Penerapan Metode Modelling PAI di SMK
Penerapan Metode Modelling PAI di SMK
" Penggunaan Metode Modelling The Way untuk meningkatkan hasil pembelajaran
PAI pada materi Perawatan Jenazah pada siswa kelas XI TKKR SMK Negeri I Panji
Situbondo"
Disusun Oleh:
Segala puji hanya milik Allah SWT, shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW yang telah
membimbing umat manusia melalui lembaga pendidikan terbaik. Alhamdulillah, Proposal
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul: " Penggunaan Metode Modelling
The Way untuk meningkatkan hasil pembelajaran PAI pada materi Perawatan Jenazah
pada siswa kelas XI TKKR SMK Negeri I Panji Situbondo"
dapat diselesaikan sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu, sudah sepantasnya
kami mengucapakan terima kasih kepada :
1. Dr. Hj. Mukni’ah, [Link].I., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan / Ketua
LPTK UIN KHAS Jember yang telah memberikan ijin serta dukungan secara moral
maupun materiil dalam penyelenggaraan PPG Dalam Jabatan 2021.
2. Dr. Nino Indianto, [Link]., selaku Ketua Program Studi PPG di FTIK UIN KHAS Jember
yang telah memberikan layanan dan fasilitas dalam menempuh kegiatan PPG Dalam
Jabatan 2021 ini.
3. Ibu Dr. Hj. Mislikhah [Link] selaku dosen pengampu Lokakarya Penelitian Tindakan
Kelas yang telah banyak memberikan bimbingan, saran, dan motivasi dalam penyusunan
Proposal PTK ini.
4. Bapak Suprihartono, [Link], MM selaku Kepala SMK Negeri I Panji Situbondo
5. Seluruh tim panitia penyelenggaraan PPG Dalam Jabatan 2021 yang telah memfasilitasi
dan mendampingi rangkaian kegiatan dengan sabar.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan proposal ini masih belum sempurna dan
masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat kami
harapkan demi kesempurnaan proposal kami. Penulis berharap mudah-mudahan penelitian
ini bermanfaat bagi semua pihak terkait.
Penulis
OUTLINE PROPOSAL PTK
Halaman Sampul
A. JUDUL
C. PERMASALAHAN
1. IDENTIFIKASI MASALAH
2. RUMUSAN MASALAH
E. TUJUAN PENELITIAN
F. MANFAAT PENELITIAN
G. DEFINISI ISTILAH/OPERASIONAL
H. KAJIAN PUSTAKA
1. Kajian Terdahulu
I. HIPOTESIS TINDAKAN
J. METODE PENELITIAN
3. Prosedur penelitian
8. Keabsahan Data
Daftar Pustaka
Lampiran
PENERAPAN METODE MODELLING THE WAY
A. Pendahuluan
Pendidikan merupakan kunci utama untuk membuka masa depan yang cerah. Pendidikan
adalah Interaksi manusiawi yang ditandai keseimbangan antara kedaulatan subyek didik
yang makin pesat1. Pendidikan yang digunakan hendaklah pendidikan yang mampu
Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan mata pelajaran yang
mempelajari agama Islam, baik dari segi hukum agama (Syariat) maupun tata peribadahan
wajib diajarkan dan muatan serta strukturnya telah diatur dan ditetapkan oleh Negara.2
Dengan demikian, semua anak/siswa yang beragama Islam, dijamin oleh negara untuk
mendapat pengajaran materi PAI dengan konten dan pelaksanaan yang sama. PAI adalah
mata pelajaran yang wajib diberikan bagi seluruh siswa mulai jenjang dasar sampai
menengah atas. Bahkan pada level pendidikan tinggi. Materi PAI tetap diberikan meski
dengan sebutan lain atau menyesuaikan materi bahasan. Pembelajaran PAI bertujuan agar
anak mampu memahami hukum-hukum agama dengan baik serta bisa menerapkan ajaran
agama dalam amalan sehari-hari dan sebagai pandangan hidup peribadahan yang merupakan
Tidak dipungkiri lagi metode dan alat pendidikan mempunyai peranan penting sebab
merupakan jembatan yang menghbungkan pendidikan dengan anak didik menuju keoada
1
Uzer Usman dan Lilis Setiawati, (ed) (1993) , Upaya Optimalisasi kegiatan belajar Mengajar, Bandung; PT
Remaja rosdakarya, cet. I), hal 13
2
Supriadi, D. (2005). Membangun Bangsa Melalui Pendidikan. Remaja Rosdakarya
3
Darajat, Z. (2008). Ilmu Pendidikan Islam. Bumi Aksara
tujuan pendidikan Islam yaitu terbentuknya kepribadian Muslim.4 Pentingnya pertimbangan
dalam memilih pendekatan dan metode dalam pembelajaran, menjadi aspek yang harus
diperhatikan oleh seorang guru dalam mengajarkan sebuah materi sehingga tercapai
pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui manfaat dari penerapan metode
modelling The way pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya pada materi
Salah satu kewajiban umat Islam ketika ada yang meninggal dunia adalah mengurusi
jenazah tersebut. Hukumnya fardhu kifayah, yang artinya kewajiban yang apabila telah ada
Namun jika tidak ada yang mengerjakan, maka semua berdosa, meskipun hukum
penyelenggaraan jenazah fardhu kifayah, namun tiap individu muslim harus mengetahui
pengurusan jenazah ini. Jika semua orang berpikiran masalah ini sudah ada orang tertentu
yang menanganinya, dan tidak berkewajiban lagi bagi dirinya untuk mengurus, lambat laun
Untuk membina generasi ini, dapat dimulai dari pembelajaran Pendidikan Agama
Islam (PAI) di sekolah. Di sekolah terutama tingkat Sekolah Menengah Atas (SMK) terdapat
aspek fikih yang membahas mengenai tata cara pengurusan jenazah sehingga ketika mereka
pengurusan jenazah di SMK ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketidak pekaan
individu dalam masalah ini, yaitu faktor internal (dari diri individu) dan faktor eksternal
(dari luar diri individu). Faktor internal ini bisa berupa kurangnya motivasi diri untuk
4
Abdul Rachman Shaleh, Pendidikan Agama dan Keagamaan, (Jakarta: PT. Gemawindu PancaPerkasa, cet.
I, 2000), hal 47
melakukan dan kurangnya kepedulian terhadap sesama. Sedangkan faktor exsternal bisa
dilihat dari kredibilitas guru, proses pembelajaran, alokasi waktu yang disediakan serta
fasilitas terutama media dan metode yang terbatas. Padahal apabila guru lebih kreatif dalam
membuat media dan metode pembelajaran, materi ini akan lebih mudah dipahami. Makanya
perlu adanya media dan metode untuk peningkatan pemahaman dan keterampilan
Modelling The Way pada pembelajaran PAI Materi Perawatan Jenazah pada jenjang SMK.
Dengan melihat pokok materi yang sesuai dan memungkinkan untuk dilaksanakan metode
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
Situbondo?
Situbondo?
1. Tujuan Penelitian
Situbondo
b. Untuk mengetahui Apakah dengan menggunakan Metode Modelling the
way dapat meningkatkan Hasil belajar siswa kelas XI TKKR SMK Negeri
I Panji Situbondo
Penelitian ini diharapakan dapat memberi manfaat kepada semua pihat yang
KAJIAN PUSTAKA
A. KAJIAN TEORI
1. Hakikat Metode
a. Pengertian Metode
pembelajaran. Maka dari tiu diperlukan kecerdasan dan kemahiran guru dalam memilih
kurang efektif. Metode pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dalam
meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Hal tesebut disebabkan perkembangan teknologi
dalam bidang pendidikan yang menuntut efesiensi dalam pembelajaran. Menurut Sri
Aniatah W, dkk menyatakan bahwa metode adalah suatu cara yang digunakan guru dalam
pembelajaran siswa agar terjadi interaksi dan proses belajar yang efektif dalam
membentuk pengalaman belajar siswa tetapi dengan yang lainnya sangat menunjang5
Sedang pengertian metode menurut Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya menyatakan
bahwa “Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang
dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Pengertian ini ialah teknik penyajian yang
dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di kelas baik
secara individual maupun secara kelompok/klasikal, agar pelajaran itu dapat diserap,
dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Makin banyak metode mengajar, makin
5
Sri Anitah [Link], Strategi pembelajaran di SD (Jakarta Universitas Terbuka 2009) Cet ke 7
6
Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya, Strategi Belajar Mengajar (Bandung: CV Pustaka Setia 2005 [Link]
hal. 52
2. Metode Modeling The Way
Metode mengajar adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan
dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. Oleh karena itu peranan metode
mengajar diharapkan tumbuh berbagai kegiatan siswa sehubung dengan kegiatan mengajar
[Link] kata lain terciptalah edukatif. Dalam interaksi ini akan berjalan baik kalu siswa
Metode adalah cara menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan
pembelajaran. Dengan kata lain metode adalah suatu cara yang bersistem untuk mencapai
tujuan tertentu. Metode merupakan cara mengajar yang telah disusun berdasarkan prinsip
dan sistem tertentu8 Penggunaan metode mempengaruhi hasil belajar dari siswa. Dengan
demikian guru tidak boleh sembarangan dalam hal memilih dan menggunakannya.
Metode modeling the way (membuat contoh praktek) adalah metode pembelajaran
yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mempraktekan keterampilan spesifik yang
dipelajari dikelas melalui Modelling the way. Siswa diberi waktu untuk menciptakan
dan teknik yang baru saja dijelaskan. Metode sangat baik bila digunakan untuk mengajar
Proses pembelajaran harus diupayakan dan selalu terikat dengan tujuan. Oleh karenanya
segala interaksi, metode dan kondisi pembelajaran harus direncankan dan mengacu pada
7
Nana Subjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algensindo,2005), h. 76
8
Ridwan Abdullah, Inovasi Belajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014), h. 90
9
Hisyam Ziani, dkk, Strategi Pembelajaran Aktif, (Yogyakarta: Pustaka Insan Maani, 2008), h. 28
Menurut E. Mulyasa bahwa proses pembelajaran pada hakekatnya merupakan
interaksi para peserta didik dengan lingkungan sehingga terjadi perubahan prilaku yang baik.
Dalam interaksi tersebut banyak diketahui oleh faktor internal yang dipengaruhi oleh diri
sendiri maupun faktor eksternal yang berasal dari lingkungan pembelajaran, tugas seorang
guru yang utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang perubahan prilkau
peserta didik10
Fungsi metode Modeling The Way termasuk metode belajar aktif yang
berfungsi untuk memaksimalkan potensi siwa dalam proses pembelajaran, sehingga siswa
menjadi aktif, kreatif dan menyenangkan, adapun tujuan dari metode Modeling The Way
2) Memupuk kerja sama yang harmonis dikalangan siswa yang pada gilirannya
3) Siswa belajar dan bekerja berdasarkan minat dan kemampuan sendiri, sehingga
5) Membina kerjasama antar sekolah, masyarakat, guru, dan orang tua siswa yang
10
. Mulyasa, Kurikulum Berbasis kompetensi,(Bandung: Remaja Rosada Karya, 2004), h.100
c. Kelebihan dan Kekurangan MetodeModeling The Way
Setiap metode dalam proses belajar mengajar, tak lepas dari kelebihan dan kekurangan,
satu sama lain saling melengkapi, Adapun kelebihan dan kekurangan metode Modeling
• Perhatian siswa akan dapat terpusat sepenuhnya pada anak yang praktek.
kuat dan keterampilan dalam berbuat untuk melatih anak lebih terampil
diadakan.
praktik
3. Hipotesis Tindakan
Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap
permasalahan penelitian, samapai terbukti melalui data yang terkumpul. Dari katanya,
Hipotesis memenang berasal dari 2 penggalan kata, “Hypo” yang artinya dibawah dan
“Thesa” yang artinya kebenaran jadi hipotesis yang kemudian cara penulisannya
disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia menjadi Hipotesa dan berkembang menjadi
Hipotesis
Menurut pendapat lain hipotesis adalah pernyataan yang merupakan Dugaan atau
tekanan tentang apa saja yang kita amati dalam usaha untuk memahaminya.
kemudian menjadi pegangan sebagai arah penelitian. Hipotesis tindakan penelitian ini
adalah dengan menggunakan metode Modeling The Way untuk meningkatkan Hasil Belajar
METODE PENELITIAN
Menurut Yatim Riyanto, variabel adalah gejala yang menjadi objek penelitian setiap
gejala yang muncul dan dijadikan objek penelitian adalah variabel penelitian11 Variabel juga
di definisikan “is simply simbol or concept that can assume any one of a set values Merujuk
pada uraian tersebut, variabel sebagai objek tindakan yang diteliti dalam penelitian ini
yang mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas merupakan variabel yang variabelnya
diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan
suatu gejala yang diobservasi 12 Berdasarkan pengertian tersebut variabel bebas dalam
keterampilan spesifik yang dipelajari dikelas melalui metode ini. Siswa diberi waktu
11
Musfiqon, Metodologi penelitian pendidikan, (Jakarta:[Link] Pustakarya,2012), h.43
12
Sudarsono,Gaguk Margono,Wardani Rahayu, Pengembangan Instrumen penelitian Pendidikan,
(Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013),h.20
mengamati secara langsung jalannya proses demonstrasi yang diadakan. Adapun
mereka.
masing.
ditampilkan
2. Hasil Belajar
produktif13
Berdasarkan pendapat di atas, maka yang menjadi indicator hasil belajar dalam
13
Muhammad Thobrono & Alif Mustofa, Belajar dan pembelajaran, (Jakarta: PT Glora Angkasa Pratama,
2011), h. 118-124
B. Seting Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Tempat yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah Siswa SMK Negeri
2. Waktu Penelitian
Waktu yang digunakan peneliti dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas selama
2 siklus, setiap siklus 2 kali pertemuan atau tatap muka yang akan dilaksanakan pada
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah Siswa SMK Negeri kelas XI TKKR tahun pelajaran 2021/2022
D. Prosedur Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. tiap siklusnya terdiri dari 2
pertemuan dan setiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan kegiatan yaitu tahap perencanaan,
pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Apabila metode yang digunakan telah berhasil
selanjutnya demikan terus secara berulang-ulang sampai metode yang digunakan berhasil.
Dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) Model yang digunakan
mengikuti model yang dikembangkan oleh Suharmi Arikunto “Tiap siklus terdiri dari empat
Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam dua siklus. dengan tahapan sebagai berikut:
1. Siklus 1
a. Perencanaan Pembelajaran
sebagai berikut:
1. Kegiatan awal
memberikan motivasi
2. Kegiatan Inti
a) Eksplorasi
mengkafani jenazah
dimengerti
b) Elaborasi
kerja kerasnya
3. Kegiatan Penutup
c. Pengamatan (Observasi)
sebagai guru karena seseorang yang memberi tindakan tidak bisa berkonsentrasi
Kegiatan yang akan dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut:
foto.
dilaksanakan.
d. Refleksi
Setelah melakukan pengamatan atau observasi maka hasilnya dikumpulkan
diperoleh sebagai bahan untuk refleksi atau perbaikan siklus selanjutnya selain
2. Siklus II
belajar dan hasil belajar siswa masih rendah. Pada dasarnya pelaksanaan siklus
kekurangan yang ada dalam pembelajaran dari siklus I di perbaiki hingga tidak terjadi
a. Tahap Perencanaan
di rumuskan dalam RPP, yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan
kegiatn penutup.
3) Tahap Refleksi
a. Tes
Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur
sesuatu dalam suasana dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Tes
juga dapat diartikan sebagai alat ukur yang memiliki standar obyektif, sehingga dapat
dipergunakan secara meluas, serta betul-betul dapat digunkan untuk mengukur dan
Lembar Tes siswa ini terdiri dari tes yang digunakan untuk mengukur hasil
pembelajaran siswa secara mandiri dan kelompok. Untuk memperoleh data hasil
belajar siswa dengan cara pre test dan pos tes baik lisan maupun secara tertulis pada
Modeling TheWay.
b. Observasi
terhadap suatu objek dengan menggunkan seluruh Indra. Jadi mengobservasi dapat
Dalam penelitian ini observasi yang digunakan oleh peneliti dan observer sebagai
c. Kuisioner
14
Sudaryono,Gaguk Margono,dkk, Pengembangan Instrumen Penelitian Pendidikan, h.40
Kuesioner atau angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk
memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau
adalah bentuk kuesioner tertutup (closed form). Kuesioner tertutup, yang sudah
16
disediakan alternatif jawabannya sehingga responden tinggal memilih.. Contoh
kuesioner tertutup adalah kuesioner atau angket yang berbentuk pilihan ganda.
Dalam penelitian ini kuesioner atau angket yang digunakan untuk mengetahui
d. Dokumentasi
Dokumentasi dalam penelitian ini berupa foto dan vidio yang digunakan untuk
Waypada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Selain foto dan vidio,
dokumentasi dalam penelitian ini berupa data sekolah, visi dan misi sekolah, data
F. Instrumen Penelitian
Instrumen pada penelitian ini digunakan untuk menggali seluruh data serta untuk
15
16
Edi Kusnadi, Metodologi Penelitian,(Jakarta: Ramayana Press,2008), h.93
17
ibid. hal 41
a. Tes, yaitu alat atau prosedur yang digunakan untuk mengadakan penilaianyang
berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh anak anak
sekelompok anak sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau
prestasi anak tersebut, yang dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh
anak-anak lain atau dengan standar yang ditetapkan. Adapun bentuk tes yang akan
digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis yaitu berupa pre test dan pos test.
Pre test dilakukan guru secara rutin pada setiap akan memulai penyajian
mengenai bahan yang akan [Link] test adalah kebalikan dari pre test, yakni
kegiatan evaluasi yang dilakukan guru pada setiap akhir penyajian materi. Tujuannya
adalah untuk mengetahui taraf penguasaan siswa atas materi yang telah diajarkan18
dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala gejala yang diselidiki.
menggunakan kamera yang hasilnya berupa foto-foto yang diambil ketika kegiatan
pembelajaran berlangsung.
Sebelum instrumen digunakan, terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen kepada
responden, yaitu orang-orang diluar sampel (subjek) yang telah ditetapkan. Untuk
18
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2003), cet. Ke-8, h. 143-144
19
Sudarwan Danim, Menjadi Peneliti Kualitatif, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2002), h. 130
mengetahui apakah instrumen tersebut layak dipakai atau tidak, maka selanjutnya hasil uji
1. uji validitas
Validitas berasal dari kata validity, dapat diartikan tepat atau sahih, yakni sejauh
mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur daam melakukan fungsi ukurnya. Valid
tidaknya suatu alat ukur tergantung kepada mampu tidaknya alat tersebut mencapai tujuan
pengukuran yang dikehendaki dengan tepat20 Untuk mengukur keabsahan tes kognitifnya
2. Uji Reliabilitas
pula diartikan sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya dan konsisten.
a) Tingkat Kesukaran
sederhana dan mudah. Hasil perhitungannya merupakan proposisi atau perbandingan antara
siswa yang menjawab benar dengan keseluruhan siswa yang mengikuti tes. Untuk kriteria
0-0.30 Sukar
0.31-0.70 Sedang
20
Ahmad Sofyan., dkk. Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, (Jakarta: UIN Press, 2006), h. 105
21
ibid 105
0.71-1.00 Mudah
b. Daya pembeda
Daya beda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara
siswa yang berkemampuan pandai dengan siswa yang berkemapuan rendah. Dalam
penelitian ini, daya beda untuk masing-masing butir soal ditung dengan menggunakan
program ANATES. Untuk kriteria daya beda dapat dilihat pada Tabel di bawah ini :
0.0>0.2 Jelek
0.2-0.4 CUkup
0.4-0.7 Baik
c. Analisis N-Gain
menggunakan gain Skor. Gain adalah selisih antara nilai postes dan pretes. Gain ini
Abdul Rachman Shaleh, Pendidikan Agama dan Keagamaan, (Jakarta: PT. Gemawindu
PancaPerkasa, cet. I, 2000), hal 47
Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya, Strategi Belajar Mengajar (Bandung: CV Pustaka Setia
2005 [Link] hal. 52
Ahmad Sofyan., dkk. Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, (Jakarta: UIN
Press, 2006), h. 105
Hisyam Ziani, dkk, Strategi Pembelajaran Aktif, (Yogyakarta: Pustaka Insan Maani, 2008),
h. 28
Muhammad Thobrono & Alif Mustofa, Belajar dan pembelajaran, (Jakarta: PT Glora
Angkasa Pratama, 2011), h. 118-124
Sudarwan Danim, Menjadi Peneliti Kualitatif, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2002), h. 130
Uzer Usman dan Lilis Setiawati, (ed) (1993) , Upaya Optimalisasi kegiatan belajar
Mengajar, Bandung; PT Remaja rosdakarya, cet. I), hal 13