0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
123 tayangan3 halaman

Struktur dan Manfaat Fraud Tree ACFE

Fraud tree membagi fraud menjadi 3 cabang utama: korupsi, penyelewengan aset, dan pernyataan palsu. Fraud tree membantu akuntan forensik mengidentifikasi dan mendiagnosis fraud dengan menggambarkan gejala-gejala penyakit fraud. Akuntan forensik sebaiknya membuat fraud tree khusus untuk setiap kasus yang diselidiki.

Diunggah oleh

yosep sendi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
123 tayangan3 halaman

Struktur dan Manfaat Fraud Tree ACFE

Fraud tree membagi fraud menjadi 3 cabang utama: korupsi, penyelewengan aset, dan pernyataan palsu. Fraud tree membantu akuntan forensik mengidentifikasi dan mendiagnosis fraud dengan menggambarkan gejala-gejala penyakit fraud. Akuntan forensik sebaiknya membuat fraud tree khusus untuk setiap kasus yang diselidiki.

Diunggah oleh

yosep sendi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FRAUD TREE

. Occupational Fraud Tree ini mempunyai 3 cabang utama yaitu corruption, asset,
misappropriation, dan fraudulent statements. Masing masing cabang beseta ranting dan anak,
rantingnya akan dibahas dibawah.

corruption
Cabang dan ranting yang menggambarkan fraud yang di beri label “corruption”
dapat di lihat di sisi kiri dari ”fraud tree” istilah “corruption” di sini serupa tetapi tidak
sama dengan istilah korupsi dalam ketentuan perundang – undangan Nomor 13 Tahun
1999 meliputi 30 tindak pidana korupsi , dan bukan bentuk seperti yang di gambarkan
dalam ranting – ranting conflictsof interest bribery, illegal gratuities, economic,
extortion.

Aset Misappropriation
Aset misappropriation atau ”Pengambilan” aset secara illegal dalam bahasa sehari
– hari di sebut mencuri. Namun dalam istilah hukum, “mengambil” aset secara illegal
(tidak sah , atau melawan hukum) yang di lakukan oleh seseorang yang di beri wewenang
untuk mengelola atau mengawasi aset tersebut, di sebut menggelapkan. Istilah
penggelapan dalam bahasa inggrisnya adalah embezzlement. Dalam fraud tree ACF,
kelihatannya istilah larceny di pergunakan sebagai sinonim dari embezzlement.
Aset misappropriation dalam bentuk penjarahan cash atau cash misappropriation
di lakukan dalam bentuk tidak bentuk : skimming, larceny, dan fraudulent disbursements.
Klasifikasi penjarahan kas dalam tiga bentuk di sesuaikan dengan arus kas masuk.
 Skimming
“Uang di jarah sebelum uang tersebut secara fisik masuk ke perusahaan
 Larceny
"Peluang untuk terjadinya penjarahan jenis ini berkaitan erat dengan
lemahnya sistem pengendalian inten, khususnya yang berkenaan dengan
perlindungan keselamatan aset (safeguarding of assets).
 fraudulent disbursements
“Pencurian melalui

MANFAAT FRAUD TREE

Fraud tree yang di buat ACFE sangat bermanfaat. Fraus tree memetakan fraud dalam
lingkungan kerja. Peta ini membantu akuntan forensik mengenali dan mendiagonsis fraud yang
terjadi. Ada gejala gejala penyakit fraud yang dalam auditing dikenal sebagai red flags. Akuntan
forensic sebaiknya membuat sendiri fraud tree atau peta dari tindak pidana yang diperiksanya.

Ia dapat membuat pohon atau skema yang komprehensif untuk semua jenis pajak atau pohon
tindak pidana perpajakan yang khusus unntuk suatu jenis perpajakan tertentu, transaksi tertentu,
atau tindak pidana perpajakan dalam industry tertentu. Pohon tindak pidana yang koperhensif
yang melipiti ke-30 jenis tindak pidana korupsi akan sangat rumit penyajiannya. Lebih mudah
dan bermanfaat menyusun pohon tindak pidana korupsi yang parsial, misalnya berdasarkan tujuh
kelompok tindak pidana korupsi.

Akuntansi forensik sebaiknya membuat sendiri fraud tree atau peta dari tindak pidana
yang di periksa. Seorang penyidik tindak pidana perpajakan. Misalnya, perlu membuat pohon
tindak pidana perpajakan. Ia dapat membuat pohon atau skema yang komprehensif untuk semua
jenis pajak atau pohon tindak pidana perpajakan yang khusus untuk suatu jenis pajak tertentu
(Misalnya Pajak Pertambahan Nilai), untuk jenis transaksi tertentu (misalnya restitusi pajak),
atau tindak pidana perpajakan dalam industry tertentu misalnya, pertambangan, production
sharing contactors (PCS) dan seterusnya.

Anda mungkin juga menyukai