Solar Power Tracker untuk Penerangan Jalan
Solar Power Tracker untuk Penerangan Jalan
SPESIFIKASI
Data Pengusul
Pengusul Nama Irfan Nandang Sulaeman Jabatan Mahasiswa
Tanggal 4/12/2020 Tanda Tangan
Nama Jeri Widianto Jabatan Mahasiswa
Tanggal 4/12/2020 Tanda Tangan
Nama Komarudin Abdullah Jabatan Mahasiswa
Tanggal 4/12/2020 Tanda Tangan
Pembimbing Nama Dian Budhi Santoso, S.T., Dosen Dosen Pembimbing
Utama [Link]. Utama
Tanggal 4/12/2020 Tanda Tangan
1 PENDAHULUAN
Sistem ini bekerja dengan mendeteksi intensitas cahaya menggunakan sensor LDR (Light
Dependent Resistor) yang dikirimkan ke mikrokontoller Arduino. Mikrokontroller
arduino memproses data yang diterima, kemudian memerintahkan linear aktuator untuk
menggerakkan posisi penampang modul solar cell agar mendapatkan intensitas cahaya
yang maksimal.
Dapat membuat rangkain optimal sistem penerangan lampu jalan yang terjangkau
dan mampu dipergunakan jangka panjang
Untuk mendeteksi cahayA lampu yang paling tinggi yang digunakan oleh lampu
jalan pada saat malam hari secara optimal
1.3 REFERENSI
[1] Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional, 2000.
[2] CENELEC 2011. Brussels : European Committee for Electrotechnical
Standardization.
[3] IEC 60228.2004 : Conductors of Insulated Cables.
[4] Undang-Undang Republik Indonesia, nomor 30 Tahun 2009 tentang
Ketenagalistrikan.
[5] Cekdin, Cekmas dan Taufik Barlian. 2013. Transmisi Daya Listrik. Yogyakarta:
ANDI.
[6] Philips, "Office Lighting", 2015.
Pada sistem tracking cahaya matahari yang dibuat pada penelitian ini menggunakan
linear aktuator sebagai penggerak penampang agar mengikuti arah cahaya akibat gerak
semuharian matahari yaitu dari Timur ke Barat. Sistem ini bekerja dengan mendeteksi
intensitas cahaya menggunakan sensor LDR (Light Dependent Resistor) yang dikirimkan
ke mikrokontoller Arduino. Mikrokontroller arduino memproses data yang diterima,
kemudianmemerintahkan linear aktuator untuk menggerakkan posisi penampang modul
solar cell agarmendapatkan intensitas cahaya yang maksimal untuk menyalakan lampu
jalanan.
3.1.2 Kebutuhan
Kebutuhan akan adanya solar cell yang tegak lurus mengikuti cahaya matahari
melatarbelakangi pembuatan alat tracking cahaya matahari menggunakan komponen
Light Dependent Resistor (LDR) sebagai sensor dan motor linearaktuator parabola
sebagai penggerak posisi modul solar cell. Cahaya matahari yang mengenai sensor
LDR membuat resistansinya berubah sehingga mempengaruhi nilai tegangan yang
akan diinformasikan ke analog input mikrokontroller. Mikrokontroller mengolah
informasi yang diterima dari sensor LDR dan memberi perintah untuk menggerakkan
linear aktuator yang mana akan menggerakkan posisi permukaan modul solar cell
dengan dua arah yaitu mengikuti orientasi gerak semu harian matahari dari arah timur
ke arah barat. Pada arah timur dan barat masing-masing terdapat sebuah LDR. Ketika
malam hari modul solar cell ini akan kembali bergerak menghadap ke arah Timur dan
akanberhenti ketika limit switch Timur aktif agar mengefektifkan penggunaan energi
pada lampupenerangan jalan.
Selain perlunya sistem panel surya yang mampu menghasilkan daya yang
cukup efisien, penelitian ini juga didasarkan pada kebutuhan pengurangan biaya
perawatan karena jika lampu jalanan menggunakan kabel maka resiko konsleting dan
arus hubung singkat akan lebih sering terjadi serta dengan biaya perawatan dan
Nomor Dokumen: E2-TA2021-12 Nomor Revisi: 02 Tanggal: 4/12/2020 Halaman 11 dari 32
penggantian komponen yang rusak cukup mahal. Namun, dengan sisten panel surya
akan lebih terjangkau biaya perawatannya serta panel surya ini telah banyak terbukti
tahan hingga 25 tahun dengan perawatan yang cukup murah yakni pembersihan modul
panel, disamping itu masih ada masalah lampu jalanan menggunakan panel surya
yang dirasa cukup rawan akan adanya pencurian komponen jika dipasang dengan
mengunakan panel installasi, sehingga seringkali banyak kami temui di jalan-jalan
besar terdapat lampu jalanan bertenaga surya yang tidak menyala, akibat komponen
installasi listriknya hilang , maka desain panel surya kami pada penelitian ini adalah
desain yang tidak menggunakan panel installasi, melainkan diganti dengan rangkaian
yang kami satukan bersama lampu penerangan jalan itu sendiri.
Sistem lain yang digunakan pada sistem installasi panel surya untuk lampu
penerangan ini adalah sistem instrumentasi pada sensor LDR dan sistem kendali pada
linear aktuator, selain itu ada pula sistem kendali proses yang terdapat pada
Mikroprocessor Arduino Uno.
Ketika sinar matahari yang terdiri atas foton jatuh pada permukaan solar cell,
maka foton tersebut akan diserap, dipantulkan dan dilewatkan begitu saja dan hanya
foton dengan tingkat energi tertentu yang akan membebaskan elektron dari ikatan
atomnya, sehingga mengalirlah arus listrik. Untuk membebaskan elektron dari ikatan
kovalennya, energi fotonharus sedikit lebih besar atau di atas band gap. Jika foton
terlalu besar dari band gap, maka sisa energi tersebut akan diubah dalam bentuk panas
pada solar cell. Secara sederhana cara kerja solar cell dimodelkan dengan konsep pn
junction yang terdiri dari persambungan bahan semikonduktor bertipe p dan n (pn
junction semikonduktor) yang apabila terkena sinar matahari akan terjadi aliran
elektron. Solar cell terbuat dari material semikonduktor yang memiliki ikatan elektron
lemah yang menempati pita energi yang disebut valence band. Ketika energi melebihi
ambang batas yang dinamakan band gap energy diaplikasikan ke elektron valensi,
ikatan akan rusak dan beberapa elektron bebas untuk bergerak dalam ikatanenergi baru
yang dinamakan conduction band yang dapat menyalurkan listrik melalui material
tersebut. Kemudian elektron bebas pada conduction band akan dipisahkan dari valence
Nomor Dokumen: E2-TA2021-12 Nomor Revisi: 02 Tanggal: 4/12/2020 Halaman 13 dari 32
band oleh band gap (diukur dalam satuan elektron valensi atau eV).
Energi yang dibutuhkan untuk membebaskan elektron ini dipenuhi oleh foton
yang merupakan partikel cahaya. Ketika solar cell terpapar cahaya matahari, foton akan
menabrak elektron valensi, merusak ikatan dan mendorong mereka ke conduction
band. Disanaterdapat sebuah kontak selektif khusus yang mengumpulkan conduction
band elektron, menggerakkan elektron tersebut ke rangkaian eksternal. Elektron akan
kehilangan energi mereka dan dikembalikan ke solar cell melalui kontak selektif ke
dua, yang mengembalikanmereka ke valence band dengan energi yang sama ketika
pertama kali. Perpindahan elektronpada rangkaian eksternal inilah yang dinamakan
sebagai arus listrik. Parameter solar cell yang paling berpengaruh pada kurva
karakteristik arus-tegangan yaitu arus hubung singkat dan tegangan hubungan terbuka
untuk parameter internal, sedangkan paramater eksternalnya meliputi suhu dan radiasi
cahaya matahari. Sistem Tracking Cahaya Matahari Sistem tracking cahaya matahari
adalah sebuah kesatuan komponen atau elemen yang digabungkanmenjadi satu untuk
mengontrol posisi alat sistem tracking dengan tujuan mengusahakan permukaan
modul solar cell selalu menghadap arah datangnya cahaya matahari. Sistem tracking
cahaya matahari ada beberapa jenis dan dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa
kriteria. Klasifikasi pertama dapat dibuat berdasarkan jumlah sumbu putaran. Tipe
solar tracking berdasarkan sumbu putaran .
Pada klasifikasi ini sistem tracking cahaya matahari dibedakan menjadi dua
yaitu satu sumbu dan dua sumbu. Sistem tracking satu sumbu adalah metode dimana
modul solarcell menjejak cahaya matahari dari timur ke barat menggunakan satu titik
poros, sedangkan sistem tracking dua sumbu menggunakan dua titik poros untuk
menjejak cahaya matahari dari timur ke barat dan dari utara ke selatan. Sistem tracking
satu sumbu terbagi lagi menjaditiga jenis yaitu sumbu vertikal, sumbu horizontal dan
sumbu miring. Sedangkan sistem tracking dua sumbu ada dua jenis yaitu azimuth
elevation dan tilt-roll. Klasifikasi lain dari sistem tracking cahaya matahari dapat
dibuat berdasarkan tipe orientasi. Berdasarkan kriteriaini kita dapat mengidentifikasi
sistem tracking cahaya matahari berdasarkan pada lintasan matahari yang telah
dihitung sebelumnya dan orientasi on-line yang bereaksi terhadap cahaya matahari
secara langsung. Sistem tracking satu sumbu dan dua sumbu
Dalam penelitian ini digunakan sistem tracking satu sumbu karena sistem
tracking cahaya matahari mempunyai bagian penggerak dan sistem kontrol yang
memerlukan biaya tinggi, maka sistem tracking satu sumbu menjadi solusi terbaik
untuk solar cell berukuran kecil.
Mulai
Studi literatur
Kesimpulan
Selesai
Gambar 2.1 Skema percobaan penelitian
Dibawah ini merupakan flowchart yang menunjukkan sistematika rangkaiam alat pada
penelitian yang dilakukan oleh penulis :
Diagram diatas:
a. Power supply digunakan untuk menyuplai daya untuk mikrokontroller arduino, driver
motor dan sensor LDR dengan tegangan masing-masing 5V, 12 V dan 5V
b. Sensor LDR T digunakan untuk mendeteksi cahaya yang datang dari arah Timur.
c. Sensor LDR B digunakan untuk mendeteksi cahaya matahari yang datang dari arah Barat.
d. Sensor LDR yang terdapat di tengah untuk memberikan hasil instruksi pembacaan sensor
Timur dan Sensor Barat sehingga pembacaan sensor dapat dikirim ke mikrokontroller arduino
uno
e. Mikrokontroller Arduino digunakan untuk mengontrol pergerakan linear aktuator
berdasarkan data yang diperoleh dari sensor LDR T dan dan LDR B.
f. Linear Aktuator, digunakan untuk memposisikan permukaan modul solar cell agar
tegak lurus dengan arah datangnya cahaya.
g. Driver motor, digunakan untuk mengendalikan putaran linear aktuator berdasarkan
instruksi dari mikrokontroller.
h. Posisi penampang merupakan posisi permukaan modul solar cell terhadap cahaya
matahari.
Kelebihan PJUTS:
Lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) bersifat mandiri, tidak
memerlukan jaringan listrik PLN.
Tidak adanya biaya instalasi penarikan kabel jaringan layang atau pun bawah
tanah yang memakan waktu lama serta biaya bahan baku yang mahal.
PJUTS bekerja dengan arus DC tegangan rendah sehingga lebih aman, berbeda
dengan PJU jaringan yang bekerja dengan arus AC tegangan tinggi 220V yang dapat
berbahaya sengatan listrik apabila terjadi kebocoran instalasi kabel jaringan terutama
pada daerah yang rawan banjir.
Sudah termasuk electrical box baterai, aksesoris, base plate, angkur, anti
panjat
Garansi (tidak mencakup garansi pencurian, huru hara, bencana alam) sbb:
1.1 VERIFIKASI
3.1 Panel PV
Solar Cell (PV) atau Photovoltaic cell merupakan sebuah semikonduktor device yang
memiliki permukaan luas terdiri dari rangkaian dioda tipe P dan N. Sinar matahari (Radiasi)
yang mengenai sel surya menghasilkan elektron dengan muatan negative dan hole yang
bermuatan positif, selanjutnya elektron dan hole mengalir membentuk arus listrik searah,
elektron akan meninggalkan sel surya dan mengalir pada rangkaian luar, sehingga timbul arus
Kapasitas arus yang dihasilkan tergantung pada intensitas cahaya maupun panjang
gelombang cahaya yang jatuh pada sel surya. Intensitas cahaya menentukan jumlah foton, makin
besar intensitas cahaya yang mengenai permukaan sel surya makin besar pula foton yang
dimiliki sehingga makin banyak pasangan elektron dan hole yang dihasilkan yang akan
mengakibatkan besarnya arus yang mengalir. Makin pendek panjang gelombang cahaya maka
makin tinggi energi foton sehingga makin besar energi elektron yang dihasilkan, dan juga
Sel surya dapat tereksitasi karena terbuat dari material semikonduktor yang mengandung unsur
Silikon. Silikon ini terdiri atas dua jenis lapisan sensitif : lapisan negatif (tipe-n) dan lapisan
positif (tipe-p), Polycrystalline Silicon adalah bahan yang paling dominan dipakai dalam
industri solar cell. Polycrystalline dan Monocrystalline Silicon menghasilkan efisiensi yang
Photovoltaic Cell terbuat dari material mudah pecah dan berkarat, sel dibuat dalam bentuk
panel-panel dengan ukuran sekitar 10 s/d 15 cm2 , yang dilapisi plastik atau kaca bening yang
kedap air dan panel ini dikenal dengan panel surya, untuk mendapatkan kapasitas daya yang
besar modul surya dapat dihubungkan baik secara seri maupun parallel, dalam beberapa modul
membentuk array.
Gambar dibawah ini adalah perbandingan solar cell, solar ,module dan Solar array :
Gambar 3.2 Solar Cell, Solar Module, Solar Panel, dan Solar Array
Sumber : Jurnal DISPROTEK, 2017.
Jenis sel surya yang saya gunakan dalam penelitian tugas akhir kali ini adalah
Polycrytaslline yang memiliki level Silikon kualitas lebih rendah dari panel Monocrystalline,
maka panel ini sedikit lebih murah dan sedikit lebih rendah efisiensinya dari panel
Monocrystalline. Panel Polycristalline merupakan panel surya (solar cell) yang memiliki
Nomor Dokumen: E2-TA2021-12 Nomor Revisi: 02 Tanggal: 4/12/2020 Halaman 20 dari 32
susunan kristal acak. Tipe Policrystalline memerlukan luas permukaan yang lebih besar
dibandingkan dengan jenis monokristal untuk menghasilkan daya listrik yang sama, akan tetapi
Data penyinaran matahari harus diketahui terlebih dahulu melalui pengukuran dengan
metode estimasi. Metode ini diguakan untuk mendeteksi parameter-parameter meteorologi yang
selalu berubah-ubah setiap waktu. Sistem penyinaran tidak dapat dihitung secara tepat namun
perilaku energi surya dapat di estimasi sehingga mendekati perilaku penyinaran energi yang
3.2.1 Radiasi surya mencapai permukaan bumi terjadi secara langsung dan secara tidak
langsung.
Secara langsung (direct beam radiation) energi surya mencapai permukaan bumi.
Secara tidak langsung dipantulkan oleh aerosol, molekul-molekul atmosfir dan awan
(diffuse radiation). Jumlah penyinaran kedua komponen radiasi yang jatuh pada
Distribusi radiasi global dari energi surya dapat dilihat pada gambar 2.4. Pada
dasarnya, baik untuk daerah tropis dan subtropis, radiasi surya diluar atmosfir bumi
(extraterrestrial radiation) harian tidak terlalu beragam selama setahun. Namun demikian
perubahan musim yang ekstrim dalam radiasi global, khususnya pada daerah utara dan
selatan daerah tropis. Perubahan irradiasi pada daerah-daerah ini umumnya merupakan
fungsi dari panjangnya hari dan sudut datang radiasi surya. (Elih Mulyana, Dr. [Link].,
2018).
Gambar dibawah ini merupakan distribusi penyebaran Radiasi matahari secara global :
Untuk merancang suatu sistem energi surya, maka kondisi penyinaran, letak geografis
yaitu garis lintang dan garis bujur, ketinggian atau Altitude, waktu, keadaan atmosfir dan
orientasi panel surya yaitu azimut dan kemiringan harus diketahui. Seringkali menjadi
masalah bahwa data-data yang diperlukan seringkali tidak tersedia, khususnya yang terkait
seringkali dilakukan dengan berbagai pendekatan, misal dengan menggunakan data dari
lokasi dengan kondisi lintang yang berdekatan atau dengan menggunakan suatu model
Satu tugas utama dalam hal perancangan sistem energi solar adalah pemodelan data
radiasi. Untuk keperluan ini maka profil penyinaran harian atau rata-rata bulanan sangat
diperlukan. Nilai penyinaran ekstraterestrial ditulis ‘o’ dapat dikalkulasi untuk tiap lokasi
dan waktu sebagaimana pola harian harus dibuat model hanya jika data insolasi tersedia.
Pendekatan yang paling sederhana untuk menyimpulkan satu pola waktu harian dari
jumlahjumlah harian adalah model rata-rata radiasi. Jumlah radiasi harian H hanya dibagi
dalam 24 untuk memberikan radiasi rata-rata per jam, intensitas I = G = H/24h. Dengan
pendekatan ini, suatu sistem pengukuran kasar sudah dapat dilakukan. Dengan nilai yang
diketahui untuk kebutuhan energi harian E harian dan efisiensi sistem η, luasan panel
Dimana :
Jika perhitungan ini dilakukan pada hari yang secara relatif ‘buruk’ , akan muncul PV
area yang cukup realistik. Kesalahan-kesalahan dalam model ini merupakan konsekuensi
dari :
sistem yang membutuhkan tenaga minimum yang spesifik untuk bekerja. (Elih
Untuk mendapatkan daya dan tegangan listrik yang diinginkan, sel surya dihubungkan
secara seri, atau paralel, atau kombinasi seri-paralel kemudian dilaminasi dan diberi
bingkai menjadi modul Photovoltaic agar sel atau modul dapat berumur panjang,
rangkaian sel Photovoltaic tersebut pada umumnya dilindungi dengan suatu lapisan yang
cuaca cdan radiasi matahari, terutama terhadap radiasi ultraviolet atau UV. Berikut adalah
Jenis : Polycrystalline
mengatur aliran energi panel surya ke battery maupun aliran energi dari battery ke
beban sehingga bisa melindungi battery dan peralatan lainnya dari kerusakan. Solar
charge controller mengantisipasi over charging dan kelebihan voltase dari panel
surya. Kelebihan voltase dan pengisian akan mengurangi umur baterai. Panel surya
umumnya di-charge pada tegangan 14 - 14.7 Volt. Jadi tanpa solar charge
controller, baterai akan rusak oleh over charging dan ketidakstabilan tegangan
(Jurnal Dinamika DotCom, ISSN 2086-2652 , Vol. 8 No. 1 Januari 2017) Jenis Solar
penelitian kali ini adalah jenis dengan menggunakan teknologi MPPT (Maximum
Power Point Tracker), yang lebih efisien konversi dc to dc. MPPT dapat mengambil
maximun daya dari PV. MPPT charge controller dapat menyimpan kelebihan daya
yang tidak digunakan oleh beban ke dalam baterai, dan apabila daya yang
dibutuhkan beban lebih besar dari daya yang dihasilkan oleh PV, maka daya dapat
diambil dari baterai. Solar charge controller jenis ini harganya lebih mahal tetapi
sebuah sistem elektronis yang mengoperasikan modul photovoltaic (PV) atau modul
sel surya agar dapat menghasilkan daya maksimal yang bisa diproduksi oleh modul
sel surya. MPPT bukan merupakan sistem tracking mekanis yang secara fisik
modul sel surya sehingga dapat mengirim daya maksimal yang tersedia. Dari daya
tambahan yang terkumpul yang berasal dari modul sel surya, sehingga arus
pengisian baterai dapat ditingkatkan. MPPT dapat juga dihubungkan dengan sistem
tracking mekanis, tetapi kedua sistem ini benar-benar sangat berbeda (Richard A.
Cullen. 2000. “What is Maximum Power Point Tracking (MPPT) and How Does it
Work”. Blue Sky Energy. Berikut adalah spesifikasi Solar Charge Controler yang
PV Utilization : 99%
3.4 Batterai
Baterai adalah perangkat penyimpanan energi elektrokimia. Energi kimia yang terkandung
dalam baterai dapat diubah menjadi energi listrik DC. Pada baterai isi ulang, proses tersebut
dapat dibalik yaitu mengubah energi listrik DC menjadi energi kimia (Sidiq, 2015). Baterai isi
ulang diklasifikasikan oleh bahan kimia yang digunakan, bahan reaktan dan reaksi kimia
merupakan dasar dari pembentukan mekanisme penyimpanan energi. Empat bahan kimia yang
Nomor Dokumen: E2-TA2021-12 Nomor Revisi: 02 Tanggal: 4/12/2020 Halaman 26 dari 32
umum digunakan dalam aplikasikonsumen: lead-acid, nickel-cadmium (NiCd), nickel-metal
hydride (NiMH), lithium ion (Li-Ion) dan lithium polymer (Li-Po). Baterai kimia yang dinilai
sesuai dengan beberapa kriteria seperti: biaya, self-discharge (tingkat dimana baterai secara
alami kehilangan energi sementara tanpa digunakan), energy density (energi baterai dapat
menyimpan, dibagi dengan volume), specific energy (energi baterai dapat menyimpan, dibagi
dengan berat), dan cycle life (jumlah pengisian baterai dapat diisi ulang sebelum pemakaian
habis). Setiap baterai kimia memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri sehubungan dengan
kriteria tersebut. Tabel 3.1 memberikan gambaran singkat mengenai karakteristik berbagai
baterai kimia yang sering digunakan dalam produk konsumen (Sidiq, 2015).
Battery atau Aki merupakan alat yang berfungsi untuk menyimpan Arus/Energi listrik yang
dihasilkan suatu alat yang lain. Battery kegunaan di sistem PLTS sangat berguna untuk
menyimpan arus/energi yang dihasilkan dari Solar Cell/Panel pada waktu siang hari dan dapat
digunakan ke beban yang dibutuhkan selanjutnya. Baterai adalah obyek kimia penyimpan
arus listrik. Dalam sistem solar cell, energi listrik dalam baterai digunakan pada malam hari dan
hari mendung. Karena intensitas sinar matahari bervariasi sepanjang hari, baterai memberikan
energi yang konstan. Baterai tidak seratus persen efisien, beberapa energi hilang seperti panas
dari reaksi kimia, selama charging dan discharging. Charging adalah saat energi listrik
diberikan kepada baterai, discharging adalah pada saat energi listrik diambil dari baterai. Satu
cycle adalah charging dan discharging. Dalam sistem solar cell, satu hari dapat merupakan
contoh satu cycle baterai (sepanjang hari charging, malam digunakan/ discharging).
Baterai tersedia dalam berbagai jenis dan ukuran. Baterai rechargeable digunakan oleh
sistem solar cell adalah aki/ baterai lead-acid (Pengujian Charger Modul Simulasi Solar Cell
atau LIB) adalah salah satu anggota keluarga baterai isi ulang. Di dalam baterai ini, ion
litium bergerak dari elektroda negatif ke elektroda positif saat dilepaskan, dan kembali
berbeda dengan litium metalik yang dipakai di baterai litium non-isi ulang. Baterai ion
merupakan jenis baterai isi ulang yang paling populer untuk peralatan elektronik portabel,
karena memiliki salah satu kepadatan energi terbaik, tanpa efek memori, dan mengalami
kehilangan isi yang lambat saat tidak digunakan. Selain digunakan pada peralatan
elektronik konsumen, LIB juga sering digunakan oleh industry militer, kendaraan listrik,
berfokus pada kepadatan energi, daya tahan, biaya, dan keselamatan intrinsik.
bervariasi. Barang elektronik genggam biasanya memakai LIB berbasis litium kobalt
oksida (LCO) yang memiliki kepadatan energi tinggi, namun juga memiliki bahaya
keselamatan yang cukup terkenal, terutama ketika rusak. Litium besi fosfat (LFP), litium
mangan oksida (LMO), dan litium nikel mangan kobalt oksida (NMC) memiliki
kepadatan energi yang lebih rendah, tetapi hidup lebih lama dan keselamatannya lebih
kuat. Bahan kimia ini banyak dipakai oleh peralatan listrik, perlengkapan medis, dan lain-
lain. NMC adalah pesaing utama di industri otomotif. Litium nikel kobalt alumunium
oksida (NCA) dan litium titanat (LTO) adalah desain khusus yang ditujukan pada
kegunaan-kegunaan tertentu.
elektrokimia merupakan jenis energi listrik yang berasal dari reaksi kimia yang dalam hal
ini terjadi di dalam baterai. Agar bisa berfungsi, setiap sel elektrokimia harus memiliki
dua elemen penting yaitu elektroda dan elektrolit. Elektroda terdiri dari dua jenis yaitu
anoda dan katoda yang menghantarkan energi listrik (ion). Anoda dihubungkan ke
Elektroda terendam dalam elektrolit yang bertindak sebagai medium cair untuk
pergerakan [Link] juga bertindak sebagai buffer dan berfungsi membantu reaksi
elektrokimia dalam baterai. Pergerakan elektron dalam elektrolit dan di antara elektroda
akan menghasilkan arus listrik. Untuk cara kerja baterai lithium-Ion Anoda dan katoda
baterai lithium-ion terbuat dari karbon dan oksida lithium. Sedangkan elektrolit terbuat
dari garam lithium yang dilarutkan dalam pelarut organik. Bahan pembuat anoda
sebagian besar merupakan grafit sedangkan katoda terbuat dari salah satu bahan berikut:
lithium kobalt oksida (LiCoO2), lithium besi fosfat (LiFePO4), atau lithium oksida
mangan (LiMn2O4). Elektrolit yang umum digunakan adalah garam lithium seperti
Nomor Dokumen: E2-TA2021-12 Nomor Revisi: 02 Tanggal: 4/12/2020 Halaman 29 dari 32
lithium hexafluorophosphate (LiPF6), lithium tetrafluoroborate (LiBF4), dan lithium
perklorat (LiClO4) yang dilarutkan dalam pelarut organik seperti etilen karbonat, dimetil
Kapasitas suatu baterai dinyatakan dalam Ampere hour (Ah) atau Ampere-Jam, yang
merupakan suatu ukuran seberapa besar energi listrik yang dapat disimpan pada suatu
tegangan nominal tertentu. Kapasitas suatu baterai bersifat aditif jika baterai
dihubungkan secara paralel. Karena baterai dalam proses pengisian dan pelepasan
energinya bergantung pada reaksi kimia, maka kapasitas yang tersedia (available
capacity) relatif terhadap kapasitas total akan bergantung kepada seberapa cepat
yang berbeda arahnya. Batterai yang saya gunakan pada penelitian kali ini adalah
batterai dengan kapasitas tegangan 12V dan kapasitas arus sebesar 50 Ah. Berikut adalah
Type : LC-R127R2PG1
3.5 Wattmeter
Wattmeter merupakan alat untuk mengukur daya listrik (atau tingkat pasokan energi listrik)
dalam satuan Watt dari setiap beban yang diasumsi pada suatu sirkuit rangkaian. Wattmeter
digunakan untuk mengukur daya listrik pada beban beban yang sedang beroperasi dalam suatu
Pada wattmeter terdapat kumparan tegangan dan kumparan arus, sehingga besarnya medan
magnet yang ditimbulkan sangat tergantung pada besarnya arus yang mengalir melalui
kumparan arus tersebut. Walaupun medan magnet yang ditimbulkan oleh kumparan tegangan
praktis sama (tidak berubah), maka bila arus yang mengalir pada kumparan arus makin besar
(sesuai dengan besarnya alat / peralatan listrik), maka medan magnet yang ditimbulkan oleh
kumparan arus juga makin besar, sehingga gaya tolak yang menyebabkan kumparan tegangan
/ jarum berputar kekanan juga makin kuat, yg menyebabkan penyimpangan jarum kekanan
makin lebar. Pada rangkaian arus bolak balik, simpangan jarum penunjuk sebanding dengan
rata-rata arus dan tegangan sesaat i dan v Wattmeter dc dan ac tersebut dapat mengalami
Pada Ammeter dan Voltmeter, arus yang berlebihan ini akan menimbulkan panas dimana ini
merupakan kondisi yang berbahaya (jarum penunjuk menjadi tidak dapat bergerak lagi karena
melebihi batas skala). Akan tetapi pada Wattmeter, arus dan tegangan dapat menjadi panas
tetapi tidak menyebabkan penunjukan jarum melebihi batas skala. Hal ini dikarenakan posisi
jarum penunjuk tergantung pada faktor daya, tegangan dan arus. Sehingga rangkaian dengan
faktor daya yang rendah akan memberikan pembacaan yang rendah pula pada wattmeter
meskipun melebihi batas keselamatan. Oleh karena itu di samping untuk mengukur besar daya
listrik dalam Watt, juga dalam volt dan ampere (Le Magicien, 2000).
program, kompilasi, upload hasil kompilasi dan uji coba secara terminal serial.
dalam mikrokntroler ATmega 328 yang tertanam di dalam modul Arduino UNO ini yang
Nomor Dokumen: E2-TA2021-12 Nomor Revisi: 02 Tanggal: 4/12/2020 Halaman 31 dari 32
dinamakan dengan sketch. IDE ini memiliki kemampuan selain sebagai editor program, IDE
mengunggah program yang dibuat tanpa harus menggunakan tool tambahan (Nugroho et. al,
a. Icon menu verify yang bergambar ceklis berfungsi untuk mengecek program yang ditulis
b. Icon menu upload yang bergambar panah ke arah kanan berfungsi untuk memuat /
c. Icon menu New yang bergambar sehelai kertas berfungsi untuk membuat halaman baru
dalam pemrograman;
d. Icon menu Open yang bergambar panah ke arah atas berfungsi untuk membuka program
yang disimpan atau membuka program yang sudah dibuat dari pabrikan software
arduino;
e. Icon menu Save yang bergambar panah ke arah bawah berfungsi untuk menyimpan
f. Icon menu serial monitor yang bergambar kaca pembesar berfungsi untuk mengirim atau
Faktor dari pengoperasian Sel surya agar didapatkan nilai yang maksimum sangat
tergantung pada :
a. Ambient air temperature sel surya dapat beroperasi secara maksimum jika temperatur
sel tetap normal (pada 250C), kenaikan temperatur lebih tinggi dari temperatur normal
pada sel (Subekti Yuliananda; Gede Sarya; RA Retno Hastijanti 1995 menurunkan nilai
tegangan Voc). Setiap kenaikan temperatur sel surya 1 0Celsius (dari 250C) akan
berkurang sekitar 0,4 % pada total tenaga yang dihasilkan atau akan melemah dua kali
(2x) lipat untuk kenaikan temperatur Sel per 10 0C. (Sumber: Solar Electricity, Lorenzo
Eduardo.);
b. Radiasi matahari di bumi dan berbagai lokasi bervariable, dan sangat tergantung
keadaan spektrum solar ke bumi. Insolation solar matahari akan banyak berpengaruh
c. Kecepatan tiupan angin disekitar lokasi larik sel surya dapat membantu mendinginkan
d. Keadaan atmosfir bumi berawan, mendung, jenis partikel debu udara, asap, uap air udara
(Rh), kabut dan polusi sangat menentukan hasil maximum arus listrik dari deretan sel
surya.
e. Orientasi panel atau larik sel surya Orientasi dari rangkaian sel surya (larik) ke arah
matahari secara optimum adalah penting agar panel/deretan sel surya dapat
menghasilkan energi maksimum. Selain arah orientasi, sudut orientasi (tilt angle) dari
panel/deretan sel surya juga sangat mempengaruhi hasil energi maksimum. Sebagai
guidline: untuk lokasi yang terletak di belahan Utara latitude, maka panel/deretan sel
surya sebaiknya diorientasikan ke Selatan, orientasi ke Timur Barat walaupun juga dapat
menghasilkan sejumlah energi dari panel panel/deretan sel surya, tetapi tidak akan
Nomor Dokumen: E2-TA2021-12 Nomor Revisi: 02 Tanggal: 4/12/2020 Halaman 33 dari 32
mendapatkan energi matahari optimum.
f. Posisi letak sel surya (larik) terhadap matahari (tilt angle) Mempertahankan sinar
matahari jatuh ke sebuah permukaan panel sel surya secara tegak lurus akan
mendapatkan energi maksimum ± 1000 W/m2 atau 1 kW/m2 . Kalau tidak dapat
mempertahankan ketegak lurusan antara sinar matahari dengan bidang sel surya, maka
ekstra luasan bidang panel sel surya dibutuhkan (bidang panel sel surya Sel surya pada
Equator (latitude 0 derajat) yang diletakkan mendatar (tilt angle = 0) akan menghasilkan
energi maksimum, sedangkan untuk lokasi dengan latitude berbeda harus dicarikan “tilt
LDR (Light Dependent Resistor) merupakan salah satu komponen resistor yang nilai
resistansinya akan berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya yang mengenai sensor ini.
LDR juga dapat digunakan sebagai sensor cahaya. Perlu diketahui bahwa nilai resistansi dari
sensor ini sangat bergantung pada intensitas cahaya. Semakin banyak cahaya yang
mengenainya, maka akan semakin menurun nilai resistansinya. Sebaliknya jika semakin sedikit
cahaya yang mengenai sensor (gelap), maka nilai hambatannya akan menjadi semakin besar
Pada perancangan sistem ini menggunakan 2 buah sensor LDR dengan tipe fotokonduktif,
LDR yang dipasang sebagai pelacak arah fokus datangnya sinar matahari di mana kedua sensor
tersebut membentuk formasi garis sejajar. Pada perancangan ini LDR berfungsi sebagai
pembanding kuat cahaya yang diterima oleh masing-masing sensor pada kondisi terfokusnya.
Pada kondisi sebuah sensor mempunyai kepekaan terendah maka tracker akan bergerak
Pada aplikasinya kedua sensor tersebut masing - masing dihubungkan pada pin analog
Arduino uno, sehingga nilai dari masing-masing LDR dapat dibandingkan. Sensor ditempatkan
sejajar dengan modul sel surya yaitu sensor LDR T untuk mendeteksi cahaya yang datang dari
Nomor Dokumen: E2-TA2021-12 Nomor Revisi: 02 Tanggal: 4/12/2020 Halaman 34 dari 32
arah Timur dan LDR B untuk mendeteksi cahaya yang datang dari arah Barat.
3.9 Relay
Relay merupakan jenis golongan saklar yang dimana beroperasi berdasarkan prinsip
rangkaian secara tidak langsung. Pada saat relay kondisi Normally Close (NC) maka saklar atau
switch contact akan menghantarkan arus listrik. Tetapi apabila ditemukan kondisi dimana
armature kembali ke posisi semula Normally Open (NO), pada saat itu juga menandakan bahwa
Kabel listrik adalah media untuk menyalurkan energi listrik. Sebuah kabel listrik terdiri
dari isolator dan konduktor. Isolator di sini adalah bahan pembungkus kabel yang biasanya
terbuat dari bahan thermoplastik atau thermosetting, sedangkan konduktornya terbuat dari
Didalam rangkaian board arduino terdapat mikrokontroler AVR seri ATMega 328P yang
merupakan produk dari atmel. Pada IC inilah semua program solar tracker diisikan, bahasa
pemrogramannya sehingga lebih mudah, sehingga perancangan ini dapat berjalan sesuai
dengan yang dikehendaki. adapun spesifikasi data teknis yang terdapat pada board Arduino
uno R3 adalah :
input dari sensor LDR berupa nilai analog dengan rentang 0-1023 (10 bit). Jika output LDR 1
bernilai lebih rendah dibandingkan LDR 2, maka nilai analog dan nilai tegangan keluaran
pada LDR 1 akan turun dikarenakan nilai analog berbanding lurus dengan output tegangan
yang dihasilkan LDR. Sehingga board arduino mengolah data analog tersebut lalu akan
memberi perintah dengan mengeluarkan sinyal PWM untuk mengontrol dan memberikan
Linear Aktuator adalah alat yang mengubah gerak rotasi menjadi gerak linear (gerak lurus,
naik dan turun). Pada perancangan Solar Tracker ini, Linear aktuator digunakan sebagai
Solar cell yang dipasang hanya menghadap satu arah tertentu saja. Gerak semu harian
matahari menyebabkan perubahan posisi matahari dari timur ke barat setiap harinya.
Perubahan posisi matahari tersebut membuat modul solar cell tidak selalu mendapatkan
intensitas cahaya matahari yang maksimal sepanjang hari. Salah satu cara yang dapat
dilakukan supaya solar cell mendapatkan intensitas cahaya matahari yang maksimal sepanjang
hari adalah dengan menempatkan modul solar cell tegak lurus mengikuti cahaya matahari. Hal
komponen Light Dependent Resistor (LDR) sebagai sensor dan motor linear aktuator parabola
diterima dari sensor LDR dan memberi perintah untuk menggerakkan linear aktuator yang
mana akan menggerakkan posisi permukaan modul solar cell dengan dua arah yaitu mengikuti
orientasi gerak semu harian matahari dari arah Timur ke arah Barat.
Sistem tracking cahaya matahari adalah sebuah kesatuan komponen atau elemen yang
digabungkan menjadi satu untuk mengontrol posisi alat sistem tracking dengan tujuan
mengusahakan permukaan modul solar cell selalu menghadap arah datangnya cahaya
matahari. Sistem tracking cahaya matahari ada beberapa jenis dan dapat diklasifikasikan
berdasarkan beberapa kriteria. Klasifikasi pertama dapat dibuat berdasarkan jumlah sumbu
putaran.
Pada klasifikasi ini sistem tracking cahaya matahari dibedakan menjadi dua yaitu satu
sumbu dan dua sumbu. Sistem tracking satu sumbu adalah metode dimana modul solar cell
menjejak cahaya matahari dari timur ke barat menggunakan satu titik poros, sedangkan sistem
tracking dua sumbu menggunakan dua titik poros untuk menjejak cahaya matahari dari timur
ke barat dan dari utara ke selatan. Sistem tracking satu sumbu terbagi lagi menjadi tiga jenis
yaitu sumbu vertikal, sumbu horizontal dan sumbu miring. Sedangkan sistem tracking dua
Nomor Dokumen: E2-TA2021-12 Nomor Revisi: 02 Tanggal: 4/12/2020 Halaman 37 dari 32
sumbu ada dua jenis yaitu azimuth elevation dan tilt-roll. Klasifikasi lain dari sistem tracking
Berdasarkan kriteria ini kita dapat mengidentifikasi sistem tracking cahaya matahari
berdasarkan pada lintasan matahari yang telah dihitung sebelumnya dan orientasi on-line yang
Dalam penelitian ini digunakan sistem tracking satu sumbu karena sistem tracking cahaya
matahari mempunyai bagian penggerak dan sistem kontrol yang memerlukan biaya tinggi,
maka sistem tracking satu sumbu menjadi solusi terbaik untuk solar cell berukuran kecil.
Sistem pelacakan sumbu tunggal (Single Axis) adalah metode di mana panel surya melacak
matahari dari timur ke barat menggunakan satu pivot point to rotate. Di bawah sistem ini ada
tiga jenis: Horizontal single axis tracking system, Vertical sistem pelacakan sumbu tunggal
dan sistem pelacakan sumbu tunggal miring. Dalam sistem Horizontal sumbu rotasi horizontal
terhadap permukaan tanah, dan muka modul berorientasi sejajar dengan sumbu rotasi.
Disistem vertikal sumbu rotasi adalah vertikal terhadap tanah dan wajah modul berorientasi
pada sudut sehubungan dengan sumbu rotasi. Dalam sistem pelacakan miring sumbu rotasi
adalah di antara sumbu horizontal dan vertical yang juga memiliki tampilan paralel beroperasi
Faktor utama yang mempengaruhi modul surya pada suatu PLTS dalam proses produksi
menurun, sedangkan variasi dari tegangan tanpa beban sangatlah kecil. Kecilnya
energi listrik yang dihasilkan modul surya saat langit dalam kondisi mendung dapat
listrik karena iradiasi matahari yang rendah. Grafik pengaruh iradiasi terhadap
Gambar 3.14 Pengaruh Irradiasi Terhadap Tegangan dan Arus pada Panel Surya
Sumber : : Jurnal INVOTEK Volume 19 Number 1, 2019
b. Temperatur modul surya (temperature of the module) Kebalikan dari masalah
iradiasi, ketika temperatur dari modul surya meningkat, arus yang diproduksi pada
penurunan dan bersamaan dengan itu performa dari panel surya juga mengalami
terhadap produksi energi modul surya dapat dilihat pada Gambar 2.15
Gambar 3.15 Pengaruh Temperatur Panel Terhadap Produksi Energi Panel Surya
Sumber : : Jurnal INVOTEK Volume 19 Number 1, 2019
3.15 Efesiensi PV
Sebelum mengetahui berapa nilai daya sesaat yang dihasilkan kita harus mengetahui daya
yang diterima (input), dimana daya tersebut adalah perkalian antara intensitas radiasi matahari
𝑃𝑖𝑛 = 𝐼𝑟 𝑥 𝐴 … (2.2)
Dimana 𝑃𝑖𝑛 adalah daya input (watt) akibat irradiance matahari, Ir adalah intensitas
matahari (watt/m2 ) dan A adalah luasan area permukaan photovoltaic modul(m 2). Sedangkan
untuk besarnya daya output array (P out) yaitu perkalian tegangan output (V out) dan arus
output (I out) yang dihasilkan oleh array Photovoltaic dapat dihitung dengan rumus:
Efisiensi yang terjadi pada sel surya adalah merupakan perbandingan daya yang dapat
dibangkitkan oleh sel surya dengan energi input yang diperoleh dari irradiance matahari.
Efisiensi yang digunakan adalah efisiensi sesaat pada pengambilan data. (Muchammad,
2010).
𝑃𝑜𝑢𝑡
ƞ𝑠𝑐 = 𝑥 100 % … (2.4)
𝑃𝑖𝑛
Modul Surya
Dimana :
Besar energy yang terpakai lampu PJU adalah besarnya daya lampu dikali dengan
Dimana :
Dimana :
Batterai
Dirumuskan :
𝑃 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛
𝑡 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛 = …(2.9)
𝑃 𝑏𝑎𝑡𝑡𝑒𝑟𝑎𝑖
Dimana :
𝐶𝑑
ƞ𝐴ℎ = 𝑥 100% …(2.10)
𝐶𝑐
adalah kapasitas pengisian. Hubungan matematis untuk kapasitas baterai dalam hal ini 𝐶𝑑 dan
𝐶𝑐merupakan perkalian arus dan waktu. 𝐶𝑑 =Ix t (saat pengosongan) 𝐶𝑐=Ix t (saat pengisian)
Efisiensi solar charge controller dapat dinyatakan sebagai perbandingan antara daya yang
masuk ke solar charge controller19 dengan daya yang digunakan untuk pengisian baterai,
Dimana 𝜂𝑚𝑝𝑝𝑡 adalah efisiensi solar charge controller, 𝑃𝑜𝑢𝑡 merupakan daya keluaran
dari solar charge controller yang digunakan untuk pengisian baterai dan 𝑃𝑖𝑛 adalah daya
instrumen merupakan hubungan antara output sebuah elemen (instrument) dengan inputnya
ketika inputnya konstan maupun berubah perlahan. Karakteristik statis tidak bergantung pada
waktu. Yang termasuk dalam karakteristik adalah range, span, resolusi, akurasi, error.
a. Range adalah nilai minimum hingga maksimum suatu elemen. Range terdiri dari
b. Span merupakan selisih nilai maksimum dengan nilai minimum. Span terdiri dari
c. Resolusi merupakan perubahan terbesar dari input yang dapat terjadi tanpa adaya
perubahan pada output. Suatu alat ukur dapat dikatakan mempunyai resolusi tinggi
mendekati nilai sebenarnya. Karena pada eksperimen nilai sebenarnya tidak pernah
diketahui oleh sebab itu diganti dengan suatu nilai standar yang diakui secara
konvensional.
e. Error adalah selisih dari pembacaan alat ukur dengan alat ukur yang dianggap
standart. Nilai error ini berupa persentase selisih dengan nilai standar.
Lampu 580.000,-
Kabel PV 30.000,-
SCC 250.000,-
Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 Pic
Studi literatur Komarudin Abdullah