0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan28 halaman

Implementasi Network Address Translation

Laporan ini membahas tentang Network Address Translation (NAT) yang digunakan untuk menyelesaikan masalah keterbatasan alamat IPv4 dengan mentranslasikan alamat IP lokal menjadi alamat IP global sehingga memungkinkan koneksi ke internet. Laporan ini menjelaskan konsep dan komponen NAT serta keuntungan dan pertimbangan penggunaan NAT.

Diunggah oleh

himsya
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan28 halaman

Implementasi Network Address Translation

Laporan ini membahas tentang Network Address Translation (NAT) yang digunakan untuk menyelesaikan masalah keterbatasan alamat IPv4 dengan mentranslasikan alamat IP lokal menjadi alamat IP global sehingga memungkinkan koneksi ke internet. Laporan ini menjelaskan konsep dan komponen NAT serta keuntungan dan pertimbangan penggunaan NAT.

Diunggah oleh

himsya
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Laporan Tugas Akhir Jaringan Komputer

Network Address Translation


(NAT)

Disusun Oleh :

Jarot Muchtar

STIMIK HIMSYA
2010
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Network Address Translation


(NAT)

Apakah Network Address Translation (NAT)?

Keterbatasan alamat IPv.4 merupakan masalah pada jaringan global atau Internet. Untuk
memaksimalkan penggunakan alamat IP yang diberikan oleh Internet Service Provider (ISP) dapat
digunakan Network Address Translation atau NAT. Cisco mengimplementasikan dengan
menggunakan RFC 1631. NAT membuat jaringan yang menggunakan alamat lokal (private), alamat
yang tidak boleh ada dalam tabel routing Internet dan dikhususkan untuk jaringan lokal/intranet, dapat
berkomunikasi ke Internet dengan jalan ‘meminjam’ alamat IP Internet yang dialokasikan oleh ISP.

Dua Tipe NAT


Dua tipe NAT adalah Static dan Dinamik yang keduanya dapat digunakan secara terpisah maupun bersamaan.

Statik
Translasi Static terjadi ketika sebuah alamat lokal (inside) di petakan ke sebuah alamat global/internet (outside).
Alamat lokal dan global dipetakan satu lawan satu secara Statik.

2
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Dinamik
NAT dengan Pool (kelompok)
Translasi Dinamik terjadi ketika router NAT diset untuk memahami alamat lokal yang harus ditranslasikan, dan
kelompok (pool) alamat global yang akan digunakan untuk terhubung ke internet. Proses NAT Dinamik ini dapat
memetakan bebarapa kelompok alamat lokal ke beberapa kelompok alamat global.

NAT Overload
Sejumlah IP lokal/internal dapat ditranslasikan ke satu alamat IP global/outside. Hal ini sangat
menghemat penggunakan alokasi IP dari ISP. Sharing/pemakaian bersama satu alamat IP ini
menggunakan metoda port multiplexing, atau perubahan port ke packet outbound.

Komponen-komponen NAT

NAT dapat melewatkan alamat jaringan lokal (‘private’) menuju jaringan ‘public’ seperti Internet. Alamat
‘private’ yang berada pada jaringan lokal /"inside", mengirim paket melalui router NAT, yang kemudian dirubah
oleh router NAT menjadi alamat IP ISP sehingga paket tersebut dapat diteruskan melewati jaringan publik atau
internet. Awalnya Fitur ini hanya tersedia pada gateway pass-through firewall saja. Tapi sekarang sudah tersedia
di semua router Cisco.

Komponen Utama NAT


hal berikutnya.....

3
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Gambar Keterangan
Inside local IP address –
Alamat IP yang di set
untuk sebuah host pada
jaringan lokal (inside
network). Pengalokasian
alamat IP harus unik dan
dalam satu subnet yang
sama.

Inside global IP address



Sebuah alamat IP legal
(ditetapkan oleh NIC atau
service provider) yang
mewakili satu atau lebih
alamat IP inside lokal ke
dunia luar. Alamat IP ini
dialokasikan dari
kapasitas alamat global
yang unik. Biasanya
disediakan oleh Internet
Service Provider (ISP).
Outside global IP
address – Alamat IP yang
ditetapkan untuk sebuah
host pada jaringan luar
(outside network).

Simple translation –
Sebuah translasi yang
memetakan satu alamat
IP ke satu alamat IP lain.

4
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Penggunaan NAT

Kapan sebaiknya NAT Digunakan?


Gunakan NAT Jika:

 Anda membutuhkan koneksi ke Internet dan hosts/komputer-komputer anda tidak mempunyai


alamat IP global.

 Anda berganti ke ISP baru dan anda diharuskan menggunakan alamat IP dari ISP baru
tersebut untuk jaringan anda.

NAT digunakan untuk menyelesaikan masalah pengalamatan IP


Teknologi NAT memungkinakan alamat IP lokal/’private’ terhubung ke jaringan publik
seperti Internet. Sebuah router NAT ditempatkan antara jaringan lokal (inside network) dan
jaringan publik (outside network), dan mentranslasikan alamat lokal/internal menjadi alamat
IP global yang unik sebelum mengirimkan paket ke jaringan luar seperti Internet.
Dengan NAT, jaringan internal/lokal, tidak akan terlihat oleh dunia luar/internet. IP lokal yang
cukup banyak dapat dilewatkan ke Internet hanya dengan melalui translasi ke satu IP
publik/global.

Keuntungan menggunakan NAT


Jika anda harus merubah alamat IP internal anda, dikarenakan anda berganti ISP atau dua intranet
digabungkan (misalnya penggabungan dua perusahaan), NAT dapat digunakan untuk mentranslasikan
alamat IP yang sesuai. NAT memungkinkan anda menambah alamat IP, tanpa merubah alamat IP pada
hosts atau komputer anda. Dengan demikian akan menghilangkan duplicate IP tanpa pengalamatan
kembali host atau komputer anda.

Pertimbangan Implementasi NAT


Berikut tabel keuntungan dan kerugian menggunakan NAT

Keuntungan Kerugian
Menghemat alamat IP legal Translasi menimbulkan delay
(ditetapkan oleh NIC atau service switching.
provider)
Mengurangi terjadinya duplicate Menghilangkan kemampuan
alamat jaringan IP. ‘trace’ (traceability) end-to-end
IP.
Meningkatkan fleksibilitas untuk Aplikasi tertentu tidak dapat
koneksi ke Internet berjalan jika menggunakan NAT.
Menghindarkan proses
pengalamatan kembali
(readdressing) pada saat jaringan
berubah.

Bagaimana Alamat IP Inside Local ditranslasikan?

Berikut adalah ilustrasi NAT yang digunakan untuk mentranslasikan alamat dari dalam (inside)
jaringan ke tujuan (outside).

5
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Gambar Keterangan
Langkah 1:
Pengguna pada host
[Link] membuat koneksi
ke outside host B.

Langkah 2: Paket
pertama yang diterima
oleh router dari host
[Link] dicocokkan
dengan tabel NAT . Jika
translasi ada, (karena
sudah diset statik), maka
router melanjutkan ke
Langkah 3.

Jika translasi tidak


ditemukan. Router
mengalokasikan sebuah
alamat baru dan menset
sebuah translasi dari
inside local [Link] ke
sebuah alamat legal inside
global dari kelompok
(pool) alamat dinamik.
Langkah 3:
Router mengganti alamat
[Link] inside local IP
dengan alamat inside
global yang telah dipilih,
[Link], dan
meneruskan paket data.

6
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Langkah 4:
Host B menerima paket
dan merespon ke node
yang menggunakan alamat
IP inside global
[Link].

Langkah 5: Ketika router


menerima paket dengan
alamat IP inside global,
router membentuk tabel
NAT dengan alamat IP
inside global sebagai
referensi.

Langkah 6: Router
kemudian
mentranslasikan alamat
tersebut ke [Link] yang
merupakan alamat inside
local, dan meneruskan
paket data ke [Link].
Host [Link] menerima
packet dan memprosesnya.

Catatan :

Anda dapat menggunakan Static atau Dinamik NAT secara terpisah atau bersamaan

Alamat Inside Global Overload

Bagaimana proses Alamat Global Overload?


Gambar berikut akan mengilustrasikan proses NAT dengan satu buah alamat inside global yang
merepresentasikan alamat inside local yang berjumlah banyak secara terus-menerus. Dalam contoh ini, tabel
translasi ‘extended’ akan digunakan. Dalam tabel ini, kombinasi alamat dan port membuat setiap alamat global
IP menjadi unik (tidak ada yang sama). Sebenarnya, yang membuat alamat ini menjadi unik adalah Port Address
Translation (PAT), yang merupakan bagian dari NAT.

7
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Gambar Keterangan
Langkah 1:
Pengguna pada host
[Link] membuat
koneksi ke host B.

Langkah 2: Router
akan menerima paket
dari [Link] dan
mengecek tabel NAT.

Jika translasi belum ada,


router akan menentukan
alamat [Link] yang
harus ditranslasikan.
Router mengalokasikan
alamat baru dan menset
translasi dari alamat
inside local [Link] ke
alamat global. Jika
overload diaktifkan, dan
translasi lain juga aktif,
router akan
menggunakan kembali
alamat global tersebut
dengan mencantumkan
port yang berbeda untuk
tiap translasi alamat IP.
Langkah 3:
Router mengganti
alamat IP inside local
[Link] dengan alamat
IP inside global
[Link], dan
meneruskan paket data.

8
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Langkah 4:
Host B yang berada di
luar (outside) menerima
paket dan merespon
node yang
menggunakan alamat IP
inside global
[Link].

Langkah 5:
Ketika router menerima
paket dengan alamat IP
inside global, router
mencari pada tabel
NAT-nya, dan
mengecek alamat inside
global dan nomor port.
Alamat ‘outside’
(outside global IP
address) dan nomor
port-nya sebagai
referensi.
Langkah 6:
Kemudian router
mentranslasikan alamat
IP tersebut ke alamat
inside local [Link] dan
meneruskan paket ke
[Link]. Host [Link]
menerima paket dan
memprosesnya.

Membuat NAT pada Router Cisco

Perintah-Perintah untuk membuat NAT

Perintah-perintah berikut digunakan untuk membuat NAT pada router Cisco:

 9
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Perintah Keterangan
access-list Perintah ini mendefinisikan access list (urutan yang
masuk dalam daftar akses) untuk “inside network”.
ip nat pool Perintah ini mendefinisikan sebuah kelompok (pool)
IP NAT untuk “inside network”.
ip nat inside source list pool Memetakan access list ke kelompok (pool) IP NAT.
ip nat outside source pool Memetakan antara access list dan kelompok (pool)
outside local.
ip nat inside source static Mendefinisikan alamat yang menggunakan translasi
alamat statik untuk alamat lokal.
ip nat {inside | outside} Mengaktifkan NAT pada sebuah interface (harus
dipilih salah satu inside atau outside).
ip nat inside destination list pool Defines mapping between the access list and the real
host pool

Urutan Perintah ip nat pool :

Urutan perintah untuk ip nat pool sebagai berikut:

#ip nat pool pool-name start-ip end-ip {netmask netmask | prefix-


length prefix-length} [type rotary]

Parameter untuk perintah ip nat pool :


Perintah ip nat pool Keterangan
name Nama kelompok (pool)
start-ip Alamat IP awal yang mendefiniskan jarak (range) dalam
kelompok (pool) alamat IP.
end-ip Alamat IP akhir yang mendefinisikan jarak (range) dalam
kelompok (pool) alamat IP.
netmask netmask Network mask yang menentukan alamat IP masuk ke dalam
suatu jaringan (network) atau subjaringan (subnetwork).
prefix-length prefix-length Jumlah yang menyatakan berapa banyak bit 1 dalam
“netmask” (berapa banyak bit alamat yang menyatakan
jaringan). Menyatakan “netmask” jaringan yang masuk
dalam kelompok (pool) alamat IP.
type rotary (Optional) Menyatakan jarak (range) alamat dalam
kelompok (pool), antara “inside” host dan TCP Load
Distribution yang akan terjadi.

Urutan Perintah ip nat inside source static


Urutan perintah untuk ip nat inside source static sebagai berikut:

#ip nat inside source static local-ip global-ip

10
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Parameters untuk perintah ip nat inside source static :

Perintah ip nat inside source


static Keterangan
local-ip Set sebuah translasi statik tunggal. Alamat IP lokal
ini adalah sebuah host pada jaringan lokal (inside
network). Alamat IP lokal dapat dipilih sesuai
keinginan.
global-ip Set sebuah translasi statik tunggal. Alamat IP yang
muncul di jaringan publik (outside) yang mewakili
alamat IP lokal (inside local).

Catatan : Hanya paket dari lokal menuju global (outside) yang ditranslasikan, sedangkan paket yang
tidak ditujukan keluar (outside) tidak akan ditranslasikan.

Membuat NAT Statik


Prosedur membuat NAT Statik
Berikut prosedur membuat NAT Statik :

Step Perintah Keterangan


1. Perintah ini mengaktifkan
Set router untuk routing IP dan pengalamatan IP routing dan pengalamatan ip
menggunakan perintah-perintah berikut: pada router.

2. Perintah ini mendefinisikan


Konfigur router untuk NAT statik menggunakan perintah: alamat untuk “inside local”.
ip nat inside source static. Alamat [Link] ditranslasikan
statik ke [Link]
Router(config)# ip nat inside source static [Link]
[Link]
3. Enable NAT on the interface using the ip nat {inside | Perintah ini
outside} command. mengaktifkan NAT pada
Router(config)# interface e0 salah satu interface (pilih
Router(config-if)# ip nat inside salah satu, inside atau
atau outside).
Router(config)# interface s0
Router(config-if)# ip nat outside

Membuat NAT Dinamik

Prosedur membuat NAT Dinamik


Berikut prosedur membuat NAT Dinamik:

11
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Step Perintah Keterangan


1. Perintah ini mengaktifkan
Set router untuk routing IP dan pengalamatan IP routing dan pengalamatan
menggunakan perintah-perintah berikut: ip pada router.
2. Buat IP access list standard untuk jaringan lokal Perintah ini membuat
(inside network) menggunakan perintah : sebuah “access list” untuk
access-list access-list-number {permit | deny} local- alamat IP.
ip-address.

Router(config)# access-list 2 permit [Link]


[Link]
3.
Membuat IP NAT pool untuk “inside network” Perintah ini menghasilkan
menggunakan perintah : ip nat pool pool-name kelompok (pool) IP NAT
start-ip end-ip {network netmask | prefix-length untuk “inside network”.
prefix-length} [type rotary]
IP yang tersedia untuk
Router(config)# ip nat pool Ilmukomputer mentranslasikan ip lokal
[Link] [Link] netmask [Link] adalah dari [Link]
prefix-length 24 type rotary sampai [Link].
4.
Pasang access list pada IP NAT pool menggunakan Perintah ini memetakan
perintah: ip nat inside source list access-list- access list ke IP NAT pool.
number pool name overload
Penambahan overload
Router(config)# ip nat inside source list 2 pool untuk memetakan antara
Ilmukomputer overload access list dan IP NAT
pool.
5. Perintah ini mengaktifkan
Aktifkan NAT pada interface menggunakan NAT pada salah satu
perintah: ip nat {inside | outside } interface (pilih salah satu,
inside atau outside).
Router(config)# interface e0
Router(config-if)# ip nat inside
atau
Router(config)# interface s0
Router(config-if)# ip nat outside

Menguji dan Troubleshooting NAT

Perintah-perintah untuk menguji NAT


Berikut perintah yang digunakan dalam operasi NAT:

Perintah Keterangan
show ip nat translations Perintah yang menampilkan translasi yang sedang
[verbose] aktif.
show ip nat statistics Perintah yang menampilkan statistik translasi.

12
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Contoh IP NAT Statik


Router#show ip nat translation
Pro Inside global Inside local Outside local Outside global
--- [Link] [Link]
---
---
--- [Link] [Link]
---
---
--- [Link] [Link]
---
---

Contoh IP NAT Dinamik:


Router#show ip nat translation
Pro Inside global Inside local Outside local Outside global
tcp [Link]:1098 [Link]:1098 [Link]:23 [Link]:23
tcp [Link]:1345 [Link]:1345 [Link]:23 [Link]:23
tcp [Link]:1989 [Link]:1989 [Link]:21 [Link]:21

Contoh Statistik NAT:


Router#show ip nat statistics
Total translations: 1 (0 static, 1 dynamic; 0 extended)
Outside interfaces: Serial0Inside interfaces: Ethernet0Hits: 1 Misses: 0
Expired translations: 2Dynamic mappings:-- Inside Source
access-list 1 pool Ilmukomputer refcount 2 pool Ilmukomputer: netmask
[Link]
start [Link] end [Link]
type generic, total addresses 254, allocated 1 (14%), misses 0

Perintah Troubleshooting NAT


Berikut perintah yang digunakan untuk troubleshooting NAT

Perintah Keterangan
debug ip nat[ list | Perintah ini menampilkan setiap baris untuk tiap-tiap
detailed] paket yang telah ditranslasikan.

Contoh :
Router#debug ip nat
NAT: s=[Link]->[Link], d=[Link] [1]
NAT: s=[Link], d=[Link]->[Link] [1]
NAT: s=[Link]->[Link], d=[Link] [2]
NAT*: s=[Link], d=[Link]->[Link] [2]
!Additional output omitted……………

Untuk melacak atau melihat proses operasi NAT, gunakan perintah debug ip nat [list | detailed].

Pada contoh di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :

 Tanda asterisk (*) menunjukkan translasi terjadi dengan “fast path” atau dengan
menggunakan “cache”. Paket pertama akan selalu melalui jalur lambat/slow path (process-
switched). Paket berikutnya akan melalui jalur cepat (fast path) jika dengan entri “cache”.

13
Jarot Muchtar
2108/P/0062

 s=[Link] adalah alamat asal (source address).

 d=[Link] adalah alamat tujuan (destination address).

 [Link]->[Link] menunjukkan bahwa alamat ditranslasikan.

 Nilai dalam tanda kurung adalah nomor identifikasi IP. Informasi ini sangat berguna untuk
mencocokkan pasangan paket jika menggunakan alat ukur Sniffer, karena sangat banyak paket
yang muncul dalam Sniffer.

Membersihkan Translasi Tabel NAT


Berikut perintah untuk membersihkan isi tabel NAT pada Router Cisco:

Perintah Keterangan
clear ip nat translation Membersihkan semua isi tabel NAT
* Tanda (*) berarti SEMUA.
clear ip nat translation Membersihkan translasi yang berisi sebuah translasi
inside global-ip lokal/inside, atau translasi inside dan outside
local-ip [outside bersamaan.
local-ip global-ip]
clear ip nat translation Membersihkan sebuah translasi global/outside.
outside local-ip
global-ip
clear ip nat translation Membersihkan sebuah “extended entry”.
protocol inside

Tip :
Jika NAT telah dikonfigurasi dengan benar, tetapi translasi tidak terjadi, bersihkan isi tabel NAT (clear
ip nat translation *), kemudian cek kembali translasi yang terjadi.

14
Jarot Muchtar
2108/P/0062

0HPEXDW1$7GHQJDQ)UHH%6'
kernel
Network Address Translation (NAT)
Dalam FreeBSD, mekanisme Network Address Translation (NAT) dijalankan oleh program Natd yang
bekerja sebagai daemon. Network Address Translation Daemon (Natd) menyediakan solusi untuk permasalahan
penghematan ini dengan cara menyembunyikan IP address jaringan internal, dengan membuat paket yang di-
generate di dalam terlihat seolah-olah dihasilkan dari mesin yang memiliki IP address legal. Natd memberikan
konektivitas ke dunia luar tanpa harus menggunakan IP address legal dalam jaringan internal.
Natd menyediakan fasilitas Network Address Translation untuk digunakan dengan socket divert. Natd
mengubah semua paket yang ditujukan ke host lain sedemikian sehingga source IP addressnya berasal dari mesin
Natd. Untuk setiap paket yang diubah berdasarkan aturan ini, dibuat tabel translasi untuk mencatat transaksi
ini.
Dengan NAT, aturan bahwa untuk berkomunikasi harus menggunakan IP address legal, [Link]
bekerja dengan jalan mengkonversikan IP-IP address ke satu atau lebih IP address lain. IP address yang dikonversi
adalah IP address yang diberikan untuk tiap mesin dalam jaringan internal (bisa sembarang IP). IP address yang
menjadi hasil konversi terletak di luar jaringan internal tersebut dan merupakan IP address legal yang
valid/routable.

Mekanisme NAT
Sebuah paket TCP terdiri dari header dan data. Header memiliki sejumlah field di dalamnya, salah satu field
yang penting di sini adalah MAC (Media Access Control) address asal dan tujuan, IP address asal dan tujuan, dan
nomor port asal dan tujuan.
Saat mesin A menghubungi mesin B, header paket berisi IP A sebagai IP address asal dan IP B sebagai IP
address tujuan. Header ini juga berisi nomor port asal (biasanya dipilih oleh mesin pengirim dari sekumpulan
nomor port) dan nomor port tujuan yang spesifik, misalnya port 80 (untuk web).
Kemudian B menerima paket pada port 80 dan memilih nomor port balasan untuk digunakan sebagai nomor
port asal menggantikan port 80 tadi. Mesin B lalu membalik IP address asal & tujuan dan nomor port asal & tujuan
dalam header paket. Sehingga keadaan sekarang IP B adalah IP address asal dan IP A adalah IP address tujuan.
Kemudian B mengirim paket itu kembali ke A. Selama session terbuka, paket data hilir mudik menggunakan
nomor port yang dipilih.
Router (yang biasa – tanpa Natd) memodifikasi field MAC address asal & tujuan dalam header ketika me-route
paket yang melewatinya. IP address, nomor port, dan nomor sequence asal & tujuan tidak disentuh sama sekali.
NAT juga bekerja atas dasar ini. Dimulai dengan membuat tabel translasi internal untuk semua IP address
jaringan internal yang mengirim paket melewatinya. Lalu men-set tabel nomor port yang akan digunakan oleh IP
address yang valid. Ketika paket dari jaringan internal dikirim ke Natd untuk disampaikan keluar, Natd
melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Mencatat IP address dan port asal dalam tabel translasi
2. Menggantikan nomor IP asal paket dengan nomor IP dirinya yang valid
3. Menetapkan nomor port khusus untuk paket yang dikirim keluar, memasukkannya dalam tabel translasi
dan menggantikan nomor port asal tersebut dengan nomor port khusus ini.
Ketika paket balasan datang kembali, Natd mengecek nomor port tujuannya. Jika ini cocok dengan nomor
port yang khusus telah ditetapkan sebelumnya, maka dia akan melihat tabel translasi dan mencari mesin mana di

15
Jarot Muchtar
2108/P/0062

jaringan internal yang sesuai. Setelah ditemukan, ia akan menulis kembali nomor port dan IP address tujuan
dengan IP address dan nomor port asal yang asli yang digunakan dulu untuk memulai koneksi. Lalu mengirim
paket ini ke mesin di jaringan internal yang dituju. Natd memelihara isi tabel translasi selama koneksi masih
terbuka.

Gambar Contoh Mekanisme Natd


internal address:port external address:port

[Link]:8080 [Link]:8080

[Link]:21 [Link]:21

[Link]:6667 [Link]:6667

Jaringan
Internet
Internal

Gateway

Perbedaan dengan sistem Proxy


Hampir mirip dengan NAT, suatu jaringan kecil dengan proxy bisa menempatkan beberapa mesin untuk
mengakses web dibelakang sebuah mesin yang memiliki IP address valid. Ini juga merupakan langkah
penghematan biaya dibanding harus menyewa beberapa account dari ISP dan memasang modem & sambungan
telepon pada tiap mesin.
Namun demikian, proxy server ini tidak sesuai untuk jaringan yang lebih besar. Bagaimanapun, menambah
hard disk dan RAM pada server proxy supaya proxy berjalan efisien tidak selalu dapat dilakukan (karena constraint
biaya). Lagi pula, persentase web page yang bisa dilayani oleh cache proxy akan makin menurun sejalan dengan
semakin menipisnya ruang kosong di hard disk, sehingga penggunaan cache proxy menjadi tidak lebih baik dari
pada sambungan langsung. Tambahan lagi, tiap koneksi bersamaan akan meng-generate proses tambahan dalam
proxy. Tiap proses ini harus menggunakan disk I/O channel yang sama, dan saat disk I/O channel jenuh, maka
terjadilah bottle neck.
NAT menawarkan solusi yang lebih fleksibel dan scalable. NAT menghilangkan keharusan mengkonfigurasi
proxy/sock dalam tiap client. NAT lebih cepat dan mampu menangani trafik network untuk beribu-ribu user secara
simultan.
Selain itu, translasi alamat yang diterapkan dalam NAT, membuat para cracker di Internet tidak mungkin
menyerang langsung sistem-sistem di dalam jaringan internal. Intruder harus menyerang dan memperoleh akses
ke mesin NAT dulu sebelum menyiapkan serangan ke mesin-mesin di jaringan internal. Penting di ketahui
bahwa, sementara dengan NAT jaringan internal terproteksi, namun untuk masalah security, tetap saja diperlukan
paket filtering dan metoda pengamanan lainnya dalam mesin NAT.

Contoh Kasus Installasi Natd


Sebuah perusahaan kecil memiliki sejumlah komputer dan sambungan ke Internet. Komputer-komputer itu
saat ini telah membentuk suatu LAN. Sambungan Internet-nya diasumskan berupa dedicated T1 link

Langkah-langkah yang harus dilakukan


1. Installasi FreeBSD

16
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Sediakan satu komputer untuk dijadikan Gateway. Penulis menyarankan penggunaan FreeBSD
RELEASE 2.2.6 (Natd hanya jalan di FreeBSD 2.2.1 ke atas), karena selain gratis juga requirement
hardware-nya tidak terlalu boros. PC 486 dengan 16 MB memory dan HD 850 MB juga sudah cukup mewah.
Untuk mengetahui proses installasi FreeBSD, silahkan baca kembali tulisan-tulisan di Infokomputer
sebelumnya dan manual FreeBSD sendiri.
2. Installasi Gateway
Pasang 2 network interface agar mesin ini menjadi gateway. Network Card (misal NE2000 atau 3COM) satu
dihubungkan ke jaringan internal dan satu lagi untuk koneksi ke ISP. Misalnya dua-duanya NE2000
Compatible. maka nick untuk card yang menghadap ke dalam adalah ed0 dan untuk card yang menghadap
keluar adalah ed1.
Pastikan juga option gateway = ”YES” tertulis dengan benar dalam file [Link]. Atau bisa
juga dengan mengetik perintah: sysctl -w [Link]=1

3. Installasi Firewall
Pasang IP firewall di mesin FreeBSD ini. Caranya adalah :
a. Edit kernel source di /usr/src/sys/i386/conf
Tambahkan option-option berikut ini pada file kernel.

options IPFIREWALL
options IPFIREWALL_VERBOSE
options “IPFIREWALL_VERBOSE_LIMIT=100”
options IPDIVERT

b. Compile kernel tersebut


c. Aktifkan firewall di [Link] dengan menambahkan

firewall="YES"
firewall_type="OPEN"

3. Installasi Natd
Langkah-langkahnya adalah sbb:
a. Download source nya di [Link]
b. Unzip dan untar archive tersebut dengan perintah
gzip -dc natd_1.[Link] | tar -xvf -
c. Lakukan make dan make install di direktori yang dihasilkan. Ketikkan perintah berikut:
cd natd_1.12
make
make install
d. Edit startup file supaya Natd berjalan secara otomatis
Buat file [Link] di /usr/local/etc/rc.d. Isi file tersebut adalah

#!/bin/sh
/sbin/ipfw -f flush
/sbin/ipfw add divert 13494 ip from any to any via ed0
/sbin/ipfw add pass all from [Link] to [Link]
/sbin/ipfw add pass ip from any to any
/usr/local/sbin/natd -port 13494 -interface ed0

Arti dari file ini adalah:


v Hapuskan semua rule firewall
v Tambahkan feature divert di port 13494 (Anda bisa mengganti ini dengan port yang Anda
inginkan) untuk mendiversi paket dari dan ke gateway lewat interface ed0
v Bolehkan semua paket lewat di atas local host
v Bolehkan semua paket IP lewat semua interface
v Jalankan Natd dengan menjadi daemon yang menunggu di port 13494 via interface ed0.
e. Reboot mesin FreeBSD-nya supaya setting bisa diaktifkan.

4. Konfigurasikan TCP/IP Client.

17
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Jadikan nomor IP card ed0 di FreeBSD sebagai gateway dari tiap workstation, IP tiap-tiap work station
harus berada dalam network yang sama dengan card ed0 yang ada di mesin gateway. Misal ed0 di-beri
nomor IP [Link] dan ed1 [Link], maka workstation diberi nomor IP [Link] s/d
[Link] jika digunakan mask 16 atau [Link]. ed1 adalah interface yang memiliki IP address
valid

Setelah semuanya langkah-langkah di atas dijalankan dengan baik maka, applikasi Internet di client siap
dijalankan via NAT.
Untuk kasus lain misalnya sambungan ke Internet-nya menggunakan modem, maka mekanismenya sama
saja, tinggal diganti interface di gateway yang menghadap keluar dengan interface modem (tun0) dan jalankan
program ppp untuk men-dial ISP-nya. Khusus untuk dial-out, ppp sebenarnya memiliki mekanisme sendiri
untuk kasus ini yaitu dengan option -alias. Jadi jika kita menjalankan ppp dengan option -alias
maka kita tidak perlu menjalankan Natd, karena option ini menyediakan fasilitas yang sama dengan Natd
khusus untuk dial-out.
Natd hanyalah salah satu cara untuk menghemat persediaan IP address yang semakin menipis. Dengan
adanya fakta bahwa untuk bergabung ke Internet, host pencari informasi (Client) sebenarnya tidak perlu memiliki
IP address legal, maka IP address legal tersebut bisa dicadangkan untuk host-host penyedia informasi (Server).
Penelitian untuk terus memperbaiki performansi Internet ini masih terus dikembangkan. Sekarang ini juga
sedang dikembangkan model IP versi baru yaitu IP versi 6 (IPv6), yang bisa menampung lebih banyak lagi
komputer-komputer di Internet. Namun demikian untuk kondisi sekarang, Natd masih merupakan solusi
ampuh sebelum IPv6 diterapkan.

18
Jarot Muchtar
2108/P/0062

0HPEXDW1$7GHQJDQ0LNURWLN

Carainstalasi sangat mudah tinggal setting agar komputer bisa boot dari
CDROM. Kemudain masukkna CD MIKROTIK. Ketika komputer di booting CD
akan mulai bekerja booting awal system MIKROTIk, bisa dilihat di
gambar di bawah :

Apabila
proses booting awal berjalan dengan baik kemudian akan ditampilkan
menu instalasi MIKROTIK sepert berikut :

Pada menu
instalasi di tampilkan service apa saja yang ingin kita install.
Untuk lebih mudahnya kita pilih semua service yang di sediakan dengan
menekan tombol ‘a’. maka semua service akan terpilih

19
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Apabila
kita menginstall baru tekan tombol ‘n’ atau apabila kita hanya
menambahkan service baru tekan tombol ‘y’ agar konfigurasi yang
sudah di buat tidak hilang.

Langkah
berikutnya akan disiapkan ruang harddisk yang akan di pakai oleh
MIKROTIK dengan memformatnya dan mengkopikan file-file yang
dibutuhkan

Setelah
proses pengkopian file selesai kemudian proses instalasi membutuhkan
reboot ulang. Apabila semua proses instalasi tidak mengalami error
setelah reboot ulang di layar akan muncul tampilan user login dan
password, seperti gambar di bawah :

Secara
default user yang dipakai adalah user admin dengan password
yang masih kosong. Setelah login tampilan awal akan seperti berikut :

Kita tidak akan membahas perintah command line, karena akan sangat rumit
dan sulit untuk menghafalkannya. Untuk mensetting Mikrotik ini kita
menggunakan tools lain yaitu Winbox. Tools winbox ini bisa
diambil secara free di website [Link]

20
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Dengan
Winbox ini kita bisa mendeteksi System Mikrotik yang sudah di install
asalkan masih dalam satu network, yaitu dengan mendeteksi MAC address
dari ethernet yang terpasang di Mikrotik. Tampilan awal pertama kali
mengaktifkan winbox adalah seperti berikut :

Kita
tinggal pilih MAC address yang sudah terdeteksi dan klik tombol
Connect. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah :

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memberi IP Address, melalui menu ip –>
addresses.
Kemudian akan masuk ke windows yang memunculkan IP address

21
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Untuk menambahkan ip address klik menu +


, kemudian kita tuliskan ip address yang akan digunakan dan
untuk ethernet nomor berapa. Setelah itu klik tombol ok

Setelah ip sudah di setting maka di daftar ip muncul nomor ip nya

22
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Langkah selanjutnya adalah menentukan default gatewaynya, yaitu melalui menu


ip –> Routes ,
kemudian akan ditampilkan windows seperti di bawah untuk menambahkan
default gateway dengan klik tombol +

Akan di tampilkan windows seperti dibawah

Isi di bagian Gateway dengan ip address default gatewaynya. Bagian


Destination di isi [Link]/0 yang berarti semua routing di
arahkan ke ip gatewaynya.

Setelah
ip dan gateway terpasang tinggal pengetesan dengan ping gateway
apabila sudah ping reply berarti sampai bagian ini sudah benar,
tinggal membuat setting agar pc dari LAN lokal bisa terkonek.

Kita perlu membuat NAT dengan cara klik ip –> Firewall –> NAT ,
untuk menambah setting NAT tekan tombol +.

23
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Kemudian bagian Src. Adress disini netwok LAN Local yang akan di
NAT-kan. Bagian Out. Interface diisi ethernet dengan ip
address yang berada di luar network LAN.

Pada Tab Action, di bagian Action diisi dengan Masquerade.

Kemudian tekan tombol OK . Maka setting NAT akan di tampilkan pada windows
Firewall.

Setelah setting NAT udah OK, maka dari LAN internal sudah bisa terkoneksi
dengan LAN lain melaui router ini.

Langkah
selanjutnya adalah pengaturan bandwidth. Menu untuk mengatur
bandwidth adalah pada menu Queues.

24
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Ada beberapa Tab pada windows Queues List :

 Simple Queues

Pada bagian ini pengaturan bandwidth dengan ketentuan yang sederhana


dan besarnya bandwidth fix (64k, 128k, 256k, 512k, 1M dan 2M).

Bagian Target Address di isi ip host atau network yang berada di


bawah router ini yang akan di batasi penggunaan bandwidthnya.

Di Tab Advanced, bisa di gunakan untuk membatasi bandwidth yang di


gunakan oleh p2p program seperti emule, edonkey dll

 Queue Tree

Sebelum membuat Queue Tree perlu terlebih dahulu kita membuat mangle
di menu Firewall. Yang perlu di buat ada dua macam : mark connection
dan mark packet.

Membuat Mark Connection : Menu IP –> Firewall –> Mangle –> +

25
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Membuat Mark Packet : Menu IP Firewall –> Mangle –> +

26
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Setelah Marck Connection dan Mark Packet dibuat kemudian kita mulai
membuat Queue Tree dengan terlabih dahulu menentukan Parent untuk
download dan parent untuk Upload. Pada parent ini bisa langsung di
setting besarnya bandwidth yang dialokasikan pada bagian Limit At
dan Max Limit

27
Jarot Muchtar
2108/P/0062

Setelah dibuat parent baru membuat child yang ada di bawah parent
tersebut

REFERENSI

1. [Cisco Press, 2004] Wendel Odom, "CCNA ICND Exam Certification Guide", Indianapolis,
USA.

'RXED6DOLP1HWZRUNLQJ81,;7KH&RPSOHWH5HIHUHQFHIRU81,;QHWZRUNV6$063XEOLVKLQJ
8QL[,QWHJUDWLRQWR:$1$SSOLHG&RPSXWHU,QWHUQHWZRUNLQJ
&15*,7%)UHH%6'+DQGERRN)UHH%6',QF

28

Anda mungkin juga menyukai