Modul | KIE DIGITAL
Hak Cipta BKKBN @ 2021
PERANGKAT PELATIHAN FUNGSIONAL PENJENJANGAN
PENYULUH KELUARGA BERENCANA KATEGORI KEAHLIAN
Edisi Tahun 2021
Pengarah :
Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN
Prof. Rizal Damanik, Ph.D
Penanggung Jawab:
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Dr. Lalu Makripuddin, [Link].
Penyusun:
Khaeri Marifah, [Link], [Link].T
Hendy Noor Irawan, [Link], [Link]
Kontributor:
Nilam Kemuning Her Panuluh, [Link]
Dadi Ahmad Roswandi, [Link]
Tim Teknis:
Dewi Andayani, [Link], [Link]
Diterbitkan oleh :
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPENDUDUKAN DAN KB
BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL
Jl. Permata No. 1 Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur 13650
PO. BOX : 296 JKT 13013 Telp. (021) 8098018; ext.631 Fax.(021) 8008558
[Link]
[Link]
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
i Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
KATA SAMBUTAN
DEPUTI BIDANG PELATIHAN, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
BKKBN
Assalamu’alaikum [Link].
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah
SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
hidayahNya yang diberikan kepada kita.
Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 52
Tahun 2009 tentang Perkembangan
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga,
Badan Kependudukan Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN) mempunyai tugas
melaksanakan pengendalian penduduk dan
penyelenggaraan keluarga berencana. Indikator
Sasaran Kinerja BKKBN yang tertuang dalam Rencana Strategis BKKBN
2020-2024. Pada tahun 2024 yang harus dicapai adalah, pertama Angka
Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR per WUS usia 15-49 tahun turun
menjadi 2,1 rata-rata anak per wanita; kedua, Angka Prevalensi Kontrasepsi
Modern (Modern Contraseptive Prevelance Rate/mCPR naik menjadi 63,41%;
ketiga, Persentase ber-KB yang tidak terpenuhi/unmet need turun mejadi
7,40%; keempat Angka Kelahiran Remaja Usia 15-19 Tahun/Age Spesific
Fertility Rate 15-49 turun menjadi 18 per 1000 kelahiran WUS 15-19; kelima,
Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) naik menjadi 61,00 poin; dan
keenam Indeks Media Kawin Pertama Perempuan (MUKP) naik menjadi 22,1
tahun. Untuk mencapai sasaran strategis tersebut BKKBN melaksanakan
kebijakan dan strategi di Bidang Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga,
Kependudukan dan Keluarga Berencana).
Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah lampiran I huruf N urusan bidang pengendalian
penduduk dan keluarga berencana, dalam pembagian sub-urusan Penyuluh
KB, ada fungsi pengelolaan dan pendayagunaan Penyuluh KB. Fungsi
Pengelolaan dijalankan oleh BKKBN dan fungsi pendayagunaan dijalankan
oleh pemerintah kabupaten dan kota. Dalam melaksanakan wewenang
pengelolaan Penyuluh KB tersebut ditindaklanjuti dengan Peraturan Kepala
BKKBN Nomor 9 tahun 2018 tentang Pengelolaan tenaga Penyuluh Keluarga
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
ii Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
Berencana salah satu yang diatur adalah mengenai Pengembangan Karir
Penyuluh KB pada BAB IV Pasal 31 ayat 3, pengembangan kompetensi
penyuluh KB dilakukan melaui pendidikan dan pelatihan. Sesuai Peraturan
Menteri Pendayagunaaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21
tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Keluarga Berencana bahwa
Jabatan Fungsional Penyuluh Keluarga Berencana terbagi menjadi tujuh
jenjang jabatan, terdiri atas; Penyuluh KB Terampil, Penyuluh KB Mahir,
Penyuluh KB Ahli Penyelia, Penyuluh KB Ahli Pertama; Penyuluh KB Ahli
Muda, Penyuluh KB Ahli Madya dan Penyuluh KB Ahli Utama. Dalam
Permenpan dan RB Nomor 21 tahun 218 tersebut juga dinyatakan bahwa
Penyuluh KB yang akan naik jabatan ke jenjang di atasnya disyaratkan telah
mengikuti dan lulus pelatihan penjenjangan.
Kami, menyambut baik penerbitan Perangkat Pelatihan Penjenjangan
Penyuluh Keluarga Berencana Kategori Keahlian melalui e-Learning berupa
kurikulum, modul dan media pembelajaran yang akan digunakan dalam
pelatihan tersebut. Perangkat pelatihan ini sangat berguna bagi peningkatan
kapasitas Penyuluh KB yang akan naik pangkat/jabatan menjadi Penyuluh KB
Ahli. Walaupun pelatihan yang diseleggarakan melalui e-learning/jarak jauh,
tidak mengurangi substansi dan semangat kita untuk mencapai tujuan
pelatihan yang telah ditetapkan.
Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh penyusun
perangkat pelatihan ini yang diinisiasi oleh Pusdiklat Kependudukan dan
Keluarga Berencana BKKBN atas dukungan, komitmen dan peran sertanya
dalam meningkatkan kualitas SDM Aparatur dan Pelaksana Program Bangga
Kencana.
Sekian dan terima kasih.
Wassalammu’alaikum wr. wb.
Jakarta, 24 Maret 2021
Deputi Bidang Pelatihan,
Penelitian dan Pengembangan,
Prof. Rizal Damanik, Ph.D
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
iii Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
KATA PENGANTAR
KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA-BKKBN
Assalamu’alaikum [Link].
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah
SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas izin dan
ridhonya, telah selesai disusun Perangkat
Pelatihan Penjenjangan Penyuluh Keluarga
Berencana Kategori Keahlian melalui e-Learning
berupa kurikulum, modul dan media pembelajaran.
Kam i, atas nama Pusdiklat Kependudukan dan KB
menyambut baik atas diterbitkannya Perangkat
Pelatihan Penjenjangan Penyuluh Keluarga Berencana Kategori Keahlian
melalui e-Learning berupa kurikulum, modul dan media pembelajaran yang
akan digunakan dalam pelatihan tersebut. Perangkat pelatihan ini sebagai
bagian dari fasilitasi bagi Penyuluh KB untuk mengikuti pelatihan penjenjangan
yang akan naik pangkat/jabatan dari Terampil ke Ahli dan juga sebagai upaya
dalam meningkatkan profesionalitas dan intelektualitas Penyuluh KB BKKBN.
Kepada para Penyuluh KB, selamat mempelajari perangkat pelatihan ini,
gunakan dengan sebaik-baiknya sebagai bahan pembelajaran dalam pelatihan
dan kami harapkan dapat diterapkan dalam melaksanakan tugas dan fungsi
Jabatan Penyuluh KB Ahli dengan semakin baik lagi dan akan dapat
bermanfaat bagi kemajuan program Bangga Kencana.
Akhirnya, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-
tingginya kepada para Penyusun, Kontributor dan semua pihak yang terlibat
dalam menyelesaikan Perangkat Pelatihan Penjenjangan Penyuluh Keluarga
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
iv Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
Berencana Kategori Keahlian melalui e-Learning berupa kurikulum, modul dan
media pembelajaran. Semoga hasil yang diperoleh dari pelatihan ini sesuai
dengan yang kita harapkan, dan semoga apa yang telah disumbangkan,
mendapat balasan pahala yang berlipat dari Tuhan Yang Maha Esa. Kami
menerima kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan
penyusunan perangkat pelatihan ini pada edisi-edisi mendatang.
Sekian dan terima kasih.
Wassalammu’alaikum wr. wb.
Jakarta, 24 Maret 2021
Kepala Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Kependudukan dan
Keluarga Berencana,
Dr. Lalu Makripuddin, [Link]
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
v Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................... 1
B. Deskripsi Singkat ................................................................................ 3
C. Manfaat Modul .................................................................................... 3
D. Standar Kompetensi............................................................................. 4
E. Materi Pokok dan Sub-Materi Pokok ................................................... 4
F. Petunjuk Belajar .................................................................................. 5
BAB II KONSEP DASAR KIE
A. Pengertian Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) .......................... 6
B. Tujuan KIE .......................................................................................... 7
C. Sasaran KIE ........................................................................................ 8
D. Komponen KIE ..................................................................................... 9
E. Rangkuman .......................................................................................... 9
F. Latihan ................................................................................................. 9
BAB III JENIS DAN BENTUK KIE BANGGAR KENCANA
A. Jenis KIE ............................................................................................ 11
B. Bentuk-Bentuk KIE ............................................................................... 12
C. Prinsip-Prinsip KIE .............................................................................. 13
D. Hal-Hal yang perlu Diperhatikan Dalam KIE ...................................... 14
E. Pokok-pokok Pengelolaan KIE ............................................................. 14
F. Rangkuman ......................................................................................... 15
G. Latihan ................................................................................................ 16
H. Tes Formatif ......................................................................................... 16
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
vi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
BAB IV MEDIA KIE BERBASIS DIGITAL
A. Media KIE berbasis digital ................................................................... 18
B. Materi KIE berbasis digital ................................................................... 33
C. Rangkuman ......................................................................................... 35
D. Latihan ................................................................................................ 36
E. Tes Formatif ......................................................................................... 36
BAB V LANGKAH-LANGKAH KIE
A. Langkah-langkah KIE .......................................................................... 38
B. Tahapan Dalam Melakukan KIE........................................................... 39
C. Praktik KIE/Penyuluhan ....................................................................... 41
D. Hambatan dan Kiat memperbaiki diri dalam Advokasi, KIE ................ 42
E. Rangkuman .......................................................................................... 43
F. Latihan ................................................................................................. 44
G. Tes Formatif ......................................................................................... 44
BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan ......................................................................................... 46
B. Evaluasi ............................................................................................... 47
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 53
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
vii Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keberhasilan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan
Keluarga Berencana (Bangga Kencana) antara lain ditandai dengan adanya
upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur
kehamilan melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak
reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Amanat ini tertuang dalam
Pasal 1 ayat 8 Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Lebih dari tiga dasa warsa Program KB Nasional telah menunjukkan
keberhasilan yang diakui secara internasional, terbukti dengan ditunjuknya
Indonesia sebagai salah satu Centre of Excelence (Pusat Unggulan) dalam
bidang Kependudukan KB dan Kesehatan Reproduksi. Kepercayaan ini
didapat karena program KB telah berhasil merubah sistem nilai sampai dan
perubahan teknologi perilaku dalam penggunaan alat kontrasepsi, dalam
upaya mewujudkan keluarga berkualitas.
Advokasi dan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) yang dilakukan
secara intensif dan terarah dan tepat sasaran merupakan salah satu kegiatan
kunci merubah sikap, perilaku dan sistem nilai. Informasi selalu dibutuhkan dan
erat hubungannya dengan pelaksanaan program KB baik bagi masyarakat,
pelaksana maupun para pengelola program. Oleh karena itu sejak awal
pelaksanaan program KB tahun 1970 sampai sekarang dan bahkan waktu
mendatang kekuatan informasi merupakan faktor kunci kelangsungan
keberhasilan Program Bangga Kencana.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
1 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
Berbagai metode dan media telah dilakukan dalam menyampaikan
informasi Program Bangga Kencana kepada masyarakat antara lain melalui
KIE perorangan, kelompok, media sederhana, media tradisional, dan mass
media serta lokakarya dan seminar. Seiring dengan perkembangan teknologi
informasi, kegiatan KIE mengalami perkembangan melalui berbagai teknik KIE
yang berbasis digitalisasi dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi
seperti media sosial, video elektronik, siaran radio dan televisi, maupun
menggunakan jaringan internet secara luas yang dapat diakses oleh wilayah
seluruh Indonesia.
Kemajuan teknologi informasi yang demikian pesat telah memberikan
kemudahan dan menjadi faktor pendorong peningkatan kualitas kegiatan
Advokasi dan KIE, dan kemudian harus diimbangi oleh kemampuan Sumber
Daya Manusia (SDM) yang merupakan salah satu ujung tombak dalam
penyampaian KIE kepada masyarakat. Perlu disadari kondisi keterbatasan
SDM pelaksana Program Bangga Kencana di Lini Lapangan baik dari sisi
kuantitas maupun kualitas, sehingga perlu ditempuh upaya antisipasi agar
pelaksanaan kegiatan KIE tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Inventarisasi dan identifikasi tenaga pelaksana yang siap pakai dan berkualitas
dapat membantu dalam menentukan kebijakan di kantor pusat, dan
mengidentifikasi kebutuhan pelatihan teknis yang mencakup materi KIE di
dalamnya agar dapat membekali semua SDM yang ada di lini lapangan.
KIE melalui media digital sangat penting dilakukan dan ternyata masih
banyak kendala di lapangan sekaitan dengan faktor SDM pelaksana KIE yang
perlu dibekali beberapa kemampuan mengoperasionalkan peralatan IT,
penyusunan materi, membuat media kreatif serta melahirkan inovasi dalam
pelaksanaan kegiatan. Teknik dan kemampuan KIE yang menjadi salah satu
kunci keberhasilan Program Bangga Kencana yang diatur dalam Peraturan
Kepala BKKBN Nomor 6 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Badan
Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Tahun 2020-2024 yaitu
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
2 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
peningkatan penyebarluasan materi KIE Program Bangga Kencana sesuai
segmentasi sasaran dan wilayah dan peningkatan kinerja tenaga Penyuluh
KB/PLKB dan pemberdayaan masyarakat melalui penggerakan kader
PPKBD/Sub PPKBD.
Penyuluh KB sebagai ujung tombak program sangat strategis perannya
dalam melakukan pembinaan langsung kepada individu, keluarga dan
masyarakat di tingkat desa/ kelurahan. Oleh karena itu para Penyuluh KB
sudah semestinya perlu dibekali pengetahuan tentang Program Bangga
Kencana dengan jelas dalam melakukan pembinaan kepada individu, keluarga
dan masyarakat di tingkat desa/ kelurahan sehingga dapat melaksanakan
tugas dalam memberikan KIE/ Penyuluhan BANGGA KENCANA dengan
mudah dan percaya diri.
Modul KIE Bangga Kencana melalui Media Digital disusun untuk
menyiapkan pesan tentang KIE/ Penyuluhan Bangga Kencana, agar kegiatan
pelayanan, KIE/ Penyuluhan Bangga Kencana dapat dilaksanakan dengan
menjawab tantangan teknologi informasi yang dapat digunaka secara
profesional sebagai media yang efektif pada kegiatan penyuluhan Program
Bangga Kencana.
B. Deskripsi Singkat
Modul ini membahas konsep dasar KIE, jenis dan prinsip KIE, media
KIE berbasis digital, serta langkah-langkah KIE melalui media digital. Pada
akhir pembelajaran peserta diharapkan mampu mempraktikan KIE Bangga
Kencana melalui Media Digital sesuai dengan sasaran dan kearifan lokal
masyarakat di Indonesia.
C. Manfaat Modul
Modul ini diharapkan bermanfaat bagi para peserta pelatihan untuk
membekali pengetahuan dan keterampilan tentang KIE melalui media digital
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
3 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
sehingga dapat meningkatkan profesionalisme sebagai Penyuluh KB Jenjang
Ahli Pertama.
D. Standar Kompetensi
1. Hasil Belajar
Setelah selesai pembelajaran peserta pelatihan diharapkan mampu
mempraktikan KIE Bangga Kencana melalui Media Digital.
2. Indikator Hasil Belajar
Setelah mempelajari modul ini, peserta pelatihan dapat:
a. Menjelaskan konsep dasar KIE
b. Menjelaskan jenis dan prinsip KIE
c. Menjelaskan media KIE berbasis Digital
d. Mempraktikkan langkah-langkah KIE melalui Media Digital
E. Materi Pokok Dan Sub Materi Pokok
1. Konsep Dasar KIE
a. Pengertian KIE
b. Tujuan KIE
c. Sasaran KIE
d. Komponen KIE
2. Jenis dan Prinsip KIE
a. Jenis-jenis KIE
b. Bentuk KIE
c. Prinsip KIE
d. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam KIE
e. Pokok-pokok Pengelolaan KIE
3. Media KIE berbasis Digital
a. Media KIE berbasis Digital
b. Materi KIE berbasis Digital
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
4 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
4. Langkah-langkah KIE/ Penyuluhan
a. Langkah-langkah KIE melalui media digital
b. Hambatan KIE melalui media digital
F. Petunjuk Belajar
Untuk mencapai hasil pembelajaran, peserta diklat perlu mengikuti
beberapa petunjuk antara lain sebagai berikut:
1. Bacalah modul ini tahap demi tahap. Mulailah dengan kegiatan belajar
1 (satu) dan seterusnya. Sebelum Anda benar-benar paham tentang
materi pada tahap awal, jangan membaca materi pada halaman
berikutnya. Lakukan pengulangan pada halaman tersebut sampai
Anda benar-benar memahaminya.
2. Jika Anda mengalami kesulitan dalam memahami materi pada halaman
atau sub bahasan tertentu, diskusikan dengan teman Anda atau
fasilitator yang sekiranya dapat membantu untuk memahami materi
modul ini.
3. Setelah selesai memahami materi pada setiap kegiatan belajar
sebaiknya Anda mengerjakan latihan dengan menjawab soal-soal
yang sudah disediakan.
4. Jika Anda masih belum bisa menjawab, lakukan pengulangan untuk
hingga
Anda benar-benar bisa mengerjakan latihan.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
5 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
BAB II
KONSEP DASAR KIE
Indikator Hasil Belajar:
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diklat diharapkan dapat
menjelaskan konsep KIE dalam menjalankan pelaksanaan Program Bangga
Kencana.
A. Pengertian Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)
UU No. 36 tahun 2009, penyuluhan kesehatan diselenggarakan guna
meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan kemampuan
masyarakat untuk hidup sehat dan aktif berperan serta dalam upaya
kesehatan. penyuluhan kesehatan diselenggarakan untuk mengubah perilaku
seseorang atau kelompok masyarakat agar hidup sehat melalui Komunikasi,
Informasi, dan Edukasi (KIE). kelompok sasaran. Setiap jenis kelompok
sasaran masyarakat cara KIE yang berbeda satu sama lain. Kedalaman tujuan
KIE pun berbeda-beda, mulai dari KIE yang hanya mengubah pengetahuan
sampai pada pengubahan sikap mental dan keterampilan. Untuk mengubah
pengetahuan, KIE dapat dilakukan dengan komunikasi yang bersifat informatif
saja. Sedangkan untuk mengubah sikap mental dan keterampilan, KIE harus
dilakukan dengan komunikasi yang terus-menerus, terencana, dan
dilaksanakan secara sistematis (Slamet, 1980 dalam Badan POM RI 2012).
Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) merupakan gabungan dari tiga
konsep yaitu Komunikasi, Informasi dan Edukasi yang memiliki keterkaitan
pengertian dalam satu kesatuan konsep. Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses
penyampaian isi pesan dari seseorang kepada pihak lain untuk mendapatkan
tanggapan. Selanjutnya, informasi sebagai data dan fakta untuk diketahui dan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
6 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
dimanfaatkan oleh siapa saja, kemudian edukasi didefinisikan sebagai sesuatu
kegiatan yang mendorong terjadinya perubahan (pengetahuan, sikap, perilaku
dan keterampilan) seseorang, kelompok, dan masyarakat.
KIE juga seringkali disamakan dengan istilah penyuluhan yaitu suatu
kegiatan yang di dalamnya terdapat proses komunikasi dan edukasi dengan
penyebaran informasi. Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Bangga
Kencana adalah kegiatan penyampaian informasi untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap, dan perilaku individu, keluarga, dan masyarakat dalam
Program Bangga Kencana (BKKBN, 2011).
KIE dapat dilaksanakan dengan baik dengan memperhatikan
media/saluran merupakan suatu alat bantu/wadah yang digunakan untuk
menyampaikan informasi/ pesan kepada khalayak. Selain itu, dalam
penyampaian KIE juga harus memahami materi KIE yang akan disampaikan.
Materi KIE adalah keseluruhan bahan pendukung yang dihasilkan/ diproduksi
sebagai alat bantu penyampaian pesan KIE kepada sasaran/khalayak, baik
berupa bahan cetakan, elektronik, fotografi maupun alat peraga yang siap
dikomunikasikan. Adapun isi pesan KIE itu sendiri merupakan informasi
Program Bangga Kencana yang perlu diketahui oleh keluarga dan masyarakat.
B. Tujuan KIE
Tujuan KIE adalah mengubah sikap mental, kepercayaan, nilai-nilai, dan
perilaku individu serta kelompok masyarakat (BKKBN, 2011). Ditambahkan
dalam Soleh (2011), dalam kaitannya dengan program KB, tujuan
dilaksanakannya Program KIE adalah:
1. Meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek KB sehingga tercapai
penambahan peserta baru.
2. Membina kelestarian peserta KB.
3. Meletakkan dasar bagi mekanisme sosio-kultural yang dapat menjamin
berlangsungnya proses penerimaan.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
7 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
4. Mendorong terjadinya proses perubahan perilaku ke arah yang positif,
peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik masyarakat (klien) secara
wajar sehingga masyarakat melaksanakannya secara mantap sebagai
perilaku yang sehat dan bertanggung jawab.
Sementara BKKBN (2010) merangkum bahwa tujuan KIE/ Penyuluhan
Program Bangga Kencana untuk mempercepat pencapaian suatu perubahan
pengetahuan, sikap, dan perilaku individu, keluarga dan masyarakat tentang
kependudukan dan KB yang dapat dilakukan melalui berbagai saluran
komunikasi.
C. Sasaran KIE
Menurut BKKBN (2010), berdasarkan tujuan yang disebutkan di atas
dapat diketahui sasaran KIE adalah sebagai berikut:
1. Individu
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas
di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian
serta pola tingkah laku spesifik dirinya
2. Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala
keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di
bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
3. Masyarakat
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling
tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk
mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas
yang teratur.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
8 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
D. Komponen KIE
Dalam mempelajari KIE, maka kita harus mengetahui pula komponen dari
KIE, yaitu:
1. Pemberi KIE (Penyuluh KB, Toma, Toga, atau Kader)
2. Penerima KIE (Individu, Keluarga, Masyarakat)
3. Isi KIE
4. Cara/ Metode menyampaikan KIE
5. Media penyampaian KIE
6. Hasil KIE
E. Rangkuman
KIE adalah suatu kegiatan dimana terjadi proses komunikasi dan edukasi
dengan penyebaran informasi. KIE bertujuan untuk mempercepat mencapai
suatu perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang dapat diukur diantara
kelompok audiensi atau sasaran (individu, keluarga dan masyarakat) yang
jelas melalui berbagai saluran komunikasi.
KIE dapat dilaksanakan kepada perseorangan (individu), kelompok dan
masyarakat. Ada 6 komponen KIE, yaitu pemberi KIE (Penyuluh KB, Toma,
Toga, atau Kader), penerima KIE (Keluarga, Masyarakat), isi KIE, cara/
metode menyampaikan KIE, media penyampaian KIE, dan hasil KIE.
F. Latihan
1. Apakah yang dimaksud dengan KIE?
2. Apa tujuan KIE?
3. Apa isi pesan KIE BANGGA KENCANA?
4. Siapa saja yang menjadi sasaran KIE?
5. Jelaskan komponen KIE?
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
9 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
G. Tes Formatif
1. KIE juga seringkali disamakan dengan istilah ….
A. Penyuluhan
B. Penggerakan
C. Pembinaan
D. Pembelajaran
E. Pengarahan
2. Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Bangga Kencana adalah
A. Penyampaian ilmu pengetahuan tentang ilmu KB
B. kegiatan penyampaian informasi untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap, dan perilaku individu, keluarga, dan
masyarakat dalam Program Bangga Kencana
C. pemberian makna dan ilmu terkait program Kesehatan
D. data dan fakta yang diulas untuk mempengaruhi masyarakat
tentang KB
E. informasi satu arah yang diberikan ke masyarakat tentang KB
3. Sasaran KIE adalah
A. Anak-anak, remaja, organisasi
B. Individu, keluarga, masyarakat
C. Kader, organisasi, pemerintah
D. Stakeholder, masyarakat, individu
E. Ormas, stakeholder, individu
4. Salah satu komponen KIE adalah
A. Data
B. Media
C. Fakta
D. Karya
E. Kebijakan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
10 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
BAB III
JENIS DAN BENTUK KIE BANGGA KENCANA
Indikator Hasil Belajar:
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta pelatihan diharapkan dapat
menjelaskan jenis dan prinsip dan KIE dalam pelaksanaan program Bangga
Kencana.
A. Jenis KIE
1. KIE Individu
KIE individu merupakan suatu proses KIE timbul secara langsung antara
petugas KIE dengan individu sasaran program KB. Biasanya dilakukan
oleh PKB/PLKB dalam kegiatan kunjungan rumah atau jika sasaran
individu mendatangi PLKB untuk mendapatkan KIE sesuai keinginannya.
2. KIE Kelompok
KIE kelompok merupakan suatu proses KIE timbul secara langsung
antara petugas KIE dengan kelompok (2-15 orang). PKB harus
mempunyai jadwal kegiatan rutin pertemuan-pertemuan ditingkat
kelurahan dan kelompok kegiatan (poktan) yang ada. Contohnya
kegiatan pertemuan rutin bulanan ditingkat kelurahan, kegiatan poktan
BKB, BKR, BKL dan UPPKS.
3. KIE Massa
KIE massa merupakan suatu proses KIE tentang Program Bangga
Kencana yang dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung
kepada masyarakat dalam jumlah yang besar. PLKB bisa berkoordinasi
dengan SKPDKB untuk minta bantuan mobil penerangan (Mupen) untuk
menayangkan film Program Bangga Kencana dan mobil pelayanan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
11 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
(Muyan) untuk melakukan pelayanan KB di saat kegiatan-kegiatan
momentum.
B. Bentuk KIE
1. KIE Tatap Muka
KIE tatap muka biasanya dilakukan oleh PKBpada saat kunjungan rumah
atau jika sasaran individu mendatangi PKB di kelurahan. Sasaran KIE
individu dalam kegiatan kunjungan rumah adalah bisa calon akseptor KB
atau ibu hamil atau peserta KB pasca pelayanan atau pasca rujukan
komplikasi atau juga keluarga yang mempunyai balita atau keluarga yang
mempunyai remaja atau keluarga yang mempunyai lansia atau keluarga
yang mempunyai permasalahan yang berhubungan dengan program KB.
2. KIE Penyuluhan
Biasanya dilakukan dipendopo kelurahan atau dipertemuan tingkat RW,
pertemuan RT atau pertemuan rutin lainnya (di poktan posyandu, BKB,
BKR, BKL dan UPPKS). Sasaran KIE kelompok adalah masyarakat
setempat yang disesuaikan dengan tema KIE nya dan berjumlah antara 2
sampai 15 orang. Jika KIE kelompok akan menyampaikan informasi
tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) maka sasarannya
adalah pasangan calon akseptor, ibu pasca melahirkan dan akseptor non
MKJP. PKB harus juga mengundang peserta KB MKJP untuk ikut
menyampaikan testimoninya sehingga KIE yang dilakukan akan lebih
efektif dan berhasil.
3. KIE Media Massa
KIE dengan menggunakan media massa ditujukan pada sasaran yang
berjumlah banyak. Biasanya dilakukan pada kegiatan momentum seperti
kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK), dengan menayangkan
film Program Bangga Kencana. Selain menggunakan sarana mobil
penerangan juga digunakan mobil pelayanan KB.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
12 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
C. Prinsip-prinsip KIE
Pada dasarnya kegiatan advokasi dan KIE adalah untuk melakukan
perubahan, maka akan selalu ada resistensi, oposisi, dan konflik. Tidak ada
faktor tunggal yang menjamin keberhasilan KIE. Beberapa prinsip di bawah ini
dapat dijadikan pedoman dalam melakukan KIE yang sukses:
1. Realistis
Advokasi dan KIE yang berhasil bersandar pada isu dan agenda yang
spesifik, jelas, dan terukur. Biasanya berdasarkan identifikasi permasalahan
atau hasil dari analisis pendataan keluarga.
2. Sistematis
Advokasi dan KIE adalah seni tetapi bukan lukisan abstrak sehingga
diperlukan perencanaan yang akurat. KIE memerlukan perencanaan yang
matang mulai dari persiapan sampai tahapan pelaksanaan dan evaluasi.
3. Taktis
Advokasi dan KIE tidak mungkin dilakukan secara sendiri sehingga harus
membangun kemitraan. PKB hendaknya selalu membangun hubungan baik
dengan mitra kerja, antara lain Kepala Desa/ Lurah, Kepala Puskesmas,
dokter, bidan, tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, LSM lainnya, kader
dan masyarakat.
4. Strategis
KIE tidak selalu menjadi kegiatan yang berdiri sendiri namun bisa dilakukan
secara integratif dengan kegiatan lainnya di lini lapangan (bersifat luwes
sesuai karakteristik wilayahnya).
5. Berani
KIE yang bertujuan mengubah sikap mental, kepercayaan nilai-nilai perilaku
individu serta kelompok masyarakat haruslah bersifat berani memberikan
informasi yang jujur apa adanya. Contohnya efek samping alat dan obat
kontrasepsi.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
13 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
D. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam KIE
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan KIE adalah:
1. Memperlakukan sasaran dengan sopan, baik ramah
2. Memahami, menghargai dan menerima keadaan sasaran (status
pendidikan, sosial ekonomi dan emosi) sebagaimana adanya
3. Memberikan penjelasan dengan bahasa yang sederhana dan mudah
dipahami
4. Menggunakan alat peraga yang menarik dan mengambil contoh dari
kehidupan sehari-hari
5. Menyesuaikan isi penyuluhan dengan keadaan dan resiko yang dimiliki
sasaran.
E. Pokok-Pokok Pengelolaan KIE
Pokok-pokok pengelolaan KIE BANGGA KENCANA meliputi hal-hal berikut :
1. Analisis
Kegiatan analisis meliputi analisis khalayak, analisis kebutuhan program,
analisis isi pesan dan analisis potensi pendukung.
2. Penetapan strategi
Penetapan strategi meliputi penetapan tahapan, penetapan tujuan/ sasaran/
target, pemilihan media KIE/ Penyuluhan, perumusan isi pesan dan
pengaturan pendayagunaan sumber dukungan (tenaga, dana, sarana)
termasuk penyiapan sumber daya manusia.
3. Penyusunan isi pesan
Penyusunan isi pesan merupakan penjabaran dari program yang ingin
disampaikan dalam bentuk tulisan, suara atau gambar yang dapat
dimengerti sasaran.
4. Pemilihan media
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
14 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
Pemilihan media harus sesuai dengan isi pesan dari program yang akan
disampaikan kepada sasaran. Contoh media untuk KIE bisa berupa leaflet
tentang alokon, lembar balik tentang alokon serta alat dan obat kontrasepsi.
5. Pelaksanaan
Isi pesan dan media yang akan digunakan harus disesuaikan dengan
kondisi sasaran dan tujuan dari KIE yang ingin dicapai. Demikian juga
penentuan waktu dan tempatnya haruslah sesuai dengan karakteristik
wilayah.
6. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dilakukan mengacu kepada rencana KIE/ Penyuluhan yang telah
disusun, sedangkan evaluasi dilakukan secara berkala untuk melihat
proses, hasil ataupun dampak dari KIE BANGGA KENCANA yang
dilakukan. Contoh: setelah 3 bulan apakah sasaran calon abseptor pada
saat KIE/ Penyuluhan sudah mendapatkan pelayanan KB.
F. Rangkuman
Pelaksanaan KIE BANGGA KENCANA merupakan salah satu cara
penyampaian pesan oleh PKB kepada sasaran dalam pelaksanaan Program
Bangga Kencana di lini lapangan. KIE (Individu, Kelompok, Massa) merupakan
jenis-jenis komunikasi yang harus dipahami dan dipraktikkan PKB untuk
melaksanakan Program Bangga Kencana di lini lapangan.
Bentuk-bentuk KIE meliputi KIE tatap muka, KIE penyuluhan kelompok
dan KIE penyuluhan dengan menggunakan media massa. Prinsip-prinsip KIE/
Penyuluhan meliputi realistis, sistematis, taktis, strategis dan berani
dimaksudkan untuk mempermudah pencapaian tujuan KIE.
KIE akan berhasil jika memperhatikan hal-hal yang penting saat
menyampaian KIE dengan memahami kondisi atau latar belakang sasaran.
PKB harus menghormati sasaran, menggunakan bahasa yang mudah,
menggunakan media yang menarik dan sesuai dengan isu yang ada.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
15 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
Pokok-pokok pengelolaan KIE BANGGA KENCANA Nasional meliputi
Analisis; Penetapan strategi; Penyusunan isi pesan; pemilihan media;
Pelaksanaan; Monitoring dan Evaluasi.
G. Latihan
1. Sebutkan jenis-jenis KIE!
2. Sebutkan bentuk-bentuk KIE!
3. Sebutkan prinsip-prinsip KIE!
4. Sebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan KIE!
5. Sebutkan pokok-pokok pengelolaan Advokasi, KIE BANGGA
KENCANA!
H. Tes Formatif
1. Jenis- jenis KIE adalah
A. KIE ormas, formal, non formal
B. KIE keluarga, masyarakat, organisasi
C. KIE formal, informal, non formal
D. KIE Individu, kelompok, massa
E. KIE organisasi, ormas, stakeholder
2. Salah satu bentuk KIE berupa KIE
A. KIE formal
B. KIE bersama
C. KIE pelayanan
D. KIE langsung
E. KIE tatap muka
3. Advokasi dan KIE yang berhasil bersandar pada isu dan agenda yang
spesifik, jelas, dan terukur, merupakan prinsip KIE
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
16 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
A. Berani
B. Taktis
C. Sistematis
D. Strategis
E. Realistis
4. Penetapan tahapan, penetapan tujuan/ sasaran/ target, pemilihan media
KIE/ Penyuluhan, perumusan isi pesan dan pengaturan pendayagunaan
sumber dukungan (tenaga, dana, sarana) termasuk penyiapan sumber
daya manusia merupakan pokok pengelolaan KIE bagian apa
A. Penetapan strategi
B. Analisis
C. Penyusunan isi pesan
D. Pemilihan media
E. Pelaksanaan
5. Pokok pengeloaan KIE bangga kencana yang dilaksanakan setelah
pelaksanaan adalah
A. Penyusunan isi pesan
B. Pemilihan media
C. Penetapan strategi
D. Monitoring dan evaluasi
E. Analisis
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
17 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
BAB IV
MEDIA KIE BERBASIS DIGITAL
Indikator Hasil Belajar:
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta pelatihan diharapkan
dapat menjelaskan media KIE berbasis digital.
A. Media KIE Berbasis Digital
Penyampaian informasi Program Bangga Kencana kepada masyarakat
telah dilakukan dengan menggunakan berbagai media antara lain melalui KIE
perorangan, kelompok, media sederhana, media tradisional, dan media massa
serta lokakarya dan seminar. Adanya perkembangan teknologi informasi,
kegiatan Advokasi dan KIE ditempuh melalui beragam kegiatan dengan
memanfaatkan berbagai fasilitas teknologi seperti Mobil Unit Penerangan
(MUPEN), radio, televisi, maupun internet yang dapat diakses masyarakat
secara lebih luas.
Era digital telah menuntut penggunaan internet menjadi suatu kebutuhan
cukup vital yang harus dipenuhi. Kemudahan mengakses informasi secara
digital melalui teknologi informasi seperti pada media online, konten pada
website, perpustakaan online ataupun media sosial. Munculnya pandemi
Covid-19 dengan adanya penerapan protokol kesehatan yang memberikan
kesempatan besar bagi media sosial seperti instagram dan facebook dan jenis
media sosial lainnya agar berfungsi sebagai media sosialisasi dan berkreasi
yang tetap dapat menghindari perkumpulan massa dan kelompok.
Sosialisasi Program Bangga Kencana tetap harus dijalankan secara
optimal agar tidak terjadi lonjakan angka kelahiran yang tinggi di masyarakat
yang dapat memicu ledakan penduduk. KIE melalui media sosial menjadi salah
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
18 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
satu pilihan yang tepat, dengan konten-konten yang mudah diterima
masyarakat terutama yang menjadi sasaran sehingga proses sosialisasi
program KB dapat tetap berjalan tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang
sudah dianjurkan oleh pemerintah. Hal ini mendukung kegiatan penyuluhan
yang memanfaatkan media sosial dengan melakukan update informasi
terhadap materi-materi sosialisasi Program Bangga Kencana harus terus
dioptimalkan agar sasaran Program Bangga Kencana dapat terus meningkat.
Fenomena penggunaan media sosial di masyarakat dan mudahnya
akses penggunaan media sosial diharapkan juga mampu meningkatkan
layanan informasi dan mempermudah kegiatan KIE Program Bangga
Kencana. Para Personel Penyuluh Keluarga Berencana (Penyuluh KB) dan
Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) serta Kader Keluarga
Berencana (Kader KB) yang merupakan ujung tombak pelaksanaan Program
Bangga Kencana yang berada pada lini lapangan, diharapkan dapat
memanfaatkan keberadaan dari media sosial untuk bertukar informasi dengan
para personel dari daerah lain dengan lebih mudah dan lebih cepat.
Penyuluhan yang memanfatkan media sosial dapat menjadi salah satu solusi
yang baik untuk dapat terus berkomunikasi dalam menyampaikan informasi
tentang Program Bangga Kencana kepada masyarakat tanpa harus berkumpul
dan berkerumun dalam suatu ruangan atau tempat.
Media sosial menjadi cara baru bagi masyarakat dalam berkomunikasi
yang membuka ruang batasan waktu, tempat dan biaya. Perubahan KIE
konvensional yang mengarah pada digital telah menjadi sebuah tuntutan yang
harus dilakukan dalam pengembangan SDM Pengelola Program Bangga
Kencana dari tingkat pusat hingga pada sektor lini lapangan.
1. Jenis-Jenis Media Komunikasi Berbasis Digital
Berbagai upaya komunikasi dilakukan secara serentak dan dalam
waktu yang sama yang telah memberikan keuntungan bagi publik untuk secara
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
19 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
cepat mendapatkan informasi terkini. Namun di sisi lain, upaya tersebut
memiliki kelemahan yaitu pesan yang terlalu banyak dikeluarkan, bersifat
random (impulsive) dan selalu berubah yang akan menciptakan gangguan
(noise) yang dapat mengganggu penerimaan pesan dan pada akhirnya
menghambat orang untuk memahami informasi yang disampaikan dan gagal
membentuk perilaku baru. Oleh karena itu, penting bagi BKKBN agar memberi
perhatian dan prioritas pada tujuan perubahan perilaku kunci yang dianggap
esensial untuk melakukan pengendalian program Bangga Kencana di
lapangan secara efektif dan efisien melalui media komunikasi berbasis digital.
Sosialisasi Program Bangga Kencana yang mengarah pada kegiatan
KIE berbasis digital melalui penggunaan teknologi dan saluran melalui media
digital/sosial dan sejenisnya agar sesuai dengan kebijakan yang berlaku untuk
menjaga jarak fisik. Bentangan Media mempunyai dua kutub yang berbeda
namun saling mendukung yaitu offline dan online. Secara sederhana offline
diartikan sebagai semua kegiatan komunikasi yang tidak dimediasi oleh
internet. Pada offline media yang digunakan bersifat tradisional seperti poster,
leaflet, banner dan sebagainya. Situasi saat ini tentang tidak terbatasnya
ruang, jarak, waktu, dan biaya maka penempatan media offline dapat
dilaksanakan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Posyandu atau
pelayan kesehatan tingkat desa. Fungsinya adalah memastikan bahwa
pelayanan KB tetap berjalan.
Sedangkan online adalah kegiatan komunikasi yang menggunakan
sambungan internet/data seperti media digital (koran & majalah digital,
website, vlog, TV, radio), media sosial (YouTube, Facebook, Instagram,
Twitter) atau media yang lebih personal seperti WhatsApp, Telegram, LINE
dan sejenisnya. Semua media ini bertujuan untuk melibatkan khalayak secara
aktif mencari pengetahuan dan informasi yang akurat dan benar mengenai
Program Bangga Kencana.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
20 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
Berdasarkan sifatnya terdapat tiga jenis media komunikasi, yaitu: media
komunikasi audio, media komunikasi visual, dan media komunikasi audio-
visual, serta KIE Kit. Ketiga jenis media komunikasi tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut:
a. Media Komunikasi Audio
Media komunikasi yang dapat ditangkap, didengar dan dipahami oleh alat
pendengaran. Misalnya telepon, intercom, radio serta tape recorder.
b. Media Komunikasi Visual
Media komunikasi yang dapat ditangkap, dilihat dan dipahami oleh alat
penglihatan. Misalnya surat, KIE Kit, surat kabar, faksimili, majalah, buku,
buletin dan sejenisnya.
c. Media Komunikasi Audio-Visual
Media komunikasi yang dapat ditangkap, dilihat, didengar dan dipahami
melalui alat pendengaran dan penglihatan. Misalnya televisi, film layar lebar,
VCD, internet dan sejenisnya.
Berdasarkan penggunaannya, media atau saluran komunikasi dapat
dibagi dua, yaitu media personal dan non-personal. Saluran komunikasi
personal adalah meliputi dua orang atau lebih yang berkomunikasi langsung
secara tatap muka, pembicara dengan audiensnya, menggunakan telepon,
atau e-mail, dan bisa lebih efektif karena adanya peluang untuk
mengindividualisasikan penyampaian pesan dan umpan baliknya. Sementara
dalam saluran komunikasi non personal atau media massa mempunyai
karakteristik yang berbeda. Cangara (2003) memaparkan lima karakteristik
media massa sebagai berikut:
a. Pertama, bersifat melembaga, pihak yang mengelola media melibatkan
banyak individu mulai dari pengumpulan, pengelolaan sampai pada
penyajian informasi.
b. Kedua, bersifat satu arah.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
21 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
c. Ketiga, jangkauan yang luas, artinya media massa memiliki kemampuan
untuk menghadapi jangkauan yang lebih luas dan kecepatan dari segi
waktu. Juga, bergerak secara luas dan simultan di mana dalam waktu
bersamaan informasi yang disebarkan dapat diterima oleh banyak individu.
d. Keempat, pesan yang disampaikan dapat diserap oleh siapa saja tanpa
membedakan faktor demografi seperti jenis kelamin, usia, suku bangsa, dan
bahkan tingkat pendidikan.
e. Kelima, dalam penyampaian pesan media massa memakai peralatan teknis
dan mekanis.
Tetapi dalam konteks pembelajaran KIE, yang akan dipelajari dalam
bab ini adalah media non personal atau media massa, karena KIE adalah
kegiatan komunikasi yang mempunyai sasaran banyak orang sehingga media
massa banyak digunakan. Amri (2010) berdasarkan bentuknya media terbagi
menjadi 3 jenis yaitu:
a. Media Cetak
Media cetak merupakan sekumpulan bahan-bahan informasi yang di cetak
di atas kertas, dengan maksud untuk mencapai tujuan seperti memotivasi
tingkat perhatian dan perilaku seseorang, menyampaikan informasi dan
pengetahuan serta memberikan instruksi.
Kelebihan:
1) Repeatable, dapat di baca berkali-kali dengan menyimpannya atau
menglipingnya.
2) Analisa lebih tajam, dapat membuat orang benar-benar mengerti
Kekurangan :
1) Lambat, dari segi waktu media cetak adalah yang terlambat karena media
cetak tidak dapat menyebarkan langsung berita yang terjadi kepada
masyarakat dan harus menunggu turun cetak. Media cetak sering kali
hanya memuat berita yang telah disebarluaskan oleh media lainnya.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
22 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
2) Tidak adanya audio, media cetak hanya berupa tulisan yang tentu saja
tidak dapat didengar.
3) Visual yang terbatas, media cetak hanya dapat memberikan visual
berupa gambar yang mewakili keseluruhan isi berita.
4) Produksi, biaya produksi yang cukup mahal karena media cetak harus
mencetak dan mengirimkannya sebelum dapat dinikmati masyarakat.
b. Media Elektronik
Media elektronik adalah media yang menggunakan elektronik untuk
mengakses kontennya.
Kelebihan :
1) Cepat, dari segi waktu, media elektronik tergolong cepat dalam
menyebarkan berita ke masyarakat luas.
2) Ada audio visual, media elektronik mempunyai audio visual yang
memudahkan para audiensnya untuk memahami berita.(khusus televisi)
3) Terjangkau luas, media elektronik menjangkau masyarakat secara luas.
Kekurangan :
Tidak ada pengulangan, media elektronik tidak dapat mengulang apa yang
sudah ditayangkan.
c. Media Online
Media online adalah media massa yang dapat ditemukan di internet
memiliki kelebihan dan kekurangan (Jonru, 2006).
Kelebihan:
1) Sangat cepat, dari segi waktu media online sangat cepat dalam
menyampaikan beritanya.
2) Audio Visual, media online juga mempunyai audio visual dengan melakukan
streaming.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
23 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
3) Praktis dan Fleksibel, media online dapat diakses dari mana saja dan kapan
saja yang kita mau.
Kekurangan :
Tidak selalu tepat, karena mengutamakan kecepatan berita yang dimuat
di media online biasanya tidak seakurat media lainnya.
2. Jenis-Jenis Media dalam KIE
Sebagai sebuah bentuk komunikasi, KIE tidak bisa terlepas dari
penggunaan media karena media berperan membantu proses KIE berjalan
efektif dan efisien. Karena KIE memiliki sasaran khalayak yang banyak, maka
media komunikasi massa merupakan media yang paling banyak digunakan
karena mampu menjangkau khalayak yang banyak dan tersebar di wilayah
yang luas.
KIE merupakan aktivitas promosi atau pemasaran, oleh karena itu harus
dipahami bahwa media dalam dunia promosi atau pemasaran terbagi menjadi
tiga (BKKBN, 2010) yaitu:
a. Media lini atas (above the line media).
Media lini atas adalah media untuk aktifitas marketing/promosi yang
biasanya dilakukan oleh manajemen pusat sebagai upaya membentuk
brand image yang diinginkan atau strategi promosi yang dilakukan secara
terbuka melalui media massa (Triadi dan Bharata, 2010).
b. Media lini bawah (below the line media).
Sedangkan media lini bawah adalah aktifitas marketing atau promosi yang
dilakukan di tingkat retail/konsumen dengan salah satu tujuannya adalah
merangkul konsumen supaya sadar dengan suatu produk atau strategi
promosi yang dilakukan dengan melakukan penjualan langsung ke
konsumen (Triadi dan Bharata, 2010).
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
24 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
c. Media lini atas-lini bawah (through the line media).
Media lini atas-lini bawah merupakan kombinasi dari dua jenis media
tersebut yaitu strategi promosi yang dilakukan secara terbuka melalui media
massa dilakukan di tingkat retail/konsumen (Triadi dan Bharata, 2010).
KIE dilakukan menggunakan ketiga jenis media tersebut. Contoh-
contoh dari jenis-jenis media tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 4.1
Jenis Media Massa
NO NAMA MEDIA JENIS MEDIA
1 Media lini atas 1. Televisi
(above the line media) 2. Radio
3. Surat Kabar
4. Majalah/Tabloid
5. Internet
2 Media lini bawah 1. Pamflet
(below the line media) 2. Leaflet
3. Booklet
4. Lembar Balik
5. Fact Sheet
6. Jurnal
7. Folder
8. Kartu Ucapan
9. Kaset CD
10. Kaset Audio Video
3 Media lini atas-lini bawah 1. Poster
(through the line media) 2. Neon sign
3. Billboard
4. Umbul-umbul
5. Spanduk
6. Mobil Unit Penerangan
7. Transit Media
8. Mobil Media
Sumber: BKKBN, 2010
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
25 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
Setiap jenis media memiliki keunggulan dan kelemahan masing-
masing. Hal yang harus diperhatikan adalah tidak selamanya semua media
bisa digunakan pada semua wilayah atau daerah meskipun media memiliki
keunggulan dalam menembus batas wilayah, ruang dan waktu. Agar
penggunaan media yang tepat sasaran, tepat guna dan tepat wilayah, yang
kita diperlukan adalah kejelian, kecerdasan, kreativitas, inovasi dan modifikasi.
Oleh karena itu, pemahaman tentang jenis media dan karakteristiknya sangat
penting untuk mengidentifikasi media mana yang tepat untuk sebuah program.
Contoh-contoh media dan karakteristiknya dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.2
Jenis Media dan Karakteristiknya
NO JENIS MEDIA KARAKTERISTIK
1. Pamflet Transmisi informasi. Terbaik jika hasil/akibat (outcome) yang diinginkan
kognisi daripada emosi
2. Lembar Informasi yang singkat dan sesuai. Digunakan sebagai rangkaian dengan
Informasi folder penyimpanan informasi, tidak tepat untuk perubahan perilaku yang
kompleks.
3. Laporan Berkala Kontinuitas, lebih pribadi, menuntut banyak tenaga untuk mengerjakan dan
komitmen dan penilaian kebutuhan yang detail sebelum dimiliki
4. Poster Fungsi penyusunan agenda. Pesan visual. Membutuhkan masukan kreatif.
Kemungkinan graffiti jadi bahan pertimbangan
5. T-Shirt Bisa menonjolkan emosi personal. Digunakan untuk menyatakan sikap dan
komitmen terhadap program/ide.
6. Stiker Pesan singkat untuk mengidetifikasi/memotivasi pengguna, menyatakan
komitmen serta murah dan persuasive
7. Video Instruksional, motivasional, berguna untuk ditonton dnegan orang dewasa
sebagai cadangan untuk program lain
8. Televisi Menumbuhkan kesadaran, peran penciptaan, kebangkitan, permodelan, dan
gambar. Dapat menjadi lebih berguna dalam pelatihan informasi dan
keterampilan saat kesadaran dan minat terhadap kesehatan meningkat.
Menimbulkan dampak yang kuat untuk mempengaruhi persepsi khalayak.
Sedangkan kelemahan yang dimiliki adalah sangat mahal, banyak gangguan,
khalayak tidak selektif
9. Radio Informatif, interaktif (percakapan dua arah). Berbiaya rendah namun efektif
dan berguna dalam menciptakan kesadaran dan menyediakan informasi
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
26 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
10. Surat Kabar Lembar informasinya panjang dan pendek. Material/bahan tergantung pada
kertas dan hari-hari dalam seminggu, keunggulannya fleksibel, diterima luas,
merupakan referensi yang bisa dibawa-bawa, memuat hal-hal yang aktual.
Sedangkan kelemahannya adalah hanya dibaca dalam waktu singkat
11. Majalah Berguna dalam peran pendukung dan untuk menginformasikan dan
menyediakan bukti sosial. Khalayak pembaca cukup luas dan khusus. Kualitas
reproduksi sangat bagus, dapat digunakan sebagai media humas dan
sales promotion. Sedangkan kelemahannya adalah waktu edar sangat lambat,
biaya mahal, pemesanan tempat iklan di majalah harus jauh hari.
Sumber:
Egger dalam Donovan et. al., 2003 dalam BKKBN (2010) dan berbagai sumber
Sebagaimana telah disebutkan di atas, media massa adalah media
yang paling banyak digunakan dalam KIE karena kemampuannya menjangkau
khalayak yang sangat besar (banyak) dan tersebar di wilayah yang sangat
luas. Dalam jenis-jenis media yang disebutkan di atas, media massa yang
memiliki karakter demikian adalah jenis media above the line atau media lini
atas. Selain itu, media-media tersebut banyak digunakan karena memilliki daya
tarik yang tinggi atau banyak digunakan masyarakat. Contoh-contoh
penggunaan media lini atas tersebut antara lain:
a. Televisi
Televisi atau TV meliputi televisi nasional dan televisi lokal. TV bisa
digunakan sebagai media KIE yang memanfaatkan space-space tertentu
dengan waktu tertentu untuk membahas isu-isu kependudukan, keluarga
berencana, dan pembangunan keluarga. BKKBN telah menggunakan media
TV melalui iklan layanan masyarakat tentang Program Bangga Kencana.
Penyebarluasan gagasan keluarga berencana (KB) secara massif dan
jangkauan luas salah satunya dilakukan melalui iklan televisi. Iklan dapat
menimbulkan efek yang dapat mengubah pengetahuan, sikap, keyakinan dan
perilaku individu yang melihat iklan. Iklan di televisi tentang program KB
memiliki tiga level meliputi: (1) kognitif, (2) afektif, dan (3) perilaku. Iklan KB
berperan sebagai stimulator yang dapat menggiring masyarakat untuk
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
27 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
menerima program KB. Berikut contoh penggunaan media televisi yang
mempromosikan dan mensosialisasikan program Bangga Kencana saat ini.
KIE melalui media TV dapat menumbuhkan kesadaran, peran
penciptaan, kebangkitan, permodelan, dan gambar. Media TV sangat
bermanfaat dalam pelatihan informasi dan keterampilan saat kesadaran dan
minat terhadap kesehatan meningkat. Menimbulkan dampak yang kuat untuk
mempengaruhi persepsi khalayak. Sedangkan kelemahan yang dimiliki adalah
sangat mahal, banyak gangguan, menyasar khalayak tanpa selektif. BKKBN
berupaya mensukseskan program KB dengan berbagai macam cara
mempromosikan program televisi mulai dari iklan layanan masyarakat
mengenai program KB dengan berbagai macam tema seperti “program KB
andalan”, “pernikahan dini”, “dua anak cukup: laki perempuan sama saja”,
hingga iklan dengan menggunakan selebriti Indonesia seperti pasangan
Tengku Wisnu dan Shireen Sungkar, Afgan, Maudy Koesnaedi, Bambang
Pamungkas, dan Donny Alamsyah. Selain itu BKKBN bekerja sama dengan
KOMPAS TV menghadirkan drama talk show “Home Sweet Home” yang
mengangkat dinamika, masalah, dan tantangan dalam keluarga serta
solusinya.
Gambar 4.1.
Contoh Penggunaan Media KIE melalui TV
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
28 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
b. Radio
Berkembangnya media baru, menjadikan cara mendengarkan radio
tidak hanya dapat dilakukan melalui radio konvensional saja namun dapat
didengarkan melalui siaran straeaming yang dapat diakses melalui website
radio dengan menggunakan jaringan internet. Kini seiring dengan
berkembangnya dunia teknologi melalui Radio banyak digunakan karena tetap
mempunyai pendengar yang setia yang mengakses melalui smartphone
melalui mobile application. Aplikasi ini secara gratis dapat diunduh melalui
smartphone berbasis Android dan IOS. Mobile application ini merupakan
replika dari website radio itu sendiri. Hanya saja untuk website harus diakses
melalui menu browser sedangkan aplikasi tanpa melalui browser melainkan
dapat diakses langsung melalui aplikasi tersebut.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa ciri dari radio adalah
bersifat lokal, namun dengan kehadiran mobile application, radio bersifat
universal atau dapat diakses di mana saja seperti luar kota, luar pulau, bahkan
luar negeri. Perubahan cara mengakses ini secara tidak langsung membuat
para pelaku bisnis radio mulai merambah pada mobile aplikasi sebagai sarana
membentuk loyalitas pendengarnya. Meskipun telah banyak saluran
komunikasi lainnya, hingga sekarang radio masih menjadi media komunikasi
pilihan bagi banyak keluarga, apalagi penyajian siaran melalui radio sekarang
ini telah banyak memiliki kemajuan baik dalam hal bentuk maupun
pengemasannya. Oleh karena itu, BKKBN masih terus menggunakan radio
sebagai salah satu media KIE yang secara efektif dan efisien untuk
menyebarluaskan informasi terutama yang berkaitan dengan program KB yang
menjadi fokus garapan pada beberapa kelompok komunitas dengan
menyeleksi dan memfokuskan sasaran KIE.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
29 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
Gambar 4.2.
Contoh Penggunaan Media KIE melalui Radio
c. Surat Kabar
Surat kabar bisa digunakan sebagai media KIE ketika kita bisa
memanfaatkan ruang/space tertentu dan pada waktu tertentu untuk
mempromosikan Program Bangga Kencana. Surat kabar banyak digunakan
karena merupakan sumber informasi terpercaya dan banyak pembacanya.
Contoh penggunaannya antara lain bertujuan sebagai berikut:
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
30 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
1) Pembentukan opini melalui media massa melalui penulisan, baik oleh
wartawan, pejabat maupun penulis ahli.
2) Mengangkat profil keluarga yang berhasil menjalankan konsep KB dalam
majalah-majalah atau.
3) Memberikan inspirasi tentang pentingnya memelihara kesehatan reproduksi
ibu agar bisa mengoptimalkan potensinya.
4) Memberikan inspirasi kesehatan reproduksi dan penundaan usia
perkawinan demi persiapan pembentukan keluarga yang lebih baik, dengan
membuka rubrik remaja.
Gambar 4.3.
Media KIE Surat Kabar dalam Program Bangga Kencana
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
31 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
d. Media Sosial
Media sosial juga bisa digunakan sebagai alat KIE untuk bisa
menyampaikan pesan-pesan informasi dan edukasi Program Bangga Kencana
baik itu melalui facebook, twiter, instagram, line, youtube. Media Sosial banyak
digunakan dalam KIE karena saat ini karena merupakan media yang banyak
digunakan oleh masyarakat. Berbeda dengan media lain, tidak ada intervensi
dalam mengakses informasi apapun di medsos. Pengguna bebas mengakses
informasi apapun dan dalam waktu yang bersamaan. Contoh penggunaanya
antara lain membuat beberapa akun khusus BKKBN untuk beberapa kalangan
remaja, PUS, dan keluarga Indonesia yang menyediakan banyak informasi
dengan isi pesan yang memberikan inspirasi tentang perencanaan kehidupan
berkeluarga, kesehatan reproduksi, dsb.
Gambar 4.4.
Penggunaan Medsos BKKBN
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
32 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
B. Materi KIE Berbasis Digital
BKKBN mempunyai Visi “Penduduk Tumbuh Seimbang 2015” dan
untuk mencapai Visi tersebut, maka BKKBN melaksanakan Misi “Mewujudkan
Pembangunan yang Berwawasan Kependudukan dan Mewujudkan Keluarga
Kecil Bahagia Sejahtera” . PKB sebagai ujung tombak Program Bangga
Kencana haruslah memahami materi yang diperlukan dalam KIE BANGGA
KENCANA dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana dalam rangka
memberikan informasi dan merubah perilaku masyarakat menuju pada
dukungan dalam menyukseskan Program Bangga Kencana.
Strategi Komunikasi digunakan PKB untuk menyebarkan Program KB
untuk membuat masyarakat mendukung adanya perubahan perilaku secara
berkelanjutan bila didukung oleh empat unsur ini:
1. Lingkungan Kebijakan
Lingkungan Kebijakan meliputi adanya norma, standar, prosedur,
sumberdaya, regulasi, kepemimpinan dan sebagainya yang menjadi
panduan dalam melaksanakan KIE Program Bangga Kencana.
2. Sistem Penggerakkan dan Pelayanan KB
Adanya standar dan ketersediaan layanan, sistem rujukan serta suplai
barang yang terjamin ketersediaannya.
3. Norma masyarakat
Norma yang berlaku di kalangan keluarga, teman sebaya, pasangan
seringkali menjadi faktor utama pertimbangan individu dalam mengadopsi
pengetahuan dan atau perilaku untuk mendukung Program KB.
4. Individu.
Pada tingkat individu, mereka membutuhkan pengetahuan memadai,
perhitungan untung-rugi, keterampilan dan kemampuan untuk mengukur diri
apakah sanggup atau tidak melakukan perilaku baru yang disarankan.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
33 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
Menurut WHO (2018) manfaat Program Keluarga Berencana dapat
dijadikan rujukan dalam membuat media KIE yang efektif dan efisien secara
digital adalah sebagai berikut.
1. Pengendalian Penduduk
Program Bangga Kencana dalam hal ini Pengendalian Penduduk adalah
kunci untuk memperlambat pertumbuhan penduduk yang tidak
berkelanjutan dengan dampak negatif yang dihasilkan pada ekonomi,
lingkungan, dan upaya pembangunan nasional dan regional.
2. Masa 1000 HPK sebagai Pencegahan Stunting
Membentuk gaya hidup sehat dan memenuhi asupan nutrisi seimbang
sebaiknya mulai diterapkan sejak awal masa kehamilan. Dalam jangka
panjang, hal ini dapat bisa mencegah buah hati mengalami kekurangan gizi,
tubuh pendek, diabetes, dan obesitas. Masa 1000 HPK sangat penting bagi
tumbuh kembang buah hati dan dapat menentukan perkembangan
kecerdasan secara jangka panjang. Tidak optimalnya perkembangan otak
pada masa ini juga akan berpengaruh terhadap kehidupan buah hati di
masa depan.
3. Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi
Kemampuan wanita untuk memilih untuk hamil dan kapan ingin hamil
memiliki dampak langsung pada kesehatan dan kesejahteraannya. Program
Bangga Kencana memungkinkan jarak kehamilan dan penundaan
kehamilan pada wanita muda yang memiliki risiko masalah kesehatan dan
kematian akibat melahirkan anak usia dini. Pilihan penggunaan kontrasepsi
melalui Pelayanan KB mencegah kehamilan yang tidak diinginkan,
termasuk wanita yang lebih tua dalam menghadapi peningkatan risiko
terkait kehamilan. KB memungkinkan wanita yang ingin membatasi jumlah
keluarga mereka. Bukti menunjukkan bahwa wanita yang memiliki lebih dari
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
34 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
4 anak berisiko mengalami kematian ibu. Dengan mengurangi tingkat
kehamilan yang tidak diinginkan, KB juga mengurangi kebutuhan akan
aborsi yang tidak aman. Program KB Nasional dapat mencegah kehamilan
dan kelahiran yang berjarak dekat dan tidak tepat waktu. Hal ini
berkontribusi pada beberapa angka kematian bayi tertinggi di dunia. Bayi
dengan ibu yang meninggal akibat melahirkan juga memiliki risiko kematian
yang lebih besar dan kesehatan yang buruk.
4. Program Generasi Berencana (GenRe)
Dalam rangka merespon permasalahan remaja saat ini, BKKBN
mengembangkan Program Generasi Berencana (GenRe). Program GenRe
adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan
berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia
perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan
secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta
menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.
Program GenRe adalah program yang mengedepankan pembentukan
karakter bangsa dikalangan generasi muda. Program GenRe merupakan
wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan
remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah dan NAPZA
(Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) guna menjadi remaja tangguh dan
dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan
bangsa.
C. Rangkuman
Dalam pelaksanaan KIE diperlukan media untuk mempermudah
pemberi KIE dalam proses penyampaian pesan. Media terbagi menjadi dua,
yaitu media personal dan media non personal atau media massa. Media massa
adalah media yang paling banyak digunakan dalam KIE karena
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
35 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
kemampuannya menjangkau sasaran yang sangat besar (banyak) dan
tersebar di wilayah yang sangat luas. Media ini terbagi menjadi tiga, yaitu
media lini atas (above the lini media), media lini bawah (below the line media),
media lini atas-lini bawah (through the line media). Pemahaman tentang jenis
media dan karakteristiknya sangat penting untuk mengidentifikasi media mana
yang tepat untuk program tertentu. Pemilihan media KIE yang tepat dapat
mempermudah dalam pencapai hasil KIE yang diharapkan.
Materi KIE BANGGA KENCANA yang dilaksanakan oleh PKB mencakup
program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.
Adapun beberapa konten materi yang menjadi topik penting meliputi
pengendalian penduduk, program keluarga berencana dan kesehatan
reproduksi, program 1000 HPK dalam rangka pencegahan stunting, dan
program GenRe.
D. Latihan
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!
1. Jelaskan materi KIE Program Bangga Kencana yang Anda ketahui!
2. Jelaskan Media KIE Program Bangga Kencana yang Anda ketahui!
E. Tes Formatif
1. Ada berapa jenis media komunikasi KIE
A. Satu
B. Dua
C. Tiga
D. Empat
E. Lima
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
36 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
2. Media komunikasi yang dapat ditangkap, dilihat dan dipahami oleh alat
penglihatan. Misalnya surat, KIE Kit, surat kabar, faksimili, majalah,
buku, buletin dan sejenisnya termasuk ke dalam jenis media
A. Media komunikasi audio
B. Media komunikasi visual
C. Media komunikasi audio visual
D. Media komunikasi langsung
E. Media komunikasi tidak langsung
3. KIE merupakan aktivitas promosi atau pemasaran, oleh karena itu
harus dipahami bahwa media dalam dunia promosi atau pemasaran
terbagi menjadi tiga yaitu
A. Media lini atas, lini bawah, lini atas-lini bawah
B. Media campuran, media tunggal, media awal
C. Media kekinian, media update, media data
D. Media lini atas, media lini bawah, media lini tengah
E. Media cetak, media elektronik, media maya
4. Yang termasuk media lini atas adalah
A. Jurnal
B. Spanduk
C. Umbul-umbul
D. Mobil media
E. Televisi
5. Poster, billboard, neon sign, spanduk, umbul-umbul merupakan salah
satu jenis media
A. Media lini atas
B. Media lini bawah
C. Media lini atas-lini bawah
D. Media cetak
E. Media visual
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
37 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
BAB V
LANGKAH-LANGKAH KIE
Indikator Hasil Belajar:
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta pelatihan diharapkan
dapat mempraktikkan langkah-langkah KIE.
A. Langkah-Langkah KIE
Penyuluh KB dalam melaksanakan KIE haruslah mengetahui langkah-
langkah teknis KIE agar mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Adapun
langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Mempertajam analisa sasaran, difokuskan pada sasaran yang akan
mendapatkan informasi (apakah kelompok anak, kelompok orang tua,
guru, masyarakat, atau aparat desa, dll)
2. Menetapkan strategi, cara yang tepat dalam penyampaian pesan
3. Memperbesar arus komunikasi, mengefektifkan semua jenis media KIE
untuk memperbesar arus komunikasi ke semua pihak
4. Menyusun Isi Pesan, menyusun materi dan isi terkait pesan yang akan
disampaikan
5. Membuat Desain Media, merancang media yang efektif dan sesuai dengan
kebutuhan masyarakat sasaran dengan memilih penentuan gambar, cover
serta memperhatikan estetika yang bisa menarik perhatian masyarakat
6. Melaksanakan KIE, KIE yang sudah disusun dan didesain dengan tepat
didistribusikan ke kelompok masyarakat sasaran.
7. Melakukan Evaluasi, melihat/mengamati, menilai kembali bahan KIE yang
sudah dihasilkan dan yang sudah didistribusikan. Sejauh mana memberi
manfaat bagi masyarakat serta berdampak pada perubahan sikap dan
perilaku pada masyarakat
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
38 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
B. Tahapan dalam Melakukan KIE
1. Persiapan
a) Identifikasi dan analisis permasalahan
Permasalahan di wilayah binaan didapatkan dari data basis (hasil
pendataan keluarga), kondisi wilayah geografi, topografi, sosial budaya
serta hasil pelaksanaan program KB. Contohnya: Desa Sidomulyo
merupakan daerah pegunungan. Peserta KB aktif pada Desa Sidomulyo
adalah 47% dan alat kontrasepsi yang paling diminati adalah pil.
Penduduknya sebagian bekerja sebagai petani. Puskesmas letaknya
jauh di Kecamatan. Jadi dapat disimpulkan bahwa permasalahannya
adalah kesertaan ber-KB masih rendah dan kontrasepsi yang diminati
adalah pil, dan letak geografis wilayah setempat yang masih terbatas
akses jaringan internet, media komunikasi.
b) Mengetahui sasaran yang akan diberi KIE
Penyuluh KB harus mengetahui kondisi sasaran yang akan dihadapi
dalam pelayanan KIE Program Bangga Kencana. Beberapa hal yang
perlu diketahui antara lain adalah jenis pekerjaan, latar belakang
pendidikan, rata-rata jumlah anak yang dipunyai pada tiap keluarga. Kita
sudah mempelajari sasaran KIE/ Penyuluhan pada bab sebelumnya,
dimana sasaran KIE/ Penyuluhan bisa individu, keluarga atau
masyarakat. Adapun penentuan sasaran KIE/ Penyuluhan adalah
sebagai berikut:
1) Disesuaikan dengan permasalahan yang ada di wilayah binaan
(Kondisi data base KB dan KS yang ada)
2) Sesuai dengan materi KIE yang akan disampaikan
3) Sesuai dengan tujuan KIE yang ingin dicapai
4) Disesuaikan dengan kondisi wilayah binaan menyangkut: geografi,
topografi dan sosial budaya
c) Menetapkan tujuan KIE/ Penyuluhan yang akan dicapai
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
39 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
Sangatlah diperhatikan apa yang sebenarnya ingin dicapai dalam
pelayanan KIE. Hal ini harus disepakati dengan Pemerintah/ pihak
Kelurahan, Toma dan Toga sehingga PKB dapat mengetahui secara
jelas tujuan pelayanan KIE/ Penyuluhan sesuai dengan kondisi wilayah
binaan.
d) Menentukan bahan/ materi KIE
Bahan/ materi yang disiapkan disesuaikan dengan permasalahan/isu
yang telah ditentukan
e) Menentukan metode KIE
PKB harus memperhatikan kehidupan sosial budaya dan agama di
wilayah binaannya. Bisa dengan menyampaikan KIE dengan metode
ceramah tanya jawab, dengan memperagakan atau dengan cara
diskusi.
f) Menentukan media KIE
Penentuan media KIE yang digunakan hendaknya yang sesuai dengan
latar belakang masyarakat. Bisa dengan cara memberikan KIE sebelum
dan ditengah-tengah pemutaran film. Media KIE dapat juga digunakan
KIE Kit, melalui buku, pamflet, leaflet, buku saku yang masih belum
dibutuhkannya jaringan internet.
g) Menentukan tempat KIE
Pertimbangan pemilihan tempat adalah salah satu kunci sukses
kegiatan KIE/ Penyuluhan Program Bangga Kencana. Bisa di Balai
Kelurahan, bisa juga di Balai RW, bisa dilakukan dari rumah ke rumah
(kunjungan rumah) sesuai dengan kondisi alam dan letak rumah
penduduk.
h) Menentukan Waktu KIE
Menentukan waktu pelayanan KIE juga harus memperhatikan pekerjaan
masyarakat.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
40 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
i) Menyiapkan diri (percaya diri, penampilan, penguasaan materi, kualitas
suara, penggunaan bahasa dan memperhatikan adat budaya setempat)
2. Pelaksanaan
a. Mengucapkan salam pembuka
b. Memperkenalkan diri
c. Menyampaikan isi pesan dengan baik
d. Mengunakan media KIE/ Penyuluhan yang sesuai
e. Menggunakan metoda yang sudah ditentukan termasuk tanya jawab
f. Menyampaikan kesimpulan
g. Melakukan pencatatan dan pelaporan
3. Monitoring dan Evaluasi
a. Mengetahui keadaan (pengetahuan, sikap dan perilaku) sebelum
mendapatkan KIE/ Penyuluhan
b. Memperhatikan respon sasaran pada saat diberikan KIE/ Penyuluhan
c. Mengetahui perubahan (pengetahuan, sikap dan perilaku) sesudah
diberi KIE/ Penyuluhan. (Bisa melalui kunjungan rumah atau hasil
kesertaan ber KB atau pelaksanaan KIE berikutnya). Evaluasi bisa
dilakukan mingguan, bulanan atau triwulanan.
C. Praktik KIE/ Penyuluhan
Pada kesempatan mata diklat ini, marilah kita membagi kelas menjadi 4
(empat) kelompok untuk melakukan simulasi melaksanakan KIE/
penyuluhan. Masing-masing kelompok terdiri dari 7-8 orang yang
berperan sebagai:
1. Penyuluh KB
2. Kepala Desa
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
41 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
3. Dokter atau Bidan
4. Ketua PKK
5. Kader
6. Sasaran
7. Sasaran
8. Sasaran
Tugas:
1. Diskusikan dan tuliskan proses langkah-langkah KIE/ Penyuluhan
2. Diskusikan dan tentukan siapa berperan apa
3. Diskusikan dan buat skenario tema KIE/ Penyuluh yang dipilih
4. Media KIE disediakan
Waktu berdiskusi 30 menit
5. Masing-masing kelompok melakukan simulasi selama 15 menit
6. Kelompok yang tidak melakukan simulasi menjadi pengamat
kelompok yang melakukan simulasi, dan mendapatkan kesempatan
5 menit menyampaikan hasil pengamatan.
D. Hambatan dan Kiat memperbaiki diri dalam Advokasi, KIE/
Penyuluhan
1. Hambatan KIE/ Penyuluhan
Dalam pelaksanaan KIE/ Penyuluhan BANGGA KENCANA, tidak
jarang PKB mengalami kesulitan atau hambatan, maka perlu diketahui
beberapa hambatan dalam KIE, yaitu:
a. Percaya diri dan penguasaan materi kurang.
b. Waktu terbatas.
c. Budaya yang berbeda antara sasaran dan PKB (pemberi KIE
/Penyuluhan).
d. Gaduh.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
42 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
e. Waktu yang kurang tepat (rawan ngantuk)
f. Penerima pesan acuh tak acuh.
g. Pertanyaan yang sulit.
h. Penerima pesan yang nakal atau melecehkan
2. Kiat memperbaiki diri dalam KIE/ Penyuluhan
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan KB, maka PKB diharapkan
mampu untuk selalu memperbaiki diri dalam KIE/ Penyuluhan. Berikut
adalah poin-poin kiat memperbaiki diri dalam KIE/ Penyuluhan:
a. Belajar dan berlatih terus menerus.
b. Bekerja sesuai perencanaan.
c. Mengoptimalkan media KIE/ Penyuluhan.
d. Mencatat semua yang akan dikerjakan (bisa dijadikan Angka
Kredit)
e. Mengevaluasi program dan diri sendiri
f. Meningkatkan kreativitas dan inovasi
g. Meningkatkan Koordinasi dan kerjasama dengan Instansi lain,
Kepala Desa, PKK, LOSM, TOMA dan TOGA.
h. Membuang penyakit MALAS.
E. Rangkuman
Kegiatan KIE/ Penyuluhan yang dilakukan PKB tidak bisa terlepas
dari langkah persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Selain
ketiga langkah tersebut, kegiatan KIE/ Penyuluhan akan lebih efektif jika
selalu memperhatikan tujuan, sasaran, metode dan media yang
digunakan.
Dalam pelaksanaan KIE/ Penyuluhan BANGGA KENCANA tak
jarang PKB mengalami hambatan. Hambatan yang ada tidak boleh
diabaikan, namun harus dipelajari dan dicari cara atau kiat untuk
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
43 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
mengatasinya. Dengan demikian diharapkan tujuan KIE/ Penyuluhan
dapat tercapai.
F. Latihan
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!
1. Jelaskan langkah-langkah KIE Program Bangga Kencana!
2. Jelaskan mengapa KIE penting untuk Program Bangga Kencana!
3. Jelaskan hambatan yang Anda alami pada saat melaksanakan KIE di
wilayah binaan Anda!
4. Bagaimana Anda mengatasi hambatan tersebut?
G. Tes Formatif
1. Yang termasuk media sosial untuk KIE adalah
A. Facebook
B. Televisi
C. Radio
D. Koran
E. Majalah
2. Norma, standar, prosedur, sumberdaya, regulasi, kepemimpinan dan
sebagainya yang menjadi panduan dalam melaksanakan KIE Program
Bangga Kencana merupakan unsur
A. Norma masyarakat
B. Individu
C. Sistem penggerakan dan pelayanan KB
D. Lingkungan kebijakan
E. Penyuluhan KB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
44 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
3. Langkah awal dalam melaksanakan KIE adalah
A. Melakukan evaluasi
B. Membuat desain media
C. Mempertajam Analisa sasaran
D. Membuat desain media
E. Menetapkan strategi
4. Identifikasi dan analisis permasalahanmerupakan tahapan dalam
melakukan KIE di tahap
A. Pelaksanaan
B. Monitoring
C. Evaluasi
D. Persiapan
E. Praktik
5. Salah satu hambatan dalam pelaksanaan KIE adalah
A. Bekerja sesuai perencanaan
B. Waktu leluasa
C. Penerima pesan acuh tak acuh
D. Semangat dara pendengar
E. Materi yang menarik
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
45 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
KIE adalah suatu kegiatan dimana terjadi proses komunikasi dan
edukasi dengan penyebaran informasi. KIE bertujuan untuk mempercepat
mencapai suatu perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang dapat
diukur diantara kelompok audiensi atau sasaran (individu, keluarga dan
masyarakat) yang jelas melalui berbagai saluran komunikasi.
Dalam pelaksanaan KIE haruslah diperhatikan materi sesuai
dengan isu yang ada diwilayah kerja PKB. Materi KIE meliputi: Program
Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. PKB
harus memperhatikan beberapa langkah dan tahapan dalam melakukan
KIE, yaitu: persiapan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi.
KIE tidak dapat terlepas dari penggunaan media yang saat ini
mengarah pada digitalisasi. Media KIE terbagi menjadi dua, yaitu media
personal dan media non personal atau media massa. Media massa
adalah media yang paling banyak digunakan dalam KIE karena
kemampuannya menjangkau khalayak yang sangat besar (banyak) dan
tersebar di wilayah yang sangat luas. Pemahaman tentang jenis media
dan karakteristiknya sangat penting untuk mengidentifikasi media mana
yang tepat untuk program tertentu. Pelaksanaan KIE akan lebih efektif jika
selalu memperhatikan tujuan, sasaran, metode dan media yang
[Link] KIE yang dilakukan PKB seringkali menghadapi
beberapa hambatan. Hambatan yang ada tidak boleh diabaikan, namun
harus dipelajari dan dicari cara atau kiat untuk mengatasinya. Dengan
demikian diharapkan tujuan KIE dapat tercapai.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
46 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
B. Evaluasi
Setelah menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam
melakukan kegiatan pembelajaran, diharapkan para peserta pelatihan
dapat menemukan beberapa solusi dalam menghadapi permasalahan-
permasalahan baru di lapangan. Oleh karena itu, Penyuluh Keluarga
Berencana harus selalu mengembangkan diri untuk selalu belajar,
melakukan beberapa inovasi dan kreasi sehingga pelaksanaan KIE akan
menjadi menarik dan akhirnya diperoleh hasil yang optimal.
C. TES SUMATIF
1. KIE juga seringkali disamakan dengan istilah
a. Penyuluhan
b. Penggerakan
c. Pembinaan
d. Pembelajaran
e. Pengarahan
2. Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Bangga Kencana adalah
a. Penyampaian ilmu pengetahuan tentang ilmu KB
b. Kegiatan penyampaian informasi untuk meningkatkan pengetahuan,
sikap, dan perilaku individu, keluarga, dan masyarakat dalam Program
Bangga Kencana
c. Pemberian makna dan ilmu terkait program Kesehatan
d. Data dan fakta yang diulas untuk mempengaruhi masyarakat tentang KB
e. Informasi satu arah yang diberikan ke masyarakat tentang KB
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
47 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
3. Salah satu tujuan KIE adalah
a. mempengaruhi akseptor untuk memakai KB
b. mendorong akseptor mau MKJP
c. membina kelestarian peserta KB
d. mengukur pengetahuan dan sikap tentang KB
e. menutup proses perubahan
4. Sasaran KIE adalah
a. Anak-anak, remaja, organisasi
b. Individu, keluarga, masyarakat
c. Kader, organisasi, pemerintah
d. Stakeholder, masyarakat, individu
e. Ormas, stakeholder, individu
5. Salah satu komponen KIE adalah
i. Data
ii. Media
iii. Fakta
iv. Karya
v. Kebijakan
6. Jenis- jenis KIE adalah
o KIE ormas, formal, non formal
o KIE keluarga, masyarakat, organisasi
o KIE formal, informal, non formal
o KIE Individu, kelompok, massa
o KIE organisasi, ormas, stakeholder
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
48 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
7. Salah satu bentuk KIE berupa KIE
i. KIE formal
ii. KIE bersama
iii. KIE pelayanan
iv. KIE langsung
v. KIE tatap muka
8. Advokasi dan KIE yang berhasil bersandar pada isu dan agenda yang
spesifik, jelas, dan terukur, merupakan prinsip KIE
i. Berani
ii. Taktis
iii. Sistematis
iv. Strategis
v. Realistis
9. Penetapan tahapan, penetapan tujuan/ sasaran/ target, pemilihan media
KIE/ Penyuluhan, perumusan isi pesan dan pengaturan pendayagunaan
sumber dukungan (tenaga, dana, sarana) termasuk penyiapan sumber daya
manusia merupakan pokok pengelolaan KIE bagian apa
a. Penetapan strategi
b. Analisis
c. Penyusunan isi pesan
d. Pemilihan media
e. Pelaksanaan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
49 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
10. Pokok pengeloaan KIE bangga kencana yang dilaksanakan setelah
pelaksanaan adalah
a. Penyusunan isi pesan
b. Pemilihan media
c. Penetapan strategi
d. Monitoring dan evaluasi
e. Analisis
11. Ada berapa jenis media komunikasi KIE
a. Satu
b. Dua
c. Tiga
d. Empat
e. Lima
12. Media komunikasi yang dapat ditangkap, dilihat dan dipahami oleh alat
penglihatan. Misalnya surat, KIE Kit, surat kabar, faksimili, majalah, buku,
buletin dan sejenisnya termasuk ke dalam jenis media
a. Media komunikasi audio
b. Media komunikasi visual
c. Media komunikasi audio visual
d. Media komunikasi langsung
e. Media komunikasi tidak langsung
13. KIE merupakan aktivitas promosi atau pemasaran, oleh karena itu harus
dipahami bahwa media dalam dunia promosi atau pemasaran terbagi
menjadi tiga yaitu
a. Media lini atas, lini bawah, lini atas-lini bawah
b. Media campuran, media tunggal, media awal
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
50 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
c. Media kekinian, media update, media data
d. Media lini atas, media lini bawah, media lini tengah
e. Media cetak, media elektronik, media maya
14. Yang termasuk media lini atas adalah
a. Jurnal
b. Spanduk
c. Umbul-umbul
d. Mobil media
e. Televisi
15. Poster, billboard, neon sign, spanduk, umbul-umbul merupakan salah satu
jenis media
a. Media lini atas
b. Media lini bawah
c. Media lini atas-lini bawah
d. Media cetak
e. Media visual
16. Yang termasuk media sosial untuk KIE adalah
a. Facebook
b. Televisi
c. Radio
d. Koran
e. Majalah
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
51 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
17. Norma, standar, prosedur, sumberdaya, regulasi, kepemimpinan dan
sebagainya yang menjadi panduan dalam melaksanakan KIE Program
Bangga Kencana merupakan unsur
a. Norma masyarakat
b. Individu
c. Sistem penggerakan dan pelayanan KB
d. Lingkungan kebijakan
e. Penyuluhan KB
18. Langkah awal dalam melaksanakan KIE adalah
a. Melakukan evaluasi
b. Membuat desain media
c. Mempertajam Analisa sasaran
d. Membuat desain media
e. Menetapkan strategi
19. Identifikasi dan analisis permasalahanmerupakan tahapan dalam
melakukan KIE di tahap
a. Pelaksanaan
b. Monitoring
c. Evaluasi
d. Persiapan
e. Praktik
20. Salah satu hambatan dalam pelaksanaan KIE adalah
a. Bekerja sesuai perencanaan
b. Waktu leluasa
c. Penerima pesan acuh tak acuh
d. Semangat dara pendengar
e. Materi yang menarik
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
52 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Modul | KIE DIGITAL
DAFTAR PUSTAKA
Abrar, A. N. (2003). Teknologi Komunikasi : Perspektif Ilmu Komunikasi. Yogyakarta:
Lesfi.
Ardianto, E. (2007). Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Simbosa
Rekatama Media.
BKKBN. (2009). Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Jakarta: BKKBN.
BKKBN. (2009). Pedoman KIE Program Nasional. Jakarta: BKKBN.
BKKBN. (2010). Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Keluarga Berencana dan
Keluarga Sejahtera di Kabupaten/Kota. Jakarta
Flew, T. (2008). New Media: An introduction (3rd Editio). Oxford University Press,
Australia.
KBBI. (2021). Retrieved from [Link]
KKBI, arti digital. (2021). Retrieved from [Link]
Lindawati, L. (2014). Public Sphere dan New Media. In N. Prajanto (Ed.), Bianglala
Pemikiran Komunikasi. Konteks, Teori dan Aplikasi (1st ed., p. 374).
Yogyakarta: Fisipol UGM.
Mc Luhan, M. (1964). Understanding Media: The Extensions of Man. New York:
McGraw-Hill.
Noya, Y. P., Wahyono, A., Kusmana, Sugiyono, Sopari, A., Roswandi, D. A., … Zaini,
N. (2013). KIE KKB Lini Lapangan, Konsep, Staretgi Media Kreatif dan Evaluasi.
Jakarta: Direktorat Advokasi dan KIE BKKBN.
Rogers, E. M. (1986). Communicaton Technology : The New Media in Society.
London: The Free Press.
Triadi, D., & Bharata, A. S. (2010). Ayo Bikin Iklan: Memahami Teori & Praktek Iklan
Media Lini Bawah. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Weiner, R. (1996). Webster’s New World Dictionary of Media and Communications.
New York: Macmillan.
Wikipedia/digital. (2021). Retrieved from [Link]
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
53 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana