“KETETAPAN MENGANALISIS VARIASI RAS MANUSIA”
OLEH:
NAMA : KELOMPOK VI
KELAS : PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
MATA KULIAH : ANTROPOBIOLOGI
DOSEN PENGAMPU : Prof. Dr. ANITA YUS, [Link].
: DWI SEPYI ANJAS WULAN, [Link].
: WINDA WIDYA SARI, [Link]., [Link].
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DIANI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVESITAS NEGERI MEDAN
MEDAN 2020
KATA PENGANTAR
Puji syuku kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esakarna berkat limpahnya
rahmat dan karunianya makalah ini dapat terselesaikan. Kami selaku penyusun makalah ini
merasa lega dan bahagia karena bisa menyelesaikan makalah kami yang berjudul
“KETETAPAN MENGANALISIS VARIASI RAS MANUSIA” sesuai dengan waktu yang
direncanakan, dan semoga makalah ini bermanfaat bagi para mahasiswa atau pelajar,
terutama bermanfaat bagi saya yang sudah berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan
makalah ini, guna untuk memenuhi tugas perkuliahan.
saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga
terselesaikannya makalah ini, terutama kepada ibu Prof. Dr. Anita Yus, [Link]. , Ibu Dwi Sepyi
Anjas Wulan, [Link]. dan Ibu Winda Widya Sari, [Link]., [Link]. karena telah mempercayakan
kami dalam penyusunan makalah ini.
kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk
penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan makalah berikutnya.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita [Link] kasih.
Porsea, 22 Maret 2020
penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………….....................
DAFTAR ISI………………………………………………………………..............
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ………………………………………………………....
[Link] Masalah…………………………………………………….....
C. Tujuan………………………………………………………………......
D. Manfaat……………………………………………………………........
BAB II
PEMBAHASAN
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………………………………………......
B. Saran…………………………………………………………………....
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….............
BAB I
A. PENDAHULUAN
Makhluk manusia yang hidup dalam berbagai macam lingkungan alam diseluruh muka bumi
menunjukan beragam ciri-ciri fisik yang tampak nyata. Ciri-ciri seperti warna kulit,bentuk
rambut,dan bentuk bagian- bagian wajah, dan sebagainya menyebabkan timbulnya pengertian ras
atau golongan manusia yang berdasarkan berbagai ciri fisik secara umum.
Ketika manusia terlahir dengan ciri fisik yang berbeda satu sama lain bukanlah suatu
kesalahan turunan, manusia manapun tidak pernah punya pilihan ketika dilahirkan. Termasuk
ketika lahir dalam kondisi cacat secara fisik, semua itu pemberian Tuhan. Artinya, bentuk fisik
dan bahkan warna kulit manusia adalah hak pemberian dari Tuhan yang tidak bisa ditolak oleh
[Link] tersebut bukan suatu hal yang berfungsi untuk memecah belah ataupun
penghalang terciptanya kedamain didalam kehidupan [Link] seharusnya keragaman dan
perbedaan itu dimengerti sebagai kamajemukan ras yang tentunya itu adalah pemberian yang
maha kuasa. Semua manusia diciptakan setara dan dianugrahi hak-hak individu yang sama.
Dalam sejarah bangsa bangsa, konsepsi mengenai beragam cirik fisik manusia itu telah
menyebabkan banyak kesedihan dan kesengsaraan karena suatu salah paham besar yang hidup
dalam pandangan manusia berbagai bangsa. Salah paham itu mengacaukan ciri-ciri ras (yang
sebenarnya harus dikhusukan pada ciri-ciri jasmani semata), dengan ciri ciri rohani , dan lebih
dari itu, salah paham tadi memberi penilaian tinggi rendah kepada ras ras berdasarkan perbedaan
tinggi rendah rohani dari ras ras itu. Dengan demikian timbul misalnya anggapan bahwa ras
Caucasoid atau ras kulit putih, lebih kuat daripada misalnya ras ras lain, tetapi lebih dari itu ada
anggapan bahwa ras kulit putih pada dasarnya juga lebih pandai, lebih maju, lebih luhur ,
pendeknya lebih tinggi rohani nya dari pada ras ras lain, anggapan salah ini timbul bersama
dengan perkembangan kekuasaan bangsa bangsa Eropa yang kebetulan semuanya berasal dari ras
kulit putih itu, terhadap bangsa-bangsa lain dari luar Eropa yang kebetulan untuk sebangian besar
berasal dari bukan ras kulut putih, dan dipraktikan ke dalam suatu gejala sosial yang terdapat di
banyak negara di dunia sampai sekarang ialah gejala diskriminasi ras.
Diskriminasi rasial merupakan salah satu isu diskriminasi paling sering mencuat di
masyarakat baik skala kecil seperti pergaulan pertemanan, lingkungan rumah, pekerjaan atau
perkumpulan-perkumpulan, hingga di ruang lingkup daerah, nasional bahkan antar bangsa. Secara
tidak sadar, dalam pergaulan sehari-hari kita mungkin saja kita pernah melakukan diskriminasi ras
atau lebih sering disebut sebagai tindakan rasis, seperti, mengolok-olok perbedaan fisik teman
kita, asal daerah, ras dan suku mereka hingga kebiasaan atau tradisi mereka, meski dalam situasi
tidak formal. Isu ini pula yang paling sering kita dengar di berbagai media, dimana sebagai
contoh, diskriminasi yang dialami para pemain sepak bola di liga-liga dunia yang banyak sekali
terjadi.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, diskriminasi ras diartikan sebagai anggapan
segolongan ras tertentu bahwa rasnya itulah yang paling unggul dibandingkan dengan golongan
ras lain, dengan sebutan lainnya yaitu rasisme. Rasisme merupakan fenomena global yang
dipengaruhi oleh berbagai factor historis, sosial, politik dan ekonomi.
Politisi sering menggunakan isu rasial untuk memenangkan suara. Istilah rasis telah
digunakan dengan konotasi buruk paling tidak sejak 1940- an, dan identifikasi suatu kelompok
atau orang sebagai rasis sering bersifat kontroversial.
Istilah rasisme pertama kali digunakan sekitar tahun 1930-an. Istilah tersebut diperlukan untuk
menggambarkan "teori-teori rasis" yang dipakai orang-orang Nazi melakukan pembantaian terhadap
orang Yahudi pada masa Pemerintahan Hitler. Rasisme juga terjadi di Amerika Serikat yang
puncaknya adalah adanya Undang-Undang Jim Crow yang mengatur tentang pemisahan ras yang
wajib dilaksanakan dirumah sakit, penjara dan tempat pemakaman. Pada penerapannya, peraturan
juga merambah ke hotel, gedung pertunjukkan, lift dan gereja.
Ras Manusia merupakan karakteristik luar yang diturunkan secara genetik dan
membedakan satu kelompok dari kelompok lainnya. Kata “ras” berasal dari bahasa Prancis-
Italia “razza” yang artinya pembedaan variasi penduduk berdasarkan tampilan fisik (bentuk
dan warna rambut, warna mata, warna kulit, bentuk mata, dan bentuk tubuh. Umumnya ras
dibagi menjadi 3: mongoloid, kaukasian dan negroid.
Selain itu pengertian ras kadangkala mengacu pada pemilikan perangai, pemilikan
kualitas perangai/sikap kelompok tertentu, menyatakatan kehadiran penduduk dari geografis
tertentu. Bisa juga ras mengacu pada tanda-tanda aktivitas sebuah kelompok yang
mempunyai gagasan, ide dan cara berpikir tertentu. Ras juga sering dikaitkan dengan masalah
keturunan, keluarga,klan dan hubungan kekeluargaan sebuah kelompok.
Tapi secara umum Ras adalah pengelompokan berdasarkan ciri biologis, bukan
berdasarkan cirri-ciri sosiokultural. Dengan kata lain, ras berati segolongan penduduk suatu
daerah yang mempunyai sifat-sifat keturunan tertentu berbeda dengan penduduk daerah lain.
Oleh karena itu, disusunlah makalah ini dalam hal membahas tentang berbagai macam
ras manusia.
B. RUMUSAN MASALAH
apa yang dimaksud dengan ras manusia dan apa saja jenisnya
C. TUJUAN
Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk membahas tentang berbagai macam ras
manusia
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
Ras Manusia merupakan karakteristik luar yang diturunkan secara genetik dan membedakan
satu kelompok dari kelompok lainnya. Kata “ras” berasal dari bahasa Prancis-Italia “razza”
yang artinya pembedaan variasi penduduk berdasarkan tampilan fisik (bentuk dan warna
rambut, warna mata, warna kulit, bentuk mata, dan bentuk tubuh. Umumnya ras dibagi
menjadi 3: mongoloid, kaukasian dan negroid.
Pengertian Ras Menurut Beberapa Ahli
Gill dan Gilbert (1988). Definisi ras merupakan pengertian biologis yang menjelaskan
sekumpulan orang yang dapat dibedakan menurut karakteristik fisik yang dihasilkan melalui
proses reproduksi. Acap kali ras merupakan status sosial yang didefinisikan oleh istilah
kebudayaan daripada ras dalam istilah biologis.
Daljoeni (1991). Arti ras adalah:
1. suatu kategori tertentu dari seseorang yang bisa superior maupun inferior, yang acap
kali ditandai oleh karakteristik fisik, seperti warna kulit, tekstur rambut, dan lipatan
mata;
2. pengelompokan manusia ke dalam kategori-kategori yang berbeda berdasarkan
karakteristik biologis. Ada beberapa variasi skema dari klasifikasi ras berdasarkan
karakteristik fisik, seperti warna kulit, bentuk kepala, warna mata, ukuran hidung, dan
lain-lain.
3. Teori Franz Boas
Franz Boas (9 Juli 1858 - 21 Desember 1942)
Seorang antropolog Amerika Jerman dan pelopor antropologi modern yang telah
disebut sebagai "Bapak dari Amerika Antropologi". Ia menerima gelar doktornya
dalam bidang fisika, dan melakukan pekerjaan post-doktoral di geografi. Dia terkenal
untuk menerapkan metode ilmiah untuk mempelajari budaya manusia dan
masyarakat, bidang yang sebelumnya didasarkan pada perumusan teori-teori besar
sekitar pengetahuan lokal.
Boas berpendapat bahwa untuk memahami "apa yang" - dalam antropologi budaya,
ciri-ciri budaya tertentu (perilaku, kepercayaan, dan simbol) - orang harus memeriksa
mereka dalam konteks lokal mereka. Dia juga memahami bahwa sebagai orang
bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain, dan karena perubahan konteks budaya dari
waktu ke waktu, unsur-unsur budaya, dan makna mereka, akan berubah, yang
membuatnya menekankan pentingnya sejarah lokal untuk analisa budaya
Asal mula penggunaan istilah ras diperkirakan muncul sekitar tahun 1.600. Saat itu,
Frangois Bernier, seorang antropolog kebangsaan Prancis, pertama kali mengemukakan
gagasan tentang pembedaan manusia berdasarkan kategori atau karakteristik warna kulit dan
bentuk wajah
B. Ras Manusia
Ras merupakan suatu konsep yang penting untuk memudahkan pemikiran dalam mempelajari
variasi populasi manusia ini. Meskipun terdapat beberapa karakter eksternal yang
membedakan antara ras satu dengan yang lainnya, namun perbedaan yang paling menonjol
dan dapat dilihat dengan mudah adalah adanya perbedaan warna kulit antara ras-ras yang
berbeda. Secara tradisional ras manusia oleh para pakar dibedakan atas tiga ras utama , yaitu
sebagai berikut:
1. Ras Kaukasoid
Ras kaukasoid atau berkulit putih, adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di
Eropa, Afrika Utara, Timur tengah, Pakistan dan India. Secara umum ras ini memiliki
ciri fisik sebagai berikut:
a. Berkulit putih
b. Tekstur bibir tipis
c. Memiliki bulu yang tebal
d. Rambut lurus atau bergelombang
2. Ras Mongoloid
Ras mongoloid atau berkulit kuning, adalah ras manusia yang sebagian besar menetap
di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika,
beberapa bagian India Timur laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan dan
Osenia. Secara umum ras ini memiliki ciri sebagai berikut:
a. Kulit kuning
b. Kelopak mata terdapat plica marginalis
c. Mata berwarna coklat sampai hitam
d. Rambut bewarna hitam dan lurus
e. Dahi kecil dan tegak
3. Ras Negroid
Ras Negroid atau berkulit hitam, adalah ras manusia yang terutama mendiami benua
Afrika di sebelah gurun sahara. Keturunan mereka banyak mendiami Amerika Utara,
Amerika Selatan dan juga Eropa serta Timur Tengah. Secara umum ras ini memiliki
ciri-ciri fisik [3] sebagai berikut:
a. Pigmentasi kuit yang kuat (kulit hitam)
b. Bibir dan hidung lebar dan tebal
c. Rambut kering
d. Mata berwarna coklat sampai hitam
C. Adaptasi Manusia Dalam Menghadapi Tantangan Hidup
Kesetaraan budaya merupakan landasan terjadinya multikulturalisme yang ada di
Indonesia. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab perubahan yaitu disebabkan dengan
adanya kontak dengan kelompok lain, melalui pernikahan, pembangunan, pengelolaan
sumber daya alam dan gaya hidup yang berbeda. Kemudian perubahan yang terjadi karena
masyarakat mengadopsi beberapa elemen kebudayaan material yang telah dikembangkan
oleh bangsa lain, serta perubahan lingkungan alam. perubahan kebudayaan sebagai hasil cipta
karsa dan rasa manusia yang dapat memberikan manfaat bagi manusia atau kelompok itu
sendiri.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Keberagaman di Indonesia terbentuk dari keberagaman ciri-ciri budaya, adat
istiadat/tradisi di daerah setempat selain itu keberagaman di Indonesia dibentuk karena suku-
suku yang mendiami wilayah Indonesia sangat banyak dan beragam . Keberagaman di
Indonesia merupakan ciri khas negara Indonesia.
B. SARAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka untuk
pengembangan penelitian selanjutnya untuk menambahkan metode deteksi warna kulit
lainnya agar dapat mengidentifikasi ras manusia yang dipengaruhi oleh faktor pencahayaan
dengan baik
DAFTAR PUSTAKA
koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antopologi (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009) 74.
ibid, 74
Lazi, H., Efendi, R., & Purwandari, E. P. (2017). Deteksi Warna Kulit Menggunakan Model
Warna CIELAB dan Neural Network Untuk Identifikasi Ras Manusia (Studi Kasus Ras:
Kaukasoid, Mongoloid, dan Negroid). Rekursif: Jurnal Informatika, 5(2).
Ember, C., & Ember, M. (2000). Anthropology 4thEdition. New York: Hunter College Of the
City University of New York. Ember, C., & Ember, M. (2000). Anthropology 4th
[Link]
http:[Link]/luar_negeri/[Link]
[Link]