0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
156 tayangan2 halaman

Pengertian dan Fungsi Larutan Buffer

Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH-nya ketika terjadi reaksi kimia. Larutan penyangga terdiri dari asam lemah dan basa konjugasinya atau basa lemah dan asam konjugasinya. Nilai pH larutan penyangga dapat dihitung menggunakan tetapan ionisasi asam atau basa dan konsentrasi komponen penyusunnya.

Diunggah oleh

Rona Lumban Gaol
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
156 tayangan2 halaman

Pengertian dan Fungsi Larutan Buffer

Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH-nya ketika terjadi reaksi kimia. Larutan penyangga terdiri dari asam lemah dan basa konjugasinya atau basa lemah dan asam konjugasinya. Nilai pH larutan penyangga dapat dihitung menggunakan tetapan ionisasi asam atau basa dan konsentrasi komponen penyusunnya.

Diunggah oleh

Rona Lumban Gaol
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Poin 1

Pengertian baffer: Larutan penyangga, larutan dapar, atau buffer adalah larutan yang
digunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama
reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini adalah pH-nya
hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa [Link]
penyangga tersusun dari asam lemah dengan basa konjugatnya atau oleh basa lemah
dengan asam konjugatnya. Reaksi di antara kedua komponen penyusun ini disebut
sebagai reaksi asam-basa konjugasi.
Komponen Larutan Penyangga

Secara umum, larutan penyangga digambarkan sebagai campuran yang terdiri dari:

·         Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A-), campuran ini menghasilkan
larutan bersifat asam.
      Basa lemah (B) dan asam konjugasinya (BH+), campuran ini menghasilkan larutan
bersifat [Link] penyangga asam
poin 3
Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu
larutan dengan rumus berikut:
[H+] = Ka x a/valxg
atau
pH = p Ka - log a/g
dengan, Ka = tetapan ionisasi asam lemah
a = jumlah mol asam lemah
g = jumlah mol basa konjugasi
Larutan penyangga basa

Dapat digunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu
larutan dengan rumus berikut:

[OH-] = Kb x b/valxg

atau
pH = p Kb - log b/g

dengan, Kb = tetapan ionisasi basa lemah


b = jumlah mol basa lemah
g = jumlah mol asam konjugasi
Perhitungan ph bafer

Poin2

Anda mungkin juga menyukai