0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
298 tayangan2 halaman

Terapi ROP untuk Hipertensi

Relaksasi otot progresif (ROP) adalah serangkaian gerakan yang melemaskan otot secara bertahap dari bagian bawah tubuh ke atas. ROP dapat mengurangi tekanan darah, mengatasi stres, dan meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi dengan cara mengendurkan otot-otot yang menegang. Teknik ROP meliputi 14 gerakan mulai dari tangan, bahu, leher, dahi, mata, rahang, hingga kaki.

Diunggah oleh

cupri yanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
298 tayangan2 halaman

Terapi ROP untuk Hipertensi

Relaksasi otot progresif (ROP) adalah serangkaian gerakan yang melemaskan otot secara bertahap dari bagian bawah tubuh ke atas. ROP dapat mengurangi tekanan darah, mengatasi stres, dan meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi dengan cara mengendurkan otot-otot yang menegang. Teknik ROP meliputi 14 gerakan mulai dari tangan, bahu, leher, dahi, mata, rahang, hingga kaki.

Diunggah oleh

cupri yanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Terapi Relaksasi Otot Apa itu ROP ? 2.

Tekuk kedua lengan ke belakang pada


pergelangan tangan sehingga otot
Progresif untuk Menurunkan Relaksasi otot progresif (ROP) ditangan bagian belakang dan lengan
Tekanan Darah Pada Penyakit merupakan suatu tindakan bawah menegang, jari-jari menghadap ke
langit-langit
Hipertensi dilakukan dengan mengencangkan
dan melemaskan secara progresif
sekelompok otot pada satu bagian
tubuh secara berturut-turut yang
dimulai dari kaki ke atas atau dari
kepala ke bawah tubuh.
Manfaat Relaksasi Otot Progresif 3. Genggam kedua tangan sehingga
a. Mengatasi ketegangan, menjadi kepalan. Kemudian membawa
kecemasan, stres dan depresi kedua kepalan ke pundak sehingga otot
biseps akan menjadi tegang.
b. menurunkan tekanan darah pada
pasien hipertensi
c. meredakan keluhan sakit kepala
dan meningkatkan kualitas hidup
Disusun oleh : Gerakan Teknik Relaksasi Otot
Kelompok 1 Progresif
1. Genggam tangan kiri sambil membuat
kepalan semakin kuat dan rasakan 4. Angkat kedua bahu setinggi-tingginya
sensasi ketegangan, pada saat kepalan seakan-akan hingga menyantuh kedua
PROGRAM STUDI PROFESI NERS dilepaskan, rasakan relaks selama 10 telinga.
detik. Ulangi untuk tangan kanan.
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
TANGERANG
Tahun Akademik 2020/2021
5. Gerakkan otot dahi dengan cara 9. Letakkan kepala sehingga dapat 12. Tarik napas panjang tahan selama
mengerutkan dahi dan alis sampai otot beristirahat. Tekan kepala pada beberapa saat, sambil merasakan
terasa dan kulitnya keriput. permukaan bantalan kursi sehingga ketegangan dibagian dada sampai turun
dapat merasakan ketegangan dibagian ke perut, kemudian dilepas. lakukan
belakang leher dan punggung atas. napas normal dengan lega. ulangi hingga
merasakan perbedaan antara kondisi
tegang dan relaks

6. Tutup keras-keras mata sehingga dapat


dirasakan disekitar mata dan otot-otot
yang mengendalikan gerakan mata.
10. Gerakan membawa kepala ke muka.
Benamkan dagu ke dada, sehingga dapat .
merasakan ketegangan dileher bagian 13. Tarik dengan kuat perut kedalam. Tahan
muka. sampai menjadi kencang dan keras
selama 10 detik, lalu dilepaskan bebas.
Ulangi kembali seperti gerakan awal
7. Katupkan rahang, diikuti dengan perut ini
menggigit gigi sehingga terjadi
ketegangan disekitar otot rahang.
.
11. Angkat tubuh dari sandaran kursi,
punggung dilengkungkan, busungkan
dada, tahan kondisi tegang selama 10 14. Luruskan kedua telapak kaki sehingga
detik, kemudian relaks, saat relaks, otot paha terasa tegang. Lanjutkan
letakkan tubuh kembali ke kursi sambil dengan mengunci lutut sehingga
8. Bibir dimoncongkan sekuat-kuatnya
membiarkan otot menjadi lemas. ketegangan pindah ke otot [Link]
sehingga akan dirasakan ketegangan di
sekitar mulut selama 10 detik, lalu dilepas. Ulangi
setiap gerakan masing-masing dua kali

Anda mungkin juga menyukai