0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan9 halaman

Metode Inokulasi Langsung Uji Sterilitas

Dokumen tersebut memberikan instruksi lengkap untuk melakukan uji sterilitas dengan metode inokulasi langsung, mulai dari persiapan peralatan dan bahan, pembuatan media cair tioglikolat dan casamino, hingga tahapan-tahapan pelaksanaan uji sterilitas secara skematis."

Diunggah oleh

riska febrynt
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan9 halaman

Metode Inokulasi Langsung Uji Sterilitas

Dokumen tersebut memberikan instruksi lengkap untuk melakukan uji sterilitas dengan metode inokulasi langsung, mulai dari persiapan peralatan dan bahan, pembuatan media cair tioglikolat dan casamino, hingga tahapan-tahapan pelaksanaan uji sterilitas secara skematis."

Diunggah oleh

riska febrynt
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAR 

KERJA 3

Topik : Konsep dan Metode Uji Sterilitas

1. Berdasarkan video dan file yang diupload di ULS, buatlah secara skematik perencanaan
pembuatan media untuk uji sterilitas (dilengkapi dengan gambar)!

2. Buatlah secara skematik prosedur uji sterilitas dengan metode inokulasi langsung
(dilengkapi dengan gambar)! Sampel uji adalah sediaan injeksi difenhidramin HCl dalam
kemasan vial yang telah didiskusikan!

Jawab :

Persiapan Alat dan Personil

Dicuci tangan dengan mengikuti 5 gerakan dasar

Digunakan APD seperti masker, tutup kepala, sarung


tangan/handscoon

Personil masuk ruangan kelas E, yang sebelumnya telah


melakukan desinfeksi pada tangannya

Penyiapan alat yang telah disterilkan

Periksa kelengkapan alat sesuai yang dibutuhkan

Pass box didisinfeksi dengan alkohol 70%, alat yang akan masuk ke
pass box juga didisinfeksi

Alat masuk ke pass box menuju ruang kelas C

Alat diperiksa kelengkapannya di ruang kelas C


Keterangan:

Alat:

1. Api spiritus
2. Penyemprot desinfektan berisi alkohol 70%
3. Pinset
4. Kaca arloji
5. Spuit injeksi 5 ml dan 20 ml
6. Tabung reaksi untuk wadah media
7. Rak tabung reaksi
8. Tali
9. Korek api

Bahan:

1. Kasa steril
2. Kapas bulat
3. Sediaan injeksi difenhidramin HCL dalam kemasan vial
4. Media Cair Tioglikolat
5. Media Cair Kasamino
Pembuatan media Tioglikolat

Ditimbang media tioglikolat Diambil WFI ± 60 ml Dilakukan kalibrasi


sebanyak 1,8 g di kaca arloji dengan menggunakan Erlenmeyer dengan
gelas ukur menggunakan aquadest,
kemudian diberikan tanda
pada volume 60 ml

Dipindahkan media ke dalam Dipanaskan larutan tioglikolat di atas


Dimasukkan serbuk media
beaker glass 100 ml Bunsen dengan ditutup kaca arloji
tioglikolat dan WFI ke
pada bagian mulut Erlenmeyer.
dalam Erlenmeyer,
Pemanasan dilakukan sampai larutan
kemudian ditambahkan WFI
mencapai suhu ± 80ºC (ditandai
ad 60 ml, diaduk ad larut dan
dengan terbentuknya gelembung-
homogen
gelembung udara) dan jernih.

Diambil larutan media Tioglikolat 15 ml dengan menggunakan


Disiapkan tabung reaksi dan spuit injeksi kemudian dimasukkan pada tabung reaksi.
dilewatkan bagian mulutnya Diusahakan larutan Tioglikolat tidak berubah warna menjadi
pada api spiritus pink, bila sudah agak berubah warna dipanaskan kembali
hingga jernih
Tabung reaksi yang berisi media
kemudian disterilkan dengan Ditutup tabung reaksi dengan
menggunakan otoklaf pada suhu aluminium foil dan diikat rapi
121ºC selama 15 menit

Catatan untuk Media Tioglikolat Cair:

 Media siap digunakan bila warna rosa tidak lebih dari 1/10 bagian media
 Apabila warna rosa 1/3 bagian media → dilakukan pemanasan kembali
 Warna rosa ½ bagian media → media tidak dapat digunakan
Pembuatan media Soybean Casein-Digest

Ditimbang media Soybean Diambil WFI ± 60 ml Dilakukan kalibrasi


Casein-Digest sebanyak 1,8 dengan menggunakan Erlenmeyer dengan
g di kaca arloji gelas ukur menggunakan aquadest,
kemudian diberikan tanda
pada volume 60 ml

Dipindahkan media ke dalam Dipanaskan larutan Soybean Casein- Dimasukkan serbuk media
beaker glass 100 ml Digest di atas Bunsen dengan ditutup Sorbean Casein-Digest dan
kaca arloji pada bagian mulut Erlenmeyer. WFI ke dalam Erlenmeyer,
Pemanasan dilakukan sampai larutan kemudian ditambahkan WFI
mencapai suhu ± 80ºC (ditandai dengan ad 60 ml, diaduk ad larut
terbentuknya gelembung-gelembung dan homogen
udara) dan jernih.

Disiapkan tabung reaksi dan Diambil larutan media Soybean Casein-Digest 15 ml dengan
dilewatkan bagian mulutnya menggunakan spuit injeksi kemudian dimasukkan pada
pada api spiritus tabung reaksi. Diusahakan larutan Soybean Casein-Digest
tidak berubah warna menjadi pink, bila sudah agak berubah
warna dipanaskan kembali hingga jernih
Tabung reaksi yang berisi media
kemudian disterilkan dengan Ditutup tabung reaksi dengan
menggunakan otoklaf pada suhu aluminium foil dan diikat rapi
121ºC selama 15 menit
SKEMA UJI STERILITAS METODE INOKULASI LANGSUNG

Didesinfeksi bagian dalam LAFC dengan alkohol


70% dan dibersihkan dengan kasa steril

Didesinfeksi seluruh peralatan dengan alkohol 70%,


kemudian dimasukkan ke dalam LAFC
Disiapkan alat dan bahan : api
spirtus, pinset, tali, aluminium
foil, alkohol swab, spuit injeksi,
tabung reaksi

Dinyalakan api spiritus kemudian disemprotkan kedua


tangan personil yang bekerja dengan alkohol 70%

Disterilkan tangan dengan alkohol 70% sebelum masuk ke LAFC

Dibuka tutup vial menggunakan


pinset

Dibersihkan mulut vial dengan menggunakan


alkohol swab

Diambil udara sebanyak larutan yang ingin diambil


dengan posisi jarum spuit injeksi berjarak 1-2 cm dari
api spirtus
Posisi sudut saat menusukkan jarum spuit injeksi
adalah 45°

Dimasukkan udara ke dalam vial untuk


memberikan tekanan dalam vial

Dibalik posisi vial dengan keadaan posisi jarum tidak


boleh melebihi cairan

Diambil sediaan sebanyak 2,0 mL dengan spuit injeksi,


sambil diketuk-ketukkan untuk menghilangkan
gelembung udara

Didesinfeksi bagian penutup Didesinfeksi bagian penutup


aluminium foil media cair aluminium foil media cair
tioglikolat tersebut dengan casamino tersebut dengan
alkohol swab alkohol swab

Diinokulasikan sediaan Diinokulasikan sediaan


sebanyak 1,0 mL pada media sebanyak 1,0 mL pada
cair tioglikolat media cair casamino

Dipijarkan aluminium foil


didekat api spirtus

Dibungkus mulut tabung reaksi Dibungkus mulut tabung reaksi


yang berisi media cair tioglikolat + yang berisi media cair casamino +
sediaan difenhidramin HCl dengan sediaan difenhidramin HCl
aluminium foil baru yang sudah dengan aluminium foil baru yang
dipijarkan. Setelah itu, mulut sudah dipijarkan. Setelah itu,
tabung dipijarkan kembali. mulut tabung dipijarkan kembali.

Dihomogenkan tabung reaksi yang Dihomogenkan tabung reaksi


berisi media cair tioglikolat + yang berisi media cair casamino
sediaan difenhidramin HCl dengan + sediaan difenhidramin HCl
cara dipilin diantara kedua telapak dengan cara dipilin diantara
tangan. kedua telapak tangan.
Dipijarkan aluminium foil didekat Dipijarkan aluminium foil
api spirtus didekat api spirtus

Diikat kedua mulut tabung reaksi


yang berisi media cair + sediaan
menggunakan tali

Diinkubasi sampel pada media Diinkubasi sampel pada media


tioglikolat bersama dengan casamino diinkubasi bersama
kontrol (+) dan kontrol (-). dengan kontrol (+) dan kontrol (-).
Diinkubasi dalam inkubator Diinkubasi dalam inkubator bersuhu
bersuhu antara 30-35°C antara 20-25°C

Diamati pertumbuhan pada media secara visual pada


interval waktu tertentu (sekurang-kurangnya pada
hari ke-3 atau ke-4 atau ke-5, pada hari ke-7 atau ke-
8) serta pada akhir periode inkubasi (hari ke-14)

Anda mungkin juga menyukai