100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
530 tayangan28 halaman

Pedoman Uji CT Scan Sinar-X

Dokumen tersebut merupakan pedoman uji untuk pesawat sinar-X jenis CT Scan yang dikeluarkan oleh Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Pedoman ini menjelaskan parameter-parameter uji yang harus dilakukan oleh penguji berkualifikasi untuk mengetahui kinerja dan kehandalan pesawat CT Scan tersebut."

Diunggah oleh

hob goblin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
530 tayangan28 halaman

Pedoman Uji CT Scan Sinar-X

Dokumen tersebut merupakan pedoman uji untuk pesawat sinar-X jenis CT Scan yang dikeluarkan oleh Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Pedoman ini menjelaskan parameter-parameter uji yang harus dilakukan oleh penguji berkualifikasi untuk mengetahui kinerja dan kehandalan pesawat CT Scan tersebut."

Diunggah oleh

hob goblin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR

BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul ProsedurPenetapanPengujiBerkualifikasi

No:
m KU/PD/DKKN/07

PEDOMAN UJI
PESAWAT SINAR-X

CT SCAN

DIREKTORAT KETEKNIKANDAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR


BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Desember2013
No. Dok. : PUK/DK2N 2/NN.03 Tanggal :
Revisi :0 Hal : 1dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

LEMBAR PENGESAHAN
PEDOMAN UJI
PESAWAT SINAR-X
CT SCAN

Tanda Tangan
& Tanggal

Djarwani S. 1. Adi Drajad


Nama Suharyanta
(Ketua Tim 2. Ida Bagus M.
(Jabatan) (Direktur K2N)
Tenaga Ahli) 3. Diah Astuti
Disahkan oleh: Diperiksa oleh: Dipersiapkan oleh:

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 2 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

LEMBAR DISTRIBUSI

No.
Status Nama Jabatan
Salinan
1 Salinan Direktur K2N
2 Salinan Kasubdit Jaminan Mutu
3 Salinan SekretariatPenetapanPenguji Berkualifikasi
4 Salinan Tim Tenaga Ahli
5 Salinan Tim Evaluasi
Asli PengendaliDokumen

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 3 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

LEMBAR PERUBAHAN

Halaman/
No. Perubahan Catatan Paraf&Tanggal
Klausul

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 4 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................................................... 2


LEMBAR DISTRIBUSI............................................................................................................... 3
LEMBAR PERUBAHAN ............................................................................................................ 4
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. 5
PENDAHULUAN...................................................................................................................... 6
Latar Belakang ............................................................................................................... 6
Tujuan ............................................................................................................................ 6
Ruang Lingkup ............................................................................................................... 6
Definisi ........................................................................................................................... 7
PARAMETER UJI ..................................................................................................................... 8
I. AKURASI TEGANGAN .................................................................................................. 8
II. KELUARAN RADIASI .................................................................................................. 10
III. KUALITAS BERKAS SINAR-X ....................................................................................... 12
IV. INDEKS DOSIS CT (CTDI) ............................................................................................ 14
V. KUALITAS CITRA ........................................................................................................ 16
VI. INDIKATOR POSISI MEJA ........................................................................................... 25
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................ 28

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 5 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sistem Perizinan terhadap terhadap pesawat sinar-X radiologi diagnostik dan
intervensional mewajibkan dilakukannya uji kesesuaian baik untuk permohonan izin baru
maupun perpanjangan izin. Hal ini sebagaimana dicantumkan dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 33 Tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan
Sumber Radioaktif dan Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 9 Tahun 2011 tentang Uji
Kesesuaian Pesawat Sinar-X Radiodiagnostik dan Intervensional. Pelaksanaan uji
kesesuaian pesawat sinar-X wajib dilakukan oleh Penguji Berkualifikasi sesuai dengan
metode uji dan protokol uji yang telah disusun, dan menyampaikan hasil uji kesesuaian
kepada Tenaga Ahli untuk dievaluasi.
Mutu dan validitas hasil uji kesesuaian sangat berpegaruh terhadap keputusan
Tenaga Ahli untuk memberikan sertifikasi kehandalan suatu pesawat sinar-X, dengan
demikian untuk menjamin mutu dan validitas hasil uji, pelaksanaan uji kesesuaian harus
sesuai dengan metode uji yang baku.
Saat ini belum ada metode uji yang dibakukan. Acuan yang ada (internasional)
memerlukan tingkat pemahaman dan pengetahuan yang memadai. Dalam pelaksanaan
pengujian di lapangan terdapat modifikasi dari acuan yang digunakan. Oleh karena itu
perlu disusun pedoman yang dapat menjadi acuan bagi Penguji Berkualfikasi dalam
menyusun dan melaksanakan metode ujinya.

Tujuan
Pedoman ini disusun sebagai acuan Penguji Berkualfikasi dalam menyusun dan
melaksanakan metode ujinya.

Ruang Lingkup
Pedoman ini menguraikan metode uji kesesuaian untuk pesawat sinar-X jenis CT
Scan.

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 6 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

Definisi
- Pesawat Sinar-X CT-Scan adalah Pesawat Sinar-X yang menggunakan metode
pencitraan tomografi dengan proses digital untuk membuat citra 3 (tiga)
dimensi organ internal tubuh dari akuisisi sejumlah citra 2 (dua) dimensi.
- Source to Image Distance yang selanjutnya disingkat SID adalah jarak focal
spot ke image receptor.
- Source to Skin Distance yang selanjutnya disingkat SSD adalah jarak focal spot
ke permukaan kulit pasien pada saat eksposi.
- Source to Detector Distance yang selanjutnya disingkat sebagai SDD adalah
jarak focal spot ke detektor pada saat pengujian.
- Optical Density yang selanjutnya disingkat OD adalah ukuran penghitaman
film yang menggambarkan dosis relatif yang diterima media film konvensional
sebagai hasil variasi setting energi (kVp) dan intensitas (mAs) berkas sinar-X
pada SID tertentu.
- Coefficien of Variation yang selanjutnya disingkat CV adalah merupakan
parameter statistik dari sejumlah data pengujian sejenis dengan setting input
yang sama, yang bertujuan untuk mengetahui konsistensi kinerja komponen
signifikan tertentu dari pesawat sinar-X.
- Coefficient of Linearity yang selanjutnya disingkat CL adalah merupakan
parameter statistik dari sejumlah data pengujian sejenis dengan setting input
yang bervariasi secara bertahap, yang bertujuan untuk mengetahui konsistensi
respon kinerja komponen signifikan tertentu dari pesawat sinar-X bila diberi
input yang berbeda.

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 7 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

PARAMETER UJI

I. AKURASI TEGANGAN
I.1. Tujuan
Uji akurasi tegangan bertujuan untuk melihat kesesuaian antara tegangan setting pada
panel kontrol dengan tegangan yang terbaca pada alat ukur.

I.2. Alat Uji dan Alat Ukur


1. Non invasif kVp meter (misal Unfors, Piranha).
2. Selotip.
I.3. Metode Uji
1. Baca instruksi kVp meter dan ikuti rekomendasi dari manufakturnya;
2. Letakkan detektor sedemikian hingga pada saat eksposi posisi detektor tegak
lurus tabung sinar-X;
3. Gunakan pengaturan scan manual dengan masuk ke mode service, kemudian
scan pada 80 kVp, mA kecil (10-40 mA) dan posisi tabung sinar-X tegak lurus
detektor.
Jika tidak menggunakan mode service, lakukan Scan Lokasi atau mode SPR (Scan
Projection Radiography) pada 80 kVp, mA kecil (10-40 mA) serta posisi tabung
sinar-X tegak lurus detektor. Scan SPR dapat dilakukan pada posisi tabung sinar-
X 00, 1800 dengan penyinaran AP/PA atau pada posisi tabung sinar-X 900 dengan
penyinaran lateral;

Catatan:
Setiap merk pesawat memiliki istilah yang berbeda untuk Scan Lokasi/mode SPR
seperti Topogram untuk pesawat merk Siemens, Scout untuk pesawat GE,
Scanogram untuk pesawat Toshiba/Hitachi dan Surview untuk pesawat Philips.

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 8 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

Gambar 1. Setting peralatan pada uji akurasi tegangan

4. Periksa image sehingga seluruh permukaan detektor tergambar pada


monitor;
5. Catat nilai kVp yang diatur pada meja control dan nilai kVp yang terukur pada
alat ukur;
6. Gunakan dan isikanlah pada Formulir Uji nomor D.1.a;
7. Ulangi langkah 3 – 5, untuk variasi kVp yang lain seperti 100 kVp, 120 kVp dan
140 kVp atau sesuai pilihan yg tersedia, serta parameter scan lainnya tetap.

I.4. Analisa Data


- Hitung nilai error setiap data dengan rumus:

dengan
= tegangan pada panel kendali
= tegangan yang terukur pada kVp meter.

- Error yang diperoleh pada setiap perhitungan error kVp dibandingkan dan diambil
nilai error yang maksimum.
- Batas lolos uji: e ≤ 6 %.
No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014
Revisi :0 Hal : 9 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

II. KELUARAN RADIASI


II.1. Tujuan
1. Mengukur keluaran radiasi di udara pada pusat gantry;
2. Melakukan uji linearitas keluaran radiasi yang bertujuan untuk menguji konsistensi
kenaikan nilai keluaran radiasi (mGy/mAs) pada variasi mA atau mAs

II.2. Alat Uji dan Alat Ukur


Dosimeter dengan ionisasi chamber (detektor pensil).

II.3. Metode Uji


1. Letakkan detektor pada posisi pusat gantry. Dengan menggunakan laser
penanda, posisikan agar probe detektor benar-benar pada pusat gantry, di luar
dari ujung meja sehingga radiasi dapat diukur tanpa mendapat hamburan dari
meja atau hamburan lainnya.
2. Lakukan scan satu rotasi pada 120 kVp, 100 mA, 1 second dan tebal slice 8
atau 10 mm, atau sesuai dengan ketersediaan pilihan kVp terdekat pada meja
kontrol;
Catatan:
Setiap merk pesawat memiliki istilah yang berbeda untuk melakukan scan satu
rotasi, seperti axial pada GE/Philips, sequence pada Siemens, Volume/Wide
Volume/Scan & Scan/Scan & View pada Toshiba dan Normal pada Hitachi.

3. Catat semua parameter scan yang digunakan dan dosis yang terukur pada
dosimeter;
4. Gunakan dan isikanlah pada Formulir Uji nomor D.1.b.;
5. Konversikan dosis mGy ke dalam satuan mGy/mAs dan mGy/100mAs;
6. Hitung CTDIudara dalam satuan mGy/100mAs;
7. Ulangi langkah 3 – 6, untuk nilai 150 mA, 200 mA, 250 mA, dan 300 mA
dengan parameter scan yang lainnya tetap;

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 10 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

Gambar 2. Setting pesawat pada uji linearitas dan akurasi keluaran radiasi

8. Hitung nilai CL;


9. Rata-ratakan hasil perhitungan nilai CTDIudara
10. Gunakan kVp, waktu scan dan ketebalan slice yang sama (120 kVp, 1s, 5mm).
Ekspose dengan memvariasikan mAs yang digunakan.
11. Catat data dan hasilnya.

II.4. Analisa Data


– Konversikan semua hasil ukur ke mGy/mAs;

 mGy    mGy 
 mAs  max  mAs  min
– Hitung CL 
 mGy    mGy 
 mAs  max  mAs  min

– Rata-ratakan hasil ukur pada kVp yang digunakan per 100 mAs;
– Hitung CTDIudara pada kVp yang digunakan
dengan rumus:

D.l
CTDI udara  Fk .
t
Fk = faktor kalibrasi alat ukur,
l = panjang volume aktif detektor (mm)

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 11 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

D = rata-rata hasil ukur pd kVp yang digunakan per 100 mAs (mGy/100mAs)
t = tebal slice

III. KUALITAS BERKAS SINAR-X


Catatan:
Pengujian ini dapat dilakukan bersamaan dengan pengujian akurasi tegangan.

III.1. Tujuan
Uji kualitas berkas sinar-X bertujuan untuk menilai kecukupan filtrasi yang dipasang dalam
menyaring sinar-X energi rendah.

III.2. Alat Uji dan Alat Ukur


1. Non invasif kVp meter (misal Unfors, Piranha).
2. Selotip.

III.3. Metode Uji


1. Setting peralatan seperti pada pengujian akurasi tegangan;
2. Letakkan detektor sedemikian hingga pada saat eksposi posisi detektor
tegak lurus tabung sinar-X;
3. Gunakan pengaturan scan manual dengan masuk ke mode service,
kemudian scan pada 80 kVp, mA kecil (10-40 mA) dan posisi tabung sinar-X
tegak lurus detektor.
Jika tidak menggunakan mode service, lakukan Scan Lokasi atau mode SPR (Scan
Projection Radiography) pada 80 kVp, mA kecil (10-40 mA) serta posisi tabung
sinar-X tegak lurus detektor. Scan SPR dapat dilakukan pada dengan posisi
tabung sinar-X 00, 1800 dengan penyinaran AP/PA atau pada posisi tabung sinar-
X 900 dengan penyinaran lateral;

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 12 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

Catatan:
Setiap merk pesawat memiliki istilah yang berbeda untuk Scan Lokasi/mode SPR
seperti Topogram untuk pesawat merk Siemens, Scout untuk pesawat GE,
Scanogram untuk pesawat Toshiba/Hitachi dan Surview untuk pesawat Philips.

4. Periksa image sehingga seluruh permukaan detektor tergambar pada


monitor;
5. Catat nilai HVL yang terukur pada nilai kVp tersebut;
6. Gunakan dan isikanlah pada Formulir Uji nomor D.1.a;
7. Ulangi langkah 3 – 5, untuk variasi kVp yang lain seperti 100 kVp, 120 kVp dan
140 kVp atau sesuai pilihan yg tersedia dan catat nilai HVLnya serta parameter
scan lainnya tetap.

III.4. Analisa Data


- Bandingkan nilai HVL yang terukur dengan keberterimaannya.
- Nilai lolos uji HVL adalah ≥ 3,8 mmAl pada 120 kVp.

Nilai HVL minimum yang dipersyaratkan :


Nilai kVp terukur Nilai HVL minimum (mmAl)
90 2,7
100 3,0
110 3,4
120 3,8
130 4,2
140 4,6

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 13 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

IV. INDEKS DOSIS CT (CTDI)


IV.1. Tujuan
Uji CTDI bertujuan untuk menilai kesesuaian nilai CTDI dengan nilai pada baseline-nya.

IV.2. Alat Uji dan Alat Ukur


1. Fantom CTDI;
2. Dosimeter dengan pensil ion chamber.

IV.3. Metode Uji


1. Letakkan fantom kepala di holder kepala pasien, pastikan posisi fantom stabil.
2. Geser meja pasien, sehingga posisi fantom kepala pada pusat gantry. Pastikan
lubang pusat fantom (titik A) sejajar dengan pusat gantry.
3. Lihat buku spesifikasi/manual pesawat CT Scan, catat nilai baseline untuk
CTDI100A/center, CTDI100B, CTDI100C, CTDI100D, dan CTDI100E, atau catat dari Uji
sebelumnya
4. Letakkan detektor ion chamber pada center atau pusat fantom (pada titik A).
Dan tutup lubang B, C, D dan E dengan batang akrilik (PMMA). Gunakan laser
penanda dan lakukan scannng untuk memastikan posisi fantom benar-benar di
tengah gantry.
5. Pastikan lokasi slice melewati tengah-tengah detektor;

Gambar 3. Setting peralatan pada uji CTDI

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 14 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

6. Lakukan scan satu rotasi pada parameter scan sesuai rekomendasi spesifikasi
pesawat yaitu nilai kVp, mA, waktu (s), tebal slice, dan jumlah image;
Catatan:
Setiap merk pesawat memiliki istilah yang berbeda untuk melakukan scan satu
rotasi, seperti axial pada GE/Philips, sequence pada Siemens, Volume/Wide
Volume/Scan & Scan/Scan & View pada Toshiba dan Normal pada Hitachi
7. Catat hasil bacaan alat ukur dalam mGy;
8. Gunakan dan isikanlah pada Formulir Uji nomor D.2.a;
9. Hitung nilai CTDI100A/center dan konversikan satuannya sesuai dengan satuan
baseline yang digunakan;

Gambar 4. Tampilan pengujian CTDI pada monitor

10. Ulangi langkah 4 – 8, untuk lubang B, C, D dan E;


11. Ulangi langkah 1 – 9 untuk fantom badan;
12. Gunakan dan isikanlah pada Formulir Uji nomor D.2.b.

IV.4. Analisa Data


Nilai lolos uji untuk CTDI /100 mAs tidak boleh melebihi CTDI /100 mAs baseline
100 100

pabrikan.
Cara menghitung CTDI sebagai berikut:
100

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 15 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

di mana:
E: rerata dosis (mGy)
K : faktorkoreksi elektrometer
L : panjang ion chamber (mm)
T: nominal lebaririsanpadasatu data channel (mm)
N : jumlah irisan/slice pada akuisisi data channel satu axial.

V. KUALITAS CITRA
V.1. Akurasi CT Number air/water dan Keseragaman CT Number
V.1.1. Tujuan:
Uji akurasi CT number dan keseragaman CT number bertujuan untuk menilai kesesuian
CT Number air dan nilai homogenitas citra.

V.1.2. Alat Uji dan Alat Ukur


Fantom CT berisi air.

V.1.3. Metode Uji


1. Gunakan fantom air
2. Letakkan fantom pada pusat rotasi gantri;
3. Lakukan scan satu rotasi pada 120 kVp, 300 mAs, dan tebal slice 8 mm;
Catatan: Setiap merk pesawat memiliki istilah yang berbeda untuk melakukan
scan satu rotasi, seperti axial pada GE/Philips, sequence pada Siemens,
Volume/Wide Volume/Scan & Scan/Scan & View pada Toshiba dan Normal pada
Hitachi
4. Lakukan pengamatan terhadap citra pada layar monitor, Buatlah Regions of
Interest (ROI) pada pusat citra. ROI kurang lebih sebuah lingkaran dengan
diameter 20 mm;
No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014
Revisi :0 Hal : 16 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

5. Tentukan nilai CT number dari mean ROI dan nilai noise dari deviasi standar
ROI;

Gambar 5. Setting peralatan pada uji akurasi dan keseragaman CT number

Gambar 6. Seleksi ROI pada layar monitor

6. Ulangi langkah 4 – 5, dengan diameter lingkaran yang sama untuk posisi ke-
empat tepi yaitu jam 12, jam 3, jam 6 dan jam 9;
7. Gunakan dan isikanlah pada Formulir Uji nomor D.3.a;
8. Simpan hasil citra dalam format DICOM;
9. Nilai CT number di pusat citra harus berada dalam rentang -4 ≤ CT number ≤ 4;
No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014
Revisi :0 Hal : 17 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

10. Jika scanning tidak dilakukan pada parameter 120 kVp, 300 mAs, dan tebal
slice 8 mm, konversikan setiap nilai noise di ke-empat tepinya dengan rumus :

11. Hitunglah selisih noise maksimum dan noise minimum hasil konversi pada
langkah 8;
12. Hitung selisih CT number di ke-empat tepi terhadap CT number di pusat citra.

V.1.4. Analisa Data


- CTpusat = rata-rata (mean) dari ROI di pusat (tengah) citra;
- Keseragaman Noise = Noisemaks – Noisemin
- Keseragaman pusat dan tepi = maksimum selisih antara CTpusat dengan CTtepi
- Nilai lolos uji:
Rata-rata (ROI pusat): CTpusat : ≤ ±4 CT (rentang -4 ≤ CT ≤ +4 yang merupakan
nilai CT/HU dari air/water);
Keseragaman noise: CTtepi ≤ 2 CT;
Keseragaman pusat dan tepi : ∆CT ≤2CT

V.2. Linearitas CT Number


V.2.1. Tujuan
Uji linearitas CT Number bertujuan untuk menilai kesebandingan antara CT Number citra
dan densitas material obyek scan secara lurus/linear.

V.2.2. Alat Uji dan Alat Ukur


Fantom yang paling kurang mengandung air, udara, teflon dan dua material lainnya.

V.2.3. Metode Uji


No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014
Revisi :0 Hal : 18 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

1. Letakkan fantom pada pusat rotasi gantry;


2. Lakukan scan satu rotasi pada 120 kVp, 300 mAs, dan tebal slice 8 mm atau
parameter scan yang terdekat;
Catatan: Setiap merk pesawat memiliki istilah yang berbeda untuk melakukan
scan satu rotasi, seperti axial pada GE/Philips, sequence pada Siemens,
Volume/Wide Volume/Scan & Scan/Scan & View pada Toshiba dan Normal pada
Hitachi
3. Lakukan pengamatan terhadap citra pada layar monitor. Buatlah Regions of
Interest (ROI) pada tiap dengan luasan yang sama.
4. Catat nilai mean ROI pada setiap material fantom di citra obyek sebagai CT
number material;
5. Gunakan dan isikanlah pada Formulir Uji nomor D.3.b;
6. Simpan hasil citra obyek dalam format DICOM;
7. Catat densitas elektron setiap material dari data electron density pada
spesifikasi teknis atau manual fantom;
8. Buatlah grafik CT number versus Densitas elektron setiap material dan
tentukan nilai koefisien regresi linear (R).

Gambar 7. Seleksi ROI pada layar pada uji linearitas CT Number

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 19 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

V.2.4. Analisa Data


- Lakukan plot antara list data elektron density dan list data CT number-nya;
- Lakukan perhitungan koefisien regresi linear (R);
- Nilai lolos uji: R ≥ 0,99

V.3. Resolusi Kontras Tinggi


V.3.1. Tujuan
Uji resolusi kontras tinggi bertujuan untuk menilai resolusi kontras tinggi/resolusi spatial
pada citra yang dihasilkan.

V.3.2. Alat Uji dan Alat Ukur


Fantom citra yang mengandung high contrast holes dengan variasi ukuran diameter, atau
suatu line-pair insert or a bead/wire untuk menilai MTF (Modulation Transfer Function).

V.3.3. Metode Uji


1. Letakkan fantom pada pusat rotasi gantry sesuai instruksi pabrikan;
2. Lihat dan baca Spesifikasi Pesawat CT Scan yang diuji. Pilih parameter scan
(tipe scan, kVp, mA, time, tebal slice/kolimasi) sesuai rekomendasi spesifikasi
pesawat CT Scan untuk pengujian resolusi kontras tinggi. Catat Nilai-nilai
baseline.
3. Lakukan scan satu rotasi sesuai parameter scan yang direkomendasikan
spesifikasi pesawat. Untuk Catphan bagian yang discan pada CTP 528;
Catatan: Setiap merk pesawat memiliki istilah yang berbeda untuk melakukan
scan satu rotasi, seperti axial pada GE/Philips, sequence pada Siemens,
Volume/Wide Volume/Scan & Scan/Scan & View pada Toshiba dan Normal pada
Hitachi
4. Perhatikan hasil citra di monitor, amati berapa nilai lp/cm (line pair/cm)
terkecil yang dapat ditunjukkan;
5. Gunakan dan isikanlah pada Formulir Uji nomor D.2.c;
6. Simpan hasil citra obyek dalam format DICOM.
No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014
Revisi :0 Hal : 20 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

Catatan:
Pada CT Scan tipe hybrid yang memiliki mode pergerakan tranlasi-rotasi dan
rotasi-rotasi, lakukan untuk kedua mode tersebut;
7. Lakukan eksposi;
8. Lakukan pengamatan terhadap citra pada layar monitor;
9. Lakukan evaluasi terhadap citra yang dihasilkan;
10. Simpan hasil dalam bentuk DiCOM;
11. Cetak hasilnya dalam hard copy.

Gambar 7. Hasil citra di monitor pada uji resolusi kontras tinggi

V.3.4. Analisa Data


- Perhitungan MTF, jika uji menggunakan manik-manik pastikan bahwa barisan
piksel dari profil manik-manik yang dihasilkan berurutan dari pusat citra ke arah
vertikal dan horisontal;
- MTFcut-off = ......../mm
- Perhitungan Res. spasial, jika pengujian menggunakan line-pair test, catat frekuensi
terbanyak yang benar-banar dapat ditampilkan secara sempurna dalam line-
pair/mm;

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 21 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

- Resolusi spasial (Res. spasial) = ……. lpm


- Perhitungan Dlubang, jika uji menggunakan barisan lubang/lingkaran, catat diameter
lubang yang terkecil yang benar-benar dapat ditampilkan secara sempurna.
- Diameter lubang (Dlubang) = ……mm
- Nilai MTFcut-off, Res. spasial, atauDlubangsesuai dengan baseline dari manufakturnya

V.4. Kesesuaian Tebal Slice


V.4.1. Tujuan
Uji kesesuaian tebal slice bertujuan untuk menilai kesesuian ketebalan slice hasil
pengukuran dg nilai pada meja kontrol.

V.4.2. Alat Uji dan Alat Ukur


Fantom citra yang mengandung single atau multiple-ramp insert.

V.4.3. Metode Uji


Gunakan dan isikanlah pada Formulir Uji nomor D.2.d.
Setting Axial Scanner
1. Letakkan Cat Fantom pada pusat rotasi gantri sedemikian hingga ramps masuk
kebidang slice yang akan discan;
2. Lakukan setting pesawat CT-Scan pada kondisi klinis, yaitu 12 kVp, 300 mAs, tebal
slice 8 mm, dan setting scan arah axial;
Catatan:
Untuk jumlah proyeksi diameter bidang scan dan rekontruksi filter gunakan setting
yang biasa untuk scan kepala;
3. Lakukan eksposi;
4. Lakukan analisis citra dari ramps dengan menggunakan software;
5. Tentukan nilai FWHM dari profil yang dihasilkan;
6. Catat nilai FWHM dari profil yang dihasilkan
7. Simpan hasil dalam bentuk DiCOM;
No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014
Revisi :0 Hal : 22 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

8. Cetak hasilnya dalam hard copy;


9. Lakukan pengulangan langkah 2 sampai 8 untuk tebal slice yang lain.

Setting Helical Scanner


1. Letakkan Cat Phan pada pusat rotasi gantri sedemikian hingga ramps masuk
kebidang slice yang akan discan;
2. Lakukan setting pesawat CT-Scan pada kondisi klinis, yaitu 12 kVp, 300 mAs, tebal
slice 8 mm, dan setting scan arah Helix tanpa pergerakan meja;
Catatan:
Untuk jumlah proyeksi diameter bidang scan dan rekontruksi filter gunakan setting
yang biasa untuk scan kepala;
3. Lakukan eksposi;
4. Lakukan analisis citra dari ramps dengan menggunakan software;
5. Tentukan nilai FWHM dari profil yang dihasilkan;
6. Catat nilai FWHM dari profil yang dihasilkan
7. Simpan hasil dalam bentuk DiCOM;
8. Cetak hasilnya dalam hard copy;
9. Lakukan pengulangan langkah 2 sampai 8 untuk tebal slice yang lain.

Setting Multiple Scanner


1. Letakkan Cat Phan pada pusat rotasi gantri sedemikian hingga ramps masuk
kebidang slice yang akan discan;
2. Lakukan setting pesawat CT-Scan pada kondisi klinis, yaitu 12 kVp, 300 mAs, tebal
slice 8 mm, dan setting scan arah multiple;
Catatan:
Untuk jumlah proyeksi diameter bidang scan dan rekontruksi filter gunakan setting
yang biasa untuk scan kepala;
3. Lakukan eksposi;
4. Lakukan analisis citra dari ramps dengan menggunakan software untuk masing-
masing profil slice multiple yang dihasilkan;
No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014
Revisi :0 Hal : 23 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

5. Tentukan nilai FWHM dari profil yang dihasilkan paling kurang satu profil di pusat
dan satu profil di tepi berkas;
6. Catat nilai FWHM dari profil yang dihasilkan
7. Simpan hasil dalam bentuk DiCOM;
8. Cetak hasilnya dalam hard copy;
9. Lakukan pengulangan langkah 2 sampai 8 untuk tebal slice yang lain.

Gambar 8. Hasil citra yang tampak pada layar monitor pada uji kesesuaian tebal sice

V.4.4. Analisa Data


- Tebal slice adalah nilai FWHM dari profil;
- Nilai lolos uji:
o
o

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 24 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

VI. INDIKATOR POSISI MEJA


VI.1. Tujuan
Uji indicator posisi meja bertujuan untuk memeriksa ketepatan posisi meja dengan
posisi yang ditunjukkan indicator posisi meja dan konsistensi posisi meja dalam
beberapa variasi pergeseran meja.

VI.2. Alat Uji dan Alat Ukur


1. Benda seperti dan seberat pasien;
2. Penggaris;
3. Penanda;
4. Selotip.

VI.3. Metode Uji


1. Tempatkan penggaris pada penyangga meja dan penanda pada meja;
2. Atur penanda ke posisi nol pada penggaris dan catat pembacaan pada indicator posisi
meja;
3. Gerakkan meja secara manual atau melalui kontrol panel sampai posisi terjauhnya
dan kembali ke posisi titik posisi nol-nya dengan mencatat perbedaan apapun yang
ditunjukkan pada pembacaan indicator;
4. Ulangi langkah 3 (tiga) paling kurang 3 (tiga) kali untuk mendapatkan nilai rata-rata
dan standar deviasi dari nilai perbedaan posisi meja dengan posisi yang ditunjukkan
indikator.

VI.4. Analisa Data


Bandingkan besarnya pergeseran pada meja dengan pergeseran yang Nampak
pada display gantry.

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 25 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

Gambar 9. Setting peralatan pada uji indicator posisi meja.

I. LASER PENANDA
VII.1. Tujuan
Uji kesesuaian pusat penanda laser dengan pusat slice bertujuan untuk menilai
ketepatan laser penanda dalam menandai sentrasi suatu obyek.

VII.2. Alat Uji dan Alat Ukur


Fantom citra (Catphan)

VII.3. Metode Uji


1. Setting peralatan seperti pada uji linearitas CT Numbe
2. Posisikan di pusat gantry dan nyalakan laser penanda dengan sinar laser
penandanya tepat di tanda di atas dan tepi-tepinya;
3. Lakukan scan seperti pada uji linearitas CT Number dengan bagian yang discan
pada CTP 401.
4. Perhatikan citra pada layar monitor ukur deviasi/kemiringan.

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 26 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

Gambar 10. Hasil citra yang nampak pada layar monitor

VII.4. Analisa Data


Ukur perbedaan ketinggian garis merah pada pusat lingkaran.

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 27 dari28
DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR
BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Judul Pedoman Uji Pesawat Sinar X – CT Scan

DAFTAR PUSTAKA

1. Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 9 Tahun 2011, Uji Kesesuaian Pesawat Sinar X
Radiologi Diagnostik dan Intervensional, Jakarta, 2011.
2. Diagnostic X-ray Equipment Compliance Testing, Program Requirements,
Radiological Council of Western Australia, 2006.
3. Diagnostic X-ray Equipment Compliance Testing, Workbook 6, Computed
Tomography Equipment, Radiological Council of Western Australia, 2006.
4. TRS 457: Dosimetry In Diagnostic Radiology: An International Code of Practice.

No. Dok. : KU/PD/DKKN/07 Tanggal : Desember 2014


Revisi :0 Hal : 28 dari28

Anda mungkin juga menyukai