100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
219 tayangan30 halaman

Penerapan Metode Modelling PAI di SMK

Proposal ini membahas penerapan metode Modelling The Way dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya materi Perawatan Jenazah di kelas XI SMK Negeri I Panji Situbondo untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode tersebut dan apakah dapat meningkatkan hasil belajar siswa."

Diunggah oleh

evi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
219 tayangan30 halaman

Penerapan Metode Modelling PAI di SMK

Proposal ini membahas penerapan metode Modelling The Way dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya materi Perawatan Jenazah di kelas XI SMK Negeri I Panji Situbondo untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode tersebut dan apakah dapat meningkatkan hasil belajar siswa."

Diunggah oleh

evi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

" Penggunaan Metode Modelling The Way untuk meningkatkan hasil pembelajaran
PAI pada materi Perawatan Jenazah pada siswa kelas XI TKKR SMK Negeri I Panji
Situbondo"

Disusun untuk memenuhi tugas Lokakarya PPG dalam Jabatan 2021


LPTK UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Dosen Pengampu: Dr. Hj. St. Mislikhah,[Link].

Disusun Oleh:

EVI MUAFIA, [Link].I

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN


LPTK UIN KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
KEMENTERIAN AGAMA RI
2021
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT, shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW yang telah
membimbing umat manusia melalui lembaga pendidikan terbaik. Alhamdulillah, Proposal
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul: " Penggunaan Metode Modelling
The Way untuk meningkatkan hasil pembelajaran PAI pada materi Perawatan Jenazah
pada siswa kelas XI TKKR SMK Negeri I Panji Situbondo"
dapat diselesaikan sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu, sudah sepantasnya
kami mengucapakan terima kasih kepada :
1. Dr. Hj. Mukni’ah, [Link].I., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan / Ketua
LPTK UIN KHAS Jember yang telah memberikan ijin serta dukungan secara moral
maupun materiil dalam penyelenggaraan PPG Dalam Jabatan 2021.
2. Dr. Nino Indianto, [Link]., selaku Ketua Program Studi PPG di FTIK UIN KHAS Jember
yang telah memberikan layanan dan fasilitas dalam menempuh kegiatan PPG Dalam
Jabatan 2021 ini.
3. Ibu Dr. Hj. Mislikhah [Link] selaku dosen pengampu Lokakarya Penelitian Tindakan
Kelas yang telah banyak memberikan bimbingan, saran, dan motivasi dalam penyusunan
Proposal PTK ini.
4. Bapak Suprihartono, [Link], MM selaku Kepala SMK Negeri I Panji Situbondo
5. Seluruh tim panitia penyelenggaraan PPG Dalam Jabatan 2021 yang telah memfasilitasi
dan mendampingi rangkaian kegiatan dengan sabar.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan proposal ini masih belum sempurna dan
masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat kami
harapkan demi kesempurnaan proposal kami. Penulis berharap mudah-mudahan penelitian
ini bermanfaat bagi semua pihak terkait.

Penulis
OUTLINE PROPOSAL PTK

PPG DALJAB 2021

LPTK UIN KHAS JEMBER

Halaman Sampul

A. JUDUL

B. LATAR BELAKANG MASALAH

C. PERMASALAHAN

1. IDENTIFIKASI MASALAH

2. RUMUSAN MASALAH

D. CARA PEMECAHAN MASALAH

E. TUJUAN PENELITIAN

F. MANFAAT PENELITIAN

G. DEFINISI ISTILAH/OPERASIONAL

H. KAJIAN PUSTAKA

1. Kajian Terdahulu

2. Kajian Teori (tentang problem, pemecahan problem, dan relevansi

antara problem dan pemecahan problem)

I. HIPOTESIS TINDAKAN

J. METODE PENELITIAN

1. Pendekatan dan jenis penelitian

2. Lokasi, Waktu dan Subjek Penelitian

3. Prosedur penelitian

4. Pelaksanaan siklus penelitian

5. Teknik Pengumpulan Data


6. Instrumen penelitian

7. Teknis Analisa Data

8. Keabsahan Data

9. Indikator Kinerja (Kriteria Keberhasilan)

10. Tim Peneliti

Daftar Pustaka

Lampiran
PENERAPAN METODE MODELLING THE WAY

UNTUK MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN SISWA

KELAS XI TKKR SMK NEGERI I PANJI SITUBONDO

TAHUN AJARAN 2021/2022


BAB I

A. Pendahuluan

Pendidikan merupakan kunci utama untuk membuka masa depan yang cerah. Pendidikan

adalah Interaksi manusiawi yang ditandai keseimbangan antara kedaulatan subyek didik

dengan kewibawaan pendidik untuk menghadapi lingkungan dalam mengalami perubahan

yang makin pesat1. Pendidikan yang digunakan hendaklah pendidikan yang mampu

menyiapkan peserta didik untuk menghadapi dunia luar atau nyata.

Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan mata pelajaran yang

mempelajari agama Islam, baik dari segi hukum agama (Syariat) maupun tata peribadahan

(ubudiyah). PAI merupakan pelajaran muatan nasional (Perdirjen 07/DD5/KK/2018) artinya

wajib diajarkan dan muatan serta strukturnya telah diatur dan ditetapkan oleh Negara.2

Dengan demikian, semua anak/siswa yang beragama Islam, dijamin oleh negara untuk

mendapat pengajaran materi PAI dengan konten dan pelaksanaan yang sama. PAI adalah

mata pelajaran yang wajib diberikan bagi seluruh siswa mulai jenjang dasar sampai

menengah atas. Bahkan pada level pendidikan tinggi. Materi PAI tetap diberikan meski

dengan sebutan lain atau menyesuaikan materi bahasan. Pembelajaran PAI bertujuan agar

anak mampu memahami hukum-hukum agama dengan baik serta bisa menerapkan ajaran

agama dalam amalan sehari-hari dan sebagai pandangan hidup peribadahan yang merupakan

kewajiban umat beragama.3

Tidak dipungkiri lagi metode dan alat pendidikan mempunyai peranan penting sebab

merupakan jembatan yang menghbungkan pendidikan dengan anak didik menuju keoada

1
Uzer Usman dan Lilis Setiawati, (ed) (1993) , Upaya Optimalisasi kegiatan belajar Mengajar, Bandung; PT
Remaja rosdakarya, cet. I), hal 13
2
Supriadi, D. (2005). Membangun Bangsa Melalui Pendidikan. Remaja Rosdakarya
3
Darajat, Z. (2008). Ilmu Pendidikan Islam. Bumi Aksara
tujuan pendidikan Islam yaitu terbentuknya kepribadian Muslim.4 Pentingnya pertimbangan

dalam memilih pendekatan dan metode dalam pembelajaran, menjadi aspek yang harus

diperhatikan oleh seorang guru dalam mengajarkan sebuah materi sehingga tercapai

pembelajaran yang efektif, memberi pengalaman belajar dan tercapai kompetensi

pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui manfaat dari penerapan metode

modelling The way pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya pada materi

Perawatan Jenazah di kelas XI TKKR SMK Negeri I Panji Situbondo.

Salah satu kewajiban umat Islam ketika ada yang meninggal dunia adalah mengurusi

jenazah tersebut. Hukumnya fardhu kifayah, yang artinya kewajiban yang apabila telah ada

sekelompok orang yang mengadakan pengurusan jenazah, mulai dari memandikan,

mengafani, menyalatkan, menguburkan, maka gugurlah kewajiban muslim yang lainnya.

Namun jika tidak ada yang mengerjakan, maka semua berdosa, meskipun hukum

penyelenggaraan jenazah fardhu kifayah, namun tiap individu muslim harus mengetahui

pengurusan jenazah ini. Jika semua orang berpikiran masalah ini sudah ada orang tertentu

yang menanganinya, dan tidak berkewajiban lagi bagi dirinya untuk mengurus, lambat laun

para generasi yang mengurus jenazah itu sedikit jumlahnya.

Untuk membina generasi ini, dapat dimulai dari pembelajaran Pendidikan Agama

Islam (PAI) di sekolah. Di sekolah terutama tingkat Sekolah Menengah Atas (SMK) terdapat

aspek fikih yang membahas mengenai tata cara pengurusan jenazah sehingga ketika mereka

berada di lingkungan masyarakat mampu mempraktekkannya. Ketika mempelajari tata cara

pengurusan jenazah di SMK ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketidak pekaan

individu dalam masalah ini, yaitu faktor internal (dari diri individu) dan faktor eksternal

(dari luar diri individu). Faktor internal ini bisa berupa kurangnya motivasi diri untuk

4
Abdul Rachman Shaleh, Pendidikan Agama dan Keagamaan, (Jakarta: PT. Gemawindu PancaPerkasa, cet.
I, 2000), hal 47
melakukan dan kurangnya kepedulian terhadap sesama. Sedangkan faktor exsternal bisa

dilihat dari kredibilitas guru, proses pembelajaran, alokasi waktu yang disediakan serta

fasilitas terutama media dan metode yang terbatas. Padahal apabila guru lebih kreatif dalam

membuat media dan metode pembelajaran, materi ini akan lebih mudah dipahami. Makanya

perlu adanya media dan metode untuk peningkatan pemahaman dan keterampilan

pelaksanaan Pengurusan Jenazah. Dalam Penelitian ini membahas penerapan metode

Modelling The Way pada pembelajaran PAI Materi Perawatan Jenazah pada jenjang SMK.

Dengan melihat pokok materi yang sesuai dan memungkinkan untuk dilaksanakan metode

Modelling The Way.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Bagaimanakah penerapan metode Modelling the way dalam

pembelajaran perawatan Jenazah di kelas XI TKKR SMK Negeri I Panji

Situbondo?

2. Apakah dengan menggunakan Metode Modelling the way dapat

meningkatkan Hasil belajar siswa kelas XI TKKR SMK Negeri I Panji

Situbondo?

C. Tujuan dan Manfaat Hasil Penelitian

1. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui bagaimana penerapan metode Modelling the way dalam

pembelajaran perawatan Jenazah di kelas XI TKKR SMK Negeri I Panji

Situbondo
b. Untuk mengetahui Apakah dengan menggunakan Metode Modelling the

way dapat meningkatkan Hasil belajar siswa kelas XI TKKR SMK Negeri

I Panji Situbondo

2. Manfaat Hasil Penelitian

Penelitian ini diharapakan dapat memberi manfaat kepada semua pihat yang

terkait sebagai berikut:

a. Penelitian ini diharapkan menambah kualitas kognitif siswa dalam

pembelajaran Pendidikan Agama Islam

b. Memotivasi siswa lebih efektif dalam proses kegiatan belajar mengajar

c. Penelitian ini diharapkan dapat mengatasai permasalahan yang dihadapi oleh

GPAI dalam melaksanakan Kegiatan belajar mengajar


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. KAJIAN TEORI

1. Hakikat Metode

a. Pengertian Metode

Metode pembelajaran memegang peranan penting dalam rangkaian sistem

pembelajaran. Maka dari tiu diperlukan kecerdasan dan kemahiran guru dalam memilih

metode pembelajaran. Pemilihan metode yang kurang tepat menjadikan pembelajaran

kurang efektif. Metode pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dalam

meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Hal tesebut disebabkan perkembangan teknologi

dalam bidang pendidikan yang menuntut efesiensi dalam pembelajaran. Menurut Sri

Aniatah W, dkk menyatakan bahwa metode adalah suatu cara yang digunakan guru dalam

pembelajaran siswa agar terjadi interaksi dan proses belajar yang efektif dalam

pembelajaran. Setiap metode mengajar memiliki karakter yang berbeda-beda dalam

membentuk pengalaman belajar siswa tetapi dengan yang lainnya sangat menunjang5

Sedang pengertian metode menurut Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya menyatakan

bahwa “Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang

dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Pengertian ini ialah teknik penyajian yang

dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di kelas baik

secara individual maupun secara kelompok/klasikal, agar pelajaran itu dapat diserap,

dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Makin banyak metode mengajar, makin

efektif pula pencapaian.6

5
Sri Anitah [Link], Strategi pembelajaran di SD (Jakarta Universitas Terbuka 2009) Cet ke 7
6
Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya, Strategi Belajar Mengajar (Bandung: CV Pustaka Setia 2005 [Link]
hal. 52
2. Metode Modeling The Way

a. Pengertian Metode Modeling The Way

Metode mengajar adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan

dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. Oleh karena itu peranan metode

mengajar diharapkan tumbuh berbagai kegiatan siswa sehubung dengan kegiatan mengajar

[Link] kata lain terciptalah edukatif. Dalam interaksi ini akan berjalan baik kalu siswa

banyak aktif bila dibandingkan guru7.

Metode adalah cara menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan

pembelajaran. Dengan kata lain metode adalah suatu cara yang bersistem untuk mencapai

tujuan tertentu. Metode merupakan cara mengajar yang telah disusun berdasarkan prinsip

dan sistem tertentu8 Penggunaan metode mempengaruhi hasil belajar dari siswa. Dengan

demikian guru tidak boleh sembarangan dalam hal memilih dan menggunakannya.

Metode modeling the way (membuat contoh praktek) adalah metode pembelajaran

yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekan keterampilan spesifik yang

dipelajari dikelas melalui Modelling the way. Siswa diberi waktu untuk menciptakan

sekenarionya sendiri dan menentukan bagaimana mereka mengilustrasikan keterampilan

dan teknik yang baru saja dijelaskan. Metode sangat baik bila digunakan untuk mengajar

pelajaran yang menuntut keterampilan tertentu9

b. Fungsi Metode Modeling The Way

Proses pembelajaran harus diupayakan dan selalu terikat dengan tujuan. Oleh karenanya

segala interaksi, metode dan kondisi pembelajaran harus direncankan dan mengacu pada

tujuan pembelajaran yang dikehendaki.

7
Nana Subjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo,2005), h. 76
8
Ridwan Abdullah, Inovasi Belajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), h. 90
9
Hisyam Ziani, dkk, Strategi Pembelajaran Aktif, (Yogyakarta: Pustaka Insan Maani, 2008), h. 28
Menurut E. Mulyasa bahwa proses pembelajaran pada hakekatnya merupakan

interaksi para peserta didik dengan lingkungan sehingga terjadi perubahan prilaku yang baik.

Dalam interaksi tersebut banyak diketahui oleh faktor internal yang dipengaruhi oleh diri

sendiri maupun faktor eksternal yang berasal dari lingkungan pembelajaran, tugas seorang

guru yang utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang perubahan prilkau

peserta didik10

Fungsi metode Modeling The Way termasuk metode belajar aktif yang

berfungsi untuk memaksimalkan potensi siwa dalam proses pembelajaran, sehingga siswa

menjadi aktif, kreatif dan menyenangkan, adapun tujuan dari metode Modeling The Way

sebagai metode belajar aktif adalah :

1) Siswa mencari pengalaman sendiri dan langsung mengalaminya

2) Memupuk kerja sama yang harmonis dikalangan siswa yang pada gilirannya

memperlancar kerja kelompok.

3) Siswa belajar dan bekerja berdasarkan minat dan kemampuan sendiri, sehingga

sangat bermanfaat dalam rangka pelayanan perbedaan individual.

4) Memupuk sikap kekluargaan, musyawarah dan mufakat.

5) Membina kerjasama antar sekolah, masyarakat, guru, dan orang tua siswa yang

bermanfaat dalam pendidikan.

6) Pembelajaran dilaksanakan secara realistik dan kongkrit, sehingga mengembangkan

pemahaman dan berfikir kritis serta menghindarkan terjadinya verbalisme

7) Pembelajaran menjadi hidup sebagaimana halnya kehidupanan dalam masyarakat

yang penuh dengan dinamika

10
. Mulyasa, Kurikulum Berbasis kompetensi,(Bandung: Remaja Rosada Karya, 2004), h.100
c. Kelebihan dan Kekurangan MetodeModeling The Way

Setiap metode dalam proses belajar mengajar, tak lepas dari kelebihan dan kekurangan,

satu sama lain saling melengkapi, Adapun kelebihan dan kekurangan metode Modeling

The Way sebagai berikut:

1. Kelebihan Metode Modeling The Way adalah Sebagai Berikut:

• Perhatian siswa akan dapat terpusat sepenuhnya pada anak yang praktek.

• Memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk ingatan yang

kuat dan keterampilan dalam berbuat untuk melatih anak lebih terampil

dan mampu menciptakan suatu keterampilan dalam suatu hal.

• Hal-hal yang menjadi teka-teki siswa dapat terjawab melalui metode

modelling the way ini

• Menghindarkan kesalahan siswa dalam mengambil suatu kesimpulan,

karena mereka mengamati secara langsung jalannya proses praktek yang

diadakan.

2. Kekurangnya Modeling The Way Adalah Sebagai Berikut:

• Persiapan dan pelaksanaannya memakan waktu yang relatif lama

• Apabila tidak ditunjang dengan peralatan dan perlengkapan memadai

maka metode ini kurang efektif

• Metode ini sukar dilaksanakan bila siswa belum bisa mengadakan

praktik

Untuk mengatasi kelemahan metode dapat digunakan cara sebagai berikut:

1) Tentukan terlebihan dahulu hasil yang ingin dicapai

2) Guru mengarahkan praktik itu sedemikian rupa, sehingga murid-murid

memperoleh pengertian dan gambaran yang benar.


3) Menetapkan garis-garis langkah-langkah praktik yang akan dilaksanakan dan

sebagaiknya sebelum praktik dimulai guru mengadakan praktik lebih dahulu.

4) Sedapat mungkin bahan pelajaran yang dipraktikan adalah hal-hal yang

bersifat praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.

3. Hipotesis Tindakan

Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap

permasalahan penelitian, samapai terbukti melalui data yang terkumpul. Dari katanya,

Hipotesis memenang berasal dari 2 penggalan kata, “Hypo” yang artinya dibawah dan

“Thesa” yang artinya kebenaran jadi hipotesis yang kemudian cara penulisannya

disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia menjadi Hipotesa dan berkembang menjadi

Hipotesis

Menurut pendapat lain hipotesis adalah pernyataan yang merupakan Dugaan atau

tekanan tentang apa saja yang kita amati dalam usaha untuk memahaminya.

Hipotesis merupakan jawaban sementara yang diajukan dalam penelitian yang

kemudian menjadi pegangan sebagai arah penelitian. Hipotesis tindakan penelitian ini

adalah dengan menggunakan metode Modeling The Way untuk meningkatkan Hasil Belajar

Siswa kelas XI TKKR SMK Negeri I Panji Situbondo tahun 2021/2022


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Definisi Oprasional Variabel

Menurut Yatim Riyanto, variabel adalah gejala yang menjadi objek penelitian setiap

gejala yang muncul dan dijadikan objek penelitian adalah variabel penelitian11 Variabel juga

di definisikan “is simply simbol or concept that can assume any one of a set values Merujuk

pada uraian tersebut, variabel sebagai objek tindakan yang diteliti dalam penelitian ini

adalah variabel bebas dan terikat

1. Modeling The Way (Variabel bebas)

Variabel bebas (independent variable) merupakan variable stimulus atau variabel

yang mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas merupakan variabel yang variabelnya

diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan

suatu gejala yang diobservasi 12 Berdasarkan pengertian tersebut variabel bebas dalam

penelitian ini adalah penggunaan metode Modelling The Way.

Metode modeling the way ( membuat contoh praktek) adalah metode

pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekan

keterampilan spesifik yang dipelajari dikelas melalui metode ini. Siswa diberi waktu

untuk menciptakan sekenarionya sendiri dan menentukan bagaimana mereka

mengilustrasikan keterampilan dan teknik yang baru saja dijelaskan.

Metode Modelling The Way memiliki kelebihan dalam menarik perhatian

siswa, dan menguatkan pemahaman. Metode Modelling The Way juga

menghindarkan kesalahan siswa dalam mengambil suatu kesimpulan, karena mereka

11
Musfiqon, Metodologi penelitian pendidikan, (Jakarta:[Link] Pustakarya,2012), h.43
12
Sudarsono,Gaguk Margono,Wardani Rahayu, Pengembangan Instrumen penelitian Pendidikan,
(Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013),h.20
mengamati secara langsung jalannya proses demonstrasi yang diadakan. Adapun

langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1) Mencari topik-topik yang menuntut siswa untuk mencoba atau mempraktikan

keterampilan yang baru diterangkan.

2) Membagi siswa dalam beberapa kelompok kecil sesuai dengan jumlah

mereka.

3) Berikan kepada siswa 10-15 menit untuk berdiskusi.

4) Berikan 5-7 menit untuk menampilkan hasil diskusi (demostrasi).

5) Secara bergiliran tiap kelompok diminta mempraktekkan kerja masing

masing.

6) Guru memberikan penjelasan secukupnya mengenai presentasi yang telah

ditampilkan

2. Hasil Belajar

“Hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Kognitif

mencakup: knowlage (pengetahuan/ingatan), comprehension (pemahaman,

menjelaskan, meringkas), application (menerapkan), analysis (menguraikan,

menentukan hubungan), syinthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk),

evaluating (menilai). Afektif mencakup: reciving (sikap menerima), responding

(memberi respon), valuting (nilai), organization (organisasi), characterization

(karakterisasi), Psikomotor mencakup: initatory, pre-routine, rountinized, keterampilan

produktif13

Berdasarkan pendapat di atas, maka yang menjadi indicator hasil belajar dalam

penelitian ini adalah: ranah kognitif berupa hasil test.

13
Muhammad Thobrono & Alif Mustofa, Belajar dan pembelajaran, (Jakarta: PT Glora Angkasa Pratama,
2011), h. 118-124
B. Seting Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Tempat yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah Siswa SMK Negeri

kelas XI TKKR tahun pelajaran 2021/2022.

2. Waktu Penelitian

Waktu yang digunakan peneliti dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas selama

2 siklus, setiap siklus 2 kali pertemuan atau tatap muka yang akan dilaksanakan pada

bulan maret 2021.

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah Siswa SMK Negeri kelas XI TKKR tahun pelajaran 2021/2022

berjumlah 30 orang siswa perempuan saja.

D. Prosedur Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. tiap siklusnya terdiri dari 2

pertemuan dan setiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan kegiatan yaitu tahap perencanaan,

pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Apabila metode yang digunakan telah berhasil

maka dapat ditarik kesimpulan.

Akan tetapi, apabila masih memerlukan perbaikan maka dilakukan rencana

selanjutnya demikan terus secara berulang-ulang sampai metode yang digunakan berhasil.

Dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) Model yang digunakan

mengikuti model yang dikembangkan oleh Suharmi Arikunto “Tiap siklus terdiri dari empat

tahap kegiatan, yaitu tahap Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, Refleksi.”9 Adapun

Alur PTK seperti pada gambar1.


Secara keseluruhan langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian

adalah sebagai berikut

a. Rancangan Penelitian Tindakan

Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam dua siklus. dengan tahapan sebagai berikut:

1. Siklus 1

a. Perencanaan Pembelajaran

1) membuat perencanaan Rpp

2) Mempersiapkan alat pembelajaran

3) Mempersiapkan lembar observasi

4) Mempersiapkan perangkat tes hasil belajar


b. Pelaksanaan pembelajaran

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan dari tahap perencanaan. Adapun

prosedur penerapan dari perencanaan pembelajaran yang telah disusun

sebagai berikut:

1. Kegiatan awal

a) Guru membuka pembelajaran dengan salam

b) guru melakukan appersepsi

c) guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin di capai dan

memberikan motivasi

2. Kegiatan Inti

a) Eksplorasi

• Guru menjelaskan tata cara merawat jenazah

• Guru memberikan contoh tentang cara memandikan dan

mengkafani jenazah

• Siswa memperhatikan apa yang dicontohkan oleh guru tentang

memandikan dan mengkafani jenazah

• Guru mempersilakan siswa bertanya tentang bagian yang kurang

dimengerti

b) Elaborasi

• Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok

• Guru meminta masing-masing kelompok untuk mempraktekkan

tata cara memandikan dan mengkafani jenazah

• Guru memberikan waktu 5-10 menit untuk siswa praktek

• Guru meminta siswa mempresentasikan apa yang telah di

praktekkan dalam kelompoknya


c) Konfirmasi

• Guru memberikan komentar terhadap praktek siswa

• Siswa memperoleh pujian dan penghargaan atas keberanian dan

kerja kerasnya

3. Kegiatan Penutup

a) Guru memberikan kesempatan bertanya Kembali tentang materi

yang belum dipahami

b) Guru memberikan motivasi

c) Meminta ketua kelas untuk memimpin doa

d) Guru menutup pelajaran

c. Pengamatan (Observasi)

Pengamatan atau observasi dilakukan oleh guru mata pelajaran sebagai

pengamat ketika pembelajaran berlangsung. Pengamat disini tidak bertindak

sebagai guru karena seseorang yang memberi tindakan tidak bisa berkonsentrasi

untuk melakukan pengamatan dalam waktu yang bersamaan.

Kegiatan yang akan dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut:

1) Melakukan observasi dengan pengisian lembar observasi.

2) Pengambilan gambar situasi pembelajaran dengan menggunakan kamera

foto.

3) Wawancara kepada beberapa siswa untuk mengetahui tanggapan tentang

proses pembelajaran melalui metode modelling the way yang telah

dilaksanakan.

4) Menganalisis hasil pretest dan posttest disetiap akhir siklus.

d. Refleksi
Setelah melakukan pengamatan atau observasi maka hasilnya dikumpulkan

dan dianalisis untuk membuat kesimpulan berdasarkan data-data yang

diperoleh sebagai bahan untuk refleksi atau perbaikan siklus selanjutnya selain

itu guru pelaksana elakukan evaluasi diri dengan berdialog bersama

kolaborator, untuk proses tindakan perbaikan berupa: analisis, pelaksanaan,

penjelasan, penarikan, kesimpulan, dan tindak lanjut.

2. Siklus II

Pelaksanaan siklus II berdasarkan hasil dan refleksi siklus I, siklus II dilaksanakan

apabila proses pembelajaran pada siklus I kurang memuasakan, dimana motivasi

belajar dan hasil belajar siswa masih rendah. Pada dasarnya pelaksanaan siklus

Iiadalah memperbaiki kelemahan-kelemahan yang terjadi pada siklus I. Segala

kekurangan yang ada dalam pembelajaran dari siklus I di perbaiki hingga tidak terjadi

kekurangan yang berulang.

a. Tahap Perencanaan

Menyusun kembali atau memperbaiki rencana pembelajaran

1) Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap pelaksanan tindakan peneliti melaksanakan tindakan yang telah

di rumuskan dalam RPP, yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan

kegiatn penutup.

2) Tahap Pengamatan (Observasi)

Melakukan pengamtan terhadap motivasi belajar siswa serta melakukan pengamatan

terhadap hasil belajar siswa.

3) Tahap Refleksi

Mencatat dan meyimpulakan hasil pengamatan untuk dapat diinformasikan kemudian

menarik kesimpulan dari tindakan yang telah dilakukan


E. Teknik Pengumpulan Data

a. Tes

Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur

sesuatu dalam suasana dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Tes

juga dapat diartikan sebagai alat ukur yang memiliki standar obyektif, sehingga dapat

dipergunakan secara meluas, serta betul-betul dapat digunkan untuk mengukur dan

membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu.14

Sehingga dapat di mengerti bahwa tes merupakan suatu prosedur yang

sistematik untuk mengamati atau mendeskripsikan satu atau lebih karakteristik

seseorang dengan menggunakan standar numerik atau sistem.

Lembar Tes siswa ini terdiri dari tes yang digunakan untuk mengukur hasil

pembelajaran siswa secara mandiri dan kelompok. Untuk memperoleh data hasil

belajar siswa dengan cara pre test dan pos tes baik lisan maupun secara tertulis pada

mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan model pembelajaran

Modeling TheWay.

b. Observasi

Observasi merupakan suatu aktivitas yang sempit, yakni memperhatikan sesuatu

dengan menggunakan mata. Observasi meliputi kegiatan pemuatan, perhatian

terhadap suatu objek dengan menggunkan seluruh Indra. Jadi mengobservasi dapat

dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap.

Dalam penelitian ini observasi yang digunakan oleh peneliti dan observer sebagai

kolaborator dengan menggunakan lembar observasi untuk mengobservasi metode

Modeling The Way dalam kegiatan belajar mengajar kelas XI TKKR.

c. Kuisioner

14
Sudaryono,Gaguk Margono,dkk, Pengembangan Instrumen Penelitian Pendidikan, h.40
Kuesioner atau angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk

memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau

hal-hal yang diketahui.15Kuesioner atau angket yang digunakan dalampenelitian ini

adalah bentuk kuesioner tertutup (closed form). Kuesioner tertutup, yang sudah
16
disediakan alternatif jawabannya sehingga responden tinggal memilih.. Contoh

kuesioner tertutup adalah kuesioner atau angket yang berbentuk pilihan ganda.

Dalam penelitian ini kuesioner atau angket yang digunakan untuk mengetahui

motivasi siswa dengan menggunakan metode Modeling The Way.

d. Dokumentasi

Dokumentasi adalah ditunjukan untuk memperoleh Data langsung dari tempat

penelitian,meliputi buku-buku yang relevan,peraturan-peraturan, laporan kegiatan,

foto-foto, filem, dokumenter,data yang relevan penelitian17

Dokumentasi dalam penelitian ini berupa foto dan vidio yang digunakan untuk

meggambarkan secara visual kondisi yang terjadi selama proses pembelajaran

berlangsung dan melihat seccara detail peristiwa-peristiwa penting yang terjadi

selama proses pembelajaran dalam penerapan model pembelajaran Modeling The

Waypada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Selain foto dan vidio,

dokumentasi dalam penelitian ini berupa data sekolah, visi dan misi sekolah, data

guru dan data siswa untuk memperoleh informasi.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen pada penelitian ini digunakan untuk menggali seluruh data serta untuk

memecahkan masalah dalam kegiatan penelitian dengan menggunakan instrumen

penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

15
16
Edi Kusnadi, Metodologi Penelitian,(Jakarta: Ramayana Press,2008), h.93
17
ibid. hal 41
a. Tes, yaitu alat atau prosedur yang digunakan untuk mengadakan penilaianyang

berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh anak anak

sekelompok anak sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau

prestasi anak tersebut, yang dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh

anak-anak lain atau dengan standar yang ditetapkan. Adapun bentuk tes yang akan

digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis yaitu berupa pre test dan pos test.

Pre test dilakukan guru secara rutin pada setiap akan memulai penyajian

materi baru Tujuannya, ialah untuk mengidentifikasi taraf pengetahuan siswa

mengenai bahan yang akan [Link] test adalah kebalikan dari pre test, yakni

kegiatan evaluasi yang dilakukan guru pada setiap akhir penyajian materi. Tujuannya

adalah untuk mengetahui taraf penguasaan siswa atas materi yang telah diajarkan18

b. Pedoman observasi (pengamatan), yaitu alat pengumpulan data yang dilakukan

dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala gejala yang diselidiki.

Selain itu untuk melengkapi observasi juga digunakan dokumentasi dengan

menggunakan kamera yang hasilnya berupa foto-foto yang diambil ketika kegiatan

pembelajaran berlangsung.

c. Pedoman wawancara ini untuk mengetahui dan menggali informasi secaralebih

masalah yang diteliti. Sudarmin Damin mengatakan bahwa wawancara merupakan

strategi utama dalam mengumpulkan data19

G. Teknik Analisis Data

Sebelum instrumen digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen kepada

responden, yaitu orang-orang diluar sampel (subjek) yang telah ditetapkan. Untuk

18
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2003), cet. Ke-8, h. 143-144
19
Sudarwan Danim, Menjadi Peneliti Kualitatif, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2002), h. 130
mengetahui apakah instrumen tersebut layak dipakai atau tidak, maka selanjutnya hasil uji

coba dianalisis dengan menggunakan beberapa uji sebagai berikut:

1. uji validitas

Validitas berasal dari kata validity, dapat diartikan tepat atau sahih, yakni sejauh

mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur daam melakukan fungsi ukurnya. Valid

tidaknya suatu alat ukur tergantung kepada mampu tidaknya alat tersebut mencapai tujuan

pengukuran yang dikehendaki dengan tepat20 Untuk mengukur keabsahan tes kognitifnya

dilakukan dengan menggunakan program ANATES.

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas bermakna keterpercayaan, keajegan, atau konsistensi. Reliabilitas dapat

pula diartikan sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya dan konsisten.

Reliabilitas alat ukur terkait dengan masalah kesalahan pengukuran21 Perhitungan

reliabilitas dilakukan dengan program ANATES.

3. Perhitungan Analisis Butir Instrumen

a) Tingkat Kesukaran

Tingkat kesukaran merupakan salah satu analisis kuantitatif konvensional paling

sederhana dan mudah. Hasil perhitungannya merupakan proposisi atau perbandingan antara

siswa yang menjawab benar dengan keseluruhan siswa yang mengikuti tes. Untuk kriteria

tingkat kesukaran dapat dilihat pada tabel di bawah ini

Tabel Kriteria Tingkat Kesukaran

Indeks Tingkat Kesuburan Kriteria

0-0.30 Sukar

0.31-0.70 Sedang

20
Ahmad Sofyan., dkk. Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, (Jakarta: UIN Press, 2006), h. 105
21
ibid 105
0.71-1.00 Mudah

b. Daya pembeda

Daya beda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara

siswa yang berkemampuan pandai dengan siswa yang berkemapuan rendah. Dalam

penelitian ini, daya beda untuk masing-masing butir soal ditung dengan menggunakan

program ANATES. Untuk kriteria daya beda dapat dilihat pada Tabel di bawah ini :

Table Kriteria Daya Beda

Indeks daya beda Kriteria

0.0>0.2 Jelek

0.2-0.4 CUkup

0.4-0.7 Baik

0.7-1.00 Baik Sekali

Bertanda Negatif Jelek sekali

c. Analisis N-Gain

Dalam menganalisis data pada aspek kognitif/penguasaan konsep dengan

menggunakan gain Skor. Gain adalah selisih antara nilai postes dan pretes. Gain ini

menunjukkan peningkatan pemahaman atau penguasaan konsep setelah

pembelajaran dilakukan guru.

Adapun rumusnya adalah sebagai berikut:

Peningkatan pemahaman konsep di peroleh dari N-Gain

N-Gain = Skor Post test-Skor Pre tes


Skor Ideal-Skor Pre test
Terdapat kategorisasi perolehan skor gain ternormalisasi, yaitu

a. g tinggi : nilai (<g>) > 0,70

b. g sedang : nilai 0,70 > (<g>) < 0,30

c. g rendah : nilai (<g>) < 0,30


DAFTAR PUSTAKA

Abdul Rachman Shaleh, Pendidikan Agama dan Keagamaan, (Jakarta: PT. Gemawindu
PancaPerkasa, cet. I, 2000), hal 47

Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya, Strategi Belajar Mengajar (Bandung: CV Pustaka Setia
2005 [Link] hal. 52

Ahmad Sofyan., dkk. Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, (Jakarta: UIN
Press, 2006), h. 105

Darajat, Z. (2008). Ilmu Pendidikan Islam. Bumi Aksara

Edi Kusnadi, Metodologi Penelitian,(Jakarta: Ramayana Press,2008), h.93

Hisyam Ziani, dkk, Strategi Pembelajaran Aktif, (Yogyakarta: Pustaka Insan Maani, 2008),
h. 28

Muhammad Thobrono & Alif Mustofa, Belajar dan pembelajaran, (Jakarta: PT Glora
Angkasa Pratama, 2011), h. 118-124

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2003), cet. Ke-8,


h. 143-144

Mulyasa, Kurikulum Berbasis kompetensi,(Bandung: Remaja Rosada Karya, 2004), h.100

Musfiqon, Metodologi penelitian pendidikan, (Jakarta:[Link] Pustakarya,2012), h.43

Nana Subjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru


Algensindo,2005), h. 76

Ridwan Abdullah, Inovasi Belajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), h. 90


Sudarsono,Gaguk Margono,Wardani Rahayu, Pengembangan Instrumen penelitian
Pendidikan, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013),h.20

Sudaryono,Gaguk Margono,dkk, Pengembangan Instrumen Penelitian Pendidikan, h.40

Sudarwan Danim, Menjadi Peneliti Kualitatif, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2002), h. 130

Supriadi, D. (2005). Membangun Bangsa Melalui Pendidikan. Remaja Rosdakarya

Uzer Usman dan Lilis Setiawati, (ed) (1993) , Upaya Optimalisasi kegiatan belajar
Mengajar, Bandung; PT Remaja rosdakarya, cet. I), hal 13

Anda mungkin juga menyukai