BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Customer Service
Dengan tren permintaan konsumen di era modern ini cenderung lebih suka
yang instan atau tidak direpotkan untuk ma salah administrasi dan lain-lain. Oleh
karena itu, banyak bank yang menawarkan kepada masyarakat atau calon nasabah
untuk produk yang dijual, dengan cara mempermudah sistem administrasi dan
syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh nasabah. Hal ini dilakukan oleh bank,
untuk merebut calon nasabah dan unggul dalam persaingan. Sehingga perbankan
membutuhkan peran Customer Service untuk melakukan interaksi dan
memberikan pelayanan terhadap nasabah dan calon nasabah terkait dengan jasa
yang akan digunakan. Peran Customer Service ini dinilai sangat menentukan
kelancaran usaha perbankan.
Customer Service adalah setiap kegiatan yang diperuntukan atau ditujukan
untuk memberikan kepuasan kepada nasabah, melalui pelayanan yang dapat
memenuhi kegiatan dan kebutuhan nasabah (Dr. Kasmir. MM., Etika Customer
Service).
Customer Service memegang peranan sangat penting dalam perusahaan
maupun bank. Oleh karena itu tugas Customer Service merupakan tulang
punggung kegiatan operasional dunia perbankan. Menurut [Link],MM.
peranan Customer Service adalah mempertahankan nasabah lama agar tetap setia
menjadi nasabah kita melalui pembinaan hubungan yang lebih akrab dengan
10
11
nasabah. Dan juga berusaha untuk mendapatkan nasabah baru untuk melalui
berbagai pendekatan juga meyakinkan nasabah tentang kualitas produk yang
dimiliki.
Seorang Customer Service juga diharapkan dapat memberikan pelayanan
yang cepat, akurat, baik dan ramah terhadap nasabah. Pelayanan baik, memuaskan
dan maksimal yang diberikan oleh Customer Service memang berpengaruh
terhadap loyalitas nasabah yang bersangkutan. Seorang Customer Service yang
baik tidak hanya dilihat dari segi fisik, namun juga dilihat dari segi non-fisik
seperti kemampuan dan etika pelayanan. Disamping itu untuk mempertahankan
nasabah lama untuk terus membeli dan mengkonsumsi produk bank tersebut,
tetapi juga mampu untuk menarik calon nasabah baru untuk ikut membeli produk
bank yang ditawarkan serta memberikan pelayanan yang memuaskan kepada
semua nasabah.
2.2 Tugas dan Tanggung Jawab Customer Service
2.2.1 Tugas Customer Service
Tugas Customer Service secara umum adalah melayani nasabah
sesuai dengan pedoman atau ketentuan [Link] tersebut harus
dilaksanakan secara sungguh-sungguh mengingat betapa pentingnya
seorang Customer Service bagi bank. Tugas seorang Customer Service
adalah :
1. Menerima, melayani dan mengatasi permasalahan nasabah.
2. Pelayanan pembukaan rekening tabungan, deposito, dan giro.
12
3. Mengadministrasikan daftar hitam Bank Indonesia, daftar
rehabilitasi nasabah dan mengfile nasabah.
4. Memberikan informasi tentang saldo dan mutasi nasabah.
5. Mengadministrasikan buku cek, giro, dan tabungan.
6. Memperkenalkan produk baru.
Menurut Kasmir (Etika Customer Service;2008;191) Tugas-tugas
seorang Customer Service adalah :
1. Sebagai Receptionist
Customer Service bertindak sebagai penerima tamu yang datang
ke bank dengan ramah, sopan, tenang, simpatik, menarik dan
menyenangkan Customer Service memberikan perhatian dan
ucapan salam kepada nasabah yang datang dan berbicara dengan
jelas.
2. Sebagai deskman
Customer Service bertindak sebagai pemberi informasi
mengenai produk perbankan, menjelaskan manfaat atau
karakteristik produk yang akan digunakan menjawab pertanyaan
nasabah. Brosur dan formulir sangat diperlukan untuk kelancaran
kegiatan, dan membantu pengisian formulir aplikasi secara lengkap
sesuai dengan transaksi nasabah.
3. Salesman
Customer Service bertindak atau berusaha untuk menjual produk
perbankan diperlukan pendekatan-pendekatan kepada nasabah
13
untuk sedia menggunakan produknya dan juga berusaha mencari
nasabah baru. Keluhan dan permasalah nasabah juga perlu
diperhatikan sebab menjadi tolak ukur untuk kinerja Customer
Service.
4. Sebagai Customer Relation Officer
Customer Service bertindak sebagai penghubung antara bank
dengan nasabah. Bukan tidak mungkin nasabah pindah ke lain
bank karena pelayanan yang kurang, sehingga diperlukan
hubungan yang baik antara bank dengan nasabah agar nasabah
senang, puas dan percaya untuk menggunakan jasa dan produk
yang kita miliki.
5. Sebagai Komunikator
Customer Service bertindak sebagai pemberi segala informasi
mengenai produk dan jasa yang ditawarkan serta memberi
kemudahan kepada nasabah. Selain itu juga sebagai tempat
menampung keluhan dan sarana konsultasi nasabah. Hal ini untuk
menjaga hubungan baik dan lancar antara bank dengan nasabah.
2.2.2 Tanggung Jawab Customer Service
Tanggung jawab Customer Service yang paling utama adalah
memberikan informasi dan pelayanan terbaik kepada nasabah terkait
dengan berbagai produk yang ditawarkan oleh [Link] Customer
Service dikatagorikan sebagai pekerjaan pokok karena melalui pekerjaan
tersebut terdapat interaksi awal antara bank dengan nasabah atau
14
konsumen perbankan untuk melakukan pembukuan rekening simpanan
atau memperoleh informasi mengenai produk dan aktivitas tertentu bank.
Pekerjaan Customer Service juga berkaitan erat dengan penerapan
prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko bank melalui penerapan Know
Your Customer (KYC) dan anti money laundering, pelaksanaan edukasi
kepada nasabah agar nasabah memiliki kepahaman yang mengenai produk
atau aktivitas bank, pemelihara nasabah untuk menjadi kelangsungan
usaha suatu bank, dan perlindungan terhadap hak dan kepentingan nasabah
dari konsumen perbankan,khususnya terkait dengan kerahasiaan data
nasabah.
Customer Service fungsi yang beragam, menurut Anggraeni
(Customer Service dan Etika Perbankan) Customer Service memiliki
fungsi sebagai berikut :
a. Front Line Officer : sebagai cermin layanan suatu bank
b. Liasson Officer : sebagai perantara nasabah dan bank
c. Salesman : sebagai penjual
d. Servising : sebagai pelayanan nasabah
e. Advisor : sebagai konsultan nasabah
f. Maintenance : sebagai pembina nasabah
g. Handling Complain : sebagai trouble suiter
2.3 Etika, Etiket dan Sikap Customer Service
1) Etika Customer Service
15
Menurut Tjiptono (Prinsi-Prinsip Total Quality Service.2006),
Etika Dasar Customer Service dalam melayani nasabah adalah sebagai
berikut:
a. Mengenal Nasabah
Agar Customer Service dapat memberikan pelayanan prima,maka harus
mengenal karakteristik mereka dengan baik. Karakteristik yang berbeda-
beda membuat penanganannya juga berbeda.
b. Mengetahui Kemauan Nasabah
Sebagai Customer Service bank harus memahami sebenarnya apa saja
kemauan nasabah. Customer Service harus yakin dan berprinsip bahwa
calon nasabah yang akan loyal, tunjukkan pada nasabah bahwa bank
tersebut adalah bank yang dapat memenuhi keinginannya sehingga tidak
mudah berpaling kepada bank lain.
c. Menginformasikan Produk-Produk Bank
Menjadi kewajiban bank untuk selalu memperkenalkan produk-produk
miliknya kepada nasabahnya. Setiap bank biasanya gencar
mempromosikan dirinya, apalagi produk terbaru. Promosi dapat dilakukan
dimana saja, baik dimedia massa berupa cetak maupun elektronik, maupun
spanduk atau baliho. Mereka bukannya tidak percaya,namun mereka ingin
merasa lebih yakin. Disinilah peran Customer Service berkewajiban
memberikan penjelasan yang merka butuhkan.
d. Tidak Memaksakan Kehendak
16
Dalam melayani nasabah Customer Service harus menghindari kesan
memaksakan kehendak. Customer Service bukan pedagang kaki lima yang
suka menarik-narik tangan konsumen atau membujuk dengan setengah
memaksa orang untuk membeli dagangannya. Customer Service adalah
karyawan bank yang memiliki etika tinggi dalam memberikan pelayanan
terhadap nasabah.
e. Melayani Sampai Tuntas
Customer Service harus mempunyai prinsip bahwa kepuasan nasabah
nomor satu. Untuk memuaskan nasabah banyak cara yang Customer
Service lakukan. Tetapi ada beberapa persoalan yang kerap Customer
Service abaikan padahal amat penting. Sehingga seorang customer service
harus melakukan tugasnya yaitu melayani nasabah sampai tuntas sebelum
melayani nasabah yang lain.
f. Menjamin Rahasia Nasabah
Menjadi kewajiban pihak perbankan yang menjaga kerahasiaan
nasabahnya. Kerahasiaan ini akan menjamin rasa aman nasabah
menyimpan uangnya dan dipergunakan tanpa rasa takut mendapat
ancaman dari orang lain. Bank harus mampu menyakinkan nasabahnya
bahwa uangnya terjamin dan aman dari investasi dari pihak manapun.
g. Melayani Dengan Ceria dan Senyum
Apapun yang terjadi Customer Service harus tetap mampu menampilkan
wajah ceria dan tersenyum manis kepada nasabah. Senyum menghiasi
17
wajah yang ceria akan memberikan dampak positif bagi nasabah sehingga
mereka merasa lebih akrab dan santai dalam melaksanakan urusannya.
h. Tidak Berprasangka Negatif
Customer Service selalu berfikir positif karena merupakan dasar-dasar
bagi Customer Servicedalam melayani nasabahnya. Berfikir positif akan
meningkatkan kualitas kemitraaan dengan nasabah. Nasabah pun akan
merasa nyaman karena merasa selalu dicurigai kehendaknya.
i. Meningkatkan Keluhan Nasabah
Dengan berprinsip berusaha memberikan pelayanan terbaik,maka kita
dituntut untuk bisa bersikap sabar menghadapi keluhan nasabah.
Walaupun kita telah berusaha semaksimal mungkin,namun tidak selalu
pelayanan yang kita berikan memuaskan mereka. Tidak hanya dengan
mendengarkan tetapi juga setelah itu menjelaskan dengan baik sebab
mengapa keluhan tersebut juga bisa terjadi.
j. Mengucapkan Terima Kasih
Ucapan terima kasih adalah hal yang tak kalah pentingnya. Customer
Service yang merupakan orang pertama dijumpai dan diminta penjelasan
oleh nasabahnya, dengan ucapan terima kasih kepada nasabah walupun
meraka datang tidak untuk menyimpan uangnya tetapi setidaknya nasabah
merasa dihargai. Ucapan terima kasih yang disampaikan dengan wajah
ceria dan senyum manis merupakan jurus pemikat yang ampuh bagi kita
untuk menaklukan hati nasabah.
18
2) Etiket Customer Service
Menurut Kasmir (Etika Customer Service,2008) beberapa etiket
yang harus diperhatikan dalam melayani seluruh nasabah adalah sebagai
berikut :
a. Sikap dan Perilaku
Sikap dan perilaku yang ditunjukkan kepada nasabah pada saat
berhubungan setiap hari harus dijaga dengan baik dan peduli terhadap
nasabah tersebut.
b. Penampilan
Cara berpakaian, cara bicara, perilaku dan sikap seseorang Customer
Service harus dapat membuat nasabah terkesan. Penampilan harus selalu
terlihat gembira dan senang pada saat berhubungan dengan nasabah.
c. Cara Berpakaian
Cara berpakain artinya cara menggunakan baju,celana,dan aksesoris yang
melekat pada pakaian itu. Pakaian harus serasi antara baju dan celana
termasuk warna yang dipilih. Selain itu pakaian harus terlihat
rapi,bersih,dan wangi sehingga nasabah senang berada didekatnya.
d. Cara Berbicara
Cara berbicara kepada nasabah harus jelas singkat dan tidak bertele-tele.
Nasabah senang dengan pembicaraan yang jelas langsung kepada point
19
masalah. Jangan membahas hal-hal yang bukan pokok masalah dan jangan
melakukan pembicaraan yang sifatnya mengejek nasabah.
e. Gerak Gerik
Gerak gerik meliputi mimik wajah,pandangan mata,gerakan tangan,dan
anggota badan lain. Jangan membuat gerak-gerik yang mengakibatkan
nasabah tersinggung. Misal memandang dengan muka sinis dan cemberut.
Ekspresi wajah harus selalu senyum dan senang agar saat nasabah datang
merasa nyaman.
f. Cara Bertanya
Nasabah memiliki karakteristik yang berbeda. Ada nasabah yang
cerewet,pendiam dan lainnya. Sebagai seorang Customer Service harus
memiliki inisiatif untuk bertanya pada nasabah yang
pendiam,mendengarkan bila ada nasabah berbicara dan menjawab dengan
baik pertanyaan yang diajukan.
3) Sikap Customer Service
Agar nasabah dapat merasa puas,sikap kita dalam melayani
nasabah harus diatur sedemikian rupa. Menurut Kasmir (Etika Customer
Service,2008) beberapa sikap yang harus diperhatikan dalam melayani
seluruh nasabah adalah sebagai berikut:
a. Beri Kesempatan Nasabah Berbicara
Artinya Customer Service memberikan kesempatan kepada nasabah untuk
mengemukakan segala keinginannya terlebih dahulu. Dalam hal ini
Customer Service harus dapat menyimak setiap pembicaraan yang
20
dikemukakan nasabah. Customer Service juga harus memahami keinginan
nasabah.
b. Dengarkan Baik-Baik
Mendengar baik-baik artinya pada saat nasabah mengemukakan
persoalannya Customer Servicemendengar penuh perhatian sehingga
nasabah merasa senang untuk menjelaskan persoalan yang dihadapinya
serta keinginnanya.
c. Jangan Menyela Pembicaraan
Jangan menyela pembicaraan artinya sebelum nasabah selesai bicara
Customer Service dilarang memotong atau menyela pembicaraan. Usahan
Customer Service memberikan tanggapan setelah nasabah selesai
berbicara. Terkadang konsentrasi nasabah menjadi terganggu sehingga
lupa apa yang harus dikemukakan. Biasanya nasabah malas mengingat
kembali apa yang sudah ia jelaskan [Link] karena itu,hal yang
kurang perlu jangan menyela atau memotong pembicaraan dan usahakan
pembicaraan berjalan tuntas terlebih dahulu.
d. Ajukan Pertanyaan Setelah Nasabah Selesai Berbicara
Jika ada pertanyaan, sebaiknya ajukan setelah nasabah baru dilakukan
apabila nasabah sudah selesai bicara dapat dianggap sopan. Dalam
mengajukan pertanyaan, Customer Service harus memilih dulu pertanyaan
yang dianggap penting. Pengajuan pertanyaan hendaknya dengan bahasa
yang baik, singkat, dan jelas.
e. Jangan Marah dan Jangan Mudah Tersinggung
21
Karena nasabah memiliki bermacam-macam sifat,jika ada kata-kata atau
sikap nasabah yang kurang berkenan,Customer Service jangan cepat emosi
atau tersinggung. Cara berbicara,sikap atau nada bicara dalam menanggapi
nasabah jangan sekali-kali menyinggung nasabah. Customer Service harus
tetap sabar dalam melayani.
f. Jangan berdebat Masalah Dengan Nasabah
Customer Service jangan sekali-kali berdebat atau memberikan argument
yang tidak dapat diterima oleh nasabah. Hal ini disebabkan nasabah tidak
suka dibantah atau didebat. Jika dianggap perlu untuk membantah,gunakan
cara yang halus sehingga tidak merasa lebih rendah atau salah.
g. Jaga Sikap Sopan,Ramah,dan Selalu Berlaku Tenang
Dalam melayani nasabah,sikap sopan santun dan ramah harus selalu
dijaga. Begitupula dengan emosi harus tetap terkendali dan selalu berlaku
tenang dalam menanggapi nasabah yang kurang menyenangka.
h. Jangan Menangani Hal-Hal yang Bukan Merupakan Pekerjaannya
Terkadang ditemukan Customer Servicemenangani pekerjaan yang
sebenarnya bukan wewenangnya untuk melakukan hal tersebut dan merasa
mampu melakukan semua hal. Padahal kemampuannya sangat kurang
sehingga dapat memberikan informasi yang salah dan keliru. Oleh karena
itu,sebaiknya karyawan tidak menangani tugas-tugas yang menjadi
wewenangnya. Serahkan kepada karyawan yang berhak sehingga tidak
terjadi kesalahan dalam memberikan informasi.
i. Tunjukkan Perhatian dan Sikap Ingin Membantu
22
Nasabah yang datang ke perusahaan pada prinsipnya ingin dibantu. Arti
nasabah mempunyai masalah yang tidak mampu ia selesaikan sendiri.
Oleh karena itu,dalam memberikan sikap,berikan perhatian sepenuhnya
dan tunjukkan bahwa memang kita ingin membantu. Dengan
demikian,nasabah akan merasa senang dan tenang karena yakin
masalahnya dapat terselesaikan.
Menurut Kasmir (Etika Customer Service,2008) pelayanan yang
dapat diberikan oleh Customer Service adalah sebagian berikut :
a. Mengucapkan Salam
Mengucapkansalampadasaat bertemu dengan nasabah seperti selamat
pagi,siang,atau sore. Jika kita sudah mengetahui agama nasabah,misalnya
muslim maka ucapkan assalamualaikum. Begitu pula jika sudah
mengetahui nama, sekaligus dengan namanya. Ucapan salam ini depat
mencairkan suasana kaku antara nasabah dengan Customer Service. Bagi
nasabah ucapan salam merupakan penghormatan dan perhatian kita
terhadapnya,nasabah juga merasa dihargai kehadirannya.
b. Mempersilahkan Tamu
Setelah mengucapkan salam segera persilahkan tamu untuk masuk atau
duduk dengan sopan. Jika masih melayani nasabah atau sedang mengambil
atau membereskan suatu pekerjaan,nasabah diminta untuk menunggu
sebentar. Baik dalam mengucapkan salam maupun mempersilahkan tamu
masuk atau duduk,selalu dengan ramah dan murah senyum.
c. Bertanya Tentang Keperluan Nasabah
23
Setelah dipersilahkan duduk barulah Customer Servicebertanya tentang
maksud kedatangan nasabah secara ramah,sopan,dan lemah lembut.
Pertanyaan pembuka dapat dilakukan dengan menanyakan kabar jika
sudah dikenal,kemudian dapat juga dengan pertanyaan basa-basi.
d. Bila Ingin Menyuruh
Untuk hal-hal yang dianggap perlu bila ingin menyuruh nasabah biasakan
mulai dengan mengucapkan kata “tolong” atau “maaf”. Namun jika masih
bisa dikerjakan sendiri sebaiknya jangan menyuruh nasabah. Menyuruh
nasabah, misalnya dalam mengisi formulir yang memang harus diisi oleh
nasabah atau menyuruh untuk menunggu sesaat.
e. Mengucapkan Terima Kasih
Ucapan terima kasih apabila nasabah memberikan kritikan dan saran bagi
kita. Hal yang sama juga dilakukan nasabah jika hendak pamit setelah
menyelesaikan masalahnya atau urusannya. Ucapan terima kasih akan
menyenangkan nasabah karena merasa dihargai atas kedatangannya.
2.4 Service Excellence
Pelayanan yang baik memperkuat kesetiaan nasabah dan meningkatkan
pangsa pasar,karena itu pelayanan yang baik menjadi hal yang sangat
penting dan berpengaruh dalam operasional suatu bank itu sendiri.
2.4.1 Pengertian Service Excellence
Pelayanan adalah bagian dari marketing. Falsafah yang mendasari
kegiatan usaha bank adalah kepercayaan masyarakat. Terciptanya kualitas
24
layanan tentunya akan menciptakan kepuasan terhadap pengguna
layanan,yang pada akhirnya dapat memberikan beberapa
manfaat,diantaranya terjadi hubungan yang harmonis antara penyedia jasa
dan nasabah,memberikan dasar yang baik bagi terciptanya loyalitas
nasabah dan membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut yang
menguntungkan bagi penyedia jasa tersebut.
Pelayanan prima adalah kepedulian kepada pelanggan dengan
memberikan layanan terbaik untuk memfasilitasi kemudahan pemenuhan
kebutuhan dan mewujudkan kepuasannya agar mereka selalu loyal kepada
perusahaan.
2.4.2 Tujuan Service Excellence
Tujuan dari Service Excellence atau pelayanan prima adalah :
a. Tujuan pelayanan prima mencegah pembelotan dan membangun
kesetian pelanggan. Pembelotan pelanggan atau berpalingnya
pelanggan disebabkan karena kesalahan pemberi pelayanan maupun
sistem yang digunakan oleh perusahaan dalam melayani pelanggan.
b. Tujuan pelayanan prima dapat memberikan rasa puas dan kepercayaan
pada konsumennya. Dalam pelaksanaannya pelayanan prima
merupakan pelayanan yang sangat baik dan melampaui harapan
pelanggan dan pelanggan yang memiliki ciri khas kualitas. Kualitas
memberikan suatu dorongan kepada pelanggan untuk menjalin
hubungan yang kuat untuk pelanggan. Kebutuhan yang sesuai dengan
rasa dan nilai subjektif kepada pelanggan. Dalam jangka waktu yang
25
panjang perusahaan yang akan tetap bertahan hidup dalam
menghadapi persaingan bisnis yang mengglobal adalah perusahaan
yang terus melakukan perbaikan dalam kegiatan
pelayanan,operasional dan jasa atau inovasi produk untuk selalu
meningkatkan kualitas.
c. Tujuan pelayanan prima tetap menjaga dan merawat agar pelanggan
mereka diperhatikan dan dipentingkan segala kebutuhannya atau
keinginannya. Pelayanan dengan standart kualitas yang tinggi dan
selalu mengikuti perkembangan setiap kebutuhan pelanggan setiap
saat secara konsisten dan akurat.
d. Tujuan pelayanan prima merupakan upaya mempertahankan
pelanggan agar tetap loyal untuk menggunakan produk barang atau
jasa yang telah ditawarkan.
2.4.3 Aspek Dasar Bagi Pelayanan Prima
a. Ability (Kemampuan)
Memiliki kemampuan yang baik dalam bidang tugasnya(kemapuan
menjelasakn dengan baik tentang pengetahuan produk yang
ditawarkan).
b. Attitude (Sikap)
Perilaku yang harus ditonjolkan pada saat melayani atau pada saat
dihadapan nasabah.
c. Apearance (Penampilan)
26
Penampilan seseorang baik secara fisik atau non fisik yang mampu
merefleksikan kepercayaan,kredibilitas,kehormatan diri dihadapan
nasabah.
d. Attention (Perhatian)
Perhatian dan kepedulian penuh kepada pelanggan baik terhadap
kebutuhan,keinginan,kesulitan,keluhan,saran,dan kritik.
e. Action (Tindakan)
Tindakan atau kegiatan nyata yang harus dilakukan dalam
memberikan pelayanan terhadap nasabah.
f. Accountability (Tanggung jawab)
Sikap dan tindakan keberpihakan kepada nasabah atas hal-hal yang
mungkin dapat menimbulkan kegiatan kesulitan,kerugian,dan
kekecewaan bagi nasabah.
2.5 Standart Terapan Service Excellence atau Pelayanan Prima
a) Standart Ability (Kemampuan)
Mampu berkomunikasi dengan Bahasa Jawa kromo inggil atau
Bahasa Indonesia Baku dengan baik. Mampu berkomunikasi dengan
bahasa tubuh (Mengekspresikan rasa hormat, menghargai,
berterimakasih, tulus, senang melayani). Mampu menggunakan alat
komunikasi (Telephone, HP, fax, e-mail) dengan baik. Menguasi
prosedur knowlegde dengan baik, menguasai prosedur, alat, dan bukti
transaksi.
27
b) Standart Attitude (Sikap)
Pada saat melayani nasabah tunjukan sikap ramah dan senyum yang
tulus walaupun nasabah marah namun sikap seorang Customer
Service harus melayani dengan ramah dan penuh perhatian, perhatian
dengan mata yang melihat dan memperhatikan dengan antusias,
hormat dengan anggukan dan sedikit membunggukkan tubuh bagian
atas, menghargai dengan cara bertanya, mendengarkan dan membantu.
Selain itu Customer Service juga harus tetap berpegang kepada SOP
yang berlaku namun jangan sampai terlihat kaku dan teralalu formal,
cairkan suasana dengan sapaan-sapaan yang akrab tapi tetap sopan
dan hormat.
c) Standart Apearance (Penampilan)
1. Pakaian Wanita
a. Rapi, sesuai ukuran tubuh dan menutup aurat wanita, baju atas
harus menutup sampai bagian pinggul dan tidak boleh
dimasukkan ke dalam baju bagian bawah.
b. Tidak boleh menggunakan kombinasi warna kontras dan
mencolok atau kombinasi warna-warni lebih dari tiga warna
dominan dan kontras.
c. Bawahan bisa bermodel rok, blus, dan yang utama tidak boleh
ketat dan transparan.
2. Sepatu Wanita
28
a. Sepatu resmi atau pantofel, model baku polos tertutup hak 2cm
sampai 5cm warna gelap (hitam dan coklat), tanpa hiasan
apapun.
b. Untuk menambah kerapian dan meningktakan penampilan serta
menutup aurat lebih sempurna disarankan memakai kaos kaki
yang lembut dan warna senada dengan kulit.
d) Standart Attention (Perhatian)
1. Memberikan perhatian secara baik kepada setiap nasabah yang
dihadapi tanpa pilih kasih.
2. Bila ada nasabah yang kelihatan bingung atau mengalami kesulitan
dengan administrasi transaksi berilah perhatian dengan menyapa
dan menanyakan apa yang bisa dan perlu dibantu.
3. Bila ada nasabah yang kelihatan resah atau gelisah tidak sabar
menunggu antri atau pelayanan, berilaha perhatian dengan
menyapa dan sampaikan permohonan maafn karena tidak dapat
melayani dengan cepat dan meminta pngertiannya untuk sedikit
bersabar.
e) Standart Action (Tindakan)
1. Standart Ucapan
2. Standart Tatap muka
3. Standart menerima telepon
4. Standart saat berdiri
5. Standart saat duduk
29
6. Standart jabat tangan
7. Standart saat berbicara
f) Standart Accountability (Tanggung Jawab)
1. Bila Melaukan Kesalahan
a. Tidak boleh mengotot membela diri
b. Tunjukan ekspresi penyesalan
c. Sampaikan permohonan maaf atas yang telah diperbuat dan
berjanjin tidak mengulang kembali
d. Segera lakukan perbaikan atau pembetulan sesuai dengan
prosedur
e. Tidak melemparkan masalah kepada orang lain
2. Bila Mengecewakan Nasabah
a. Tunjukan ekspresi menyesal
b. Sampaikan permintaan maaf karena membuat nasabah kecewa
c. Segera lakukan perbaikan pelayanan
3. Bila Membuat Nasabah Menunggu lama
a. Tunjukan perhatian dan rasa resah kepada nasabah bahwa ikut
merasakan keresahan nasabah (rasa empati)
b. Sampaikan permohonan maaf dan penyesalan tidak dapat
melayani dengan cepat
c. Sampaikan penjelasan dan pahamkan serta memohon untuk
mengerti atas suatu persoalan yang membuat lambannya
pelayanan.