Pelatihan Labelling Tenaga Laboratorium CPNS
Pelatihan Labelling Tenaga Laboratorium CPNS
DISUSUN OLEH :
RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GELOMBANG IV GOLONGAN II
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
DISUSUN OLEH :
MENTOR, COACH,
1
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GELOMBANG IV GOLONGAN II
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
DISUSUN OLEH :
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan anugerah yang
telah dilimpahkan-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan laporan hasil aktualisasi dengan judul “Meningkatkan
Kepatuhan Tenaga Laboratorium dalam Pemberian Labelling yang Benar
pada Wadah Sampel sebagai Identitas Pasien UPT Puskesmas Tangkiling”.
Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih
kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu kelancaran penulisan
laporan ini, yaitu:
3
DAFTAR ISI
Halaman
SAMPUL
LEMBAR PERSETUJUAN....................................................................1
LEMBAR PENGESAHAN.....................................................................2
KATA PENGANTAR.............................................................................3
DAFTAR ISI...........................................................................................4
DAFTAR TABEL...................................................................................5
DAFTAR GAMBAR...............................................................................6
BAB I PENDAHULUAN........................................................................7
A. Latar Belakang................................................................................7
C. Manfaat............................................................................................10
A. Profil Organisasi..............................................................................11
B. Struktur Organisasi..........................................................................13
D. Nilai Organisasi...............................................................................14
E. Role Mode.......................................................................................15
C. Rancangan Aktualisasi....................................................................20
4
DAFTAR TABEL
5
DAFTAR GAMBAR
6
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pagawai
pemerintah yang memiliki perjanjian kerja pada instansi pemerintah sesuai dengan
Undang-Undang Negara Republik Indonesia No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara. Dalam Undang-Undang tersebut, ASN diwajibkan berperilaku sesuai
nilai dasar, berkode etik, berkomitmen, berintegritas, bertanggung jawab dalam
melayani publik, berkompeten, dan profesional dalam bekerja. ASN yang baik
diharapakan dapat mewujudkan cita-cita bangsa dan tujuan negara, diperlukan ASN
yang berintegritas, profesional, netral, bebas intervensi politik, bersih dari korupsi,
kolusi, dan nepotisme, serta mampu menjalani tugas ASN sebagai pelayan publik
sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Berdasarkan jenisnya, pegawai ASN terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kepala (PPPK). PNS adalah warga negara
Indonesia yang memenuhi syarat dan diangkat sebagai ASN secara tetap oleh
pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintah. Pranata
laboratorium kesehatan adalah bagian dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi
tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat yang
berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan laboratorium kesehatan pada
laboratorium kesehatan. Sebagai pranata laboratorium kesehatan ahli, penulis
memiliki tugas yang berkaitan dengan pengembangan pengetahuan, penerapan
konsep dan teori, ilmu dan seni untuk memecahkan masalah dan pemberian
pengajaran dengan cara sistematis di bidang laboratorium kesehatan sesuai dengan
Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara
Nomor 611/MENKES/PB/VIII/2006 Nomor 20 Tahun 2006 tentang petunjuk
pelaksanaan jabatan fungsional pranata laboratorium kesehatan dan angka
kreditnya.
Lembaga Administrasi Negara (LAN) melalui Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah sebagai penyelenggara
pendidikan dan pelatihan yang disebut dengan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS.
7
Pelaksanaan Latsar CPNS tahun 2021 ini berbeda dari tahun sebelumnya. Latsar
kali ini dilakukan secara Distance Learning karena dalam kondisi yang dianggap
darurat, yaitu terjadi pandemi atau wabah penyakit secara meluas, sesuai dengan
Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 93/K.1/PDP.07/2021
Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.
Kegiatan pembelajaran Latsar ini ada 3 ( Tiga), yaitu Pelatihan mandiri yang
dilaksanakan melalui pembelajaran MOOC ( Massive Open Online Course) selama
48 (empat puluh delapan) JP atau setara dengan 16 (enam belas) hari; Distance
Learning yang pembelajarannya kolaboratif dilaksanakan melalui e-learning
(Learning Management System (LMS)) selama 217 (dua ratus tujuh belas) JP atau
setara dengan 22 (dua puluh dua) hari kerja dan aktualisasi di tempat kerja selama
320 (tiga ratus dua puluh) JP atau setara dengan 30 (tiga puluh) hari kerja; yang
terakhir pembelajaran klasikal di tempat penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS (di
BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah) selama 62 (enam puluh dua) JP atau setara
dengan 6 (enam) hari kerja. Peserta latsar diberikan materi mencakup Sikap
perilaku bela negara, nilai-nilai dasar profesi PNS, yaitu ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi) serta kedudukan dan
peran PNS dalam NKRI ( Manajemen ASN, Pelayanan Publik, dan Whole of
Government) yang selanjutnya diterapkan dalam aktualisasi.
Selaras dengan diadakannya latihan dasar (diklatsar) yang bertujuan untuk
mewujudkan PNS yang memiliki kompetensi, sebagai pranata laboratorium
kesehatan ahli yang merupakan bagian dari pegawai PNS diharapkan dapat
menganalisa isu-isu yang terjadi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam hal
ini, penulis menganalisa beberapa isu yang sedang hangat terjadi di laboratorium
UPT Puskesmas Tangkiling, dan mengangkat satu isu mengenai kurangnya
kedisiplinan tenaga laboratorium UPT Puskesmas Tangkiling kota Palangka
Raya dalam pemberian labelling pada wadah sampel sebagai identitas pasien
untuk dijadikan aktualisasi. Alasan penulis mengangkat isu tersebut karena dapat
menyebabkan tertukarnya sampel saat pemeriksaan yang dapat mempengaruhi
kesalahan diagnosa ataupun pemberian obat. Oleh karena itu, penulis diharapkan
mampu memecahkan isu yang terjadi untuk meningkatkan kualitas pelayanan
publik. Dengan dilakukannya kegiatan tersebut, maka diharapkan dapat
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dan menghindari tertukarnya sampel
8
yang berakibat fatal untuk tindakan selanjutnya. Untuk mendapatkan gagasan
pemecahan isu yang baik, maka dalam prosesnya penulis mengaitkan dengan nilai-
nilai dasar PNS, yakni ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitemen Mutu, dan Anti Korupsi), dan dikaitkan juga dengan visi, misi, serta nilai-
nilai Puskesmas Arjasa, sehingga tepat guna dan meningkatkan dalam pelayanan
publik.
9
Meningkatkan Mutu pelayanan dari UPT Puskesmas Tangkiling
C. Manfaat
10
BAB II
A. Profil Organisasi
Kecamatan Bukit Batu merupakan salah satu kecamatan yang berada dalam
wilayah Kota Palangka Raya, Dan secara administratif berbatasan dengan :
Jumlah penduduk Kecamatan Bukit Batu berjumlah 12.951 jiwa, terdiri dari laki-
laki 6.462 jiwa dan perempuan 5.888 jiwa dengan perincian di 7 kelurahan wilayah
kerja sebagai berikut :
12
B. Struktur Organisasi
13
C. Visi dan Misi
a. Visi:
Visi Puskesmas Tangkiling adalah Pelayanan Kesehatan Primer Bagi Masyarakat.
b. Misi:
Misi Puskesmas Tangkiling, yaitu :
1) Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu
2) Meningkatkan Sumber Daya Manusia Puskesmas
3) Menjalin Kerjasama Lintas Sektoral
D. Nilai Organisasi
Visi dan misi organisasi dapat terwujud apabila didukung dengan penerapan nilai-
nilai yang sesuai dan mendukung usaha-usaha pelaksanaan misi dan pencapaian
visi. Nilai-nilai organisasi yang tercantum dalam tata nilai merupakan dasar
sekaligus arah bagi sikap dan perilaku seluruh pegawai dalam menjalankan tugas.
Tata nilai juga akan menyatukan hati dan pikiran seluruh civitas dalam usaha
mewujudkan layanan yang berkualitas
Sehingga setiap anggota organisasi dalam melaksanakan tugas, pokok dan
fungsinya dituntut untuk “BARIGAS”
1. B = BERSIH .
2. A = AKUNTABILITAS
3. R = RAMAH
4. I = INOVATIF
5. G = GIAT
6. A = AMANAH
7. S = SEDERHANA
14
E. Role Mode
Tokoh yang menjadi role model penulis adalah [Link] Amd,Kep. Beliau
adalah Kepala Bagian Tata Usaha UPT Puskesmas Tangkiling. Penulis memilih
beliau sebagai role model karena :
1. Beliau memiliki semangat kerja yang tinggi dengan diwujudkan dalam
tanggungjawab dan disiplin dalam menjalankan tugasnya (Akuntabilitas);
2. Beliau sosok pemimpin yang jujur, tegas, pekerja keras, bijaksana dan peduli
terhadap keadaan Puskesmas (Etika Publik dan Anti Korupsi)
3. Beliau berkoordinasi dengan baik secara sopan dan santun serta adil dalam
memberikan tugas kepada setiap rekan kerjanya tanpa memandang suku, ras, dan
agama rekan lain termasuk saya (Etika Publik dan Nasionalisme);
4. Menurut saya, beliau sudah menerapkan nilai-nilai ANEKA dalam pekerjaannya
sebagai ASN.
15
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Nilai-Nilai Dasar PNS
Berdasarkan Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara,
ASN sebagai profesi berlandaskan pada prinsip yang salah satunya adalah nilai dasar. Nilai
dasar ASN tersebut diintegrasikan ke dalam lima karakter yang dikenal dengan ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi).
Berikut ini penjelasan masing-masing dari nilai ANEKA.
a. Akuntabilitas Kita sering kali mendengar kata akuntabilitas namun tidak mudah
untuk memahami maknanya. Akuntabilitas sering disamakan dengan responsibiltas atau
tanggung jawab, Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab sedangkan
Akuntabilitas merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk
memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya yaitu menjamin terwujudnya nilai-nilai
publik Nilai-nilai Publik Akuntabilitas:
1) Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan,
antara kepentingan publik dengan kepentingan sektor, kelompok dan pribadi
2) Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah
keterlibatan PNS dalam politik Praktis 15
3) Memperlakukan warga secara sama dan adil dalam penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan public
4) Menunjukkan sikap dan prilaku yang konsisten yang dapat diandalkan sebagai
penelenggara pemerintahan
16
persamaan derajat, saling menghormati, tidak diskriminatif.
3) Sila persatuan Indonesia memiliki nilai cinta tanah air, rela berkorban, menjaga
ketertiban, mengutamakan kepentingan publik, dan gotong royong.
4) Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan memiliki nilai musyawarah mufakat, kekeluargaan,
menghargai pendapat, dan bijaksana.
5) Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia memiliki nilai bersikap adil, tidak
serakah, tolong menolong, kerja keras, dan sederhana
c. Etika Publik Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah
refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan
dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung
jawab pelayanan publik. Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam
Undang-Undang ASN, yakni sebagai berikut:
1) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila.
2) Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik
Indonesia 1945.
3) Mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia
4) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
5) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
6) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
7) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
8) Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
9) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah.
10) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat,
berdaya guna, berhasil guna, dan santun.
11) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
12) Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
13) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
14) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
15) Peningkatan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai
perangkat sistem karir.
d. Komitmen Mutu Komitmen mutu dapat diartikan sebagai janji terhadap diri sendiri
yang tercermin dalam tindakan dan perbuatan untuk menjaga standar yang telah
ditetapkan. Sebagai ASN, tugas apapun yang diemban merupakan tanggung jawab kita
17
untuk dilaksanakan secara optimal dengan prinsip efektivitas, efisiensi, inovasi, dan mutu.
Sehingga masyarakat sebagai stakeholder merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
Terdapat empat indikator dari nilai-nilai dasar komitmen mutu antara lain:
1) Efektivitas Berasal dari kata efektif yang berarti berhasil guna, dapat mencapai
hasil yang ditargetkan. Efektivitas merujuk pada tingkat ketercapaian target yang telah
direncanakan baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja.
2) Efisiensi Berasal dari kata efisien artinya berdaya guna. Efisiensi merupakan
tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan
dilaksanakan sehingga dapat diketahui ada tidaknya pemborosan sumber daya,
penyalahgunaan alokasi, pemyimpangan prosedur, dan mekanisme yang keluar alur.
3) Inovasi Terdapat 3 urutan kegiatan dalam rangka mencapai Inovasi, antara lain
semangat belajar, kreativitas, dan imajinasi. Inovasi perlu dilakukan agar dapat beradaptasi
dengan tuntutan perubahan yang dipicu oleh pergeseran selera pasar, meningkatnya
harapan dan daya beli masyarakat, gaya hidup, kesejahteraan, ekonomi, pengaruh
globalisasi, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4) Mutu Mutu merupakan standar yang menjadi dasar untuk mengukur hasil capaian
kerja, selain itu juga sebagai pembeda dengan produk yang dihasilkan oleh Lembaga
sejenis.
e. Anti Korupsi Menurut Indriyanto Seno Adji, berdasarkan pemahaman dan dimensi
baru mengenai kejahatan yang memiliki konteks pembangunan, pengertian korupsi tidak
lagi diasosiasikan dengan penggelapan keuangan negara saja. Tindakan bribery
(penyuapan) dan kickbacks (penerimaan komisi secara tidak sah) juga dinilai sebagai
sebuah kejahatan. Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti korupsi yang harus
diperhatikan (KPK, 2014), yaitu:
1) Jujur
2) Peduli
3) Mandiri
4) Disiplin
5) Tanggung jawab
6) Kerja keras
7) Sederhana
8) Berani
9) Adil
18
B. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
a. Pelayan Publik Pelayanan Publik pada hakekatnya adalah pemberian pelayanan
prima kepada masyarakat yang merupakan kewajiban Aparatur Sipil Negara sebagai abdi
masyarakat. Ada 10 Prinsip Pelayanan Publik yaitu :
1) Kesederhanaan
2) Kejelasan
3) Kepastian Waktu
4) Akurasi
5) Keamanan
6) Tanggung Jawab
7) Kelengkapan Sarana dan Prasarana
8) Kemudahan Akses
9) Kedisiplinan, Kesopanan dan Keramahan
10) Kenyamanan
b. Whole Of Government Whole Of Government adalah sebuah pendekatan
penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan
dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai
tujuantujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. WoG
dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah
kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan. Pendekatan WoG dilakukan
melalui hubungan yang bersifat koordinasi, integrasi, kedekatan dan pelibatan
(Sejati & Yogi, 2017).
c. Manajemen ASN Manajemen Pegawai Negeri Sipil adalah pengelolaan pegawai
negeri sipil untuk menghasilkan pegawai negeri sipil yang profesional, memiliki nilai dasar,
etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Manajemen PNS dalam PP 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil
diantaranya berisi ketentuan mengenai penyusunan dan penetapan kebutuhan, pengadaan,
pangkat dan jabatan, pengembangan karier, pola karier, promosi, mutasi, penilaian kinerja,
penggajian dan tunjangan, penghargaan, disiplin, pemberhentian, jaminan pensiun dan
jaminan hari tua, serta perlindungan. Manajemen ASN lebih menekankan kepada
pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya
19
aparatur sipil Negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman. Berdasarkan
jenisnya, Pegawai ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah
dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
C. Rancangan Aktualisasi
Satu dari tiga isu yang terdapat di laboratorium UPT Puskesmas Tangkiling
dilakukan penilaian menggunakan AKPK. Isu yang memiliki nilai paling tinggi
diangkat menjadi rancangan aktualisasi. Berikut adalah langkah untuk menetapkan
isu dengan teknik AKPK:
Tabel 2. Analisa isu dengan AKPK
Alat Bantu
No Isu Total
A K P K
Kurangnya kesadaran tenaga laboratorium
1. 5 5 3 3 16
terhadap penggunaan APD dalam bekerja
Kurangnya kepatuhan tenaga laboratorium
2. dalam pemberian labelling pada wadah 5 5 4 4 18
sampel sebagai identitas pasien
Kran pembuangan limbah cair yang tidak
3 terpisah dengan kran cuci tangan tenaga 3 4 4 3 14
laboratorium
Keterangan dan kriteria penetapan:
A: Aktual
Artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan dalam
masyarakat
1: pernah benar-benar terjadi
2: benar-benar sering terjadi
3: benar-benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan
4: benar-benar terjadi, terkadang menjadi bahan pembicaraan
5: benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan
K: Kekhalayakan
1: tidak menyangkut hajat hidup orang banyak
P: Problematika
1: masalah sederhana
2: masalah kurang kompleks
3: masalah cukup kompleks namun tidak perlu segera dicarikan solusi
4: masalah kompleks
5: masalah sangat kompleks sehingga perlu dicarikan solusinya segera
K:Kelayakan
1:masuk akal
2: realistis
3: cukup masuk akal dan realistis
4: masuk akal dan realistis
5: masuk akal, realistis, dan relevan untuk dicari inisiatif pemecahan
masalahnya
Dari keempat isu yang terjadi di laboratorium UPT Puskesmas Tangkiling, selanjutnya
dianalisis menggunakan penilaian USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk lebih
disempitkan dan dihasilkan satu isu yang diangkat sebagai rancangan aktualisasi, yakni
sebagai berikut :
21
Tabel 3. Analisa isu dengan USG
N Alat Bantu
Isu Total
o U S G
Kurangnya kesadaran tenaga laboratorium
1. 4 5 4 13
terhadap penggunaan APD dalam bekerja
Kurangnya kepatuhan tenaga laboratorium
2. dalam pemberian labelling pada wadah sampel 5 5 5 15
sebagai identitas pasien
Kesterilan tempat kerja yang kurang
3. 4 5 3 12
diperhatikan
Keterangan:
U: Urgency:
1: tidak penting
2: kurang penting
3: cukup penting
4: penting
5: sangat penting
Seriousness:
1: akibat yang ditimbulkan tidak serius
3: cukup berkembang
4: berkembang
22
5: sangat berkembang
23
D. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi
7 8 9 10 11 13 14 15 16 17 18 20 21 22 23 24 25 27 28 29 30 1 2 4 5 6 7 8 9 11 12 13 14 15 16 18
Melakukan konsultasi
kepada mentor dan
penanggung jawab
1 laboratorium
mengenai
rancangan aktualisasi
yang akan dilakukan
Membuat surat
2 pedoman sebagai
acuan pelabelan
pada wadah sampel
Melakukan
3 sosialisasi
rancangan
aktualisasi
kepada rekan
kerja di
laboratorium
Melakukan pelabelan
4
pada wadah sampel
dengan benar
Melakukan evaluasi
5 terkait kegiatan yang
telah
dilakukan
Membuat laporan
6 mengenai kegiatan
yang telah
dilakukan
24
25