MAKALAH BIOLOGI DASAR
“PROTISTA”
DOSEN PENGAMPUH : Lia Junita
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
[Link] Riyaldi
[Link]
[Link] Rahmadani nasution
[Link] Widia
[Link] Siagian
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Klasifikasi ilmiah menunjuk ke bagaimana ahli biologi [Link]
mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup.
Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus Linnaeus, yang
mengelompokkan spesies menurut kesamaan sifat fisik yang dimiliki.
Pengelompokan ini sudah direvisi sejak Carolus Linnaeus untuk menjaga
konsistensi dengan asas sifat umum yang diturunkan dari Darwin. Belakangan,
sistem Kingdom sempat dianggap basi, sehingga dibentuk sistem baru yang
menambah urutan dan memiliki lebih sedikit jenis, yaitu Domain. Ada tiga jenis
Domain, yaitu: Archaea (dari Archaebacteria), Bacteria (dari Eubacteria),
Eukariota(termasuk fungi, hewan, tumbuhan, dan protista). Kingdom Protista
adalah kingdom yang anggotaanya sangat beragam mencakup semua makhluk
hidup eukariotik (intinya mempunyai selaput/membran inti) yang sebagian
besar bersel satu (uniseluler) sampai bersel banyak (multiseluler) yang
sederhana/belum ada diferensiasi sel.
B. Rumusan Masalah
[Link] yang dimaksud dengan protista?
[Link] ciri ciri protista?
[Link] habitat protista ?
[Link] saja klasifikasi Protista?
[Link] saja contoh contoh dari protista?
C. Tujuan
[Link] mengetahui pengertian protista
[Link] mengetahui ciri ciri protista
[Link] mengetahui Habitat protista
[Link] mengetahui klasifikasi Protista
[Link] mengetahui contoh contoh protista
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Protista
Protista adalah kingdom yang terdiri dari satu sel atau banyak sel dan memiliki
membrane inti (organisme eukariot) serta bersel tunggal. Protista dapat di
kelompokkan menjadi tiga bagian yaitu menyerupai hewan (protozoa),
menyerupai tumbuhan (Ganggang) dan menyerupai jamur. Sebagian besar
Protista hidup di air, karena tidak memiliki pelindung untuk menjaga tubuhnya
dari hawa kering. Kingdom Protista adalah kingdom yang sederhana karena
hanya tersusun atas satu sel sehingga dapat di kelompokan dalam kingdom
sendiri. Tetapi ada juga yang multiseluler akan tetapi masih sangat sederhana
dibandingkan dengan organisme lainnya.
B. Ciri Ciri Protista
Adapun ciri ciri dari protista adalah sebagai berikut:
•Protista umumnya mempunyai ukuran Mikroskopis dan makrokopis:
Organisme yang berukuran mikroskopis adalah organisme yang berukuran
sekitar 5 μm – 3 mm. Selain itu juga ada yang berukuran makroskopis dengan
ukuran Panjang mencapai 60 meter bahkan lebih. Berikut ini ciri-ciri lainnya
dari kingdom Protista Grameds:
•Umumnya Uniseluler: Kingdom Protista tersusun atas satu sel atau uniseluler.
Tetapi ada juga yang multi seluler atau sel banyak. Dalam penelitian kingdom
Protista yang bersel banyak atau multiseluler akan hidup secara berkelompok
(membentuk Koloni).
•Tipe Sel Eukariotik: Protista memiliki membran inti sehingga disebut sebagai
sel eukariotik. Sel yang sudah bermembran inti, namun Protista merupakan
makhluk hidup prokariotik yang paling sederhana tetapi jauh lebih kompleks
dalam hal struktur, fungsi, tingkah laku dan ekologinya bila dibandingkan
dengan Archaebacteria dan Eubacteria.
Hidup Bebas atau Simbiosis: Kingdom Protista dapat hidup bebas dengan cara
menguntungkan satu sama lain. Tetapi juga •dapat bersifat parasite bagi
organisme lainnya. Jika bersifat parasite maka akan mengakibatkan banyak
penyakit di sekitarnya.
Habitat Umumnya di Tempat Lembab: Seperti sudah di jelaskan diatas bahwa
Protista ini hidup di air atau tempat lembab. Bukan hanya di air tawar tetapi di
laut juga yang kadar garamnya banyak Protista juga dapat hidup. Protista yang
hidup di laut sebagian besar bertindak sebagai fitoplankton yang merupakan
kontributor utama dalam penyediaan energi jaring-jaring makanan.
•Bersifat Aerob dan Anaerob: Bersifat aerob karena memerlukan oksigen
untuk proses respirasi yang bertempat pada mitokondria. Bersifat anaerob
karena tidak memerlukan oksigen pada respirasi dengan bersimbiosis bersama
bakteri yang bersifat aerob.
•Bersifat Heterotrof dan Bersifat heterotrop karena memperoleh makanan
dengan mengabsorsi molekul organik dan sebagian lagi bersifat fotoautotrof
karena memiliki kloroplas sebagai tempat untuk menangkap energi matahari.
•Bersifat Motil: Ada sebagian Protista yang mempunyai alat gerak seperti
flagel atau bulu cambuk, silia atau rambut getar, dan pseudopodia atau kaki
semu. Dengan demikian Protista dapat di sebut dengan motil yang bergerak
bebas.
•Protista Menyerupai Jamur
•Protista Menyerupai Hewan
•Protista Menyerupai Tumbuhan
C. Habitat Protista
Habitat Umumnya di Tempat Lembab. Seperti sudah di jelaskan diatas bahwa
Protista ini hidup di air atau tempat lembab. Bukan hanya di air tawar tetapi di
laut juga yang kadar garamnya banyak Protista juga dapat hidup. Protista yang
hidup di laut sebagian besar bertindak sebagai fitoplankton yang merupakan
kontributor utama dalam penyediaan energi jaring-jaring makanan.
D. KLASIFIKASI PROTISTA
[Link] MIRIP HEWAN (PROTOZOA)
Protista yang mirip dengan hewan memiliki ciri – ciri tertentu, diantaranya
merupakan hewan yang bersel satu atau dikenal dengan Uniseluler dengan
ukuran tubuh hanya 10-200 µm, Tidak memiliki dinding sel, Pada umumnya
bersifat heterotrof, hanya sebagian kecil saja yang bersifat autotroph, Hidup
bebas atau sebagai parasit bagi organisme lain, Reproduksi secara seksual atau
aseksual, Pada umumnya memiliki alat gerak. Protozoa kemudian
diklasifikasikan berdasarkan alat geraknya ke dalam empat kelompok, yaitu:
•FILUM RHIZOPODA (SARCODINA)
Pergerakan Rhizopoda dilakukan dengan menggunakan kaki semu
(pseudopodia). Rhizopoda tidak memiliki bentuk tetap karena selalu berubah-
ubah sesuai dengan pergerakannya. Selain berfungsi untuk bergerak, kaki
semu juga berfungsi untuk menangkap makanannya. Setelah makanan
tersebut dicerna, zat sisa hasil pencernaan akan memadat dan menepi pada
ujung tubuh kemudian keluar dari tubuh. Karena tidak dapat menghasilkan
makanan sendiri, maka rhizopoda termasuk organisme heterotrof. Rhizopoda
berkembangbiak dengan membelah diri secara langsung (pembelahan biner).
Contoh anggota filum rhizopoda adalah Amoeba.
•FILUM CILIATA
Filum Ciliata (Ciliophora atau Infusiora): Sesuai dengan namanya, Ciliata
bergerak dengan menggunakan silia (bulu getar). Selain berfungsi sebagai alat
gerak, silia yang terdapat di seluruh bagian tubuhnya juga berfungsi untuk
menggerakan makanan agar dapat masuk melalui mulutnya. Karena tidak
dapat menghasilkan makanan sendiri, maka Ciliata termasuk organisme
heterotrof. Ciliata biasanya memiliki dua inti sel yang disebut makronukleus
(berukuran lebih besar) dan mikronukleus (berukuran lebih kecil). Reproduksi
aseksual dilakukan dengan membelah diri, dan seksual dilakukan dengan
konjugasi (saling menempelkan tubuh dan bertukar inti). Contoh anggota filum
ini adalah paramecium sp.
•FILUM FLAGELLATA
Filum Flagellata (Mastigophora): Flagella berasal dari bahasa latin yang artinya
cambuk. Mastifophora berasal dari bahasa Yunani yaitu “mastig) yang artinya
cambuk, dan “phora” yang berarti gerakan. Sebagian besar flagellata memiliki
dua cambuk di bagian belakang tubuhnya, sehingga saat bergerak terlihat
seperti didorong dari belakang. Flagellata dapat ditemukan di laut, air, tawar,
juga bersimbiosis dengan makhluk hidup lain, ataupun hidup menumpang atau
secara parasite.
•FILUM SPOROZOA
Sporozoa (Apicomplexa): Sporozoa (Sporo = biji, zoa = hewan) merupakan
organisme uniseluler yang tidak memiliki alat gerak. Organisme ini bergerak
dengan melakukan kontraksi seluruh sel. Seluruh Sporozoa hidup secara
parasit, dan makanan diserap langsung dari inangnya. Reproduksi sporozoa
dapat berlangsung secara seksual maupun aseksual. Secara seksual terjadi
dengan pertemuan mikrogamet dan makrogamet dalam tubuh inang.
Sedangkan aseksual dilakukan dengan pembelahan sel. Contoh sporozoa
adalah plasmodium vivax, malaria, dan ovale yang merupakan penyebab
penyakit malaria pada manusia.
[Link] MIRIP JAMUR
Protista mirip jamur merupakan protista dengan ciri berikut: Bersifat
eukariotik, Tidak memiliki klorofil, Dapat menghasilkan spora, Bersifat
heterotrof. Protista mirip jamur bukan merupakan bagian dalam kingdom
Fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksi yang berbeda dengan
kelompok Fungi. Protista mirip jamur diklasifikasikan ke dalam tiga filum,
yaitu:
•MYXOMYCOTA (JAMUR LENDIR)
Myxomycota disebut juga jamur lendir plasmodial. Semua anggota Myxoycota
bersifat heterotrof karena tidak bisa melakukan fotosintesis sehingga tidak
mampu menghasilkan makanan sendiri. Biasanya jamur lendri plasmodium
memiliki pigmen warna yang terang, dapat berwarna kuning atau oranye.
Plasmodium dapat tumbuh hingga diameternya mencapai satuan sentimeter
(cm), namun demikian mereka merupakan organisme uniseluler, ukuran
tubuhnya besar karena kelompok ini dapat memiliki banyak nukleus. Habitat
myxomycota dapat ditemukan di hutan basah, kayu lapuk, dan tanah lembab.
Dalam siklus hidupnya terdapat kumpulan sel amoeboid yang disebut
plasmodium.
Sel amoeboid merupakan sel-sel yang dapat hidup bebas yang dihasilkan oleh
jamur lendir. Plasmodium dapat memakan bakteri, hama, spora dan
komponen organik lainnya, makanan kemudian dicerna dengan mekanisme
fagositosis. Ketika makanan kurang, maka sel – sel ini akan bergabung
membentuk sesuatu seperti lendir. Kemudian massa yang seperti lendir ini
akan mencari lingkungan baru yang lebih mendukung kebutuhannya.
Pergerakan massa tersebut dilakukan dengan kontraksi dari masing-masing sel
yang bergabung tadi. Ketika habitatnya kering dan tidak dapat memberikan
makanan, maka plasmodium akan berhenti tumbuh dan berkembang, serta
akan berdiferensiasi menjadi suatu tahapan siklus hidup yang berfungsi untuk
reproduksi seksual.
•ACRASIOMYCOTA
Acrasiomycota merupakan jamur lendiri seluler. Berbeda dengan myxomycota
yang merupakan jamur lendir plasmodium. Perbedaan dasar keduanya adalah
Acrasiomycota merupakan organisme haploid (hanya memiliki satu set
kromosom), hanya zigotnya saja yang bersifat diploid (memiliki dua set
kromosom). Sedangkan Myxomycota menjalani hidupnya lebih dominan
sebagai organisme diploid. Selain itu Acrasiomycota atau jamur lendir seluler
memiliki tubuh yang berfungsi untuk menghasilkan spora saat reproduksi
aseksual. Acrasiomycota tidak memiliki siklus hidup berflagel.
•OOMYCOTA
OOMYCOTA (jamur air): Sebenarnya nama jamur air untuk Oomycota kurang
tepat, karena itu merupakan salah satu spesies fillum ini. “Oomycota” berasal
dari kata “Oo” yang artinya telur dan “Mycota” yang artinya jamur. Sebagian
besar oomycota hidup sebagai pengurai dan berperan penting di habitat
perairan. Beberapa anggotanya juga hidup sebagai parasit. Reproduksi
Oomycota dapat terjadi secara aseksual maupun seksual. Secara Aseksual
mereka akan membentuk zoospora yang apabila jatuh pada lingkungan yang
sesuai akan menjadi organisme baru. Sedangkan secara seksual dengan
pertemuan gamet jantan dan gamet betina.
[Link] MIRIP TUMBUHAN (ALGAE)
•Protista mirip tumbuhan yang uniseluler sering disebut fitoplankton,
sedangkan protista mirip tumbuhan multiseluler sering disebut alga. Sama
seperti namanya, protista mirip tumbuhan, baik alga maupun fitoplankton
mampu melakukan fotosintesis. Fitoplankton memiliki peranan penting dalam
memberikan oksigen ke atmosfer melalui proses fotosintesis yang dilakukan.
Ciri-ciri Algae diantaranya:
Bersifat uniseluler atau multiseluler.
Ukuran tubuh bervariasi, mulai dari algae mikroskropis dengan ukuran 8 µm
hingga algae makroskropis dengan ukuran 60 m.
Bentuk tubuh tetap karena adanya dinding sel.
Algae uniseluler dapat hidup soliter ataupun membentuk koloni.
Memiliki beberapa jenis klorofil (klorofil a, klorofil b, klorofil c, dan klorofil d)
yang tersimpan dalam kloroplas.
Memiliki pigmen fotosintetik selain klorofil (xantofil [kuning], fikosianin [biru],
fukosantin [cokelat], fikoeritrin [merah], dan karotenoid).
Memiliki bentuk kloroplas yang bervariasi (spiral, cakram, jala, mangkung,
bulat, dan lainnya).
Dapat hidup seperti plankton, neuston, atau bentos.
Bereproduksi secara aseksual (dengan pembelahan biner, fragmentasi, dan
pembentukan spora vegetatif) atau seksual (dengan konjugasi, singami, dan
anisogami).
Protista mirip tumbuhan diklasifikasikan ke dalam tujuh filum, yaitu:
•EUGLENOPHYTA
Filum Euglenophyta merupakan organisme uniseluler yang flagella (bulu
cambuk), Bintik mata yang dapat menangkap cahaya (disebut stigma), dan
kloroplas. Beberapa anggota filum Euglenophyta dapat hidup secara autotrof
(menghasilkan makanan sendiri) maupun heteretrof (memburu makanan).
Ketika cahaya cukup, maka mereka akan hidup secara autotrof, sedangkan
ketika cahaya melemah, mereka akan hidup secara heterotrof. Biasanya
ditemukan di perairan dan berkembangbiak dengan cara membelah diri.
Euglenophyta merupakan salah satu protista yang mirip tumbuhan (mampu
berfotosintesis) dan juga mirip hewan (dapat melakukan pergerakan aktif).
•CHRYSOPHYTA
Chrysophyta (Alga Emas): Filum Chrysophyta merupakan organisme yang
anggotanya memiliki variasi bentuk dan struktur. Alga biasanya berwarna
cokelat-keemasan. Habitatnya banyak di air tawar dan tanah lembab, juga
dapat ditemukan di lautan. Pigmen warna yang dominan terdapat pada tubuh
Chrysophyta adalah karoten dan fikosantin sehingga tubuhnya berwarna
cokelat-keemasan. Namun juga dapat memiliki klorofil yang memberikan
warna hijau.
•PYRROPHYTA
Pyrrophyta atau Dinoflagellata (Ganggang Api), Penamaannya ganggang api
muncul karena beberapa ciri anggota protista mirip tumbuhan kelompok ini,
contohnya mereka tampak bersinar ketika malam hari. Beberapa pyrrophyta
jumlahnya akan meningkat pesat pada waktu tertentu, misalnya ketika air
hangat dan kaya nutrisi sehingga membuat lautan tampak berwarna merah
kecoktlatan (red tide). Ketika muncul red tide, kondisi air akan miskin oksigen,
juga kadang-kadang menjadi beracun sehingga ketika fenomena ini terjadi
banyak makhluk hidup lain yang mati.
Sebenarnya warna ganggang api dapat beranekaragam, hijau, kuning, cokelat
dan lainnya, warna ini tergantung kepada pigmen yang lebih dominan dalam
menyusun tubuhnya. Biasanya ganggang api memiliki pigmen klorofil a dan c,
santofil, dinosatin dan fikobilin. Spesies dinoglagellata biasanya merupakan
organisme uniseluler namun ada juga yang multiseluler. Ganggang api ini
memiliki dua flagellata yang dapat membuat gerakan memutar sehingga sering
juga disebut dinoflagellata (dino = pusaran air). Ganggang api umumnya
merupakan organisme fotoautotrof, tetapi ada juga spesies yang hidup sebagai
parasit.
•PHAEOPHYTA
Phaeophyta (ganggang cokelat) adalah kelompok protista mirip tumbuhan
yang memiliki pigmen dominan berupa karoten, yaitu fukosantin, sehingga
memberikan warna cokelat pada tubuhnya. Penamaan ganggang ini sesuai
dengan ciri-cirinya, “phaeophyta” berasal dari “phaeios” bahasa Yunani yang
artinya cokelat. Selain fukosatin, ganggang cokelat juga memiliki pigmen
klorofil a, c, dan santofil.
Anggota dari Phaeophyta yang telah dikenali lebih dari 1000 spesies. Hampir
semua ganggang cokelat hidup di pinggir pantai, mereka kebanyakan
merupakan organisme multiseluler yang berbentuk seperti benang. Struktur
phaeophyta sangat mirip dengan tumbuhan seutuhnya karena memiliki akar,
batang dan daun. Reproduksinya secara aseksual dengan membelah diri
menghasilkan zoospora atau secara fragmentasi. Sedangkan secara seksual
dengan menghasilkan gamet jantan dan betina.
•BACILLARIOPHYTA
Bacillariophyta (Diatom) Filum ini merupakan filum yang memiliki anggota
paling banyak dibandingkan kelompok lain pada protista mirip tumbuhan.
Spesiesnya yang telah dikenali berjumlah sekitar 10.000. Secara umum
Bacillariophyta merupakan organisme uniseluler yang tidak begerak dan hidup
sebagai plankton. Diatom dapat berbentuk seperti benang, bulat, atau segitiga.
Diatom memiliki struktur tubuh yang sangat khas, yaitu bagian tubuhnya
terdiri atas kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka), antara kotak dan tutup
tersebut terdapat celah yang disebut rafe. Dinding selnya mengandung pektin
dan silikat, apabila organisme ini mati, maka cangkang tersebut akan
membentuk tanah. Diatom memiliki harga jual lumayan karena dapat
dimanfaatkan untuk berbagai hal.
•RHODOPHYTA
Rhodophyta (Alga Merah) merupakan filum yang memiliki pigmen dominan
fikobilin yaitu fikoeitrin sehingga memberikan warna merah pada tubuhnya,
namun rhodophyta juga memiliki pigmen fikosianin yang memberikan warna
biru (tidak dominan). Anggota filum ini yang telah dikenali berkisar sekitar
4000 spesies yang umumnya merupakan organisme multiseluler. Kebanyakan
rhodophyta hidup di laut, dan sebagian kecil dapat ditemukan di air tawar.
Reproduksinya dapat berlangsung secara aseksual dan seksual. Secara aseksual
rhodophyta dengan membentuk tetraspora. Sedangkan secara seksual
langsung dengan gamet jantan dan betina.
•CHLOROPHYTA
Chlorophyta (Alga Hijau) Sesuai dengan namanya, Chlorophyta memiliki tubuh
berwarna kehijauan. Pigmen dominan penyusun tubuhnya adalah klorofil,
selain itu mereka juga memiliki sedikit karotin (pigmen kuning). Dalam tubuh
alga hijau klorofil berkumpul dalam suatu tempat yang disebut kloroplas.
Bentuk kloroplas pada masing – masing anggotanya bervariasi, ada yang
berbentuk bulat, bentuk spiral, seperti bintang, dan lain-lain. Chlorophyta
merupakan organisme uniseluler yang dapat berkoloni membentuk organisme
multiseller sederhana. Mereka sering ditemukan hidup pada habitat yang
berair. Karena memiliki klorofil, alga hijau merupakan makhluk hidup autotrof
yang menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis. Reproduksi dapat
terjadi secara aseksual (melalui pembelahan biner) maupun secara seksual
(melalui Konjugasi).