Praktikum Pengelasan Listrik SMAW
Praktikum Pengelasan Listrik SMAW
Roby Mirza_2613181074_Kelompok 15
Asisten: Thirany Dewa Amnesti_2613171072
Laboratorium Teknik Produksi
Program Studi Teknik Metalurgi
Senin, 31 Mei 2021
Fakultas Teknologi Manufaktur Modul 1 Pengelasan Listrik (SMAW)
Tujuan – Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui prosedur pengelasan listrik, memahami cara
membuat sambungan las, mempelajari dan memahami parameter yang mempengaruhi proses pengelasan listrik.
1
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGELASAN LOGAM
Roby Mirza_2613181074_Kelompok 15
Asisten: Thirany Dewa Amnesti_2613171072
Laboratorium Teknik Produksi
Program Studi Teknik Metalurgi
Senin, 31 Mei 2021
Fakultas Teknologi Manufaktur Modul 1 Pengelasan Listrik (SMAW)
tarik menarik antar logam.[ CITATION Sya18 \l elektroda las ke benda kerja/logam yang akan dilas
1033 ] pada jarak beberapa milimeter, sehingga terjadi aliran
arus listrik dari elektroda ke benda kerja, karena
Mengelas adalah suatu aktifitas menyambung dua
adanya perbedaan tegangan antara elektroda dan benda
bagian benda atau lebih dengan cara memanaskan atau
kerja (logam yang akan dilas). Panas yang dihasilkan
menekan atau gabungan dari keduanya sedemikian
dapat mencapai 5000º C, sehingga mampu melelehkan
rupa sehingga menyatu seperti benda utuh.
elektroda dan logam yang akan disambung untuk
Penyambungan bisa dengan atau tanpa bahan tambah
(filler metal) yang sama atau berbeda titik cair maupun membentuk paduan.[ CITATION Sya18 \l 1033 ]
strukturnya. Tidak semua logam memiliki sifat mampu las
Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam yang baik. Bahan yang mem-punyai sifat mampu las
konstruksi sangat luas meliputi perkapalan, jembatan, yang baik diantara-nya adalah baja karbon rendah. Baja
rangka baja, bejana tekan, sarana transportasi, rel, pipa ini dapat dilas dengan las busur elektroda terbungkus,
saluran dan lain sebagainya. Faktor yang las busur redam dan las MIG (las logam gas mulia).
mempengaruhi las adalah prosedur pengelasan yaitu Baja karbon rendah biasa digunakan untuk pelat-pelat
suatu perencana-an untuk pelaksanaan penelitian yang tipis dan konstruksi umum.[ CITATION San16 \l
meli-puti cara pembuatan konstruksi las yang sesuai 1033 ]
rencana dan spesifikasi dengan me-nentukan semua hal
yang diperlukan dalam pelaksanaan tersebut. Faktor 2.3 Mesin Las
produksi pengelasan adalah jadwal pembuatan, proses Mesin las SMAW menurut arusnya dibedakan
pembuatan, alat dan bahan yang diperlukan, urutan menjadi tiga macam yaitu mesin las arus searah atau
pelaksanaan, persiapan pengelasan (meliputi: Direct Current (DC), mesin las arus bolak-balik atau
pemilihan mesin las, penunjukan juru las, pemilihan Alternating Current (AC) dan mesin las arus ganda
elektroda, penggunaan jenis kampuh)[ CITATION yang merupakan mesin las yang dapat digunakan untuk
San16 \l 1033 ] pengelasan dengan arus searah (DC) dan pengelasan
dengan arus bolak-balik (AC). Mesin las arus DC dapat
2.2 Las Busur Listrik (SMAW) digunakan dengan dua cara yaitu polaritas lurus dan
Las SMAW (sheilded metal arc welding) las polaritas terbalik. Mesin las DC polaritas lurus (DC-)
busur listrik nyala terlindung adalah pengelasan dengan digunakan bila titik cair bahan induk tinggi dan
menggunakan busur nyala listrik sebagai sumber panas kapasitas besar, untuk pemegang elektrodanya
pencair logam. Logam induk dalam pengelasan ini dihubungkan dengan kutub negatif dan logam induk
mengalami pencairan akibat pencairan yang timbul dihubungkan dengan kutub positif, sedangkan untuk
antara ujung elektroda dan permukaan benda kerja. mesin las DC polaritas terbalik (DC+) digunakan bila
Busur listrik dibangkitkan dari suatu busur las. titik cair bahan induk rendah dan kapasitas kecil, untuk
Elektroda yang digunakan berupa kawat yang pemegang elektrodanya dihubungkan dengan kutub
dibungkus pelindung berupa fluks. Elektroda ini positif dan logam induk dihubugkan dengan kutub
selama pengelasan mengalami pencairan bersamaan negatif.[ CITATION San16 \l 1033 ]
dengan logam induk dan embeku bersama, menjadi
kampuh las.[ CITATION Jal17 \l 1033 ] 2.4 Arus Pengelasan
Proses perpindahan logam elektroda terjadi saat Besarnya aliran listrik yang keluar dari mesin las
ujung elektroda mencair dan membentuk butir-butir disebut dengan arus pengelasan. Arus las harus
yang terbawa arus busur listrik yang terjadi. Bila disesuaikan dengan jenis bahan dan diameter elektroda
digunakan arus listrik besar maka butiran logam cair yang di gunakan dalam pengelasan. Untuk elektroda
yang terbawa menjadi halus dan sebaliknya bila arus standar American Welding Society (AWS), dengan
kecil maka butirannya menjadi besar. Proses contoh AWS E6013 untuk arus pengelasan yang
pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) digunakan sesuai dengan diameter kawat las yang
dilakukan dengan menggunakan energi listrik (AC/DC) dipakai.[ CITATION Gun17 \l 1033 ] dapat
energi listrik dikonversi menjadi energi panas dengan dilihat pada Tabel 1.1
membangkitkan busur listrik melalui sebuah elektroda.
Busur listrik diperoleh dengan cara mendekatkan
2
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGELASAN LOGAM
Roby Mirza_2613181074_Kelompok 15
Asisten: Thirany Dewa Amnesti_2613171072
Laboratorium Teknik Produksi
Program Studi Teknik Metalurgi
Senin, 31 Mei 2021
Fakultas Teknologi Manufaktur Modul 1 Pengelasan Listrik (SMAW)
Tabel 1.1 Hubungan diameter elektroda didasarkan pada jenis fluks, posisi pengelasan dan arus
dengan arus pengelasan las.[ CITATION Gun17 \l 1033 ]
Diameter Panjang
Typer Arus las Tabel 1.2 Komposisi elektroda E6013 dan
Kawat las kawat
Elektroda (Ampere) E7016
(mm) las (mm)
2.0 300 20-50 Elektrod
NSN 312 C Si Mn P S
2.6 300 50-80 a
AWS A5.4 0,3
3.2 350 70-110 E6013 0,08 0,37 0,012 0,010
E31216 0
4.0 350 100-150
0,6
E7016 0,08 0,94 0,011 0,006
Arus las merupakan parameter las yang langsung 0
mempengaruhi penembusan dan kecepatan pencairan
Dari tabel 1.2 diperoleh data bahwa persentase
logam induk, makin tinggi arus las maka makin besar
komposisi Mn (mangan) dan Si (silikon) pada
penembusan dan kecepatan pencairannya. Besar arus
elektroda E7016 lebih tinggi dibandingkan elektroda
pada pengelasan mempengaruhi hasil pengelasan, bila
E6013, dimana komposisi Mn dan Si dapat
arus terlalu rendah maka perpindahan cairan dari ujung
meningkatkan kekuatan dan kekerasan sambungan las.
elektroda yang digunakan sangat sulit dan busur listrik
Dengan kadar Mn yang lebih banyak pada elektroda
yang terjadi tidak stabil. Panas yang terjadi tidak cukup
E7016 maka unsur karbida mangan (Mn3C) yang
untuk melelehkan logam dasar, sehingga menghasilkan
terbentuk akan lebih banyak jika dibandingkan dengan
bentuk rigi-rigi las yang kecil dan tidak rata serta
elektroda E6013. Sedangkan untuk persentase
penembusan pada logam induk kurang dalam. Jika arus
komposisi P (fosfor) dan S (sulfur) pada elektroda
terlalu besar, maka akan menghasilkan manik melebar,
E6013 lebih tinggi dibandingkan E7016 dimana
butiran percikan kecil, penetrasi dalam serta matrik las
komposisi P dan S yang tinggi dapat menimbulkan
tinggi.[ CITATION Sya18 \l 1033 ] kecenderungan retak lebih tinggi dan menurunkan
Untuk pengelasan pada daerah las yang mampu las. Persentase komposisi C (karbon) pada
mempunyai daya serap kapasitas panas yang tinggi kedua jenis elektroda sama.
diperlukan arus listrik yang besar dan mungkin juga Jenis fluks yang digunakan pada elektroda E
diperlukan tambahan panas. Sedangkan untuk 6013 berbeda dengan yang digunakan pada E 7016.
pengelasan baja paduan, yang daerah HAZ-nya dapat Elektroda E 6013 menggunakan tipe high cellulose
mengeras dengan mudah akibat pendinginan yang sebagai bahan fluks dengan bahan utama adalah zat
terlalu cepat maka untuk menahan pendinginan ini organik sedangkan elektroda E 7016 menggunakan tipe
diberikan masukan panas yang tinggi yaitu dengan arus low hydrogen sebagai bahan fluks dengan bahan
pengelasan yang besar. Pengaturan besar kecilnya arus
utama adalah kapur dan fluorat. [ CITATION
dilakukan dengan cara memutar tombol pengatur arus.
Besar arus yang digunakan dapat dilihat pada skala
Gun17 \l 1033 ]
yang ditunjukkan oleh amperemeter yang terletak pada
mesin las. Pada masing-masing mesin las, arus 2.6 Daerah Pengaruh Panas
minimum dan arus maksimum yang dapat dicapai Logam akan mengalami pengaruh pemanasan
berbeda-beda, umumnya berkisar antara 100 Ampere akibat pengelasan dan mengalami perubahan struktur
sampai 600 Ampere. mikro disekitar daerah lasan. Bentuk struktur mikro
bergantung pada temperatur tertinggi yang dicapai
2.5 Elektroda Las pada pengelasan, kecepatan pengelasan dan laju
Pada dasarnya bila di tinjau dari logam yang di pendinginan daerah lasan. Daerah logam yang
las kawat elektroda di bedakan menjadi lima, yaitu : mengalami perubahan struktur mikro akibat mengalami
baja lunak, baja karbon tinggi, baja paduan, besi tuang pemanasan karena pengelasan disebut daerah pengaruh
dan logam non ferro. Karena filler metal harus
panas (DPP), atau Heat Affected Zone (HAZ).
mempunyai kesamaan sifat dengan logam induk, maka
sekaligus ini berarti bahwa tiada elektroda yang dapat
[ CITATION Gun17 \l 1033 ]
dipakai untuk semua jenis dari pengelasan. Elektroda Daerah yang terpengaruh logam las antara lain :
terbungkus sudah banyak yang distandarkan 1. Logam las (Weld Metal) adalah daerah dimana
penggunaannya, standarisasi elektroda berdasarkan JIS terjadi pencairan logam dan dengan cepat
kemudian membeku.
3
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGELASAN LOGAM
Roby Mirza_2613181074_Kelompok 15
Asisten: Thirany Dewa Amnesti_2613171072
Laboratorium Teknik Produksi
Program Studi Teknik Metalurgi
Senin, 31 Mei 2021
Fakultas Teknologi Manufaktur Modul 1 Pengelasan Listrik (SMAW)
2. Fusion Line merupakan daerah perbatasan antara 5. Mesin las dihidupkan dengan mengatur arus
daerah yang mengalami peleburan dan yang tidak sebesar 80-100 A.
melebur. Daerah ini sangat tipis sekali sehingga 6. Pengelasan dilakukan dengan posisi 1G dan sudut
dinamakan garis gabungan antara weld metal dan pengelasannya 30º.
HAZ. 7. Setelah pengelasan selesai, mesin las dimatikan
3. HAZ merupakan daerah yang dipengaruhi panas dan slag yang menempel pada hasil lasan
dan juga logam dasar yang bersebelahan dengan dibersihkan dengan palu terak lalu hasil lasan
logam las yang selama proses pengelasan diamati.
mengalami siklus termal pemanasan dan 8. Seluruh proses dianalisa.
pendinginan cepat, sehingga terjadi perubahan 9. Diambil kesimpulan.
struktur akibat pemanasan.
4. Logam induk (Base Metal) merupakan logam
3.2 Peralatan dan Bahan
dasar dimana panas dan suhu pengelasan tidak
3.2.1 Peralatan
menyebabkan terjadinya perubahan struktur dan
sifat. 1. Mesin las : 1 unit
2. Electrode holder : 1 buah
III. METODOLOGI PENELITIAN 3. Clamp : 1 buah
3.1 Prosedur Kerja 4. Sarung tangan : 1 pasang
3.1.1 Skema Proses 5. Apron dada : 1 buah
6. Apron lengan : 1 buah
Siapkan alat dan bahan
7. Masker : 1 buah
`
8. Palu terak : 1 buah
Ukur dimensi dari plat
9. Sikat kawat : 1 buah
4
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGELASAN LOGAM
Roby Mirza_2613181074_Kelompok 15
Asisten: Thirany Dewa Amnesti_2613171072
Laboratorium Teknik Produksi
Program Studi Teknik Metalurgi
Senin, 31 Mei 2021
Fakultas Teknologi Manufaktur Modul 1 Pengelasan Listrik (SMAW)
5
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGELASAN LOGAM
Roby Mirza_2613181074_Kelompok 15
Asisten: Thirany Dewa Amnesti_2613171072
Laboratorium Teknik Produksi
Program Studi Teknik Metalurgi
Senin, 31 Mei 2021
Fakultas Teknologi Manufaktur Modul 1 Pengelasan Listrik (SMAW)
oleh karena itu sudut jalan elektroda sangat penting voltase berhubungan langsung dengan panjang busur,
dalam proses pengelasan. dan arusnya berhubungan dengan jumlah masukan
Sebelum melakukan proses pengelasan elektroda panas. Pasokan listrik arus konstan paling sering
ini dimasukkan terlebih dahulu ke dalam oven, hal ini digunakan untuk proses pengelasan manual seperti
bertujuan agar elektroda tetap kering atau tidak pengelasan busur logam terlindung, karena mereka
mengalami lembab karena apabila lembab akan mempertahankan arus yang relatif konstan meskipun
berpengaruh terhadap kualitas hasil lasan. Dalam voltasenya bervariasi.
keadaan kering, elektroda tersebut hanya memiliki Berdasarkan hasil pengamatan pada ketiga bentuk
kadar hidrogen yang rendah. Kadar hidrogen yang gerakan elektroda, pada bentuk string terlihat bahwa
berlebih atau elektroda dalam keadaan lembab akan sambungan dari las nya terputus itu terjadi karena
menurunkan sifat mampu las suatu logam dan juga kurang stabil dalam menentukan jarak antara elektroda
akan mengakibatkan terjadinya keretakan (cacat), dan dan benda kerja, lalu pada bentuk spiral terlihat bahwa
kerapuhan (getas) pada hasil pengelasan. Kadar parameternya sesuai dimana antara arus, kecepatan las
hidrogen berlebih tersebut diakibatkan karena proses dan jarak elektrodanya sesuai sehingga bentuk dari
reaksi dengan uap air yang berada di udara sehingga lasannya cukup baik, lalu pada bentuk zigzag terlihat
menyebabkan kadar hidrogen (H2) bertambah. bahwa lebar lasannya terlalu kecil itu diakibatkan
Untuk mekanisme dari pengelasan ini yaitu busur karena kecepatan las yang terlalu cepat sehingga lebar
listrik yang terjadi diantara ujung elektroda dan bahan lasannya kecil dan tidak seimbang dengan tebal
dasar akan mencairkan ujung elektroda dan sebagian lasannya.
bahan dasar. Selaput elektroda yang ikut terbakar akan
mencair dan menghasilkan gas yang melindungi ujung V. KESIMPULAN
elektroda, kawah Ias, busur Iistri dan daerah Ias di 1. Besar kecil nya dalam menentukan arus
sekitar busur listrik terhadap pengaruh udara luar. tergantung dari diameter elektroda yang
Lelehan logam las membeku padatan logam las diikuti digunakan.
oleh membekunya lelehan fluks menjadi slag padat. 2. Elektroda yang lembab dapat berpengaruh
Slag membeku di atas logam las yang panas untuk terhadap kualitas hasil lasan.
melindungi permukaan logam las dari oksidasi dengan 3. Parameter proses yang dapat mempengaruhi
udara bebas. bentuk hasil lasan diantaranya kontrol tangan
Untuk jenis arus yang digunakan ada praktikum seorang praktikan, kecepatan pengelasan, jenis
ini yaitu DCEP. Polaritas DCEP adalah ketika benda polaritas dan jarak antara elektroda dengan benda
kerja yang akan dilas disambungkan pada kutub negatif kerja.
(-) dan elektroda disambungkan pada kutub positif (+)
mesin las DC. Polaritas DCEP mencairkan elektroda VI. SARAN
dalam jumlah lebih banyak, sehingga menjadikan hasil 1. Kontrol tangan saat proses pengelasan
las memiliki penetrasi dangkal. Polaritas ini bekerja berlangsung lebih diperhatikan lagi.
baik untuk pengelasan pelat tipis dan memakai manik
las lebar. Untuk arus yang digunakan yaitu 80-100A VII. DAFTAR PUSTAKA
dimana penentuan arus ini ditentukan berdasarkan
diameter dari kawat las yang digunakan. Dalam
menentukan arus harus diperhatikan bahwa semakin
tinggi arus las maka semakin besar penembusan dan
kecepatan pencairannya. Sedangkan apabila arus
terlalu rendah maka perpindahan cairan dari ujung
elektroda yang digunakan sangat sulit dan busur listrik
yang terjadi tidak stabil.
Untuk memasok energi listrik yang diperlukan
untuk proses pengelasan busur ini, sejumlah pasokan
listrik berbeda dapat digunakan. Klasifikasi yang
paling umum adalah pasokan listrik arus konstan dan
suplai daya voltase konstan. Pada pengelasan busur,
6
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGELASAN LOGAM
Roby Mirza_2613181074_Kelompok 15
Asisten: Thirany Dewa Amnesti_2613171072
Laboratorium Teknik Produksi
Program Studi Teknik Metalurgi
Senin, 31 Mei 2021
Fakultas Teknologi Manufaktur Modul 1 Pengelasan Listrik (SMAW)
Gunawan, Y., Endrianto, N., & Anggara, B. H. (2017). Analisa Pengaruh Pengelasan Listrik Terhadap Sifat Mekanik.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin.
Jalil, S. A., Zulkifli, & Rahayu, T. (2017). Analisa Kekuatan Impak Pada Penyambungan Pengelasan Smaw Material
Assab 705 Dengan Variasi Arus Pengelasan. Jurnal Polimesin, 15.
Santoso, T. B., Solichin, & Hutomo, P. T. (2016). Pengaruh Kuat Arus Listrik Pengelasan Terhadap Kekuatan Tarik
Dan Struktur Mikro Las Smaw Dengan Elektroda E7016. Jurnal Teknik Mesin.
Syahrani, A., Naharuddin, & Nur, M. (2018). Analisis Kekuatan Tarik, Kekerasan, Dan Struktur Mikro Pada. Jurnal
Mekanikal.