LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM
RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Profesi Ners Stase Keperawatan
Gawat Darurat dan Kritis
Dosen Pembimbing: Ns. Nur Hafizhah Widyaningtyas, [Link]., [Link].
Disusun Oleh:
Fidya Monica
22020120220114
Kelompok 3
PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN 37
DEPARTEMEN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2021
1. Analisis Situasi
Mahasiswa ners membutuhkan skill mengkaji pasien gawat darurat dan kritis karena
ini merupakan salah satu target kompetensi laboratorium atau kompetensi klinik yang
harus dicapai pada stase Keperawatan Gawat Darurat dan Kritis. Konsep resusitasi
jantung paru ini juga dibutuhkan untuk menolong pasien dengan mengembalikan
fungsi pernafasan dan sirkulasi pada pasien yang mengalami henti nafas dan henti
jantung (Ganthikumar, 2016).
2. Alat Dan Bahan Yang Diperlukan
a. Ambubag
b. Defibrilator
c. Set EKG monitoring (Santoso, 2019).
3. Prosedur Pelaksanaan
a. Terapkan 3A (Aman pasien, aman penolong, aman lingkungan).
b. Periksa kesadaran dengan panggil korban dengan keras dan menggerakkan bahu
korban.
c. Jika pasien tidak sadar, segera minta bantuan dengan menghubungi telepon gawat
darurat atau mengaktifkan code blue saat di rumah sakit.
d. Cek nadi dan nafas, jika tidak ada nadi maka lakukan kompresi dengan rasio
kompresi : bantuan nafas adalah 30:2 untuk dewasa, 15:2 untuk anak, dan 3:1
untuk bayi.
e. Letakkan korban di tempat yang datar dan keras.
f. Bebaskan dada korban dari baju yang dipakai korban.
g. Sebelum kompresi, pastikan jalan nafas bebas.
h. Lakukan kompresi pada 2 jari di atas procesus xyphoideus sebanyak 5 siklus
untuk pasien dewasa, dengan kecepatan 100x/menit (Suharsono & Fikriana,
2016).
Gambar 1. Titik kompresi.
Gambar 2. Pemberian bantuan nafas dengan ambubag.
i. Pastikan kedua tangan dapat saling terkait dengan stabil.
j. Arahkan bahu agar tepat berada di atas kedua telapak tangan tersebut hingga
lengan menjadi lurus.
k. Kompresi dada korban hingga kedalaman tida boleh kurang dari 5 cm dan tidak
boleh lebih dari 6 cm. Minimalkan interupsi (Susilowati, 2015).
l. Setelah lima siklus periksa kembali apakah sudah ada denyut jantung, bila tidak
ada nafas dan nadi maka teruskan RJP sampai bantuan datang. Jika ada nadi tetapi
ada nafas maka lakukan bantuan nafas menggunakan ambubag.
m. Jika sudah ada nadi dan nafas maka korban sudah membaik, berikan posisi
recovery (Ganthikumar, 2016).
n. Hentikan RJP jika penolong sudah lelah, korban muncul tanda-tanda kematian,
korban sudah menunjukkan respon, atau keluarga menolak untuk dilakukan
tindakan RJP (Santoso, 2019).
4. Lesson Learned
a. Gambaran Ventrikel Takikardi dan Ventrikel Fibrilasi dapat dilakukan DC Shock,
jika mesin belum siap maka RJP dahulu.
b. Gambaran asistol dan PEA tidak bisa dilakukan DC shock jadi harus di RJP.
Berikan epinefrin setiap 3-5 menit.
c. Kekuatan shock bifasik adalah 100 joule dan pada monofasik 360 joule.
d. Perbedaan kardioversi dan DC Shock adalah kekuatan kardioversi memiliki joule
lebih kecil dan biasanya diberikan pada pasien aritmia atau pasien dengan
gambaran
atrial flutter. Untuk aritmia diusahakan pake anti aritmia terlebih dahulu.
Kardioversi memiliki efek samping asistol.
e. Defibrilasi yang benar dilakukan pada sternum dan bagian apeks.
f. Recovery position yang benar dilakukan dengan miring ke kiri, bukan ke kanan,
supaya tidak aspirasi karena lambung lebih rendah dan supaya lebih
memaksimalkan oksigen ke jantung.
g. Pada penanganan pasien cardiac arrest mengacu pada AHA dan pelajari juga CPR
pada pasien dengan COVID-19.
h. Sekarang sudah tidak boleh memberikan bantuan nafas dengan mouth to mouth
dalam keadaan apapun, harus menggunakan ambubag.
5. Referensi
Ganthikumar, K. (2016). Indikasi dan Keterampilan Resusitasi Jantung Paru (RJP).
ISM, 6(1), 58-64.
Santoso, T. (2019). Modul Praktikum Keperawatan Gawat Darurat. Kediri: Chakra
Brahmanda Lentera.
Suharsono, T., & Fikriana, R. (2016). Efek Metode Pembelajaran Tradisional (Tutorial)
terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Resusitasi Jantung Paru. 7(2), 156-162.
Susilowati, R. (2015). Jurus Rahasia Menguasai P3K: Pertolongan Pertama pada
Kecelakaan.