0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan11 halaman

Praktikum Pengujian Pompa Roda Gigi

Laporan ini menjelaskan praktikum pengujian pompa roda gigi yang meliputi tujuan praktikum, dasar teori tentang pompa termasuk definisi, jenis, dan rumus-rumus yang relevan, serta prosedur praktikum mulai dari persiapan peralatan hingga pelaksanaan pengujian. Tujuan praktikum antara lain mempelajari cara kerja pompa roda gigi, alat ukur yang digunakan, membuat diagram karakteristik pompa, dan menganalisis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan11 halaman

Praktikum Pengujian Pompa Roda Gigi

Laporan ini menjelaskan praktikum pengujian pompa roda gigi yang meliputi tujuan praktikum, dasar teori tentang pompa termasuk definisi, jenis, dan rumus-rumus yang relevan, serta prosedur praktikum mulai dari persiapan peralatan hingga pelaksanaan pengujian. Tujuan praktikum antara lain mempelajari cara kerja pompa roda gigi, alat ukur yang digunakan, membuat diagram karakteristik pompa, dan menganalisis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Laporan Praktikum Pengujian

Pompa Roda Gigi

Disusun Oleh :

Nama : Muhammad Akbar Hidayatulloh


Prodi : D4ME2B
NRP : 0320040058

JURUSAN TEKNIK PERMESINAN KAPAL


PROGRAM STUDI D4 TEKNIK PERMESINAN KAPAL
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
2020/2021
1.1 Tujuan
 Setelah melakukan praktikum diharapkan Mahasiswa dapat menjelaskan cara kerja
Pompa (Pompa Roda Gigi).
 Setelah melakukan praktikum diharapkan Mahasiswa dapat menjelaskan alat ukur
yang digunakan untuk pengujian Pompa.
 Setelah melakukan praktikum diharapkan Mahasiswa dapat membuat diagram
karakteristik dari Pompa dengan putaran tetap.
 Setelah melakukan praktikum diharapkan Mahasiswa dapat membuat diagram
karakteristik Pompa dengan putaran yang berubah-ubah.
 Setelah melakukan praktikum diharapkan Mahasiswa dapat menganalisa hasil
percobaan.
 Setelah melakukan praktikum diharapkan Mahasiswa dapat memilih Pompa sesuai
dengan yang diperlukan

1.2 Dasar Teori

1.2.1 Definisi Pompa


Pompa adalah jenis mesin fluida yang digunakan untuk memindahka fluida melalui
pipa dari satu tempat lain dimana dalam menjalankan fungsinya tersebut pompa
mengubah energy gerak poros utuk menggerakkan sudu-sudu menjadi energy
tekanan.
Pompa merupakan pesawat angkut yang bertujuan untuk memindahkan zat cair
melalui saluran tertutupyang menghasilkan suatu tekanan yang sifatnya hanya
mengalir dari suatu tempat ke tempat yang bertekanan lebih rendah.

Gambar 1.2 mekanisme pompa roda gigi


1.2.2 Macam-Macam Pompa
Ditinjau dari segi yang menimbulkan energy fluida maka pompa dibagi menjadi 2
yaitu:
1. Pompa tekanan statis
Pompa tekanan statis pompa ini disebut juga “positive displacement” dimana
head yang terjadi akibat tekanan yang diberikan terhadap fluida dengan cara
energi yang diberikan pada bagian utama peralatan pompa menekan langsung
fluida yang dipompakan. Jenis pompa yang termasuk dalam golongan statis yaitu:

[Link] Putar (Rotary Pump)


Sebagai ganti pelewatan cairan pompa sentrifugal, pompa rotary akan
merangkap cairan, mendorongnya melalui rumah pompa yang tertutup. Hampir
sama dengan piston pompa torak akan tetapi tidak seperti pompa torak (piston),
pompa rotari mengeluarkan cairan dengan aliran yang lancar (smooth).
Macam-macam pompa rotari:
 Pompa roda gigi luar
Pompa ini merupakan jenis pompa rotari yang paling sederhana. Apabila gerigi
roda gigi berpisah pada sisi hisap, cairan akan mengisi ruangan yang ada
diantara gerigi tersebut. Kemudian cairan ini akan dibawa berkeliling dan
ditekan keluar apabila giginya bersatu lagi.
 Pompa roda gigi dalam
Jenis ini mempunyai rotor yang mempunyai gerigi dalam yang berpasagan
dengan roda gigi kecil dengan penggigian luar yang bebas (idler).Sebuah sekat
yang terbentuk bulan sabit dapat digunakan untuk mencegah cairan kembali ke
sisi hisap pompa.
 Pompa cuping (lobe pump)
Pompa cuping ini mirip dengan pompa jenis roda gigi dalam hal aksinya dan
mempunyai dua rotor atau lebih dengan 2, 3, 4 cuping atau lebih pada masing-
masing [Link] rotor tadi diserempakkan oleh roda gigi luarnya.
 Pompa sekrup (screw pump)
Pompa ini mempunyai 1, 2, atau 3 sekrup yang berputar didalam rumah pompa
yang diam. Pompa sekrup tunggal mempunyai rotor spiral yang berputar di
dalam sebuah stator atau lapisan heliks dalam (internal helix stator). Pompa 2
sekrup atau 3 sekrup masing-masing mempunyai satu atau dua sekrup bebas
(idler).
 Pompa baling geser (vane pump)
Pompa ini menggunakan baling-baling yang dipertahankan tetap menekan
lubang rumah pompa oleh gaya sentrifugal bila rotor diputar. Cairan yang
terjebak diantara 2 baling dibawa berputar dan dipaksa keluar dari sisi buang
pompa.

[Link] bolak balik (reciprocating pimp)


Pompa yang bekerja dengan perubahan volume ruang [Link]
volume ruang pompa dilakukan oleh elemen gerak pompa yang bergerak
translasi atau bolak-balik dalam ruang pompa, maupun yang bergerak rotasi.
Ketika terjadi pembesaran volume rumah pompa maka akan terjadi penurunan
tekanan didalam rumah rumah pompa, sehingga fluida yang memuliki tekanan
lebih tinggi akan mengalir atau terhisap ke dalam rumah pompa melalui
saluraan hisap. Pada saat terjadi pengecilan volume rumah pompa maka fluida
dalam rumah pompa akan mengalami penekanan sehingga fluida yang memiliki
tekanan yang lebih tinggi dari tekan diluar rumah pompa, akan mengalir melalui
saluran tekan. Untuk mencegah aliran balik ke saluran hisap, maka pompa
dilengkapi katup relief valve untuk mencegah aliran balik ke rumah
[Link] jenis ini dapat menghasilkan head yang tinggi, tetapi aliran
fluida yang dihasilkan tidak kontinyu tetapi [Link] mendapatkan aliran
fluida yang lebih kontinyu maka pompa perlu dibuat kerja ganda.

2. Pompa tekanan dinamis


Pompa ini disebut juga dengan “Non Positive Displacement Pump”, pompa
tekanan dinamis teerdiri dari poros, ssudu-sudu impeller, rumah volute, dan
saluran [Link] mekanis dari luar diberikan pada poros pomapa untuk
memutar [Link] putaran dari impeller menyebabkan head dari fluida
menjadi lebih tinggi karena mengalami percepatan. Ditinjau dari arah aliran
yang mengalir melalui sudu-sudu gerak, maka pompa tekanan dinamis
digolongkan atas tiga bagian, yaitu:

a. Pompa aliran radial


Fluida diisap pompa melalui sisi isap adalah akibat berputarnya impeller yang
menghasilkan tekanan vakum pada sisi isap. Selanjutnya fluida yang telah
terisap terlempar keluar impeller akibat gaya sentrifugal yang dimiliki oleh
fluida itu sendiri. Dan selanjutnya ditampung oleh casing (rumah pompa)
sebelum dibuang kesisi buang. Dalam hal ini ditinjau dari perubahan energy
yang terjadi, yaitu: energy mekanis poros pompa diteruskan ke sudu-sudu
impeller, kemudian sudu tersebut memberikan gaya kinetic pada fluida.

b. Pompa aliran aksial


Berputarnya impeller akan menghisap fluida yang dipompa dan menekannya
kesisi tekan dalam arah axial karena tolakan impeller. Pompa aksial biasanya
diproduksi unruk memenuhi ke disebut pompa aliran campuran.
.
c. Pompa aliran campuran
Head yang dihasilkan pada pompa jenis ini sebagian adalah disebabkan oleh
gaya sentrifugal dan sebagian lagi oleh tolakan impeller. Aliran buangnya
sebagian radial dan sebagian lagi aksial, inilah sebabnya jenis pompa iniTabel
1.1. Rumus-rumus yang relevan
Table 1.1
No Parameter Rumus Unit Note
1 Debit (Q) 𝑣
Q = L/s V= Volume
Q= V= Liter t = Waktu
𝑡
t =Sekon

2 Debit Theoritis (Qt) Qt = (D02-D12).π.[Link].10-9 Qt = m3/s D0 = D0 =


(Untuk pompa roda gigi) 4 mm D1= mm T Diameter luar dari
= mm Sp = gear
rev/s D1=
Diameter dalam
dari gear
T=
ketebalan
permukaan gear
Sp = Speed Pump

3 Head Pompa (Hp) 𝑃2−𝑃1 Hp = m P2 =Tekanan


Hp = P2=Pascal Discharge
𝜌.𝑔
P1=Pascal P1= Tekanan
Suction

4 Daya Motor (Pm) Pm = 2. 𝜋. 𝑁. 𝜏 Pm = Watt N = N = Putaran


rev/s Motor
τ = N.m τ = Torsi

5 Daya Hidrolik Pompa Pp = Q.ρ.[Link] Pp = watt Hp =


(Pp) Hp = m Head Pompa
6 Efisiensi Volumetris 𝑄 Q = L/s Qt = Q = Debit
(ηv) ηV = x 100% m3/s Qt=Debit Theoritis
𝑄𝑡

7 Efisiensi Hidrolis 𝑃𝑝 Pp = Watt Pm Pp = Daya


ηH = x 100% = Watt Hidrolis Pompa
𝑃𝑚
Pm = Daya Motor
1.3 Prosedur Praktikum
a. Persiapan percobaan
 Mengisi tangki dengan air bersih
 Memastikan semua valve terbuka dahulu
 Memastikan semua coupling terbuka dahulu
 Menghubungkan instalasi pompa dengan suplai listrik 220/240 V 50/60 Hz dengan
kabel yang tersedia dan memperhatikan lampu monitor harus menyala
 Mempriming/memancing lebih dahulu meter tekanan
 Mengkalibrasi meter torsi
b. Percobaan roda gigi
 Menguhubungkan coupling pompa roda gigi dengan motor
(pastikan coupling pump piston tidak terpasang)
 Memutar try way valve kearah instalasi pompa roda gigi
 Memasang manometer tekan dan isap pada pompa roda gigi
 Menutup valve reservoir (tangki) yang diatas
 Menghidupkan motor dan memutar kontrol kecepatan
 Mensetting tekanan isap dengan memutar valve isap
 Mensetting tekanan tekan dengan mengukur valve tekan
1.4 Perhitungan dan analisis data
1.4.1 Data hasil praktikum

Head
No Motor Tekanan Aliran Pompa Daya Efisiensi (%)
Pompa
P1 P2 Debit Volu
rev Torsi Volume Waktu Debit Debit Motor Pompa
rpm tekanan Hp (m) metr Hidrolis
/s (Nm) isaBar (L) (s) (L/s) (m3/s) Teoritis (PM) (PP)
Bar is

0.020 0.0000 0,0001 19933


1 10 600 2.4 -0.2 0.1 5 240 150.72 0,624 3 0,414
833 208 42 ,28

5.2 0.021 0.0000 0,0001 20993


2 10 600 2.5 -0.3 0.1 240 157 0,872 4 0,555
5 875 218 42 ,28

0.022 0.0000 0,0001 21993


3 10 600 2.5 -0.4 0.1 5.5 240 157 1,145 5 0,729
917 229 42 ,28

0.031 0.0000 0,0001 19933


4 15 900 2.3 -0.2 0.1 7.5 240 216.66 0,936 3 0,432
25 312 563 ,60

0.029 0.0000 0,0001 18660


5 15 900 2.3 -0.3 0.1 7 240 216.66 1,164 4 0,537
167 291 563 ,90

0.029 0.0000 0,0001 18660


6 15 900 2.3 -0.4 0.15 7 240 216.66 16,005 5.5 0,738
167 291 563 ,90

0.033 0.0000 0,0002 15994


7 20 1200 2.3 -0.2 0.2 8 240 288.88 1,332 4 0,461
333 333 84 ,72

0.031 0.0000 0,0002 14995


8 20 1200 2.3 -0.3 0.15 7.5 240 288.88 1,404 4.5 0,486
25 312 84 ,20

0.029 0.0000 0,0002 13995


9 20 1200 2.3 -0.4 0.15 7 240 288.88 16,005 5.5 0,554
167 291 84 ,68

0.033 0.0000 0,0002 15994


7 20 1200 2.3 -0.2 0.2 8 240 288.88 1,332 4 0,461
333 333 84 ,72

0.031 0.0000 0,0002 14995


8 20 1200 2.3 -0.3 0.15 7.5 240 288.88 1,404 4.5 0,486
25 312 84 ,20

0.029 0.0000 0,0002 13995


9 20 1200 2.3 -0.4 0.15 7 240 288.88 16,005 5.5 0,554
167 291 84 ,68

1. Perhitungan Hasil praktikum


Berikut ini merupakan perhitungan dari data hasil praktikum yang dapat di lihat pada Tabel
di bawah ini

No Debit Q = 𝑣 (L/s) (m3/s)


𝑡
1 5 = 0,020833 0,0000208
240
No Pm = 2. 𝜋. 𝑁. 𝜏
1 2.3,14.10.2,4 = 150,72

No 𝑃2−𝑃1
Hp =
𝜌.𝑔
1 10000−(−20000)
=3
1000.10

No Pp = Q.ρ.[Link]
1 0.0000208.1000.10.3 = 0,624

No 𝑃𝑝
ηH = x 100%
𝑃𝑚
1 0,624 x 100 % = 0,414
150.72

No Qt = (D02-D12).π.[Link].10-9
4
1 (382−27,32).3,[Link]−9
= 0,0001042
4

No 𝑄
ηV = x 100%
𝑄𝑡
1 0.020833 x 100% = 19933,28
0,0001042

2. Analisis data
Hubungan Grafik H dan Q
Head (Meter) Debit (m3 /s )
6 0.0000333
5,5 0.0000291
5,5 0.0000291
5 0.0000354
5 0.0000229
4,5 0.0000312
4 0.0000354
4 0.0000333
4 0.0000291
4 0.0000218
3 0.0000312
3 0.0000208

Grafik Head Vs Q
m
7
(Debit)
6
5
4
3
2
1
0

Head Debit

Hubungan Grafik P dan Q


Daya Pompa Debit (𝑚3/s)
(PP)
0.624 0.0000208
0.872 0.0000218
0.936 0.0000312
1.145 0.0000229
1.164 0.0000291
1.332 0.0000333
1.404 0.0000312
1.416 0.0000354
1.6005 0.0000291
1.6005 0.0000291
1.77 0.0000354
1.998 0.0000333
PP Grafik P Vs Q
2.5 (Debit)
2

11.5

0.5

Daya Pompa Debit (M^3/s)


(PP)

Data Perhitungan per RPM


RPM Head (m) Debit (m3/s)
600 5 0,0000229
4 0,0000218
3 0,0000208
900 5,5 0,0000291
4 0,0000291
3 0,0000312
1200 5,5 0,0000291
4,5 0,0000312
4 0,0000333
1500 6 0,0000333
5 0,0000354
4 0,0000354
m RPM 600 vs 900 vs 1200 vs
25 1500
0.000033 Rpm
20 3 1500
0.000035
15 0.000029 Rpm 4
1 1200 0.000035
0.000031 4
10 0.000029 Rpm 2 0.000033
1 900 0.000029 3
Rpm 1 0.000031
5 0.000022
9 600 0.000021 2
8 0.000020
0
0.000022 0.000021 0.0000208
9 8
H 600 Q 600 H 900 Q 900
H Q H Q
1200 1200 1500 1500

1.5 Kesimpulan
Dari hasil percobaan praktikum pengujian pompa roda gigi dapat disimpulkan sebagai
berikut :
1. Pompa dengan tekanan isap secara berubah-ubah atau semakin tinggi, maka
kecepatan aliran fluida dan debit yang dihasilkan akan menurun dan head pompa yang
dihasilkan semakin besar.
2. Parameter kinerja pompa (debit, head, daya, dan effisiensi) akan berubah dengan
pengaruhnya tekanan isap dan tekan pompa.
3. Besarnya Ƞhidrolis pompa dan debit yang dihasilkan berbanding terbalik, dimana
semakin besar debitnya maka Ƞhidrolis yang dihasilkan semakin kecil.
4. Besarnya Ƞvolumetris pompa dan debit berbanding lurus, dimana semakin besar
debitnya maka Ƞvolumetris yang dihasilkan semakin besar pula.
5. Ƞhidrolis pompa dan Ƞvolumetris pompa berbanding terbalik, dimana semakin
besar Ƞhidrolis pompa maka Ƞvolumetris pompa semakin kecil.

Anda mungkin juga menyukai