SINTEK: JURNAL MESIN TEKNOLOGI
Homepage: [Link]
ANALISA TERJADINYA SLIP PADA KOPLING DI UNIT SCANIA
P 124 CB 8x4 NZ 420
Rasma1,*, Hendro Purwono2 , Riki Effendi3
1,2
Teknik Otomotif dan Alat Berat, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jakarta,
Jl. Cempaka Putih Tengah 27 Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
3
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jakarta
Jl. Cempaka Putih Tengah 27 Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia
*
E-mail: rasma@[Link]
Diterima: 01-04-2019 Direvisi: 15-05-2019 Disetujui: 01-06-2019
ABSTRAK
Pada pengoperasian unit yang penerus tenaganya tidak menggunakan sistem hidrolik, maka peran kopling sangat
penting dalam meneruskan tenaga dari mesin ke transmisi. Namun, kopling dapat saja mengalami slip sehingga
tidak dapat lagi berfungsi untuk meneruskan tenaga dari mesin ke transmisi. Hal ini dapat disebabkan oleh
beberapa hal, diantaranya: keausan pada material kopling, terdapatnya oli pada bidang permukaan kopling, dan
kerusakan pegas pada kopling. Pada Unit Scania P 124 CB 8x4 NZ 420 ini masalah slip pada kopling juga terjadi
sehingga perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mencari penyebab utamanya. Adapun metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan pemeriksaan dan pengukuran lalu hasilnya dibandingkan
dengan nilai standar yang telah ditentukan. Hasilnya menunjukkan bahwa penyebab terjadinya slip pada kopling
di Unit Scania P 124 CB 8x4 NZ 420 adalah 1) adanya oli yang membasahi bidang permukaan kopling disebabkan
oleh seal shaft yang sudah rusak; 2) keausan pada komponen – komponen kopling yaitu clutch disc dan pressure
plate. Untuk menjaga seal shaft dalam keadaan baik harus dilakukan penggantian oli secara berkala dan teratur
serta pada saat penggantian seal shaft harus sesuai dengan part number nya agar kemungkinan timbulnya masalah
yang sama dapat berkurang.
Kata Kunci: slip, kopling, oli, seal poros, aus.
ABSTRACT
In the operation of the unit whose successor does not use a hydraulic system, the role of the clutch is very important
in transmitting power from the engine to the transmission. However, the clutch can only slip so that it can no
longer function to forward power from the engine to the transmission. This can be caused by several things,
including: wear on the clutch material, the presence of oil in the field of clutch surface, and spring damage to the
clutch. On Scania P 124 CB 8x4 NZ 420 units this slip on clutch problem also occurs so research needs to be
done to find the main cause. The method used in this study is to carry out checks and measurements and then the
results are compared with the standard values that have been determined. The result shows that the cause of the
slip on the clutch on the Scania P 124 CB 8x4 NZ 420 unit is 1) the presence of oil that wet the coupling surface
is caused by a damaged seal shaft; 2) wear on clutch components namely clutch disc and pressure plate. To keep
the seal shaft in good condition, regular and regular oil changes must be made and when the replacement of the
seal shaft must be in accordance with the part number so that the possibility of the same problem can be reduced.
Keywords: slip, clutch, oil, seal shaft, wear.
Jurnal Mesin Teknologi (SINTEK Jurnal) Volume 13 No. 1 2019
ISSN: 2088-9038, e-ISSN: 2549-9645 32
PENDAHULUAN CB 8×4 NZ 420 maka peneliti melakukan
beberapa metode pengumpulan data,
Kopling merupakan suatu komponen
diantaranya:
penghubung dalam rangkaian penerus tenaga
1. Metode field survey, yaitu pemeriksaan
(power train) yang banyak digunakan pada
langsung pada obyek yang dituju untuk
suatu unit kendaraan kecuali beberapa jenis
memperoleh data atau informasi yang
kendaraan yang sistem penerus tenaganya
diperlukan dalam menganalisa penyebab
menggunakan sistem hidrolik.. Kopling
terjadinya gangguan pada sistem kopling
terletak di antara mesin (engine) dan transmisi
(clutch system).
yang bertindak sebagai penghubung ataupun
2. Metode wawancara (interview), yaitu
pemutus daya/putaran dari mesin ke transmisi.
mengumpulkan data melalui wawancara
Scania P 124 CB 8×4 NZ 420 dengan mekanik serta melakukan diskusi di
merupakan salah satu unit kendaraan dump cabang maupun di site.
truck yang sistem penerus tenaganya 3. Metode library research, yaitu
menggunakan kopling (clutch). mengumpulkan data-data dari membaca
Secara umum sistem pendinginan pada unit buku ataupun petunjuk cara kerja.
Scania P 124 CB 8×4 NZ 420 adalah tipe
kering (dry type), yaitu panas yang timbul pada Tahapan Pemeriksaan
kopling akibat gesekan di saat awal Kopling yang mengalami slip dapat
terhubung/terputus (engaged/disengaged) menyebabkan tenaga putaran dari mesin tidak
dilepas langsung ke udara. 100% diteruskan ke transmisi sehingga
Berkaitan dengan fungsinya dalam suatu availability unit yang menurun.
sistem penerus tenaga, kopling harus dapat Adapun tahapan pemeriksaan yang
memenuhi persyaratan tertentu agar kendaraan dilakukan untuk mengetahui penyebab
dapat bergerak/berjalan dengan baik dan terjadinya slip pada kopling di unit Scania P
mudah dalam pengoperasiannya. 124 CB 8×4 NZ 420 seperti terlihat pada
ganbar 1 berikut ini.
Oleh karena itu, pentingnya seorang
mekanik memperhatikan proses perawatan dan
penanganan serta pemeriksaan sesuai dengan
preventive maintenance dan OMM (Operation
& Maintenance Manual) agar dapat
meminimalisir kerusakan / gangguan pada
kopling.
Adapun beberapa hal umum yang dapat
menimbulkan gangguan pada kopling yang
akan mengakibatkan slip pada suatu unit,
diantaranya adalah :
1. Keausan pada material kopling.
2. Terdapatnya oli pada bidang permukaan
kopling.
3. Kerusakan pegas/spring pada kopling.
Pada unit Scania P 124 CB 8×4 NZ 420
gangguan pada kopling yang mengakibatkan
slip juga terjadi sehingga perlu dilakukan
penelitian agar diketahui penyebab utamanya
dan mencegah terjadinya hal yang serupa, [1].
METODE PENELITIAN
Untuk mengetahui penyebab utama
terjadi slip pada kopling di unit Scania P 124 Gambar 1. Tahapan Pemeriksaan [1]
Jurnal Mesin Teknologi (SINTEK Jurnal) Volume 13 No. 1 2019
ISSN: 2088-9038, e-ISSN: 2549-9645 33
Pemeriksaan slip pada kopling dilakukan yang jika sudah melampaui batas yang
dengan tujuan untuk mencari gejala diizinkan dapat mengakibatkan
penyebabnya dan kemudian melakukan kemampuan kopling dalam meneruskan
perbaikan (repair) dengan cepat untuk putaran menjadi berkurang.
mencegah terulang kembalinya kerusakan
Terdapat 2 komponen kopling yang
yang sama dan untuk memperkecil waktu
harus diperiksa terkait dengan keausan
break down unit.
material kopling, yaitu: a) pemeriksaan
Oleh karena itu, proses pemeriksaan harus terhadap ketebalan clutch disc dan b)
dilakukan dengan lebih teliti terhadap pemeriksaan terhadap pressure plate.
komponen – komponen yang menjadi faktor
Pemeriksaan terhadap ketebalan
penyebab terjadinya slip pada kopling.
clutch disc dibutuhkan alat bantu khusus
Pemeriksaan ini dimulai dengan menunjukkan (special tool) yang dapat mengukur secara
penyebab yang paling mungkin dapat akurat sedangkan pemeriksaan terhadap
dilokasikan dari gejala kerusakan atau simple pressure plate tidak diperlukan alat bantu
inspection tanpa menggunakan alat bantu khusus, cukup dengan menggunakan rule.
(tool). Adapun pemeriksaan yang dilakukan
a) Pemeriksaan Clutch Disc
untuk mengetahui penyebab terjadinya slip
pada kopling adalah sebagai berikut:
1. Pemeriksaaan Adanya Oli di Permukaan
Kopling (Clutch)
Dilakukan dengan cara membuka
pelindung yang terdapat di atas maupun di
bagian bawah dari clutch housing. Setelah
dilakukan pemeriksaan dari lubang
pelindung ternyata terlihat adanya oli di
dalam clutch housing.
Pemeriksaan selanjutnya adalah mencari
sumber oli tersebut yang kemungkinannya
ada pada oli mesin (engine) atau oli
transmisi. Setelah dilakukan pemeriksaan
pada level oli mesin dan oli transmisi
didapatkan hasil, yaitu: level oli mesin
masih dalam batas standar sementara level
oli transmisi tidak pada batas standar
sehingga dipastikan oli yang membasahi
bidang permukaan kopling berasal dari oli
transmisi.
Pemeriksaan terakhir adalah mencari
kerusakan yang menyebabkan oli transmisi
dapat masuk ke dalam clutch housing.
Kemungkinan besar kerusakan ada pada
seal input shaft yang berfungsi sebagai
Gambar 2. Pemeriksaan Clutch Disc
penyekat oli [2].
Untuk memeriksa ketebalan dari
2. Pemeriksaan Keausan Kopling
clutch disc, gunakan special tool gauge
Pemeriksaan terhadap keausan kopling dengan part number 99315. Lepas cover
dalam hal ini material kopling juga pelindung yang ada di bawah flywheel
merupakan salah satu penyebab yang dapat housing. Gunakan special tool seperti yang
mengakibatkan kopling menjadi slip. ditunjukkan pada tabel 1. Ketebalan clutch
Material kopling memiliki batas pemakaian
Jurnal Mesin Teknologi (SINTEK Jurnal) Volume 13 No. 1 2019
ISSN: 2088-9038, e-ISSN: 2549-9645 34
disc baru adalah 10 mm dan batas c) Pemeriksaan Diaphragm Spring
pemakaiannya adalah 7 mm.
Pemeriksaan kerusakan pegas
(spring) pada kopling yaitu terhadap
Tabel 1. Part Number Special Tool
diaphragm spring dimana assy dengan
Part. No Description Illustration pressure plate. Diaphragm spring dalam
99315 Gauge kopling tidak dapat di setel (adjust) karena
dalam pengontrolan sistem kopling (clutch
system) sendiri menggunakan self-
b) Pemeriksaan Pressure Plate adjusting, yang dalam pengertiannya adalah
gerakan dari slave cylinder tidak dapat
diatur, jadi keausan dalam kopling secara
otomatis di setel oleh diaphragm spring.
Langkah – langkah pemeriksaan
yang dilakukan terhadap diaphragm spring:
1. Pasang clutch cover ke flywheel.
2. Kencangkan baut clutch cover dengan
torque sebesar 47 Nm.
3. Dengan menggunakan rule dan sliding
caliper, ukur ketinggian pada
diaphragm spring sampai bidang
permukaan rata dari flat seperti yang
ditunjukkan pada gambar 4 berikut ini.
Gambar 3. Pemeriksaan Pressure Plate [2].
Pengukuran dilakukan seperti pada
gambar 3 dimana hasil pengukuran B
didapatkan dari hasil pengukuran C
dikurangi hasil pengukuran D (B = C – D).
Jika setelah dilakukan pengukuran dan
ternyata ditemukan dimensi B lebih besar
dari 0.6 mm, maka ini akan cepat
menambah keausan dari ketebalan disc
untuk kedepannya. Jika keausan dimensi B
lebih besar dari 1 mm, maka clutch cover Gambar 4. Pemeriksaan Diaphragm Spring
harus diganti dengan yang baru.
Jurnal Mesin Teknologi (SINTEK Jurnal) Volume 13 No. 1 2019
ISSN: 2088-9038, e-ISSN: 2549-9645 35
Jika ketinggian melebihi standarnya yaitu 1 number seperti yang ditunjukkan pada tabel
mm, maka diaphragm spring harus segera 2 dan gambar 5, [4].
diganti karena jika diaphragm spring
menyimpang melebihi standarnya ketika Tabel 2. Part Number Shaft Seal [5]
clutch cover dipasang ke flywheel maka akan
menimbulkan getaran pada realease bearing, No. Part Number Quantity Description
[3].
9 1543929 1 Shaft Seal
HASIL DAN PEMBAHASAN
Setelah didapatkan data – data dari hasil
pemeriksaan dan pengukuran, maka diperoleh
hasil sebagai berikut:
1. Pada pemeriksaan clutch housing secara
visual didapatkan oli yang membasahi
bidang permukaan kopling dimana oli
tersebut berasal dari oli transmisi. Oli
tersebut dapat membasahi kopling karena
seal input shaft transmisi yang sudah rusak.
2. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan
nilai 6,5 mm dari clutch disc yang mana
sudah melampaui batas standarnya yaitu 7
mm. Pada pemeriksaan pressure plate
didapatkan hasil pengukuran C = 2 mm dan
D = 0,8 mm. Untuk mendapatkan nilai B,
maka hasil pengurangan C harus dikurangi
dengan hasil pengukuran D, dimana :
B = C – D = 2 mm – 0,8 mm = 1,2 mm.
Gambar 5. Input Shaft Transmisi
Jadi pressure plate telah melebihi batas
maksimum keausannya yaitu 1 mm,
sehingga pressure plate harus diganti 2. Perbaikan Pada Clutch Disc dan Pressure
dengan yang baru. Plate
3. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Setelah dilakukan beberapa pengukuran
ketinggian diaphragm spring didapatkan dan didapatkan clutch disc dan pressure
hasil 0,5 mm dimana masih di bawah nilai plate yang sudah tidak sesuai dengan
standarnya yaitu 1 mm sehingga diaphragm standar, maka kedua komponen tersebut
spring masih dalam keadaan normal. harus diganti sesuai part number seperti
yang ditunjukkan pada tabel 3 dan gambar
Setelah didapatkan data hasil pemeriksaan, 6.
maka langkah selanjutnya adalah melakukan
perbaikan atau penggantian komponen- Tabel 3. Part Number Cover dan Clutch Disc [6]
komponen yang sudah rusak atau tidak standar
Part
lagi. No. Quantity Description
Number
1. Perbaikan Pada Seal Input Shaft Transmisi.
1 1493989 1 Cover
Telah diketahui bahwa oli yang terdapat
pada clutch housing telah membasahi 2 1493991 1 Clutch Disc
bidang permukaan kopling yang
disebabkan oleh seal input shaft transmisi
yang sudah rusak sehingga perlu adanya
langkah perbaikan. Langkah perbaikannya
adalah dengan mengganti seal dengan part
Jurnal Mesin Teknologi (SINTEK Jurnal) Volume 13 No. 1 2019
ISSN: 2088-9038, e-ISSN: 2549-9645 36
DAFTAR PUSTAKA
[1] Basic Competency 1, “Sistem Pemindah
Mekanis”. PT UNITED TRACTORS Training
Centre. 2008
[2] Basic Competency 1, “Sistem Hidrolik dan
Perlengkapan”. PT UNITED TRACTORS
Training Centre.2008
[3] SCANIA, “Preventive Maintenance P 124
Series”. PT UNITED TRACTORS Training
Centre. 2009
[4] “Elemen Mesin”. Prof. Dr. Ir. Dahmir Dahlan
MSc.2012
[5] Basic Elemen Mesin,PT UNITED
Gambar 6. Clutch [7] TRACTORS Training Centre, 2007
[6] Shop Manual Scania.2008
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam [7] Part Book, PT UNITED TRACTORS
pemasangan clutch disc dan pressure plate: Training Centre, 2008
1. Bersihkan bidang permukaan flywheel dari
kotoran agar terjadi bidang contact yang
baik dengan clutch disc.
2. Jika ada bidang permukaan flywheel yang
tidak rata sebaiknya diratakan terlebih
dahulu agar terjadi bidang contact yang
baik dengan clutch disc dan keausan clutch
disc pun akan merata.
3. Hindari adanya tumpahan oli antara bidang
contact clutch disc dengan pressure plate.
4. Pada saat mounting presure plate harus rata
agar terjadi bidang contact yang baik
dengan clutch disc sehingga keausan kedua
komponen tersebut akan rata.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pemeriksaan,
pengukuran dan analisa pada masalah slip pada
kopling unit Scania P 124 CB 8×4 NZ 420,
maka dapat diperoleh suatu kesimpulan
sebagai berikut :
1. Penyebab slip pada kopling adalah adanya
oli yang membasahi bidang permukaan
kopling. Setelah dilakukan pemeriksaan
didapatkan hasil yaitu oli yang membasahi
kopling berasal dari oli transmisi dan yang
menyebabkan oli tersebut dapat masuk ke
dalam kopling adalah shaft seal transmisi
yang telah rusak.
2. Penyebab slip pada kopling adalah telah
terjadinya keausan pada komponen-
komponen kopling yaitu: clutch disc dan
pressure plate.
Jurnal Mesin Teknologi (SINTEK Jurnal) Volume 13 No. 1 2019
ISSN: 2088-9038, e-ISSN: 2549-9645 37