0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan7 halaman

Praktikum Pengelasan Listrik SMAW

Laporan ini membahas praktikum pengelasan listrik (SMAW) yang bertujuan untuk mempelajari prosedur dan parameter pengelasan listrik serta membuat sambungan las. Praktikum dilakukan menggunakan bahan baja ST-37 dengan elektroda E6013 pada arus 80-100 A dengan posisi las 1G dan polaritas DCEP untuk membuat sambungan butt joint v-groove dengan bentuk gerakan elektroda spiral, string, dan zigzag.

Diunggah oleh

Roby Mirza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan7 halaman

Praktikum Pengelasan Listrik SMAW

Laporan ini membahas praktikum pengelasan listrik (SMAW) yang bertujuan untuk mempelajari prosedur dan parameter pengelasan listrik serta membuat sambungan las. Praktikum dilakukan menggunakan bahan baja ST-37 dengan elektroda E6013 pada arus 80-100 A dengan posisi las 1G dan polaritas DCEP untuk membuat sambungan butt joint v-groove dengan bentuk gerakan elektroda spiral, string, dan zigzag.

Diunggah oleh

Roby Mirza
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGELASAN LOGAM

Roby Mirza_2613181074_Kelompok 15
Asisten: Thirany Dewa Amnesti_2613171072
Laboratorium Teknik Produksi
Program Studi Teknik Metalurgi
Senin, 31 Mei 2021
Fakultas Teknologi Manufaktur Modul 1 Pengelasan Listrik (SMAW)

Tujuan – Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui prosedur pengelasan listrik, memahami cara
membuat sambungan las, mempelajari dan memahami parameter yang mempengaruhi proses pengelasan listrik.

I. PENDAHULUAN 1. Elektroda dan material yang digunakan yaitu


1.1 Latar Belakang E6013 dan baja ST-37.
Metode pengelasan saat ini sangat banyak 2. Arus yang digunakan sebesar 80-100 A
digunakan secara luas dalam industri rekayasa 3. Posisi las yang digunakan yaitu 1G dengan sudut
keteknikan dari yang sederhana sampai yang rumit, bevel 30º
kontruksi ringan maupun berat dan lain-lain. 4. Polaritas yang digunakan yaitu DCEP.
Sambungan las merupakan ikatan metalurgi pada 5. Jenis sambungan yang digunakan yaitu butt joint
sambungan logam atau logam paduan yang v-groove .
dilaksanakan dalam keadaan cair. Pengelasan logam 6. Bentuk elektroda yang digunakan yaitu string,
dapat dilakukan dengan banyak cara salah satunya spiral, zigzag.
yaitu dengan cara las listrik atau SMAW. Las listrik
paling banyak digunakan, hal ini disebabkan karena 1.4 Keterangan Praktikum
pengelasan tersebut sangat mudah dan cepat dalam 1. Dosen mata kuliah : Tarmizi, S.T., M. T.
proses penggunaannya. 2. Kepala laboratorium : Dr. Sutarno, Ir., M.T.
Penyambungan logam dengan menggunakan 3. Asisten wali : Thirany Dewa Amnesti
busur listrik sering juga disebut las listrik, las listrik 4. Hari/Tanggal : Senin, 31 Mei 2021
merupakan suatu proses penyambungan logam dengan 5. Waktu : 08.00-16.00 WIB
menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas, dan 6. Tempat : Lab. Teknik Produksi
elektroda sebagai tambahan. Pengelasan dengan 7. Fakultas : Teknologi Manufaktur
metode SMAW (Shield Metal Arc Welding) banyak 8. Jurusan : Teknik Metalurgi
digunakan karena proses pengelasan dengan metode ini 9. Universitas : Jenderal Achmad Yani
menghasilkan sambungan yang kuat dan juga mudah
digunakan.
1.5 Gambaran Hasil yang Ingin Dicapai
Pada pengelasan SMAW elektroda memiliki
Hasil yang ingin dicapai adalah praktikan dapat
peranan penting sebagai bahan penyambung antar dua
melakukan pengelasan listrik dengan menghasilkan
logam yang akan dilas dan elektroda ini terdiri dari
bentuk gerakan elektroda spiral, string, zigzag dan
banyak ukuran dan jenis. Agar mendapatkan hasil
melakukan sambungan las dengan jenis butt joint v-
pengelasan yang baik maka elektroda yang digunakan
groove.
harus disesuaikan dengan bahan yang akan dilas serta
pemilihan parameter-parameter pengelasan yang tepat
juga akan meningkatkan kualitas dari hasil pengelasan
tersebut.

1.2 Perumusan Masalah


Adapun perumusan masalah yang dibahas pada II. TEORI DASAR
laporan hasil praktikum ini adalah sebagai berikut. 2.1 Pengelasan
1. Bagaimana cara mengoperasikan pengelasan Pengelasan (Welding) adalah salah satu teknik
listrik (SMAW)? penyambungan logam dengan cara mencairkan
2. Apa saja parameter yang berpengaruh terhadap sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau
proses pengelasan SMAW? tanpa tekanan. Pengelasan atau Welding definisikan
3. Bagaimana cara membuat sambungan las dengan oleh DIN (Deutsche Industrie Normen) adalah ikatan
baik dengan pengelasan SMAW? metalurgi pada sambungan logam atau logam paduan
yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair.
1.3 Batasan Maslah Dengan kata lain, pengelasan adalah suatu proses
Adapun batasan masalah yang digunakan pada penyambungan logam menjadi satu akibat panas atau
praktikum pengelasan ini adalah sebagai berikut. tanpa pengaruh tekanan atau dapat juga didefinisikan
sebagai ikatan metalurgi yang ditimbulkan oleh gaya

1
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGELASAN LOGAM
Roby Mirza_2613181074_Kelompok 15
Asisten: Thirany Dewa Amnesti_2613171072
Laboratorium Teknik Produksi
Program Studi Teknik Metalurgi
Senin, 31 Mei 2021
Fakultas Teknologi Manufaktur Modul 1 Pengelasan Listrik (SMAW)

tarik menarik antar logam.[ CITATION Sya18 \l elektroda las ke benda kerja/logam yang akan dilas
1033 ] pada jarak beberapa milimeter, sehingga terjadi aliran
arus listrik dari elektroda ke benda kerja, karena
Mengelas adalah suatu aktifitas menyambung dua
adanya perbedaan tegangan antara elektroda dan benda
bagian benda atau lebih dengan cara memanaskan atau
kerja (logam yang akan dilas). Panas yang dihasilkan
menekan atau gabungan dari keduanya sedemikian
dapat mencapai 5000º C, sehingga mampu melelehkan
rupa sehingga menyatu seperti benda utuh.
elektroda dan logam yang akan disambung untuk
Penyambungan bisa dengan atau tanpa bahan tambah
(filler metal) yang sama atau berbeda titik cair maupun membentuk paduan.[ CITATION Sya18 \l 1033 ]
strukturnya. Tidak semua logam memiliki sifat mampu las
Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam yang baik. Bahan yang mem-punyai sifat mampu las
konstruksi sangat luas meliputi perkapalan, jembatan, yang baik diantara-nya adalah baja karbon rendah. Baja
rangka baja, bejana tekan, sarana transportasi, rel, pipa ini dapat dilas dengan las busur elektroda terbungkus,
saluran dan lain sebagainya. Faktor yang las busur redam dan las MIG (las logam gas mulia).
mempengaruhi las adalah prosedur pengelasan yaitu Baja karbon rendah biasa digunakan untuk pelat-pelat
suatu perencana-an untuk pelaksanaan penelitian yang tipis dan konstruksi umum.[ CITATION San16 \l
meli-puti cara pembuatan konstruksi las yang sesuai 1033 ]
rencana dan spesifikasi dengan me-nentukan semua hal
yang diperlukan dalam pelaksanaan tersebut. Faktor 2.3 Mesin Las
produksi pengelasan adalah jadwal pembuatan, proses Mesin las SMAW menurut arusnya dibedakan
pembuatan, alat dan bahan yang diperlukan, urutan menjadi tiga macam yaitu mesin las arus searah atau
pelaksanaan, persiapan pengelasan (meliputi: Direct Current (DC), mesin las arus bolak-balik atau
pemilihan mesin las, penunjukan juru las, pemilihan Alternating Current (AC) dan mesin las arus ganda
elektroda, penggunaan jenis kampuh)[ CITATION yang merupakan mesin las yang dapat digunakan untuk
San16 \l 1033 ] pengelasan dengan arus searah (DC) dan pengelasan
dengan arus bolak-balik (AC). Mesin las arus DC dapat
2.2 Las Busur Listrik (SMAW) digunakan dengan dua cara yaitu polaritas lurus dan
Las SMAW (sheilded metal arc welding) las polaritas terbalik. Mesin las DC polaritas lurus (DC-)
busur listrik nyala terlindung adalah pengelasan dengan digunakan bila titik cair bahan induk tinggi dan
menggunakan busur nyala listrik sebagai sumber panas kapasitas besar, untuk pemegang elektrodanya
pencair logam. Logam induk dalam pengelasan ini dihubungkan dengan kutub negatif dan logam induk
mengalami pencairan akibat pencairan yang timbul dihubungkan dengan kutub positif, sedangkan untuk
antara ujung elektroda dan permukaan benda kerja. mesin las DC polaritas terbalik (DC+) digunakan bila
Busur listrik dibangkitkan dari suatu busur las. titik cair bahan induk rendah dan kapasitas kecil, untuk
Elektroda yang digunakan berupa kawat yang pemegang elektrodanya dihubungkan dengan kutub
dibungkus pelindung berupa fluks. Elektroda ini positif dan logam induk dihubugkan dengan kutub
selama pengelasan mengalami pencairan bersamaan negatif.[ CITATION San16 \l 1033 ]
dengan logam induk dan embeku bersama, menjadi
kampuh las.[ CITATION Jal17 \l 1033 ] 2.4 Arus Pengelasan
Proses perpindahan logam elektroda terjadi saat Besarnya aliran listrik yang keluar dari mesin las
ujung elektroda mencair dan membentuk butir-butir disebut dengan arus pengelasan. Arus las harus
yang terbawa arus busur listrik yang terjadi. Bila disesuaikan dengan jenis bahan dan diameter elektroda
digunakan arus listrik besar maka butiran logam cair yang di gunakan dalam pengelasan. Untuk elektroda
yang terbawa menjadi halus dan sebaliknya bila arus standar American Welding Society (AWS), dengan
kecil maka butirannya menjadi besar. Proses contoh AWS E6013 untuk arus pengelasan yang
pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) digunakan sesuai dengan diameter kawat las yang
dilakukan dengan menggunakan energi listrik (AC/DC) dipakai.[ CITATION Gun17 \l 1033 ] dapat
energi listrik dikonversi menjadi energi panas dengan dilihat pada Tabel 1.1
membangkitkan busur listrik melalui sebuah elektroda.
Busur listrik diperoleh dengan cara mendekatkan

2
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGELASAN LOGAM
Roby Mirza_2613181074_Kelompok 15
Asisten: Thirany Dewa Amnesti_2613171072
Laboratorium Teknik Produksi
Program Studi Teknik Metalurgi
Senin, 31 Mei 2021
Fakultas Teknologi Manufaktur Modul 1 Pengelasan Listrik (SMAW)

Tabel 1.1 Hubungan diameter elektroda didasarkan pada jenis fluks, posisi pengelasan dan arus
dengan arus pengelasan las.[ CITATION Gun17 \l 1033 ]
Diameter Panjang
Typer Arus las Tabel 1.2 Komposisi elektroda E6013 dan
Kawat las kawat
Elektroda (Ampere) E7016
(mm) las (mm)
2.0 300 20-50 Elektrod
NSN 312 C Si Mn P S
2.6 300 50-80 a
AWS A5.4 0,3
3.2 350 70-110 E6013 0,08 0,37 0,012 0,010
E31216 0
4.0 350 100-150
0,6
E7016 0,08 0,94 0,011 0,006
Arus las merupakan parameter las yang langsung 0
mempengaruhi penembusan dan kecepatan pencairan
Dari tabel 1.2 diperoleh data bahwa persentase
logam induk, makin tinggi arus las maka makin besar
komposisi Mn (mangan) dan Si (silikon) pada
penembusan dan kecepatan pencairannya. Besar arus
elektroda E7016 lebih tinggi dibandingkan elektroda
pada pengelasan mempengaruhi hasil pengelasan, bila
E6013, dimana komposisi Mn dan Si dapat
arus terlalu rendah maka perpindahan cairan dari ujung
meningkatkan kekuatan dan kekerasan sambungan las.
elektroda yang digunakan sangat sulit dan busur listrik
Dengan kadar Mn yang lebih banyak pada elektroda
yang terjadi tidak stabil. Panas yang terjadi tidak cukup
E7016 maka unsur karbida mangan (Mn3C) yang
untuk melelehkan logam dasar, sehingga menghasilkan
terbentuk akan lebih banyak jika dibandingkan dengan
bentuk rigi-rigi las yang kecil dan tidak rata serta
elektroda E6013. Sedangkan untuk persentase
penembusan pada logam induk kurang dalam. Jika arus
komposisi P (fosfor) dan S (sulfur) pada elektroda
terlalu besar, maka akan menghasilkan manik melebar,
E6013 lebih tinggi dibandingkan E7016 dimana
butiran percikan kecil, penetrasi dalam serta matrik las
komposisi P dan S yang tinggi dapat menimbulkan
tinggi.[ CITATION Sya18 \l 1033 ] kecenderungan retak lebih tinggi dan menurunkan
Untuk pengelasan pada daerah las yang mampu las. Persentase komposisi C (karbon) pada
mempunyai daya serap kapasitas panas yang tinggi kedua jenis elektroda sama.
diperlukan arus listrik yang besar dan mungkin juga Jenis fluks yang digunakan pada elektroda E
diperlukan tambahan panas. Sedangkan untuk 6013 berbeda dengan yang digunakan pada E 7016.
pengelasan baja paduan, yang daerah HAZ-nya dapat Elektroda E 6013 menggunakan tipe high cellulose
mengeras dengan mudah akibat pendinginan yang sebagai bahan fluks dengan bahan utama adalah zat
terlalu cepat maka untuk menahan pendinginan ini organik sedangkan elektroda E 7016 menggunakan tipe
diberikan masukan panas yang tinggi yaitu dengan arus low hydrogen sebagai bahan fluks dengan bahan
pengelasan yang besar. Pengaturan besar kecilnya arus
utama adalah kapur dan fluorat. [ CITATION
dilakukan dengan cara memutar tombol pengatur arus.
Besar arus yang digunakan dapat dilihat pada skala
Gun17 \l 1033 ]
yang ditunjukkan oleh amperemeter yang terletak pada
mesin las. Pada masing-masing mesin las, arus 2.6 Daerah Pengaruh Panas
minimum dan arus maksimum yang dapat dicapai Logam akan mengalami pengaruh pemanasan
berbeda-beda, umumnya berkisar antara 100 Ampere akibat pengelasan dan mengalami perubahan struktur
sampai 600 Ampere. mikro disekitar daerah lasan. Bentuk struktur mikro
bergantung pada temperatur tertinggi yang dicapai
2.5 Elektroda Las pada pengelasan, kecepatan pengelasan dan laju
Pada dasarnya bila di tinjau dari logam yang di pendinginan daerah lasan. Daerah logam yang
las kawat elektroda di bedakan menjadi lima, yaitu : mengalami perubahan struktur mikro akibat mengalami
baja lunak, baja karbon tinggi, baja paduan, besi tuang pemanasan karena pengelasan disebut daerah pengaruh
dan logam non ferro. Karena filler metal harus
panas (DPP), atau Heat Affected Zone (HAZ).
mempunyai kesamaan sifat dengan logam induk, maka
sekaligus ini berarti bahwa tiada elektroda yang dapat
[ CITATION Gun17 \l 1033 ]
dipakai untuk semua jenis dari pengelasan. Elektroda Daerah yang terpengaruh logam las antara lain :
terbungkus sudah banyak yang distandarkan 1. Logam las (Weld Metal) adalah daerah dimana
penggunaannya, standarisasi elektroda berdasarkan JIS terjadi pencairan logam dan dengan cepat
kemudian membeku.

3
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGELASAN LOGAM
Roby Mirza_2613181074_Kelompok 15
Asisten: Thirany Dewa Amnesti_2613171072
Laboratorium Teknik Produksi
Program Studi Teknik Metalurgi
Senin, 31 Mei 2021
Fakultas Teknologi Manufaktur Modul 1 Pengelasan Listrik (SMAW)

2. Fusion Line merupakan daerah perbatasan antara 5. Mesin las dihidupkan dengan mengatur arus
daerah yang mengalami peleburan dan yang tidak sebesar 80-100 A.
melebur. Daerah ini sangat tipis sekali sehingga 6. Pengelasan dilakukan dengan posisi 1G dan sudut
dinamakan garis gabungan antara weld metal dan pengelasannya 30º.
HAZ. 7. Setelah pengelasan selesai, mesin las dimatikan
3. HAZ merupakan daerah yang dipengaruhi panas dan slag yang menempel pada hasil lasan
dan juga logam dasar yang bersebelahan dengan dibersihkan dengan palu terak lalu hasil lasan
logam las yang selama proses pengelasan diamati.
mengalami siklus termal pemanasan dan 8. Seluruh proses dianalisa.
pendinginan cepat, sehingga terjadi perubahan 9. Diambil kesimpulan.
struktur akibat pemanasan.
4. Logam induk (Base Metal) merupakan logam
3.2 Peralatan dan Bahan
dasar dimana panas dan suhu pengelasan tidak
3.2.1 Peralatan
menyebabkan terjadinya perubahan struktur dan
sifat. 1. Mesin las : 1 unit
2. Electrode holder : 1 buah
III. METODOLOGI PENELITIAN 3. Clamp : 1 buah
3.1 Prosedur Kerja 4. Sarung tangan : 1 pasang
3.1.1 Skema Proses 5. Apron dada : 1 buah
6. Apron lengan : 1 buah
Siapkan alat dan bahan
7. Masker : 1 buah
`
8. Palu terak : 1 buah
Ukur dimensi dari plat
9. Sikat kawat : 1 buah

Letakan plat pada meja kerja 10. Welding helmet : 1 buah


11. Tang : 1 buah
Pasang elektroda pada electrode holder
3.2.2 Bahan
Hidupkan mesin las dan atur arus yang 1. Elektroda E6013 : 5 buah
digunakan
2. Plat baja ST37 : 3 buah
Lakukan pengelasan dengan posisi 1G dan
sudut bevel 30º IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Pengumpulan Data
Matikan mesin las, bersihkan slag dan Tabel 1.3 Data pengelasan SMAW
amati hasil lasan
N
Data Keterangan
Analisa dan pembahasan o
String
Kesimpulan
Gambar 1.1 Skema proses pengelasan SMAW
Bentu Spiral
3.1.2 Penjelasan Skema Proses
k
1. Disiapkan alat dan bahan. Gerak
1.
2. Dimensi dari plat diukur menggunakan penggaris an
dan jangka sorong. Elektr
Zig-zag
oda
3. Sebelum dilas, plat diletakkan pada meja kerja
yang permukaannya rata.
4. Selanjutnya elektroda dipasangkan pada
electrode holder.
2. Jenis SMAW

4
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGELASAN LOGAM
Roby Mirza_2613181074_Kelompok 15
Asisten: Thirany Dewa Amnesti_2613171072
Laboratorium Teknik Produksi
Program Studi Teknik Metalurgi
Senin, 31 Mei 2021
Fakultas Teknologi Manufaktur Modul 1 Pengelasan Listrik (SMAW)

Penge 4.2 Pengolahan Data


lasan
Posisi Tidak ada pengolahan data pada modul ini.
3. Penge 1G 4.3 Pembahasan
lasan Pada praktikum ini dilakukan proses pengelasan
Jenis listrik (SMAW) dimana benda kerja yang digunakan
4. Elektr E6013
yaitu plat baja ST 37. Material plat ST 37 merupakan
oda
Diam material baja kontruksi yang berkekuatan tarik 370
eter N/mm2 dan memiliki komposisi kimia 0.5% C, 0.8%
5. 2,6 mm Mn, dan 0.3% Si.
Elektr
oda Proses pengelasan merupakan salah satu
Jenis pekerjaan yang mempunyai banyak resiko atau bahaya.
Mater Karena saat proses pengelasan berlangsung, maka
6. Baja ST37
ial
bahaya seperti asap, cahaya pengelasan, panas dan
Plat
bahaya listrik akan timbul. Asap yang timbul hasil
P = 12cm, pengelasan dapan mengakibatkan sistem pernafasan
Ukura
7. L= 9,8cm, kita terganggu. Oleh karena itu sebelum melakukan
n Plat
T= 0,3 cm proses pengelasan kita wajib menggunakan APD salah
Polari satunya yaitu masker, dimana masker berfungsi
8. DCEP sebagai alat perlindung pernafasan dari bahaya asap
sasi
9. Arus 80-100 A las, karena asap las berbeda dengan asap biasa. Asap
Arah las ini merupakan hasil pembakaran dari bahan kimia
10 untuk perlindungan lasan dan juga pembakaran atau
Penge Kiri ke kanan
. pelelehan dari material lasan.
lasan
Pengelasan ini dilakukan dengan posisi 1G
Tabel 1.4 Data pengelasan SMAW dimana Posisi pengelasan 1G adalah posisi pengelasan
No Data Keterangan dibawah tangan (hand down) dengan posisi benda kerja
horizontal. pada pengelasan ini posisi elektroda
Butt Joint V-groove
membentuk sudut 70°. Lalu untuk jenis sambungan
yang digunakan yaitu butt joint. Butt joint merupakan
1. Bentuk Sambungan sambungan di mana kedua benda kerja berada pada
bidang yang sama dan disambung pada ujung kedua
benda kerja yang saling berdekatan. Sedangkan untuk
Sudut Bevel : 30º elektroda yang digunakan yaitu elektroda E6013.
Elektroda jenis E6013 dapat dipakai dalam semua
2. Jenis Pengelasan SMAW
posisi pengelasan dengan arus las AC maupun DC.
3. Posisi Pengelasan 1G Selain itu, elektroda tersebut memiliki nilai tegangan
4. Jenis Elektroda E6013 tarik minimum sebesar 60.000 lb/in2. Penggunaan
elektroda disini berfungsi sebagai penghantar arus
5. Diameter Elektroda 2,6 mm
listrik dari tang elektroda ke busur yang terbentuk,
6. Jenis Material Plat Baja ST37 setelah bersentuhan dengan benda kerja. Dalam proses
P = 12cm, pengelasan ada yang perlu diperhatikan dimana jarak
nyala busur las diharapkan sama dengan diameter
7. Ukuran Plat L= 9,8cm, kawat inti elektrodanya. Bila jarak busurnya sama
T= 0,3 cm dengan diameter kawat inti elektrodanya, maka cairan
8. Polarisasi DCEP dari elektrodanya akan mengalir dengan baik dan
mengendap dengan baik. Selain itu sudut posisi atau
9. Arus 80-100 A kedudukan elektroda terhadap benda kerja juga harus
10. Arah Pengelasan Kiri ke kanan diperhatikan, karena perubahan sudut yang sangat
ekstrim dapat mempengaruhi bentuk deposit las,

5
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGELASAN LOGAM
Roby Mirza_2613181074_Kelompok 15
Asisten: Thirany Dewa Amnesti_2613171072
Laboratorium Teknik Produksi
Program Studi Teknik Metalurgi
Senin, 31 Mei 2021
Fakultas Teknologi Manufaktur Modul 1 Pengelasan Listrik (SMAW)

oleh karena itu sudut jalan elektroda sangat penting voltase berhubungan langsung dengan panjang busur,
dalam proses pengelasan. dan arusnya berhubungan dengan jumlah masukan
Sebelum melakukan proses pengelasan elektroda panas. Pasokan listrik arus konstan paling sering
ini dimasukkan terlebih dahulu ke dalam oven, hal ini digunakan untuk proses pengelasan manual seperti
bertujuan agar elektroda tetap kering atau tidak pengelasan busur logam terlindung, karena mereka
mengalami lembab karena apabila lembab akan mempertahankan arus yang relatif konstan meskipun
berpengaruh terhadap kualitas hasil lasan. Dalam voltasenya bervariasi.
keadaan kering, elektroda tersebut hanya memiliki Berdasarkan hasil pengamatan pada ketiga bentuk
kadar hidrogen yang rendah. Kadar hidrogen yang gerakan elektroda, pada bentuk string terlihat bahwa
berlebih atau elektroda dalam keadaan lembab akan sambungan dari las nya terputus itu terjadi karena
menurunkan sifat mampu las suatu logam dan juga kurang stabil dalam menentukan jarak antara elektroda
akan mengakibatkan terjadinya keretakan (cacat), dan dan benda kerja, lalu pada bentuk spiral terlihat bahwa
kerapuhan (getas) pada hasil pengelasan. Kadar parameternya sesuai dimana antara arus, kecepatan las
hidrogen berlebih tersebut diakibatkan karena proses dan jarak elektrodanya sesuai sehingga bentuk dari
reaksi dengan uap air yang berada di udara sehingga lasannya cukup baik, lalu pada bentuk zigzag terlihat
menyebabkan kadar hidrogen (H2) bertambah. bahwa lebar lasannya terlalu kecil itu diakibatkan
Untuk mekanisme dari pengelasan ini yaitu busur karena kecepatan las yang terlalu cepat sehingga lebar
listrik yang terjadi diantara ujung elektroda dan bahan lasannya kecil dan tidak seimbang dengan tebal
dasar akan mencairkan ujung elektroda dan sebagian lasannya.
bahan dasar. Selaput elektroda yang ikut terbakar akan
mencair dan menghasilkan gas yang melindungi ujung V. KESIMPULAN
elektroda, kawah Ias, busur Iistri dan daerah Ias di 1. Besar kecil nya dalam menentukan arus
sekitar busur listrik terhadap pengaruh udara luar. tergantung dari diameter elektroda yang
Lelehan logam las membeku padatan logam las diikuti digunakan.
oleh membekunya lelehan fluks menjadi slag padat. 2. Elektroda yang lembab dapat berpengaruh
Slag membeku di atas logam las yang panas untuk terhadap kualitas hasil lasan.
melindungi permukaan logam las dari oksidasi dengan 3. Parameter proses yang dapat mempengaruhi
udara bebas. bentuk hasil lasan diantaranya kontrol tangan
Untuk jenis arus yang digunakan ada praktikum seorang praktikan, kecepatan pengelasan, jenis
ini yaitu DCEP. Polaritas DCEP adalah ketika benda polaritas dan jarak antara elektroda dengan benda
kerja yang akan dilas disambungkan pada kutub negatif kerja.
(-) dan elektroda disambungkan pada kutub positif (+)
mesin las DC. Polaritas DCEP mencairkan elektroda VI. SARAN
dalam jumlah lebih banyak, sehingga menjadikan hasil 1. Kontrol tangan saat proses pengelasan
las memiliki penetrasi dangkal. Polaritas ini bekerja berlangsung lebih diperhatikan lagi.
baik untuk pengelasan pelat tipis dan memakai manik
las lebar. Untuk arus yang digunakan yaitu 80-100A VII. DAFTAR PUSTAKA
dimana penentuan arus ini ditentukan berdasarkan
diameter dari kawat las yang digunakan. Dalam
menentukan arus harus diperhatikan bahwa semakin
tinggi arus las maka semakin besar penembusan dan
kecepatan pencairannya. Sedangkan apabila arus
terlalu rendah maka perpindahan cairan dari ujung
elektroda yang digunakan sangat sulit dan busur listrik
yang terjadi tidak stabil.
Untuk memasok energi listrik yang diperlukan
untuk proses pengelasan busur ini, sejumlah pasokan
listrik berbeda dapat digunakan. Klasifikasi yang
paling umum adalah pasokan listrik arus konstan dan
suplai daya voltase konstan. Pada pengelasan busur,

6
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGELASAN LOGAM
Roby Mirza_2613181074_Kelompok 15
Asisten: Thirany Dewa Amnesti_2613171072
Laboratorium Teknik Produksi
Program Studi Teknik Metalurgi
Senin, 31 Mei 2021
Fakultas Teknologi Manufaktur Modul 1 Pengelasan Listrik (SMAW)

Gunawan, Y., Endrianto, N., & Anggara, B. H. (2017). Analisa Pengaruh Pengelasan Listrik Terhadap Sifat Mekanik.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin.
Jalil, S. A., Zulkifli, & Rahayu, T. (2017). Analisa Kekuatan Impak Pada Penyambungan Pengelasan Smaw Material
Assab 705 Dengan Variasi Arus Pengelasan. Jurnal Polimesin, 15.
Santoso, T. B., Solichin, & Hutomo, P. T. (2016). Pengaruh Kuat Arus Listrik Pengelasan Terhadap Kekuatan Tarik
Dan Struktur Mikro Las Smaw Dengan Elektroda E7016. Jurnal Teknik Mesin.
Syahrani, A., Naharuddin, & Nur, M. (2018). Analisis Kekuatan Tarik, Kekerasan, Dan Struktur Mikro Pada. Jurnal
Mekanikal.

Anda mungkin juga menyukai