0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan12 halaman

Motivasi Belajar dalam Psikologi Pendidikan

Dokumen tersebut memberikan ringkasan tentang motivasi belajar, yang meliputi latar belakang, tujuan, dan manfaat dari pembuatan makalah tersebut. Dibahas pula faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, komponen-komponen motivasi belajar menurut Keller, serta pentingnya motivasi belajar bagi siswa.

Diunggah oleh

Rhoma siregar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan12 halaman

Motivasi Belajar dalam Psikologi Pendidikan

Dokumen tersebut memberikan ringkasan tentang motivasi belajar, yang meliputi latar belakang, tujuan, dan manfaat dari pembuatan makalah tersebut. Dibahas pula faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, komponen-komponen motivasi belajar menurut Keller, serta pentingnya motivasi belajar bagi siswa.

Diunggah oleh

Rhoma siregar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dosen Pengampu : Ibu Dra. Nur Arjani, [Link].

Disusun Oleh Kelompok 6 :


Dalila Fauza Nasution (1191151022)
Dinda Nur Octari Rahma (1191151025)
Erlen Christin Irene Laia (1192451016)

JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN


BIMBINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
Kata Pengantar

Pertama - tama marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa karena atas rahmat dan karunianya, kami dapat menyelesaikan makalah presentase
Psikologi Pendidikan ini.

Kami juga menyampaikan terimakasih kepada Dosen Pengampu mata kuliah


Psikologi Pendidikan, Ibu Dra. Nur Arjani, [Link].. Kami menyadari, penulisan makalah ini
masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dari segi isinya maupun struktur penulisannya.
Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran positif dari Ibu, untuk perbaikan pembuatan
makalah pada tugas selanjutnya.

Demikian, semoga penugasan ini dapat memberikan manfaat, umumnya kepada


pembaca dan khususnya bagi kami penulisnya. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.

Medan, 29 Maret 2020

Penyusun,
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN PENULISAN

BAB II. PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang turut menentukan
keefektifan dalam pembelajaran. Seorang peserta didik akan belajar dengan baik
apabila ada faktor pendorongnya yaitu motivasi belajar. Peserta didik akan belajar
dengan sungguh-sungguh jika memiliki motivasi belajar yang tinggi. Motivasi
belajar adalah seluruh daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan
kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar yang
memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh
subjek belajar itu dapat dicapai.

B. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu mengkritik buku sekaligus melakukan
perbandingan dari kedua buku yang direview. Yang dibandingkan dalam buku
tersebut ialah kelengkapan pembahasan terhadap materi motivasi belajar, serta
mudah dipahami oleh pembaca.

C. Manfaat
Adapun manfaat dalam pembuatan CBR ini adalah untuk menambah wawasan
dalam memahami apa saja yang menjadi factor utama motivasi individu dalam
belajar, juga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN

A. MOTIVASI BELAJAR

Motivasi belajar adalah keinginan, perhatian, kemauan siswa dalam belajar.


Wloodkowski (2007) menyebutkan bahwa motivasi belajar adalah arah dan ketahanan
perilaku siswa dalam belajar. Motivasi belajar tercermin melalui ketekunan yang tidak mudah
goyah untuk mencapai sukses, meskipun dihadang banyak kesulitan. Komponen utama
motivasi belajar adalah kebutuhan, dorongan dan tujuan belajar. Kebutuhan belajar terjadi
bila individu merasakan ketidak seimbangan antara yang dimiliki dan yang diharapkan.
Dorongan belajar merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka
memenuhi harapan dalam belajar. Dorongan berorientasi pada tujuan belajar. Tujuan belajar
inilah yang menjadi inti motivasi belajar. Tujuan adalah hal yang ingin dicapai oleh seorang
individu. Tujuan belajar mengarahkan perilaku belajar individu.

Motivasi belajar di sekolah dipengaruhi oleh rekayasa pedagogis guru di sekolah.


Dimyati (2002) menggambarkan hal ini dalam bagan sebagai berikut:

(1) Guru adalah pendidik yang berperan dalam rekayasa pedagogis. Guru menyusun
disain pembelajaran dan melaksanakannya dalam proses belajar mengajar. Guru bertindak
membelajarkan siswa.

(2) Siswa adalah pebelajar yang memiliki kepentingan dalam menghayati proses
belajar. Ada siswa yang berkeinginan memperoleh pengalaman, keterampilan dan
pengetahuan (memiliki motivasi intrinsik). Siswa lain ada yang baru memiliki keinginan
memperoleh pengalaman, keterampilan dan pengetahuan berkat teman sebaya( motivasi
ekstrinsik).

(3) Guru melaksanakan kegiatan mendidik dengan memberi penguatan seperti:


hadiah, teguran, penghargaan atau nasihat di dalam pembelajaran. Tindakan guru ini akan
dapat menguatkan motivasi intrinsik dan dapat juga menguatkan motivasi ekstrinsik. Dengan
penguatan ini diharapkan siswa akan tertarik dan bersemangat untuk belajar. Sesuai dengan
tugas perkembangannya, maka siswa dapat bangkit untuk beremansipasi untuk menjadi
mandiri. Emansipasi kemandirian tersebut berlangsung sepanjang hayat. Sesuai dengan
tingkat pertumbuhan dalam memenuhi kebutuhan pribadi.

(4) Dengan belajar yang bermotivasi, siswa memperoleh hasil belajar segi rekayasa,
maka hasil belajar dapat dibedakan menjadi dampak pengajaran dan dampak pengiring.

(5) Dampak pengajaran adalah hasil belajar yang segera dapat diukur, yang terwujud
dalam nilai raport atau ijazah. Sebagian besar rekayasa pedagogis guru terwujud sampai pada
dampak pengajaran.

(6) Dampak pengiring adalah unjuk kerja siswa setelah mereka lulus ujian atau
merupakan transfer hasil belajar di sekolah. Munculnya dampak pengiring ini bila lulusan
sekolah menghadapi masalah. Dampak pengiring terletak dalam kepentingan siswa sendiri.
Dari segi tugas perkembangan, maka dampak pengiring merupakan unjuk kerja tugas
perkembangan untuk mencapai aktualisasi diri secara penuh. Dampak pengiring merupakan
sarana untuk melakukan emansipasi kemandirian bagi siswa

(7) Setelah siswa lulus sekolah, maka siswa diharapkan dapat mengembangkan diri
lebih lanjut secara mandiri atau melalui jalur pendidikan formal.

(8) Dengan memprogram belajar sendiri secara berkesinambungan, maka akan


diperoleh hasil belajar atas tanggungjawab siswa sendiri. Program belajar di luar rekayasa
pedagogis guru adalah suatu rangkaian dampak pengiring berupa program dan hasil belajar
sepanjang hayat. Dalam hal ini siswa telah mampu memperkuat motivasi belajar sendiri
karena kebutuhan aktualisasi diri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi
belajar di sekolah berada di dalam jaringan rekayasa pedagogis guru. Dengan tindakan
pembuatan persiapan mengajar, pelaksanaan belajar mengajar guru menguatkan motivasi
belajar siswa. Dari segi emansipasi kemandirian siswa, motivasi belajar semakin meningkat
semakin meningkat pada tercapainya hasil belajar. Motivasi belajar mengalami
perkembangan sesuai dengan pengaruh kondisi fisiologis dan psikologis siswa.

Pada proses belajar dan pembelajaran di sekolah, menurut Prayitno (2002) dapat
diamati beberapa karakteristik siswa yang memiliki motivasi tinggi dalam belajar. Di
antaranya adalah :

1. Duduk di kursi dengan badan agak condong ke depan ketika memperhatikan guru
memberi penjelasan, kadangkala kepala diangguk-anggukkan sebagai pertanda
setuju.
2. Mengacungkan tangan secara spontan bila ingin bertanya dan memberi respon,
ekspressi wajah penuh dengan rasa ingin tahu, bila merasa berhasil ekspressinya puas
dan bahagia serta sorotan mata bersinar-sinar.
3. Secara umum menyukai sekolah, guru dan teman-teman. Cenderung datang ke
sekolah lebih cepat.
4. Sering merasa tertantang dengan tugas-tugas belajar yang diberikan guru, bila
memberikan jawaban yang salah, maka siswa akan berusaha untuk mendapatkan
jawaban yang benar
5. Tekun, serius dan sabar terhadap pelajaran yang dirasa sukar.
6. Secara umum merasa senang hati dalam mengerjakan tugas-tugasnya.
7. Selalu menyiapkan peralatan dan kelengkapan belajar dengan baik.
B. KOMPONEN-KOMPONEN MOTIVASI BELAJAR

Keller dalam Suciati (2001) mengemukakan empat komponen motivasi belajar yang
disebutnya sebagai model ARCS. Yaitu, Atention (perhatian), Relevansi (relevansi),
Confidence (kepercayaan diri) dan Satisfaction (kepuasan).

1. Atention (perhatian) siswa terhadap pelajaran di sekolah muncul didorong oleh rasa
ingin tahu.
2. Relevansi, menunjukkan adanya hubungan materi pelajaran dengan kondisi siswa.
Motivasi belajar siswa akan terpelihara apabila mereka menganggap pelajaran yang
dipelajarinya akan memenuhi kebutuhan pribadinya, bermanfaat untuk dirinya serta
sesuai dengan nilai yang anutnya.
3. Confidence (percaya diri) yaitu perasaan mampu dalam diri siswa yang merupakan
potensi untuk dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan. Hal ini
berhubungan dengan keyakinan siswa bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk
melakukan suatu tugas yang menjadi syarat keberhasilan. Motivasi akan meningkat
sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. Harapan ini dipengaruhi oleh
pengalaman sukses di masa lampau. Motivasi dapat menghasilkan ketekunan yang
membawa keberhasilan dan selanjutnya pengalaman sukses tersebut akan memotivasi
siswa untuk mengerjakan tugas berikutnya.
4. Satisfaction (kepuasan). Usaha belajar yang dilakukan siswa dipengaruhi konsekuensi
yang diterimanya. Konsekuensi yang sesuai dengan harapan akan memberikan
kepuasan. Selanjutnya kepuasan ini akan membuat siswa termotivasi untuk terus
berusaha mencapai tujuan yang serupa.

Keempat komponen motivasi belajar ini dapat digunakan untuk memotivasi siswa di
dalam proses pembelajaran.

C. Pentingnya Motivasi Belajar

Motivasi belajar penting bagi siswa sebagai upaya untuk memberikan kesadaran diri
tentang kedudukannya pada awal kegiatan belajar, pada proses dan hasil akhir belajar. Selain
itu motivasi belajar juga penting untuk menginformasikan kepada siswa tentang kekuatan
belajar yang dimilikinya dibandingkan dengan teman sebayanya. Informasi ini dapat
digunakan untuk mengarahkan kegiatan belajar, membesarkan semangat belajar dan
menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan usaha belajar yang berkesinambungan.

Motivasi belajar juga penting diketahui guru. Pengetahuan dan pemahaman tentang
motivasi belajar pada siswa bermanfaat bagi guru terutama dalam membangkitkan dan
memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil. Membangkitkan bila siswa tidak
bersemangat, meningkatkan bila semangat belajar siswa timbul tenggelam, memelihara, bila
semangat telah kuat untuk mencapai tujuan belajar, mengubah siswa yang tidak termotivasi
menjadi termotivasi. Kemudian manfaat lainnya adalah untuk mengetahui dan memahami
keanekaragaman motivasi belajar siswa di kelas. Ada siswa yang kurang peduli, ada yang
tidak bisa memusatkan perhatian serta ada juga yang bersemangat belajar. Pemahaman
tentang motivasi belajar perlu bagi guru untuk meningkatkan dan menyadarkan guru tentang
peran yang harus lakukannya dari kewaktu ke waktu. Peran tersebut adalah penasihat,
fasilitator, instruktur, pendidik.

D. Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi Belajar

Beberapa unsur yang mempengaruhinya menurut Dimyati (2002) adalah sebagai berikut:

 Cita-cita atau aspirasi siswa untuk menjadi seseorang ( misalnya untuk menjadi
pemain bulu tangkis) akan memperkuat semangat belajar dan mengarahkan perilaku
belajar. Cita-cita akan memperkuat motivasi belajar intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi
belajar telah tampak sejak usia dini melalui keinginan anak untuk belajar berjalan,
bermain, bernyanyi dan sebagainya. Keberhasilan mencapai keinginan ini akan
menumbuhkan kemauan untuk bergiat, bahkan di kemudian hari akan menumbuhkan
cita-cita dalam kehidupan. Keinginan siswa yang terpuaskan akan dapat memperbesar
kemauan dan semangat belajar. Di dalam proses pembelajaran reinforcement akan
dapat mengubah keinginan menjadi kemauan yang kelak dapat berkembang menjadi
cita-cita.
 Kemampuan siswa. Kemampuan akan memperkuat motivasi siswa untuk
melaksanakan tugas-tugas perkembangan. Kemampuan siswa untuk menguasai materi
pelajaran pada umumnya dihargai dan diperkuat dengan pemberian nilai rata-rata
yang tinggi dalam pelajaran-pelajaran yang dipelajarinya tersebut.
 Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi
belajar siswa.
 Kondisi lingkungan siswa seperti keadaan alam, tempat tinggal, pergaulan sebaya dan
kehidupan kemasyarakatan, organisasi intra sekolah serta organisasi kemasyarakatan
yang diikuti siswa juga mempengaruhi motivasi belajar siswa.
 Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran. Perasaan, perhatian, kemauan,
ingatan dan pikiran merupakan unsure-unsur dinamis di dalam diri siswa yang akan
mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Lingkungan alam, lingkungan
pergaulan, lingkungan pendidikan serta media massa akan memberi pengaruh
terhadap kehidupan individu. Karena itu di dalam proses pembelajaran diharapkan
guru- guru diharapkan mampu memanfaatkan sebanyak mungkin faktor lingkungan
ini untuk memotivasi siswa belajar.
 Upaya guru dalam membelajarkan siswa. Upaya tersebut meliputi penyelenggaraan
tata tertib sekolah, membina disiplin belajar, memanfaatkan waktu dan pemeliharaan
fasilitas sekolah, membina tertib pergaulan termasuk dalam pemberian reinforcement.
Upaya guru di sekolah tidak terlepas dari kegiatan luar sekolah seperti kegiatan di
dalam keluarga, pramuka dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Sehubungan dengan
hal ini, maka guru perlu membina kerja sama pedagogis dengan semua lembaga
pendidikan ini untuk tujuan pendidikan siswa.
Motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan guru melalui pembelajaran dengan
memperhatikan beberapa cara, yaitu dengan cara optimalisasi penerapan prinsip belajar,
optimalisasi unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran. optimalisasi pemanfaatan
pengalaman dan kemampuan siswa serta pengembangan cita-cita dan aspirasi belajar siswa.

Berdasar pada pendapat tentang belajar, motivasi, motivasi belajar dan unsur-unsur
yang mempengaruhi siswa yang telah diuraikan pada pembahasan ini maka dapat
disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah keinginan, perhatian dan kemauan siswa dalam
melaksanakan seluruh rangkaian aktivitas belajar, baik yang disebabkan sumber internal,
eksternal maupun pengaruh reinforcement terhadap perilaku belajar siswa sebelumnya.
Motivasi ini dapat diamati dan perilaku dan usaha-usaha yang dilakukan siswa untuk
mencapai tujuan belajar.

Beberapa Strategi yang Dapat Mendukung Motivasi Siswa di Kelas

Strategi Contoh
Guru menjelaskan bagaimana tepatnya siswa akan
Tujuan dan pengarahan yang jelas dibagi dalam kelompok – kelompok dan melengkapi
nominasi untuk buku – buku favorit mereka.
Guru menghubungkan konsep rasio dalam matematika
Hubungan antar kurikulum untuk memperbandingkan berbagai keterampilan dalam
membaca.
Kesempatan untuk belajar atau Setelah belajar tentang tokoh – tokoh sejarah siswa
mempraktikan seni drama menulis dan menciptakan drama mereka sendiri.
Selama pelajaran matematika yang menggunakan
Menggunakan permainan dan
timbangan siswa menghabiskan waktu 5 menit
bermain untuk memperkuat
menimbang mainan kesukaan yang dierintahkan guru
konsep atau mereview materi
untuk mereka bawa ke sekolah hari itu.
Sebagai bagian unit ilmu sains, sebuah kegiatan daur
Kaitkan antara sekolah dan rumah ulang, meminta para siswa untuk memuat daftar apa saja
yang mereka daur ulang selama seminggu.
Manajemen kelas yang positif, “angkat jempol kalau siap bekerja.” Meja 7 sudah ada
pujian, teguran yang disampaikan yang mengangkat jempol. Saya suka cara kerja meja 7
secara pribadi menunggu dengan sabar.
Siswa dapat memilih untuk menggunakan prompts
Kesempatan untuk memilih
untuk penulisan jurnal atau topic mereka sendiri.
Menghargai siswa Guru memperbolehkan seorang siswa baru duduk
mengkomunikasikan kepedulian bersama teman dekatnya untuk hari ini.
Beberapa Strategi yang Melemahkan Motivasi

1) Atribusi pada intelek, bukan usaha


2) Guru menekankan kompetisi, bukan kerjasama
3) Hanya sedikit hasil karya siswa yang dipamerkan
4) Tidak ada scalffolding untuk pembelajaran sebuah keterampilanbaru hanya karena
terlalu malas untuk melihatnya
5) Umpan balik yang tidak efektif/negative
6) Tidak ada keterikatan
7) Tugas – tugas mudah
8) Atmosfer kelas yang negative
9) Manajemen kelas yang cenderung menghukum
10) Pekerjaan yang terlalu sulit
11) Kecepatan rendah
12) Menekankan pada penyelesaian, bukan belajar
13) Kelas yang gersang dan tidak menarik karya siswa di kelas
14) Perencanaan yang buruk
15) Hukuman di depan umum

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Studi motivasi difokuskan pada proses yang meberi energy, arah dan
mempertahankan perilaku. Motivasi belajar adalah keinginan, perhatian, kemauan siswa
dalam belajar. Wloodkowski (2007) menyebutkan bahwa motivasi belajar adalah arah dan
ketahanan perilaku siswa dalam belajar. Komponen motivasi belajar berupa : perhatian,
relevansi, kepercayaan diri serta kepuasan. Motivasi belajar penting bagi siswa sebagai
upaya untuk memberikan kesadaran diri tentang kedudukannya pada awal kegiatan
belajar, pada proses dan hasil akhir belajar.

B. Saran
Dengan berakhirnya pembahasan ini, kami berharap bahwa kita dapat menjadi
pribadi yang berperan aktir dalam pengembangan motivasi belajar anak yang lebih
baik kedepannya dengan menerapkan prinsip dan tata cara dala menghadapi peserta
didik dengan baik dan sesuai dengan aturan dan ketetapan yang berlaku.

DAFTAR PUSTAKA
Milfayesti Sri, [Link] [Link]:Unimed Press

Anda mungkin juga menyukai