Nama : Tiara Irawan
NIM : J0302201024
Kelas : AP1
A. Georeference
Georeferensi digunakan untuk memberikan koordinat ke dalam peta yang akan
didigitasi. Berikut merupakan langkah dalam membuat georeferensi.
Buka terlebih dahulu aplikasi QGIS kemudian akan terlihat seperti tampilan layar
yang belum berisi peta seperti gambar di bawah ini.
Kemudian klik menu raster untuk membuka laman georeferensi. Jika pada raster
belum termuat bagian georeferensi, klik menu plugins terlebih dahulu, lalu klik
bagian all aplication, dan carilah fitur georeferensi di bagian search. Setelah fitur
ditemukan, kemudian klik install dan georeferensi akan termuat di dalam raster
Kemudian klik simbol yang ditunjuk
oleh anak panah pada gambar
disamping
Setelah menekan fitur georeferensi, akan terlihat seperti gambar berikut.
Lalu akan muncul folder seperti
gambar disamping. Setela itu cari
folder kerja dimana gambar peta
sudah disimpan, kemudian klik
gambar tersebut dan tekan ok.
Selanjutnya tentukan koordinat pada peta yang akan di digitasi seperti terlihat seperti
gambar diatas. Koordinat ditentukan dengan cara menentukan 4 titik ikat pada peta
dasar yaitu perpotongan garis pada pojok kanan dan kiri di bagian atas dan bawah.
Kemudian klik add point pada toolbars lalu arahkan ke 4 titik yang sudah ditentukan
tadi.
Masukkan titik koordinat seperti
gambar di samping. Hal yang harus
diperhatikan adalah titik yang berada
di selatan bertanda – dan begitu
sebaliknya.
Kemudian klik fitur yang ditunjuk
anak panah, lalu pada transformation
type pilih thin plate spline, resampling
mode pilih nearest neighbors, dan
pada target SRS pili EPSG:4326-WGS
84. Kemudian sesuaikan letak output
pada folder kerja yang sudah dibuat
sebelumnya.
Setelah seluruh koordinat selesai ditentukan, klik start georeferencing (simbol panah
warna hijau). Layout atau project yang sudah dibuat akan tersimpan di folder kerja
yang sudah dibuat sebelumnya, seperti yang terlihat pada gambar diatas yang diberi
tanda panah.
B. Digitasi
Digitasi digunakan untuk merekam atau menelusuri setiap garis dan tepi area pada
peta serta mengubah peta dasar menjadi peta digital. Berikut merupakan langkah-
langkah dalam melakukan digitasi.
Klik peta yang sudah digeoreferensi sebelumnya, peta tersebut akan tampil pada layer
seperti gambar diatas
Kemudian klik menu layer, klik fitur create layer dan new shapefile layer untuk mulai
membuat shape digitasi.
Kemudian akan tampil seperti gambar
di samping.
Pada kolom diatas, bagian nama diisi dengan masing-masing shapefile yang akan
dibuat yaitu batas, sungai, jalan, objek, dan bangunan. Selanjutnya klik simbol 3 titik
yang berada di ujung sebelah kanan bagian atas. Kemudian simpan shapefile yang
akan dibuat di folder kerja yang sudah dibuat sebelumnya.
Selanjutnya untuk bagian file encoding dipilih UTP-8. Selanjutnya untuk geometry
type diilih sesuai dengan shapefile yang akan dibuat. Untuk batas, jalan dan sungai
memakai line, untuk objek memakai point, dan untuk bangunan memakai polygon
Lalu isi nama sesuai shapefile yang dibuat, length untuk batas adalah 50 dan untuk
shapefile lainnya memakai 80. Setelah itu tekan fitur Add to Field Liest hingga nama
shapefile yang telah dibuat akan muncul di bagian field list seperti gambar diatas.
Output shapefile yang telah dibuat akan terlihat
di layer seperti gambar di samping, kemudian
klik kanan pada nama shapefile yang tertera di
layer, lalu klik properties.
Setelah menekan properties akan
muncul fitur seperti gambar di samping,
kemudian dapat diedit sesuai keinginan
kita.
Setelah diedit pada fitur properties, klik bagian toogle editing pada menu bar untuk
memulai digitasi, sehingga fitur lainnya akan terbuka seperti add line features untuk
batas, sungai, dan jalan, add point features untuk objek, serta add polygont features
untuk bangunan. Kemudian peta dapat di digitasi pada masing-masing simbol
Berikut merupakan bentuk hasil digitasi yang telah dibuat.