0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan7 halaman

Layanan Bimbingan Konseling dalam KTSP

Dokumen tersebut membahas konsep layanan bimbingan dan konseling dalam kurikulum 2006. Ia menjelaskan posisi bimbingan dan konseling dalam kurikulum tersebut, tujuan, prinsip-prinsip, bidang, sifat dan fungsinya. Dokumen ini juga membahas asas-asas bimbingan serta jenis layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

Diunggah oleh

Rhoma siregar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan7 halaman

Layanan Bimbingan Konseling dalam KTSP

Dokumen tersebut membahas konsep layanan bimbingan dan konseling dalam kurikulum 2006. Ia menjelaskan posisi bimbingan dan konseling dalam kurikulum tersebut, tujuan, prinsip-prinsip, bidang, sifat dan fungsinya. Dokumen ini juga membahas asas-asas bimbingan serta jenis layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

Diunggah oleh

Rhoma siregar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1 pendahuluan,,,

BAB 1
A. Layanan bimbingan konseling dalam konteks kurikulum 2006 (KTSP).
Bimbingan dari konseling sebagai komponen pendidikan mempunyai peranan yang besar
dalam rangka memenuhi hak peserta didik untuk mendapatkan pelayanan pendidikan
yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan peserta didik difasilitasi/disediakan
oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah sesuai kebutuhan satuan pendidikan.
Tujuan umum layanan bimbingandan konseling adalah sama dengan tujuan pendidikan
nasional sebagaimana di nyatakan dalam pasal 3 UU RI No. 20 tahun 2003 tentang
Sisdiknas, yaitu"Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa, berakhlak mulia,sehat,
berilmu,cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab".
B. Kompetensi yang diharapkan.
Kompetensi yang dibinakan terhadap siswa khususnya peserta didik melalui kurikulum 2006
(KTSP) secara garis besar adalah SBB:
[Link], memahami,dan mengamalkan ajaran agama yang dianut dalam kehidupan.
[Link] dan menjalankan hak serta kewajiban untuk belajar dan mempersiapkan karir, serta
memanfaatkan dan memelihara lingkungan secara bertanggung jawab.
[Link] logis,kritis,krestif, inovatis, memecahkan masalah,serta berkomunikasi melalui
berbagai media.
[Link] dan menghargai seni.
[Link] pola hidup pribadi dan sosial yang bersih,bugar,dan sehat.
[Link] dalam kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga terhadap bangsa dan
tanah air.
C. Visi dan misi bimbingan konseling.
[Link] bimbingan konseling mengacu kepada kehidupan manusia yang membahagiakan,
membantu individu untuk hidup mandiri, berkembang,dan berbahagia,baik sebagai makhluk
individu,sosial, maupun sebagai makhluk ciptaan Tuhan.
[Link] bimbingan konseling di sekolah memberikan pelayanan bantuan agar peserta didik
berkehidupan sehari-hari yang efektif dan mandiri, berkembang secara optimal melalui
kepemilikan berbagai kompetensi berkenaan dengan pengembangan diri, pemahaman
lingkungan, pengambilan keputusan,dan pengarahan diri, merencanakan masa depan, berbudi
luhur,serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa.
D. Tugas perkembangan siswa.
Dalam kurikulum 2006 (KTSP), kompetensi yang menjadi sasaran pelayanan bimbingan
konseling di sekolah di jabarkan dari tugas perkembangan peserta didik. Adapun tugas
perkembangan siswa adalah sebagai berikut.
[Link] perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang
maha esa.
[Link] diri, menerima,dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan
psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat.
[Link] pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau
wanita.
[Link] nilai dan cara bertingkah yang dapat diterima dalam kehidupan yang lebih luas.
[Link] kemampuan,bakat,minat,serta arah kecendrungan karir dan apresiasi seni.
[Link] pengetahuan dan keterampilan untuk mengikuti dan melanjutkan dan atau
mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan bermasyarakat.
[Link] gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara
emosional,sosial, dan ekonomi.
E. Kompetensi kegiatan pengembangan diri dalam bimbingan konseling.
Kompetensi yang dikembangkan melalui kegiatan pengembangan diri di sekolah adalah sebagai
berikut.
[Link] keterampilan mengalihkan agresivitas
[Link] keterampilan mengelola stres.
[Link] keterampilan merencanakan.
F. Tujuan penyajian.
Tujuan penyajian kurikulum tingkat satuan pendidikan 2006 untuk guru bimbingan dan
konseling yaitu agar guru pembimbing di sekolah memiliki beberapa kemampuan sebagai
berikut.
[Link] posisi bimbingan dan konseling dalam kurikulum 2006.
[Link] karakteristik dan tugas perkembangan peserta didik sekolah.
[Link] kompetensi dan kualifikasi guru pembimbing sekolah profesional.
[Link] pengertian dan tujuan bimbingan dan konseling.
[Link] prinsip-prinsip bimbingan dan konseling.
[Link] bidang bimbingan dan konseling.
[Link] sifat dan fungsi bimbingan dan konseling.
[Link] asas-asas bimbingan dan konseling.
G. strategi penyajian
Strategi yang digunakan dalam penyajian ini adalah mengkaji teori/ konsep /konstruk tentang
kurikulum berbasiskompetensi bidang bimbingan dan konseling
1. Posisi bimbingan dan koseling dalam kurikulum 2006 (KTSP)
2. Karakteristik dan tugas perkembangan peserta didik disekolah.
3. Kompetensi dan kualifikasi guru pembimbing sekolah profesional
4. Pengertian dan tujuan bimbingan dan konseling.
5. Prinsip- prinsip bimbingan dan konseling.
6. Bidang bimbingan dan konseling
7. Sifat dan fungsi bimbingan dan konseling.
8. Asas- asas bimbingan dan konseling
9. Jenis- jenis layanan dan bimbingan dan konseling
10. Isi layanan bimbingan dan konseling
11. Pengelolaan layanan bimbingan dan konseling.
G. landasan hukum pelaksanaan konseling
[Link]- undang nomor 20 Tah untuk satuun tentang sistem pendidikan nasional, pasal1
butir 6 yang mengemukakan bahwa konselor adalah pendidik, pasal 3 bahwa pendidikan
nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik dan pasal 4 ayat (4) bahwa
pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan dan
mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
2. peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan, pasal
5 s.d pasal 18 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar menengah.
3. peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk
dasar dan menengah , yang memuat pengembangan diri peserta didik dalam struktur
kurikulum setiap satuan pendidikan difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor guru atau
tenaga.
4. dasar standarisasi profesi konseling yang dikeluarkan direktorak jenderal pendidikan
tinggi tahun 2004 untuk memberi arah pengembangan profesi konseling di sekolah dan diluar
sekolah.

BAB 2 KONSEP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING


A. Bimbingan dan konseling dalam kurikulum 2006
Kurikulum 2006 yang dikenal dengan KTSP memiliki karakter sebagai berikut.
1. Menekankan kepada ketercapaian kompetensi siswa yang baik secara indivdu dan
klasikal.
2. Berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman
3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekat dan metode yang
bervariasi
4. Sumber belajar bukan hanya dari guru, melainkan juga dari sumber belajar
lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
5. Menekankan pada proses hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian
kompetensi.
B. pengertian dan tujuan bimbingan dan konseling
bimbingan dan konseling yang berkembang pada saat ini adalah bimbingan dan
konseling perkembangan.
Tujuan bimbingan dan konseling membantu siswa dalam mencapai:
1. Kebahagiaan hidup pribadi sebagai makhluk tuhan.
2. Kehidupan yang produktif dan efektif dalam masyarakat.
3. Hidup bersama dengan siswa- siswa lainnya.
4. Harmoni antara cita- cita mereka dengan kemampuan yang dimilikinya.

C. prinsip – prinsip bimbingan dan konseling


Dalam melaksanakan bimbingan dan konseling disekolah perlu diperhatikan
prinsip- prinsip sebagai berikut:
1. Bimbingan dan konseling berhubungan dengan sikap dan perilaku
indivdu (peserta didik) maka perlu diingat bahwa sikap dan perilaku
individu terbentukdari segala aspek kepribadian yang unit dan rumit.
2. Perlu dikenal dan dipahami perbedaan individu orang- orang yang
akan dibimbing (peserta didik ), agar dalam memberikan bimbingan
yang tepat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh individu yang
dibimbing.
3. Bimbingan itu suatu membantu individu (peserta didik) untuk dapat
membantu dirinya sendiri dalam memcahkan masalah yang
dihadapinya.
D. bidang bimbingan dan konseling
1. Bimbingan belajar
Bimbingan belajar untuk membantu peserta didik dalam
mengahdapi dan memecahkan masalah belajar,misalnya
pengenalan kurikulum, pemilihan jurusan, cara belajar, dan
perencanaan pendidikan lanjutan.
E. sifat dan fungsi bimbingan dan konseling
a. Pencerahan
b. Penyembuhan
c. Perbaikan
d. Pemeliharaan
e. Pengembangan
2. Fungsi bimbingan
a. Fungsi pemahaman
b. Fungsi penyaluran
c. Fungsi adaptasi
d. Fungsi penyesuaian
F. Asas- asas bimbingan
a. Kerahasiaan
b. Kesukarelaan
c. Keterbukaan
d. Kekinian
e. Kemandirian
f. Kegiatan
g. Kedinamisan
h. Keterpaduan
i. Kenormatifan
j. Keahlian
k. Alih tangan
l. Tutwuri handayani

BAB 3 KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH


A. Jenis- jenis layanan bimbingan dan konseling
berdasarkan fungsi dan prinsip bimbingan dan konselingitu dikembangkan
dalam suatu program bimbingan dan konseling yang dijabarkan dalam empat
kegiatan utama, yaitu layanan dasar bimbingan, layanan responsif, layanan
perencanaan individual.
1. Layanan dasar bimbingan untuk membantu seluruh peserta didik
mengembangkan perilakuefektif dan keterampilan – keterampilan hidupnya
yang mengacu pada tugas – tugas perkembangan peserta didik disekolah
2. Layanan responsif untuk membantu memenuhi kebutuhan yang dirsakan
sangat penting oleh peserta didik saat ini.
Isi layanan responsif yaitu :
a. Bidang pendidikan
b. Bidang belajar
c. Bidang sosial
d. Bidang pribadi
e. Bidang karier
f. Bidang tata tertib
g. Bidang narkotika dan perjudian
h. Bidang oerilaku sosial
i. Bidang kehidupan keluarga
j. Bidang kehidupan keagamaan
3. Layanan perencanaan individual bertujuan membantu seluruh peserta didik
membantu dan mengimplementasikan rencana – rencana pendidikan,karir,
dan sosial pribadinya.
B. ISI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
a. Macam- macam kaidah ajaran agama
b. Pokok- pokok ajaran agama yang dianutnya.
c. Praktik menjalankan ajaran agama.
d. Contoh- contoh menurut ajaran agama
e. Praktik hubungan berdasarkan ajaran agama
f. Fakta perubahan fisik dan psikis remaja.
g. Contoh- contoh sikap penerimaan terhadap perubahan fisik dan
psikis
h. Konsep pola hidup sehat
i. Cara- cara upaya mengembangkan kondisi hidup sehat
j. Cara- cara upaya mengupayakan pengembangan kondisi hidup sehat.

2 .isi layanan bimbingan belajar dalam KTSP


a. Contoh- contoh kegiatan belajar menuut ajaran agama,
praktik kegiatan belajar menurut ajaran agama.
[Link] layanan bimbingan karir berbasis kompetensi.
a. contoh- contoh pengembangan karir menurut ajaran agama,
praktik kegiatan bekerja yang mengarah pengembangan karir
menurut ajaran agama.
C. pengelolaan layanan bimbingan dan konseling
Berikut ini diuraikan aspek- aspek manajemen program layanan
bimbingan dan konseling yaitu :
1. Perencanaan program dan pengaturan waktu pelaksanaan
bimbingan dan konseling.

Anda mungkin juga menyukai