0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan8 halaman

Kekuatan Hukum MoU dalam Perjanjian

Memorandum of Understanding (MoU) memiliki kedudukan hukum yang sama dengan perjanjian menurut hukum perikatan di Indonesia. MoU dianggap sebagai perjanjian pendahuluan sebelum dibuat kontrak yang lebih rinci. Ada perdebatan mengenai kekuatan hukum MoU karena pasal 1320 KUHPer tidak secara eksplisit mengatur tentang MoU. Penelitian ini menganalisis kedudukan dan kekuatan hukum MoU berdasarkan teori dan ketentuan

Diunggah oleh

robotsoft indonesia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan8 halaman

Kekuatan Hukum MoU dalam Perjanjian

Memorandum of Understanding (MoU) memiliki kedudukan hukum yang sama dengan perjanjian menurut hukum perikatan di Indonesia. MoU dianggap sebagai perjanjian pendahuluan sebelum dibuat kontrak yang lebih rinci. Ada perdebatan mengenai kekuatan hukum MoU karena pasal 1320 KUHPer tidak secara eksplisit mengatur tentang MoU. Penelitian ini menganalisis kedudukan dan kekuatan hukum MoU berdasarkan teori dan ketentuan

Diunggah oleh

robotsoft indonesia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEDUDUKAN DAN KEKUATAN HUKUM MEMORANDUM

OF UNDERSTANDING (MOU) DITINJAU DARI SEGI


HUKUM PERIKATAN DALAM KITAB UNDANG – UNDANG
HUKUM PERDATA

Muhammad Ali Mabhan


Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia
[Link]@[Link]

ABSTRAK

Memorandum of Understanding (MoU), menurut hukum perjanjian di Indonesia


sesuai dengan KUHPer, yakni menyamakan MoU dengan hukum perjanjian. Didalam
pasal 1338 KUHPer mengatakan bahwa semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku
sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya (Asas Pacta Sunt Servanda),
namun tidak dapat dikatakan sah jika tidak terpenuhi syarat sahnya perjanjian menurut
pasal 1320 KUHPer dan dianggap batal demi hukum yang mengakibatkan MoU itu tidak
memiliki kekuatan Hukum. Sebuah MoU yang memiliki sifat layaknya hukum kontrak dan
dianggap setingkat dengan perjanjian, apabila belum bersifat final dan masih memerlukan
perjanjian lanjutan dalam materinya, dianggap bukanlah suatu kontrak sesuai dengan
asas dalam hukum kontrak dan bagi yang mengingkarinya tidak akan mendapatkan sanksi
apapun. Sedangkan MoU yang bersifat perjanjian apabila diingkari maka diberikan sanksi
untuk memenuhi prestasinya atau sanksi perundang-undangan yang berlaku, dan sebuah
MoU yang tidak memiliki kekuatan hukum memaksa dapat memiliki kekuatan hukum. Hal
ini berdasarkan teori ratifikasi. Didalam teori ratifikasi, MoU dikatakan sempurna jika
telah memiliki kekuatan hukum tetap (sanksi) dan pembuatannya telah final. Pendekatan
yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif, karena penelitian dilakukan

Meraja Journal Vol. 2, No. 1, Februari 2019 49


dengan memeriksa bahan pustaka atau hukum perjanjian atau perikatan.
data sekunder yang berkaitan dengan Perjanjian merupakan salah satu bagian
Memorandum of Understanding (MoU), dari hukum Negara Indonesia yang
ditinjau dari segi hukum perikatan dalam berkaitan dengan kesepakatan antara
kitab undang – undang hukum perdata
kedua belah pihak.
Spesifikasi dari penelitian ini adalah
analisis deskriptif, yang diharapkan Hal yang penting dalam perjanjian
dapat memberikan gambaran yang rinci, adalah bahwa sebuah perjanjian
sistematis, dan komprehensif mengenai terkait dengan tindakan-tindakan
segala hal yang berkaitan dengan objek hukum. Karena melalui tindakan-
yang akan diteliti. Tujuan dari penulisan tindakan hukum, manusia dapat
artikel ini adalah untuk mengkaji kekuatan
menyelenggarakan kepentingan dan
hukum Memorandum of Understanding
(MoU) dari segi hukum perikatan dalam kewajiban-kewajibannya. Bahwa dalam
Kitab Undang-undang Hukum Perdata perjanjian pada dasarnya kepentingan
(KUHPer). yang terikat oleh apa yang dituliskan
Kata Kunci : Memorandum, of, dalam perjanjian yang bersangkutan
Understanding, (MoU), Perikatan, adalah kepentingan para pihak sendiri,
KUH,Perdata yang telah dengan suka-rela dan
persetujuannya sengaja dilibatkan.1.
Pada hakikatnya suatu kontrak
A. PENDAHULUAN atau perjanjian berawal dari dua
Indonesia adalah negara hukum pihak yang memiliki kepentingan
yang artinya berlandasakan pada yang berbeda. Dari perbedaan inilah,
peraturan-peraturan yang telah diatur sehingga sebelum melakukan sebuah
oleh pemerintah dan dijadikan sebagai perjanjian dilakukan sebuah negosiasi
pedoman hidup dalam menjalani antara kedua belah pihak. Setelah
kehidupan bermasyarakat. Peraturan- adanya kesepahaman dan kesepakatan
peraturan tersebut bertujuan untuk diantara kedua pihak, maka dilakukan
memberikan rasa aman, damai proses prakontraktual yang dimana
dan tentram didalam kehidupan salah satunya adalah proses nota
bermasyarakat. kesepahaman atau lebih dikenal dengan
Memorandum of Understanding (MoU).
Salah satu peraturan yang
sering kita jumpai dalam kehidupan Didalam pasal 1320 KUHPer
bermasyarakat adalah peraturan 1 Gita Nanda Pratama, “Kekuatan Hukum Memorandum
tentang perjanjian atau biasa disebut Of Understanding (Mou) Dalam Hukum Perjanjian
Di Indonesia”, Vol. 2 No.2, 245

50 Meraja Journal Vol. 2, No. 1, Februari 2019


Muhammad Ali Mabhan

menyatakan bahwa ada empat syarat gambaran yang rinci, sistematis, dan
yang menjadi syarat sah nya suatu komprehensif mengenai segala hal
perjanjian, namun tidak mengatur yang berkaitan dengan objek yang akan
mengenai MoU. Maka dari itu diperlukan diteliti. Data yang digunakan dalam
penafsiran untuk membahasn tentang penelitian ini adalah data sekunder,
kedudukan dan kekuatan hukum MoU. artinya data diperoleh dari bahan
Hal yang menjadi perdebatan pustaka yang dikumpulkan melalui
dikalangan sarjana hukum hingga saat studi literatur dan studi dokumenter,
ini adalah bagaimana kedudukan dan yang kemudian dianalisis secara
kekuatan hukum MoU sebagai langkah kualitatif.
awal terbentuknya sebuah perjanjian
atau kontrak. Secara sederhana MoU
adalah suatu nota kesepahaman C. PEMBAHASAN
sebelum dilakukannya sebuah kontrak
atau perjanjian. Namun, jika mengacu Kedudukan dan Kekuatan Hukum
kepada pasal 1320 KUHPer maka ia Memorandum of Understanding (MoU)
memiliki kekuatan hukum yang sama
Memorandum of Understanding
dengan kekuatan hukum perjanjian.
adalah dasar penyusunan kontrak
Walaupun pada dasarnya secara
pada masa datang yang didasarkan
eksplisit tidak termuat didalam pasal
pada hasil permufakatan para pihak,
1320 KUHPer.
baik secara tertulis maupun lisan. MoU
dapat diartikan pula sebagai perjanjian
pendahuluan, yang mengatur dan
B. METODE PENELITIAN
memberikan kesempatan kepada para
Pendekatan yang digunakan dalam pihak untuk melakukan studi kelayakan
penelitian ini adalah normatif, karena terlebih dahulu sebelum membuat
penelitian dilakukan dengan memeriksa suatu perjanjian yang lebih terperinci
bahan pustaka atau data sekunder dan mengikat para pihak nantinya yang
yang berkaitan dengan Memorandum of akan tertuang dalam kontrak.2
Understanding (MoU), ditinjau dari segi Menurut Munir Fuady, MoU
hukum perikatan dalam kitab undang – merupakan perjanjian pendahuluan
undang hukum perdata Spesifikasi dari yang akan dijabarkan dan juga
penelitian ini adalah analisis deskriptif, 2 Gita Nanda Pratama, “Kekuatan Hukum
yang diharapkan dapat memberikan Memorandum Of Understanding (Mou) Dalam
Hukum Perjanjian Di Indonesia”, Vol. 2 No.2, 247

Meraja Journal Vol. 2, No. 1, Februari 2019 51


diuraikan dengan perjanjian lainnya. Di unsur-unsur MoU, dapat dikatakan
mana pada perjanjian tersebut memuat sebagai perjanjian pendahuluan, maka
mengenai aturan serta persyaratan pengaturannya tetap mengacu pada
yang lebih mendetail. Sementara pasal 1320 Buku III Kitab Undang-
MoU sendiri hanya berisi hal-hal yang undang Hukum Perdata.
penting atau pokok saja. Sedangkan Dalam pasal 1320 KUHPer diatur
Erman Radjagukguk memberikan tentang syarat sah nya perjanjian,
pengertian MoU adalah merupakan yang dimana salah satu syarat sahnya
dokumen yang isinya adalah saling perjanjian adalah kesepakatan antara
pengertian dan juga pemahaman kedua belah pihak. Namun yang
antara para pihak yang berkaitan. Di menjadi penguatan terhadap kekuatan
mana sebelumnya sudah dituangkan hukum MoU itu terdapat didalam pasal
dalam perjanjian yang lebih formal 1338, yang berbunyi :
dan mengikat di antara para pihak Semua perjanjian yang dibuat secara
tersebut. Menurutnya, muatan yang sah berlaku sebagai undang-undang bagi
ada pada MoU harus dituangkan mereka yang membuatnya.
kembali ke dalam perjanjian agar lebih
Suatu perjanjian tidak dapat ditarik
mengikat.3
kembali selain dengan sepakat kedua belah
Dari definisi tersebut, dapat pihak, atau karena alasan-alasan yang oleh
disimpulkan bahwa unsur- unsur dari undang-undang dinyatakan cukup untuk
MoU adalah sebagai berikut : itu.
1. MoU merupakan perjanjian Suatu perjanjian harus dilaksanakan
pendahuluan dengan itikad baik.4
2. MoU memuat hal-hal yang penting Menurut Munir Fuady (1997:91),
atau yang pokok saja ciri-ciri mendasar dari MoU adalah
3. MoU memuat materi yang tertuang sebagai berikut :
didalam perjanjian atau kontrak a. Isinya ringkas, bahkan sering sekali
Sampai saat ini regulasi yang secara satu halaman saja;
khusus mengatur tentang MoU belum b. berisikan hal yang pokok saja;
terdapat didalam undang-undang yang
c. bersifat pendahuluan saja, yang
sah. Namun dengan merujuk kepada
akan diikuti oleh perjanjian lain
3 Pengertian MoU (Memorandum of Understanding)
atau nota kesepahaman, ([Link] 4 Kumpulan Kitab Undang-undang Hukum KUH
com/2016/03/[Link]) diakses 24 Perdata KUHP KUHAP, Wacana Intelektual, Cetakan
April 2018. kedua, 2016, hal. 298.

52 Meraja Journal Vol. 2, No. 1, Februari 2019


Muhammad Ali Mabhan

yang lebih rinci; membawa persoalan itu ke pengadilan,


d. mempunyai jangka waktunya, dan pengadilan dapat memerintahkan
misalnya satu bulan, enam bulan, salah satu pihak untuk melaksanakan
atau setahun. Apabila dalam jangka substansi MoU secara konsisten.6
waktu tersebut tidak ditindaklanjuti MoU didalam kaitannya dengan
dengan suatu perjanjian yang lebih pembuktian didalam peradilan,
rinci, perjanjian tersebut akan batal, dianggap mampu dan dapat dijadikan
kecuali diperpanjang oleh para sebagai alat bukti. Hal ini disebabkan
pihak; karena MoU memiliki sifat pembuktian
e. biasanya dibuat dalam bentuk yang formil dan materil, yaitu :
perjanjian di bawah tangan; dan 1. Kekuatan pembuktian formil
f. biasanya tidak ada kewajiban MoU membuktikan kebenaran dari
yang bersifat memaksa kepada apa yang dipersaksikan, yakni dengan
para pihak untuk membuat suatu cara, dilihat, didengar, dan dialami
perjanjian yang lebih detail setelah dengan sendirinya. Kemudian dengan
penandatanganan memorandum persaksian itu memberikan jaminan
of understanding, karena secara terhadap :
reasonable5 barangkali kedua a. Kebenaran dari tanggal MoU
belah pihak punya rintangan untuk tersebut
membuat dan menandatangani
b. Kebenaran peristiwa hukum
perjanjian yang detail tersebut.
dalam MoU tersebut
MoU pada praktiknya jarang
c. Kebenaran identitas dalam
dibuat secara aktanotaris, yang dapat
MoU tersebut; dan
dijadikan akta otentik bagi para pihak,
tetapi MoU secara hukum merupakan d. Kebenaran lokasi dari MoU
perjanjian yang mempunyai kekuatan tersebut.
mengikat seperti layaknya perjanjian 2. Kekuatan pembuktian materil
sehingga seluruh ketentuan tentang MoU dianggap benar dan sah
perjanjian telah dapat diterapkan oleh setiap orang yang membuatnya
kepada para pihak. Dengan demikian sesuai dengan pasal 1338 KUHPer,
apabila salah satu pihak dalam MoU
tersebut tidak melaksanakan substansi 6 Kekuatan Hukum Memorandum of Understanding
MoU, maka salah satu pihak dapat dalam perjanjian berdasarkan Buku III Burgerlijke
Wetboek, ([Link]
jbptunikompp-gdl-alifaozini-26993-6-unikom_a-x.
5 Reasonable, memiliki alasan; masuk akal; rasional pdf) diakses 24 April 2018.

Meraja Journal Vol. 2, No. 1, Februari 2019 53


jika menyamakan dengan perjanjian didalam pasal 1320 KUHPerdata, maka
atau kontrak. Namun didalam pasal kedudukan MoU dapat disamakan
Pasal 1870, Pasal 1871 dan Pasal dengan undang-undang yang
1875 KUHPerdata MoU dianggap mempunyai kekuatan hukum mengikat
sebagai kekuatan pembuktian. Isi dan memaksa sesuai dengan pasal 1338
keterangan yang termuat didalam KUHPerdata. Namun, hanya terbatas
akta itu berlaku sebagai yang benar pada hal-hal pokok yang termuat
diantara piihak.7 didalam MoU.
Pada hakikatnya, MoU belum Maka berdasarkan dari uraian
melahirkan suatu hubungan hukum, diatas, dapat disimpulkan bahwa
karena MoU masih hanya berupa kekuatan hukum dari MoU dapat
persetujuan prinsip yang dituangkan mengikat para pihak terletak pada
secara tertulis. MoU yang ditulis muatan dari MoU tersebut yang telah
hanya sebagai landasan awal dalam memenui unsur-unsur syarat sahnya
penyusunan dalam melakukan perjanjian.
perjanjian. Kekuatan hukum MoU pada
dasarnya dapat disamakan dengan Akibat hukum jika salah satu pihak
perjanjian, walaupun sebenarnya melakukan pengingkaran terhadap
regulasi tentang MoU belum terdapat salah satu isi atau klausul didalam
didalam undang-undang yang sah dan Memorandum of Understanding (MoU)
muatan dari MoU diberikan sepenuhnya Para pihak yang telah mengikatkan
kepada para pembuatnya.8 dirinya pada suatu perjanjian, dan para
Walaupun MoU merupakan pihak wajib saling percaya terhadap
perjanjian pendahuluan, namun kerjasama yang telah diperjanjikan.
tidak berarti tidak memiliki kekuatan Salah satu pihak dalam menjalankan
mengikat dan memaksa bagi para pihak kewajiban dan substansi kontrak
yang melaksanakannya. apabila melakukan wanprestasi, dapat
Jika suatu MoU telah dibuat secara membawa konsekuensi terhadap
sah, dan telah memenuhi syarat sahnya timbulnya hak dari pihak lain yang
perjanjian sebagaimana disebutkan dirugikan.
Setiap MoU yang dibuat oleh
7 Ibid para pihak harus mencantumkan
8 Perbedaan antara perjanjian dengan MoU, ([Link] proses penyelesaian sengketa. Pola
[Link]/klinik/detail/lt514689463d4b2/
perbedaan-antara-perjanjian-dengan-mou) diakses 24
penyelesaian sengketa ini memuat
April 2018 tentang bagaimana cara menyelesaikan

54 Meraja Journal Vol. 2, No. 1, Februari 2019


Muhammad Ali Mabhan

sengketa yang terjadi diantara pihak. paling sempurna, karena memberikan


Sengketa yang timbul berasal dari secara sempurna hak dan kewajiban
salah satu pihak yang melakukan seperti yang diinginkan oleh para
wanprestasi, dimana salah satu pihak pihak.
tidak mematuhi isi dari kalusul atau
muatan didalam MoU.
Sengketa yang timbul dari D. KESIMPULAN
wanprestasi dari salah satu pihak akan
Berdasarkan dari pembahasan
menimbulkan kerugian terhadap pihak
diatas, maka penulis mencoba menarik
yang lain. Pihak yang merasa dirugikan
kesimpulan bahwa Memorandum of
dapat melakukan gugatan ganti rugi
Understanding (MoU) adalah nota
dengan mengacu pada pasal 1267
kesepahaman dan menjabarkan suatu
KUHPer yang berbunyi :
perjanjian pada bagian pokoknya
Pihak terhadap siapa perikatan tidak saja. Didalam peraturan perundang-
dipenuhi, dapat memilih apakah ia, jika hal undangan yang berlaku di Indonesia
itu masih dapat dilakukan, akan memaksa tidak mengatur secara tegas tentang
pihak yang lain untuk memenuhi perjanjian, MoU. Hal ini menunjukkan adanya
ataukah ia akan menuntut pembatalan kekosongan hukum dalam perjanjian
perjanjian, disertai penggantian biaya yang mengakibatkan tidak adanya
kerugian dan bunga.9 dasar hukum yang kuat.
Pihak yang melakukan wanprestasi Namun jika terjadi hal-hal yang
harus melaksanakan wanprestasinya menyangkut dengan MoU maka
atau melakukan ganti rugi sebagai didalam Buku III KUHPerdata telah
bentuk tanggung jawab terhadap diatur mengenai pokok-pokok yang
apa yang dilakukannya. Salah satu termuat didalamnya. Memang MoU
bentuk ganti rugi dari pihak yang dan kontrak atau perjanjian tidak
melakukan wanprestasi adalah dapat disetarakan, namun MoU
dengan melaksanakan apa yang merupakan suatu perjanjian awal atau
tertuang didalam MoU. Dapat perjanjian pendahuluan yang nantinya
juga dengan putusan pengadilan akan bermuara kepada kontrak atau
untuk melaksanakan apa yang telah perjanjian.
disepakati. Ganti rugi ini dianggap
Akibat hukum dari pengingkaran
9 Kumpulan Kitab Undang-undang Hukum KUH terhadap kalusul-kalusul didalam MoU
Perdata KUHP KUHAP, Wacana Intelektual, Cetakan adalah dapat diberikan sanksi ganti rugi
kedua, 2016, hal. 286.

Meraja Journal Vol. 2, No. 1, Februari 2019 55


terhadap perbuatannya. Namun harus Jurnal
kembali pada pokok-pokok didalam Nurdin,2018,Kebijakan pembangunan hukum
MoU tersebut. dalam rumusan normatif mengenai
negara hukum yang berdasarkan
kedaulatan rakyat,Meraja journal Vol 1
DAFTAR PUSTAKA No 1
[Link]
Gita Nanda Pratama, “Kekuatan Hukum [Link]/mrj/article/view/11
Memorandum Of Understanding (Mou) [diakses tanggal 25 Desember 2018]
Dalam Hukum Perjanjian Di Indonesia”,
Vol. 2 No.2.
Kekuatan Hukum Memorandum of
Understanding dalam perjanjian
berdasarkan Buku III Burgerlijke
Wetboek, ([Link]
files/disk1/540/jbptunikompp-gdl-
alifaozini-26993-6-unikom_a-[Link])
diakses 24 April 2018.
Kumpulan Kitab Undang-undang Hukum
KUH Perdata KUHP KUHAP,
Wacana Intelektual, Cetakan kedua,
2016
Pengertian MoU (Memorandum
of Understanding) atau nota
kesepahaman, ([Link]
com/2016/03/pengertian-m-o-u.
html) diakses 24 April 2018.
Perbedaan antara perjanjian dengan MoU,
([Link]
klinik/detail/lt514689463d4b2/
perbedaan-antara-perjanjian-dengan-
mou) diakses 24 April 2018

56 Meraja Journal Vol. 2, No. 1, Februari 2019

Anda mungkin juga menyukai