0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan10 halaman

Pertolongan Pertama Gigitan Anjing

Rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kematian. Virusnya menular melalui gigitan atau jilatan hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kucing, dan kelelawar. Gejalanya meliputi ketakutan air, kejang, dan lumpuh total. Pencegahan melalui vaksinasi, sedangkan penanganannya dengan membersihkan luka, vaksin, dan observasi hewan penular.

Diunggah oleh

Nurharwati Wanthy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan10 halaman

Pertolongan Pertama Gigitan Anjing

Rabies adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kematian. Virusnya menular melalui gigitan atau jilatan hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kucing, dan kelelawar. Gejalanya meliputi ketakutan air, kejang, dan lumpuh total. Pencegahan melalui vaksinasi, sedangkan penanganannya dengan membersihkan luka, vaksin, dan observasi hewan penular.

Diunggah oleh

Nurharwati Wanthy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas: Keperawatan Medikal Bedah(KDM) I

LAPORAN PENDAHULUAN

RABIES

DOSEN : Aulia Rahman,[Link].,Ns.,[Link]

DISUSUN OLEH :

NAMA : NURHARWATI
NIM : 1140970120029
KELAS : 2A GELATIK

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN

AKADEMI KEPERAWATAN KESDAM VI/TANJUNGPURA

T0AHUN 2020/202

RABIES
I. KONSEP DASAR TEORI
A. PENGERTIAN
Rabies berasal dari kata latin “rabere” yang berarti “gila”, di Indonesia
dikenal sebagai penyakit anjing gila. Penyakit anjing gila (rabies) adalah suatu
penyakitmenular yang akut, menyerang susunan syaraf pusat, disebabkan
oleh virus rabies jenis Rhabdho virus yang dapat menyerang semua hewan
berdarah panas [Link] adalah suatu infeksi virus pada otak yang
menyebabkan iritasi dan peradangan otak dan medulla [Link] atau
dikenal juga dengan istilah penyakit anjing gila adalah penyakit infeksi yang
bersifat akut pada susunan saraf

B. TAHAP PENYAKIT RABIES


Perjalanan penyakit rabies pada anjing dan kucing dibagi dalam 3 fase
(tahap).
1. Fase prodormalhewan mencari tempat dingin dan menyendiri , tetapi dapat
menjadi lebih agresifdan nervus, pupil mata melebar dan sikap tubuh kaku
(tegang). Fase ini berlangsung selama 1-3 hari . Setelah fase Prodormal
dilanjutkan fase Eksitasiatau bisa langsung ke fase Paralisa
2. Fase eksitasihewan menjadi ganas dan menyerang siapa saja yang ada di
sekitarnya danmemakan barang yang aneh-aneh. Selanjutnya mata
menjadi keruh dan selaluterbuka dan tubuh gemetaran , selanjutnya masuk
ke fase Paralisa.
3. Fase paralisaHewan mengalami kelumpuhan pada semua bagian tubuh
dan berakhir dengankematian.

C. PATOFISIOLOGI
Virus rabies yang terdapat pada air liur hewan yang terinfeksi,
menularkan kepadahewan lainnya atau manusia melalui gigitan atau melalui
jilatan pada kulit yang tidakutuh . Virus akan masuk melalui saraf-saraf menuju
ke medulla spinalis dan otak,yang merupakan tempat mereka berkembangbiak
dengan kecepatan 3mm / [Link] virus akan berpindah lagi melalui
saraf ke kelenjar liur dan masuk kedalam air liur. Pada 20% penderita, rabies
dimulai dengan kelumpuhan pada tungkai bawah yang menjalar ke seluruh
tubuh. Tetapi penyakit ini biasanya dimulai dengan periode yang pendek dari
depresi mental, keresahan, tidak enak badan dan [Link] akan
meningkat menjadi kegembiraan yang tak terkendali dan penderitaakan
mengeluarkan air [Link] otot tenggorokan dan pita suara bisa
menyebabkanrasa sakit yang luar biasa. Kejang ini terjadi akibat adanya
gangguan daerah otak yangmengatur proses menelan dan pernafasan. Angin
sepoi-sepoi dan mencoba untukminum air bisa menyebabkan kekejangan ini.
Oleh karena itu penderita rabies tidakdapat minum, gejala ini disebut hidrofobia
(takut air). Lama-kelamaan akan terjadikelumpuhan pada seluruh tubuh,
termasuk pada otot-otot pernafasan sehinggamenyebabkan depresi pernafasan
yang dapat mengakibatkan kematian.

D. PENYEBAB
Adapun vektor dalam penularan penyakit ini adalah anjing, kucing dan
binatang- binatang liar seperti kera, kelelawar, rakun, serta rubah.

E. MANIFESTASI KLINIS
Masa inkubasi adalah waktu antara penggigitan sampai timbulnya gejala
penyakit .Masa inkubasi penyakit rabies pada anjing dan kucing kurang lebih 2
minggu (10 hari- 14 hari). Pada manusia 2-3 minggu dan paling lama 1 tahun.
Masa inkubasitergantung dari :
1. Lokasi gigitan, biasanya paling pendek pada orang yang digigit di daerah
kepala,tempat yang tertutup celana pendek
2. Bila gigitan terdapat di banyak tempat
3. Umur
4. Virulensi (banyaknya virus yang masuk melalui gigitan / jilatan)

Tanda-tanda rabies pada hewan


a. Bentuk diam ( dumb rabies )
1) Air liur menetes berlebihan, rahang bawah tidak dapat dikatupkan
dan hewan tidakdapat mengunyah dan menelan makanan
2) Tidak ada keinginan pada hewan untuk menyerang atau mengigit
3) Seluruh bagian tubuh mengalami kelumpuhan
4) Hewan akan mati dalam beberapa jam
b. Bentuk ganas ( farious rabies )
1) Hewan menjadi agresif dan tidak lagi mengenal pemiliknya
2) Menyerang orang, hewan, dan benda-benda yang bergerak
3) Bila berdiri sikapnya kaku, ekor dilipat diantara kedua paha
belakangnya
4) Pada anak anjing akan menjadi lebih lincah dan suka bermain ,
tetapi akan menggigit bila dipegang dan akan menjadi ganas dalam
beberapa jam

Tanda-tanda rabies pada manusia

a. Diawali dengan demam r ingan atau sedang, sakit kepala, nafsu makan
menurun, badan terasa lemah, mual, muntah dan perasaan yang abnormal
pada daerah sekitargigitan (rasa panas, nyeri berdenyut)
b. Rasa takut yang sangat pada air, dan peka terhadap cahaya, udara, dan
suara
c. Air liur dan air mata keluar berlebihan
d. Pupil mata membesar
e. Bicara tidak karuan, selalu ingin bergerak dan nampak kesakitan
f. kejang-kejang lalu lumpuh dan akhirnya meninggal dunia

F. CARA PENULARAN
Virus rabies ditemukan dalam jumlah banyak pada air liur hewan yang
[Link] ini akan ditularkan ke hewan lain atau ke manusia
terutama melalui :
1. Luka gigitan
2. Jilatan pada luka / kulit yang tidak utuh
3. Jilatan pada selaput mukosa yang utuh

G. PENCEGAHAN
Langkah-langkah untuk mencegah rabies bisa diambil sebelum terjangkit
virus atausegera setelah terjangkit. Sebagai contoh, vaksinasi bisa diberikan
kapada orang-orang yang beresiko tinggi terhadap terjangkitnya virus, yaitu :
1. Dokter hewan
2. Petugas laboratorium yang menangani hewan-hewan yang terinfeksi
3. Orang-orang yang menetap atau tinggal lebih dari 30 hari di daerah
yang rabies padaanjing banyak ditemukan
4. Para penjelajah gua kelelawar
Vaksinasi memberikan perlindungan seumur hidup. Tetapi kadar
antibodi akanmenurun, sehingga orang yang berisiko tinggi terhadap
penyebaran selanjutnya harusmendapatkan dosis buster vaksinasi
setiap 2 tahun.
H. PENATALAKSANAAN
1. Penanganan pertama pada orang yang digigit
a. Segera cuci luka gigitan dengan air bersih dan sabun atau detergen
selama 10 sampai15 menit (gigitan yang dalam disemprot dengan
air sabun ) kemudian bilas dengan airyang mengalir , lalu keringkan
dengan kain bersih.
b. Luka kemudian diberi obat luka yang tersedia (misalnya betadin)
lalu dibalut dengan pembalut atau kain yang bersih.
c. Korban secepatnya dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit
terdekat untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
2. Penanganan terhadap hewan yang digigitAnjing, kucing dan kera yang
menggigit manusia atau hewan lainnya harus dicurigaimenderita
[Link] hewan tersebut harus diambil tindakan sebagai berikut:
a. Bila hewan tersebut adalah hewan peliharaan atau ada pemiliknya,
maka hewantersebut harus ditangkap dan diserahkan ke Dinas
Peternakan setempat untukdiobservasi selama 14 hari. Bila hasil
observasi negatif rabies maka hewan tersebutharus mendapat
vaksinasi rabies sebelum diserahkan kembali kepada pemiliknya.
b. Bila hewan yang menggigit adalah hewan liar (tidak ada
pemiliknya) maka hewantersebut harus diusahakan ditangkap
hidup dan diserahkan kepada Dinas Peternakansetempat untuk
diobservasi dan setelah masa observasi selesai hewan tersebut
dapatdimusnahkan atau dipelihara oleh orang yang berkenan ,
setelah terlebih dahulu diberivaksinasi rabies.
c. Bila hewan yang menggigit sulit ditangkap dan terpaksa harus
dibunuh, maka kepalahewan tersebut harus diambil dan segera
diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk dilakukan
pemeriksaan laboratorium. Jika seseorang digigit hewan,
makahewan yang menggigit harus diawasi.
I. KOMPLIKASI
Berbagai komplikasi dapat terjadi pada penderita rabies dan biasanya
timbulpada fase [Link] Neurologik dapat berupa peningkatan
tekanan intra cranial:kelainan padahypothalamus berupa diabetes insipidus,
sindrom abnormalitas hormoneanti diuretic (SAHAD);disfungsi otonomik yang
menyebabkan hipertensi, hipotensi,hipertermia, hipotermia, aritmia danhenti
jantung. Kejang dapat local maupungeneralisata, dan sering bersamaan
dengan aritmia dangangguan respirasi.
J. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Elektroensefalogram (EEG) : dipakai untuk membantu menetapkan jenis
danfokus dari kejang.
2. Pemindaian CT: menggunakan kajian sinar X yang lebih sensitif dri
biasanya untuk mendeteksi perbedaan kerapatan jaringan.
3. Magneti resonance imaging ( MRI ) : menghasilkan bayangan dengan
menggunakan lapanganmagnetik dan gelombang radio, berguna untuk
memperlihatkan daerah daerah otak yang itdak jelasterlihat bila
menggunakanpemindaian CT scan.
4. Pemindaian positron emission tomography ( PET ) : untuk mengevaluasi
kejangyang membandel danmembantu menetapkan lokasi lesi, perubahan
metabolikatau aliran darah dalam.
II. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pengkajian
1. Data subjektif
a. Orang tua pasien mengatakan anaknya kesakitan pada lipatan lengan
kirinyakarwna digigit anjing.
b. Skala nyeri 3 dari (0 -10) skala nyeri yang diberikan
2. Data objektif
a. Pasien tampak meringis
b. Terdapat luka bekasi gigtan anjing pada lipatan lengan kiri
c. Terdapat luka kemerahan pada area gigitan
3. Data fokus
a. Primary Surveya
1) Airway
Pada pasien gigitan Vulnus mozum ( luka gigitan anjing )
biasanyatidak mengalami masalah pada Airway ,jalan nafasnya bersih
dantidak mengalami obstruksi/sumbatan, pembengkakan/edema
padasaluran pernafasan.
2) BreathingPernapasan atau breathing pada pasien Vulnus mozum
( luka gigitananjing ) dapat berbicara dengan jelas,tanpa terkesan
sesak, pernafasan pasien RR =30x/menit, N=100x/menit.
3) CirculationPada pasien Vulnus mozum ( luka gigitan anjing ) tidak
menunjukkantanda-tandasyok/ perdarahan, nadi kuat 100x/menit.d)
DisabilityDalam pengkajian disability pasien Vulnus mozum ( luka
gigitan anjing ) biasanya akan memberikan respon pain sesuai
dengan pendekatan PQRSTyang dirasakan. Menunjukkan kesadaran
penuh E4V5M6, kesadaran pasien compos metris, reflek pupil baik.
4) Exposure ( kontrol lingkungan )Pasien dengan Vulnus mozum ( luka
gigitan anjing ) mengalami luka / jejas ( injuri ) pada lipatan lengan kiri
terdapat luka gigitan anjing yang berwarna kemerahan dan sudah
dibersihkan dengan betadine dan cairan NaCL 0,9 %.

b. Secondary Survey
Fokus pengkajian pada secondary survey adalah tentang riwayat
penyakit saat ini,alergi, medikasi, riwayat penyakit sebelumnya, makan
dan minum terakhir pasien,even/peristiwa penyebab, tanda vital, dan
keluhan nyeri pasien dengan pendekatan PQRST. Selain focus
pengkajian tersebut, pada secondary survey juga dilakukan pemeriksaan
fisik pada pasien.

B. Diagnosa Keperawatan
Resiko penularan infeksi rabies berhubungan dengan gigitan anjing
didasaridengan Orang tua pasien mengatakan anaknya kesakitan pada
lipatan lengankirinya karwna digigit anjing ,Skala nyeri 3 dari (0 -10) skala
nyeri yangdiberikan, Pasien tampak meringis,Terdapat luka bekas gigitan
anjing pada lipatanlengan kiri, Terdapat luka kemerahan pada area gigitan.

C. Rencana Asuhan Keperawatan


1. Intervensi : Observasi KU pasien
Rasional : Mengetahui kondisi secara umum pasien
2. Intervensi : Rawat luka dengan betadine dan Nacl 0.9 %
Rasional : Menjaga luka tetap bersih
3. Intervensi : Beri HE kepada pasien dan keluarga pasien tentang tanda
dan gejaladari penyakit rabies
Rasional : Menberikan informasi kepada pasien dan keluarga agar
mengetahuisedini mungkin tentang penyakit rabies

4. Intervensi : Delegatif dalam pemberian VAR ( Verorab )


Rasional : Memberikan vaksin untuk mencegah penyakit rabies bagi
pasienyang tergigit

D. Implementasi Keperawatan
Implementasi KeperawatanImplementasi merupakan pelaksannan
keperawatan oleh perawat dengan klien
1. Persiapan yang meliputi pengetahuan tentang rencana, validasi
rencana, pengetahuan dan keterampilan mengimplementasikan
rencana, persiapan kliendan lingkungan.
2. Fase keduaMerupakan puncak implementasi yang berorientasi pada
tujuan, keamananfisik dan psikologi dilindungi, misalnya teknik aseptik,
memberi rasa [Link] penting pada implementasi adalah
mengumpulkan data yang berhubunganreaksi klien termasuk reaksi
fisik, psikologi, sosial dan spiritual.
3. Fase ketigaMerupakan terminasi perawat-klien setelah implementasi.
Setelah selesaiimplementasi dilakukan dokumentasi yang meliputi
intervensi yang sudahdilakukan

E. Evaluasi Keperawatan
Evaluasi Keperawatan adalah bagian terakhir dari proses perawatan.
Semua tahap proseskeperawatan (diagnosis, tujuan, intervensi) harus
dievaluasi.(Keliat, 1996)Elemen yang akan dievaluasi pada setiap
komponen proses keperawatan.
1. Pengkajian : akurat atau tidak, kelengkapan, validasi, kualitas,
alternatif.
2. Identifikasi masalah : sesuaikan dengan lingkup keperawatan,
kejelasanakurat atau tidak, akurat atau tidak penyebab, validasi,
alternatif.
3. Planning : kriteria outcome (spesific, measurable, achievable,
realistic,time-bound), rencana intervensi (jelas atau spesifik untuk
individu),alternatif, validasi.
4. Implementasi : respon klien, respon staf, pencapaian hasil,
alternatif,keamanan/keakuratan, validasi, keahlian dalam merawat.

Anda mungkin juga menyukai