PENGAMATAN DAN KRITISI KARYA ILMIAH
(ARTIKEL IMIAH)
ANNISA KHAIRINA JASMINE (1193151038)
DHEA ASTRI (1193351067)
ROBY ADE SYAHPUTRA (1193351064)
BK REGULER-E
DOSEN PENGAMPU : UTAMI NURHAFSARI PUTRI,[Link].,[Link]
PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa, yang telah memberikan kami
kesehatan agar dapat menyelesaikan kelompok ini dengan tepat pada [Link] juga
berterima kasih kepada yang telah membantu saya untuk menyelesaikan tugas ini, terima
kasih juga kepada ibu dosen utami nurhafsari putri yang telah membagikan ilmunya kepada
kami.
Kami menyadari bahwasannya makalah ini masih belum sempurna, maka dari itu kami
sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.
Akhir kata penulis ucapkan terima kasih, semoga dapat bermanfaat dan bisa menambah
pengetahuan bagi pembaca.
Medan, Februari 2020
penulis
DAFTAR ISI
Halaman Judul...............................................................................................................
Kata Pengantar........................................................................................................... ..
Daftar Isi .....................................................................................................................
PENDAHULUAN...............................................................................................
a. Latar Belakang............................................................................................
b. Rumusan Masalah.......................................................................................
c. Tujuan..........................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN..........................................................................................
a. Pengertian artikel ilmiah..............................................................................
b. Pengembangan artikel ilmiah..........................................................................
c. Sistematika penulisan karya ilmiah..............................................................
d. Artikel kajian ilmiah.....................................................................................
e. Artikel ilmiah populer.................................................................................
f. Karya imiah penelitian .................................................................................
BAB III PENUTUP..................................................................................................
a. Kesimpulan..................................................................................................
Daftar Pustaka...........................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Menulis karya ilmiah bagi yang sudah biasa adalah hal yang sangat
menyenangkan dan mudah, tetapi bagi yang belum pernah terasa sangat sulit. Jadi
masalahnya sebenarnya terletak pada pembiasaan menulis karya ilmiah, artinya
kesulitan utama lebih pada proses membiasakan diri untuk mau dan berani menulis.
Untuk ini perlu motivasi diri. Dari motivasi yang bersifat trivial – individual sampai
pada tingkatan motivasi yang sangat substansial universal, yaitu self actualization.
Bila sudah terbiasa menulis maka akan sangat peka terhadap pemanfaatan
momentum yang ada untuk menulis artikel secara aktual dan relevan, baik dengan
wacana yang sedang berkembang maupun data-data yang tersedia dan dapat segera
dimanfaatkan.
B. Rumusan masalah
1. Pengertian artikel ilmiah
2. Pengembangan artikel ilmiah
3. Sistematika penulisan karya ilmiah
4. Artikel kajian ilmiah
5. Artikel ilmiah populer
6. Karya ilmiah penelitian
C. Tujuan masalah
Agar para pembaca dapat meanambah wawasannya terkait tentang penulisan
karya ilmiah .
A. Pengertian artikel ilmiah
Artikel merupakan karya tulis lengkap, misalnya laporan berita, surat kabar, dan
sebagainya (KBBI 2002: 66),a tau bisa juga sebuah karangan/prosa yang di muat dalam
media massa, yang membahas isu tertentu, persoalan, atau kasus yang berkembang
dalam masyarakat secaralugas (Tartono 2005:84). Artikel merupakan karya tulis atau
karangan, karangan non fiksi, karangan tak tentu panjangnya, karangan yang
bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur, sarana penyampaiannya
adalah surat kabar, majalah, dan lainnya. wujud karangan berupa berita atau
“kharkas” (Pranata 2002: 120).
B. Pengembangan artikel ilmiah
karya Tulis ilmiah perlu dikembangkan dengan menggunakan metode dan
teknik tertentu sesudah seseorang penulis mendapatkan permasalahan yang akan
ditulisnya. Pengembangan karya tulis ilmiah secara metodologis memegang peranan
penting. Mengapa demikian? Karena dalam tahap ini ibarat membangun rumah kita
perlu memiliki fondasi dan kerangka rumah yang akan kita bangun. Setelah kerangka
rumah bisa didirikan, baru tergantung pada kemampuan dana yang ada untuk
melakukan finishing dengan memasang berbagai ornamen dan peralatan-peralatan
lain yang diperlukan. Ibarat juga menggambar sosok orang, penulisan artikel ilmiah
dalam tahap pengembangannya analog dengan pembuatan sketsa orang atau tokoh
yang akan kita gambarkan. Setelah sketsa itu secara global selesai dilakukan, baru kita
mengisi detailnya sehingga gambar orang 4 tersebut bisa menampilkan karakternya
secara riil dan aktual. Sehingga sistematika berpikir mengacu pada penyusunan
rencana bagian/bab yang lain; penyusunan outline(kisi-kisi).
Dalam penulisan artikel ilmiah kita perlu mengembangkan suatu hipotesis
(walau tidak dirumuskan secara eksplisit atau formal seperti dalam karya penelitian)
dalam tulisan itu, agar jawaban-jawaban terhadap masalah yang dibahas menjadi lebih
nampak, sehingga dapat menyajikan berbagai alternatif konseptual untuk
menjawabnya. Fungsi utama hipotesis dalam karya ilmiah ialah untuk mengarahkan
imajinasi teoritik kita agar dalam tulisan itu terjadi wacana yang rasional, dan dengan
demikian kita dapat mendeskripsikan secara teoritik mengenai apa yang terjadi ketika
berupaya memecahkan permasalahan yang telah kita rumuskan dalam artikel itu.
C. Sistematika penulisan karya ilmiah
Artikel ilmiah yang dimuat pada jurnal isinya dapat berupa hasil penelitian
maupun berupa kajian suatu permasalahan yang didasarkan pada hasil pemikiran dan
kepustakaan yang [Link] teknis, struktur naskah artikel yang didasarkan pada
laporan penelitian secara umum terdiri dari: Judul; abstrak; pendahuluan; cara
penelitian; hasil penelitian dan pembahasan; simpulan; dan daftar pustaka.
a. Judul artikel tidak harus sama dengan judul laporan penelitian. Dibawah judul
dicantumkan nama penulis (tanpa gelar) dan lembaga tempat bertugas
b. Abstrak memuat inti permasalahan, cara penelitian, hasil dan kesimpulan. Abstrak
tidak boleh lebih dari 200 kata. Ada beberapa majalah yang mensyaratkan abstrak
dalam bahasa Inggris selain bahasa Indonesia.
c. Pendahuluan berisi latar belakang masalah (mengapa masalah itu penting untuk
diteliti, perumusan masalah, dan tinjauan pustaka yang terpenting, yang mengandung
uraian singkat dan sistematis tentang keterangan-keterangan yang berkaitan dengan
tulisan. Rujukan sumber ditunjukkan dengan menuliskan nama-nama penulis dan
tahun terbitan (jadi bukan judul tulisannya). Landasan teori sebaiknya dimasukkan
inti-intinya ke dalam bab ini.
d. Cara penelitian menguraikan cara-cara pelaksanaan penelitian yang mencakup
subjek penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis
data
e. Hasil penelitian dan pembahasan berisi uraian hasil yang diperoleh, kemudian
diberi pembahasan (penjelasan) ilmiah berdasar rujukan tertentu sehingga masalah
yang dikemukakan dapat dipecahkan. Hasil penelitian juga didiskusikan dengan
membandingkannya dengan hasil-hasil penelitian lain yang relevan.
f. Simpulan memuat pernyataan singkat tentang hasil penelitian yang diperoleh sesuai
dengan rumusan permasalahan.
g. Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang dipakai dalam penyusunan artikel
ilmiah saja. Jadi, tidak harus sama dengan yang dicantumkan dalam laporan
penelitian.
D. Artikel kajian ilmiah
Artikel kajian ilmiah berupa kajian suatu permasalahan yang didasarkan pada
hasil pemikiran dan kepustakaan yang relevan, secara teknis struktur naskahnya
secara umum terdiri atas enam hal, yakni judul, abstrak, pendahuluan, pembahasan,
simpulan dan daftar pustaka.
a. Judul artikel yang kemudian diikuti pencantuman nama penulis (tanpa gelar) dan
lembaga tempat bertugas
b. Abstrak yang disusun dalam tiga alenia yang masing-masing memuat inti
permasalahan, pembahasan, dan simpulan
c. Pendahuluan yang berisi latar belakang mengapa masalah itu penting untuk
dibicarakan, berikut tujuan yang akan dicapai lewat pembicaraan itu.
d. Pembahasan yang biasanya terdiri atas sejumlah sub bab sesuai dengan masalah
yang dibahas. Pada bagian ini rujukan atau pustaka yang sesuai dimanfaatkan dalam
rangka elaborasi masalah. Dengan cara demikian, pembahasan yang dilakukan dapat
menghindarkan diri dari hal-hal yang bersifat personal semata, di samping simpulan
pun dapat ditarik dengan baik. Kemuthakiran rujukan hendaknya juga diperhatikan.
e. Simpulan memuat pernyataan yang berupaya menjawab permasalahan yang telah
ditetapkan di bagian pendahuluan. Artinya, simpulan yang ditarik itu harus sejalan
dengan latar belakang masalah, tujuan, dan pembahasan
.f. Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang dipakai dalam penyusunan artikel itu
saja.
E. Arikel ilmiah populer
Artikel ilmiah populer pada hakikatnya juga berupa tulisan ilmiah, tetapi
disajikan dengan tampilan format dan bahasa yang lebih “longgar”, sehingga enak dan
mudah dibaca serta dipahami. Walaupun disajikan dengan gaya bahasa dan sajian
yang tidak terlalu formal, fakta yang disajikan harus tetap objektif dan dijiwai oleh
kebenaran dan metode berpikir keilmuan.
Kerangka isi artikel ilmiah populer sama dengan tulisan ilmiah pada
umumnya, yang secara garis besar terdiri dari 3 bagian, yakni pendahuluan,
pembahasan/isi, dan simpulan (penutup). Bagian pendahuluan berisi tentang mengapa
suatu persoalan itu menarik untuk dikaji. Fakta atau ungkapan hal-hal yang menarik
atau mengejutkan dari permasalahan yang akan disajikan juga sering ditulis pada
bagian pendahuluan ini. Bagian pembahasan biasanya dimulai dengan pemaparan hal-
hal umum untuk kemudian menuju simpulan yang bersifat khusus, atau sebaliknya.
Ada berbagai cara yang dapat dipakai untuk menyajikan gagasan. Ada artikel
ilmiah populer yang dimulai dengan memaparkan tesis, kemudian membenturkannya
dengan antitesis untuk menggiring pada satu sintesis. Ada pula yang membahas
permasalahan dengan upaya untuk menjawab pertanyaan apa, siapa, mengapa, kapan
dan dimana serta bagaimana.
F. Karya ilmiah penelitian
Dinamika masyarakat yang mengarah kepada kemajuan di berbagai bidang
kehidupan, selalu membutuhkan ide-ide inovatif dan produktif. Ide-ide kreatif dan
produktif uang akan dikaji perlu dilakukan melalui penelitian, yang diawali dari
pembuatan proposal penelitian. Sebenarnya proposal yang dibuat akan sangat terkait
dengan jenis penelitian yang dilakukan, terutama dalam metodologi penelitian. Namun
secara umum, ada komponen yang harus sama di setiap proposal penelitian.
Proposal penelitian pada umumnya merupakan penjabaran pokok-pokok pemikiran
dari suatu rencana penelitian. Oleh karena itu, uraian yang tidak terlalu panjang lebar,
tetapi mampu menginformasikan gagasan secara utuh perlu diperhatikan penyusunannya.
Bahasa tulis yang digunakan perlu disusun sedemikian rupa sehingga pembaca dalam hal
ini tim evaluasi ataupun pihak yang berkepentingan merasa tertarik dan timbul kebutuhan
untuk mengkaji lebih lanjut. Rencana dari suatu ide yang cemerlang bila tidak didukung
dengan teknik penulisan proposal yang baik akan dimungkinkan terjadi hambatan
komunikasi yang tidak saja merugikan peneliti, tetapi juga masyarakat. Dengan demikian
penulisan proposal yang baik akan sangat berperan dalam pelaksanaan penelitian.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
artikel yaitu suatu kaya ilmiah yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal
ilmiah yang penyajiannya ditulis dengan singkat tetap tidak mengurangi nilai
keilmiahnya.
Artikel ilmiah berisi tentang suatu masalah yang penyampaiannya disertakan
bukti dan argumentasi yang mendukung, kemudian diakhiri dengan ringkasan dan
kesimpulan. Artikel disajikan dengan bahasa yang relative sederhana, sehingga dapat
dimengerti oleh semua lapisan masyarakat. Pembuatan artikel ilmiah harus
memperhatikan langkah-langkah pembuatan artikel ilmiah yang benar. Tidak hanya
sekedar menyampaikan pendapat tetapi harus mencapai aturan-aturannya.
Kelebihan : di dalam artikel ini sudah cukup menjelaskan dengan tepat dan lengkap
terkait tentang karya ilmiah.
Kekurangan : masih ada beberapa suku kata yang tidak dipahami pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Hanum,f. (2009). strategi penulisan karya ilmiah. Fondasi.