0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
228 tayangan16 halaman

Perencanaan Pembangunan Rumah SMPN 1

Dokumen tersebut memberikan contoh perkiraan rencana rumah sederhana yang meliputi gambar tampak depan, belakang, sisi kiri dan kanan rumah beserta ukurannya. Diberikan pula perhitungan luas permukaan dan volume setiap bagian rumah seperti kamar, ruang tamu, dapur, dan lainnya. Selanjutnya diestimasi kebutuhan bahan bangunan seperti kayu, semen, pasir, krikil dan broti beserta anggarannya.

Diunggah oleh

frameipearce
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
228 tayangan16 halaman

Perencanaan Pembangunan Rumah SMPN 1

Dokumen tersebut memberikan contoh perkiraan rencana rumah sederhana yang meliputi gambar tampak depan, belakang, sisi kiri dan kanan rumah beserta ukurannya. Diberikan pula perhitungan luas permukaan dan volume setiap bagian rumah seperti kamar, ruang tamu, dapur, dan lainnya. Selanjutnya diestimasi kebutuhan bahan bangunan seperti kayu, semen, pasir, krikil dan broti beserta anggarannya.

Diunggah oleh

frameipearce
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KLIPING RUMAH

Oleh

NAMA :MUHAMMAD KHAFAIER AKBAR GAZALI

KELAS : VII H

MATA PELAJARAN : MATEMATIKA

SMP NEGERI 1 SANGATTA UTARA

KABUPATEN KUTAI TIMUR

2021
Sebagai contoh perkiraan denah rumah
A. KATA PENGANTAR
Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia yang selain berfungsi
sebagai tempat berteduh dan melakukan kegiatan sehari-hari dalam
keluarga, juga berperan besar dalam pembentukan karakter keluarga (Tata
Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan,2004). Kebutuhan
akan rumah dan tempat tinggal dari waktu ke waktu mengalami
peningkatan, menyebabkan rumah dan tempat tinggal menjadi hal yang
penting untuk disediakan. Tidak ada keseimbangan antara lahan yang ada
dengan jumlah penduduk yang ingin membangun merupakan masalah
yang harus diatasi agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan
rumah dan tempat tinggal. Untuk itu pembangunan perumahan merupakan
solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan rumah dan tempat
tinggal.
Perumahan adalah kumpulan rumah sebagai bagian dari
permukiman, baik perkotaan maupun pedesaan, yang dilengkapi dengan
prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai hasil upaya pemenuhan
rumah yang layakhuni (Undang Undang Republik Indonesia No 1, 2011).
Berdasarkan pengertian diatas maka pembangunan perumahan
memerlukan lahan yang luas dan lokasi harus sesuai untuk tempat tinggal.
Pemilihanlahan yang akan dikembangkan harus berada di kawasan
strategis yang sesuai dengan tujuan dari pembangunan perumahan
tersebut. Penyediaan sarana-sarana yang diperlukan nanti dalam
pelaksanaan juga dipersiapkan dengan matang. Dan yang tidak kalah
pentingnya adalah kegiatan pembangunan perumahan harus dapat
memberikan rumah yang layak huni kepada konsumen. Melihat hal
tersebut maka pembangunan perumahan merupakan bisnis yang potensial
bagi para develover untuk dijalankan.
Bisnis perumahan merupakan bisnis yang memiliki banyak
permintaan karena rumah adalah kebutuhan primer yang wajib dipenuhi
setiap orang. Meningkatnya jumlah penduduk dan terbatasnya lahan untuk
perumahan menjadikan pasar perumahan cukup besar dan harga
perumahan cenderung tinggi. Tingkat suku bunga di bank yang lebih
rendah dari peningkatan harga di bidang perumahan menjadikan investasi
di bidang ini menjanjika nuntuk dilakukan. Dengan penyediaan fasilitas-
fasilitas perumahan yang memadai para developer bias menjual setiap unit
perumahan jauh lebih tinggi dari pendanaan awal.
Proyek pembangunan perumahan harus memenuhi persyaratan
teknis sesuai standard nasional Indonesia atau ketentuan-ketentuan lain
yang diatur dengan Peraturan Pemerintah, Peraturan Daerah serta
Pedoman Teknis yang disusun oleh instansi terkait. Persyaratan teknis
tersebut diperlukan untuk mengarahkan pengaturan pembangunan
lingkungan perumahan yang sehat, aman, serasi secara teratur, terarah
serta berkelanjutan/berkesinambungan. Selain itu proyek pembangunan
perumahan memerlukan dana investasi yang besar dan memerlukan waktu
yang lama agar dana investasi yang dikeluarkan dapat kembali dan
memberikan keuntungan. Ciri utama dari kegiatan investasi adalah dana
yang dikeluarkan pada waktu sekarang akan memperoleh manfaat pada
waktu yang akan datang. Manfaat tersebut dapat berupa keuntungan materi
atau kepemilikan barang. Karena manfaat investasi diperoleh pada masa
mendatang dan tidak dapat diprediksi perkembangannya dengan
perhitungan yang sederhana maka sangat diperlukan analisis kelayakan
financial untuk mengetahui apakah investasi yang dilakukan sekarang
dapat memberikan manfaat di masa yang akandatang.
B. DAFTAR ISI
1. Gambar Rumah (Tampak Depan, Beakang, Samping kiri, samping
kanan, lengkap dengan ukurannya dan sertakan foto rumah kamu
menggunakan Hp/ Kamera dari depan, belakang, samping kiri dan
kanan)
Tampak Depan

Tampak Belakang

Tampak Samping Kiri


Tampak Samping kanan
2. Hitung Luas Permukaan dan Volume Rumah
Volume dan Luas Permukaan
V=pxlxt
L.P = 2 x (( p x l) + (p x t) +( l x t ))
a. Rumah
Keterangan :
Panjang Rumah = 20 meter
Lebar Rumah = 7 Meter
Tinggi Rumah = 6 Meter
- L.P = 2 x (( 20 x 7) + ( 20 x 6 ) + (7 x 6))
= 2 x (( 140 + 120 + 42 ))
= 2 x ( 302 )
= 604 m
- V = 20 x 7 x 6
= 804 m
b. Kamar 1
Keterangan :
Panjang Kamar 1 = 4 meter
Lebar Kamar 1 = 3 Meter
Tinggi Kamar 1 = 6 Meter
- L.P = 2 x (( 4 x 3 ) + ( 4 x 6 ) + (3 x 6))
= 2 x (( 12 + 24 + 18 ))
= 2 x ( 54 )
= 108 m
- V=4x3x6
= 72 m
c. Kamar 2
Keterangan :
Panjang Kamar 2 = 6 meter
Lebar Kamar 2 = 3 Meter
Tinggi Kamar 2 = 6 Meter
- L.P = 2 x (( 6 x 3 ) + ( 6 x 6 ) + (3 x 6))
= 2 x (( 18 + 36 + 18 ))
= 2 x ( 72 )
= 144 m
- V=6x3x6
= 108 m
d. Kamar 3
Keterangan :
Panjang Kamar 3 = 6 meter
Lebar Kamar 3 = 3 Meter
Tinggi Kamar 3 = 6 Meter
- L.P = 2 x (( 6 x 3 ) + ( 6 x 6 ) + (3 x 6))
= 2 x (( 18 + 36 + 18 ))
= 2 x ( 72 )
= 144 m
- V=6x3x6
= 108 m
e. Ruang Tamu
Keterangan :
Panjang Ruang Tamu = 3 meter
Lebar Ruang Tamu = 4 Meter
Tinggi Ruang Tamu = 6 Meter
- L.P = 2 x (( 3 x 4 ) + ( 3 x 6 ) + (4 x 6))
= 2 x (( 12 + 18 + 24 ))
= 2 x ( 54 )
= 108 m
- V=3x4x6
= 72 m
f. Ruang Keluarga
Keterangan :
Panjang Ruang Keluarga = 13 meter
Lebar Ruang Keluarga = 4 Meter
Tinggi Ruang keluarga = 6 Meter
- L.P = 2 x (( 13 x 4 ) + ( 13 x 6 ) + (4 x 6))
= 2 x (( 52 + 78 + 24 ))
= 2 x ( 154 )
= 308 m
- V = 13 x 4 x 6
= 312 m
g. Dapur
Keterangan :
Panjang Dapur = 3 meter
Lebar dapur = 3 Meter
Tinggi dapur = 6 Meter
- L.P = 2 x (( 3 x 4 ) + ( 3 x 6 ) + (4 x 6))
= 2 x (( 12 + 18 + 24 ))
= 2 x ( 54 )
= 108 m
- V=3x3x6
= 54 m
h. Ruang Makan
Keterangan :
Panjang R. Makan 1 = 3 meter
Lebar R. Makan = 2 Meter
Tinggi R. Makan = 6 Meter
- L.P = 2 x (( 3 x 2 ) + ( 3 x 6 ) + ( 2 x 6))
= 2 x (( 6 + 18 + 12 ))
= 2 x ( 36 )
= 72 m
- V=3x2x6
= 36 m
i. Wc + Toilet((1x 1) + (1 x 1))
Keterangan :
Panjang wc + toilet = 2 meter
Lebar wc + toilet = 2 Meter
Tinggi wc + toilet = 6 Meter
- L.P = 2 x (( 2 x 2 ) + ( 2 x 6 ) + (2 x 6))
= 2 x (( 4 + 12 + 12 ))
= 2 x ( 28 )
= 56 m
- V=2x2x6
= 24 m
3. Hitunglah Bahan-bahan yang digunakan ( Lantai , dinding, atap,
kusein pintu dan jendela, daun pintu dan jendela, cat dsb) lengkap
dengan anggarannya
a. Kayu Dinding
Untuk mengetahui jumlah kayu yang dibutuhkan, yakni dengan
mengetahui luas seluruh dinting yang ada pada bangunan rumah
tersebut dengna tinggi dinding bangunan sekitar 6 meter.
Luas seluruh dinting bangunan rumah 20x7, yakni:
1. Dinding Depan ( 7m x 6m = 42 m2)
2. Dinding belakang ( (7m + 1m) x 6m = 48 m2)
3. Dinding Samping kanan ( 20m x 6m = 120 m2)
4. Dinding Samping kiri ( 20m x 6m = 120 m2)
5. Dinding kamar 1 ( (3m + 4m)) x 6m = 42 m2)
6. Dinding kamar 2 ( (3m + 6m)) x 6m = 54 m2)
7. Dinding kamar 3 ( (3m + 6m)) x 6m = 54 m2)
8. Ruang tamu hanya di sekat pakai rotan
9. Dinding dapur ( 3m x 6m = 18 m2)
10. Dinding Ruang makan ( 2m x 6m = 12 m2)
11. Dinding Kamar mandi 1 ( (1m + 1m + 0,5m) x 6m = 15 m2)
12. Dinding Kamar mandi 2 ( (1m + 1m) x 6m = 12 m2)

Total: 42m2 + 48 m2 +120 m2+120 m2+42 m2+54 m2+54 m2+18 m2+12


m2+15 m2+12 m2= 537 m2

Kebutuhan Kayu sekitar 6 buah/m2

Total kebutuhan kayu = 537 m2 x 6buah = 3.222 buah

Harga Kayu Rp. 60.000/ buah x 3.222buah = Rp. 193.320.000

Perhitungan ini dapat ditambahkan 10% untuk antisipasi kayu


yang rusak/patah

b. Semen
Kebutuhan Semen untuk Lantai
Luas Permukaan Lantai yang akan kita semenisasi adalah = 20m x
7m + lantai teras (1,5m x 3m) = 144,5 m2
Ketebalan Lantai berkisaran 10cm (0,1m)
Volume Semenisasi untuk lantai = 144,5m2 x 0,1m = 14,45 m3
Perbandingan Semen & Pasir untuk Lantai: 1:5
Kebutuhan Semen : 14,45 m3 / 7 = 2,064m3
Kebutuhan Semen: 2,064m3 x 1500kg = 3,096 kg
Semen yang digunakan adalah 40kg/zak, maka 3,096kg/40kg =
77,4 zak ( dibulatkan 78 Zak)
Harga Semen 40kg/Zak Sekitar Rp. 60.000 x 78 zak = Rp.
4.680.000
c. Pasir
Pasir untuk lantai
Volume semnisasi untuk lantai 14,45m3
Perbandingan semen & pasir untuk lantai 1 : 5
Kebutuhan pasir 14,45m3 x 5/7 = 10,3173 m3 ( dibulatkan 11m3)
Harga Pasir Rp. 180.000 x 11m3= Rp. 1.980.000
d. Krikil
Kebutuhan Krikil untuk pengecoran untuk lantai dengan total
volume pengecoran 14,45m3 adalah : 14,45m3 x 4/18 = 3,211m2 ,
(dibulatkan 4m2)
Harga Krikil Rp. 300.000,- x 4m3 = Rp.1.200.000
e. Papan (Lisplank)
Kebutuhan Papan ukuran 2cm x 20cm, kebutuhannya ( 7m + 20m
+ 7m + 20m + 1m + 1m = 56m
Panjang papan 4meter/keping, kebutuhannya menjadi 56m/4 = 14
btg
Harga papan 2cm x 20cm Rp. 85.000 x 14 batang = Rp. 1.190.000
f. Broti
Kebutuhan Broti dengan berbagai ukuran:
Broti 5cm x 7cm untuk plafon, sebanyak : 80 Batang
Harga Broti 5cm x 7cm: Rp. 45.000/ batang x 80 = Rp. 3.600.000
Broti 3 cm x 4cm untuk atap seng, sebanyak : 55 batang
Harga broti 3 cm x 4cm, Rp 22.000/batang x 55 batang = Rp.
1.210.000
Broti 5 cm x 7cm untuk atap seng, sebanyak : 95 batang
Harga broti 5 cm x 7cm, Rp 45.000/batang x 95 batang = Rp.
4.275.000
Total biaya untuk broti = Rp 3.600.000 + Rp. 1.210.000 + Rp.
4.275.000 = Rp. 9.085.000
g. Atap Seng
Atap Seng Atap yang digunakan bahan Seng Gelombang tebal
0,25mm lebar efektif 0,6m
Sudut kemiringan atap adalah 30 derajat. Maka penghitungan luas
atap rumah adalah sebagai berikut.

=(7 meter + 2 meter) x (20 meter + 2 meter) / (cosinus/cos 30).

=(9 meter x 22 meter) / cos 30

= (198 meter) / 0,8

= 247.5 meter persegi (dibulatkan 240m2)


Luas Atap 240m2
Luas kebutuhan Seng 240m2 / 0,6m = 400m2.
Harga Seng gelombang dengan tebal 0,25mm sekitar Rp. 38.000 /
m x 400m2 = Rp.15.200.000
Rabung seng panjang 10 Meter x Rp.80 000 / m = Rp.800.000, -
Total biaya untuk Atap Seng = Rp.15.200.000 + Rp.800.000 =
Rp.16.000.000,
h. Paku
Paku Kebutuhan Paku dengan berbagai ukuran di anggarkan biaya
sekitar Rp.1.000.000, -
i. Kusen, Pintu, Jendela
Rumah 7x20 ini dengan 3 Kamart tidur dan 2 kamar mandi ini
memiliki
Pintu Kayu ukuran 90cm x 200cm sebanyak 8 buah x Rp
600.000 / bh = Rp. 4.800.000
Jendela kayu ukuran 80cm x 120cm sebanyak 16 buah x Rp
300.000 = Rp. 4.800.000
Kusen Pintu ukuran 90cm x 200cm sebanyak 8 buah x Rp
300.000 = Rp.2.400.000
Kusen Jendela ukuran 80cm x 120cm sebanyak 16 buah x Rp
300.000 = Rp.4.800.000
Kayu angin polos untuk ventilasi sebanyak 24 buah x Rp. 20.000
= Rp. 480.000
Total Biaya untuk Kusen, Pintu dan Jendela = Rp. 17.280.000
j. Kunci, Engsel, dan lainnya
Kebutuhan biaya untuk kunci, engsel, grendel, pengunci jendela
dan lainnya, sebesar Rp. 2.000.000,-
k. Kayu Plafon
Kayu ukuran 3cm x 20 cm demgam ketebalan 8mm, sebanyak luas
plafon dibagi luas kayu perlembar. ( 104m2 / m2 )
Harga/ Lembar kayu Rp.60.000 x 174 lembar = Rp. 10.440.000
l. Closet jongkok
Closet jongkok sebanyak 1 buah x Rp. 500.000 = Rp. 500.000
m. Cat
Kebutuhan pngecetan, untuk dinding, kusen dan lainnya
Untuk cat air kebuthannya adalah : luas tembok/ 10m2=
(537m2x2)/10m2 = 1074 liter.
Jika 1 pail cat berisi 25 liter, maka di butuhkan 43 pail cat x
500.000 = Rp. 21.500.000
Kebutuhan cat minyak untuk kusen, pintu dan jendela, dan lainnya
sekitar 20liter x Rp. 50.000/ltr = Rp. 1.000.000
Total biaya untuk cat = Rp. 22.500.000
n. Biaya Instalasi Listrik
Biaya Instalasi Listrik, kabel, stop kontak. Saklar dan lampu-
lampu, kita anggarkan sekitar Rp. 2.000.000,- (ini diluar biyaya
pemasangan KWH PLN baru)
o. Instalasi pipa air
Biaya Pemasangan pipa air, kran dll, di anggarkan Rp.1.000.000
(diluar biaya sumur, pompa, atau pemasangan PDAM)
p. Keramik Lantai
Kebutuhan Keramik = luas seluruh lantai bangunan, 104m2( 102
kotak) + lantai teras 3mx1,5m = 4,5m2, total 108,5m2 (dibulatkan
109 kotak), harga keramik Rp. 60.000/kotak x 109 kotak = Rp.
6.540.000
4. Hitung biaya tukang yang dibutuhkan untuk membangun rumah
Upah kerja tukang
Upah kerja tukang borongan bangunan (sampai bangunan selesai
100% atau terima kunci) sekitar Rp.500.000/m2x 104m2 = Rp.
52.000.000
5. Hitung seluruh biaya yang digunakan untuk membangun rumah
itu sampai selesai
Total biaya untuk membangun rumah Tipe-104 dengan 3 kamar tidur,
dan 2 kamar mandi seluas 7x20 meter
Kayu dinding Rp. 193.320.000 + semen Rp. 4.680.000 + Pasir Rp.
1.980.000 +krikil Rp. 1.200.00 + papan lisplank Rp. 1.190.000 + broti
Rp. 9.085.000 + atap seng Rp. 16.000.000 + paku Rp. 1.000.000 +
Kusen,pintu,jendela Rp. 17.280.000 + Kunci, engsel, dan lainnya Rp.
2.000.000 + kayu plafon Rp. 10.440.000 + closet jongkok Rp. 500.000
+ cat Rp. 22.500.000 + listrik Rp. 2.000.000 + pipa air Rp. 1.000.000 +
keramik lantai Rp. 6.540.000 + upah kerja tukang Rp. 52.000.000 =
Rp. 342.715.000 (dapat dibulatkan menjadi Rp. 350.000.000)
6. Ceritakan suka dan duka kamu pada saat mengerjakan tugas ini
Sukanya mengerjakan tugas ini saya lebih mengetahui bahan bahan
apa saja yang digunakan untuk membangun rumah dan menjadi lebih
tahu tentang pengeluaran yang di perlukan untuk membangun sebuah
rumah dan bisa lebih menghargai kerja keras orang tua dalam
membangun rumah dengan melihat biaya yang tidak sedikit untuk
dikeluarkan dan saya sangat bersyukur memiliki rumah sendiri,
semoga lewat tugas ini saya bisa lebih bisa menjadi pribdi yang baik
dan sukses dan bisa membangun rumah impian saya nantinya.
7. Kesimpulan dan saran
Kesimpulan
Berdasrkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa Rumah
merupakan unsur terpenting dalam sebuah pemukiman. Rumah adalah
tempat tinggal tetap, baik sendiri maupun berkeluarga. Jika dilihat dari
fungsinya, rumah menjadi tempat bagi penghuninya untuk melepas
lelah dari berbagai kesibukan. Rumah juga menjadi tempat berlindung
penghuninya dari berbagai ancaman yang datang dari luar. Rumah
sebagai kebutuhan pokok manusia, tidak hanya sebatas rumah
sebagian bangunan tempat tinggal saja. Dan biaya membangun rumah
bisa di sesuaikan dengan dana yang ada dengan rumah minimalis.
Saran
1. Diharpan agar artikel ini dapat berguna sebagai referensi untuk
membangun rumah.
2. Melalui artikel ini baik pelajar maupun masyarakat lebih
mengetahui konsep pembangunan rumah dan biaya yang harus
dikelurkan.

Anda mungkin juga menyukai