Workshop IT untuk Peningkatan Guru SD
Workshop IT untuk Peningkatan Guru SD
Kota : Makassar
A. Latar Belakang
Sekolah yang ideal adalah sekolah yang memiliki visi, misi, dan
standar tinggi dan bermutu. Sekolah merupakan wadah peningkatan mutu
pendidikan, karean sekolah lebih memahami persoalan yang dihadapi guna
meningkatkan mutu pendidikan. Sekolah berfungsi sebagai suatu unit yang
senangtiasa mengembangkan sentra –sentra pendidikan antara lain :
kurikulum, silabus, strategi dan metode pembelajaran, dan system penilaian
pembelajaran
Dengan demikian penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS)
merupakan usaha untuk memperdayakan stakeholder yang ada di sekolah
dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu langkah yang nyata
dalam peningkatan mutu pendidikan adalah pemberdayaan sekolah agar
mmpu berperan sebagai subyek penyelengaraan pendidikan dengan
menyajikan pendidikan yang bermutu. Sekolah diberi kewenangan dan peran
yang luas untuk merancang dan melaksanakan pendidikan sesuai dengan
potensi dan kondisinya masing-masing dengan tetap mengacu pada standar
minimal yang ditetapkan pemerintah melalui standar nasional pendidikan
(SNP).
Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal yang menjadi
acuan sistem pendidikan di seluruh wilayah kesatuan republik Indonesia yang
berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan
pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu
yang bertujuan mejamin mutu pendidikan nasional dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat. Pemerintah menetapkan standar nasional
pendidikan yang tertuang dalam peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005
tentang standar nasional pendidikan. Standar nasional pendidikan meliputi :
1) standar isi, 2)standar kompetensi lulusan, 3) standar proses, 4) standar
pendidik dan tenaga kependidikan, 5) standar sarana dan prasarana, 6) standar
pengelolaan, 7) standar pembiayaan, dan 8) standar penilaian pendidikan.
Untuk mecapai mutu peendidikan yang diharapkan, sekolah harus
menyusun dan melaksanakan program pemenuhan SNP yang realistis dan
sesuai kondisi nyata (berdasarkan hasil analisis evaluasi diri sekolah) dengan
memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia baik didalam maupun di
luar sekolah, melalui berbagai strategi antara alain :
1. Memenuhan standar isi dapat dilaksanakan melalui pengembangan dan
pemberlakuaan Kurukulum 2013sesaui dengan mekanisme dan prosedur
yang berlaku; mensisialisasikan kurikulum 2013 baik internal maupun
eksternal; mengevaluasi dan memfaliadasi dokumen kurikulum 2013
secara priodik.
2. Pemenuhan standar kompetensi lulusan dapat dilaksanakan melalui
pemetaan SKL satuan pendidikan, SKL kelompok mapel
(keterkaiatannya dengan SK dan KD dalam SI); memamnfaatkan hasil
UN dan US dalam penyususnan program perbaikan pembelajaran untuk
meningkatkan mutu lulusan.
3. Pemenuhan standar proses dapat dilakukan melalui peningkatan mutu
dan kelengkapan prangkat pembelajaran (silabus, rpp, dan bahan ajar);
optimalisasi sarana prasarana dan lingkungan yang tersedia baik di dalam
maupun di luar skolah dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran;
optimalisasi pengawasan proses pembelajaran; dan tindak lanjut
perbaikan pelaksanaan pembelajaran secara proidik.
4. Pemenuhan standar penilaian melalui peningkatan mutu dan kelengkapan
prangkat pembelajaran; melaksanakan dan mengelola hasil penilaian
peserta didik sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku;
penyampaian hasil penilaian peserta didik pada orang tua dan pihak yang
berkepentingan.
5. Pemenuahan standar pendidikan dan tenaga kependidikan dapat
dilaksanakan melalui pemebrdayaan tenaga pendidikan dan tenaga
kependidikan yang ada, penignkatan kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikan, pemanfaat sumber daya manusia yang ada di luar sekolah
(kerja sama dengan isntansi lain), serta pengususlan mutasi antar sekolah
dan atau pengangkatan guru yang di butukan kepada dinas pendidikan
kabupaten/kota/provinsi.
6. Pemenuhan standar sarana dan prasarana dapat dilaksanakan melalui
optimalisasi penggunaan, pemeliaharaan dan perawatan sarana yang ada,
penghapusan atau hibah ke sekolah yang memerlukan dan atau
penambahan sarana prasarana baru.
7. Pemenuhan standar pengelolaan dapat dilaksanakan melalui optimalisasi
seluruh sumber daya yang ada di sekolah untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan sesuai kewenangan sekolah; menerapakan prinsip
manajemen berbasis sekolah dalam keseluruhan proses pengelolaan
sekolah; penyusunan, pelaksanaan dan evaluasi program kerja;
melaksanakan validasi/perbaikan program kerja secara priodik;
meningkatkan peran serta para Pembina mulai dari tingkat
kabupaten/kota/provinsi, pusat dan atau msyarakat dalam menignkatkan
mutu dalam penyelenggaraan pendidikan.
8. Pemenuhan standar pembiayaan disetiap satuan pendidikan dapat di
laksanakan melalui optimaliasasi seluruh dana yang diterima di sekolah
baik melalui dana APBD, APBN, maupun dana dari masyarakat;
pengelolaan pembiayaan secara efektif, efisien, transparan, dan
akuntabel.
Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia tidak dapat dilepaskan
dari pengaruh perkembangan globalisasi, di mana ilmu dan tekhnologi
berkembang pesat. Pemanfaatan Teknologi dalam dunia pendidikan memiliki
tujuan yaitu membantu masalah-masalah yang terjadi terutama saat proses
mengajar untuk mencapai target-target tententu yang diingin kan oleh guru,
hal ini sesuai dengan maksud dari “...teknologi pembelajaran yaitu
sistem yang diciptakan oleh manusia untuk sesuatu tujuan tertentu, yang pada
intinya adalah mempermudah manusia dalam memperingan usahanya,
hasilnya,...” (Miarso, 2007:194).Dalam era perkembangan teknologi guru
dituntut mampu untuk mengoperasikan komputer/laptop, jadi alangkah lebih
baik jika guru mampu membuat media-media pengajaran berbasiskan
komputer/laptop, minimal guru mampu mengakses informasi tentang
perkembangan mata pelajaran yang diajarkannya melalui internet. Dalam
metodologi pengajaran ada dua aspek yang paling menojol yakni metode
mengajar dan media pengajaran sebagai alat bantu mengajar.
Kedudukan media pengajaran sebagai alat bantu mengajar ada pada
komponen metodologi, sebagai salah satu lingkup belajar yang diatur oleh
guru. Idealnya seorang guru mampu memanfaatkan kondisi kemajuan (sarana
dan prasarana) yang disediakan oleh sekolah dengan membuat media
pembelajaran yang baik karena media pengajaran dapat meningkatkan minat
siswa terhadap proses belajar dalam kelas yang diharapkan dapat
meningkatkan hasil belajar yang diinginkan bersama baik guru maupun
siswa.
Oleh sebab itu, sekolah harus memberikan bimbingan/pealtihan
kepada guru dengan mengadakan workshop penggunaan media pembelajaran
berbasis IT. Hasil yang di capai adalah sebagian besar tenaga pendidik (guru)
sudah mampu menggunakan media pembelajaran berbasis IT dengan baik.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis
mengangkat tema tulisan dengan judul “Laporan Peningkatan Kemampuan
Guru Dalam Menggunakan Media Pembelajaran Berbasih IT Melalui
Workshop di SD Negeri Pajjaiang Kota Makassar”.
B. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah meningkatnya
kemampuan guru SD Negeri Pajjaiang dalam menggunakan media
pembelajaran IT terutama untuk mengoprasikan computer dan laptop.
F. Hasil Kegiatan
Setelah melaksanakan kegiatan penggunaan media pembelajaran
berbasis IT, adapun hasil yang diperoleh dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Ada 15 (86%) guru dari 17 yang sudah mampu menggunakann media
pembelajaran berbasis IT
2. Ada 2 (14%) guru yang belum mampu menggunakan media
pembelajaran berbasis IT
G. Pembahasan
Permasalahan mendasar di sekolah ini adalah capaian 8 standar
pendidikan lebih rendah dari capaian 8 standar kabupaten/kota, provinsi,
bahkan nasional. Oleh sebab itu semua stakeholder berupaya dengan segala
kemampuan yang dimiliki untuk meningkatkan hasil capaian 8 SNP itu, salah
satu standar yang sangat fundamental bagi guru yaitu standar proses termasuk
di dalam penggunaan media pembelajaran berbasis IT
Sekolah ini telah mengimplementasikan penggunaan media
pembelajaran berbasis IT ini sdah berjalan 5 tahun, itu berarti sdah bnyak
guru yang dianggap mampu menggunakan laptop/komputer sebagai media
pembelajaran. Namun, pada kenyataannya masih ada bebrapa guru yang
belum mampu atau bahkan tidak bisa mengoprasiakan laptop atau komputer.
Untuk mengatasi masalah ini perlu diadakan suatu kegiatan untuk
meningkatkan kemampuan guru untuk mengunakan media pembelajaran
berbasis IT melalui workshop.
Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan penggunaan media
pembelaran berbasis IT melalui workshop , setelah diadakan monitoring dan
evaluasi, sebagian besar guru sudah mampu menggunakan media
pembelajaran berbasis IT dengan baik. Yaitu 15 (86%) dari 17 guru sudah
mampu menggunakan media pembelajaran berbasis IT dengan baik ,
sedangkan hanya 2 (14%) dari mereka yang belum mampu menggunakan
media pembelajaran berbasis IT dengan baik. Oleh sebab itu ke 2 guru ini
perlu diadakan pendampingan khusus dalam penggunaan media pembelajaran
berbasis IT.
H. Penutup
a. Simpulan
Berdasarkan analisis kegiatan workshop setalah monitoring dan evaluasi,
hasil capainnya adalah : 1) 15 (86%) dari 17 guru telah mampu
menggunakan media pembelajaran berbasis IT dengan baik, 2) 2 (14%)
dari 17 guru yang belum mampu menggunakan media pembelajaran
berbasis IT dengan baik .
b. Saran
Disarankan agar kepala sekolah mengadakan kegiatan/pelatihan yang
berkaitan dengan pengembanagan diri untuk memotivasi dan mendorong
guru untuk berbuat terbaik bagi kepentingan sekolah.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semua sekolah harus mempunyai tujuan yang seharusnya dicapai
dengan melaksanakan rencana yang telah disusun berdasarkan evaluasi diri
sekolah dan sesuai dengan visi dan misi sekolah. Tujuan sekolah dijabarkan
sesuai dengan visi dan misi sekolah sehingga cara pencapaiannya harus
didasarkan atas visi dan misi tersebut. Cara pencapaian tujuan dilakukan
melalui berbagai perencanaan dan program kegiatan yang dituangkan dalam
Rencana Kerja Sekolah (RKS). Perencanaan dilakukan tidak hanya untuk
mengatasi masalah yang sedang dihadapi, tetapi juga untuk meningkatkan
mutu sekolah. Rencana Kerja Sekolah yang telah dikembangkan oleh tim
sekolah seharusnya dapat dibaca oleh semua stakeholder sekolah untuk
mengantisipasi perubahan dan usulan yang mungkin sesuai untuk
memperkaya program yang telah disusun.
Program sekolah seharusnya sesuai dengan visi dan misinya agar
sekolah dapat berkembang optimal. Perencanaan program dan kegiatan dalam
RKS seharusnya dapat terukur dan realistis sehingga program dapat
dilaksanakan. Perencanaan sebaiknya tidak dibuat terlalu muluk dan harus
berdasarkan pada kondisi [Link] sebab itu, tim sekolah perlu
menganalisis data EDS untuk mengidentifikasi permasalahan sekolah dan
menentukan penyebab masalah, serta mencarikan alternatif pemecahannya.
EDS perlu dikaitkan dengan proses perencanaan sekolah dan dipandang
sebagai bagian yang penting dalam kinerja siklus pengembangan sekolah.
Sebagai kerangka kerja untuk perubahan dan perbaikan, proses ini secara
mendasar menjawab 3 (tiga) pertanyaan kunci yaitu seberapa baikkah kinerja
sekolah terkait dengan kriteria untuk perencanaan pengembangan sekolah dan
indikator yang relevan dari standar pelayanan minimal (SPM) dan SNP,
bagaimana sekolah dapat mengetahui kinerjanya terkait dengan bukti yang
dimiliki sekolah untuk menunjukkan pencapaiannya, dan bagaimana sekolah
dapat meningkatkan kinerjanya terkait dengan pelaporan dan tindak lanjut
mengenai apa yang telah ditemukan pada perencanaan pengembangan
sekolah.
RKS ini disusun berdasarkan data hasil Evaluasi Diri Sekolah Tahun
2013 yang dilakukan pada seluruh sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK
melalui program pemetaan mutu pendidikan. Data Evalusi Diri Sekolah
dijaring melalui angket yang disebar kepada responden yang terdiri dari
kepala sekolah, guru dan siswa. Angket disusun berdasarkan komponen-
komponen pada Standar Nasional Pendidikan namun pada profil ini hanya
enam standar yang menjadi bahan analisis yaitu Standar Kompetensi Lulusan,
Isi, Proses, Penilaian, Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta Standar
Pengelolaan.
Hasil analisis EDS mendeskripsikan tingkat ketercapaian sekolah
dalam pemenuhan SNP, skor yang digunakan menggunakan interval 0 - 10
dengan pembagian pencapaian SNP sebagai berikut:
Tabel 1. Kriteria Capaian SNP
KELOMPOK Y X
MENUJU SNP 1 Y < 65% ∑n.X/n < 65%
MENUJU SNP 2 Y > 65% ∑n.X/n < 65%
MENUJU SNP 3 Y < 65% ∑n.X/n > 65%
SNP Y > 65% ∑n.X/n > 65%
DI ATAS SNP Y > 90% ∑n.X/n > 90%
Keterangan :
BOB
STANDAR OT
Y SKL
X
1 ISI 20%
X
2 PROSES 30%
X
3 PENILAIAN 15%
X PTK 25%
4
X PENGELOL
5 AAN 10%
B. Tujuan
Tujuan dari penyusunan Profil Mutu dan Rencana Kerja Sekolah yaitu:
1. Menjamin agar tujuan sekolah dan sasaran yang ingin dicapai dapat
terwujud;
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah;
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergitas baik intra
pelaku sekolah, antar sekolah maupun dinas pendidikan provinsi/
kabupaten/ kota;
4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan,
pelaporan, dan pengawasan;
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat;
6. Menjamin penggunaan sumber daya sekolah yang ekonomis, efisien,
efektif,berkeadilan ,berkelanjutan , serta memperhatikan kesetaran
jender.
C. Sasaran
Sasaran penyusunan Profil Mutu dan Rencana Kerja Sekolah sebagai berikut :
1. Terwujudnya rencana kerja tahunan dan rencana kerja menengah,
2. Terealisasinya semua aktifitas program kerja tahunan dan jangka
menengah di SD Negeri Pajjaiang.
3. Lebih efektif, efesien dalam hal perencanaan, penggunaan serta
pengawasan dana sekolah yang dikelola baik yang bersumber dari
APBN, maupun pemerintah provinsi/ kabupaten/ kota.
D. Dasar Hukum
Dasar hukum penyusunan Profil Mutu dan Rencana Kerja Sekolah antara
lain:
1. UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional,
2. Permendiknas Nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,
3. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013
Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar Dan Menengah,
4. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013
Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar Dan Menengah,
5. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 66 Tahun 2013 Tentang Standar Penilaian Pendidikan,
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 13/2007 Tentang Standar
Kepala Sekolah/Madrasah,
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16/2007 Tentang Standar
Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru,
8. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Dan
Menengah.
BAB II
SKL
10
Pengelolaan Isi
5
SD NEGERI PAJJAIANG
Kota Makasar
0
Provinsi Sulawesi Selatan
Nasional
PTK Proses
Penilaian
Standar Kompetensi Lulusan (Y) masih di bawah 6,5 dan jumlah standar lainnya
juga di bawah 6,5. Dengan demikian, berdasarkan bobot untuk masing-masing
standar sebagaimana ditetapkan sebelumnya, SD Negeri Pajjaiang memiliki status
“Menuju SNP 1”.
Berikut ini juga disajikan tingkat pencapaian dari masing-masing indikator untuk
setiap Standar Nasional Pendidikan:
1. Standar Kompetensi Lulusan
Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas lima indikator sebagai berikut :
a. Prestasi siswa/lulusan
b. Lulusan menunjukkan karakter (jujur, disiplin, bertanggungjawab, dan
menghargai orang lain)
c. Lulusan mampu berpikir logis dan sistematis
d. Lulusan mampu berkomunikasi efektif dan santun
e. Lulusan memiliki kemampuan mengamati dan bertanya untuk berpikir
dan bertindak produktif serta kreatif.
Lulusan memiliki kemampuan mengamati dan bertanya untuk berpikir dan bertindak produktif serta kreatif 7.50
Lulusan menunjukkan karakter (jujur, disiplin, bertanggungjawab, dan menghargai orang lain) 5.31
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
2. Standar Isi
Standar Isi terdiri atas empat indikator sebagai berikut :
a. Kurikulum sesuai dengan kurikulum nasional
b. Kurikulum disusun secara logis dan sistematis
c. Kurikulum relevan dengan lingkungan dan kebutuhan
d. Revisi kurikulum dilakukan secara berkala
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
PBM mengembangkan karakter jujur, disiplin, bertanggungjawab, dan menghargai orang lain 7.59
PBM dilakukan secara efisien dan efektif untuk penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku 4.50
RPP yang dikembangkan sesuai dengan SKL dan standar isi serta memenuhi aspek kualitas 9.22
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tingkat pencapaian SD Negeri Pajjaiang untuk masing-masing indikator pada
Standar Proses ditunjukkan pada gambar berikut:
4. Standar Penilaian
Standar Penilaian terdiri atas lima indikator sebagai berikut :
a. Guru menggunakan prinsip-prinsip penilaian;
b. Guru melakukan perancangan penilaian;
c. Guru menyusun instrumen sesuai dengan kaidah yang baku;
d. Sekolah menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal;
e. Sekolah memiliki dokumen prosedur dan kriteria penilaian.
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Gambar 6. Diagram Pencapaian Indikator Standar Pendidik dan
Tenaga Kependidikan
Gambar 6 menunjukkan bahwa belum ada indikator pada Standar Pendidik
dan Tenaga Kependidikan yang mencapai Standar Nasional Pendidikan
sehingga keseluruhan indikator perlu mendapatkan perhatian yang lebih
intensif dari pihak sekolah.
6. Standar Pengelolaan
Standar Pengelolaan terdiri atas tujuh indikator sebagai berikut :
a. Visi, misi, dan tujuan sekolah sesuai dengan EDS;
b. Visi, misi, dan tujuan sekolah dipahami oleh semua warga sekolah;
c. Rencana kerja sekolah sesuai EDS;
d. Rencana kerja sekolah berorientasi mutu;
e. Perencanaan sekolah terkait peningkatan mutu Proses Belajar Mengajar;
f. Pimpinan melakukan supervisi dan evaluasi sesuai standar.
Tingkat pencapaian SD Negeri Pajjaiang untuk masing-masing indikator pada
Standar Pengelolaan ditunjukkan pada gambar berikut:
Visi, misi, dan tujuan sekolah dipahami oleh semua warga sekolah 6.77
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Gambar 7. Diagram Pencapaian Indikator Standar Pengelolaan
Gambar 7 menunjukkan bahwa ada indikator pada Standar Penilaian yang
memenuhi standar nasional yaitu indikator Visi, misi, dan tujuan sekolah
sesuai dengan EDS, indikator Visi, misi, dan tujuan sekolah dipahami oleh
semua warga sekolah, indikator Rencana kerja sekolah berorientasi mutu,
indikator Perencanaan sekolah terkait peningkatan mutu PBM, indikator
Suasana organisasi mendukung program sekolah. Indikator lainnya masih
perlu mendapatkan perhatian yang lebih intensif dari pihak sekolah yaitu
indikator Rencana kerja sekolah sesuai EDS, Pimpinan melakukan supervisi
dan evaluasi sesuai standar.
7. Standar Pembiayaan
Standar Pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan
besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama setahun. Biaya
operasi satuan pendidikan adalah bagian dana pendidikan yang diperlukan
untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar kegiatan
pendidikan sessuai dengan standar Nasional Pendidikan dapat berlangsung
secara teratur dan berkelanjutan.
Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investigasi, biaya operas,
dan biaya personal. Biaya investigasi satuan pendidikan meliputi biaya
penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan
modal kerja tetap. Biaya persojal meliputi biaya pendidikan yang harus
dikeluarkan oleh peserta didik untuk bias mengikuti Proses pembelajaran
secara teratur dan berkelanjutan. Biaya operasional satuan pendidikan
mencakup gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta biaya tujangan yang
melekat pada gaji, bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya
operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air jasa telekomunikasi,
pemeliharaan sarana dan prasarana.
8. Standar Sarana dan Prasana
Standar sarana dan prasarana adalah standar nasional pendidikan yang
berkaitan dengan kriteria minimal tentang ruang belajar, tempat berolahraga,
tempat beribadah, perpustakaan, tempat bermain, tempat berkreasi dan
berekreasi, serta sumber lainyya, yang diperlukan untuk menunjang proses
pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi dan informasi.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Evaluasi diri sekolah merupakan salah satu alat ukur yang dapat
dijadikan sumber untuk perbaikan kondisi sekolah terutama menyangkut
Standar Nasional Pendidikan yang salah satunya adalah Standar Penilaian
yang harus menjadi acuan keberhasilan suatu institusi pendidikan.
Kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis
IT belum maksimal yang disebabkan belum dikuasainya cara menggunaan
Laptop, Komputer, LCD itu sendiri, sehingga saya berharap kegiatan
penggunaan media pembelajaran berbasis IT melalui workshop ini dapat
menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penggunaan
media pembelajaran berbasis IT.
B. Tujuan
C. Sasaran
Yang menjadi sasaran dari kegiatan ini adalah semua guru kelas dan
mata pelajaran di SD Negeri Pajjaiang Makassar
BAB II
PELAKSANAAN
Materi Media
2. 09.30-12.00 Pembelajara Narasumber
berbasis IT
1. Pembukaan protokol
2. Pembacaan ayat sucu Al Qur’an
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
4. Laporan ketua panitia
5. Sambutan-sambutan
a. Sambutan Kepala SD Negeri Pajjaiang Makassar
b. Sambutan Pengawas SD Negeri Pajjaiang Sekaligus membuka resmi
kegiatan penggunaan media pembelajaran berbasis IT melalui Workshop
6. Pembacaan doa
7. Penutup/Istirahat
FOTO FOTO KEGIATAN
WORKSHOP
HASIL MONEV
KETERLAKSANAAN KEGIATAN
INTRUMEN MONITORING PELAKSANAAN KEGIATAN
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS IT MELALUI
WORKSHOP
Jawaban
No Uraian Kegiatan Ket
Ya Tdk
A Perencanaan √
1 Sosialisasi Rencana Workshop √
2 Membentuk Panitia Pelaksanaan / SK Panita √
3 Sosialisasi/ pertemuan Panitia √
4 Undangan ke peserta dan Narasumber √
5 Pembuatan Spanduk √
6 Ketersediaan LCD dan Sound System √
7 Buku Panduan Workshop penggunaan media √
pembelajaran berbasis IT
8 Jadwal/Susunan acara kegiatan √
9 Ada bahan materi dan ATK untuk peserta √
B Pelaksanaan
10 Kehadiran panitia, peserta dan pemateri tepat waktu √
11 Penyanjian materi √
12 Peraktek penggunaan media pembelajaran berbasis IT √
13 Presentasi hasil kerja kelompok √
14 Evaluasi/ Penilaian peserta √
C Evaluasi dan Tindak Lanjut
15 Rapat evaluasi pelaksanaan Workshop √
16 Laporan hasil pelaksanaan Workshop √
17 Program tindak lanjut √
JUMLAH SKOR
JUMLAH NILAI 82,35
KATEGORI Baik
Skor 0 = jika jawaban tidak Skor 1 =jika jawaban ya
Kategori
Amat Baik = 86 - 100 Baik = 71 - 85 Cukup = 56 – 70
Makassar, 16 Oktober 2019
Hj Intang, [Link].I
NIP. 19671231 198808 2003
HASIL EVALUASI
PENCAPAIAN TUJUAN
KUESIONER SEBELUM
WORSHOP
KUESIONER SETELAH
WORSHOP