0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan12 halaman

Pertanggungjawaban Endorse Judi di IG

Artikel ini membahas pertanggungjawaban pidana pemilik akun Instagram yang mempromosikan judi dan kosmetik ilegal melalui Instagram. Endorse di Instagram digunakan untuk mempromosikan aktivitas tersebut. UU yang relevan adalah UU ITE untuk judi online dan UU Perlindungan Konsumen untuk kosmetik ilegal. Hasilnya adalah perlu adanya partisipasi masyarakat dengan melaporkan kasus tersebut ke polisi."

Diunggah oleh

khoirul ibnu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan12 halaman

Pertanggungjawaban Endorse Judi di IG

Artikel ini membahas pertanggungjawaban pidana pemilik akun Instagram yang mempromosikan judi dan kosmetik ilegal melalui Instagram. Endorse di Instagram digunakan untuk mempromosikan aktivitas tersebut. UU yang relevan adalah UU ITE untuk judi online dan UU Perlindungan Konsumen untuk kosmetik ilegal. Hasilnya adalah perlu adanya partisipasi masyarakat dengan melaporkan kasus tersebut ke polisi."

Diunggah oleh

khoirul ibnu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEX LIBRUM : JURNAL ILMU HUKUM

[Link]
p-issn : 2407-3849 e-issn : 2621-9867
available online at [Link]
Volume 6 Nomor 2 Juni 2020 Page : 200 - 211
doi : [Link]

PERTANGGUNGJAWABAN PENERIMA ENDORSE JUDI DAN KOSMETIK


ILLEGAL MELALUI INSTAGRAM

Jesslyn
Ilmu Hukum Universitas Surabaya
Jesslynoersteddy@[Link]

Abstrak
Perjudian merupakan kejahatan yang sulit diberantas hingga tuntas dan dapat merusak
mentalitas masyarakat. Perdagangan kosmetik yang tidak memiliki izin edar dapat
merugikan konsumen. Endorse melalui Instagram dijadikan salah satu sarana untuk
mempromosikan judi dan kosmetik illegal. Penelitian ini membahas pertanggungjawaban
pidana pemilik akun Instagram yang mempromosikan (endorse) judi dan kosmetik illegal
melalui Instagram berdasarkan UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi
Elektronik (UU ITE) dan kosmetik ilegal berdasarkan UU No.8 Tahun 2009 tentang
Perlindungan Konsumen. Hasil penelitian adalah perlu adanya partisipasi masyarakat
dengan cara melaporkan kepada pihak Kepolisian dengan menyertakan hasil cetak (print
out) informasi elektronik yang dapat diduga sebagai tindak pidana.

Kata kunci : Endorse, Tindak Pidana Perjudian, Instagram, Undang-Undang ITE.

Abstract
Gambling is a crime that is difficult to eradicate thoroughly and can damage the mentality
of the community. Trafficking of illegal cosmetic which have not been registered with
BPOM can be detrimental to consumers. Endorse through Instagram is used to promote
illegal gambling and cosmetics. This study focuses about criminal liability of The Owners
of Instagram account for promoting the online (endorse)gambling and illegal cosmetics
based on the Law Number 11 Year 2008 Concerning Electronic Information and
Transaction and Law Number 8 Year 1999 concerning Consumer Protection.. This study is
based on the laws and norms and the purpose of this study is to make readers understand
about Electronic Information and Transaction Act. This study concludes that society
participation is by reporting to the Police and showing the printouts of electronic
informations and/or electronic documents that may be suspected of a crime.

Keywords: Endorse, Gambling, Illegal Cosmetic, Instagram, Electronic Information and


Transaction Act.

I. LATAR BELAKANG MASALAH sebagai sarana untuk berbisnis. Namun,


Perkembangan teknologi komuni- perkembangan teknologi komunikasi dan
kasi dan informasi mengubah cara berpikir, informasi juga menjadi salah satu faktor
cara bertindak dan cara bersikap masyara- pendorong terjadinya kejahatan dengan
kat. Perubahan masyarakat ini salah satunya menggunakan internet sebagai sarananya.
adalah berkembangnya kreativitas masya- Hal ini dikarenakan komputer dan internet
rakat, seperti menggunakan internet dalam sebagai ciptaan manusia memiliki karak-
proses belajar dapat menambah wawasan terisktik mudah dieksploitasi oleh siapa saja
pengetahuan, atau menggunakan internet
200
Lex Librum : Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 6 No.2, juni 2020, hal. 200 - 211

yang memiliki keahlian di bidang tersebut.1 pemain judi. Permainan judi yang diatur
Kejahatan dengan menggunakan komputer dalam KUHP adalah permainan yang se-
dan internet ini dikenal dengan istilah cara langsung dimainkan di suatu tempat
tertentu, bukan permainan judi daring yang
Cyber Crime. Cyber crime sendiri meru-
menggunakan elektronik. Pada tahun 2008,
pakan salah satu bentuk atau dimensi baru permainan judi daring diatur dalam Un-
dari kejahatan masa kini yang mendapat dang-Undang Republik Indonesia Nomor
perhatian luas dari seluruh dunia inter- 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Tra-
nasional.2 nsaksi Elektronik (selanjutnya disebut UU
Saat ini telah lahir suatu rezim hu- ITE), dengan berlakunya UU ITE, judi ya-
kum baru yang dikenal dengan hukum siber ng dimainkan secara langsung maupun judi
atau hukum telematika dan Indonesia se- daring dapat dikenakan sanksi pidana.
bagai bagian dari masyarakat informasi du- Di era modern seperti ini media
nia perlu juga untuk membentuk suatu pe- sosial merupakan wadah bagi masyarakat
ngaturan mengenai pengelolaan Informasi untuk berinteraksi dengan orang lain. Salah
dan Transaksi Elektronik di tingkat nasio- satu media sosial yang banyak digunakan
nal. Undang-Undang Republik Indonesia oleh masyarakat adalah Instagram. Insta-
Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan gram adalah aplikasi untuk memotret,
Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun mengedit dan "menyebar" foto tersebut ke
2008 Tentang Informasi dan Transaksi Ele- komunitas pengguna Instagram lainnya.3
ktronik bersamaan dengan Undang-Un- Instagram telah menjadi aplikasi berbagi
dang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun foto paling populer dengan 300 juta peng-
2008 Tentang Informasi dan Transaksi guna aktif tiap bulannya.4
Elektronik merupakan peraturan perun- Berdasarkan ketentuan Pasal 1 ang-
dang-undangan mengenai pengelolaan in- ka 1 UU ITE dapat dipahami bahwa Insta-
formasi dan transaksi elektronik yang ber- gram termasuk dalam informasi elektronik
laku saat ini di Indonesia. yang diatur dalam UU ITE. Oleh karena itu
Teknologi Informasi menjadi sarana segala bentuk penyalahgunaan melalui
efektif perbuatan melawan hukum, salah Instagram dapat dikenakan ketentuan dalam
satu contohnya adalah perjudian melalui UU ITE. Perbuatan mempromosikan per-
dunia maya atau Perjudian Daring. Permai- mainan judi daring melalui Instagram
nan judi semakin banyak diminati oleh dengan cara menyebarkan foto bermuatan
masyarakat karena dapat dimainkan dengan judi yang dilakukan oleh akun Instagram
cara daring, tersedia banyak macam per- yang memiliki banyak pengikut merupakan
mainan judi, akses bermain pun tersedia 24 perbuatan yang dilarang berdasarkan ke-
jam, sehingga tidak memerlukan waktu tentuan Pasal 27 ayat (2) UU ITE.
khusus untuk ikut dalam permainan. Pasal Endorse merupakan salah satu ben-
303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tuk promosi yang sedang marak dilakukan.
(selanjutnya disebut KUHP) diatur menge- Berdasarkan pemaparan di atas, permasa-
nai ancaman hukuman pidana bagi para lahan yang terjadi adalah menerima endorse
guna mempromosikan permainan judi. Na-
mun, permasalahan lain yang timbul adalah
1
Khairul Anam, Hacking vs hukum mempromosikan kosmetik ilegal.
Positif & Hukum Islam, Yogyakarta: Sunan Kalijaga
Press, 2010, hal. 3.
2 3
Barda Nawawi Arief, Tindak Pidana Jubilee Enterprise, Instagram untuk
Mayantara (Perkembangan Kajian Cyber Crime di Fotografi Digital dan Bisnis Kreatif, (Jakarta: Elex
Indonesia), Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006, Media Komputindo, 2012), hal.2.
4
hal.26. Anis Uzzaman, Startup Pedia,
Yogyakarta: Bentang, 2015, hal.67.
201
Pertanggungjawaban Penerima Endorse Judi Dan Kosmetik… Jesslyn

Saat ini kosmetik merupakan suatu 2. Apakah Penerima endorse kosme-


kebutuhan, tidak hanya bagi wanita tetapi tik illegal melalui Instagram dapat
juga bagi pria. Di era globalisasi, insdustri dikenakan pertanggungjawaban pi-
kosmetik berlomba-lomba untuk mempro- dana?
duksi kosmetik dengan berbagai macam
keunikan dan keunggulan. Kosmetik meru- III. HASIL PENELITIAN DAN
pakan salah satu sediaan farmasi yang PEMBAHASAN
diatur dalam Undang-Undang No. 36
Tahun 2009 tentang Kesehatan (selanjut- 1. Mempromosikan Judi
nya disebut UU Kesehatan). Pengawasan Melalui Instagram
sediaan farmasi dilakukan oleh Badan Perkembangan teknologi informasi
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). telah menciptakan dunia baru yang
Peredaran kosmetik di masyarakat dapat dinamakan cyber space juga dikenal de-
berjalan dengan lancar sesuai dengan apa ngan sebutan internet. Cyber space adalah
yang diharapkan, maka diperlukan BPOM ruang maya, terhubungnya komputer-kom-
untuk melakukan tugas pengawasan yang puter dengan saluran penyedia jasa internet
lebih efektif guna mengendalikan peredaran yang dapat diakses kapan saja, 5tidak me-
kosmetik yang mengandung bahan berba- ngenal batas ruang dan waktu. Perkem-
haya. bangan teknologi komunikasi dan informasi
Perkembangan dan kemajuan tek- memang terbukti membawa dampak positif
nologi informasi telah mengubah kehidu- yang dapat didayagunakan untuk kepenti-
pan masyarakat dalam berbagai bidang. ngan manusia, tetapi juga membawa dam-
Penggunaan teknologi informasi harus juga pak negatif terhadap perkembangan dan
diimbangi dengan peraturanpera-turan yang peradaban manusia. Sebuah teori menya-
membatasi penggunaannya sehingga peng- takan, crime is product of society its self,
gunaan teknologi informasi tetap sesuai yang dapat diartikan bahwa masyarakat itu
dengan norma-norma agama dan sosial bu- sendirilah yang menghasilkan kejahatan.
daya yang ada. Instagram merupakan salah Penyalahgunaan yang terjadi dalam
satu sosial media yang memiliki banyak cyber space yang kemudian dikenal dengan
pengguna. Perbuatan mempromosikan judi cyber crime yang juga dikenal dengan
dan kosmetik illegal melalui Instagram sebutan kejahatan mayantara. Cyber crime
sedang marak dilakukan oleh pengguna merupakan salah satu sisi gelap dari kema-
Instagram yang memiliki banyak pengikut, juan teknologi yang mempunyai dampak
padahal permainan judi merupakan suatu negatif sangat luas bagi 6seluruh bidang
tindak pidana dan kosmetik illegal dapat kehidupan modern saat ini. Pada dasarnya
merugikan konsumen. Selain itu, perbuatan cyber crime meliputi semua tindak pidana
mempromosikan judi melalui Instagram yang berkenaan dengan informasi, sistem
membawa dampak memperkenalkan judi informasi (information system) itu sendiri,
kepada pengguna Instagram lain yang be- serta sistem komunikasi yang merupakan
lum mengenal judi. sarana untuk penyampaian/pertukaran in-
formasi itu kepada pihak lainnya (trans-
II. PERMASALAHAN mitter/originator to recipient).7
Penelitian ini dilakukan guna me-
5
nganalisis permasalahan sebagai Sutarman, Cyber Crime Modus
Operandi dan Penanggulangannya, Jogjakarta:
berikut:
LaksBang PressIndo, 2007, hal.4.
1. Apakah Penerima endorse akun judi 6
Barda Nawawi Arief, [Link]., hal.1.
melalui Instagram dapat dikenakan 7
Didik M. Arief Mansur dan Elisatris
pertanggungjawaban pidana? Gultom, Cyber Law Aspek Hukum Teknologi
Informasi, Bandung: Refika Aditama, 2009, hal.10.
202
Lex Librum : Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 6 No.2, juni 2020, hal. 200 - 211

Perkembangan teknologi komuni- tentu.10 Beberapa contoh hukum pidana


kasi dan informasi mendorong kreativitas khusus seperti tindak pidana korupsi, tindak
masyarakat dalam melakukan kejahatan. pidana ekonomi, tindak pidana perbankan,
Salah satu bentuk kejahatan siber adalah tindak pidana siber, dan lain sebagainya.
Illegal Contents. Kejahatan ini dilakukan Hukum tindak pidana siber meru-
dengan memasukkan data atau informasi ke pakan salah satu hukum pidana khusus
internet tentang sesuatu yang tidak benar, yang dibuat khusus untuk mengatur pe-
tidak etis, dan dapat dianggap melanggar manfaatan teknologi informasi, dengan
hukum atau mengganggu ketertiban umum. tujuan untuk memberikan rasa aman, kea-
Contoh yang termasuk kejahatan jenis ini dilan, dan kepastian hukum bagi pengguna
adalah pornografi, pemuatan berita bohong, dan penyelenggara teknologi informasi.
agitasi termasuk juga delik politik dapat Perlu ada ketentuan hukum baru yang
dimasukkan dalam kategori ini bila mengg- mengatur secara khusus mengenai pe-
unakan media uang siber.8 nyelenggaraan teknologi informasi guna
Perkembangan teknologi tidak ha- menanggulangi kejahatan siber, sebab ke-
nya membuka peluang munculnya keja- jahatan siber berbeda dengan kejahatan
hatankejahatan baru yang selama ini di- konvensional.
anggap tidak mungkin terjadi atau tidak Permainan judi dalam masyarakat
terpikirkan akan terjadi, tetapi juga mem- Indonesia dapat dijumpai di berbagai
berikan kemudahan dalam melakukan ke- lapisan masyarakat. Masyarakat lapisan
jahatan-kejahatan yang telah ada atau telah bawah yang sudah menikmati permainan
sering terjadi. Melalui media internet bebe- judi cenderung menganggap permainan ini
rapa jenis tindak pidana semakin mudah un- adalah "jalan pintas" untuk mendapatkan
tuk dilakukan seperti, tindak pidana pen- uang sehingga segan untuk bekerja, sedang-
cemaran nama baik, pornografi, perjudian, kan permainan judi ini tidak jarang mem-
pembobolan rekening, perusakan jaringan buat masyarakat lapisan menengah ke atas
cyber (hacking), penyerangan melalui virus terlilit hutang akibat terlalu banyak berspe-
(virus attack) dan sebagainya.9 kulasi.
Perkembangan teknologi informasi Perjudian adalah pertaruhan dengan
menyebabkan kebutuhan terhadap UU ITE sengaja yaitu mempertaruhkan satu nilai
tidak dapat ditunda. Doktrin hukum pidana atau sesuatu yang dianggap bernilai dengan
membedakan hukum pidana umum dan menyadari adanya risiko dan harapan-
hukum pidana khusus. Hukum pidana harapan tertentu pada peristiwa-peristiwa
umum adalah hukum pidana yang berlaku permainan, pertandingan, perlombaan dan
bagi setiap warga negara Indonesia, kecuali kejadian-kejadian yang tidak/belum pasti
anggota militer atau yang dipersamakan hasilnya.11 Perjudian merupakan suatu tin-
dengan mereka. Hukum pidana umum dak pidana dan dianggap sebagai kejahatan
sering disebut hukum pidana biasa atau di Indonesia. Hal ini ditegaskan dalam Pa-
hukum pidana sipil (commune strafrecht). sal 1 Undang-Undang Republik Indonesia
Sedangkan hukum pidana khusus adalah Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban
hukum pidana yang diberlakukan bagi Perjudian (selanjutnya disebut UU Penerti
orang-orang tertentu atau tindakan ter-

10
Roni Wiyanto, Asas-Asas Hukum
Pidana Indonesia, Jakarta: Mandar Maju, 2016,
8
Abdul Wahib dan Mohammad Labib, hal.51.
11
Kejahatan Mayantara (Cyber Crime), Bandung: Kartini Kartono, Patologi Sosial -
Refika Aditama, 2005, hal.72. JILID 1, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011,
9
Ibid., hal.5. hal.58.
203
Pertanggungjawaban Penerima Endorse Judi Dan Kosmetik… Jesslyn

ban Perjudian) dan Pasal 303 ayat (3) 3. Orang-orang yang ikut serta pada
KUHP. permainan judi
Permainan judi lebih banyak di- Kejahatan perjudian tidak hanya dilakukan
lakukan secara sembunyi-sembunyi di dengan cara memainkan permainan perju-
tempat-tempat tertentu, namun dengan ke- dian, akan tetapi menawarkan atau mem-
canggihan teknologi perjudian dapat lebih berkan kesempatan untuk melakukan per-
mudah untuk dilakukan yaitu, dengan cara mainan judi juga merupakan kejahatan
duduk santai dan bermain di depan kom- perjudian yang dapat dikenakan pertang-
puter yang terhubung dengan jaringan in- gungjawaban pidana.
ternet. Internet membuat setiap orang dapat Kegiatan menawarkan permainan
memainkan judi dengan lebih mudah dan judi dilakukan dengan beberapa cara se-
dapat dimainkan di mana saja. Perjudian perti banner atau popup iklan judi pada
pada awalnya merupakan kejahatan yang website, ditawarkan melalui Short Mess-
konvensional yang semakin mudah dilaku- age Service (SMS). Cara lain yang marak
kan dengan teknologi sehingga tidak cukup juga dilakukan adalah endorse melalui
hanya diatur dalam KUHP. Maka dari itu, selebgram di Instagram. Endorse merupa-
perjudian dengan menggunakan sarana kan suatu perbuatan mendukung seseo-
teknologi informasi merupakan kejahatan rang/sesuatu, dalam hal periklanan meru-
siber. Pasal 303 KUHP mengatur mengenai pakan perbuatan yang dilakukan oleh sese-
perjudian yang dilakukan di tempat-tempat orang yang terkenal atau berpengaruh de-
tertentu, mengenai perjudian daring diatur ngan tujuan untuk mempromosikan suatu
dalam UU ITE. Perjudian daring di produk tertentu sehingga orang lain tertarik
Indonesia tidak hanya dapat dikenakan dan akan membelinya.
ketentuan Pasal 303 KUHP, tetapi juga Endorse sedang marak dilakukan
akan dikenakan ketentuan pidana sebagai- oleh para pengusaha dalam rangka mem-
mana yang diatur dalam Pasal 27 ayat (2) promosikan produk tertentu yang dapat be-
UU ITE. rupa barang atau jasa. Seseorang terkenal
Berbagai bentuk permainan judi yang menerima endorsement akan member-
sudah demikian merebak dalam kehidupan kan pernyataan-pernyataan dukungan terha-
masyarakat. Permainan catur, bola, atau dap suatu produk tertentu seperti halnya
apapun bisa jadi permainan judi jika dalam sebuah iklan, sehingga orang lain
melibatkan pertaruhan di dalamnya. Se- akan tertarik pada produk tersebut. Istilah
bagian masyarakat cenderung terbiasa dan iklan diidentikkan dengan kata promosi
seolah-olah memandang perjudian sebagai yang berarti suatu kegiatan pengenalan dan
sesuatu hal wajar. Sebagian masyarakat penyebarluasan informasi untuk menarik
juga menganggap sebagian perjudian ada- minat beli.12 Iklan dan promosi memilki
lah suatu kesenian bahkan suatu kebudaya- tujuan yang sama, promosi dilakukan untuk
an, sehingga tidak perlu lagi dipermasalah- mengenalkan dan menyebarluaskan infor-
kan. masi suatu produk tertentu guna menarik
Berdasarkan ketentuan Pasal 303 minat beli masyarakat. Berdasarkan pema-
ayat (1) KUHP, pelaku tindak pidana per- paran tersebut, dapat disimpulkan bahwa
judian dapat dikategorikan sebagai berikut: endorse melalui Instagram bertujuan untuk
1. Orang yang menawarkan atau mem- menarik minat para pengguna Instagram
berikan kesempatan untuk melakukan yang melihat.
permainan judi
12
2. Pengusaha perjudian atau orang lain Taufik H. Simatupang, Aspek Hukum
yang membuka perusahaan judi Periklanan Dalam Perspektif Perlindungan
Konsumen, Bandung: Citra Aditya Bakti, 2004,
hal.21
204
Lex Librum : Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 6 No.2, juni 2020, hal. 200 - 211

Permainan judi berkembang ber- yaitu sebanyak 55 juta. Di Indonesia,


iringan dengan perkembangan teknologi, Instagram merupakan media sosial yang
tidak hanya bentuk permainan judi itu paling sering digunakan keempat setelah
sendiri tetapi juga bentuk promosi yang Youtube, Facebook, dan Whatsapp.13
dilakukan oleh para pengusaha judi. Ma- Instagram menjadi salah satu me-dia
raknya kegiatan endorse di Instagram gu-na sosial yang paling banyak digunakan
untuk mempromosikan barang atau jasa dijadikan sarana untuk jual beli daring dan
juga menjadi sasaran oleh pengusaha judi. mempromosikan suatu usaha, dikenal de-
Kegiatan membagikan informasi berisikan ngan sebutan endorse. Pemilik akun Insta-
muatan yang bertentangan dengan hukum gram yang memiliki banyak pengikut (fo-
melalui media massa elektronik merupakan llowers) seringkali menjadi sasaran untuk
suatu kejahatan siber, karena dilakukan mempromosikan barang atau jasa toko
dengan sebuah alat yang terhubung dengan daring.
jaringan internet dan aktivitas tersebut me- Fenomena endorsement tersebut ti-
langgar undang-undang (Illegal Contents). dak hanya menimbulkan permasalahan
Maka dari itu, kegiatan mempromosikan perjudian sebagaimana yang telah di-
judi dengan cara endorse melalui Instagram paparkan di atas. Permasalahan lain yang
merupakan kejahatan siber. timbul adalah produk yang dipromosikan
Ketentuan Pasal 27 ayat (2) UU ITE merupakan kosmetik illegal. Peredaran
mengenai larangan permainan judi melalui kosmetik tersebut tanpa adanya izin dari
sistem elektronik lebih menitikberatkan pihak yang bersangkutan dalam hal ini
pada sisi informasi dan/atau dokumen adalah BPOM. Akibatnya, kandungan yang
elektronik yang memiliki konten atau mua- ada dalam kosmetik mungkin saja adalah
tan perjudian, bukan pada perbuatan mela- bahan yang berbahaya untuk penggunanya.
kukan permainan judi itu sendiri. Oleh kar- Pasal 1 angka 1 Peraturan Kepala
ena itu, segala jenis muatan atau konten Badan Pengawas Obat Dan Makanan Re-
yang ada di internet, baik yang berkaitan publik Indonesia Nomor HK.03.1.23.-
langsung ataupun tidak langsung dengan 12.11.10052 Tahun 2011 Tentang Penga-
perjudian merupakan perbuatan yang dila- wasan Produksi Dan Peredaran Kosmetika
rang dan dapat dimintakan pertanggungja- (selanjutnya disebut Peraturan KBP-OM
waban pidana. 2011) menentukan pengertian mengenai
kosmetik bahwa "Kosmetika adalah bahan
2. Mempromosikan Kosmetik Ilegal atau sediaan yang dimaksudkan untuk
Melalui Instagram digunakan pada bagian luar tubuh manusia
Perkembangan teknologi informasi (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ
semakin mempermudah manusia dalam genital bagianluar) atau gigi dan membran
berkomunikasi, salah satunya dengan hadir- mukosa mulut terutama untuk membersih-
nya media sosial. Berbagai media sosial kan, mewangikan, mengubah penampilan
seperti Facebook, Instagram, dan Twitter dan/atau memperbaiki bau badan atau
semakin memudahkan manusia dalam ber- melindungi atau memelihara tubuh pada
komunikasi, hanya saja kemudahan tersebut kondisi baik."
seringkali disalahgunakan. Instagram meru-
pakan platform media sosial dengan jumlah
pengguna terbanyak ke tujuh di dunia. Total 13
Databoks, Berapa Pengguna Instagram
pengguna Instagram di dunia mencapai dari Indonesia?,
angka 800 juta pada Januari 2018. Indo- <[Link]
/09/berapa-pengguna-Instagram-dari-indonesia>,
nesia berada di urutan ketiga dalam urutan
diakses tanggal 25 Mei 2019.
jumlah terbesar pengguna aktif Instagram
205
Pertanggungjawaban Penerima Endorse Judi Dan Kosmetik… Jesslyn

Kosmetik termasuk sediaan farmasi banyak pengikut. Istilah iklan diidentikkan


sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 1 dengan kata promosi yang berarti suatu
angka 4 UU Kesehatan. Menurut Pasal 106 kegiatan pengenalan dan penyebarluasan
ayat 1 UU Kesehatan, sediaan farmasi ha- informasi untuk menarik minat beli.16
nya dapat diedarkan setelah mendapat izin Kosmetik yang akan dipromosikan dengan
edar. Pasal 1 angka 4 Peraturan KBPOM cara endorse di Instagram juga harus men-
menentukan bahwa "Peredaran adalah pe- dapatkan izin edar.
ngadaan, pengangkutan, pemberian, penye- Pasal 1 angka 2 Peraturan Kepala
rahan, penjualan dan penyediaan di tempat Badan Pengawas Obat Dan Makanan Re-
serta penyimpanan, baik untuk perdagangan publik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016
atau bukan perdagangan." Peredaran kos- Tentang Pedoman Teknis Pengawasan Ik-
metik perlu mendapatkan izin edar. Izin lan Kosmetika (selanjutnya disebut Pera-
edar adalah izin yang diberikan kepada pro- turan KBPOM 2016) "Iklan Kosmetika,
dusen untuk produk dalam negeri atau pe- selanjutnya disebut Iklan, adalah setiap
nyalur untuk produk import berdasarkan keterangan atau pernyataan mengenai
penilaian terhadap mutu, manfaat, keama- Kosmetika dalam bentuk gambar, tulisan,
nan produk Alat Kesahatan atau Perbeka- atau bentuk lain yang dilakukan dengan
lan Kesehatan Tangga yang akan diedar- berbagai cara untuk pemasaran dan/atau
kan.14 perdagangan Kosmetika." Mempromosikan
BPOM adalah lembaga pemerin-tah atau mengiklankan kosmetik dengan cara
di Indonesia yang bertugas melaku-kan endorse melalui Instagram dapat dilakukan
regulasi, standarisasi, dan sertifikasi produk setelah mendapatkan izin edar sesuai
makanan dan obat yang mencangkup ke- dengan ketentuan Pasal 2 ayat (1) Peraturan
seluruhan aspek pembuatan, penjualan, KBPOM 2016.
penggunaan, dan keamanan makanan, obat- Kosmetik yang diedarkan tanpa izin
obatan, kosmetik, dan produk lainnya.15 edar merupakan kosmetik illegal dan meru-
Pasal 2 Peraturan Presiden Nomor 80 pakan perbuatan mengedarkan kosmetik
Tahun 2017 Tentang Badan Pengawas Obat illegal tidak sesuai dengan ketentuan Pasal
Dan Makanan menentukan bahwa Badan 106 ayat (1) UU Kesehatan. Pelaku usaha
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang memproduksi kosmetik tanpa memili-
mempunyai tugas di bidang pengawasan ki izin edar dapat dikenakan sanksi pidana.
obat dan makanan. Oleh karena kosmetik Pasal 197 UU Kesehatan menentukan bah-
termasuk sediaan farmasi, maka kosmetik wa "Setiap orang yang dengan sengaja me-
yang dapat diedarkan adalah kosmetik yang mproduksi atau mengedarkan sediaan far-
telah mendapatkan izin edar, dengan kata masi dan/atau alat kesehatan yang tidak
lain izin edar kosmetik merupakan tugas memiliki izin edar sebagaimana dimaksud
BPOM yang mempunyai tugas memberikan dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan
izin edar tersebut. pidana penjara paling lama 15 (lima belas)
Kosmetik yang sudah mendapat-kan tahun dan denda paling banyak Rp1.500.-
izin edar dapat diedarkan atau diiklankan. 000.000,00 (satu miliar lima ratus juta
Endorse merupakan salah satu media untuk rupiah)."
mempromosikan suatu produk di Instagram Berdasarkan penjelasan di atas, pe-
melalui akun Instagram yang memiliki milik akun Instagram yang menerima
endorse kosmetik palsu tidak dapat di-
14 kenakan pertanggungjawaban pidana ber-
Rezky Nur Amelia, Peranan Balai
Besar Pengawas Obat dan Makanan Dalam dasarkan UU Kesehatan. Pelaku tindak
Pengawasan Kosmetik Tanpa Izin Edar di Kota
Makassar, Universitas Negeri Makassar, 2018, hal.5 16
Taufik H. Simatupang, [Link]., hal 21
15
Ibid., hal.2.
206
Lex Librum : Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 6 No.2, juni 2020, hal. 200 - 211

pidana dapat dikenakan pertanggung- illegal bukan pelaku usaha sebagaimana


jawaban pidana bila memenuhi unsur-unsur yang dimaksud Pasal 62 ayat (1) UU Per-
pertanggungjawaban pidana. Pemilik akun lindungan Konsumen dan bukan termasuk
Instagram yang menerima endorse kosme- setiap orang yang memproduksi kosmetik
tik illegal tidak memenuhi unsur perbuatan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal
melawan hukum sebagaimana yang dimak- 197 UU Kesehatan.
sud dalam Pasal 197 UU Kesehatan yaitu
memproduksi atau mengedarkan. 3. Pertanggungjawaban Pidana
Perbuatan mempromosikan, mena- Hukum pidana adalah keseluruhan
warkan atau mengiklankan kosmetik illegal hukum yang mengadakan dasar-dasar dan
yang dilakukan oleh pemilik akun Insta- aturan-aturan untuk menentukan perbuatan-
gram erat kaitannya dengan perlindungan perbuatan mana yang tidak boleh dilaku-
konsumen. Pasal 1 angka 6 UU Perlindung- kan, yang dilarang, dengan disertai anca-
an Konsumen menentukan bahwa "Promosi man atau sanksi yang berupa pidana ter-
adalah kegiatan pengenalan atau penyebar- tentu bagi barangsiapa melanggar larangan
luasan informasi suatu barang dan/atau jasa tersebut (Tindak pidana/hukum pidana
untuk menarik minat beli konsumen ter- materil), menentukan kapan dan dalam hal-
hadap barang dan/atau jasa yang akan dan hal apa kepada mereka yang telah melang-
sedang diperdagangkan." Tujuan pelaku gar larangan-larangan itu dapat dikenakan
usaha melakukan endorse adalah untuk atau dijatuhi pidana sebagaimana yang telah
mempromosikan suatu barang dan/atau jasa diancamkan (pertanggungjawaban pidana/
guna menarik konsumen. Suatu barang hukum pidana materil) dan menentukan
atau jasa dipromosikan oleh pelaku usaha dengan cara bagaimana pengenaan pidana
melalui Pemilik akun Instagram yang me- itu dapat dilaksanakan apabila ada orang
miliki banyak pengikuti, dengan harapan yang disangka telah melanggar larangan
para pengikut tersebut tertarik terhadap tersebut (hukum acara pidana/hukum
barang atau jasa yang dipromosikan. pidana formil).17
Dalam hal kosmetik yang di endorse Teori hukum pidana mengenal 3
adalah kosmetik illegal, maka perbuatan (tiga) pilar hukum pidana yaitu perbuatan
pelaku usaha yang melakukan endorse me- pidana, pertanggungjawaban pidana dan
rupakan perbuatan yang dilarang oleh Pasal sanksi pidana. Istilah perbuatan pidana ti-
9 UU Perlindungan Konsumen dan dapat dak sekaligus mengandung makna pertang-
dikenakan ertanggungjawaban pidana ber- gungjawaban pidana. Pelaku tindak pidana,
dasarkan ketenuan Pasal 62 ayat (1) UU belum tentu dapat dimintakan pertanggung-
Perlindungan Konsumen. jawaban pidana dan dikenakan sanksi pida-
Berdasarkan pemaparan di atas, na. Pelaku tindak pidana baru dapat dipida-
pelaku usaha yang mempromosikan kos- na apabila perbuatannya memenuhi unsur-
meik illegal dapat dikenakan pertang- unsur yang didakwakan dan memenuhi
gungjawaban pidana berdasarkan Pasal 197 unsur-unsur pertanggungjawaban pidana.
UU Kesehatan dan Pasal 62 ayat (1) UU Adapun unsur-unsur pertanggungjawaban
Perlindungan Konsumen. Namun pemilik pidana sebagai berikut:
akun Instagram yang menerima endorse 1. Adanya perbuatan melawan hu-
kosmetik illegal tidak dapat dikenakan pert- kum (perbuatan pidana);
anggungjawaban berdasarkan Pasal 197 UU 2. Mampu bertanggungjawab;
Kesehatan maupun Pasal 62 ayat (1) UU
Perlindungan Konsumen. Hal ini dikarena-
kan pemilik akun Instagram yang menerima 17
Andi Sofyan dan Nur Azisa, Buku Ajar
endorse guna mempromosikan kosmetik Hukum Pidana, Makassar : Pustaka Pena Press,
2016, hal.13
207
Pertanggungjawaban Penerima Endorse Judi Dan Kosmetik… Jesslyn

3. Memiliki salah satu bentuk kesa- ngetahui itu belum tentu berkehendak.19
lahan, yaitu sengaja (dolus) dan Teori kehendak (Wills Theorie) berarti ses-
alpa (lalai); eorang dikatakan melakukan kesengajaan,
4. Tidak boleh ada alasan pemaaf. memang dia berkehendak melakukan tindak
(Pasal 48 KUHP).18 pi-dana tersebut. Dia pun siap menanggung
Pemilik akun Instagram yang me- segala akibat dari tindak pidana yang
nerima endorse dengan cara membagikan dilakukannya. Misalnya A berkehendak
foto bermuatan judi dengan tujuan mem- membunuh B.20 Pemilik akun Instagram
promosikan maka pemilik akun tersebut yang membagikan beberapa foto bermu-
telah melakukan perbuatan melawan hu- atan judi di Instagram disertai dengan
kum. Dalam hal ini, hukum yang dilanggar caption foto yang berisi berbagai keung-
adalah ketentuan Pasal 27 Ayat (2) UU ITE gulan dari suatu situs judi. Perbuatan ter-
mengenai larangan mendistribusikan dan- sebut dilakukan karena adanya endorse-
/atau Mentransmisikan dan/atau Membuat ment dan tujuannya adalah untuk mem-
dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan- promosikan akun Instagram yang ber-
/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan judi. Pemilik akun yang menerima
muatan perjudian dan Pasal 303 Ayat (1) endorse mendapatkan keuntungan berupa
KUHP juga mengatur bahwa perjudian biaya jasa endorse dari pelaku usaha yang
merupakan suatu tindak pidana. Perjudian hendak mempromosikan barang dan/atau
tidak hanya perbuatan yang diatur dalam jasa. Oleh karena itu, berdasarkan teori
undang-undang tetapi juga perbuatan yang kehendak, foto bermuatan judi disertai
dicela oleh masyarakat, maka dari itu per- dengan caption foto dan adanya keuntungan
buatan menerima endorse untuk mempro- yang didapatkan dari kegiatan endorsement
mosikan judi melalui Instagram termasuk membuktikan bahwa perbuatan menerima
perbuatan melawan hukum. endorse dan membagikan foto bermuatan
Pemilik akun Instagram yang me- judi di Instagram merupakan suatu kehen-
nerima endorse dapat dikenakan per-tang- dak dan telah diketahui akibat perbuatan-
gungjawaban pidana bila mampu ber-tang- nya.
gungjawab. Menurut KUHP, pelaku tindak Pemilik akun Instagram yang me-
pidana yang tidak mampu bertanggung- nerima endorse dapat dikenakan pertang-
jawab adalah pelaku yang jiwanya cacat gungjawaban bila tidak ada alasan yang
dalam pertumbuhan atau terganggu karena dapat meniadakan pertanggungjawaban
penyakit (Pasal 44 KUHP) dan orang yang pidana yaitu alasan pemaaf sebagaimana
belum dewasa (Pasal 45 KUHP). yang diatur dalam Pasal 48 KUHP. Alasan
Pemilik akun Instagram yang me- pemaaf adalah alasan yang menghapuskan
nerima endorse dapat dikenakan pertang- kesalahan terdakwa. Perbuatan yang dila-
gungjawaban pidana bila memiliki salah kukan oleh terdakwa tetap bersifat melawan
satu bentuk kesalahan, yaitu sengaja (dolus) hukum jadi tetap merupakan perbuatan
dan alpa (lalai). Terdapat 2 (dua) teori ten- pidana, tetapi dia tidak dipidana, karena
tang kesengajaan yaitu: Teori Kehendak tidak ada kesalahan.21 Alasan pemaaf
(Wills Theorie) dan Teori Pengetahuan (Vo- dikenal juga dengan sebutan alasan yang
orstelling Theorie). Namun, teori yang menghapuskan kesalahan. Pemilik akun
memuaskan adalah teori kehendak, artinya
19
orang berkehendak pasti mengetahui apa Didik Endro Purwoleksono, Hukum
yang diperbuatnya, sedangkan orang me- Pidana, Surabaya: Airlangga University Press, 2014,
hal.70.
20
Ibid., hal.69
18 21
J.E. Sahetapy, et al. Hand Out Hukum Moeljatno, Asas-Asas Hukum Pidana,
jPidana. Surabaya: Laboratorium Hukum Pidana, Jakarta : Rineka Cipta, 2015, hal.148
Fakultas Hukum Universitas Surabaya, 2015, hal.66
208
Lex Librum : Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 6 No.2, juni 2020, hal. 200 - 211

yang menerima endorse semata-mata untuk dari satu orang disebut dengan Penyertaan
mendapatkan keuntungan berupa uang atau deelneming.
sebagai biaya jasa endorse, sehingga tidak Penyertaan atau deelneming ada-lah
ada alasan yang menghapuskan kesalahan- pengertian yang meliputi semua bentuk
nya dan pelaku dapat dimintakan pertang- turut serta/terlibatnya orang atau orang-
gungjawaban. orang baik secara psikis maupun fisik
Pemilik akun Instagram yang me- dengan melakukan masing-masing perbua-
nerima endorse judi dapat memenuhi ke- tan sehingga melahirkan suatu tindak pi-
empat unsur pertanggungjawaban pidana, dana.22 Deelneming merupakan persoalan
sehingga dapat dipidana. Namun pemilik penting dalam hukum pidana terutama
akun Instagram yang menerima endorse berkaitan dengan berat ringannya tanggung
kosmetik illegal tidak memenuhi keempat jawab pidana masing-masing orang terha-
unsur tersebut. Dalam hal menerima en- dap tindak pidana.23
dorse kosmetik illegal, hukum yang telah Penyertaan barulah ada jika bukan
dianggar Pasal 197 UU Kesehatan karena satu orang saja yang tersangkut dalam
telah memproduksi dan mengedarkan terjadinya penyertaan delik atau perbuatan
kosmetik tanpa izin dan/atau Pasal 62 ayat kriminal, tetapi terdapat beberapa orang
(1) UU Perlindungan Konsumen bila karena yang mempunyai saham.24 Kedudukan
telah menawarkan, mempromosi-kan, me- masing-masing pelaku tindak pidana tidak
ngiklankan suatu barang dan/atau jasa se- selalu sama, maka untuk menentukan
cara tidak benar. Ketentuan tersebut lebih kedudukan tersebut pelaku-pelaku tindak
ditujukan kepada pelaku usaha yang mem- pidana yang terlibat haruslah memenuhi
produksi dan mengedarkan serta mempro- syarat-syarat seperti dalam Pasal 55 dan
mosikan kosmetik tanpa izin edar. Maka Pasal 56 KUHP. Berdasarkan ketentuan
dari itu, pemilik akun Instagram yang me- Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, maka ter-
nerima endorse tidak dapat dikenakan ke- dapat 5 (lima) golongan pelaku tindak pida-
dua ketentuan tersebut. na sebagai berikut:
Pemilik akun Instagram yang me- 1. Mereka yang melakukan tindak
nerima endorse kosmetik illegal belum pidana (Pleger atau Dader)
tentu dapat memenuhi unsur salah satu 2. Mereka yang menyuruh melaku-
bentuk kesalahan, karena belum tentu kan (Doenpleger)
dengan suatu kehendak mempromosikan 3. Mereka yang turut serta mela-
kosmetik illegal. Pemilik akun Instagram kukan (Medepleger)
bisa saja tidak mengetahui bahwa kosmetik 4. Mereka yang memberi/menjanji-
yang dipromosikan ternyata kosmetik kan/menganjurkan orang lain agar
illegal. Oleh karena itu, dalam hal en-dorse melakukan (Uitlokker)
kosmetik illegal, pemilik akun Instagram 5. Mereka yang membantu melaku-
tidak dapat dikenakan ketentuan Pasal 197 kan (medeplichters)
UU Kesehatan ataupun Pasal 62 ayat (1) Perbuatan menerima endorse judi
UU Perlindungan Konsumen. merupakan tindak pidana perjudian yang
Suatu rumusan pasal tindak pida-na dilakukan lebih dari satu orang. Pemilik
dimaksudkan untuk satu subjek hukum
yaitu satu orang bukan beberapa orang, 22
Adam Chazawi, Pelajaran Hukum
tetapi fakta yang terjadi tindak pidana dapat Pidana Bagian I, Raja Grafindo Persada, 2002,
dilakukan secara bersama-sama oleh dua hal.73
23
Roni Wiyanto, [Link]., hal.51
orang atau lebih. Dalam hukum pidana, 24
Andi Hamzah, Hukum Pidana
tindak pidana yang dilakukan oleh lebih Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2017, hal.363

209
Pertanggungjawaban Penerima Endorse Judi Dan Kosmetik… Jesslyn

akun Instagram perjudian yang menawar- PENUTUP


kan endorse merupakan pelaku dalam
mewujudkan delik yang diatur dalam Pa-sal 4.1. Simpulan
27 Ayat (2) UU ITE dan Pemilik akun Berdasarkan kajian teoritis dan
Instagram yang menerima endorse dapat uraian pembahasan di atas, maka dapat
dikategorikan sebagai pelaku yang turut disimpulkan bahwa Pemilik akun Insta-
serta melakukan tindak pidana. Pemilik gram yang mempromosikan judi dalam hal
akun Instagram perjudian merupakan menerima endorse dapat dikenakan perta-
pelaku tindak pidana, karena akun tersebut nggungjawaban pidana berdasarkan keten-
jelas merupakan akun perjudian dan muatan tuan Pasal 27 ayat (2) UU ITE jo Pasal 55
perjudian merupakan salah satu unsur KUHP.
dalam ketentuan Pasal 27 Ayat (2) UU ITE. Pemilik akun Instagram yang me-
Pemilik akun Instagram yang menerima nerima endorse kosmetik illegal dapat
endorse mempromosikan akun Instagram dikenakan pertanggungjawaban Pasal 62
perjudian dikategorikan sebagai mereka ayat (1) jo Pasal 9 ayat (1) UU Perlin-
yang turut serta melakukan tindak pidana. dungan Konsumen jo Pasal 56 KUHP bila
Pemilik akun Instagram yang menerima ada konsumen yang merasa dirugikan aki-
endorse secara sadar bekerja sama dengan bat promosi yang dilakukan oleh Pemilik
Pemilik akun perju-dian dalam mewujud- akun.
kan suatu tindak pidana. Kerja sama ter- Pertanggungjawaban pidana tidak
sebut ditunjukkan dengan adanya endorse- dapat serta merta dimintakan kepada pe-
ment. Pemilik akun Instagram yang meneri- laku tindak pidana karena ada unsur-unsur
ma endorse dapat dikenakan pertanggung- pertanggungjawaban pidana yang harus
jawaban pidana karena telah turut serta semuanya terpenuhi, salah satunya unsur
melakukan tindak pidana yang diatur dalam kesalahan. Bila penerima endorse kosmetik
Pasal 27 Ayat (2) UU ITE. illegal sebelumnya tidak mengetahui bahwa
Perbuatan menerima endorse kos- produk yang dipromosikan illegal maka ti-
metik illegal juga merupakan tindak pidana dak ada unsur kesalahan kesalahan, sehing-
yang dilakukan oleh lebih dari satu orang ga tidak dapat dipidana.
pelaku tindak pidana. Pelaku usaha yang
memproduksi kosmetik dan mengedarkan 4.2. Saran
tanpa izin merupkan pelaku dalam me- Aparat penegak hukum, khususnya
wujudkan delik Pasal 197 UU Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia,
dan Pasal 62 ayat (1) UU Perlindungan harus mengikuti perkembangan yang
Konsumen. Pemilik akun Instagram yang terjadi dalam bidang teknologi informasi
menerima endorse dapat dikategorikan agar dapat lebih mudah menjangkau
sebagai pelaku yang membantu melakukan kejahatan-kejahatan siber yang banyak
tindak piana Pasal 62 ayat (1) UU terjadi. Partisipasi masyarakat dapat
Perlindungan Konsumen. Ketentuan Pasal dilakukan dengan cara melaporkan kepa-
197 UU Kesehatan tidak dapat dikenakan da pihak Kepolisian bila mengetahui
kepada penerima endorse karena penerima telah dilakukannya suatu perbuatan yang
endorse tidak memenuhi unsur perbuatan dapat diduga sebagai tindak pidana,
memproduksi atau mengedarkan. Penerima disertai dengan hasil cetak (print out)
endorse kosmetik illegal dapat dikenakan informasi dan/atau dokumen elektronik
pertanggungjawaban pidana sebagai pelaku sebagai barang bukti.
yang membantu melakukan tindak pidana Para pengguna Instagram yang
Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 9 ayat (1) UU menerima endorse lebih hati-hati sebe-
Perlindungan Konsumen. lum menerima produk yang akan di-
210
Lex Librum : Jurnal Ilmu Hukum, Vol. 6 No.2, juni 2020, hal. 200 - 211

promosikan, terlebih dulu harus dipas- nomor izin edar atau cek langsung
tikam bahwa produk sudah memiliki melalui BPOM.

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Adam Chazawi, Pelajaran Hukum Pidana Bagian I, Raja Grafindo Persada, 2002.
Anam, Khairul. Hacking vs hukum Positif & Hukum Islam,. Yogyakarta: Sunan Kalijaga
Press, 2010.
Arief, Barda Nawawi. Tindak Pidana Mayantara (Perkembangan Kajian Cyber Crime di
Indonesia). Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.
Enterprise, Jubilee. Instagram untuk Fotografi Digital dan Bisnis Kreatif. Jakarta: Elex
Media Komputindo, 2012.
Gultom, Didik M. Arief Mansur dan Elisatris. Cyber Law Aspek Hukum Teknologi
Informasi. Bandung: Refika Aditama, 2009.
Hamzah, Andi. Hukum Pidana Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2017.
J.E. Sahetapy, et al. Hand Out Hukum Pidana. Surabaya: Laboratorium Hukum Pidana,
Fakultas Hukum Universitas Surabaya, 2015.
Kartono, Kartini. Patologi Sosial - JILID 1. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2011.
Labib, Abdul Wahib dan Mohammad. Kejahatan Mayantara (Cyber Crime). Bandung:
Refika Aditama, 2005.
Moeljatno. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta,: Rineka Cipta, 2015.
Purwoleksono, Didik Endro. Hukum Pidana. Surabaya: Airlangga University Press, 2014.
Simatupang, Taufik H. Aspek Hukum Periklanan Dalam Perspektif Perlindungan
Konsumen. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2004.
Sofyan, Andi dan Nur Azisa. Buku Ajar Hukum Pidana. Makassar : Pustaka Pena Press.
2016.
Sutarman. Cyber Crime Modus Operandi dan Penanggulangannya. Jogjakarta: LaksBang
PressIndo, 2007.
Uzzaman, Anis. Startup Pedia. Yogyakarta: Bentang, 2015.
Wiyanto, Roni. Asas-Asas Hukum Pidana Indonesia. Jakarta: Mandar Maju, 2016.

Jurnal
Rezky Nur Amelia, Peranan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Dalam
Pengawasan Kosmetik Tanpa Izin Edar di Kota Makassar, Universitas Negeri
Makassar, 2018.

Internet
Berapa Pengguna Instagram dari Indonesia? (2018, February 9). Dipetik May 25, 2018,
dari Detail Datapublish - Databoks:
[Link]
dari-indonesia

211

Anda mungkin juga menyukai