Hendi R.
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (2018)2(1):1-14
Raden Hendi : Hubungan Tirah Baring Lama dengan...
DOI
DOI Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ARTIKEL PENELITIAN
HUBUNGAN TIRAH BARING LAMA DENGAN TERJADINYA
DEEP VEIN TROMBOSIS PADA PASIEN RAWAT BEDAH
(THE RELATIONSHIP BETWEEN PROLONGED BED RIDDEN WITH
THE OCCURRENCE OF DEEP VEIN THROMBOSIS IN SURGERY PATIENTS)
Raden Hendi1,2, Teguh Marfen Djajakusumah3, Putie Hapsari3
1
Departemen Ilmu Bedah, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
2
Dinas Kesehatan Cimahi
3
Divisi Ilmu Bedah Vaskular, Departemen Ilmu Bedah, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
Email korespondensi: [Link]@[Link]
ABSTRAK
Deep vein Trombosis (DVT) merupakan suatu kondisi terbentuknya bekuan darah pada
sistem sirkulasi vena dalam yang dapat menyebabkan emboli paru yang berujung kematian.
Salah satu penyebab terjadinya DVT adalah stasis aliran darah akibat tirah baring lama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tirah baring lama (lebih dari 7 hari)
dengan kemungkinan terjadinya DVT pada pasien yang dirawat di bangsal perawatan bedah
RSUP Dr. Hasan Sadikin dengan melakukan pemeriksan USG kompresi dan pemeriksaan D-
Dimer. Penelitian ini dilakukan dengan metode kohort prospektif observasional. Hasil
penelitian menunjukkan dari 67 subjek penelitian, terdapat 44 pasien yang memenuhi kriteria
inklusi, 57% diantaranya laki-laki. Rerata lama rawat adalah 12 hari. Hasil uji korelasi
Spearman didapatkan r=0,000 yang artinya tidak terdapat korelasi antara tirah baring lama (2
minggu) dengan risiko terjadinya DVT. Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat
hubungan tirah baring lama dengan terjadinya DVT pada pasien-pasien yang dirawat di ruang
rawat bedah RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
Kata kunci: tirah baring lama, deep vein trombosis, pasien rawat bedah
ABSTRACT
Deep vein thrombosis is a condition of blood clots formation in deep venous system, it can
cause death through pulmonary embolism. Prolonged bed ridden is a condition hardly or
MK | Vol. 2 | No. 1 |OKTOBER 2018 1
Raden Hendi : Hubungan Tirah Baring Lama dengan...
cannot freely move more than five days due to physiological change or therapeutic necessary.
These condition lead to decrease function of secondary pump from leg muscles and induce
DVT. Diagnosis for DVT can be approved by bilateral lower extremity ultra sound
Compression. Lower D-Dimer level used to rolled out DVT. This study is to determine the
relationship between prolonged bed ridden (more than 7 days) and occurrence of DVT in
surgical department wards RSUP Dr. Hasan Sadikin [Link] was a cohort prospective
observational study to determine the relationship between prolonged bed ridden with the
occurrence of DVT in patients with bed rest for more than 7 days in the surgical treatment
ward. Sixty seven subjects included, 44 patients met the inclusion criteria. Fifty seven percent
of subject were men. The average of length of stay was 12 days. Spearman correlation test
showed r=0.000, thu there was no correlation between prolonged bed ridden (2 weeks) and
the occurrence of DVT. In this study there was no correlation between prolonged bed ridden
(2 weeks) and the occurrence of DVT in RSHS surgical department wards.
Key words: bedridden, deep vein thrombosis, surgery patients
PENDAHULUAN
Trombosis adalah suatu pem- yaitu kelainan dinding pembuluh darah,
bentukan bekuan darah (trombus) di dalam perubahan koagubilitas darah dan
1-3
pembuluh darah. Bekuan darah pada pelambatan aliran darah (stasis). Stasis
keadaan normal terbentuk untuk mencegah dapat disebabkan oleh tirah baring lama,
dan menghentikan perdarahan. Deep vein pada keadaan ini otot-otot tungkai
Trombosis (DVT) merupakan suatu relaksasi sehingga dapat menyebabkan
kondisi terbentuknya bekuan darah pada kecepatan aliran darah tungkai melambat
sistem sirkulasi vena dalam. DVT dapat (stasis). Terhambatnya aliran vena
menyebabkan kematian (5-8%) jika terjadi merupakan penyebab yang sering
emboli paru.1 Penyebab terjadinya DVT mengawali DVT dan paling sering terjadi
sangat beragam, dapat berupa cedera di tungkai bawah (90%).3 Kontraksi otot
endotel, kehamilan, keganasan, infeksi tungkai pada saat bergerak atau berjalan
berat (sepsis), post operasi imobilisasi membantu dorongan aliran vena pada
lama dari anggota gerak dan ras/genetik.1, 2 tungkai. Pada keadaan duduk atau
Berdasarkan “Triad of Virchow”, terdapat berbaring lama, otot akan berada dalam
3 faktor yang berperan dalam etiologi keadaan relaksasi yang cukup lama, ini
terjadinya trombosis pada arteri atau vena menyebabkan tubuh kehilangan fungsi
MK | Vol. 2 | No. 1 |OKTOBER 2018 2
Raden Hendi : Hubungan Tirah Baring Lama dengan...
pompa sekunder sehingga aliran darah Eksklusi dilakukan jika pasien
pada tungkai akan melambat, ini dirawat dengan diagnosis utama DVT atau
memenuhi salah satu trias Virchow untuk pernah didiagnosis sebagai DVT
terjadinya trombosis.2 sebelumnya; pasien dengan malignansi/
`Tirah baring lama meningkatkan kehamilan / sepsis / kelainan jantung/
risiko terjadinya DVT serta biaya yang lukabakar/ hiperkoagulabilitas darah /
tinggi jika terjadi komplikasi dan risiko pasien yang sedang mendapatkan terapi
kematian akibat emboli paru, sehingga antikoagulan; dan pasien yang berusia
hubungan tirah baring lama dengan lebih dari 65 tahun. Drop out dilakukan
kemungkinan terjadinya DVT pada pasien jika pasien meninggal; melakukan kegiatan
menjadi sangat penting dan diharapkan mobilisasi turun dari tempat tidur; pasien
dapat dilakukan pencegahan trombosis mendapatkan tindakan operatif; pasien
atau trombo-profilaksis pada pasien tirah jatuh ke dalam keadaan sepsis sebelum 7
baring lama. hari perawatan.
Besar sampel ditentukan dengan
BAHAN DAN METODE koefisien korelasi sebesar 0,4 pada taraf
Penelitian ini menggunakan subyek kepercayaan 95% dan power of test 90%.
penelitian berupa pasien yang dirawat di Jumlah sampel minimum yang dibutuhkan
Departemen Ilmu Bedah RSUP Dr. Hasan pada penelitian ini sebesar 34 orang.
Sadikin Bandung periode bulan Maret Pengambilan sampel dilakukan secara
2018 sampai bulan Agustus 2018. consecutive sampling, berdasarkan urutan
Penelitian ini merupakan penelitian kohort pendaftaran ke Instalasi Gawat Darurat
prospektif observasional untuk mengetahui (IGD) Bedah RSUP Dr. Hasan Sadikin
hubungan antara tirah baring lama dengan Bandung.
kemungkinan terjadinya DVT yang dinilai Subyek yang sudah sesuai dengan
dengan USG kompresi pada pasien-pasien kriteria inklusi menjalani USG kompresi
dengan tirah baring lebih dari 7 hari di pada vena femoralis bilateral pada hari
bangsal perawatan bedah. perawatan ke-1, kemudian dilanjutkan
Kriteria inklusi pada penelitian ini dengan pengukuran kadar D-Dimer. Darah
adalah pasien bedah yang dirawat dengan dikirim menggunakan tabung yang berisi
tirah baring lebih dari 7 hari di bangsal natrium sitrat 3,2%, untuk diperiksa di
perawatan bedah RSHS yang bersedia Laboratorium Patologi Klinik RSUP Dr.
mengikuti penelitian. Hasan Sadikin Bandung. Pengukuran D-
MK | Vol. 2 | No. 1 |OKTOBER 2018 3
Raden Hendi : Hubungan Tirah Baring Lama dengan...
Dimer dan USG kompresi pada tungkai Pemeriksaan duplex scanning mempunyai
bawah bilateral diulang pada minggu ke-2. sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi
Pemeriksaan radiologis merupakan untuk mendiagnosis DVT proksimal.4
pemeriksaan yang penting untuk USG dengan teknik kompresi pada
mendiagnosis trombosis. Pemeriksaan pembuluh darah vena ekstremitas bawah,
yang dapat dilakukan pada DVT adalah hasil positif terkompresi ditunjukkan
venografi/flebografi, ultrasonografi (USG) dengan gambaran lumen vena yang
Doppler (duplex scanning), USG menjadi pipih saat probe USG ditekan
kompresi, Venous Impedance diatas vena. Hasil negatif (tidak
Plethysmography (IPG) dan MRI.4 terkompresi) ditunjukkan dengan
Ketepatan pemeriksaan USG gambaran lumen vena yang tidak menjadi
Doppler pada pasien dengan DVT pipih / terganjal massa saat probe USG
proksimal yang simtomatik adalah 61–98% ditekan diatas vena (Gambar 1). Setelah
jika dibandingkan dengan venografi. seluruh data terkumpul, dilakukan uji
USG kompresi mempunyai normalitas data menggunakan uji Shapiro-
sensitivitas 61-98% dan spesifitas 97%. Wilk dilanjutkan dengan uji korelasi
Hasil negatif palsu dapat mencapai 50%. Spearman.
Probe Probe Probe
Trombus
Arteri Arteri Arteri
Vena Vena Vena
A B C
Gambar 1 Ilustrasi gambaran arteri dan vena pada USG Kompresi. (A) Arteri dan vena dengan probe tidak
ditekan (B) Arteri dan vena dengan probe ditekan, vena terkompresi (hasil negatif) (C) Arteri dan vena dengan
probe ditekan, vena tidak terkompresi karena terhalang trombus (hasil positif).
Aspek etika yang terjadi antara lain superfisial untuk pemeriksaan D-Dimer.
adalah berkurangnya rasa nyaman pasien Penelitian ini dilaksanakan setelah
akibat adanya pemeriksaan tambahan mendapatkan persetujuan dan rekomendasi
berupa USG femoral bilateral dan dari Komite Etik Penelitian Kesehatan
pengambilan sampel darah dari vena Fakultas Kedokteran Universitas
MK | Vol. 2 | No. 1 |OKTOBER 2018 4
Raden Hendi : Hubungan Tirah Baring Lama dengan...
Padjadjaran/RSUP Dr. Hasan Sadikin minimal 34 sampel penelitian. Penderita
Bandung dengan nomor surat dengan jenis kelamin laki-laki lebih
LB.04.01/A05/EC/055/III/2018 banyak dari perempuan. Karakteristik
subyek penelitian dapat dilihat pada Tabel
HASIL DAN PEMBAHASAN 1.
Selama periode Maret sampai Pemeriksaan USG vena femoralis
Agustus 2018 didapatkan sejumlah 67 dilakukan pada hari pertama perawatan
pasien yang datang melalui IGD Bedah memberikan hasil negatif pada semua
RSUP Dr. Hasan Sadikin memenuhi subjek penelitian, begitu juga USG vena
kriteria inklusi kemudian dirawat di femoralis pada minggu ke-2 juga
bangsal bedah. Dua puluh tiga pasien drop memberikan hasil negatif. Hasil penelitian
out karena sebab-sebab berikut: 10 orang menunjukkan rerata lama rawat adalah 12
pasien menjadi sepsis sebelum minggu ke hari dengan semua hasil USG negatif
dua, 5 orang menjalani operasi sebelum (tidak terjadi DVT). Perhitungan statistik
hari ke-7, 3 orang meninggal dan 5 orang dengan menggunakan uji korelasi
pulang sebelum perawatan hari ke-7. Spearman menunjukkan bahwa tidak
Tersisa 44 pasien yang memenuhi syarat terdapat korelasi antara lama rawat (rerata
sebagai subjek penelitian. Jumlah tersebut 12 hari) dengan terjadinya DVT (koefisien
sudah mencukupi untuk memenuhi jumlah korelasi 0,000) (Tabel 2).
Tabel 1 Karakteristik Subjek Penelitian
Variabel Hasil (n= 44)
Usia (tahun) Rerata ± SD (41,97±23,51) th
Median 44th
Range 17-64th
Jenis Kelamin Laki-laki 25 (57%)
Perempuan 19 (43%)
Diagnosis Kolangitis ringan 17
Fistula enterokutan 13
Efusi pleura TBC 10
Edema serebri 4
MK | Vol. 2 | No. 1 |OKTOBER 2018 5
Raden Hendi : Hubungan Tirah Baring Lama dengan...
Tabel 2 Korelasi Lama Rawat dengan DVT (USG Kompresi)
Variabel Lama Rawat USG r*
Rerata 12 hari
Median 11 hari Negatif 0,000
Range 8-15 hari
*Uji Korelasi Spearman
Anamnesis dan pemeriksaan fisik tungkai unilateral disertai eritem dan
merupakan hal yang sangat penting dalam hangat pada perabaan, disertai nyeri. 5,6,7
pendekatan terhadap pasien dengan dugaan Meskipun selama perawatan tidak
trombosis. Keluhan utama pasien dengan terjadi DVT namun ternyata didapatkan
DVT adalah kaki yang bengkak dan nyeri. rerata kenaikan D-Dimer sebesar 0,19 mg/l
Riwayat penyakit sebelumnya merupakan (Tabel 3). Hal ini menunjukkan bahwa
hal penting karena dapat diketahui faktor selama pasien dirawat terjadi suatu proses
risiko dan riwayat trombosis sebelumnya. thrombosis yang meningkat. Proses
Adanya riwayat trombosis dalam keluarga thrombosis yang meningkat tersebut
(genetik) juga merupakan hal penting.5,6,7 diimbangi oleh peningkatan proses
Tanda-tanda klinis yang klasik tidak selalu trombolitik dengan D-Dimer sebagai hasil
ditemukan pada pemeriksaan fisik. akhir yang dapat terdeteksi di dalam darah.
Gambaran klasik DVT adalah edema
Tabel 3 Selisih nilai D-Dimer minggu ke-2 dan hari ke-1
Variabel D-dimer (mg/l )
Hari ke-1 Minggu ke-2 Kenaikan
DVT (-) Rerata 0,44±0,21 0,73±0,32 0,29±0,27
(n = 44 ) Median 0,41 0,65 0,19
Range 0,05-1,12 0,26-1,63 0,00-1,09
Dalam tubuh kita setiap saat terjadi yang ditunjukkan dengan nilai D-dimer. D-
suatu proses kesetimbangan antara Dimer menjadi indikator terpilih untuk
pembentukan fibrin (trombosis) dan melihat proses trombolitik karena
degradasi fibrin (trombolitik) sehingga merupakan salah satu produk hasil
pada keadaan normal tetap terdapat degenerasi fibrin yang paling stabil dan
sejumlah tertentu produk degradasi fibrin bertahan cukup lama di dalam darah, nilai
MK | Vol. 2 | No. 1 |OKTOBER 2018 6
Raden Hendi : Hubungan Tirah Baring Lama dengan...
normalnya berkisar 0,55 mg/l. Suatu Angka kejadian DVT sangat
keadaan yang meningkatkan pembentukan bervariasi di berbagai tempat, hal ini
fibrin atau trombosis akan selalu diikuti sangat tergantung pada demografi populasi
peningkatan pemecahan fibrin atau sampel. Insidensi DVT banyak pada ras
trombolitik, dapat kita lihat melalui kulit putih (Kaukasia) dan timur tengah
peningkatan nilai D-dimer.8 (Arab) jika dibandingkan dengan ras
Trombosis dapat terjadi jika lainnya (Asia, Indian, Aborigin). Angka
keseimbangan antara faktor trombogenik kesakitan di Amerika Serikat adalah 56-
dan mekanisme protektif terganggu. Faktor 122 per 100.000 per tahun sedangkan di
trombogenik meliputi gangguan pada sel Swedia 160 per 100.000 per tahun. Roberts
endotel akibat trauma atau hipoksia. et al (2009) menyatakan bahwa angka
Kerusakan pada endotel akan kejadian DVT pada ras kulit putih di Eropa
menyebabkan jaringan sub endotel dan Amerika adalah 41–85% sedangkan
terpapar aliran darah, selanjutnya kontak Leizorovic et al (2009) menyebutkan
trombosit dengan kolagen yang ada pada angka kejadian di Asia (Cina, India,
sub endotel akan menginisiasi aktivitas Indonesia, Malaysia, Pakistan, Filipina,
koagulasi. Terganggunya sistem Singapura, Taiwan dan Thailand) adalah
fibrinolisis dan stasis aliran darah juga sebesar 1–9%.3 Berdasarkan data yang
termasuk sebagai faktor-faktor yang diambil dari bagian rekam medik RSUP
mendukung trombogenik event. Dr. Hasan Sadikin Bandung, jumlah kasus
Mekanisme protektif yang DVT di RSUP Dr. Hasan Sadikin
memelihara keseimbangan koagulasi Bandung, periode Januari 2011 hingga
terdiri dari faktor antitrombotik yang Desember 2016 adalah 648, dengan rata-
dilepaskan oleh sel endotel yang utuh; rata 130 kasus per tahun atau 11 kasus per
netralisasi faktor pembekuan yang aktif bulan. Jumlah kasus yang rendah di RSUP
oleh komponen sel endotel; hambatan Dr. Hasan Sadikin Bandung mungkin
faktor pembekuan yang aktif oleh disebabkan oleh data rekam medik yang
inhibitor; pemecahan faktor pembekuan hanya mencatat DVT yang simtomatik,
oleh protease; pengenceran faktor sedangkan literatur menyebutkan 50%
pembekuan yang aktif dan trobosit yang kasus DVT asimtomatik.1 Hampir semua
beragregasi oleh aliran darah dan sistem kasus DVT di RSHS adalah kasus yang
fibrinolisis 5 menyertai malignansi kandungan, beberapa
kasus ortopedi dan pasien stroke. Rata-rata
MK | Vol. 2 | No. 1 |OKTOBER 2018 7
Raden Hendi : Hubungan Tirah Baring Lama dengan...
lama perawatan pasien DVT di RSUP Dr. mahal dan merupakan prosedur yang
Hasan Sadikin Bandung adalah 9,6 hari kompleks serta invasif maka penegakan
dengan angka kematian 15,5%. diagnosis DVT dapat dilakukan dengan
Insidensi trombosis tungkai menggunakan USG Kompresi dan D-
meningkat dengan cepat dari 15% menjadi Dimer.3,5,10
77% dan 94% setelah 1, 2 dan 4 minggu Diagnosis DVT juga dapat
perawatan tirah baring. Skoring dari Wells ditegakkan dengan menggunakan model
mencantumkan tirah baring 3 hari atau skoring dari Wells. Menurut skoring ini,
lebih dapat berisiko menimbulkan DVT.4 risiko terjadinya trombosis atau DVT
Smel-tzer (2010) dan Tejo (2009) sudah dimulai pada pasien yang berbaring
menyebutkan tirah baring lama adalah lebih dari 3 hari.8,11,12
suatu keadaan tidak bergerak bebas atau Pada keadaan normal darah yang
sulit bergerak selama lima hari atau lebih bersirkulasi berada dalam keadaan cair,
akibat perubahan fungsi fisiologis atau tetapi akan membentuk bekuan jika
karena kebutuhan terapi.5,9 Hal diatas teraktivasi atau terpapar dengan suatu
mendasari peneliti untuk mengambil waktu permukaan asing. Virchow meng-
2 minggu sebagai waktu pengamatan. ungkapkan suatu triad yang merupakan
Faktor medikal atau surgikal dapat dasar terbentuknya trombus yaitu
menjadi predisposisi terjadinya DVT, gangguan pada aliran darah yang
beberapa diantaranya adalah tindakan mengakibatkan stasis, gangguan pada
bedah mayor, malignansi (khususnya keseimbangan prokoagulan dan
pelvis, abdominal, metastasis), infark antikoagulan yang menyebabkan aktivasi
miokard, stroke, gagal nafas akut, gagal faktor pembekuan (hiperkoagubilitas) dan
jantung kongestif, inflammatory bowel gangguan pada dinding pembuluh darah
disease, sindroma nefrotik, penggunaan (endotel) yang menyebabkan aktivasi
pacemaker, fraktur pelvis dan ekstremitas prokoagulan.14
bawah, polisitemia, paroxysmal nocturnal Tirah baring lama akan melambatkan
hemoglobinuria, paraproteinemia dan aliran darah karena gerakan kontraksi dan
Sindroma Behcet’s.10,11 relaksasi otot tungkai yang membantu
Diagnosis baku emas DVT kelancaran aliran darah menjadi hilang.
ditegakkan dengan menggunakan Aliran darah yang melambat (stasis) akan
pemeriksaan venografi, namun demikian menyebabkan hipoksia pada venous valve
karena pemeriksaan venografi cukup pocket yang berikutunya mengaktivasi
MK | Vol. 2 | No. 1 |OKTOBER 2018 8
Raden Hendi : Hubungan Tirah Baring Lama dengan...
faktor pembekuan yang menyebabkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terjadi proses koagulsi yang dapat terdapat kenaikan kadar D-dimer selama
12
berkembang menjadi DVT. Proses perawatan, ini membuktikan bahwa selama
trombogenik yang terjadi akan langsung tirah baring lebih dari 7 hari (2 minggu)
diimbangi dengan proses trombolisis. telah terjadi peningkatan proses trombosis
Proses trombolisis ini dapat kita lihat namun belum menimbulkan suatu
melalui peningkatan kadar D-dimer.14 sumbatan pada vena yang dapat terdeteksi
Pada penelitian ini, tirah baring lama oleh USG sehingga tidak bisa didiagnosis
(2 minggu) tidak diikuti terjadinya DVT. menjadi suatu DVT.
Seluruh USG kompresi yang dilakukan Jika terdapat trombus dalam vena
tidak menunjukkan suatu gambaran (DVT) maka saat probe ditekan, gambaran
trombus pada vena femoralis (Gambar 2), arteri dan akan tetap seperti gambar A,
sehingga dapat dikatakan bahwa pada vena akan tampak seperti lingkaran atau
penelitian ini tidak didapatkan hubungan memipih sebagian dan tampak trombus
antara tirah baring lama (2 minggu) dengan berupa bayangan hiperdens di dalam vena
terjadinya DVT, namun demikian tirah femoralis.
baring lama ternyata tetap menunjukkan
peningkatan kadar D-Dimer.
Gambar 2 USG regio femoralis kanan. (A) USG pada regio femoralis kanan. Probe tidak ditekan, tampak vena
femoralis (VF) dan arteri femoralis (AF) berupa lingkaran hipodens (B)USG pada regio femoralis kanan. Probe
ditekan, tampak vena femoralis (VF) menjadi pipih (kompresibel) yang menunjukkan tidak ada thrombus di
dalam vena. Arteri femoralis (AF) berupa lingkaran hipodens.
Pengamatan pada minggu ke dua dengan gambaran USG vena femoralis
(hari ke-8 sampai hari ke-15) penelitian bilateral yang kompresibel pada semua
tidak ditemukan adanya subyek penelitian subjek penelitian. Penelitian sebelumnya
yang mengalami DVT, yang dibuktikan yang dilakukan oleh Roberts et al (2009)
MK | Vol. 2 | No. 1 |OKTOBER 2018 9
Raden Hendi : Hubungan Tirah Baring Lama dengan...
menyebutkan angka kejadian DVT penelitian juga diduga menyebabkan tidak
meningkat pada pasien post operasi terjadinya DVT.
ortopedi mayor (total knee replacement, Berbagai faktor risiko dapat
total hip replacement),3 sedangkan Yaznil meningkatkan kemungkinan seorang
(2010) menyatakan bahwa angka kejadian pasien mengalami DVT, diantaranya
DVT meningkat pada pasien-pasien duduk dan tirah baring dalam waktu lama.
dengan tumor ginekologi,15 namun Faktor risiko seseorang menjadi lebih
keduanya tidak menyebutkan hari keberapa rentan terhadap DVT adalah sebagai
kemungkinan terjadi DVT. berikut: duduk dalam waktu yang terlalu
Jika mengamati skoring dari Wells, lama, seperti saat mengemudi atau saat
perawatan tirah baring selama 3 hari atau menumpang pesawat terbang kelas
lebih sudah menjadi risiko terjadinya DVT. ekonomi dengan jarak yang jauh
Dari otopsi ditemukan bahwa insidensi (economic class syndrome).3-5,11 Ketika
trombosis tungkai meningkat dengan cepat kaki berada dalam posisi diam untuk waktu
dari 15% menjadi 77% dan 94% setelah 1, yang cukup lama, otot-otot kaki tidak
2 dan 4 minggu perawatan tirah baring.3 berkontraksi sehingga mekanisme pompa
Dengan mempertimbangkan hal otot tidak berjalan dengan baik. Emboli
diatas dan lama rata-rata rawat pasien DVT paru terjadi pada 0,39 per sejuta
di RSHS 9,6 hari, pengambilan waktu penumpang pesawat jarak jauh yang harus
pengamatan selama 2 minggu dipandang duduk dalam waktu yang sangat lama.
sudah tepat. Tidak terjadinya DVT pada Memiliki riwayat gangguan penggumpalan
penelitian ini diduga karena dua kondisi. darah. Beberapa orang yang memiliki
Waktu rata-rata lama rawat yang diamati faktor genetik yang menyebabkan darah
diduga belum cukup untuk menimbulkan dapat menggumpal dengan [Link]
trombus yang menyebabkan DVT yang baring dalam waktu yang lama, misalnya
dapat dideteksi dengan USG. Jika waktu rawat inap di rumah sakit dalam kondisi
penelitian diperpanjang, maka diharapkan paralisis atau tidak memungkinkan untuk
trombus yang terbentuk semakin besar banyak bergerak karena kebutuhan terapi.
sehingga dapat terdeteksi dengan Dari otopsi ditemukan bahwa insidensi
menggunakan USG atau bahkan trombosis tungkai meningkat dengan cepat
menimbulkan DVT yang menimbulkan dari 15% menjadi 77% dan 94% setelah 1,
[Link] genetik pada subjek 2 dan 4 minggu perawatan tirah baring.3
MK | Vol. 2 | No. 1 |OKTOBER 2018 10
Raden Hendi : Hubungan Tirah Baring Lama dengan...
Cedera terhadap pembuluh darah Riwayat DVT terdahulu
vena atau pembedahan dapat menimbulkan suatu lokus yang rentan
memperlambat aliran darah dan untuk terjadi trombosis ulang. Berat badan
meningkatkan risiko terbentuknya yang berlebih atau obesitasjuga akan
gumpalan darah. Penggunaan obat anestesi menimbulkan keterbatasan aktivitas dan
selama pembedahan mengakibatkan gerak otot sehingga lebih mudah terjadi
pembuluh vena mengalami dilatasi stasis. Rokok membawa toksin dari
sehingga meningkatkan risiko tembakau menuju aliran darah sehingga
terkumpulnya darah dan terbentuk dapat merusak [Link] lanjut di atas
trombus. 60 tahun, akibat proses degeneratif alami,
Kehamilan menyebabkan pening- kerusakan spontan dari endotel lebih
katan tekanan di dalam vena daerah kaki mudah terjadi.
dan pelvis karena penekanan langsung Hormonal, estrogen yang digunakan
uterus terhadap vena iliaka. Kehamilan untuk kontrasepsi atau terapi sulih hormon
juga menyebabkan perubahan koagubilitas meningkatkan risiko DVT karena
darah serta adanya pengaruh hormon pelebaran vena yang menyebabkan aliran
estrogen dan progestin yang membuat menjadi lambat. Faktor V Leiden dan
pembuluh darah relaksasi sehingga aliran mutasi faktor II yang merupakan faktor
darah melambat. trombosis banyak terdapat pada ras
Beberapa penyakit kanker dapat kaukasia dan ras timur tengah. Defisiensi
meningkatkan risiko terjadinya trombus protein C, protein S dan antitrombin
akibat adanya Vascular Endothelial banyak berperan pada terjadinya DVT
Growth Factor yang diproduksi oleh sel pada ras Asia, ras asli Amerika dan ras asli
tumor. Penderita gagal jantung juga Australia.7,9
memiliki risiko DVT yang meningkat Robertset al (2009) menyebutkan
dikarenakan darah tidak terpompa secara bahwa angka kejadian DVT pada ras kulit
efektif seperti jantung yang normal. Alat putih di Eropa dan Amerika adalah 41–
pacu jantung dan kateter di dalam vena, 85% sedangkan angka kejadian di Asia
benda asing dapat mencetuskan suatu (Cina, India, Indonesia, Malaysia,
proses trombosis secara langsung atau Pakistan, Filipina, Singapura, Taiwan dan
menimbulkan cedera endotel yang Thailand) adalah sebesar 1–9%.3 Banyak
kemudian menginisisasi suatu proses ditemukan faktor V Leiden dan Faktor II
trombosis. polimorf pada ras kulit putih. Kedua gen
MK | Vol. 2 | No. 1 |OKTOBER 2018 11
Raden Hendi : Hubungan Tirah Baring Lama dengan...
tersebut menyebabkan proses trombosis didasarkan pada lama rawat rata-rata
lebih dominan atau tidak dapat diimbangi pasien DVT di RSHS yaitu selama 9,6
dengan proses fibrinolitik. Kejadian DVT hari. Kedua adalah sulitnya mengontrol
juga meningkat pada ras bangsa Arab di proses infeksi pada subjek penelitian.
timur tengah, salah satunya disebabkan Pengamatan subjek penelitian menjadi bias
oleh defisiensi antikoagulan alami (protein karena peneliti tidak bisa memastikan
C, protein S dan antitrombin).Hal-hal apakah selama pengamatan, proses infeksi
diatas menyebabkan DVT mudah tetap terkontrol. Hal ini terbukti dari
[Link] pada ras-ras di Asia, beberapa subjek penelitian yang menjadi
angka kesakitan DVT sangat rendah sepsis selama perawatan. Ketiga adalah
karena tidak mempunyai predisposisi sulitnya memastikan apakah seluruh subjek
genetik seperti diatas.16 penelitian benar-benar berbaring selama
Trombosis terjadi jika keseimbangan waktu pengamatan atau pernah berdiri/
antara faktor trombogenik dan mekanisme mobilisasi mengingat kebanyakan subjek
protektif terganggu. Faktor trombogenik penelitian tidak mengalami gangguan
berupa gangguan sel endotel akan kesadaran. Keempat, peneliti tidak
menjadikan sub endotel terbuka. Kolagen memperhitungkan body mass index dan
sub endotel bersama trombosit akan status penggunaan terapi hormonal pada
4,17
mencetuskan koagulasi. pasien. Empat hal diatas dapat menjadi
Mekanisme protektif yang menjaga faktor bias dalam penelitian ini.
kesetimbangan trombosis dan trombolisis Hasil penelitian ini sesuai dengan
meliputi faktor antitrombotik yang beberapa penelitian yang mengungkapkan
dilepaskan oleh sel endotel yang utuh, bahwa insiden DVT di populasi ras Asia,
netralisasi faktor pembekuan yang aktif rendah,18 demikian juga pada ras asli
oleh komponen sel endotel, hambatan Amerika (Indian) dan ras asli Australia
faktor pembekuan yang aktif oleh (Aborigin) jika dibandingkan ras Kaukasia,
inhibitor, pemecahan faktor pembekuan Amerika dan Timur Tengah.15 Tidak
oleh protease serat lisisnya trombus oleh ditemukanya DVT pada penelitian ini
sistem fibrinolisis.7,18 mungkin disebabkan waktu penelitian yang
Keterbatasan penelitian ini yaitu: kurang lama atau disebabkan juga oleh
pertama penelitian ini hanya mengambil pengaruh genetik ras Asia yang tidak
data penelitian selama dua minggu, mempunyai gen herediter (Faktor V
pengambilan waktu dua minggu Leiden, Faktor II polimorf) ataupun
MK | Vol. 2 | No. 1 |OKTOBER 2018 12
Raden Hendi : Hubungan Tirah Baring Lama dengan...
defisiensi antitrombin alami (Protein C, 5. Tejo BA. Immobilisasi lama.
Protein S dan Antitrombin) yang dapat [Link]. 2009.
mempercepat terjadinya DVT. 6. Silverstein MD, Heit JA, Mohr DN, et
al. Trends in the incidence of deep
KESIMPULAN vein trombosis and pulmonary
Tidak terdapat hubungan antara tirah embolism: A 25-year population-
baring lama selama 2 minggu (rerata 12 based study. Arch Intern Med,
hari) dengan terjadinya DVT. Disarankan 2008;158:585-593
untuk melakukan penelitian selanjutnya 7. Ho C. Can very high level of d-dimer
dengan waktu penelitian yang lebih lama. exclusively predict the presence of
thromboembolic disease? Journal Of
DAFTAR PUSTAKA Chinese Medical Association, 2011;
1. Mazolai L, dan Aboyans V. Deep vein 74:151-154.
trombosis (DVT), case management 8. Edwin JR., Van Beek HRB, Matthijs
adherence guideline. Case O. Deep vein trombosis and
Management Society Of America, pulmonary embolism: Wiley-
2007. Blackwell Online Library, 2009: 1-3.
2. Prandoni P, Science DoCaV. 9. Smel-Tzer BH. Brunner and
Prevention and treatment of venous Suddarth'sTextbook of Medikal
thromboembolism with low- Nursing, Lippincot William and
molecular-weight heparins: clinical [Link] Zealand. 2010: 34-50.
implication of recent european 10. Levitan N, Dowlati A, Remick SC,
guidelines. Thromboembolism Unit- Tahsildar HI, Sivinski LD, dan Beyth
University of Purdua Italy. Trombosis R. Rates of initial and recurrent
Journal, 2008; 6 (1): 13. thromboembolic disease among
3. Roberts LN, Patel RK dan Roopen A. patients with malignancy versus those
Venous thromboembolism and without malignancy. Risk analysis
ethnicity: British Journal Of using Medicare claims data.
Haematology,2009;146: 369–383. Baltimore. 2009;78(5):285–91.
4. Lars J dan Grim CRT. Bedside 11. Gloviczki P. Handbook of venous
ultrasonography in deep vein disorder, Guidelines Of The
trombosis, [Link] Medscape, American Venous Forum 2010
2015. Article overview
MK | Vol. 2 | No. 1 |OKTOBER 2018 13
Raden Hendi : Hubungan Tirah Baring Lama dengan...
12. Snow VAQ. Current diagnosis of ginekologi risiko tinggi dan risiko
venous thromboembolism in primary rendah di RSH. Adam Malik Medan.
care: a clinical practise guideline from Medan: Universitas Sumatera Utara
american academy of family 2010; Karya Ilmiah.
physician and the american college of 16. Roberts LN, Patel [Link]
physician. Annuals of Family thromboembolism and ethnicity. king's
Medicine, 2007; 5: 57-62. thrombosis centre, king's college
13. Law Y, Chan YC, Stephen WK. hospital, denmark hill, london uk.
Epidemiological updates of venous british journal of haematology,
thromboembolism in a chinese Blackwell Publishing Ltd
population. Asian Journal of Surgery, 2009;146:369-383
2018; 22: 176 -182. 17. Khali JB. Venous thromboembolism
14. Swaroopa dan Pulivarthi MKG. in cancer patients: an underestimated
Effectiveness of d-dimer as screening major health problem. World Journal
test for venous thromboembolism: an Of Surgikal Oncology, 2015; 13: 204.
update. North American Journal Of 18. Weill S, Engerer SM. risk faktor for
Medical Sciences, 2014; 6: 419-499. deep vein trombosis in patients aged
15. Yaznil MR. Prevalensi deep vein 65 and older: a case control
trombosis (deep vein trombosis) multicenter study. Journal Of
dengan compression ultrasound b- American Geriatrics Society, 2004;
mode image pada pasien tumor 52:1299-1304.
MK | Vol. 2 | No. 1 |OKTOBER 2018 14