CRITICAL BOOK REPORT
“PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA”
Oleh :
Nama : Annisa Lestari Lubis
Nim : 7193220018
Kelas : Akuntansi C 2019
Mata Kuliah : Pendidikan Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Atika Wasilah, [Link].,[Link].
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan
berkatnya, saya masih diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan tugas critical
book report dalam bentuk makalah ini. Dalam makalah ini,saya diberikan kesempatan
untuk dapat mengkritik dan membandingkan sebuah buku mengenai perkembangan
peserta didik yang berjudul “Pendidikan Bahasa Indonesia”. Tugas critical book report
ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah yakni “Pendidikan Bahasa
Indonesia”.
Saya menyadari bahwa tugas chritical book ini masih terdapat kesalahan dan
kelemahan. Dan saya juga meminta maaf jika critical book saya ini jauh dari
kesempurnaan.
Saya juga berterimakasih kepada Atika Wasilah, [Link]., [Link] selaku
pembimbing yang telah membantu saya dalam menyelesaikan critical book report ini
berjalan dengan lancar. Semoga tugas ini memenuhi syarat yang telah ditetapkan.
Saya juga berharap bahwa pembahasan dan kritikan saya dapat berguna dan bisa
menjadi acuan dalam mengkritisi,critical book yang telah saya kerjakan ini boleh
diberikan pendapat. Karena itu saya sangat menantikan saran dan kritikan dari pembaca
yang bersifat membangun untuk memotivasi perbaikan kedepannya.
Padangsidimpuan, 09 Oktober 2020
Annisa Lestari Lubis
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ..................................................................................................... . i
Daftar Isi. ............................................................................................................. ii
Bab I Pendahuluan................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang............................................................................................. 4
1.2 Tujuan Penulisan .................................................................................... 2
1.3 Manfaat Penulisan .................................................................................. 2
Bab II Ringkasan Isi Buku ................................................................................... 3
2.1 Identitas Buku.......................................................................................... 3
2.2 Ringkasan Isi Buku .................................................................................. 5
Bab III Pembahasan .......................................................................................... 18
3.1 Keunggulan Buku ................................................................................. 18
3.2 Kelemahan Buku .................................................................................. 18
Bab IV Penutup................................................................................................. 19
4.1 Kesimpulan .......................................................................................... 19
4.2 Saran. ................................................................................................... 19
Daftar Pustaka................................................................................................... 20
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bahasa merupakan media yang digunakan anggota suatu kelompok sosial untuk
berkomunikasi, berinteraksi, dan sebagai identitas diri. Bahasa dapat menggiring
kita menembus ruang dan waktu. Melalui bahasa, kita dapat mempelajari ilmu
pengetahuan, sejarah, maupun adat istiadat suatu bangsa dalam masa tertentu.
Bahasa mampu merekam berbagai hal tersebut dalam bentuk lisan maupun tulisan.
Semua itu merupakan fungsi bahasa yang telah lama diemban oleh bahasa
Indonesia.
Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional Negara Indonesia yang merupakan bahasa
pemersatu. Bahasa Indonesia sudah diajarkan sejak tingkat SD, SMP, dan SMA.
Oleh karena itu sebaiknya setelah jenjang SMA bahasa Indonesia sudah dikuasai
atau setidaknya mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Bahasa Indonesia.
Namun faktanya, masih sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa
Indonesia secara maksimal.
Alasan inilah yang membuat Dirjen depdiknas RI memutuskan memasukan Bahasa
Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib diajarkan di seluruh perguruan
tinggi dan seluruh jurusan. Tujuannya untuk mengasah kemampuan berbahasa dan
mengembangkan kepribadian para mahasiswa. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi
kita selaku Warga Negara Indonesia (WNI) untuk menguasai dan menerapkan
bahasa Indonesia dalam kehidupan seharihari dengan baik dan benar, sehingga
bahasa Indonesia dapat terjaga keasliannya.
1
1.2 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan buku ini yaitu :
1. Agar dapat memahami apa itu Pendidikan Bahasa Indonesia
2. Agar dapat mengetahui pentingnya Pendidikan Bahasa Indonesia
3. Agar dapat mengetahui manfaat dari mempelajari Pendidikan Bahasa
Indonesia
1.3 Manfaat Penulisan
Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain adalah :
1. Untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Pendidikan Bahasa Indonesia
2. Menambah pengetahuan serta wawasan para pembaca
3. Melatih kemampuan penulis dalam mengkritisi dan membandingkan 2/lebih
buku
2
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU
2.1 Identitas Buku
Buku I .Pendidikan Bahasa Indonesia (Edisi Revisi)
Judul Buku : Pendidikan Bahasa Indonesia
Nama Pengarang : [Link] Barus,[Link]
Penerbit : Unimed Press
Tahun Terbit : 2019
Kota Terbit : Medan,Indonesia
ISBN : 978-602-7938-06-9
Jumlah Halaman : 120
Gambar Cover Buku:
3
Buku [Link] Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Membangun Karakter
Mahasiswa melalui Bahasa)
Judul Buku : Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi
Nama Pengarang : Suyatno,Tri Pujiati,Didah Nurhamidah,dan Lutfi Syauki Faznur
Penerbit : IN MEDIA
Tahun Terbit : 2017
Kota Terbit : Jakarta,Indonesia
ISBN : 978-602-6469-37-3
Jumlah Halaman : 148
Gambar Cover Buku:
4
2.2 Ringkasan Isi Buku
Buku I. Pendidikan Bahasa Indonesia (Edisi Revisi)
Bab I (Pendahuluan)
A. Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa melayu dan termasuk kedalam rumpun
bahasa [Link] hal ini,bahasa melayu itu sudah lama (berabad-abad)
digunakan sebagai lingua franca ‘bahasa perhubungan’ di nusantara ini pada zaman
Sriwijaya dan Majapahit.
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara ditetapkan pada 18 Agustus
1945,pada saat Undand-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia.
B. Bahasa Indonesia Baku
Bahasa baku adalah ragam bahasa yang berbeda dengan kode bahasa non baku
yang biasa digunakan dilingkungan tidak resmi.
[Link] Bahasa Indonesia Baku
Bahasa Indonesia berfungsi sebagai pemersatu,penanda kepribadian,penambah
wibawa,kerangka acuan.
Bab II (Penulisan Teks Akademik)
A. Pengerian Teks Akademik
Teks adalah satuan bahasa yang bisa bahasa tulis dan bisa juga berupa bahasa
lisan yang dihasilkan dari interaksi atau komunikasi [Link] demikian, teks
akademik merupakan teks yang diproduksi dan digunakan dalam keperluan akademik.
B. Perbedaan Teks Akademik dengan Teks Non-Akademik
Perbedaan teks akademik dan non-akademik terlihat dari ciri-ciri nya masing-
masing dengan aspek seperti keberadaan objek,fakta pengamatan,tata
urutan,bahasa,istilah,dan gaya bahasa.
5
Bab III (Penulisan Teks Ulasan Buku)
[Link] Teks Ulasan Buku
Teks ulasan buku adalah salah satu teks akademik yang berisi pertimbangan
secara objektif terhadap kualitas sebuah buku yang dihasilkan oleh orang [Link]
ulasan buku biasanya dipublikasikan melalui media massa,seperti majalah dan surat
kabar.
[Link] Teks Ulasan Buku
1) Identitas (opsional)
2) Orientasi
3) Tafsiran Isi
4) Evaluasi
5) Rangkuman
Bab IV (Penulisan Teks Proposal)
[Link] Teks Proposal
Teks proposal merupakan sebuah usul mengenai rancangan kegiatan yang
disusun berdasarkan komponen-komponen susunannya guna memberikan kejelasan isi
dan tujuan teks proposal tersebut adalah agar mendapat persetujuan atau bahkan
mendapat bantuan dana atau sarana dari pihak yang membaca.
[Link]-Jenis Proposal
(1) Proposal kegiatan,(2) proposal usaha atau bisnis,(3) proposal penelitian.
Bab V (Penulisan Teks Laporan)
[Link] Teks Laporan
Teks laporan adalah sebuah teks yang mengandung klarifikasi mengenai suatu
objek tertentu yang berdasarkan kriteria [Link] laporan bersifat umum atau
universal.
6
Bab VI (Penulisan Teks Artikel Ilmiah)
[Link] Teks Artikel Ilmiah
Teks artikel ilmiah adalah tulisan lengkap yang pembicaraannya bersifat
objektif,berdasarkan data dan penyimpulan penemuan didalamnya berpola induktif dan
deduktif serta pembahasan datanya berdasarkan rasio.
[Link] Teks Artikel Ilmiah
Secara umum dapat dikatakan bahwa struktur teks artikel penelitian adalah
abstrak,pendahuluan,tinjauan pustaka,metodologi penelitian,hasil,pembahasan,simpulan
Buku II. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Membangun Karakter
Mahasiswa melalui Bahasa)
Bab I (Perkembangan Bahasa Indonesia)
[Link] Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu, yang sejak
dahulu sudah dipakai sebagai bahasa perantara (lingua franca), bukan saja di Kepulauan
Nusantara melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.
B. Peresmian Nama Bahasa Indonesia
Dengan diikrarkannya Sumpah Pemuda, resmilah bahasa Melayu, yang sudah
dipakai sejak pertengahan Abad VII itu, menjadi bahasa Indonesia.
C. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
1. Kedudukan Bahasa Indonesia
Ada dua macam kedudukan bahasa Indonesia. Pertama, bahasa Indonesia
berkedudukan sebagai bahasa nasioanl sesuai dengan Sumpah Pemuda 1928; dan kedua,
bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa Negara sesuai dengan Undang-Undang
Dasar 1945.
2. Fungsi Bahasa Indonesia
Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi
sebagai (1) lambang kebanggan kebangsaan, (2) lambang identitas nasioan, (3) alat
perhubungan antarwarga dan antarbudaya, dan (4) alat mempersatukan suku-suku
7
bangsa dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda ke dalam kesatuan
kebangsaan Indonesia.
Di dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1)
bahasa resmi kenegaraan, (2) bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, (3) alat
perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan, dan (4) alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Bab II (Ragam Bahasa)
A. Penting Atau Tidaknya Bahasa Indonesia
Sebuah bahasa penting atau tidak penting dapat di lihat dari tiga kriteria, yaitu
jumlah penutur, luas daerah penyebarannya, dan terpakainya bahasa itu dalam sarana
ilmu,susastra, dan budaya.
B. Ragam Lisan dan Ragam Tulis
Kedua ragam bahasa itu berbeda. Perbedaannya adalah sebagai berikut:
1. Ragam lisan menghendaki adanya orang kedua, teman berbicara yang berada di
depan pembicara, sedangkan ragam tulis tidak mengharuskan adanya teman bicara
berada di depan.
2. Di dalam ragam lisan unsur-unsur fungsi gramatikal, seperti subjek, predikat, dan
objek tidak selalu dinyatakan. Unsur-unsur itu kadang-kadang dapat ditinggalkan,
karena bahasa yang digunakan itu dapat dibantu oleh gerak, mimik, pandangan,
anggukan, atau intonasi.
Contoh:
Orang yang berbelanja di pasar.
“Bu, berapa cabenya?”
“Lima belas.”
“Bisa kurang?”
“Sepuluh saja, Nak.”
Ragam tulis perlu lebih terang dan lebih lengkap daripada ragam lisan. Fungsi-fungsi
gramatikal harus lebih jelas karena ragam tulis tidak mengharuskan orang kedua berada
8
di depan pembicara. Contoh ragam tulis ialah tulisan-tulisan dalam buku, majalah, dan
surat kabar.
3. Ragam lisan sangat terikat pada kondisi, situasi, ruang dan waktu. Apa yang
dibicarakan secara lisan di dalam ruang kuliah, hanya akan berarti dan berlaku untuk
waktu itu saja. Apa yang diperbincangkan dalam suatu ruang diskusi susastra belum
tentu dapat dimengerti oleh orang yang berada di luar ruang itu. Sebaliknya ragam tulis
tidak terikat pada kondisi, situasi, ruang dan waktu. Suatu tulisan dalam sebuah buku
yang ditulis oleh penulis di Indonesia dapat dipahami oleh orang yang berada di
Amerika atau Inggris.
4. Ragam lisan dipengaruhi oleh tinggi rendahnya dan panjang pendeknya suara,
sedangkan ragam tulis dilengkapi oleh tanda baca, huruf besar, dan huruf miring.
C. Ragam Baku dan Ragam Tidak Baku
Ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar
masyarakat penggunaannya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma
bahasa dalam penggunannya. Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan
dan ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpang dari norma ragam baku.
D. Ragam Sosial dan Ragam Fungsional
Baik ragam lisan maupun ragam tulis bahasa Indonesia ditandai pula oleh adanya ragam
sosial, yaitu ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya didasarkan atas
kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil dalam masyarakat.
Ragam fungsional yang kadang-kadang disebut juga ragam profesional yaitu ragam
bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja, atau kegiatan tertentu
lainnya.
E. Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar
Yang dimaksud dengan bahasa yang benar adalah bahasa yang menerapkan kaidah
dengan konsisten, sedangkan yang dimaksud dengan bahasa yang baik adalah bahasa
yang mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakainya.
9
Bab III (Kata)
A. Definisi Kata
Kata adalah satuan bentuk terkecil (dari kalimat) yang dapat berdiri sendiri dan
mempunyai [Link]-kata yang terbentuk dari gabungan huruf atau gabungan
morfem; atau gabungan huruf dengan morfem, baru kita akui sebagai kata bila bentuk
itu mempunyai makna.
B. Pembagian Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia
Verba,Ajektiva,Nomina,Pronomina,Numerelia,Adverbia,Introgativa,Demonstrat
iva,Artikula,Preposisi,Konjungsi,Kategori Fatis,Interjeksi,Partikel.
Bab IV (Notasi Ilmiah)
A. Kutipan
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang pengarang atau
ucapan seseorang yang terkenal baik yang terdapat dalam buku-buku maupun majalah-
majalah(Keraf, 2001:179).
Kutipan secara umum ada dua macam, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak
langsung.
1. Kutipan Langsung
Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata
demi kata atau kalimat demi kalimat dari sebuah teks asli (Keraf, 2001:179–180).
2. Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang diambil dari salah satu sumber dengan
menggunakan gaya bahasa dan pola penyajian ala penulis (Widodo, 2004:11).
B. Notasi Ilmiah
Ada tiga teknik yang populer yang banyak digunakan di berbagai perguruan
tinggi baik PTN maupun PTS, yakni footnote, bodynote, dan endnote.
1. Footnote
Footnote adalah catatan pada kaki halaman untuk menyatakan sumber suatu kutipan,
pendapat, buah pikiran, fakta-fakta, atau ikhtisar.
10
2. Bodynote
Pada teknik ini, sumber kutipan ditulis atau diletakkan sebelum bunyi kutipan atau
diletakkan dalam narasi atau kalimat sehingga menjadi bagian dari narasi atau kalimat.
3. Endnote
Pada teknik endnote, nama pengarang diletakkan setelah bunyi kutipan atau
dicantumkan di bagian akhir narasi.
4. Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan daftar yang tercantum secara spesifik dari berbagai buku,
majalah, artikel, atau wawancara yang menjadi sumber bacaan atau acuan dan
berhubungan secara erat dengan karangan yang ditulis.
Bab V (Plagiarisme)
A. Definisi Plagiarisme
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010 dikatakan:
“Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba
memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau
seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya,
tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai”.
B. Jenis Plagiarisme
Sastroasmoro (2005) dalam tulisannya menyatakan bahwa jenis-jenis
plagiarisme yang dapat ditemukan adalah:
[Link] Plagiarisme Berdasarkan Aspek yang Dicuri
Plagiarisme ide, Plagiarisme isi (data penelitian), Plagiarisme kata, kalimat,
paragraf, Plagiarisme total.
2. Klasifikasi Berdasarkan Sengaja atau Tidaknya Plagiarisme
a. Plagiarisme yang disengaja, melakukan penjiplakan secara sengaja dengan menyalin
langsung suatu karya dari sumber kata demi kata tanpa menunjukkan bahwa itu
merupakan hasil kutipan dan sama sekali tidak menyebutkan siapa penulis atau pemilik
karya cipta intelektualnya.
b. Plagiarisme yang tidak disengaja, dapat berupa ketidakjelasan atau kesalahan kutip
sumber. Seharusnya, parafrasa dan ringkasan dinyatakan dengan tegas dan sejelas
11
jelasnya pada awal dengan nama penulis, pada akhir dengan referensi kurung. Penulis
selalu harus dengan jelas menunjukkan bila parafrasa, ringkasan, atau kutipan dimulai,
berakhir, atau terpotong.
3. Klasifikasi Berdasarkan Proporsi atau Persentasi Kata, Kalimat, Paragraf yang
Dibajak
a. Plagiarisme ringan: <30%
b. Plagiarisme sedang: 30-70%
c. Plagiarisme berat atau total: >70%
4. Berdasarkan pada pola plagiarisme:
a. Plagiarisme kata demi kata (word for word plagiarizing) Plagiarisme ini sama dengan
plagiarisme total, yaitu menjiplak serangkaian kata demi kata, kalimat demi kalimat
hingga secara keseluruhan merupakan plagiarisme.
b. Plagiarisme mosaik
Plagiarisme yang dilakukan dengan menyambung, menggabungkan atau menyisipkan
kata, frase, atau kalimat yang diambil dari orang lain dengan penulis lainnya tanpa
memberi rujukan sehingga memberi kesan hal tersebut adalah kalimat asli penulis.
C. Plagiarisme Secara Hukum
Di Indonesia, tindak plagiat dapat didakwa melanggar undang-undang Nomor 19 Tahun
2002 tentang Hak Cipta. Terutama Bagian Keempat tentang Ciptaan yang dilindungi
Pasal 12 dan Pasal 13.
Bab VI (Resensi)
A. Definisi Resensi
Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere (re “kembali”,
videre “melihat”) yang diartikan melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang
sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam
bahasa Inggris dikenal dengan istilah review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang
sama, yakni mengulas buku atau tinjauan buku. Resensi adalah pertimbangan buku,
pembicaraan buku, atau ulasan buku atau dengan bahasa yang agak mentereng, berarti
membedah, menganalisis, dan mencari roh/inti buku (Rahayu, 2007: 151).
12
B. Kriteria Penulisan Resensi
Dalam menulis resensi ada beberapa kriteria penulisan guna mencapai resensi yang
[Link]-kriteria tersebut yaitu judul resensi, data buku, pendahuluan, isi pernyataan
resensi, dan terakhir adalah penutup.
Bab VII (Pemakaian Huruf)
A. Pemakaian Huruf
1. Huruf Abjad
Telah diketahui bersama bahwa abjad latin terdiri dari 26 huruf.
2. Huruf Vokal
Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o dan
u.
3. Huruf Konsonan
Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas semua huruf
kecuali huruf vokal.
4. Huruf Diftong
5. Gabungan Huruf Konsonan
Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan
konsonan, yaitu kh, ng, ny, dan sy. Masing-masing melambangkan satu bunyi
konsonan.
6. Pemenggalan Kata
Bab VIII (Pemakaian Tanda Baca)
Tanda baca adalah tanda yang dipakai dalam sistem ejaan. Tanda baca dapat
membantu pembaca untuk memahami makna tulisan dengan tepat.
A. Tanda Titik (.),B. Tanda Koma (,),C. Tanda Seru (!),D. Tanda Titik Koma (;),E.
Tanda Titik Dua (:),F. Tanda Hubung (-),G. Tanda Elipsis (…),H. Tanda Tanya (?),I.
Tanda Kurung (),I. Tanda Kurung (),J. Tanda Kurung Siku ([..]),K. Tanda Petik
(“…”),L. Tanda Petik Tunggal (‘..’), M. Tanda Garis Miring (/)N. Tanda Penyingkat
(Apostrof) (‘),O. Tanda pisah (--).
13
Bab IX (Pilihan Kata(Diksi))
Pilihan kata atau diksi pada dasarnya merupakan hasil dari upaya memilih kata
tertentu untuk dipakai dalam suatu tuturan bahasa. Pemilihan kata dilakukan apabila
tersedia sejumlah kata yang artinya hampir sama atau bermiripan. Dari senarai kata itu
dipilih satu kata yang paling tepat untuk mengungkapan suatu pengertian.
A. Kamus
B. Tesaurus
Tesaurus merupakan khazanah kata yang disusun menurut sebuah sistem tertentu, terdiri
dari gagasan-gagasan yang mempunyai pertalian timbal balik sehingga setiap pemakai
dapat memilih istilah atau kata yang ada di dalamnya (Keraf, 1988: 69).
C. Syarat Ketetapan Pemilihan Kata
Berikut ini adalah rincian keenam syarat pemilihan kata:
a) Dapat membedakan antara denotasi dan konotasi.
b) Dapat membedakan kata-kata yang hampir bersinonim.
c) Dapat membedakan kata-kata yang hampir bersinonim.
d) Dapat memahami dengan tepat makna kata-kata abstrak.
e) Dapat memakai kata penghubung yang berpasangan secara tepat.
f) Dapat membedakan antara kata-kata yang umum dan kata-kata yang khusus.
D. Gaya Bahasa dan Idiom
1. Gaya Bahasa
Gaya bahasa atau langgam bahasa dan sering juga disebut majas adalah cara penutur
mengungkapkan maksudnya.
2. Idiom dan Ungkapan Idiomatik
Idiom adalah ungkapan bahasa yang artinya tidak secara langsung dapat dijabarkan dari
unsur-unsurnya (Moeliono, 1984: 177). Menurut Badudu (1989: 47), “...idiom adalah
bahasa yang teradatkan...” Oleh katena itu, setiap kata yang membentuk idiom berarti di
dalamnya sudah ada kesatuan bentuk dan makna.
14
Bab X (Kalimat)
Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek (S) dan
predikat (P) dan intonasi yang menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan
makna.
A. Unsur Kalimat
1. Predikat
Predikat (P) adalah bagian kalimat yang memberi tahu melakukan tindakan apa atau
dalam keadaan bagaimana S yaitu (pelaku/tokoh atau sosok di dalam suatu kalimat).
2. Subjek
Subjek (S) adalah bagian kalimat yang menunjuk pada pelaku, tokoh, sosok (benda),
sesuatu hal, atau suatu masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan.
3. Objek
Objek (O) adalah bagian kalimat yang melengkapi P. Objek pada umumnya diisi oleh
nomina, frasa nominal, atau klausa.
4. Pelengkap
Pelengkap (Pel) atau komplemen bagian kalimat yang melengkapi P. Letak Pel
umumnya dibelakang P yang berupa verba.
5. Keterangan
Keterangan (Ket) adalah bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal mengenai
bagian kalimat yang lainnya.
C. Jenis Kalimat
1. Jenis Kalimat Menurut Jumlah Klausanya
Menurut jumlah klausa pembentukannya, kalimat dapat dibedakan atas dua macam,
yaitu (1) kalimat tunggal, (2) kalimat majemuk.
2. Jenis Kalimat Menurut Fungsinya
Di dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1998: 284) disebutkan berdasarkan
fungsi isi atau makna komunikatifnya kalimat dapat dibedakan atas empat macam, yaitu
(1) kalimat berita (deklaratif), (2) kalimat tanya (interogatif), (3) kalimat perintah
(imoeratif), (4) kalimat seru (ekslamatif).
15
Bab XI (Kalimat Efektif)
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau
pembicara secara tepat sehingga pendengar/ pembaca memahami pikiran tersebut
dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau
pembicaranya.
Untuk dapat mencapai keefektifan tersebut di atas, kalimat efektif harus memenuhi
paling tidak enam syarat berikut, yaitu adanya (1) kesatuan, (2) kepaduan, (3)
kepararelan, (4) ketepatan, (5) kehematan, (6) kelogisan.
Bab XII (Penulisan Karangan)
A. Pengertian Mengarang dan Karangan
Mengarang berarti ‘menyusun’ atau ‘merangkai’. Adapun pengertian karangan menurut
hemat penulis adalah hasil penjabaran suatu gagasan secara resmi dan teratur tentang
suatu topik atau pokok bahasan. Setiap karangan yang ideal pada prinsipnya merupakan
uraian yang lebih tinggi atau lebih luas dari alinea.
B. Penggolongan Karangan Menurut Bobot Isinya
1. Karangan Ilmiah, Semiilmiah, dan Nonilmiah
Yang tergolong ke dalam karangan ilmiah antara lain laporan, makalah, skripsi, tesis,
disertasi; yang tergolong ke dalam karangan semiilmiah antara lain artikel, editorial,
opini, feature, tips, reportase; dan yang tergolong ke dalam karangan nonilmiah antara
lain anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.
Ketiga jenis karangan tersebut di atas memiliki karakteristik yang berbedabeda.
Karangan ilmiah memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang
menyangkut metode dan penggunaan bahasa. Kebalikan dari karangan ilmiah adalah
karangan nonilmiah, yaitu karangan yang tidak terikat pada aturan baku tadi; sedangkan
karangan semiilmiah berada diantara keduanya.
2. Ciri Karangan Ilmiah dan Semiilmiah
Karangan ilmiaha adalah tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang
dikomunikasikan lewat bahasa tulis yang formal dengan sistematis-metodis, dan
sintesis-analitis. Adapun karangan semiilmiah adalah tulisan yang berisi informasi
faktual yang diungkapkan dengan bahasa semi formal, namun tidak sepenuhnya
16
mengikuti metode ilmiah yang sintetis-analitis karena sering “dibumbui” opini
pengarang yang terkadang subjektif.
C. Penggolongan Karangan Menurut Cara Penyajian dan Tujuan Penyampaiannya
Berdasarkan cara penyajian dan tujuan penyampaiannya, karangan dapat dibedakan atas
enam jenis, yaitu:
(1) Deskripsi (perian)
(2) Narasi (kiasan)
(3) Eksposisi (paparan)
(4) Argumentasi (bahasan)
(5) Persuasi (ajakan)
(6) Campuran/kombinasi
17
BAB III
PEMBAHASAN
3.2 Keunggulan Buku
Buku I (Pendidikan Bahasa Indonesia (Edisi Revisi))
Menjelaskan materi secara singkat,padat,dan jelas
Penggunaan bahasa yang mudah dipahami
Terdapat ilustrasi yang mendukung seperti tabel dan contoh pengerjaan materi
Terdapat latihan soal guna mendukung pemahaman pembaca
Buku II (Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Membangun
Karakter Mahasiswa melalui Bahasa))
Menjelaskan materi secara rinci dan lengkap
Terdapat banyak bab dibandingkan dengan buku I
Terdapat contoh dari materi yang dijelaskan
3.2 Kelemahan Buku
Buku I (Pendidikan Bahasa Indonesia (Edisi Revisi))
Jumlah materi lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah materi buku II
Buku II (Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Membangun
Karakter Mahasiswa melalui Bahasa))
Bahasa yang sedikit bertele-tele
Cover buku kurang menarik
Akan lebih baik jika disertai gambar
Tidak terdapat soal latihan
18
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Bahasa merupakan media yang digunakan anggota suatu kelompok sosial untuk
berkomunikasi, berinteraksi, dan sebagai identitas diri. Semua itu merupakan fungsi
bahasa yang telah lama diemban oleh bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa
nasional Negara Indonesia yang merupakan bahasa pemersatu. Oleh karena itu
sebaiknya setelah jenjang SMA bahasa Indonesia sudah dikuasai atau setidaknya
mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Bahasa Indonesia.
Namun faktanya, masih sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa
Indonesia secara maksimal. Alasan inilah yang membuat Dirjen depdiknas RI
memutuskan memasukan Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata kuliah yang wajib
diajarkan di seluruh perguruan tinggi dan seluruh jurusan.
Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai
lambang kebanggan kebangsaan, lambang identitas nasioan, alat perhubungan
antarwarga dan antarbudaya, dan alat mempersatukan suku-suku bangsa dengan latar
belakang budaya dan bahasa yang berbeda ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia.
4.2 Saran
Dalam penulisan makalah critical book report ini, penulis menyadari bahwa penyusunan
makalah ini tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran
yang membangun sangat dibutuhkan untuk evaluasi kedepannya. Penulis berharap,
bahwa dibalik ketidak sempurnaannya penulisan dan penyusunan makalah ini
ditemukan sesuatu yang bermanfaat atau bahkan hikmah dari penulis dan pembaca.
19
DAFTAR PUSTAKA
Barus,Sanggup [Link] Bahasa Indonesia (Edisi Revisi).Medan:Unimed
Press.
Suyatno [Link] Indonesia untuk Perguruan Tinggi (Membangun Karakter
Mahasiswa Melalui Bahasa).Jakarta:IN MEDIA.
[Link]
20al%20-%[Link]
20