0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan5 halaman

Prosedur Analitis dalam Audit Keuangan

Prosedur analitis merupakan prosedur audit yang meliputi analisis dan perbandingan data untuk memahami bisnis klien, menilai kemampuan kelangsungan usaha, dan mendeteksi kemungkinan salah saji laporan keuangan dengan melakukan perhitungan rasio, analisis vertikal, dan model statistik. Prosedur lainnya termasuk inspeksi, konfirmasi, permintaan keterangan, perhitungan, penelusuran, pemeriksaan bukti pendukung, pengam

Diunggah oleh

Muhamad Amien
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan5 halaman

Prosedur Analitis dalam Audit Keuangan

Prosedur analitis merupakan prosedur audit yang meliputi analisis dan perbandingan data untuk memahami bisnis klien, menilai kemampuan kelangsungan usaha, dan mendeteksi kemungkinan salah saji laporan keuangan dengan melakukan perhitungan rasio, analisis vertikal, dan model statistik. Prosedur lainnya termasuk inspeksi, konfirmasi, permintaan keterangan, perhitungan, penelusuran, pemeriksaan bukti pendukung, pengam

Diunggah oleh

Muhamad Amien
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Prosedur Analitis (analytical procedures)


Prosedur analitis terdiri dari penelitian dan perbandingan hubungan di antara data. Prosedur ini
meliputi:
•       perhitungan dan penggunaan rasio-rasio sederhana;
•       analisis vertikal atau laporan persentase;
•       perbandingan jumlah yang sebenarnya dengan data historis atau anggaran; serta penggunaan
model matematis dan statistik, seperti analisis regresi.

Prosedur analitis seringkali meliputi juga pengukuran kegiatan bisnis yang mendasari operasi serta
membandingkan ukuran-ukuran kunci ekonomi yang menggerakkan bisnis dengan hasil keuangan
terkait. Prosedur analitis digunakan untuk tujuan yang berbeda pada suatu audit seperti 
•       Memahami industri dan bisnis klien
•       Menilai kemampuan entitas untuk terus going concern
•       Menunjukkan adanya kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan Mengurangi pengujian audit
yang terinci 

2. Inspeksi (inspecting)
Inspeksi meliputi pemeriksaan rinci terhadap dokumen dan catatan, serta pemeriksaan sumber daya
berwujud. Prosedur ini digunakan secara luas dalam auditing. Inspeksi seringkali digunakan dalam
mengumpulkan dan mengevaluasi bukti bootom-up  maupun top-down. Dengan melakukan inspeksi
atas dokumen, auditor dapat menentukan ketepatan persyaratan dalam faktur atau kontrak yang
memerlukan pengujian bottom-up  atas akuntansi transaksi tersebut. 

Istilah-istilah seperti me-review  (reviewing), membaca (reading), dan memeriksa (examining) adalah


sinonim dengan menginspeksi dokumen dan catatan. Menginspeksi dokumen dapat membuka jalan
untuk mengevaluasi bukti documenter. Dengan demikian melalui inspeksi, auditor dapat menilai
keaslian dokumen, atau mungkin dapat mendeteksi keberadaan perubahaan atau item-item yang
dipertanyakan. Bentuk lain dari inspeksi adalah scanning atau memeriksa secara tepat dan tidak
terlampau teliti dokumen dan catatan. 

3. Konfirmasi (confirming)
Meminta konfirmasi adalah bentuk permintaan keterangan yang memungkinkan auditor
memperoleh informasi secara langsung dari sumber independen di luar organisasi klien. Dalam kasus
yang lazim, klien membuat permintaan kepada pihak luar secara tertulis,  namun auditor yang
mengendalikan pengiriman permintaan keterangan tersebut. Permintaan tersebut juga harus
meliputi instruksi berupa permintaan kepada penerima untuk mengirimkan tanggapannya secara
langsung kepada auditor. Konfirmasi menyediakan bukti bottom-up  penting dan digunakan dalam
auditing karena bukti tersebut biasanya objektif dan berasal dari sumber yang independen. 

4. Permintaan Keterangan (inquiring)


Permintaan keterangan meliputi permintaan keterangan secara lisan atau tertulis oleh auditor.
Permintaan keterangan tersebut biasanya ditujukan kepada manajemen atau karyawan, umumnya
berupa pertanyaan-pertanyaan yang timbul setelah dilaksanakannya prosedur analitis atau
permintaan keterangan yang berkaitan dengan keusangan persediaan atau piutang yang dapat
ditagih. Auditor juga dapat langsung meminta keterangan pada pihak eksteren, seperti permintaan
keterangan langsung kepada penasehat hokum klien tentang kemungkinan hasil litigasi. Hasil
permintaan keterangan dapat berupa bukti lisan atau bukti dalam bentuk representasi tertulis. 

5. Perhitungan (counting)
Dua aplikasi yang paling umum dari perhitungan adalah perhitungan fisik sumber daya berwujud
seperti jumlah kas dan persediaan yang ada, dan akuntansi seluruh dokumen dengan nomor urut
yang telah dicetak. Yang pertama menyediakan cara untuk mengevaluasi bukti fisik tentang jumlah
yang ada, sedangkan yang kedua dapat dipandang sebagai penyediaan cara untuk mengevaluasi
pengendalian internal perusahaan melalui bukti yang objektif tentang kelengkapan catatan
akuntansi. Teknik perhitungan ini menyediakan bukti audit bottom-up, namun auditor seringkali
terdorong untuk memperoleh bukti top-down  terlebih dahulu guna mendapatkan konteks ekonomi
dari prosedur perhitungan. 

6. Penelusuran (tracing)
Dalam penelurusan (tracing) yang seringkali juga disebut sebagai penelusuran ulang, auditor
memilih dokumen yang dibuat pada saat transaksi dilaksanakan, dan menentukan bahwa informasi
yang diberikan oleh dokumen tersebut telah dicatat dengan benar dalam catatan akuntansi (jurnal
dan buku besar). Arah pengujian prosedur ini berawal dari dokumen menuju ke catatan akuntansi,
sehingga menelusuri kembali asal-usul aliran data melalui sistem akuntansi. Karena proesdur ini
memberikan keyakinan bahwa data yang berasal dari dokumen sumber pada akhirnya dicantumkan
dalam akun, maka secara khusus data ini sangat berguna untuk mendeteksi terjadinya salah saji
berupa penyajian yang lebih rendah dari yang seharusnya (understatement) dalam catatan
akuntansi. 

7. Pemeriksaan Bukti Pendukung (vouching)


Pemeriksaan bukti (vouching) pendukung meliputi pemilihan ayat jurnal dalam catatan akuntansi,
dan mendapatkan serta memeriksa dokumentasi yang digunakan sebagai dasar ayat jurnal tersebut
untuk menentukan validitas dan ketelitian pencatatan akuntansi. Dalam melakukan vouching, arah
pengujian berlawanan dengan yang digunakan dalam tracing. Prosedur vouching  digunakan secara
luas untuk mendeteksi adanya salah saji berupa penyajian yang lebih tinggi dari yang seharusnya
(overstatement) dalam catatan akuntansi. 

8. Pengamatan (observing)
Pengamatan (observing) berkaitan dengan memperhatikan dan menyaksikan pelaksanaan beberapa
kegiatan atau proses. Kegiatan dapat berupa pemrosesan rutin jenis transaksi tertentu seperti
penerimaan kas, untuk melihat apakah para pekerja sedang melaksanakan tugas yang diberikan
sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan. Pengamatan terutama penting untunk
memperoleh pemahaman atas pengendalian internal. Auditor juga dapat mengamati kecermatan
seorang karyawan klien dalam melaksanakan pemeriksaan tahunan atas fisik persediaan.
Pengamatan yang terakhir ini memberikan peluang untuk membedakan antara mengamati dan
menginspeksi. 

9. Pelaksanaan Ulang (reperforming)


Salah satu prosedur audit yang penting adalah pelaksanaan ulang (reperforming) perhitungan dan
rekonsiliasi yang dibuat oleh klien. Misalnya menghitung ulang total jurnal, beban penyusutan,
bunga akrual dan diskon atau premi obligasi, perhitungan kuantitas dikalikan harga per unit pada
lembar ikhtisar persediaan, serta total pada skedul pendukung dan rekonsiliasi. Auditor juga dapat
melaksanakan ulang beberapa aspek pemrosesan transaksi tertentu untuk menentukan bahwa
pemrosesan awal telah sesuai dengan pengandalian intern yang telah dirumuskan. 

Sebagai contoh, auditor dapat melaksanakan ulang pemeriksaan atas kredit pelanggan pada
transaksi penjualan untuk menentukan bahwa pelanggan memang memiliki kredit yang sesuai pada
saat transaksi tersebut diproses. Pemeriksaan ulang biasanya memberikan bukti bottom-up, dan
dengan bukti bottom-up  lainnya, auditor dapat terlebih dahulu memahami konteks ekonomi untuk
pengujian audit tersebut. 

10. Teknik Audit Berbantuan Komputer (computer-assisted audit techniques)


Apabila catatan akuntansi klien dilaksanakan melalui media elektronik, maka auditor dapat
menggunakan teknik audit berbantuan computer (computer-asssited audit techniques/CAAT) untuk
membantu melaksanakan beberapa prosedur yang telah diuraikan sebelumnya. Sebagai contoh,
auditor dapat menggunakan perangkat lunak komputer untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:
•       Melaksanakan perhitungan dan perbandingan yang digunakan dalam prosedur analitis.
•       Memilih sampel piutang usaha untuk konfirmasi.
•       Mencari sebuah file dalam komputer untuk menentukan bahwa semua dokumen yang berurutan
telah dipertanggungjawabkan.
•       Membandingkan elemen data dalam file-file yang berbeda untuk disesuaikan (seperti harga yang
tercantum dalam faktur dengan master file yang memuat harga-harga yang telah disahkan)
•       Memasukkan data uji dalam program klien untuk menentukan apakah aspek computer
•       Melaksanakan ulang berbagai perhitungan seperti penjumlahan buku besar pembantu piutang
usaha atau file persediaan. 

11. Dokumentasi
Dokumentasi adalah pengujian auditor atas berbagai dokumen dan catatan klien untuk mendukung
informasi yang tersaji atau seharusnya tersaji dalam laporan keuangan. Berbagai dokumen yang di
uji auditor adalah catatan-catatan yang dipergunakan oleh klien untuk menyediakan informasi bagi
pelaksanaan bisnis yang terorganisasi. Karena pada umumnya setip transaksi dalam organisasi klien
ini minimal didukung oleh selembar dokumen,maka jenis bukti audit ini tersedia dalam jumlah besar.
ENIS BUKTI AUDIT DAN PROSEDUR AUDIT
JENIS-JENIS BUKTI AUDIT
Bukti audit merupakan informasi yang dikumpulkan dan digunakan oleh auditoruntuk mendukung
suatu laporan keuangan yang diperiksa, dan pada akhirnya digunakansebagai dasar untuk menyatakan
pendapat (
 Audit Opinion
).Bukti audit terdiri dari 9 jenis, dan dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu:a . B u k t i
A k u n t a n s i Bukti Akuntansi terdiri dari 2 jenis, antara lain:

Catatan AkuntansiCatatan akuntansi merupakan sumber data sebagai dasar pembuatan
laporankeuangan, seperti jurnal, dan sebagainya. leh karena itu, !atatan akuntansidipergunakan oleh
auditor sebagai bukti untuk mendukung laporan keuangan yangdiperiksa.

Bukti "engendalian #nternal"engendalian internal merupakan bukti yang paling kuat di
dalammelaksanakan audit. $ebab, dari kuat atau lemahnya pengendalian internal lahseorang auditor
mendapatkan indikator seberapa banyak bukti yang harusdikumpulkan. %isalnya, apabila risiko
pengendalian internal tinggi, itu artinyarisiko audit yang diren!anakan harusnya rendah. [Link]
"endukung & Bukti #nformasi "enguatBukti "endukung terdiri dari ' jenis, antara lain:  ) B u k t i
 o k u m e n t e r   Bukti dokumenter terbagi menjadi beberapa bagian:[Link] yang dibuat
pihak luar dan dikirim langsung kepada auditor  [Link] yang dibuat pihak luar dan dikirim
kepada auditor melalui klien! . B u k t i y a n g   d i b u a t   d a n   d i s i m p a n k l i e n Bukti yang pertama
memiliki kredibilitas lebih tinggi dari bukti kedua dan begitu juga dengan bukti kedua terhadap bukti
ketiga.2 ) B u k t i * i s i k   Bukti fisik merupakan bukti yang diperoleh auditor se!ara langsung
melalui pemeriksaan fisik di dalam proses audit. Contohnya pemeriksaan fisik persediaanse!ara
langsung oleh auditor. Bukti ini merupakan salah satu bukti yang palingakurat di dalam audit.
+ ) B u k t i % a t e m a t i s Bukti matematis merupakan bukti yang diperoleh auditor melalui
perhitunganlangsung, misalnya
 footing 
 untuk penjumlahan ertikal, dan
cross footing 
 untuk penjumlahan se!ara hori-ontal. ) B u k t i   / a s i o & " e r b a n d i n g a n
 
Bukti rasio merupakan bukti yang diperoleh auditor melalui penggunaan rasioseperti rasio likuiditas,
profitabilitas, solabilitas,
quick ratio
, dan sebagainya.0)Bukti $pesialis&$urat "ernyataan 1ertulisBukti surat pernyataan tertulis
merupakan bukti yang diperoleh auditormelalui sumber eksternal. $urat pernyataan tertulis ini
misalnya surat teknisi, ahli bangunan yang berhubungan dengan
klien.' ) B u k t i    i s a n & 3 a 4 a n ! a r a Bukti lisan merupakan bukti yang dikumpulkan oleh
auditor se!ara langsungkepada objek yang ingin dimintai bukti, misalnya 4a4an!ara dan sebagainya.
JENIS-JENIS PROSEDUR AUDIT
"rosedur audit merupakan tindakan yang dilakukan oleh auditor dalam mengumpulkan bukti audit.
"rosedut audit terbagi dalam 5 jenis yaitu: #nspeksi ."emeriksaan rin!i terhadap suatu
dokumen dan kondisi fisik yang memiliki kaitan dan memiliki probabilitas menghasilkan
bukti untuk mendukung laporan keuangan2 .  b s e r  a s i & " e n g a m a t a n "rosedur audit untuk
melihat dan menyaksikan suatu kegiatan yang berhubungandengan proses pengumpulan bukti.
+ . " e r m i n t a a n   6 e t e r a n g a n   ( 7 n 8 u i r y ) %erupakan prosedur audit untuk memintai keterangan
yang dilakukan oleh auditorterhadap objek yang dianggap memiliki
informasi. . 6 o n f i r m a s i %erupakan penyelidikan yang dilakukan auditor untuk memintai
keterangan melalui pihak ketiga untuk mendapatkan bukti.0 . " e n e l u s u r a n   ( t r a !
i n g ) "enelusuran merupakan proses pengumpulan bukti yang dilakukan oleh auditor daridokumen ke
!atatan akuntansi.' . " e m e r i k s a a n b u k t i p e n d u k u n g (  o u ! h i n g ) Berbeda dengan tra!ing,
ou!hing merupakan proses pengumpulan bukti yangdilakukan auditor dari !atatan akuntansi ke
dokumen. adi ou!hing merupakankebalikan dari tra!
ing. . " e r h i t u n g a n   ( C o u n t i n g ) "rosedur ini merupakan penghitungan fisik yang dilakukan
auditor di dalam pemeriksaan untuk mendapatkan bukti. %isalnya penghitungan fisik dari
jumlah persediaan akhir.; . $ ! a n n i n g $!anning merupakan reie4 atau penelaahan se!ara !
epat terhadap dokumen, !atatan,dan lain untuk menemukan unsur<unsur yang bisa digunakan
sebagai bukti di dalam pemeriksaan.
 
9 . " e l a k s a n a a n u l a n g ( r e p e r f o r m i n g ) "roses ini merupakan pengulangan pekerjaan yang
dilakukan oleh auditee untukmen!ari apakah ada hal<hal yang bisa dikategorikan sebagai bukti di
dalam pemeriksaan.[Link]<assisted Audit 1e!hni8ues"roses ini dilakukan apabila !atatan
akuntansi klien direkam atau disajikan dalammedia elektronik dan sebagain

Anda mungkin juga menyukai