0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan10 halaman

Peningkatan Permeabilitas Metformin

Review ini membahas pengaruh medium disolusi dan upaya peningkatan permeabilitas metformin. Medium yang menghasilkan nilai disolusi tertinggi adalah buffer fosfat pH 6,8, buffer pH 7,4, HCl 0,1 N + SLS dan buffer asetat pH 4,2 + SLS. Untuk meningkatkan permeabilitas metformin dapat digunakan β-siklodekstrin, Poloxamer-407, ekstrak gokhru, piperin dalam formulasi, atau membuat sediaan liposom dengan pelapisan

Diunggah oleh

Fitria Nurcahyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan10 halaman

Peningkatan Permeabilitas Metformin

Review ini membahas pengaruh medium disolusi dan upaya peningkatan permeabilitas metformin. Medium yang menghasilkan nilai disolusi tertinggi adalah buffer fosfat pH 6,8, buffer pH 7,4, HCl 0,1 N + SLS dan buffer asetat pH 4,2 + SLS. Untuk meningkatkan permeabilitas metformin dapat digunakan β-siklodekstrin, Poloxamer-407, ekstrak gokhru, piperin dalam formulasi, atau membuat sediaan liposom dengan pelapisan

Diunggah oleh

Fitria Nurcahyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Farmaka

Volume 17 Nomor 1 97

REVIEW: PENGARUH MEDIUM DISOLUSI DAN UPAYA PENINGKATAN


PERMEABILITAS METFORMIN

Ike Susanti

ikesusanti702@[Link]
Diserahkan 09/02/2019, diterima 17/02/2019

ABSTRAK
Uji disolusi merupakan suatu metode yang digunakan dalam pengembangan formulasi obat baru,
memantau kualiatas roduk obat, menilai dampak potensial dari perubahan pasca-persetujuan pada kasus
kinerja produk, memprediksi kinerja in vivo dari produk obat. Metformin ini merupakan zat aktif yang
termasuk kedalam BCS kelas III, kelarutan tinggi tetapi permeabilitas rendah. Review ini memaparkan
mengenai pengaruh medium disolusi dan upaya peningakatan permeabilitas metformin. Medium yang
menghasilkan nilai disolusi yang tinggi adalah medium buffer fosfat pH 6,8; buffer pH 7,4; HCl 0,1 N
+ SLS dan buffer asetat pH 4,2 + SLS. Dalam meningkatkan permeabilitas, β-siklodekstrin, Poloxamer-
407, ekstrak gokhru, piperin dapat digunakan dalam formulasi. Sediaan dalam bentuk liposom yang
dilapisi GP/CH microcomplexes dan teknologi spray drying dapat diterapkan.
Kata Kunci : Meformin, uji disolusi, BCS III, permeabilitas

ABSTRACT
Dissolution testing is a method used in the development of new drug formulations, monitoring the quality
of drug products, assessing the potential impact of post-approval changes in product performance cases,
predicting in vivo performance of drug products. Metformin is an active substance belonging to BCS
class III, high solubility but low permeability. This review describes the effect of dissolution medium
and efforts to increase metformin permeability. The medium that produces a high dissolution value is a
phosphate buffer pH 6.8; buffer pH 7.4; HCl 0.1 N + SLS and acetate buffer pH 4.2 + SLS. In increasing
permeability, β-cyclodextrin, Poloxamer-407, extract of gokhru, piperine can be used in formulations.
Preparations in the form of liposomes with GP/CH micro-complexes and spray drying technology can
be applied.
Keywords : Meformin, dissolution test, BCS III, permeability

PENDAHULUAN pengontrolan atau dilapisi suatu teknik lainnya


Rute oral merupakan salah satu cara (Chaundhari et al, 2016). Evaluasi tablet
administrasi obat ke dalam tubuh yang sering biasanya dilakukan dengan menguji beberapa
digunakan. Tablet merupakan bentuk sediaan parameter diantaranya kekerasan, kerapuhan
padat oral yang sering diberikan (Amsa et al, keseragaman kandungan zat aktif desintegrasi
2014). Tablet merupakan bentuk sediaan pada dan disolusi (Mitra et al, 2014). Uji disolusi
yang mengandung zat aktif dengan atau tanpa merupakan suatu metode yang digunakan dalam
pengisi. Tablet immediate release merupakan pengembangan formulasi obat baru, memantau
salah satu tablet yang dirancang dalam kualiatas roduk obat, menilai dampak potensial
penguraian dan pelepasan obat tanpa dari perubahan pasca-persetujuan pada kasus
Farmaka
Volume 17 Nomor 1 98

kinerja produk, memprediksi kinerja in vivo signaling, keseimbangan energi tubuh dan
dari produk obat (Diaz et al, 2015). Uji disolusi metabolisme glukosa dan lemak (Mansour
adalah marker pengganti untuk uji bioekivalen dan Isbera, 2016).
karena merupakan pendekatan praktis dan
Dalam biopharmaceutical
ekonomis di negara berkembang dimana
classification system, metformin
teknologi dan sumber daya terbatas untuk
merupakan zat yang termasuk kedalam
penelitian in vivo. Dalam studi disolusi,
kelas III (kelarutan tinggi, permeabilitas
pelepasan bahan aktif farmasi (API) dari produk
rendah) (Chaundhari et al, 2016). Sebagian
obat di media disolusi yang sebanding dengan
cairan saluran cerna ditentukan. Berdasarkan besar obat-obatan yang tersedia termask dalam

ini, pelarutan secara in vitro mungkin dapat kelas III dari sistem klasifikasi biofarmasi

menilai kinerja penyerapan obat in vivo. (BCS), memiliki potensi terapeutik yang tinggi

Kecepatan disolusi dipengaruhi oleh beberapa tetapi tidak dapat secara efektif disampaikan

faktor diantaranya medium uji disolusi. melalui rute oral karena permeasinya yang
buruk di epitel gastrointestinal (Kumar dan
Bansal, 2014).
Tujuan dari review ini, untuk melihat
pengaruh medium uji disolusi dalam kecepatan
disolusi serta untuk melihat bagaimana cara
Gambar 1. Struktur Kimia Metformin meningkatkan permeabilitas dari metformin.
Hidroklorida (Sachan et al, 2016)
Metformin hidroklorida memiliki nama METODE

kimia N, N-dimethyl imido dicarbonimidic Literatur yang digunakan sebagai data

diamide hydrochloride (1-1-dimerhylbiguanide ilmiah adalah artikel dengan rentang tahun

hydrochloride) yang bekerja untuk menurunkan publikasi 2010-1018. Literatur yang digunakan

absorpsi gula di usus, mengurangi produksi gula merupakan jurnal internasional. Pencarian

hati dan meningkatkan sensitivitas insulin. literatur dilakukan dengan cara mencari

Metformin merupakan first-line untuk oral langsung jurnal melalui website pencarian

hipoglikemik pada penderita diabetes melitus online. Penelusuran dilakukan dengan kata

tipe 2. Metformin merupakan pilihan untuk kunci “Dissolution test”, “factor effecting

pasien obesitas. Metformin mengaktivasi dissolution test”, “Metformin”, “BCS”.

adenosine monophosphate activated protein “permeability” tanpa membatasi index factor


jurnal.
kinase (AMPK), enzim hati yang
memegang peranan penting dalam insulin
Farmaka
Volume 17 Nomor 1 99

HASIL
Tabel 1. Hasil Disolusi Metformin pada berbagai macam pH
Rata-Rata % Metformin Hidrokorida yang Larut Referensi
Produk 15
30 menit 45 menit 60 menit
menit
Tablet Khan, 2014
Buffer pH
Sustained - 28,65 - 33,58
7,4
Release
FDC 50 94 101 101 Desai et al,
2014
Dosis
64 93 99 99
tunggal
Osman et al,
Tablet 91,0 92,37 93,03 94,01
2017
Desai et al,
Buffer Tablet - 96 - -
2014b
kalium
Sachan et al,
fosfat pH Tablet 68,02 85,97 92,12 97, 05
2016
6,8
Tablet 56,6 88,6 - - Troja, 2016
Oyetunde et al,
Tablet 96,55 102,11 102,85 103,20
2012
Tablet Khan, 2014
Sustained - 8,96 - 16,06
Release
Buffer Desai et al,
kalium 2014b
Tablet - 98 - -
fosfat pH
6,8 + SLS
FDC 31 53 68 78 Desai et al,
Dosis 2014
Buffer 40 59 76 87
Tunggal
natrium
Oyetunde et
asetat pH Tablet 77,38 95,79 97,27 96,81
al, 2012
4,5
Desai et al,
Tablet - 60 - -
2014b
Buffer Desai et al,
Tablet - 89 - -
natrium 2014b
Farmaka
Volume 17 Nomor 1 100

Rata-Rata % Metformin Hidrokorida yang Larut Referensi


Produk 15
30 menit 45 menit 60 menit
menit
asetat pH
4,5 + SLS
Tablet Khan, 2014
Buffer pH
sustained - 8,86 - 13,10
2,4
release
FDC 28 51 72 88 Desai et al,

single 2014
39 55 68 78
entity
0,1 N HCl
Oyetunde et
pH 1,2 Tablet 54,67 86,50 96,96 98,84
al, 2012
Desai et al,
Tablet - 61 - -
2014b
0,1 N Desai et al,
Tablet 98 - -
HCL 1,2 2014b
+ SLS Tablet 73,4 100,6 - - Troja, 2016

Tabel 2. Upaya dalam meningkatkan permeabilitas


No Teknik Referensi
1 pembentukan solid dispersi menggunakan β- Chaudhari et al, 2016 ;
siklodekstrin Ashok dan Wahid, 2015
2 Penambahan eksipien Poloxamer-407 Chaudhari et al, 2016
3 Pembentukan Liposom / Crosslinked Manconi et al, 2013
Glycerolphosphate-Chitosan Micro complexation
4 Penambahan natural enhancer ekstrak gokhru Kumar dan Bansal, 2014
fruit
5 Penambahan enhancer Piperin Rai et al, 2014
Menggunakan teknik Spray drying Ashok dan Wahid, 2015

PEMBAHASAN (solven). Disolusi menggambarkan proses


Pengaruh Medium Disolusi kinetik dan laju disolusi menunjukkan jumlah

Disolusi atau “transfer massa” obat yang dilepaskan selama waktu tertentu

merupakan suatu prosedur yang melibatkan yang menunjukkan kinerjanya. Penerapan

pergerakan partikel dari padatan menjadi proses disolusi telah berkembang ketika uji

larutan dimana partikel masuk kedalam pelarut disolusi dapat mengganitikan uji klinis in vivo
Farmaka
Volume 17 Nomor 1 101

utuk beberapa bahan aktif. Namun demikian, disolusi terbanding, persen kadar metformin
fungsi awal disolusi untuk mengkonfirmasi yang terlarut dalam waktu 15 menit hingga 1
kualitas dan kinerja untuk berbagai macam jam mengalami peningkatan.
obat. Uji disolusi ini vitro dijelaskan dalam Menurut penelitian Desai et al (2014a),
farmakope sebagai pelepasan obat pada satu Uji disolusi dilakukan dalam ketiga medium
atau lebih titik waktu dalam buffer (Stuart et al, tersebut. Hasil yang diperoleh menunjukkan
2015). bahwa nilai kelarutan metformin lebih baik
Medium yang digunakan dalam uji pada medium buffer pH 6,8. Berbeda dengan
disolusi adalah larutan asam klorida 0,1 N (pH penelitian Khan (2014), uji disolusi metformin
1,2), buffer natrium asetat pH 4,5 dan buffer hidroklorida sustained release dilakukan pada
kalium fosfat pH 6,8. Dalam uji disolusi sediaan pH 2,4; 6,8 dan 7,4. Nilai disolusi tertinggi
metformin, dilakukan dengan menggunakan terdapat pada pH 7,4 dapat dilihat pada Gambar
medium buffer kalium fosfat pH 6,8. Pada 2.
penelitian Osman et al (2017) mengenai uji
% Obat terlarut

Waktu (jam)

Gambar 2. Data Disolusi tablet metformin pada pH yang berbeda (Khan, 2014)
Pada pH slurry metformin hidroklorida menurunkan laju disolusi pada garam
pada suhu 25°C, terjadi pergeseran dari 1,2 hidroklorida (Desai et al, 2014a). Pada pH asam
menjadi 4,2 pada 0,1 N HCl dan 4,5 menjadi metformin terjadi protonasi sehingga
5,1 pada pH 4,5 dalam buffer asetat karena self- menghasilkan solvasi yang lebih tinggi dan
bufering sedangkan pada pH 6,8 tidak terjadi radius termodinamik yang lebih besar,
perubahaan pH. Pada saat uji disolusi, tidak mengakibatkan difusi dan disolusi yang lebih
terjadi pergeseran pH karena konsentrasi lambat (Desai et al, 2014b). Selain dari dua
metformin hidroklorida yang rendah. penelitian diatas, Desai et al (2014b)
Rendahnya disolusi garam hidrokorida pada menyimpulkan bahwa pada pH 6,8 laju disolusi
medium HCl 0,1 N dikarenakan dengan adanya intrinsik tertinggi dibandingkan pH lainnya
efek common ion. Adanya ion klorida dapat dengan laju 31,2 mg/min/cm2.
Farmaka
Volume 17 Nomor 1 102

Surfaktan termasuk dalam media tinggi dan fraksi yang terserap kadang-kadang
disolusi untuk meningkatkan pembasahan obat- dibatasi oleh permeabilitasmya (Parr et al,
obatan yang sulit larut untuk meningkatkan 2016). Maka dari itu perlu adanya usaha untuk
kelarutannya. Ketika partikel hidrofobik meningkatkan permeabilitas pada mukosa
bersentuhan dengan medium disolusi, mereka intestinal untuk meningkatkan bioavailabilitas
akan membentuk agregat karena tegangan antar obat. Upaya yang dapat dilakukan untuk
muka yang tinggi antara medium dan partikel, meningkatkan permeabilitas metformin yaitu
menurunkan luas permukaan dan menurunkan dengan mengubah formulasi dari suatu sediaan.
kelarutan. Namun, agen pembasahan seperti β-cyclodextrin
natrium lauril sulfat (SLS) mengurangi
Metformin merupakan obat yang
tegangan antar muka dan meningkatkan
termasuk dalam klasifikasi BCS kelas III
pembasahan, menyebabkan peningkatan
dengan permeabilitass rendah. Dalam upaya
disolusi. Dengan adanya konsentrasi SLS
meningkatkan permeabilitas metformin,
0,01% dalam medium disolusi 0,1 N HCl pH
pembentukan solid dispersi menggunakan β-
1,2 dan buffer asetat pH 4,5 dapat
siklodekstrin. Dalam β-siklodekstrin inklusi
meningkatkan secara signifikan. Kadar
kompleks obat dalam larutan hanya bentuk
metformin yang terlarut dalam waktu 30 menit
bebas dari obat, yang dalam kesetimbangan,
dalam medium disolusi 0,1 N HCl pH 1,2 dan
mampu menembus hambatan lipofilik dan
buffer asetat pH 4,5 secara berturut-turut adalah
dengan demikian memasuki sirkulasi
61 dan 62%. Sedangkan setelah dilakukan
sistematis. Cyclodextrin meningkatkan
penambahan surfaktan 0,01% kadar disolusi
permeabilitas obat mukosa terutama dengan
meningkat menjadi 89% untuk kedua metode.
meningkatkan ketersediaan obat bebas di
Tetapi pada medium buffer fosfat pH 6,8
permukaan absortif (Chaudhari et al, 2016).
penambahan SLS tidak berpengaruh (Desai et
Dalam Chaudhari et al (2016) Permeabilitas
al, 2014b). Pada penelitian Troja (2014), hasil
metformin meningkat dari 7,3904 x 10-5 cm/sec
disolusi pada medium 0,1 N HCl dengan
menjadi 15,3598 x 10-5 cm/sec dengan
penambahan SLS 0,1% memiliki nilai disolusi
formulasi β-cyclodextrin dan metformin (1:1).
yang tinggi dibandingkan dengan pada medium
Dalam penelitian Ashok dan
buffer fosfat pH 6,8.
Wahid (2015), siklodekstrin mampu
Upaya dalam meningkatkan meningkatkan permeabilitas dari suatu sediaan
permeabilitas metformin. Metode yang dilakukan dalam
Metformin merupakan zat yang formulasi ini yaitu menggunakan teknologi
termasuk dalam biopharmaceutical spray drying untuk meningkatkan sifat alir dari
classification system (BCS) kelas III metformin dalam polimer. Massa siklodektrin
(Chaudhari et al, 2016). BCS kelas III memiliki yang ditambahkan dalam formulasi F-4, F-5, F-
permeabilitas yang rendah dan kelarutan yang 6 secara berturut-turut adalah adalah 50, 100
Farmaka
Volume 17 Nomor 1 103

dan 150 mg. Permeabilitas tertinggi yaitu pada mukoadhesif digunakan untuk melindungi dan
F-6 dengan massa siklodektrin 150 mg. Jika menstablikan liposom dengan cara melapisi
dibandingkan dengan formulasi tablet (coating) (Manconi et al, 2010). Salah satu
menggunakan polimer lain seperti chitosan dan polimes yang digunakan adalah kitosan yang
natrium salisilat dengan massa yang sama, terbukti memiliki sifat mukoadhesif yang baik
permeabilitas metformin menggunakan polimer dalam bentuk terhidrasi. Selain itu, kitosan
siklodektrin lebih tinggi dibandingkan dengan berhasil digunakan untuk melapisi formulasi
polimer lainnya (Ashok dan Wahid, 2015). liposom (Manca et al, 2012). Modifikasi

Poloxamer-407 permukaan liposom dengan kitosan terbukti


memperpanjang waktu tinggal di saluran
Poloxamers adalah kopolimer triblok
pencernaan tikus dibandingkan dengan tidak
poli (oksietilena) poli (oxypropylene) yang
dilapisi.
terdiri dari 70% b/b polyoxyethelyne yang
Pada penelitian Manconi et al (2013),
merupakan eksipien dengan toksisitas yang
sediaan metformin dalam bentuk liposom yang
rendah. Zat ini digunakan sebagai solubilizers,
dilapisi GP/CH microcomplexes menunjukan
wetting agent dan surface adsorption excipient.
%bioavailabitas yang tinggi dibandingkan
Poloxamer 407 berhasil digunakan sebagai
dengan larutan oral biasa. Pada larutan oral
pembawa dispersi padat dalam bentuk dispersi
metformin, %bioavailabilitas sebesar 20%
matriks yang digunakan sebagai penambah
sedangankan sediaan metformin dalam bentuk
bioavailabailitas. Poloxamer 407 dapat
liposom yang dilapisi GP/CH microcomplexes
diformulasikan dengan metformin untuk
sebesar 38%. Peningkatan ini dapat disebabkan
memperbaiki sifat permeabilitas dari
karena sifat mukoadhesif dari kompleks
metformin. Dengan penamabahan polimer
tersebut yang memfasilitasi metformin untuk
poloxamer 407 permeabilitas metformin
tetap berada di lokasi penyerapan (Manconi et
meningkat dari 7,3904 x 10-5 cm/sec menjadi
al, 2013).
11,2356 x 10-5 cm/sec dengan formulasi
Poloxamer-407 dan metformin (1:1) Natural Enhancer

(Chaudhari et al, 2016). Saponin merupakan metabolit sekunder

Liposom / Crosslinked dari tumbuhan yang mengandung steroid atau

Glycerolphosphate-Chitosan Micro triterpenoid aglikon yang terikat pada satu atau

complexation lebih gula. Zat tersebut meningkatkan sifat dari


permeabilitas sel membran. Sifat saponin dapat
Liposom merupakan salah satu bentuk
berefek pada intergritas membran biologi.
pengembangan sistem pengantaran obat.
Saponin bertindak dengan melarutkan
Liposom tidak stabil pada pH rendah, lipase dan
kolesterol. Saponin memiliki utilitas sebagai
garam empedu, maka dari itu liposom perlu
peningkat absorptivitas usus pada konsentrasi
dilindungi oleh sebuah polimer. Polimer
yang rendah dengan mempengaruhi mekanisme
Farmaka
Volume 17 Nomor 1 104

pada permeabilitas pada epitel usus. Salah satu meningkatkan permeabilitasnya. Dalam
natural enhancer yang digunakan dalam penelitiannya, studi permeasi obat dilakukan
meningkatkan absorpsi gastrointestinal dengan metode everted sac dan digunakan usus
metformin adalah ekstrak gokhru fruit (Tribulus ayam sebagai model dalam studi permeabilitas.
terrestris Linn). Dalam penelitian Kumar dan Permeabilitas metformin meningkat dengan
Bansal (2014), ekstrak gokhru fruit memiliki meningkatnya konsentrasi ekstrak dalam suatu
peranan penting dalam formulasi untuk formulasi tablet dapat dilihat pada Gambar 3.
% Obat berpermeasi

Konsentrasi Gokhru
(mg)

Gambar 3. Hubungan % permeabilitas obat dengan konsentrasi ekstrak gokhru (Kumar dan Bansal,
2014).

Selain menggunakan ekstrak gokhru, emulsi) secara terus menerus dibagi menjadi
natural enhancer yang digunakan dalam tetesan yang sangat halus (prosses ini dikenal
meningkatkan permeabilitas metformin adalah sebagai atominsasi) ke dalam drying chamber.
piperin. Dalam penelitian Rai et al (2014), Ketika droplet berada dalam drying chamber,
piperin digunakan dalam formulasi sediaan pelarut akan menguap dan akan membentuk
metformin sustained release. Dalam formulasi partikel yang kering, yang dipisahkan dari gas
tanpa menggunakan piperin, 50 mg metformin pengering menggunakan siklon atau bag-filter
terserap secara akumulatif dalam waktu 2 jam. (Ashok dan Wahid, 2015).
Pada formulasi yang mengandung piperin 6% Metformin hasil spray-dried akan
(b/b), permeabilitas metformin meningkat mengalami penurunan ukuran dan berubah
sebesar 24,49%. menjadi bentuk hampir bulat. Bentuk bulat dari

Spray drying technique partikel spray-dried menyebabkan nilai


kompresibilitas dan laju alir metformin
Spary drying adalah operasi unit
hidroklorida menjadi lebih baik. Penurunan
dimana aliran cairan (larutan, suspensi atau
Farmaka
Volume 17 Nomor 1 105

ukuran partikel dapat meningkatkan Chaudhari, S.P., Vijaya Dhumal, S. C.


bioavailabilitas obat. Instrumen yang dapat Daswadkar and D. S. Shirode. 2016.
Study Of Formulation Variables On
digunakan dalam pengukuran ukuran partikel
Bioavailability Of Metformin
yaitu menggunakan Scanning Electron Hydrochloride. ejpmr, 3(11): 484-497
Microscopy (SEM). Dalam penelitian Ashok Desai, Divyakant., Benjamin Wong, Yande
dan Wahid (2015), ukuran partikel obat setelah Huang., Dan Tang, Jeffrey
Hemenway, Srinivasa Paruchuri,
dilakukan spray drying menjadi 5-10 µm.
Hang Guo1, Daniel Hsieh, and Peter
SIMPULAN Timmins. 2014a. Influence of
dissolution media pH and USP1
Medium yang memiliki nilai disolusi
basket speed on erosion and
yang tinggi pada uji disolusi metformin yaitu disintegration characteristics of
buffer fosfat pH 6,8 dan buffer pH 7,4 untuk immediate release metformin
tablet sustained release. Selain itu, penambahan hydrochloride tablets. Pharm Dev
Technol.
SLS pada medium HCl 0,1 N pH 1,2 dan buffer
10.3109/10837450.2014.892132.
asetat pH 4,2 dapat meningkatkan kadar Desai, Divyakant., Benjamin Wong, Yande
metfotmin terlarut dalam uji disolusi. Dalam Huang, Qingmei Ye, Dan Tang,
meningkatkan permeabilitas, β-siklodekstrin, Hang Guo, Ming Huang, Peter
Timmin. 2014b. Surfactant-
Poloxamer-407, ekstrak gokhru, piperin dapat
Mediated Dissolution of Metformin
ditambahkan dalam formulasi. Sediaan dalam Hydrochloride Tablets: Wetting
bentuk liposom yang dilapisi GP/CH Effects Versus Ion Pairs Diffusivity.
Journal Of Pharmaceutical
microcomplexes dan teknologi spray drying
Sciences. 103:920–92.
juga dapat digunakan dalam meningkatkan Diaz, Dorys Argelia., S.T. Colgan., C. S.
permeabilitas dari metformin. Langer., Nagesh T. Bandi., Michael
D. Likar., Leslie Van Alstine. 2015.
DAFTAR PUSTAKA
Dissolution Similarity
Amsa. P., S. Tamizharasi., M. Requirements: How Similar or
Jagadeeswaran., [Link]. Dissimilar Are the Global
2014. Preparation and solid state Regulatory Expectations?. The AAPS
characterization of simvastatin Journal. DOI: 10.1208/s12248-015-
nanosuspensions for enhanced 9830-9.
solubility and dissolution. Khan, Masheer Ahmed. 2014. The Influence
International Journal of Pharmacy Of pH On Drug Release From
and Pharmaceutical Sciences; 6(1). Metformin HCl Matrices
Ashok, Karale Amit and A.A Wahid. 2015. Containing Different Grades Of
Formulation, Development And Hydroxypropyl Methyl Cellulose.
Absorption Enhancement Of Inter. J. of Pharmacotherapy. 4(1) :
Metformin Hydrochloride By Using 29-31
Spray Drying Technique. WJPR, 4
(6).
Farmaka
Volume 17 Nomor 1 106

Kumar, Ashwini., Mayank Bansal. 2014. Osman, Zuheir., A. [Link], A. M.


Formulation And Evaluation Of Abedelghayoum. 2017.
Antidiabetic Tablets: Effect Of Comparative Evaluation Of
Absorption Enhancser. WJPS, Physicochemical Properties Of
3(10). Some Commercially Available
Manca, ML., Manconi M, Valenti D, Lai F, Loy Brands Of Metformin Hcl Tablets
G, Matricardi P, Fadda AM. 2012. Marketed In Sudan. IAJPR, Vol. 7
Liposomes coated with chitosan- (1).
xanthan gum (chitosomes) as potential Oyetunde, Olubukola O., Fola Tayo,
carriers for pulmonary delivery of
Moshood O.A., and Bolajoko A.
rifampicin. J Pharm Sci. Vol.
Aina. 2012. In Vitro Equivalence
101(2):566-75.
Manconi, M., Mura S, Manca ML, Fadda AM, Studies of Generic Metformin
Dolz M, Hernandez MJ, Casanovas A, Hydrochloride Tablets and
Díez-Sales. 2010. Chitosomes as drug Propranolol Hydrochloride Tablets
delivery systems for C-phycocyanin: Under Biowaiver Conditions in
preparation and characterization. Int J Lagos State, Nigeria. Dissolution
Pharm. Vol. 392(1-2):92-100. Technologies.
Manconi M, Nácher A, Merino V, Merino- Rai, Raghvendra., Nikhil Bali, Solanke
Sanjuan M, Manca ML, Mura C, Mura Amar, Salve Pramod, Wankhede
S, Fadda AM, Diez-Sales O. 2013. Harshad. 2014. Effect of oral
mproving Oral Bioavailability and
permeation enhancer in intestinal
Pharmacokinetics of Liposomal
permeability of metformin
Metformin by Glycerolphosphate–
Chitosan Microcomplexation. AAPS hydrochloride. Conference : 2ns
PharmSciTech. Vol. 14(2): 485–496. Nirma Institute of Pharmacy
Mansour, Oussama., Mostafa Isbera. 2016. International Conference.
Assessment of physicochemical Sachan, Anupam Kr., Vineet Kumar, and
properties of metformin Ankita Gupta. 2016. Comparative
hydrochloride (850mg) tablets in-vitro evaluation of fout different
marketed in Syria. JCPS, 9 (2). brand of metformin HCl available in
Mitra, Ashim K., Deep Kwatra, Aswani Kanpur district, India. Der
Dutt Vadlapudi. 2014. Drug Phramacia Lettre,Vol. 8 (5) : 419-
delivery. Burlington : Jones Bartlrtt 424.
Learning. Stuart, A. Villarroel., Y. Clement., P.
Paar, Alan., Ismael J. Hidalgo, Chis Bode, Sealy., R. Löbenberg2,.L. Montane-
William Brown, et al. 2016. The Jaime1., R. G. Maharaj., and A.
Effect of Excipient on the Maxwell. 2015. Comparing the
Permeability of BCS Class II Dissolution Profiles of Seven
Metformin Formulations in Simulated
Compounds and Implication for
Intestinal Fluid. Dissolution
Biowaiver. Pharm Ress. Vol. 33 :
Technologies,
167-176.
[Link]/10.14227/DT220115P1.
Troja, Eva. 2016. Metformin IR tablets :
partial in vitro dissolutin profiles
difference do not preclude in vivo
bioequivalence. International
Scientific Journal.

Anda mungkin juga menyukai