LAPORAN SATUAN ACARA PENYULUHAN
KELUARGA BERENCANA
OLEH :
KELOMPOK IV
ZIKRA IRHAMI
VINA SULISTIA NINGSIH
DESI SURIANTI
WELLA NOVITA
SEPTOVIA
PRODI D III KEBIDANAN
STIKES MERCUBAKTIJAYA PADANG
2009
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah menganugerahi
kita akal dan fikiran sehingga kami dapat menyelesaikan laporan penyuluhan ini.
Tidak lupa juga salawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang
telah membawa kita dari masa jahilliyah menuju bangsa yang berakhlak serta
berpengetahuan.
Selain itu kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-
pihak terkait yang telah membantu dalam pembuatan Satuan Acara Penyuluhan
mengenai Keluaraga Berencana ini, baik dari segi bahan, materi maupun tekhnis.
Untuk kelanjutan laporan yang baik, kami selaku penulis mengharapkan kritik
dan saran dari pembaca.
Semoga tulisan ini dapat memberikan mamfaat bagi pembaca.
Padang, 29 0ktober 2009
PENULIS
BAB I
PENDAHULUAN
A . LATAR BELAKANG
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan
preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui
demikian. Untuk optimalisasi manfaat kesehatan KB, pelayanan tersebut harus
disediakan bagi wanita dengan cara menggabungkan dan memenuhi kebutuhan
pelayanan kesehatan reproduksi utama dan yang lain. Juga responsif terhadap
berbagai tahap kehidupan reproduksi wanita. Peningkatan dan perluasan pelayanan
keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan
dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita.
Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit. Tidak hanya karena
terbatasnya jumlah metode yang tersedia, tetapi juga karena metode-metode tersebut
mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan
individual, dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi. Dalam
memilih suatu metode, wanita harus menimbang berbagai faktor, termasuk status
kesehatan mereka, efek samping potensial suatu metode, konsekuensi terhadap
kehamilan yang tidak diinginkan, besarnya keluarga yang diinginkan, kerjasama
pasangan, dan norma budaya mengenai kemampuan mempunyai anak.
[Link]
Tujuan Umum
Setelah diadakan acara penyuluhan ,diharapkan audiens dapat memahami tentang
alat kontrasepsi dan dapat memilih alat kontrasepsi yang tepat sesuai dengan
kebutuhan.
Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan ,diharapkan audiens mampu :
a. Mengetahui pengertian apa itu alat kontrasepsi
b. Mengetahui macam-macam alat kontrasepsi
c. Mengetahui cara pemakaian alat kontrasepsi
BAB II
PELAKSANA KEGIATAN
1. Pokok Bahasan : Kesehatan reproduktif
2. Sub Pokok Bahasan : Keluarga berencana
3. Sasaran : ibu dan suami
4. Metode Kegiatan : - ceramah
- Tanya jawab
5. Media dan alat : leaflet & flip chart
6. Waktu dan Tempat
Hari / tnaggal : Sabtu/29 oktober 2009
Waktu : 08.00 - selesai
Tempat : Diperumahan
7. Penyuluh : Mahasiswa TK IIA D-III Kebidanan
8. Pengorganisasian Kelompok
a . Moderator : Desi surianti
1) Memulai dan mengakhiri kegiatan
2) Menjelaskan prosedur dan cara kegiatan
3) Memotivasi anggota kelompok untuk memukakan pendapat dan
memberikan feed back terhadap kegiatan yang dilakukan
4) Memotivasi masalah yang mungkin timbul selama kegiatan
5) Mengkoordinir seluruh petugas yang terlibat penyuluhan
6) Memberikan tanggapan positif pada klien
7) Menyimpulkan kegiatan
b . Penyaji : Zikra Irhami
1) Membantu moderator dalam menjalankan perannya
2) Bersama moderator sebagai contoh dalam membentuk kerjasama yang
baik dalam bekerja
3) Menyampaikan informasi dari fasilitator kepada moderator
4) Mengingatkan moderator tentang waktu kegiatan
5) Mengingatkan moderator jika jalan kegiatan tidak sesuai
c . Obsrver : Vina Sulistia Ningsih
1) Mengamati dan mencatat ( jumlah anggota yang hadir, terlambat,
pemberi ide dan pendapat )
2) Mencatat perilaku verbal dan non verbal selama kegiatan
berlangsung
3) Mencatat penyampaian kegiatan penyuluhan
4) Menyampaikan hasil kegiatan penyuluhan
d . Fasilitator
o Wella novita
o Septovia
1) Menfasilitasi peserta untuk berperan aktif selama jalannya kegiatan
penyuluhan
2) Mengoperasikan flip chart selama kegiatan berlangsung
9 . Seting Tempat
Ketreranagan :
: Lembar Balik
: Penyaji
: Observer
: Moderator
: Audiens
: Fasilitator
10 . Susunan Acara
KEGIATAN PENYULUHAN
Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audiens Waktu
1 . Pendahuluan
a. Mengucapkan salam [Link] salam 5 menit
b. Memperkenlakan diri b. Mendengar
c. Apresiasi [Link]
pendapat
[Link] dan
memperhatikan
2 . Pelaksanaan
Penyaji menyajikan materi - Mendengar
tentang pengertian 15 menit
keluarga berencana
Menjelaskan alat
kontrasepsi - Mengemukakan
Menjelaskan tentang pendapat
keuntungan dan kerugian - Memperhatikan
pemakaian alat
kontrasepsi
3 . Diskusi - Memberikan pertanyaan
Memberikan kesempatan
kepada audiens untuk 5 menit
bertanya - Memperhatikan
Menjawab pertanyaan
4 .Penutup
Bersama audiens - ikut menyimpulkan materi
menyimpulkan materi bersama
Mengevaluasi materi yang - Mejawab pertanyaan 5 menit
telah diberikan
Menutup dan memberi - Menjawab salam
saran
11 . Kriteria Evaluasi
Evaluasi Struktur
Audiens dihrapkan duduk kearah penyaji
Alat dan tempat tersedia sesuai dengan rencana
Pesan dan tugas mahasiswa sesuai rencana
Evaluasi Proses
Audiens tidak meninggalkan tempat saat kegiatan sedang berlangsung
Audiens dapat berperan aktif dalam menjawab pertanyaan yang
diajukan
Audiens dapat mengikuti demonstrasi dari awal sampai akhir dengan
tertib dan konfrehensif
Evaluasi Hasil
Audiens dapat menjelaskan pengertian osteoporosis
Audiens dapat menyebutkan penyebab osteoporosis
PEMBAHASAN
A. Keluarga Berencana
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan
preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui
demikian. Untuk optimalisasi manfaat kesehatan KB, pelayanan tersebut harus
disediakan bagi wanita dengan cara menggabungkan dan memenuhi kebutuhan
pelayanan kesehatan reproduksi utama dan yang lain. Juga responsif terhadap
berbagai tahap kehidupan reproduksi wanita. Peningkatan dan perluasan pelayanan
keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan
dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh
wanita.
B. Gunakan kontrasepsi
Upaya mengatur jarak kehamilan dapat dilakukan dengan menggunakan kontrasepsi
atau alat kontra konsepsi yang mencegah proses konsepsi alias pertemuan antara sel
telur dan sperma. Ada beragam alat kontrasepsi yang dapat digunakan. Efektivitas
dan kecocokan dari penggunaan masing-masing alat kontrasepsi tentu saja
bergantung pada kondisi fisik, pola hidup, kebiasaan, juga kedisiplinan pemakainya.
Ada yang cocok memakai pil KB, ada juga yang lebih cocok dengan suntik atau
lainnya
C. Metode KB yang dapat digunakan antara lain adalah :
1. Metode sederna
Kontrasepsi sederhana terbagi lagi atas kontrasepsi tanpa alat dan
kontrasepsi dengan alat/obat. Kontarsepsi sederhana tanpa alat dapat
dilakukan dengan senggama terputus dan pantang berkala. Sedangkan
kontarsepsi dengan alat/obat dapat dilakukan dengan menggunakan
kondom, diafragma atau cup, cream, jelly.
2. Metode aktif
Cara kontrasepsi ini dibedakan atas kontrasepsi tidak permanen dan
kontrasepsi permanen
a. Hormonal
Pil KB : Progesteron only pil,pil KB kombinasi,pil KB sekuensial
Suntikan KB : depoprovera,setiap 3 bulan ; Norigest,setiap 10
minggu Cyclofen,setiap bulan
Sususk KB : setiap lima tahun ( Nonplant ), 3 tahun ( implanon )
b. Mekanis
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim ( AKDR ) ( Copper T,[Link]
Copper )
c. Metode KB DARURAT
dian
1. Metode Saderhana
a. Spermiside
Spermiside adalah zat kimia yang dapat melumpuhkan dan
mematikan spermatozoa yang digunakan menjelang hubungan seks.
Setelah pemasangan sekitar 5-10 menit, hubungan seksual dapat
dilakukan agar spermaside dapat berfungsi.
Kekurangan spermiside adalah :
1. Merepotkan menjelang hubungan seksual
2. Nilai kepuasan berkurang
3. Dapat menimbulkan iritasi atau alergi
4. Kejadian hamil tinggi sekitar 30% - 35% Karena pemasangan tidak
sempurna
2. Kontrasepsi Hormonal
Hormon esterogen dan progesterone memberikan umpan balik terhadap
kelenjar hipofisis melalui hipotalamus sehingga terjadi hambatan terhadap
perken prosesmbangan folikel dan proses ovulasi.
a. Kontrasepsi hormonal pil
Kontrasepsi hormonal pil dapat dipakai pada wanita yang berbeda durasi
menstruasinya, sehingga sebagian besar wanita dapat menerimanya.
Pemakaian nya ditentukan :
Wanita tergolong durasi menstruasi kurang dari 4 hari,memerlukan pil
KB dengan efek esterogen tinggi
Wanita tergolong durasi menstruasi kurang dari 6 hari,memerlukan pil
KB dengan efek esterogen rendah
Keuntungan pemakaian pil KB adalah :
Bila minum pil sesuai aturan dijamin berhasil 100%
Dapat dipakai untuk pengobatan beberapa masalah :
Ketegangan menjelang menstruasi
Perdarahan menstruasi yang tidak teratur
Nyeri saat menstruasi
Pengobatan pasangan mandul
Pengobatan penyakit endometriaosis
Dapat meningkatkan libido
Kerugian memakai pil KB
Harus minum pil secara teratur
Dalam waktu panajang menekan fungsi ovarium
Penyulit ringan :
Berat badan bertambah
Rambut rontok
Tumbuh akne ( jerawat )
Mual samapai muntah
Mempengaruhi fungsi hati dan ginjal
Macam-macam pil KB
1. Pil KB kombinasi : komposis komponen progesterone dan esterogen
2. Pil sekuensial :umng es
- Pil ini mengandung komponen yang disesuaikan dengan system
hormonal tubuh
- Dua belas pil pertama hanaya mengandung esterogen
- Pil ketiga belas dan seterusnya merupakan kombinasi
3. Progesterone : hanya mengandunga progesterone digunakan ibu post
partum
4. KB darurat hormonal : digunakan segera setelah hubungan seksual
Petunjuk pemakaian pil KB
1. Minum pil KB secara teratur
2. Bila lupa,maka pil KB harus diminum dua buah
3. Bila petdarahan ,tidak memerlukan perhatian karena belum
beradaptasi
4. Gangguan ringan dalam bentuk : mual-muntah sebaiknya diatasi
Kapan pil KB mulai diminum
1. Pada post partum dapat mulai dengan Expluton yang mengandung
komponen progesterone
Tidak mengganggu pengeluaran ASI
Efeksamping laktasi dihentiakan
Kesulitan daapat timbul : perdarahan,spotting,tidak mendapat
menstruasi berkepanjangan
2. Post abortus atau hari kelima menstruasi
Dapat dipakai pil KB system sekuensial atau system kombinasi
3. Ganti cara pemakaian pil KB
Segera dapat diminum pil KB
Dapat dipakai kombinasi atau sukuensial
Dapat terjadi perubahan patrun menstruasi
b. Suntik KB
Pengguna suntik KB lebih banyak hal ini dikarenakan aman,sederhana,efektif,
tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pasca persalinan
Mekanime kerja suntik KB
Menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi
pelepasan ovum
Mengentalkan lendir servik,sehingga sulit ditembus prematozoa
Perubahan peristaltic tuba falopi sehingga konsepsi terhambat
Mengubaha suasana endometrium sehingga tidak sempurna untuk
implantasi hasil konsepsi
Keuntungan suntik KB
Peberian sederhana setiap 8-12 minggu
Tingkat efektifitas tinggi
Hubunga n seks dengan suntuik KB bebas
Pengawasan medis yang ringan
Dapat dipakai-diberikan
Kerugian suntikan KB
Perdarahan yang tidak menentu
Terjadi amanore ( tidak dating bulan )
Masih terjadi kemungkinan hamil
Kapan suntik KB dapat diberikan
1. Pascapersalinan
Segera ketika masih dirawat dirumah sakit
Jadwal suntikan berikutnya
2. Pascaabortus
Segera setelah perawatan
Jadwal waktu suntikan diperhitungkan
3. interval
hari kelima menstruasi
jadwal waktu diperhitungkan
c. Susuk KB
Susuk KB bekerja sebagai progesterone yang dapat menghalangi pengeluaran
LH sehingga tidak terjadi ovulasi,mengentalkan lendir serviks,dan
menghalangimigrasi spermatozoa .
Keuntungan metode susuk KB
Dipasang selama 5 tahun
Control medis ringan
Dapat dilayani didaerah pedesaan
Penyulit medis tidak terlalu tinggi
Biaya ringan
Kerugian metode susuk KB
Menimbulkan gangguan menstruasi yaitu tidak mendapat menstrusi
danterjadi perdarahan yang tidak teratur
Berat badan bertambah
Menimbulkan akne,ketegangan payudara
Liang senggama tersa kering
Macam susuk KB
Tersedia 3 macam susuk KB terdiri dari 1 batang, 2 batang, dan 6
batang.
1,2 atau 6 buah batang ini dimasukkan dibawah kulit pada lengan bagian atas.
Sangat efektif untuk masa 3 tahun (untuk jenis 1 dan 2 batang) dan 5 tahun
(untuk jenis 6 batang).
Bila diinginkan, susuk KB dapat diangkat setiap waktu. Segera setelah susuk
KB diangkat, wanita dapat hamil..Aman digunakan pada masa menyusui,
dipasang setelah 6 minggu sehabis [Link] mencegah anemia .
d. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) / IUD
Alat kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur, yang dimasukkan ke dalam
rongga rahim oleh seorang bidan / dokter [Link] efektif, dan bila berhenti
memakai AKDR, kehamilan dapat terjadi. AKDR ini merupakan cara KB jangka
panjang. AKDR tipe TCu-380 A misalnya, efektif paling sedikit selama 10
[Link] haid dapat menjadi lebih panjang dan banyak, terutama pada bulan-bulan
pertama pemakaian. Mengalami sedikit ketidak-nyamanan setelah IUD
[Link] ada pengaruh terhadap ASI.
Keuntungan AKDR
Dapat diterima masyarakat dengan baik
Control medis yang ringan
Penyulit tidak terlalu berat
Pulihnya kesuburan setelah AKDR dicabut beelansung baik
Kerugian AKDR
Masih dapat terjadi kehamilan
Terdapat perdarahan : spotting
Leokorea,sehingga menguras protein tubuh dan liang sengggama terasa
lebih basah
Dapat terjadi infeksi yang dapat menimbulkan kemandulan
e. Kondom
Berfungsi menghalangi pertemuan sperma dan sel telur. Efek samping: ada
yang mengalami alergi kondom lateks, misalnya dalam bentuk gangguan
iritasi pada dinding vagina. Kondom merupakan salah satu pilihan untuk
mencegah kehamilan yang sudah populer di masyarakat. Kondom adalah
suatu kantung karet tipis, biasanya terbuat dari lateks, tidak berpori, dipakai
untuk menutupi zakar yang berdiri (tegang) sebelum dimasukkan ke dalam
liang vagina. Kondom sudah dibuktikan dalam penelitian di laboratorium
sehingga dapat mencegah penularan penyakit seksual, termasuk HIV/AIDS.
Kondom mempunyai kelebihan antara lain mudah diperoleh di apotek, toko
obat, atau supermarket dengan harga yang terjangkau dan mudah dibawa
kemana-mana. Selain itu, hampir semua orang bisa memakai tanpa mengalami
efek sampingan. Kondom tersedia dalam berbagai bentuk dan aroma, serta
tidak berserakan dan mudah dibuang. Sedangkan diafragma adalah kondom
yang digunakan pada wanita, namun kenyataannya kurang
populer di masyarakat.
f. Senggama Terputus
Merupakan cara kontrasepsi yang paling tua. Senggama dilakukan
sebagaimana biasa, tetapi pada puncak senggama, alat kemaluan pria
dikeluarkan dari liang vagina dan sperma dikeluarkan di luar. Cara ini tidak
dianjurkan karena sering gagal, karena suami belum tentu tahu kapan
spermanya keluar.
g. Metode Sederhana / Vaginal
Spermisid / tissu KB, diafragma dan kap, merupakan cara KB yang dapat
dipakai sendiri oleh [Link] dimasukkan ke dalam vagina (liang
senggama) setiap kali sebelum berhubungan. Dilakukan sebelum mengadakan
hubungan seks. Efektif bila digunakan secara benar Dapat membantu
mencegah penyakit menular [Link] cara KB ini, cenderung
untuk terkena infeksi saluran kencing.
Tissu KB tidak mudah didapat.
h. Metode Operasi Wanita (Mop) / Tubektomi
Cara KB permanent bagi wanita yang yakin tidak ingin mempunyai anak lagi
pertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan. Operasi yang
aman dan sederhana. Hanya memerlukan bius lokal. Sangat efektif. Belum
ada efek samping jangka panjang. Mengalami ketidak-nyamanan setelah
operasi. Komplikasi yang serius karena operasi jarang terjadi. Tidak
berpengaruh terhadap kemampuan maupun perasaan seksual.
i. Metode Operasi Pria (Mop) / Vasektomi
Cara KB permanent bagi pria yang sudah memutuskan tidak ingin mempunyai
anak lagi. Pertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan.
Operasi yang aman, dan mudah. Memerlukan hanya beberapa menit di klinik
atau praktek dokter. Menggunakan bius lokal. Baru efektif setelah ejakulasi
20 kali atau 3 bulan pasca operasi. Sebelum itu masih harus menggunakan
[Link] ada efek samping jangka panjang. Tidak berpengaruh terhadap
kemampuan maupun kepuasan seksual.
j. Metode lam (lactational amenorrhoe methode) / pemberian asi
Cara KB melalui menyusui eksklusif (menyusui bayi dari 0 s/d 4 bulan tanpa
makanan tambahan).Seorang wanita menyusui dikatakan menggunakan
metoda LAM, bila:
Menyusui secara penuh atau bayinya tidak mendapat makanan tambahan, ibu
sering memberikan ASI, siang dan malam,Belum mendapat haid; Bayinya
belum berumur 6 bulan. Wanita sebaiknya sudah merencanakan penggunaan
cara KB lain, bila tidak menggunakan LAM.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan
preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui
demikian. Untuk optimalisasi manfaat kesehatan KB, pelayanan tersebut harus
disediakan bagi wanita dengan cara menggabungkan dan memenuhi kebutuhan
pelayanan kesehatan reproduksi utama dan yang lain. Juga responsif terhadap
berbagai tahap kehidupan reproduksi wanita
Upaya mengatur jarak kehamilan dapat dilakukan dengan menggunakan
kontrasepsi atau alat kontra konsepsi yang mencegah proses konsepsi alias pertemuan
antara sel telur dan sperma. Ada beragam alat kontrasepsi yang dapat digunakan.
Efektivitas dan kecocokan dari penggunaan masing-masing alat kontrasepsi tentu saja
bergantung pada kondisi fisik, pola hidup, kebiasaan, juga kedisiplinan pemakainya.
Ada yang cocok memakai pil KB, ada juga yang lebih cocok dengan suntik atau
lainnya
B. Saran
Dari hasil kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa ternyata
masyarakat masih banyak yang belum paham mengenai alat kontrasepsi yang baik
dan cocok digunakan ,dan untuk mencegah supaya tidak terjadi kesalahan dalam
pemakaian alat kontrasepsi diharapkan sebelum memakai alat kontrasepsi dapat
diambil dengan wanita dan suami dengan tenaga kesehatan .