0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan7 halaman

Medan Magnet Bumi dan Aplikasinya

Tugas praktikum ini membahas medan magnet bumi, peta kontur yang disajikan dalam IGRF, bahan galian yang didapat dari metode geomagnetik, aplikasi geomagnet dalam eksplorasi, sifat kemagnetan batuan, dan metode pengambilan data geomagnet. Topik-topik utama yang dijelaskan termasuk tiga jenis medan magnet bumi, tiga peta kontur IGRF, dan penggunaan metode geomagnetik untuk menemukan berbagai sumber day

Diunggah oleh

Luthfy Z
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan7 halaman

Medan Magnet Bumi dan Aplikasinya

Tugas praktikum ini membahas medan magnet bumi, peta kontur yang disajikan dalam IGRF, bahan galian yang didapat dari metode geomagnetik, aplikasi geomagnet dalam eksplorasi, sifat kemagnetan batuan, dan metode pengambilan data geomagnet. Topik-topik utama yang dijelaskan termasuk tiga jenis medan magnet bumi, tiga peta kontur IGRF, dan penggunaan metode geomagnetik untuk menemukan berbagai sumber day

Diunggah oleh

Luthfy Z
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS PRAKTIKUM

1. Jelaskan 3 medan magnet bumi dan gambarnya!


Medan magnet bumi, disebut juga medan geomagnetik, adalah
medan magnet yang menjangkau dari bagian dalam bumi hingga ke batas
di mana medan magnet bertemu angin matahari. Besarnya medan magnet
bumi bervariasi antara 25 hingga 65 mikrotesla (0.25 hingga 0.65 gauss).
Berikut ini adalah macam medan magnet di bumi:
a. Medan Magnet Utama (Main Field)
Medan magnet utama bersumber dari dalam bumi sendiri Medan
magnet utama dapat didefinisikan sebagai medan rata-rata hasil
pengukuran dalam jangka waktu yang cukup lama mencakup daerah
dengan luas lebih dari 106 km2. Koreksi IGRF dilakukan untuk
menghilangkan pengaruh medan magnet utama bumi yang terukur
bersama data medan magnet. Koreksi ini dilakukan dengan cara
mengurangkan nilai IGRF terhadap nilai intensitas medan magnet total
yang sudah terkoreksi harian.
b. Medan Magnet Luar (External Field)
Pengaruh medan magnet luar berasal dari pengaruh luar bumi yang
merupakan hasil ionisasi di atmosfer yang ditimbulkan oleh sinar
ultraviolet dari matahari. Karena sumber medan luar ini berhubungan
dengan arus listrik yang mengalir dalam lapisan terionisasi di
atmosfer, maka perubahan medan ini terhadap waktu jauh lebih cepat.
Pengaruh ini antara lain disebabkan oleh medan magnet yang berasal
dari pergerakan bulan dan kondisi temperatur bumi. Sehingga data
intensitas magnet yang diperoleh harus dikoreksi terhadap IGRF dan
fluktuasi medan magnet variasi harian (HV).

Ilustrasi medan magnet bumi


c. Medan Magnet Anomali
Medan magnet anomali dihasilkan oleh benda magnetik yang telah
terinduksi oleh medan magnet utama bumi, sehingga benda tersebut
memiliki medan magnet sendiri dan ikut mempengaruhi besar medan
magnet total hasil pengukuranMedan magnet anomali sering juga
disebut medan magnet lokal (crustal field). Medan magnet ini
dihasilkan oleh batuan yang mengandung mineral bermagnet seperti
magnetite, titanomagnetite dan lain-lain yang berada di kerak bumi.

Gambaran anomali magnetic di bumi

2. Jelaskan 3 peta kontur yang disajikan dalam IGRF dan gambarnya


a. Peta Intensitas Magnetik
Peta intensitas Magnetik adalah peta yang didasarkan pada pengukuran
variasi intensitas medan magnet dipermukaan bumi, untuk mengetahui
sifat magnetik batuan, serta untuk mengetahui struktur geologi bawah
permukaan berdasarkan anomali medan magnetik variasi intensitas
magnetik disebabkan oleh adanya distribusi batuan dan magnetisasi
dibawah permukaan bumi yang bisa disebabkan oleh adanya perubahan
struktur dibawah permukaan bumi
b. Peta Inklinasi
Peta inklinasi adalah peta yang menggambarkan sudut yang dibentuk
oleh medan magnetik (garis - garis gaya magnetik) dengan arah
horizontal permukaan bumi
c. Peta Deklinasi
Peta deklinasi adalah peta yang menggambarkan sudut penyimpangan
yang dibentuk antara jarum magnet utara - selatan dengan arah utara
selatan yang sebenarnya
Peta intensitas magnet bumi

Peta deklinasi bumi

Peta inklinasi bumi

3. Sebutkan dan jelaskan bahan galian yang didapat dari metode geomagnet
Metode Geomagnetik merupakan salah satu metode eksplorasi
geofisika yang sering digunakan untuk eksplorasi batuan mineral, panas bumi
(geothermal), minyak bumi, pencarian prospeksi benda-benda arkeologi
hingga untuk monitoring gunungapi. Metode ini dapat memetakan area yang
luas, dengan mengukur variasi medan magnetik yang disebabkan oleh medan
magnetik remanen dan medan magnetik induksi.
Pada saat melakukan eksplorasi dengan target mineral seperti emas,
mangan, bijih besi dan lainnya, perlu pengetahuan mengenai nilai
suseptibilitas batuan dan mineral tersebut. Nilai suseptibilitas sangat penting
untuk mencari suatu anomali suatu mineral karena memiliki keunikan atau
perbedaan nilai suseptibilitas. Nilai suseptibilitas magnetik batuan akan
bertambah seiring dengan tingginya kandungan mineral magnetik. Selain
itu, metode magnetik adalah satu diantara metode geofisika yang sering
digunakan untuk survei pendahuluan pada eksplorasi minyak bumi, panas
bumi, batuan mineral, maupun untuk keperluan pemantauan (monitoring)
gunung api. 

4. Sebutkan dan jelaskan aplikasi geomagnet dalam proses eksplorasi


Metode Geomagnet adalah salah satu metoda di geofisika yang
memanfaatkan sifat kemagnetan bumi. Menggunakan metoda ini diperoleh
kontur yang menggambarkan distribusi susceptibility batuan di bawah
permukaan pada arah horizontal. Dari nilai susceptibility selanjutnya dapat
dilokalisir / dipisahkan batuan yang mengandung sifat kemagnetan dan yang
tidak. Mengingat survei ini hanya bagus untuk pemodelan kearah horizontal,
maka untuk mengetahui informasi kedalamannya diperlukan metoda
Resistivity 2D. Jadi, survei geomagnet diterapkan untuk daerah yang luas,
dengan tujuan untuk mencari daerah prospek. Setelah diperoleh daerah yang
prospek selanjutnya dilakukan survei Resistivity 2D

5. Sebutkan dan jelaskan sifat kemagnetan batuan beserta contohnya


Batuan yang merupakan material pembentuk kerak bumi memiliki
sifat - sifat yang dapat diperikan dan digunakan untuk membedakan antara
satu dengan yang [Link] satu sifat batuan yang biasanya diperikan
adalah sifat kemagnetan batuan. Sifat magnet pada batuan dipengaruhi oleh
kandungan mineral pada batuan [Link] magnetik pada mineral ini
dikaji secara mendalam dalam bidang paleomagnetisme atau kemagnetan
purba. Stabil tidaknya magnetisasi pada suatu batuan sangat tergantung pada
jenis mineral dan ukurannya. Sifat magnetic pada batuan ini juga berperan
dalam metode geomagnetik untuk eksplorasi. Namun istilah mineral
magnetik biasanya digunakan bagi mineral yang tergolong feromagnetik
dalam batuan dan tanah (soils), keluarga besi-titanium oksida, sulfida-besi,
dan hidroksida besi. Contoh mineral-mineral magnetik tersebut di antaranya
adalah :
1. Dari keluarga besi-titanium oksida antara lain magnetite (Fe3O4) atau
karat (Fe2O3) dan maghemite (Fe2O3).
2. Dari keluarga sulfida-besi antara lain pyrite (FeS2) dan pyrrhotite
(Fe7S8),
3. Golongan hidroksida besi antara lain goethite (FeOOH).
Setiap jenis batuan memiliki sifat dan karakteristik tertentu dalam
medan magnet yang dimanifestasikan dalam parameter susceptibilitas
magnetik batuan atau mineralnya (k). Susceptibilitas magnet batuan
merupakan tingkat kemagnetan suatu benda untuk termagnetisasi, yang pada
umumnya erat kaitannya dengan kandungan mineral dan oksida besi.
Semakin besar kandungan mineral magnetit di dalam batuan, akan semakin
besar harga susceptibilitasnya. Metoda ini sangat cocok untuk pendugaan
struktur geologi bawah permukaan dengan tidak mengabaikan faktor kontrol
adanya kenampakan geologi di permukaan dan kegiatan gunungapi. Dengan
adanya perbedaan dan sifat khusus dari tiap batuan dan mineral inilah yang
melandasi digunakannya metode magnetik untuk kegiatan eksplorasi
maupun kepentingan geodinamika. Susceptibilitas suatu magnet batuan
berpengaruh terhadap besarnya Intensitas magnetik batuan tersebut.
Pengaruh tersebut dapat digaaambarkan dengan persamaan:

I = k. H

Keterangan:
I = intensitas magnetik
K = suspectibilitas magnet
H = kuat medan magnet
Nilai k pada batuan semakin besar jika dalam batuan tersebut
semakin banyak dijumpai mineral-mineral bersifat magnetik. Berdasarkan
nilai k dibagi tiga kelompok jenis material dan batuan penyusun litologi
bumi, yaitu:
a. Diamagnetik
Memiliki nilai susceptibilitas (k) negatif dan kecil artinya Orientasi
elektron orbital substansi ini selalu berlawanan arah dengan magnet luar,
sehinggga medan totalnya selalu berkurang. Sebagai contoh adalah
grafit, marbele, kuarsa, marmer, garam dan anhidrit atau gipsum.
b. Paramagnetik
Memiliki arah sama dengan medan luarnya sehingga harga
susceptibilitas magnetiknya (k) bernilai positif namun [Link]-sifat
paramagnet akan timbul bila atom atau molekul suatu bahan memiliki
momen magnet pada waktu tidak terdapat medan luar dan interaksi
antara atom adalah lemah. Pada umumnya momen magnet menyebar
acak, tetapi bila diberi medan magnet luar momen tersebut akan
mengarah sesuai dengan arah medan luar tersebut. Sebab-sebab sifat
paramagnet ialah karena tidak seimbangnya putaran momen magnet
elektron. Contoh mineral yang termasuk pada jenis ini adalah olivine
dan biotit.
c. Ferromagnetik
Memiliki harga susceptibilitas magnetik (k) positif dan besar, yaitu
sekitar kali dari diamagnetik/paramagnetik. Sifat kemagnetan substansi
ini dipengaruhi oleh keadaan suhu, yaitu pada suhu diatas suhu curie
sifat kemagnetannya hilang. Atom - atom dalam bahan-bahan
ferromagnet memiliki momen magnet dan interaksi antara atom-atom
tetangganya begitu kuat sehingga momen semua atom dalam suatu
daerah mengarah sesuai dengan medan magnet luar yang diimbaskan,
bahkan dengan tidak adanya magnet dari luar. Contoh mineral yang
termasuk jenis ini adalah besi dan nikel.

Jenis batuan dan nilai suspectibiltasnya


7. Metode Looping dan Base and Rover
Pengambilan data geomagnet diawali dengan kalibrasi alat.
Kalibrasi dilakuan dengan melakukan proses tuning atau memilih kuat
sinyal (signal strength) yang sesuai dengan harga medan magnet di kawasan
penelitian. Untuk wilayah Indonesia yang terletak di selatan katulistiwa
nilainya berkisar 45.000 nT.
Metode pengukuran dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu looping
dan base and rover. Cara looping hanya menggunakan satu alat, dengan
pengukuran harus diawali dan diakhiri di base. Sedangkan cara base and
rover menggunakan dua alat, yaitu satu alat diletakkan di base untuk
mencatat variasi harian medan magnet dan satu alat lainnya mengukur
titiktitik pengukuran yang telah ditentukan.
1. Looping 
Pengukuran yang dimulai dari base dan di akhiri di base lagi.
Pengukuran looping ini hanya menggunakan satu alat PPM yang
menjadi base dan rover. Dimana sekaligus pengukuran looping ini
mencatat nilai variasi harian dan intensitas medan magnet total. 
2. Base – Rover 
Pengukuran yang menggunakan dua buah alat PPM dimana satu
buah untuk pengambilan data base yang penempatan alat PPM
tersebut di tempatkan pada tempat yang bebas dari noise guna
mencatat nilai variasi harian dan tetap sedangkan satunya untuk
pengambilan data di lapangan guna mencatat intensitas medan total
dari tiap lintasan. 

Anda mungkin juga menyukai