0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
235 tayangan5 halaman

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

Perjanjian kerja waktu tertentu antara PT Tobindo dan karyawan lokal untuk bekerja selama 12 bulan. Perjanjian mengatur tentang jabatan, lokasi, dan jam kerja karyawan. PT Tobindo akan membayar gaji dan tunjangan serta menyediakan fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja sesuai peraturan. Karyawan harus taat pada peraturan perusahaan mengenai tata tertib dan dapat diberhentikan jika melakukan pelang

Diunggah oleh

Achmad Djunaidi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
235 tayangan5 halaman

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

Perjanjian kerja waktu tertentu antara PT Tobindo dan karyawan lokal untuk bekerja selama 12 bulan. Perjanjian mengatur tentang jabatan, lokasi, dan jam kerja karyawan. PT Tobindo akan membayar gaji dan tunjangan serta menyediakan fasilitas kesehatan dan keselamatan kerja sesuai peraturan. Karyawan harus taat pada peraturan perusahaan mengenai tata tertib dan dapat diberhentikan jika melakukan pelang

Diunggah oleh

Achmad Djunaidi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU (PKWT)

Nomor : ___________________

Perjanjian kerja ini di buat untuk waktu tertentu dan disepakati oleh :

1. PT. TOBINDO yang berkedudukan di desa Silva Rahayu, Kecamatan Tanjung Palas
Tengah, Kabupaten Bulungan
selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PERUSAHAAN.

2. Nama :
Tempat & Tanggal Lahir :
Status :
Agama :
Alamat :

No. Telp/HP :

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri yang selanjutnya dalam
perjanjian ini disebut sebagai KARYAWAN.

PARA PIHAK sepakat untuk melaksanakan perjanjian kerja dengan ketentuan – ketentuan sebagai
berikut :

PASAL 1
LOKASI PENERIMAAN, JABATAN DAN LOKASI KERJA

1. PERUSAHAN mempekerjakan KARYAWAN dengan status penerimaan LOKAL yang maksudnya


adalah warga desa yang berdomisili didaerah sekitar areal lokasi oprasional Perusahaan. Dengan
ketentuan sbb:
a. PERUSAHAAN tidak menyediakan transport untuk antar jemput karyawan
b. PERUSAHAAN tidak mengadakan mess / tempat tinggal
c. PERUSAHAAN menyediakan makan 1 kali di jam istirahan kerja
d. Schedule 6 hari masuk, pada hari ke 7 libur.
2. Mengingat kebutuhan dan kepentingan Perusahaan atau dengan memperhatikan kemampuan
KARYAWAN, maka KARYAWAN dapat saja dipekerjakan disegala bagian Perusahaan dan/atau
lokasi kerja yang berbeda dan jika KARYAWAN menolak maka akan dianggap
MENGUNDURKAN DIRI tanpa mendapatkan uang pesangon dan atau uang pengganti lainnya.

PASAL 2
JANGKA WAKTU

1. Dengan mengindahkan Ketentuan Perundang-Undangan Ketenagakerjaan yang berlaku, PARA


PIHAK sepakat membuat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
2. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ini selama _______________ bulan berlaku terhitung mulai
_____________________________
3. Dalam hal PERUSAHAAN bermaksud untuk memperpanjang berlakunya masa kerja waktu
tertentu ini, maka selambat-lambatnya dalam jangka waktu 7 (Tujuh) hari kerja sebelum masa
kerja berakhir PERUSAHAAN akan memberitahukan maksud tersebut kepada KARYAWAN.
4. Hubungan kerja antara PERUSAHAAN dan KARYAWAN batal demi hukum dengan berakhirnya
jangka waktu masa Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan/atau salah satu pihak berhak
memutuskan hubungan kerja.
5. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) akan berakhir apabila PERUSAHAAN mengakhiri
Kontrak Kerja sebelum waktunya, dalam hal demikian maka PERUSAHAAN tidak mempunyai
kewajiban membayar sisa Kontrak kepada KARYAWAN.

Page 1 of 5
PASAL 3
WAKTU DAN JAM KERJA

1. Hari kerja adalah 6 (Enam) hari dalam seminggu, adapun jam kerja diatur dengan ketentuan
sebagai berikut.
Hari Senen s/d Sabtu
Masuk pagi Jam 07.00 – 18.00
Istirahat Jam 12.00 – 13.00

Masuk malam Jam 19.00 – 06.00


Istirahat Jam 00.00 – 01.00

2. Bilamana volume pekerjaan menumpuk atau sifatnya mendesak dan harus segera diselesaikan
guna mendukung tercapainya target volume produksi, KARYAWAN bersedia melaksanakan kerja,
PIHAKPERTAMA yang diwakili atasan langsung akan memberikan Surat Perintah Kerja

PASAL 4
GAJI FASILITAS

1. Karyawan telah bersedia bekerja sesuai dengan pengetahuan, keahlian serta keterampilan juga
pengalaman untuk bekerja di PERUSAHAAN dengan rasa tanggung jawab sebagai :

Jabatan :
Nomor Tanda Pengenal :
Department :
Wilayah Kerja :
Gaji pokok / Bulan :
2. PERUSAHAAN memberikan Gaji bulanan sebesar Rp___________________
3. Dalam hal KARYAWAN tidak hadir di tempat kerja tanpa alasan yang sah dan benar, maka
PERUSAHAAN akan melakukan pemotongan gaji secara prorata dari Gaji dengan perhitungan
adalah _______________________
4. Pembayaran gaji bulanan akan dilaksanakan PERUSAHAAN secepat-cepatnya setiap diakhir
bulan. Dan kalau akhir bulan jatuh pada tanggal merah atau dihari libur maka penggajian
dilakukan pada awal bulan.
5. PERUSAHAAN memberikan ijin permohonan KARYAWAN untuk meninggalkan pekerjaan
dengan tetap mendapat upah/gaji, ijin yang dimaksud adalah sebagai berikut :
a. Pernikahan Pekerja Sendiri 3 Hari
b. Menikahkan anak Pekerja 2 Hari
c. Mengkhitankan/membabtiskan anak Pekerja 2 Hari
d. Istri Pekerja melahirkan/gugur kandungan 2 Hari
e. Istri/Suami, Orang Tua, Mertua, atau Anak meninggal 2 Hari
f. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia 1 Hari
6. Pajak Penghasilan (PPh) 21 merupakan beban KARYAWAN dan pemotongannya akan dilakukan
oleh PERUSAHAAN selaku wajib pungut sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perpajakan
yang berlaku.
7. KARYAWAN diberikan atau mendapat hak cuti dengan scedulu _____________hitungan minggu

PASAL 5
JAMINAN KESEHATAN DAN KETENAGAKERJAAN

1. PERUSAHAAN akan mengikutsertakan KARYAWAN dalam program jaminan kesehatan melalui


BPJS Kesehatan, sedangkan untuk jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan kematian
dan jaminan pensiun, PERUSAHAAN akan menyertakan KARYAWAN program BPJS
Ketenagakerjaan.
2. Iuran BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan akan dibayarkan oleh PERUSAHAAN
dengan jumlah dan kontribusi PARA PIHAK mengikuti ketentuan dari Pemerintah.

Page 2 of 5
PASAL 6
TUNJANGAN HARI RAYA KEAGAMAAN

PERUSAHAAN akan memberikan Tunjangan Hari Raya kepada KARYAWAN dengan perhitunganya
adalah (gaji / 12) x lama bulan kerja

PASAL 7
FASILITAS PERALATAN KERJA DAN SAFETY

1. PERUSAHAAN akan menyediakan peralatan kerja dan peralatan keselamatan kerja (APD) sesuai
dengan kebutuhan jenis pekerjaan dan jabatan pekerja.
2. Pembagian peralatan keselamatan kerja akan diatur sesuai peraturan perusahaan.
3. KARYAWAN harus merawat dan menjaga APD yang telah dibagikan oleh PERUSAHAAN. Dalam
hal APD tersebut hilang, maka KARYAWAN diharuskan mengganti APD yang hilang tersebut.
Sedangkan apabila APD mengalami kerusakan sebelum umur normal yang telah ditetapkan oleh
Departement sehingga tidak dipergunakan kembali, maka apabila dari hasil penelitian kerusakan
tersebut dinyatakan wajar, maka PERUSAHAAN berkewajiban mengganti APD yang rusak
tersebut. Namun bila dari hasil penelitian bahwa kerusakan tersebut tidak wajar, maka
KARYAWAN diharuskan mengganti APD yang rusak tersebut sesuai dengan nilai sisa barang
terhadap umur normal yang dihitung secara proporsional.

PASAL 8
TATA TERTIB

1. KARYAWAN wajib tunduk dan patuh pada instruksi atau perintah serta peraturan-peraturan baik
secara lisan maupun tertulis yang dikeluarkan oleh PERUSAHAAN maupun atasan KARYAWAN
sehubungan dengan kegiatan operasional Perusahaan.
2. KARYAWAN tidak diperkenankan mengalihkan tugas pekerjaan yang diberikan/dibebankan
kepadanya, kepada orang lain, serta tidak akan mempergunakan untuk kepentingan diri sendiri.
3. Sesuai jabatannya, KARYAWAN akan sungguh-sungguh pencapaian obyektif/sasaran-sasaran
produktifitas dalam kelangsungan usaha perusahaan.
4. KARYAWAN berkewajiban menggunakan, memelihara dan merawat segala peralatan yang
dipercayakan kepadanya.
5. KARYAWAN wajib mematuhi semua Peraturan Perusahaan yang berkaitan dengan Keselamatan
dan Kesehatan serta Lingkungan Kerja PERUSAHAAN. Apabila terbukti melakukan pelanggaran
terhadap aturan K3LH maka KARYAWAN akan dikenakan sanksi mulai peringatan lisan,
peringatan tertulis sampai Pemutusan Hubungan Kerja tergantung dari tingkat pelanggarannya.
6. KARYAWAN bertanggung jawab dan siap menerima sanksi berupa Peringatan sampai
Pemutusan Hubungan Kerja dan/atau dapat saja dikenakan sanksi penggantian biaya atas segala
kehilangan atau kerusakan alat kerja alat produksi yang terbukti akibat kelalaian atau
kecerobohan KARYAWAN.
7. KARYAWAN wajib menjunjung tingkat disiplin kehadiran kerja/masuk kerja. Apabila sering
terlambat hadirtanpa izin/pemberitahuan ke atasan, sering tidur ditempat kerja, mangkir 2 (Dua)
hari dalam sebulan tanpa keterangan yang sah dikenakan sanksi PERINGATAN.
8. KARYAWAN wajib masuk kerja setelah menjalani cuti periodik atau cuti tahunan, keterlambatan
masuk kerja setelah menjalani cuti dikenakan sanksi sesuai peraturan perusahaan.
9. Peringatan yang telah mencapai Peringatan dalam kategori peringatan terakhir maka
PERUSAHAAN akan memutuskan hubungan kerjanya tanpa uang pesangon (Gantirugi/jasa).
10. Selain hal-hal yang telah ditentukan tersebut diatas KARYAWAN bertanggung jawab terhadap
kebersihan alat kerja, keamanan di dalam dan sekitar mess maupun dilingkungan kerja.
11. KARYAWAN wajib merahasiakan kepada siapapun mengenai keterangan-keterangan yang
didapat selama dalam hubungan kerja.
12. KARYAWAN sudah harus hadir di tempat kerja 30 (Tiga Puluh) menit sebelum jam kerja dimulai.
13. Pelanggaran atas tata tertib maupun Peraturan Perusahaan akan diberikan surat peringatan,
skorsing sampai dengan pemutusan hubungan kerja.

Page 3 of 5
PASAL 9
TEGURAN DAN PERINGATAN

1. PERUSAHAAN akan memberikan TEGURAN, Surat Peringatan I, II dan III (terakhir) kepada
KARYAWAN sesuai pelanggaran Tata tertib yang telah ditetapkan dalam Perjanjian ini
2. Surat peringatan diberikan tidak selalu menurut urutannya, tetapi dinilai berdasarkan bobot
pelanggaran yang dilakukan KARYAWAN. Surat Peringatan memiliki masa berlaku paling lama 3
(tiga) bulan, kecuali untuk peringatan yang termasuk dalam kategori peringatan terakhir.
3. Jangka waktu satu peringatan ke peringatan berikutnya tidak lebih dari 1 (satu) bulan, dengan
demikian peringatan berikutnya dapat diberikan apabila sebelum jangka waktu 1 (satu) bulan
KARYAWAN telah melakukan pelanggaran lagi.
4. Surat peringatan dapat diberikan sesuai dengan bobot kesalahannya sehingga dapat diberikan
surat peringatan dengan kategori peringatan terakhir, seperti Surat Peringatan I dan terakhir,
Surat Peringatan II dan terakhir.
5. ApabilaKARYAWAN dalam masa menjalani sanksi Surat Peringatan dalam kategori peringatan
terakhir melakukan pelanggaran lagi dan belum menunjukkan perbaikan etika kerja, maka
KARYAWAN dapat dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja sesuai dengan Undang-Undang
Ketenagakerjaan yang berlaku yaitu Undang-undang RI Nomor 13 Tahun 2003.

PASAL 10
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA

1. PERUSAHAAN dapat segera mengakhiri hubungan kerja dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
dalam hal KARYAWAN melakukan pelanggaran/kesalahan dalam kategori kesalahan berat
sebagai berikut :
2. Penipuan, pencurian dan penggelapan barang/uang milik Perusahaan atau milik teman sekerja
atau teman atasan (Pengusaha).
3. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan Perusahaan atau Pihak
Ketiga.
4. Diketahui mabuk, minum-minuman yang memabukan, madat memakai obat-obatan terlarang
dilingkungan kerja/mess.
5. Melakukan perbuatan asusila atau melakukan perjudian ditempat kerja atau tempat lain pada jam
kerja dan dilingkungan mess.
6. Melakukan tindakan kejahatan seperti menyerang, mengintimidasi atau menipu Pengusaha atau
teman sekerja dan/atau memperdagangkan barang terlarang dilingkungan kerja.
7. Menganiaya, mengancam secara fisik, mental, menghina secara kasar atasan/Pengusaha atau
keluarga Pengusaha atau teman sekerja.
8. Membujuk Pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu perbuatan yang
bertentangan dengan hukum atau kesusilaan serta peraturan perundangan yang berlaku.
9. Dengan ceroboh atau sengaja merusak, merugikan atau membiarkan dalam keadaan bahaya
barang milik Perusahaan.
10. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan diri atau teman sekerja dalam keadaan
bahaya
11. Membongkar atau membocorkan rahasia Perusahaan atau mencemarkan nama baik Perusahaan
yang seharusnya dirahasiakan.
12. Melakukan pelanggaran yang bobotnya sama setelah mendapat peringatan dalam kategori
peringatan terakhir yang berlaku.
13. Tidak hadir kerja selama 5 (Lima) hari kerja secara berturut-turut tanpa keterangan yang sah dan
tidak dapat diterima oleh atasan dan/atau tidak masuk kerja tanpa keterangan selama 6 (Enam)
hari tidak berturut-turut dalam 1 (Satu) bulan. Dalam hal demikian maka KARYAWAN dianggap
telah mengundurkan diri.
14. Dengan kecerobohannya barang milik Perusahaan hilang dan tidak dapat dipertanggung
jawabkan.
15. Dinilai tidak cakap dalam melaksanakan pekerjaan, meskipun telah dicoba dimana-mana.
16. Diketahui meminta atau menerima imbalan yang ada hubungan dengan Bisnis Perusahaan.
17. Dengan sengaja atau tidak, melanggar batas-batas kewenangan yang diberikan oleh Perusahaan
atau menyalahgunakan kewenangan sehingga dianggap merugikan Perusahaan.
18. Berkelahi secara fisik atau memukul atasan, bawahan, sesama pekerja atau yang ada kaitannya
dengan Perusahaan.
Page 4 of 5
19. Melakukan sabotase atau perbuatan lainnya yang mengakibatkan kerusakan/kerugian terhadap
barang milik Perusahaan.
20. Mengubah atau memalsukan surat-surat, dokumen kartu pencatat waktu, keterangan dokter,
resep dokter, kwitansi dan surat-surat lainnya dari data Perusahaaan yang dianggap
perlu/penting.
21. Melakukan demo tanpa prosedur sesuai UU No: 13 tahun 2003 dan Kepmenaker No : KEP
232/MEN/2003.

PASAL 11
LAIN-LAIN DAN PENUTUP

1. Ketentuan-ketentuan yang belum diatur dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ini, berpedoman
pada Peraturan Perusahaan dan ketentuan Perundang-undangan yang berlaku.
2. Apabila dikemudian hari ada perselisihan dalam Perjanjian ini, maka kedua belah pihak
sepakat/setuju untuk menyelesaikan secara musyawarah untuk mufakat.
3. Apabila KARYAWAN keluar/mengundurkan diri atau di Putus Hubungan Kerjanya, maka
KARYAWAN setuju untuk mengembalikan barang-barang inventaris Perusahaan kepada
PERUSAHAAN.
4. PARA PHAK menyatakan bahwa perjanjian ini dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa ada
tekanan dari manapun juga, dan domisili dari perjanjian ini adalah di Kabupaten Bulungan propinsi
Kalimantan Utara.
5. Perjanjian ini berlaku Surut, sejak karyawan masuk bekerja untuk pertama kalinya.

Ditetapkan di : Silva Rahayu


Pada tanggal : ___________ 2020

KARYAWAN PERUSAHAAN

(________________) (______________________)
Karyawan Project manager

Page 5 of 5

Anda mungkin juga menyukai