LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
PROSEDUR PEMBUATAN SURAT PINDAH DESA
PADALARANG
Jln. Letkol G.A. Manulang No. 53 Telp.(022) 6809844 Padalarang 40711
Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Mengikuti Ujian Sekolah Tahun Pelajaran
2021/2022
Disusun Oleh :
SITI MAESAROH
NIS: 192010107
SMK BANDUNG BARAT
KOMPETENSI KEAHLIAN OTOMATISASI DAN TATA
KELOLA PERKANTORAN
[Link] Cimareme No.531/193A Ngamprah Kab Bandung Barat 40552 Telp
(022)6620731
E-mail: smk_bandungbarat@[Link]
MENYETUJUI / MENGESAHKAN
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
NAMA : Siti Maesaroh
NOMOR INDUK SISWA : 192010107
KOMPETENSI KEAHLIAN : OTKP
Bandung Barat, 2021
Pembimbing Intansi
_______________________
Mengetahui,
Kepala Intansi
______________________
MENYETUJUI/ MENGESAHKAN
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
NAMA : Siti Maesaroh
NOMOR INDUK SISWA : 192010107
KOMPETENSI KEAHLIAN : Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran
Bandung Barat, 2021
Pembimbing Laporan Kepala Kompetensi Keahlian
____________________ Lilim Nurhalimah, S.E_____
NUPTK NUPTK. 2944769670230022
Mengetahui,
Kepala SMK Bandung Barat
[Link] F Lhaksmiwati, [Link]
NUPTK. 6544750651130173
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat
dan karunianya penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Lapangan dengan
Fokus Judul “PROSEDUR PEMBUATAN SURAT PINDAH” Jln. Letkol
G.A. Manulang No. 53 Telp.(022) 6809844 Padalarang 40711
Didalam penulisan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini, penulis menyadari
terdapat banyak kekurangan. Penulis sangat mengharapkan kritikan, masukan, dan
saran yang sifatnya membangun untuk kemajuan, pemikiran, dan keefektifan dalam
bekerja bagi penulis selanjutnya.
Pada pembuatan laporan ini banyak pihak yang telah memberikan dukungan
dan bantuan bagi penulis, maka dari itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. [Link] F Lhakmiwati, [Link], selaku Kepala SMK Bandung Barat
2. Iin Nurhayarti, [Link]., [Link], selaku Wakil Kepala Bidang kurikulum SMK
Bandung Barat.
3. Asep Setiawan Sebagai Pembimbing dari Kantor Desa Padalarang
4. Nuraeni, SE sebagai pembimbing dari sekolah
5. Staf Pengajar SMK Bandung Barat Dan Staf Kantor Desa Padalarang
6. Keluarga dan teman-teman yang telah memberikan bantuan
7. Pihak lain yang terkait.
Semoga semua dukungan dan bantuan yang telah diberikan mendapat pahala
dari Allah SWT. Akhirnya semoga laporan ini diharapkan dapat memberikan manfaat
bagi kita semua. AAMIIN
Bandung Barat, 2021
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………..…ii
DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………….…….iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan…………………………….……...1
1.2 Tujuan Praktik Kerja…………………………………………….…….…….2
1.3 Latar Belakang Penulisan Laporan……………………….…………….…...3
1.4 Tujuan Penulisan laporan…………………………………………………...4
1.5 Waktu dan Tempat Praktik Kerja Lapangan……………………………......5
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI
2.1 Sejarah Dan Latar Belakang Berdirinya Instansi…………….………..…16
2.2 Visi dan Misi Instansi…………………………………………………….18
2.3 Struktur Organisasi……………………………………………………….20
2.4 Uraian Kerja (Job Description) Pegawai pada Instansi…………………..21
BAB III LAPORAN KEGIATAN
3.1 Teori-teori Penunjang (Tinjauan Pustaka)…………………..…………….24
3.2 Data dan Hasil Praktik Kerja Lapangan…………………….…………….27
BAB IV PEMBAHASAN
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan………………………………………………………………...35
4.2 Saran……………………………………………………………………….36
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB 1
PENDAHULUAN
1.I Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan
Praktek Kerja Lapangan adalah salah satu bentuk emplementasi secara
sistematis dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dengan program
penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung didunia
kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu.
Ddunia usaha , Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) Dapat memberikan keuntungan pada
pelaksanaan itu sendiri yaitu sekolah, karena keahlian yang tidak diajarkan di
sekolahan bias didapat didunia usaha , sehingga dengan adanya Praktek Kerja
Lapangan ( PKL ) dapat meningkatkan mutu dan relevensi Pendidikan Menengah
Atas yang dapat diarahkan untuk mengembangkan suatu system yang mantap antara
dunia pendidikan dan dunia usaha.
1.2 Tujuan Praktik Kerja Lapangan
Maksud dilaksanakannya Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) yang diwujudkan
dalam kerja disuatu perusahaan. Selain sebagai salah satu syarat tugas akhir Praktek
Kerja Lapangan ( PKL ),Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) juga sebagai kegiatan
Siswa untuk mencari pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja yang
sesungguhnya, yang tercermin dalam Pendidikan Nasional yang berdasarkan
Pancasila yang bertujuan meningkatkan kecerdasan, kreativitas, dan ketrampilan agar
dapat menumbuhkan manusia yang dapat membangun dirinya sendiri serta
bertanggung jawab atas Pembangunan Bangsa dan Negara dalam pencapaian
perekonomian meningkat dan kehidupan yang makmur.
Karena pertumbuhan perekonomian yang meningkat, didukung pula oleh
tumbuhnya persaingan dibidang industri dan teknologi yang memaksa kita untuk ikut
terjun kedalam dunia industri, bisnis, dan perdagangan .
1.3 Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan
1. Pelayanan Administrasi
a) Membuat Surat – Surat
b) Memberikan Informasi Persyaratan Administrasi Kepada Pemohon
c) Memverifikasi Kepada Pemohon
2. Mengelola Data Penduduk
a) Mengarsipkan Surat-Surat
b) Mengelola Softcopy Kartu Keluarga Ke Dalam Database
c) Menginput Data Balita 0-6 Tahun
1.4 Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan
Pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL) adalah sebuah pelatihan dan
pembelajaran yang dilaksanakan di Dunia Usaha atau Dunia Industri yang relevan
dengan kompetensi keahlian yang dimilikinya masing masing, dalam upaya
meningkatkan mutu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan juga menambah bekal
untuk masa masa mendatang guna memasuki dunia kerja yang semakin banyak serta
ketat dalam persaingannya seperti saat ini.
Sistem ini merupakan suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian
profesional yang memadukan secara sistematis program pendidikan di sekolah
dengan program penguasaan keahlian melalui kegiatan bekerja secara langsung dan
terarah untuk mencapai tingkat keahlian profesional tertentu.
Keahlian profesional hanya dapat dikuasai melalui cara mengerjakan langsung
pekerjaan pada bidang profesi yang ada dalam dunia [Link] dengan itu,
maka siswa SMK pada jenjang tertentu diwajibkan mengikuti kegiatan praktek kerja
secara langsung.
Selain itu dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
banyak peralatan baru yang diciptakan guna menunjang banyaknya permintaan
produksi barang atau jasa yang menimbulkan perubahan mendasar untuk mendapat
pekerjaan, sehingga tenaga kerja dituntut bukan hanya memiliki kemampuan teknis
belakang, tetapi juga harus lebih fleksibel dan berwawasan lebih luas, inovatif serta
didukung dengan keterampilan yang kompeten.
Maka dengan adanya kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) siswa dan siswi
dapat mengasah dan mengimplementasikan materi yang didapatkannya di sekolah
langsung ke dunia usaha atau dunia industri yang relevan dengan kemampuannya
masing masing.
Dalam upaya untuk mewujudkan Visi dan Misi nya, SMK Bandung Barat
melaksanakan berbagai kegiatan demi menjadikan siswa dan siswi yang siap
memasuki dunia kerja dan dunia industri (DU/DI), tentunya hal itu tidak dapat diraih
dengan mudah, tidak hanya dengan belajar berbagai teori yang berada di sekolah.
Namun seorang siswa atau siswi harus belajar mengenai bagaimana
lingkungan yang berada di dunia kerja dan tentunya bagaimana pekerjaan yang akan
dihadapinya nanti selepas lulus dari sekolah.
1.5 Tujuan Praktik Kerja Lapangan
Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini, yaitu:
1. Menambah pengalaman dan pengetahuan Peserta Didik mengenai keadaan yang
sesungguhnya untuk mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja.
2. Agar Peserta Didik kompeten dalam keahlin yang dimilikinya
3. Menyiapkan kemandirian Peserta Didik untuk bekerja dan/atau berwirausaha.
4. Menumbuh perkembangkan karakter dan budaya kerja yang profesional pada
Peserta Didik
5. Dapat membentuk etos kerja yang baik bagi Peserta Didik PKL Sehingga
kedepannya siswa dapat menjadi sosok lulusan dan berkualitas.
1.6 Waktu dan Tempat
Waktu (15 Maret 2021 – 22 Mei 2021)
Hari Masuk Istirahat Pulang
Senin 08.00 12.00 – 13.00 16.00
Selasa 08.00 12.00 – 13.00 16.00
Rabu 08.00 12.00 – 13.00 16.00
Kamis 08.00 12.00 – 13.00 16.00
Jum’at 08.00 11.00 – 13.00 16.00
Tempat
Kantor Desa Padalarang Jl. Letkol G.A. Manulang No.53, Padalarang, Kabupaten
Bandung Barat, Jawa Barat 40553
BAB II
GAMBARAN UMUM INSTANSI
2.1 Sejarah Dan Latar Belakang Berdirinya Desa Padalarang
Nama Padalarang yang saat ini dikenal adalah berasal dari sebuah kerajaan
pedang larang yaitu sebuah kerajaan yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan
kerajaan sumedang larang.
Wilayah Desa Padalarang pada mulanya memiliki luas wilayah sekitar 9.7
KM2, dan pada tahun 1980 pada masa kepemimpinan Kepala Desa E. Supriadi resmi
dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Padalarang sebagai desa induk dan Desa
Jayamekar adalah desa pemekarannya.
Berdasarkan data yang kami dapatkan bahwa Desa Padalarang sudah
terbentuk sebelum Indonesia merdeka yaitu pada masa Pemerintahan Hindia Belanda
sekitar tahun 1880, dan Kepala Desa Padalarang pertama yaitu Aliyuda yang
menjabat dari tahun 1880 sampai dengan tahun 1903. Sejak berdirinya Pemerintahan
Desa Padalarang, Kepala Desa Padalarang telah beberapa Kali mengalami transisi
pemerintahan, baik yang dilaksnakan oleh Kepala Desa Definitif maupun Penjabat
Kepala Desa.
Berikut adalah nama-nama dan masa jabatan yang tercatat menjadi
Kepala Desa di Desa Padalarang :
Kepala Desa dan Penjabat Kepala Desa Padalarang
Tahun 1880 – 2020
NO NAMA MASA JABATAN KETERANGAN
1 ALIYUDA 1880 – 1903 DEFINITIF
2 KARTYUDA 1903 – 1942 DEFINITIF
3 E. MANSUR 1942 – 1945 DEFINITIF
4 ATMAYUDA 1945 – 1951 DEFINITIF
5 KARTA OBONG 1951 – 1962 DEFINITIF
6 S. SUAMAN 1962 – 1965 DEFINITIF
7 E. SUPRIADI WP 1965 – 1966 PENJABAT
8 OENAEDI 1966 – 1967 PENJABAT
9 Rb. SOEKIRMAN 1967 – 1968 PENJABAT
10 E. SUPRIADI WP 1968 – 1983 DEFINITIF
11 M.A. SUGANDI 1983 – 1985 PENJABAT
12 E. SUPRIADI WP 1985 – 1993 DEFINITIF
13 E. SUPRIADI WP 1993 – 1994 PENJABAT
14 SATIM 1994 – 2002 DEFINITIF
15 ASEP SAEPUDIN 2002 – 2007 DEFINITIF
16 ASEP SUNARYA 2007 – 2013 DEFINITIF
17 SATIM 2013 – 2019 DEFINITIF
18 YANUAR AGUS 2019 PENJABAT
19 KAROM, [Link].I 2019 – SEKARANG DEFINITIF
Berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,
Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2016 tentang Perubahan Peraturan
Pemerintah Nomor 43 tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-
undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Daerah Kabupaten
Bandung Barat Nomor 2 Tahun 2016 tentang Desa yang dimaksud Desa adalah
Kesatuan masyarakat Hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang
untuk mengatur dan mengurus urusan Pemerintahan, kepentingan masyarakat
setempat, berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan/atau hak
tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Desa Padalarang secara geografis kontur lahannya datar sampai berbukit
dan terletak dekat dengan pusat perkotaan Kabupaten Bandung Barat. Selain itu
wilayah sebelah timur terdapat pemukiman padat penduduk dan sebagian kecil
lahan pertanian produktif, akan tetapi disebelah baratnya berbanding terbalik
yaitu dengan lahan pertanian yang cukup luas dan pemukiman yang tidak terlalu
padat. Sedangkan bagian utara terdapat pemukiman padat penduduk dan kawasan
pabrik diantaranya industri pengolahan batu gamping/kapur serta ada juga
kawasan pertambangan batu gamping, bagian selatannya wilayah perbukitan dan
menjadi kawasan pengembangan pemukiman/perumahan. Sehingga keadaan
tersebut permasalahannya pun menjadi kompleks atau memiliki potensi dan
masalah yang berbeda pula disetiap wilayahnya. Keadaan ini yang harus
dicermati oleh Pemerintah Desa khususnya dan Pemerintah Kabupaten Bandung
Barat pada umumnya dalam pengelolaan potensi wilayah baik dalam hal sumber
daya manusia maupun sumber daya alamnya.
Di Desa Padalarang Sebagian besar penduduk bekerja sebagai buruh
pabrik dan pegawai swasta. Sebagian penduduk lainnya menggantungkan
pendapatannya melalui kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang
perdagangan/jasa, pengrajin tahu, pengrajin cobek, pengrajin batu ubin, pengrajin
ukir marmer serta usaha pertanian, peternakan dan perikanan.
2.2 Visi dan Misi Kantor Desa Padalarang
Visi
“Mewujudkan Desa Padalarang Yang Harmonis, Unggul, Demokratis, Agamis,
Nyaman Dan Gemilang Melalui Peningkatan Pemanfaatan Potensi Desa Yang
Berkelanjutan dan Berkeadilan”
Misi
1. Melaksanakan penyelenggaraan Pemerintahan yang efisien, efektif, bersih,
demokratis, akuntabel dan transparan;
2. Penempatan Agama Sebagai Sumber Motivasi Dan Inspirasi Dalam
Penyelenggaraan Pemerintahan Dan Aktifitas Rutin Masyarakat;
3. Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat Dari Seluruh Kekuatan Ekonomi, Sosial
Budaya, Lingkungan Hidup, Kesenian & Pariwisata Serta Keamanan Ketertiban;
[Link] masyarakat yang berkualitas, cerdas, sehat, produktif dan berdaya
saing melalui Peningkatan Layanan Dasar di Sektor Pangan, Tempat Tinggal,
Pendidikan dan Kesehatan.
5. Meningkatkan Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Alam Berkelanjutan Dengan
Penataan Ruang Yang Berkeadilan;
[Link] Pembangunan Infrastruktur Yang Adil, Berkelanjutan Dan
Partisipatif
Asep
PEME
Ivan
KEP
KEP
KEPALA DESA
KAROM, [Link].I
SEKRETARIS
DESA
Lalan Purnama
KEPALA URUSAN KEPALA URUSAN KEPALA URUSA
PERENCANAAN KEUANGAN UMUM & TU
A SEKSI KEPALA SEKSI KEPALA SEKSI
NTAHAN KESEJAHTERAAN PELAYANAN Hasan Husaeri Ade Durachman Mimin Sumiya
etiawan [Link] Elilus Karyawati
M [Link]
2.3 Struktur Organisasi Desa Padalarang
LA DUSUN KEPALA DUSUN KEPALA DUSUN KEPALA DUSUN KEPALA DUSUN KEPALA DUS
1 2 3 4 5 6
driansyah Elis Syam N Jajang Asep Rijwan Jefri Seviando Lilis Nurhay
Supriatna
N
2.4 Uraian Kerja ( Job Description ) Pegawai Pada Instansi
A. Kepala Desa
Kepala Desa merupakan pimpinan penyelenggaraan pemerintah desa.
Kepala Desa dipilih langsung oleh rakyat, Kepala Desa memiliki tugas dan
tanggung jawab yang besar untuk penyelenggaraan pemerintahan dan
kemajuan desa, karena Desa memilki otonomi sendiri.
Tugas dan kewajiban Kepala Desa menurut UU No. 6 Tahun 2014 adalah:
1. Memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa
2. Membina kehidupan masyarakat Desa
3. Membina perekonomian Desa
4. Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat desa
5. Mendamaikan perselisihan masyarakat di Desa
6. Mewakili Desanya diluar dan didalam pengadilan dan menunjuk kuasa
hukumnya;
7. Mengajukan rancangan Peraturan Desa bersama Badan
Permusyawaratan Desa (BPD) dan menetapkannya sebagai Peraturan
Desa;
8. Menjaga kelestarian adat istiadat yang hidup dan berkembang di Desa
yang bersangkutan selama tidak bertentangan dengan undang-undang
yang berlaku;
9. Melaksanakan tugas pembantuan dari Pemerintah Provinsi atau
Pemerintah Daerah.
B. Perangkat Desa
Perangkat Desa merupakan unsur pembantu dalam penyelenggaran
administrasi pemerintahan desa dan pelayanan kepada masyarakat :
Perangkat Desa terdiri dari Sekretaris Desa dan Perangkat Desa
lainnya.
Perangkat Desa lainnya terdiri dari :
a) Pelaksana Kewilayahan;
b) Pelaksana Teknis;
Sekretariat Desa dipimpin oleh seorang Sekretaris Desa,
C. Sekretaris Desa mempunyai fungsi :
a. Pengkoordinasian terhadap kegiatan yang dilakukan oleh perangkat
Desa
b. Pengumpulan bahan, pengevaluasi data dan perumusan program serta
petunjuk untuk pembinaan penyelenggaraan tugas umum Pemerintah,
pembangunan dan pembinaan kesejahteraan;
c. Pelaksanaan pemantauan terhadap kegiatan penyelenggaraan tugas
umum Pemerintah, pembangunan dan pembinaan kesejahteraan
masyarakat;
d. Pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat dibidang pemerintahan,
perekonomian dan kesejahteraan;
e. Pelaksanaan urusan keuangan, perlengkapan rumah tangga, surat
menyurat dan kearsipan serta memberikan pelayanan teknis dan
administrative kepada seluruh perangkat pemerintah Desa;
f. Penyusunan program kerja tahunan Desa;
g. Penyusunan laporan pemerintah Desa
D. Kepala Urusan Umum mempunyai tugas :
a. Melaksanakan urusan perlengkapan dan inventaris Desa;
b. Melakukan urusan rumah tangga;
c. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
E. Kepala Urusan Administrasi mempunyai tugas :
a. Melakukan administrasi kepegawaian;
b. Mengatur pelaksanaan rapat-rapat dinas dan upacara;
c. Melakukan urusan surat menyurat, kearsipan dan ekspedisi;
d. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
F. Kepala Urusan Keuangan mempunyai tugas:
a. Menerima, menyimpan dan mengeluarkan uang desa;
b. Mengurus dan membayar tunjangan pegawai;
c. Mengurus pembukuan keuangan desa;
d. Mengurus pertanggung jawaban atas penggunaan keuangan yang
dikeluarkan;
e. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan laporan dibidang keuangan;
f. Melaksanakan tugas-tugas lainnya diberikan oleh atasan sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
G. Kepala Seksi Pemerintahan mempunyai tugas:
a. Mengumpulkan, mengolah dan mengevaluasi data dibidang pemerintahan;
b. Mengumpulkan bahan dalam rangka pembinaan wilayah dan masyarakat;
c. Melakukan pelayanan kepada masyarakat dibidang Pemerintahan;
d. Melakukan tugas-tugas dibidang pemungutan pajak, retribusi pendapatan
lainnya;
e. Membantu pelaksanaan tugas-tugas dibidang keagrariaan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku;
f. Membantu tugas-tugas dibidang administrasi kependudukan dan catatan
sipil;
g. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan laporan dibidang pemerintahan;
h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
H. Kepala Seksi Pelayanan mempunyai tugas :
a. Mengumpulkan, mengelolah dan mengevaluasi data dibidang
Perekonomian dan Pembangunan;
b. Melakukan bimbingan di bidang perkoperasian, pengusaha ekonomi
lemah dan kegiatan perekonomian lainnya dalam rangka meningkatkan
kehidupan perekonomian masyarakat;
c. Melakukan kegiatan dalam rangka peningkatan swadaya dan partisipasi
masyarakat dalam meningkatkan perekonomian dan pelaksanaan
pembangunan;
d. Melakukan pelayanan kepada masyarakat dibidang perekonomian dan
pembangunan;
e. Membantu koordinasi pelaksanaan pembangunan serta menjaga dan
memelihara prasarana dan sarana fisik dilingkungan Desa;
f. Melakukan administrasi perekonomian dan pembangunan di desa;
g. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan laporan dibidang perekonomian
dan pembangunan;
h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
I. Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas :
a. Mengumpulkan, mengelolah dan mengevaluasi data dibidang
Kesejahteraan Rakyat ;
b. Melakukan bimbingan di bidang keagamaan, kesehatan keluarga
berencana dan pendidikan masyarakat;
c. Membantu mengumpulkan dan menyalurkan bantuan terhadap korban
bencana ;
d. Melakukan pelayanan kepada masyarakat dibidang Kesejahteraan Rakyat;
e. Membantu pelaksanaan bimbingan kegiatan pembinaan kesejahteraan
keluarga, karang taruna, pramuka dan organisasi kemasyarakatan lainnya;
f. Membina dan membantu kegiatan pengumpulan zakat, infaq dan
shodaqoh ;
g. Mengumpulkan dan menyiapkan bahan laporan dibidang Kesejahteraan
Rakyat ;
h. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
J. Kepala Dusun atau dengan sebutan lain mempunyai tugas membantu
melaksanakan tugas-tugas operasional Kepala Desa didalam wilayah kerjanya
sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Kepala Dusun mempunyai fungsi :
a. Pembantu pelaksanaan tugas Kepala Desa
b. Pelaksanaan kegiatan Pemerintah bersifat Pembangunan dan
Kemasyarakatan serta ketentraman dan ketertiban masyarakat ;
c. Pelaksanaan Keputusan Desa di wilayah kerjanya ;
d. Pelaksanaan kebijaksanaan Kepala Desa;
e. Pembantu pelaksanaan tugas Kepala Desa dalam kegiatan pembinaan dan
kerukunan warga ;
f. Pembinaan dan peningkatan swadaya gotong royong;
g. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan program Pemerintah ;
h. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa.
2.6 Tata Tertib dan Peraturan Intansi
Peraturan
1. Wajib berpakaian rapi dan sopan sesuai peraturan
2. Waktu kehadiran di tempat kerja
3. Waktu istirahat pukul 12.00-13.00 wib
4. Waktu istirahat dan shalat jumat 11.00-13.00 wib
5. Waktu pulang kerja pukul 16.00 wib
6. Menjunjung tinggi nilai-nilai dan integritas pegawai pemerintah kota bandun
Tata tertib
1. Pelayanan dilaksanakan 8 (delapan) hari kerja senin – jumat jam 08.00 -15.00
2. Petugas wajib hadir 30 menit sebelum pelayanan dimulai
3. Petugas wajib menggunakan seragam
4. Petugas wajib memberikan pelayanan yang profesional, ramah dan santun
5. Ruangan harus senantiasa rapih dan bersih
6. Menjaga ketertiban dan kebersihan
Setiap Pelayanan Publik dan Penyelenggaraan dalm meneyelenggarakan pelayanan
publik harus berperilaku sebagai berikut :
1. Tangkas, cermat dan tepat dalam melaksanakan pelayanan;
2. Menunjukakkan sikap empati terhadap persoalan pemohon informasi,
bersikap santun, dan ramah;
3. Profesional, tidak mempersulit; dan
4. Membuka diri terhadap kritik, protes, keluhan, serta keberatan dari pemohon
informasi.
BAB III
LAPORAN KEGIATAN
3.1 Teori-Teori Penunjang
Surat Keterangan Penduduk Pindah dan Datang adalah Surat Keterangan yang
dikeluarkan oleh Instansi Pelaksana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
untuk Warga Negara Indonesia yang melaporkan Kedatangannya guna masuk
menjadi Penduduk.
3.1.1 Macam-Macam Surat Pindah
a. Surat Pindah
b. Surat Pindah Datang
3.1.2 Macam-Macam Surat Pindah
a. Surat Pindah Antar Desa
b. Surat Pindah Antar Kecamatan
c. Surat Pindah Kabupaten Kota/ Provinsi
3.1.4 Manfaat Pengelolaan Surat Pindah
Pengurusan surat pindah ini bertujuan untuk memperbarui database
di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta mengganti
data di Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) milik Anda.
Anda harus mengurus surat pindah domisili jika memutuskan
untuk pindah tempat tinggal.
3.2 Data dan Hasil Kegiatan
3.2.1 Menangani Penerimaan Surat Keterangan Pindah
Pemohon harus membawa beberapa lampiran diantaranya :
1. Surat Pengantar RT/RW.
2. Fotokopi Kartu Keluarga
3. Fotokopi KTP
4. Data Alamat yang akan dituju
3.2.2 Menciptakan Surat Keterangan Pindah
Surat Keterangan Penduduk Pindah dan Datang adalah Surat Keterangan yang
dikeluarkan oleh Instansi Pelaksana Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk
Warga Negara Indonesia yang melaporkan Kedatangannya guna masuk menjadi
Penduduk. Ada 3 jenis kepindahan yaitu :
1. Pindah Antar Desa
2. Pindah Antar Kecamatan
3. Pindah antar kota dan provinsi.
Dalam Mengajukan kepindahan ada beberapa lapiran yang harus dibawa diantaranya:
5. Surat Pengantar RT/RW.
6. Kartu Keluarga yang ditumpangi bagi yang akan menumpang.
7. Fotokopi akta kelahiran.
8. Fotokopi buku nikah/akta perkawinan.
9. Fotokopi akta perceraian (jika ada)
10. Fotokopi akta kematian.
11. Fotokopi ijazah (bila diperlukan)