lelah atau lemas?
A. Sering
B. Kadang-kadang
C. Tidak pernah
19
KUESIONER PENELITIAN
KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ENMIA
PADA REMAJA KELAS XI JURUSAN IPS DI SMAN 09 KOTA BENGKULU
TAHUN 2021
A. IDENTITAS RESPONDEN
No. Responden :
Nama :
Umur :
Alamat :
TB (Tinggi Badan) :
BB (Berat Badan) :
B. KEPATUHAN REMAJA PUTRI
Petunjuk :
1. Isilah terlebih dahulu identitas yang sudah tertera diatas
2. Bacalah petunjuk pengisian kuesioner sebelum memulai mengisikan
3. jawaban
4. Bacalah dan pahami setiap pertanyaan
5. Berikan tanda (√) pada kolom “ya” jika pertanyaan sesuai dengan yang
6. anda lakukan dan pada kolom “tidak” jika pertanyaan tidak sesuai dengan
7. yang anda lakukan.
NO PERTANYAAN YA TIDAK
1. Apakah anda meminum tablet tambah darah satu kali
selama 1 minggu secara teratur?
2. Apakah anda meminum penambah darah pada pagi
hari?
3. Apakah anda meminum tablet penambah darah dengan
air putih?
4. Apakah anda meminum tablet tambah darah dengan teh
bila anda mual?
5. Apakah anda meminum teh atau susu setelah meminum
tablet penambah darah?
6. Apakah anda berhenti minum tablet tambah dara bila
susah buang air besar?
7. Meskipun meminum tablet penambah darah dapat
menyebabkan rasa mual, apakah anda akan tetap
meminumnya?
8. Meskipun meminum tablet penambah darah dapat
menyebabkan tinja berwarna hitam, apakah anda akan
tetap meminumnya?
20
9. Apakah anda mengkonsumsi tablrt penambah darah 6
butir selama 6 minggu terakhir ini?
10. Apakah anda meminum tablet penambah darah saat di
ingatkan oleh orang tua/guru?
11. Apakah anda segera meminum tablet penambah darah
saat anda lupa?
12. Apakah anda meminum tablet penambah darah
bersamaan dengan teh?
13. Apakah anda meminum tablet penambah darah kadang-
kadang menggunakan air jeruk?
14. Apakah anda meminum tablet penambah darah saat
malam hari ketika akan tidur?
21
22