0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan8 halaman

Data dan Analisis Pondasi Foot Plat

1. Dokumen tersebut berisi data pondasi dan kapasitas dukung tanah untuk proyek pondasi tertentu. 2. Kapasitas dukung tanah diperkirakan menggunakan metode Terzaghi dan Meyerhof. 3. Juga dianalisis tegangan tanah dan gaya geser pada foot plat pondasi.

Diunggah oleh

Ifal Fatoni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan8 halaman

Data dan Analisis Pondasi Foot Plat

1. Dokumen tersebut berisi data pondasi dan kapasitas dukung tanah untuk proyek pondasi tertentu. 2. Kapasitas dukung tanah diperkirakan menggunakan metode Terzaghi dan Meyerhof. 3. Juga dianalisis tegangan tanah dan gaya geser pada foot plat pondasi.

Diunggah oleh

Ifal Fatoni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

DATA PONDASI FOOT PLAT


Data Tanah
Kedalaman pondasi Df = 2.00 m
Berat volume tanah ɣ= 17.00 kN/m3
Sudut gesek dalam ɸ= 20.00 °
Kohesi c= 5.00 kPa
Tahanan konus rata-rata (hasil pengujian sondir) qc = 15.00 kg/cm2
Dimensi Pondasi
Lebar pondasi arah x Bx = 1.50 m
Lebar pondasi arah y By = 1.50 m
Tebal pondasi h= 0.30 m
Lebar kolom arah x bx = 0.30 m
Lebar kolom arah y by = 0.40 m
Posisi kolom (dalam = 40, tepi = 30, sudut = 20) αS = 40
Bahan Konstruksi
Kuat tekan beton f c' = 29.05 MPa
Kuat leleh baja tulangan fy = 320 MPa
Berat beton bertulang ɣc = 24 kN/m3
Beban Rencana Pondasi
Gaya aksial akibat beban biasa P= 476.227 kN
Momen arah x akibat beban biasa Mx = 0.960 kNm
Momen arah y akibat beban biasa My = 16.620 kNm

B. KAPASITAS DUKUNG TANAH


1. Menurut Terzaghi dan Peck (1943)
Kapasitas dukung ultimit tanah menurut Terzaghi dan Peck (1943) :
qu = c * Nc * (1 + 0.3 * B / L) + Df * g * Nq + 0.5 * B * Ng * (1 - 0.2 * B / L)

2
c = kohesi tanah (kN/m ) c= 5.00 °
Df = Kedalaman pondasi (m) Df = 2.00 m
3
g = berat volume tanah (kN/m ) ɣ= 17.00 kN/m3
B = lebar pondasi (m) B = By = 1.50 m
L = panjang pondasi (m) L = By = 1.50 m
Sudut gesek dalam ɸ= 20.00 °
ɸ = ɸ/ 180 *π = 0.34906585 rad
a = e(3*π/4-ɸ/2) * tan ɸ = 2.212360115
Kpɣ = 3 * tan2 [ 45° + 1/2*( ɸ + 33°) ] = 26.79671342
Faktor kapasitas dukung tanah menurut Terzaghi :
Nc = 1/ tan ɸ * [ a2 / (2 * cos2 (45 + ɸ/2) - 1 ] = 17.690
Nq = a2 / [ (2 * cos2 (45 + ɸ/2) ] = Nc * tan ɸ + 1 = 7.439
2
Nɣ = 1/2 * tan ɸ * [ Kpɣ / cos ɸ - 1 ] = 5.341
Kapasitas dukung ultimit tanah menurut Terzaghi :
qu = c * Nc * (1 + 0.3 * B / L) + Df * ɣ * Nq + 0.5 * B * Nɣ * (1 - 0.2 * B / L) = 371.11 kN/m2
Kapasitas dukung tanah, qa = q u / 3 = 123.70 kN/m2

2. Menurut Meyerhof (1956)


Kapasitas dukung tanah menurut Meyerhof (1956) :
qa = qc / 33 * [ ( B + 0.3 ) / B ]2 * Kd ( dalam kg/cm2)
dengan Kd = 1 + 0.33 * Df / B harus ≤1.33

qc = tahanan konus rata-rata hasil sondir pada dasar pondasi ( kg/cm2 )


B = lebar pondasi (m) B = By = 1.50 m
Df = Kedalaman pondasi (m) Df = 2.00 m
Kd = 1 + 0.33 * Df/B= 1.44 > 1.33
diambil Kd = 1.33
Tahanan konus rata-rata hasil sondir pada dasar pondasi qc = 15.00 kg/cm2
qa = qc / 33 * [ ( B + 0.3 ) / B ]2 * Kd = 0.871 kg/cm2
Kapasitas dukung ijin tanah qa = 87.05 kN/m2

3. Kapasitas Dukung Tanah yang Dipakai


Kapasitas dukung tanah menurut Terzaghi dan Peck : qa = kN/m2
Kapasitas dukung tanah tanah menurut Meyerhof : qa = 87.05 kN/m2
Kapasitas dukung tanah yang dipakai : qa = 87.05 kN/m2

C. KONTROL TEGANGAN TANAH


Luas dasar foot plat A = Bx * By = 2.2500 m2
Tahanan momen arah x Wx = 1/6 * By * Bx2 = 0.5625 m3
Tahanan momen arah y Wy = 1/6 * Bx * By2 = 0.5625 m3
Tinggi tanah di atas foot plat z = Df - h = 1.70 m
Tekanan akibat berat foot plat dan tanah q = h * ɣc + z * ɣ = 36.100 kN/m2
Eksentrisitas pada pondasi :
ex = Mux / Pu = 0.0020 m < Bx / 6 = 0.2500 m OK
ey = Muy / Pu = 0.0349 m < By / 6 = 0.2500 m OK
Tegangan tanah maksimum yang terjadi pada dasar pondasi :
qmin = Pu / A + Mux / Wx + Muy / Wy + q = 279.010 kN/m2
qmax > qa TIDAK AMAN
279.010 > 87.05
Tegangan tanah minimum yang terjadi pada dasar pondasi :
qmin = Pu / A - Mux / Wx - Muy / Wy + q = 216.503 kN/m2
qmin > 0 tidak terjadi [Link] (OK)
216.503 > 0

D. GAYA GESER PADA FOOT PLAT


1. Tinjauan Geser Arah X
Jarak pusat tulangan terhadap sisi luar beton d' = 0.075 m
Tebal efektif foot plat d = h - d' = 0.225 m
Jarak bid. kritis terhadap sisi luar foot plat ax = (Bx - bx - d) / 2 = 0.488 m
Tegangan tanah pada bidang kritis geser arah x
qx = qmin + (Bx - ax) / Bx * (qmax - qmin) = 258.695 kN/m2
Gaya geser arah x Vux = [qx + (qmax - qx) / 2 - q] * ax * By = 170.200 kN
Lebar bidang geser untuk tinjauan arah x 1500 mm
Tebal efektif footplat d= 225 mm
Rasio sisi panjang terhadap sisi pendek kolom βc = bx / by = 0.7500
Kuat geser foot plat arah x, diambil nilai terkecil dari Vc yang diperoleh dari [Link]:
Vc = [ 1 + 2 / βc ] * √ fc' * b * d / 6 * 10-3 = 1111.647 kN
Vc = [ αs * d / b + 2 ] * √ fc' * b * d / 12 * 10-3 = 1212.706 kN
-3
Vc = 1 / 3 * √ fc' * b * d * 10 = 606.353 kN
Diambil, kuat geser foot plat Vc = 606.353 kN
Faktor reduksi kekuatan geser ɸ = 0.75
Kuat geser foot plat arah x ɸ * Vc = 454.765 kN
Syarat yang harus dipenuhi
ɸ * Vc ≥ Vux
454.765 > 170.200 AMAN

2. Tinjauan Geser Arah Y


Jarak pusat tulangan terhadap sisi luar beton d' = 0.085 m
Tebal efektif foot plat d = h - d' = 0.215 m
Jarak bidang kritis terhadap sisi luar foot plat ay = (By - by - d) / 2 = 0.443 m
Tegangan tanah pada bidang kritis geser arah y
qy = qmin + (By - ay) / By * (qmax - qmin) = 260.570 kN/m2
Gaya geser arah y Vuy = [qy + (qmax - qy) / 2 - q] * ay * By = 155.112 kN
Lebar bidang geser untuk tinjauan arah y b = B x = 1500 mm
Tebal efektif footplat d= 215 mm
Rasio sisi panjang terhadap sisi pendek kolom βc = bx / by = 0.7500
Kuat geser foot plat arah y, diambil nilai terkecil dari Vc yang diperoleh dari [Link] :
Vc = [ 1 + 2 / βc ] * √ fc' * b * d / 6 * 10-3 = 1062.241 kN
Vc = [ αs * d / b + 2 ] * √ fc' * b * d / 12 * 10-3 = 1120.181 kN
-3
Vc = 1 / 3 * √ fc' * b * d * 10 = 579.404 kN
Diambil, kuat geser foot plat Vc = 579.404 kN
Faktor reduksi kekuatan geser ɸ = 0.75
Kuat geser foot plat ɸ * Vc = 434.553 kN
Syarat yang harus dipenuhi
ɸ * Vc ≥ Vuy
434.553 > 155.112 AMAN (OK)

3. Tinjauan Geser Dua Arah (Pons)


Jarak pusat tulangan terhadap sisi luar beton d' = 0.085 m
Tebal efektif foot plat d = h - d' = 0.22 m
Lebar bidang geser pons arah x cx = bx + 2 * d = 0.515 m
Lebar bidang geser pons arah y cy = by + 2 * d = 0.615 m
Gaya geser pons yang terjadi
Vup = (Bx * By - Cx * Cy) * [ ( qmax + qmin) / 2 - q ] = 409.190 kN
Luas bidang geser pons Ap = 2 * ( Cx + Cy) * d = 0.486 m2
Lebar bidang geser pons bp = 2 * ( Cx + Cy) = 2.260 m
Rasio sisi panjang terhadap sisi pendek kolom βc = bx / by = 0.7500
Tegangan geser pons, diambil nilai terkecil dari fp yang diperoleh dari [Link] :
fp = [ 1 + 2 / βc ] * √ fc' / 6 = 3.294 MPa
fp = [ αs * d / bp + 2 ] * √ fc' / 12 = 2.607 MPa
f p = 1 / 3 * √ f c' = 1.797 MPa
Tegangan geser pons yang disyaratkan fp = 1.797 MPa
Faktor reduksi kekuatan geser pons ɸ= 0.75
Kuat geser pons ɸ* Vnp = ɸ * Ap * fp * 103 = 654.73 kN
Syarat : ɸ * Vc ≥ Vup
654.727 > 409.190 AMAN (OK)
ɸ * Vc ≥ Pu
654.727 > 476.227 AMAN (OK)

E. PEMBESIAN FOOTPLAT
1. Tulangan Lentur Arah X
Jarak tepi kolom terhadap sisi luar foot plat ax = ( Bx - bx ) / 2 = 0.600 m
Tegangan tanah pada tepi kolom
qx = qmin + (Bx - ax) / Bx * (qmax - qmin) = 254.007 kN/m2
Momen yang terjadi pada plat pondasi akibat tegangan tanah
Mux = 1/2 * ax2 * [ qx + 2/3 * ( qmax - qx ) - q ] * By = 63.335 kNm
Lebar plat pondasi yang ditinjau b = By = 1500 mm
Tebal plat pondasi h= 300 mm
Jarak pusat tulangan terhadap sisi luar beton d' = 75 mm
Tebal efektif plat d = h - d' = 225 mm
Kuat tekan beton f c' = 29.05 MPa
Kuat leleh baja tulangan fy = 320 MPa
Modulus elastis baja Es = 2.00E+05 MPa
Faktor distribusi tegangan beton β1 = 0.85
ρb = β1* 0.85 * fc’/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.04277573
Faktor reduksi kekuatan lentur ɸ= 0.80
Rmax = 0.75 * ρb * fy * [1-½*0.75* ρb * fy / ( 0.85 * fc’ ) ] = 8.132
Mn = Mux / ɸ = 79.169 kNm
Rn = Mn * 106 / ( b * d2 ) = 1.04256
Rn < Rmax OK
Rasio tulangan yang diperlukan
ρ = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 - Ö {1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) } ] = 0.0033
Rasio tulangan minimum ρmin = 0.0025
Rasio tulangan yang digunakan ρ= 0.0033
Luas tulangan yang diperlukan As = ρ * b * d = 1123.82 mm2
Diameter tulangan yang digunakan D 13 mm
2
Jarak tulangan yang diperlukan s = π / 4 * D * b / As = 177 mm
Jarak tulangan maksimum smax = 200 mm
Jarak tulangan yang digunakan s= 177 mm
Digunakan tulangan D 13 - 170
Luas tulangan terpakai
2
As = π / 4 * D * b / s = 1171.17 mm2

2. Tulangan Lentur Arah Y


Jarak tepi kolom terhadap sisi luar foot plat ay = ( By - by ) / 2 = 0.550 m
Tegangan tanah pada tepi kolom
qy = qmin + (By - ay) / By * (qmax - qmin) = 256.091 kN/m2
Momen yang terjadi pada plat pondasi akibat tegangan tanah
Muy = 1/2 * ay2 * [ qy + 2/3 * ( qmax - qy ) - q ] * Bx = 53.377 kNm
Lebar plat pondasi yang ditinjau b = Bx = 1500 mm
Tebal plat pondasi h= 300 mm
Jarak pusat tulangan terhadap sisi luar beton d' = 85 mm
Tebal efektif plat d = h - d' = 215 mm
Kuat tekan beton f c' = 29 MPa
Kuat leleh baja tulangan fy = 320 MPa
Modulus elastis baja Es = 2.00E+05 MPa
Faktor distribusi tegangan beton β1 = 0.85
ρb = β1* 0.85 * fc’/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.04277573
Faktor reduksi kekuatan lentur ɸ= 0.80
Rmax = 0.75 * ρb * fy * [1-½*0.75* ρb * fy / ( 0.85 * fc’ ) ] = 8.132
Mn = Muy / ɸ = 66.721 kNm
Rn = Mn * 106 / ( b * d2 ) = 0.96227
Rn < Rmax OK
Rasio tulangan yang diperlukan
ρ = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 - Ö {1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) } ] = 0.0031
Rasio tulangan minimum ρmin = 0.0025
Rasio tulangan yang digunakan ρ= 0.0031
Luas tulangan yang diperlukan As = ρ * b * d = 989.45 mm2
Diameter tulangan yang digunakan D 13 mm
2
Jarak tulangan yang diperlukan s = π / 4 * D * b / As = 201 mm
Jarak tulangan maksimum smax = 200 mm
Jarak tulangan yang digunakan s= 200 mm
Digunakan tulangan D 13 - 200
Luas tulangan terpakai
2
As = π / 4 * D * b / s = 995.49 mm2

3. Tulangan Susut

Rasio tulangan susut minimum ρsmin = 0.0014


Luas tulangan susut arah x Asx = ρsmin* d * Bx = 472.500 mm2
Luas tulangan susut arah y Asy = ρsmin* d * By = 451.500 mm2
Diameter tulangan yang digunakan Ø 13 mm

Jarak tulangan susut arah x sx = π / 4 * Ø2 * By / Asx = 421 mm


Jarak tulangan susut maksimum arah x sx,max = 200 mm
Jarak tulangan susut arah x yang digunakan sx = 200 mm
Jarak tulangan susut arah y sy = π/ 4 * Ø2 * Bx / Asy = 441 mm
Jarak tulangan susut maksimum arah y sy,max = 200 mm
Jarak tulangan susut arah y yang digunakan sy = 200 mm
Digunakan tulangan susut arah x Ø 13 - 200
Digunakan tulangan susut arah y Ø 13 - 200

Anda mungkin juga menyukai