Universitas Sumatera Utara
Repositori Institusi USU [Link]
Departemen Manajemen Skripsi Sarjana
2018
Pengaruh Keselamatan Kesehatan
Kerja, Beban Kerjadan Jaminan Sosial
terhadap Kinerja Karyawan Bagian
Pengolahan pada PT Perkebunan
Nusantara IV (Persero) Unit Kebun Bah Jambi
Rahayu, Sri
Universitas Sumatera Utara
[Link]
Downloaded from Repositori Institusi USU, Univsersitas Sumatera Utara
SKRIPSI
PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN KERJA, BEBAN
KERJADAN JAMINAN SOSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN
BAGIAN PENGOLAHAN PADA PT PERKEBUNAN
NUSANTARA IV (PERSERO) UNIT KEBUN
BAH JAMBI
OLEH
SRI RAHAYU
140502180
PROGRAM STUDI STRATA-1 MANAJEMEN
DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
DEPARTEMEN MANAJEMEN
PENANGGUNG JAWAB SKRIPSI
Nama : Sri Rahayu
NIM : 140502180
Program Studi : S1-Manajemen
Konsentrasi : Manajemen Sumber Daya Manusia
Judul : Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja, Beban Kerja Dan
Jaminan Sosial Terhadap Kinerja Karyawan Bagian
Pengolahan Pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero)
Unit Kebun Bah Jambi
Medan, Juni 2018
Sri Rahayu
NIM. 140502180
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
DEPARTEMEN MANAJEMEN
LEMBAR PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini dengan ini menyatakan bahwa
skripsi yang berjudul “Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja, Beban Kerja Dan
Jaminan Sosial Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Pengolahan Pada PT.
Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Kebun Bah Jambi” adalah benar hasil
karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh
gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera
Utara Medan.
Bagian atau data tertentu yang saya peroleh dari perusahaan atau lembaga,
dan/atau saya kutip dari hasil karya orang lain telah mendapat izin, dan/atau
dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penulisan
ilmiah.
Apabila kemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia
menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Medan, Juni 2018
Sri Rahayu
NIM. 140502180
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
ABSTRAK
PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN KERJA, BEBAN
KERJADAN JAMINAN SOSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN
BAGIAN PENGOLAHAN PADA PT PERKEBUNAN
NUSANTARA IV (PERSERO) UNIT KEBUN
BAH JAMBI
Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset terpenting yangdimiliki perusahaan
dan kinerja karyawan adalah salah satu faktor utama dari keberhasilan tercapainya
tujuan perusahaan. Sehingga setiap perusahaan selalu berusaha untuk
meningkatkan kinerja dari para karyawannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini
adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh keselamatan kesehatan kerja,
beban keja dan jaminan sosial terhadap kinerja karyawan PT. Perkebunan
Nusantara IV unit kebun Bah Jambi. Penelitian ini bersifat asosiatif dengan
pendekatan kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh berdasarkan hasil pengolahan
data kuisioner yang dibagikan kepada sampel penelitian. Populasi penelitian ini
adalah karyawan bagian pengolahan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun
Bah Jambi. Berdasarkan rumus Slovin sampel penelitian diketahui berjumlah 51
responden. Penyebaran kuisioner kepada responden menggunakan metode simple
random sampling. Teknik yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil
penelitian secara serempak menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan
signifikan antara keselamatan kesehatan kerja, beban kerja dan jaminan sosial
terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi.
Pengaruh signifikan terbesar terhadap kinerja jaryawan bagian pengolahan PT.
Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi adalah jaminan sosial (X3)
dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,508, kemudian diikuti variabel beban
kerja (X2) dengan nilai koefesien regresi sebesar 0,338, dan variabel keselamatan
kesehatan kerja (X1) dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,186. Dari hasil
analisa tersebut dapat diambil suatu kesimpulan bahwa jaminansocialmerupakan
faktor dominan yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap kinerja karyawan
bagian pengolahan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi.
Kata Kunci: Keselamatan Kesehatan Kerja, Beban Kerja, Jaminan Sosial dan
Kinerja Karyawan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
ABSTRACT
THE IMPACT OF OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH,
WORKLOAD AND SOCIAL SECURITY TO EMPLOYEE
PERFORMANCE IN PT. PERKEBUNAN
NUSANTARA IV UNIT KEBUN
BAH JAMBI
Human resources (HR) is the most important asset owned by the company and
employee performance is one of the main factors of the success of a company to
achieve its goals. Therefore every company always trying to improve the
performance its employee. The purpose of this research is to know and analyze
the effect of occupational health safety, work load and social security to the
performance of employees in PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah
Jambi. This research is associative with quantitative approach. Quantitative data
was obtained based on the results of questionnaire data processing that was
distributed to the research sample. The population of this study is the employees
in PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi. Based on Slovin method
there are 51 samples. The distribution of questioners to respondents is being used
simple random sampling method. The technique that is being used in this research
is multiple linear regressions. Simultaneous test in hypothesis results shows
thatoccupational health safety, work load and social security have positive and
significant effect to Employee Performance in PT. Perkebunan Nusantara IV unit
kebun Bah Jambi. The greatest influence on the performance in PT. Perkebunan
Nusantara IV Bah Jambi is social security variable (X3) with regression
coefficient value equal to 0,508, then followed by work load (X2)with regression
coefficient value equal to 0,338, and occupational Safety and Health variable (X1)
with regresision coefficient value equal to 0,186. From the results of the analysis
can be taken a conclusion that Social Security is the dominant factor that has the
greatest influence on employee performance of processing PT. Perkebunan
Nusantara unit kebun Bah Jambi.
Keywords: Occupational Safety and Health, Workload, Social Security and
Employee Performance
ii
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Allah Subhanahu wata‟ala atas rahmat dan
karuniaNya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini
yang berjudul “PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN KERJA,
BEBAN KERJA DAN JAMINAN SOSIAL TERHADAP KINERJA
KARYAWAN BAGIAN PENGOLAHAN PADA PT. PERKEBUNAN
NUSANTARA IV (PERSERO) UNIT KEBUN BAH JAMBI” untuk
memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Skripsi ini penulis persembahkan untuk Ibu, Sarbaini Harahap dan Bapak,
Suyetno. Terima kasih telah membesarkan, mendidik, dan memberikan dukungan
moral dan materil serta kasih sayang dan doa yang tidak ternilai mulai dari penulis
lahir hingga dapat menyelesaikan pendidikan di Program Studi S1 Manajemen.
Dalam kesempatan ini penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Dr. Amlys Syahputra Silalahi, [Link] dan Bapak Doli Muhammad Jafar
Dalimunthe, SE, [Link],selaku Ketua dan Sekretaris Departemen/Program
Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera
Utara.
3. Ibu Fivi Rahmatus Sofiyah, SE, [Link], selaku Dosen Pembimbing yang telah
memberikan arahan, bimbingan, dan motivasi serta saran kepada penulis
dalam menyelesaikan skripsi ini.
iii
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
4. Kepada Ibu Magdalena L. Sibarani, SE, [Link],selaku Dosen Penguji I dan Ibu
Dr. Yeni Absah, SE, [Link],selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan
saran dan masukan untuk kesempurnaan skripsi ini.
5. Kepada Bapak dan Ibu Dosen Program Studi S1 Manajemen Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang telah mendidik dan
memberikan ilmunya kepada penulis selama mengikuti perkuliahan.
6. Kepada Kakak dan Abang; Ayuning Lestari dan Riandri Ramadhani Purba
yang telah membantu dan selalu menjadi pendengar terbaik selama
pembuatan skripsi ini. Serta Latisha Aqueena Purba yang selalu menjadi
penghibur penulis setiap harinya.
7. Kepada Robbiansyah Saragih [Link] yang selalu memberikan semangat,
doa dan bantuan dalam penyusunan skripsi ini.
8. Kepada sahabat terbaik Afriani Sarah, Dhiyaan Citrasahara dan Gilang
Virgiawan Pratama yang selalu membantu, mendukung dan memberikan
motivasi penulis dari awal dalam penyusunan skripsi ini.
9. Kepada Sepupu tersayang Elvira Nanda Faramitri Harahap, Ulfa Faramitha
Harahap dan Wulan Agustira Harahap yang telah memberi dukungan dan
canda tawa dari awal perkuliahan.
10. Kepada teman teman sekelas Manajemen D yang membuat masa perkuliahan
menjadi lebih menyenangkan.
11. Pihak-pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.
iv
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Akhir kata penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca
dan dapat dipergunakan untuk menambah pengetahuan dan bahan masukan bagi
penelitian selanjutnya.
Medan, 27 Maret 2018
Peneliti
Sri Rahayu
140502180
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ............................................................................................... i
ABSTRACT ............................................................................................. ii
KATA PENGANTAR ............................................................................. iii
DAFTAR ISI ............................................................................................ v
DAFTAR TABEL.................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... x
BAB I PENDAHULUAN ................................................................. 1
1.1 Latar Belakang Masalah ............................................... 1
1.2 Perumusan Masalah ...................................................... 11
1.3 Tujuan Penelitian .......................................................... 12
1.4 Manfaat Penelitian ........................................................ 13
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ....................................................... 14
2.1 Keselamatan Kesehatan Kerja ...................................... 14
2.1.2 Keselamatan Kerja ............................................ 14
2.1.2 Kesehatan Kerja ................................................ 15
2.1.3 Program Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) ... 17
2.2 Beban Kerja .................................................................. 19
2.2.1 Pengertian Beban Kerja .................................... 19
2.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Beban
Kerja .................................................................. 20
2.2.3 Indikator Beban Kerja ....................................... 21
2.3 Jaminan Sosial .............................................................. 21
2.3.1 Pengertian Jaminan Sosial ............................... 21
2.3.2 Tujuan Pemberian Jaminan Sosial ................... 23
2.3.3 Bentuk Jaminan Sosial ...................................... 24
2.3.4 Syarat Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga
Kerja .................................................................. 24
2.3.5 Manfaat Jaminan Sosial .................................... 25
2.3.6 Indikator Jaminan Sosial ................................... 27
2.4 Kinerja Karyawan ......................................................... 27
2.4.1 Pengertian Kinerja ............................................ 27
2.4.2 Faktor faktor yang Mempengaruhi Kinerja
Karyawan .......................................................... 28
2.4.3 Dimensi Kinerja Karyawan............................... 29
2.5 Penelitian Terdahulu ..................................................... 30
2.6 Kerangka Konseptual .................................................... 34
2.7 Hipotesis ....................................................................... 37
BAB III METODE PENELITIAN .................................................... 39
3.1 Jenis Penelitian ............................................................. 39
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ...................................... 39
vi
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
3.3 Batasan Operasional ..................................................... 39
3.4 Definisi Operasional Variabel ...................................... 40
3.5 Skala Pengukuran Variabel .......................................... 41
3.6 Populasi dan Sampel ..................................................... 42
3.7 Jenis Data ..................................................................... 44
3.7 Metode Pengumpulan Data .......................................... 44
3.8 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas .................................. 45
3.8.1 Uji Validitas ...................................................... 45
3.9.2 Uji Reliabilitas .................................................. 46
3.9 Teknik Analisis Data .................................................... 46
3.9.1 Metode Analisis Deskriptif ............................... 46
3.9.2 Analisis Regresi Linier Berganda ..................... 47
3.10 Uji Asumsi Klasik ......................................................... 47
3.11 Pengujian Hipotesis ...................................................... 50
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................ 52
4.1 Gambaran umum perusahaan........................................ 52
4.1.1 Sejarah Perusahaan ........................................... 52
4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan.................................. 53
4.1.3 Struktur Organisasi Perusahaan ........................ 53
4.1.4 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab .................. 56
4.2 KarakterisikResponden ................................................. 64
4.2.1 KarakteristikRespondenBerdasarkanJenis
Kelamin ............................................................. 64
4.2.2 KarakteristikRespondenBerdasarkanUsia......... 65
4.2.3 KaraktersitikRespondenBerdasarkan Lama
Bekerja .............................................................. 66
4.3 Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ........................ 66
4.4 Hasil Analisis Data ....................................................... 69
4.4.1 Analisis Deskriptif Responden ......................... 70
4.4.2 Analisis Regresi Linier Berganda ..................... 83
4.5 Uji Asumsi Klasik ......................................................... 85
4.6 Pengujian Hipotesis ...................................................... 90
4.7 Pembahasan .................................................................. 92
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................ 100
5.1 Kesimpulan ................................................................... 100
5.2 Saran ............................................................................. 101
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 103
LAMPIRAN ............................................................................................. 105
vii
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
DAFTAR TABEL
No Tabel Judul Halaman
1.1 Data Tingkat Kecelakaan Kerja Karyawan Bagian
Pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero)
Unit kebun Bah Jambi ................................................................... 5
1.2 Hasil Pra-survei Mengenai Tanggapan Karyawan Terhadap
Jaminan Sosial ............................................................................... 10
1.3 Hasil Kinerja Karyawan Pada PTPN IV unit kebun Bah Jambi ... 11
2.1 Penelitian Terdahulu yang Relevan dengan Penelitian ................. 30
3.1 Defenisi Operasional Variabel ...................................................... 40
3.2 Instrumen Skala Likert Skala Skor ................................................ 42
3.3 Jumlah Sampel .............................................................................. 43
4.1 Hasil Uji Validitas Variabel Keselamatan Kesehatan Kerja
(X1) ............................................................................................... 67
4.2 Hasil Uji Validitas Variabel Beban Kerja (X2)............................. 68
4.3 Hasil Uji Validitas Variabel Jaminan Sosial (X3) ........................ 68
4.4 Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan (Y) ..................... 69
4.5 Hasil Uji Reliabilitas ..................................................................... 70
4.6 Distribusi jawaban responden terhadap Keselamatan
Kesehatan Kerja (X1) .................................................................... 71
4.7 Distribusi jawaban responden terhadap Beban Kerja (X2) ........... 75
4.8 Distribusi Jawaban responden terhadap Jaminan Sosial (X3)....... 78
4.9 Distribusi jawaban responden terhadap Kinerja Karyawan (Y) .... 80
4.10 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ........................................ 83
4.11 Uji Normalitas ............................................................................... 87
4.12 Uji Glejser ..................................................................................... 89
4.13 Uji Multikoliniearitas .................................................................... 89
4.14 Uji Signifikansi Simultan (Uji F) .................................................. 90
4.15 Uji Signifikan Parsial (Uji t) ......................................................... 91
4.16 Uji Koefisien Determinasi ............................................................. 92
viii
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
DAFTAR GAMBAR
No Gambar Judul Halaman
2.1 KerangkaKonseptual........................................................................ 37
4.1 Struktur Organisasi PT. Perkebunan Nusantara IV (persero)
Unit Kebun Bah jambi ..................................................................... 55
4.2 KarakteristikRespondenBerdasarkanJenisKelamin ......................... 64
4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia .................................... 65
4.4 KarakteristikRespondenBerdasarkan Lama Bekerja ....................... 66
4.5 Grafik rata rata nilai variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (X1) . 74
4.6 Grafik rata rata nilai variabelBebanKerja (X2) ............................... 77
4.7 Grafik rata ratanilaivariabel JaminanSosial (X3) ............................ 79
4.8 Grafik rata ratanilaivariabelKinerjaKaryawan (Y) .......................... 82
4.9 Histogram Uji Normalitas ............................................................... 85
4.10 Grafik Normalitas p-plot ................................................................. 86
4.11 Grafik Scatterplot ............................................................................ 88
ix
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
DAFTAR LAMPIRAN
No Lampiran Judul Halaman
1 Kuesioner Penelitian ..................................................................... 105
2 Hasil Pengisian Data Validitas dan Reliabilitas ............................ 109
3 Hasil Pengisian Data Kuesioner .................................................... 110
4 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin................... 114
5 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia .................................. 114
6 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja ................... 115
7 Hasil Uji Validitas Keselamatan Kesehatan Kerja (X1) ............... 115
8 Hasil Uji Validitas Beban Kerja (X2) ........................................... 116
9 Hasil Uji Validitas Jaminan Sosial (X3) ....................................... 116
10 Hasil Uji Validitas Kinerja Karyawan (Y) .................................... 116
11 Hasil Uji Reliabilitas ..................................................................... 117
12 Distribusi Jawaban Responden terhadap Keselamatan
Kesehatan Kerja (X1) .................................................................... 117
13 Distribusi Jawaban Responden terhadap Beban Kerja (X2) ......... 117
14 Distribusi Jawaban Responden terhadap Jaminan Sosial (X3) ..... 120
15 Distribusi Jawaban Responden terhadap Kinerja Karyawan (Y) .. 120
16 Rata-rata nilai variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (X1) ......... 120
17 Rata-rata nilai variabel Beban Kerja (X2) ..................................... 121
18 Rata-rata nilai variabel Jaminan Sosial (X3) ................................. 121
19 Rata-rata nilai variabel Kinerja Karyawan (Y) ............................. 122
20 Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda .................................. 122
21 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov .................................. 122
22 Grafik Histogram Uji Normalitas .................................................. 123
23 Grafik p-plot Uji Normalitas ......................................................... 123
24 Hasil uji Heterokedastisitas ........................................................... 124
25 Grafik Scatterplot Uji Heterokedastisitas...................................... 124
26 Uji Multikoliniearitas .................................................................... 124
27 Hasil Uji F ..................................................................................... 125
28 Hasil Uji-t ............................................................................................ 125
29 Hasil Uji Koefisien Determinasi ................................................... 125
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pada era globalisasi ini, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi,
serta perekonomian dunia yang semakin meningkat menunjukkan bahwa
persaingan dalam dunia usaha semakin ketat. Setiap perusahaan harus
memberikan performanya yang terbaik agar tetap dapat bertahan di tengah pasar
global saat ini. Dengan setiap faktor pendukung yang ada dalam perusahaan,
semuanya harus dimaksimalkan demi mencapai tujuan perusahaan.
Salah satu unsur mendasar yang akan menentukan baik atau tidaknya
performa perusahaan adalah sumber daya manusia (SDM) dalam perusahaan itu
sendiri. Bagaimana SDM (karyawan) tersebut bekerja, dan apakah mereka
memiliki kualitas dan kemampuan yang baik dalam melaksanakan tugasnya untuk
mencapai tujuan perusahaan dalam bidang yang [Link] kegiatan
pengolahannya pastilah peran sumber daya manusia sangat penting dalam
menggerakkan jalannya proses produksi karena alat produksi tidak akan berjalan
tanpa dukungan dan keberadaan sumber daya [Link] proses produksi,
karyawan selalu berinteraksi langsung dengan alat-alat produksi (mesin, peralatan,
dan bahan kimia) sehingga diperlukan pengetahuan, keterampilan dan keahlian
dalam mengoperasikan alat-alat produksi. Karenanya karyawan harus
memperoleh perlindungan dari berbagai aspek diantaranya yaitu Keselamatan dan
Kesehatan Kerja serta Jaminan Sosial.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2
Keselamatan kerja berarti prosesmerencanakan danmengendalikan situasi
yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja melalui persiapan prosedur
operasi standar yang menjadi acuan dalam bekerja. Dengan tingkat keselamatan
kerja yang tinggi, kecelakaan-kecelakaan yang menjadi sebab sakit, cacat dan
kematian dapat ditekan sekecil-kecilnya. Kesehatan adalah yang merujuk pada
kondisi fisik, mental, dan stabilitas emosi secara umum. Individu yang sehat
adalah yang bebas dari penyakit, cedera serta masalah mental dan emosi yang bisa
mengganggu aktivitas manusia normal umumnya. Kebutuhan karyawan dalam
melaksanakan pekerjaannya perlu mendapat perlindungandengan adanya
lingkungan kerja yang aman,nyaman dan tenteram karena akanmenimbulkan
keinginan untuk bekerja denganbaik. Semakin tersedianya fasilitas keselamatan
kerja semakin sedikitkemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.
Masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum di Indonesia
masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka
kecelakaan kerja. Pemerintah menekankan pentingnya Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) di dunia usaha karena kecelakaan kerja tidak hanya
menyebabkan kematian namun mempengaruhi kinerja karyawan. Kepala Seksi
Pengawasan Norma Ergonomi dan Lingkungan Kerja Kementerian
Ketenagakerjaan Muhammad Fertiaz mengatakan, berdasarkan data dari BPJS
Ketenagakerjaan, jumlah kasus kecelakaan kerja mencapai 105.182 kasus pada
2015, dengan korban jiwa mencapai 2.375 orang.
Program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah suatu sistem yang
dirancang untuk menjamin keselamatan yang baik pada semua personel di tempat
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
3
kerja agar tidak menderita luka maupun menyebabkan penyakit di tempat kerja
dengan mematuhi/taat pada hukum dan aturan keselamatan dan kesehatan kerja,
yang tercermin pada perubahan sikap menuju keselamatan di tempat kerja (Rijuna
Dewi, 2006:60). Selain itu program keselamatan dan kesehatan kerja merupakan
suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya
pencegahan (preventif) timbulnya kecelakaan dan penyakit kerja akibat hubungan
kerja dalam lingkungan kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi
menimbulkan kecelakaan dan penyakit kerja akibat hubungan kerja, dan tindakan
antisipatif terjadi hal demikian.
Salah satu perusahaan yang telah menerapkan Program Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) adalah PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero). PTPN IV
adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak pada bidang usaha
agroindustri. Komoditas utama yang dikelola PTPN IV yaitu Kelapa Sawit dan
Teh. Kebun Bah Jambi adalah salah satu unit usaha dari PTPN IV yang berada di
Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.
Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang agroindustri, PTPN IV
merupakan salah satu lingkungan kerja yang beresiko tinggi terjadinya kecelakaan
kerja atau penyakit akibat kerja, misalnya di lapangan mulai dari pemeliharaan
tanaman, pemupukan, pengambilan hasil (panen) dan pengangkutan buah (TBS)
ke pabrik, kemudian dalam proses produksi di pabrik resiko kecelakaan dapat
meliputi ledakan berskala besar (Major Explosion) seperti meledaknya tangki,
ketel uap, kebakaran berskala besar (Major Fire), kebocoran bahan berbahaya
(Hazardous Explosive).
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
4
Beberapa bentuk kecelakaan kerja yang telah disebutkan sebelumnya
setiap saat dapat mengancam keselamatan tenaga kerja dan masyarakat sekitarnya.
Untuk mencegah kecelakaan dan penanggulangan bencana industri maka setiap
elemen perusahaan yang ada perlu meningkatkan kesiagaan, kemampuan dan
keterampilan dalam mengantisipasi kejadian bahaya atau kejadian darurat.
Dalam mengantisipasi kecelakaan di tempat kerja, pihak PTPN IV
(Persero) telah menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai dengan
standar ketetapan yang berlaku. Sebagai penyumbang kecelakaan kerja terbesar,
karyawan yang bekerja pada bagian pengolahan dilengkapi APD, terdiri dari:
1. Helm Pelindung (Safety Helmet) berfungsi sebagai pelindung kepala dari
benda yang bisa mengenai kepala secara langsung.
2. Sepatu Boot, berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang
becek ataupun berlumpur.
3. Sepatu Pelindung (Safety Shoes), berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal
yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas,
cairan kimia, dan sebagainya.
4. Sarung Tangan, berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di
tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan.
5. Penutup Telinga (Ear Plug/Ear Muff), berfungsi sebagai pelindung telinga
pada saat bekerja di tempat yang bising.
6. Kacamata Pengaman (Safety Glasses), berfungsi sebagai pelindung mata
ketika bekerja
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
5
7. Masker (Respirator), berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat
bekerja di tempat dengan kualitas udara yang buruk (misal berdebu, beracun,
berasap, dan sebagainya).
8. Pelindung Wajah (Face Shield), berfungsi sebagai pelindung wajah dari
percikan benda asing saat bekerja.
Selain menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) pihak perusahaan juga telah
menetapkan fungsi dan tugas pengawasan yang dibebankan kepada asisten
pengolahan. PTPN IV unit kebun Bah Jambi juga telah menyediakan sarana dan
prasarana kesehatan berupa perlengkapan P3K dilapangan dan pusat kesehatan
kebun (puskesbun) yang letaknya tidak jauh dari area pabrik.
Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti, program keselamatan
dan kesehatan kerja yang diterapkan PTPN IV unit kebun Bah Jambi dilaksanakan
sesuai UU tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang berlaku. Namun,
kecelakaan kerja masih tetap terjadi. Berikut ini merupakan tingkat kecelakaan
kerja yang terjadi dalam kurun waktu 2013-2017.
Tabel 1.1
Data Tingkat Kecelakaan Kerja Karyawan bagian Pengolahan pada PT.
Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit kebun Bah Jambi
Jumlah Tenaga Kerja Jumlah kecelakaan Persen (%)
Tahun
(orang) Kerja (orang)
2013 101 8 7,92
2014 100 2 2,00
2015 104 9 8,65
2016 95 9 9,47
2017 102 8 7,84
Sumber : PTPN IV (2018)
Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada tahun 2013 sebanyak 8 orang,
adapun klasifikasi tingkat kecelakaan kerja, yaitu :
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
6
1. Luka Ringan : 6 orang
2. Luka Sedang : 2 orang
3. Luka Berat : -
Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada tahun 2014 sebanyak 2 orang,
adapun klasifikasi tingkat kecelakaan kerja, yaitu :
1. Luka Ringan : 2 orang
2. Luka Sedang : -
3. Luka Berat : -
Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada tahun 2015 sebanyak 9 orang,
adapun klasifikasi tingkat kecelakaan kerja, yaitu :
1. Luka Ringan : 6 orang
2. Luka Sedang : 2 orang
3. Luka Berat : 1 orang
Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada tahun 2016 sebanyak 9 orang,
adapun klasifikasi tingkat kecelakaan kerja, yaitu :
1. Luka Ringan : 8 orang
2. Luka Sedang : -
3. Luka Berat : -
Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada tahun 2017 sebanyak 8 orang,
adapun klasifikasi tingkat kecelakaan kerja, yaitu :
1. Luka Ringan : 6 orang
2. Luka Sedang : 2 orang
3. Luka Berat : -
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
7
Adapun yang termasuk ke dalam klasifikasi luka ringan diantaranya: luka
akibat peralatan kerja, benturan ringan dengan material padat di lokasi kerja, dan
terpeleset akibat lokasi kerja yang licin. Luka sedang diantaranya: kejatuhan
benda kerja akibat tertumpuk dan tidak tersusun rapi, benturan di kepala
akibatmaterial padat dan lokasi kerja yang kurang mendukung. Luka berat
diantaranya: luka akibat peralatan kerja yang memberikan dampak yang cukup
buruk seperti cacat bahkan sampai meninggal dunia
Berdasarkan Tabel 1.1 diatas diketahui bahwa jumlah tenaga kerja
karyawan bagian pengolahan pada PTPN IV unit kebun Bah Jambi mengalami
penurunan di tahun 2016, hal ini disebabkan karena adanya mutasi karyawan ke
bagian atau unit lain dan juga disebabkan oleh batasan umur produktif karyawan
(memasuki masa pensiun). Data tingkat kecelakaan kerja pada PTPN IV unit
kebun Bah Jambi mengalami penurunan di tahun 2014 di bandingkan dengan data
kecelakaan kerja di tahun sebelumnya. Namun, data kecelakaan kerja di tahun
berikutnya mengalami kenaikan yaitu pada tahun 2015 dengan angka kecelakaan
kerja sebesar 8,65%.Kemudian, pada 2 tahun berikutnya persentase dari angka
kecelakaan kerja menurun secara perlahan hingga tahun 2017 dengan angka
kecelakaan kerja menjadi 7,84%.Tingkat kecelakaan kerja yang terjadi tentunya
sangat tidak diharapkan oleh perusahaan, karena perusahaan sudah menerapkan
dan melaksanakan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Oleh karena
itu, pihak manajemen perusahaan harus mengambil tindakan atau kebijakan untuk
meninjau kembali dan menyempurnakan pelaksanaan Program K3, agar dapat
diminimalisir kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan. Misalnya, pihak
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
8
perusahaan harus lebih tegas dalam menerapkan sanksi ketika para karyawan
tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) pada saat berada dalam lokasi kerja,
karena masih banyak karyawan yang tidak mengindahkan hal tersebut sehingga
kecelakaan kerja masih saja terjadi.
Tingkat kecelakaan kerja ini merupakan akibat dari kombinasi faktor
penyebab kecelakaan kerja yaitu faktor kelalaian tenaga kerja dan beban
[Link] kerja yang melebihi batas kemampuan pekerja dapat menyebabkan
kelelahan maupun cedera, sedangkan beban kerja yang terlalu ringan dapat
menimbulkan efek kebosanan atau kejenuhan pekerja terhadap pekerjaannya.
Beban kerja yang diberikan kepada pekerja sebaiknya adalah beban kerja yang
seimbang dengan kemampuan yang dimiliki oleh pekerja. Bila beban kerja yang
diberikan tidak seimbang maka dapat memberikan dampak yang tidak baik bagi
pekerja maupun kepada perusahaan.
[Link] Nusantara IV Unit kebun Bah Jambi mengusahakan
budidaya perkebunan kelapa sawit. Crude Palm Oil (CPO) merupakan hasil
pengolahan bagian serabut (endocarp) dengan cara ekstraksi. Untuk mendapatkan
kualitas CPO yang baik, perlu diperhatikan manajemen pasca panen dan teknologi
proses mulai dari tahap penimbangan Tandan Buah Segar (TBS) hingga pemutuan
produk CPO yang dihasilkan, dan semuanya dilakukan oleh karyawan bagian
pengolahan. Target produksi yang besar memberikan tekanan berat pada
karyawan bagian pengolahan khususnya yang bekerja pada tahap pemutuan CPO.
Karyawan harus teliti dalam pemilihan TBS agar menghasilkan CPO yang
bermutu baik. Karyawan bagian pengolahan bekerja dibawah pengawasan asisten
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
9
pabrik yang sering kali menegur bila terjadi kesalahan dalam proses pengolahan.
Mereka juga mempunyai tanggung jawab besar perusahaan karena menyangkut
kepada baik tidaknya mutu CPO yang dihasilkan. Jenis beban kerja seperti ini
memberikan tekanan secara psikologis pada karyawan bagian pengolahan.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah jaminan sosial. Jaminan sosial
yang diberikan oleh perusahaan akan dapat memberikan ketenangan dan perasaan
aman pada para pekerjanya. Peran serta tenaga kerja dalam pembangunan nasional
semakin meningkat dengan disertai berbagai tantangan dan resiko yang
dihadapinya, oleh karena itu kepada tenaga kerja perlu diberikan perlindungan,
pemeliharaan dan peningkatan kesejahteraannya, sehingga pada gilirannya akan
meningkatkan kinerja karyawan. Program yang diatur dalam Peraturan tentang
Jaminan Sosial Tenaga Kerja atau Undang-Undang No. 3 Tahun 1992, yang ruang
lingkupnya mengatur tentang : Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian,
Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pemeliharaan [Link]. Perkebunan
Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah Jambi memberikan jaminan sosial bagi
para karyawannya untuk meningkatkan kinerja karyawan. Jaminan sosial yang
dimaksud berupa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS
Ketenagakerjaan) dan Jaminan Hari Tua. Adapun resiko sosial ekonomi yang
ditanggulangi oleh PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi melalui
BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawannya yaitu, berupa perlindungan peristiwa
kecelakaan kerja, sakit, hamil, bersalin, cacat karena kecelakaan kerja, dan
meninggal dunia.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
10
Tabel 1.2
Hasil Pra-survei Mengenai Tanggapan Karyawan Terhadap Jaminan Sosial
Kecenderungan Pernyataan
No Pernyataan KURANG
BAIK
BAIK
Kesesuaian Jaminan Hari Tua yang diberikan
1 80% 20%
perusahaan
Kesesuaian Jaminan Kesehatan yang diberikan
2 85% 15%
perusahaan
3 Jaminan Hari Tua meningkatkan kinerja karyawan 65% 35%
4 Jaminan Kesehatan meningkatkan kinerja karyawan 50% 50%
Keamanan dan kenyamanan akibat Jaminan Hari
5 80% 20%
Tua
Keamanan dan kenyamanan akibat Jaminan
6 75% 25%
Kesehatan
Sumber:Hasil pengolahan data (2018)
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil pra-survei yang telah dilakukan
kepada 20 orang karyawan bagian pengolahan adalah kecenderungan karyawan
merespon baik akan danya jaminan sosial yang di berikan perusahaan kepada
karyawan. Jaminan sosial yang di berikan dapat meningkatkan kinerja karyawan
dalam satu sisi, namun di sisi yang lain kinerja karyawan masih tetap di pengaruhi
oleh faktor beban kerja yang di tanggung karyawan.
[Link] Nusantara IV (persero) unit kebun Bah Jambi merupakan
salah satu badan usaha milik negara (BUMN) yang menjadi lokomotif kemajuan
ekonomi di Indonesia khususnya disektor agribisnis. PTPN IV unit kebun Bah
Jambi berusaha untuk terus meningkatkan kinerja karyawannya secara
keseluruhan. Namun tidak mudah untuk mencapai tingkat kinerja yang sesuai
dengan keinginan manajemen perusahaan. Hasil kinerja karyawan [Link]
Nusantara IV unit kebun Bah Jambi dapat dilihat dari data target yang diharapkan
dan realisasi yang tercapai pada PTPN IV unit kebun Bah Jambi tahun 2014
sampai dengan tahun 2016 pada Tabel 1.3
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
11
Tabel 1.3
Hasil Kinerja Karyawan Pada PTPN IV unit kebun Bah Jambi
Target Realisasi Persentase
No Tahun
(Rp Juta) (Rp Juta) pencapaian (%)
1 2014 547.731 511.995 93,47
2 2015 672.311 652.290 97,02
3 2016 861.207 848.027 98,46
Sumber: PTPN IV
Pada Tabel 1.3 dapat dilihathasil kinerja karyawan belum mencapai target
yang ditentukan oleh perusahaan, dilihat dari persentase pencapaian kinerja
karyawan dari tahun 2014-2016 kinerja karyawan belum mencapai target yang
ditentukan, antara lain tahun 2014 persentase pencapaian sebesar 93,47%, pada
tahun 2015 persentase pencapaian sebesar 97,02%, dan pada tahun 2016
persentase pencapaianmengalami kenaikan sebesar 98,46%. Maka menurut data
yang diperoleh pada Tabel 1.3 dapat dilihat kinerja karyawan setiap tahunnya
belum mencapai target. Dengan belum meningkatnya kinerja karyawan, peneliti
ingin mengetahui seberapa besar pengaruh keselamatan kesehatan kerja, beban
kerja dan jaminan sosial terhadap kinerja karyawan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul “Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja, Beban
Kerja Dan Jaminan Sosial terhadap Kinerja Karyawan Bagian Pengolahan
pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah Jambi”
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka yang menjadi pokok
permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu:
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
12
1. Apakah Keselamatan Kesehatan Kerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja karyawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan
Nusantara IV(Persero) unit kebun Bah Jambi?
2. Apakah Beban Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
karyawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV(Persero)
unit kebun Bah Jambi?
3. ApakahJaminan Sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerjakaryawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV
(Persero) unit kebun Bah Jambi?
4. ApakahKeselamatan Kesehatan Kerja, Beban Kerja dan Jaminan Sosial
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerjakaryawan bagian
pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah
Jambi?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh Kesehatan Keselamatan Kerja terhadap
kinerjakaryawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV
(Persero) unit kebun Bah Jambi.
2. Untuk mengetahui pengaruh Beban Kerja terhadap kinerjakaryawan bagian
pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah
Jambi.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
13
3. Untuk mengetahui pengaruh Jaminan Sosial terhadap kinerja karyawan
bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun
Bah Jambi.
4. Untuk mengetahui pengaruh Kesehatan Keselamatan Kerja, Beban Kerja dan
Jaminan Sosial terhadap kinerjakaryawan bagian pengolahan pada PT.
Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah Jambi.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi
Sebagai masukan kepada pihak PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit
kebun Bah Jambi dalam menerapkan dan melaksanakan Program Kesehatan
Keselamatan Kerja dan Program Jaminan Sosial yang lebih efektif dan efisien
2. Bagi Peneliti Lanjutan
Sebagai bahan referensi dan informasi bagi peneliti lain yang akan melakukan
penelitian lebih lanjut di masa yang akan datang.
3. Bagi peneliti
Sebagai tambahan informasi untuk mengembangkan dan meningkatkan
kemampuan berpikir dalam menganalisa setiap gejala dan permasalahan yang
dihadapi di lapangan
4. Bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU
Sebagai tambahan referensi penelitian di bidang Ilmu - Ilmu Ekonomi pada
umumnya dan ilmu manajemen pada khusunya.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
14
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Keselamatan Kesehatan Kerja
2.1.1 Keselamatan Kerja
Keselamatan berasal dari bahasa Inggris yaitu kata ‘safety’ dan biasanya
selalu dikaitkan dengan keadaan terbebasnya seseorang dari peristiwa celaka
(accident) atau nyaris celaka (near-miss). Jadi pada hakekatnya keselamatan
sebagai suatu pendekatan keilmuan maupun sebagai suatu pendekatan praktis
mempelajari faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan dan
berupaya mengembangkan berbagai cara dan pendekatan untuk memperkecil
resiko terjadinya kecelakaan (Syaaf, 2007)
Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan alat kerja,
bahan dan proses pengolahannya, tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara
melakukan pekerjaan. Keselamatan kerja bersasaran ke segala tempat kerja, baik
di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, maupun di udara.
Tempat- tempat kerja demikian tersebar pada segenap kegiatan ekonomi, seperti
pertanian, industri, pertambangan, perhubungan, pekerjaan umum, jasa, dan lain
lain. Keselamatan kerja menyangkut segenap proses produksi dan distribusi, baik
barang maupun jasa.
Keselamatan kerja adalah membuat kondisi kerja yang aman dengan
dilengkapi alat-alat pengaman, penerangan yang baik, menjaga lantai dan tangga
bebas dari air, minyak, nyamuk dan memelihara fasilitas air yang baik.
Keselamatan kerja juga menunjuk pada perlindungan kesejahteraan fisik dengan
14
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
15
tujuan mencegah terjadinya kecelakaan atau cedera terkait dengan pekerjaan.
Pendapat lain menyebutkan bahwa keselamatan kerja berarti proses merencanakan
dan mengendalikan situasi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja
melalui persiapan prosedur operasi standar yang menjadi acuan dalam bekerja
Hadiguna (2009:47).
Husni (2005) menyatakan bahwa keselamatan kerja bertalian dengan
kecelakaan kerja, yaitu kecelakaan yang terjadi di tempat kerja atau dikenal
dengan istilah kecelakaan industri. Kecelakaan industri ini secara umum dapat
diartikan sebagai suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki
yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas. Ada 4 (empat)
faktor penyebabnya yaitu:
1. Faktor manusianya.
2. Faktor material/bahan/peralatan.
3. Faktor bahaya/sumber bahaya.
4. Faktor yang dihadapi (pemeliharaan/perawatan mesin-mesin).
2.1.2 Kesehatan kerja
Selain faktor keselamatan, hal penting yang juga harus diperhatikan adalah
faktor kesehatan. Kesehatan berasal dari bahasa Inggris ”health” yang dewasa ini
tidak hanya berarti terbebasnya seseorang dari penyakit, tetapi pengertian sehat
mempunyai makna sehat secara fisik, mental dan juga sehat secara sosial. Dengan
demikian pengertian sehat secara utuh menunjukkan pengertian sejahtera.
Yuli (2005)menyatakan bahwa kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu
kesehatan yang bertujuan agar tenaga kerja memperoleh keadaankesehatan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
16
yang sempurna baik fisik, mental, maupun sosialnya sehingga memungkinkan
karyawan dapat bekerja secara optimal. Adapun kesehatan kerja menurut
Mondy adalah kebebasan dari kekerasan fisik. Risiko kesehatan merupakan
faktor dalam lingkungan kerja yang meliputi; bekerja melebihi periode waktu
yang ditentukan, lingkungan yang dapat membuat stres, emosi, atau gangguan
fisikMarliani (2015).
Kesehatan kerja merupakan suatu hal yang penting dan perlu diperhatikan
oleh pihak pengusaha, dengan adanya program kesehatan yang baik akan
menguntungkan para karyawan secara material, karena karyawan akan lebih
jarang absen, bekerja dengan lingkungan yang lebih menyenangkan, sehingga
secara keseluruhan karyawan akan mampu bekerja lebih lama.
Pada dasarnya kesehatan itu meliputi empat aspek, antara lain :
1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit
atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit.
Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.
2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional,
dan spiritual.
3. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan
orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku,
agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta
saling toleran dan menghargai.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
17
4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif,
dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat
menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial.
2.1.3 Program Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)
1. Pengertian Program Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan suatu program yang
dibuat perusahaan sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan dan
penyakit akibat kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi
menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipatif
apabila terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja Hadiguna (2009).
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah usaha perlindungan,
pencegahan dan penyelesaian terhadap terjadinya kecelakaan sebagai berikut:
a. Perlindungan terhadap kecelakaan yang dapat menimpa tenaga kerja
(pegawai dan bukan pegawai) dan orang lain yang berada di tempat
kerja/berhubungan dengan kegiatan Perseroan (umum dan pelanggan)
b. Pencegahan timbulnya kecelakaan, seperti kecelakaan dinas yang
menimpa pegawai (kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan
kecelakaan dinas lainnya)
c. Penyelesaian bila terjadi kecelakaan dan kerugian
Dalam pelaksanaannya K3 adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan
tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan,
sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan yang pada
akhirnya dapat meningkatkan sistem dan kinerja karyawan.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
18
2. Tujuan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2012
pada Bab I pasal 2, mengatakan bahwa Penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja bertujuan untuk:
a. Meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja
yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi.
b. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikat
pekerja/serikat buruh.
c. Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk
mendorong produktivitas.
3. Manfaat Program Keselamatan Kesehatan Kerja (K3)
Apabila perusahaan dapat melaksanakan program keselamatan dan kesehatan
kerja dengan baik maka perusahaan akan dapat memperoleh manfaat manfaat
sebagai berikut:
1. Meningkatkan produktivitas karena menurunnya jumlah hari kerja yang
hilang
2. Meningkatnya efisiensi dan kualitas pekerja yang lebih komitmen
3. Menurunnya biaya-biaya kesehatan dan asuransi
4. Tingkat kompensasi pekerja dan pembayaran langsung yang lebih rendah
karena menurunnya pengajuan klaim
5. Fleksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar sebagai akibat dari
partisipasi dan rasa kepemilikan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
19
6. Rasio seleksi tenaga kerja yang lebih baik karena meningkatnya citra
perusahaan
7. Dan kemudian perusahaan juga dapat meningkatkan keuntungannya
secara substansialSchuler & Jackson (1999).
2.2 Beban Kerja
2.2.1 Pengertian Beban Kerja
Menurut Permendagri No. 12/2008, beban kerja adalah besaran pekerjaan
yang harus dipikul oleh suatu jabatan atau unit organisasi dan merupakan hasil
kali antara volume kerja dan norma waktu. Sementara Komaruddin
(1996)mengemukakan bahwa analisa beban kerja adalah proses untuk menetapkan
jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan
suatu pekerjaan dalam waktu tertentu, atau dengan kata lain analisis beban kerja
bertujuan untuk menentukan berapa jumlah personalia dan berapa jumlah
tanggungjawab atau beban kerja yang tepat dilimpahkan kepada seorang
[Link] ringkas pengertian beban kerja dikemukakan oleh Sudiharti dalam
Wirnata, merupakan salah satu unsur yang harus diperhatikan bagi seorang tenaga
kerja untuk mendapatkan keserasian dan produktivitas kerja yang tinggi selain
unsur beban tambahan akibat lingkungan kerja dan kapasitas kerja. Menurut Hart
dan Staveland dalam Tarwaka (2010)bahwa beban kerja merupakan sesuatu yang
muncul dari interaksi antara tuntutan tugas-tugas, lingkungan kerja dimana
digunakan sebagai tempat kerja, keterampilan, perilaku dan persepsi dari pekerja.
Beban kerja kadang-kadang juga dapat didefinisikan secara operasional pada
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
20
berbagai faktor seperti tuntutan tugas atau upaya-upaya yang dilakukan untuk
melakukan pekerjaan.
2.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Beban Kerja
Rodahl (1989) dalam Prihatini (2007:25)menyatakan bahwabeban kerja
dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut:
1. Faktor Eksternal
Faktor Eksternal adalah faktor yang berasal dari luar tubuh pekerja, seperti:
a. Tugas-tugas yang dilakukan yang bersifat fisik seperti stasiun kerja, tata
ruang, tempat kerja, alat dan sarana kerja,kondisi kerja, sikap kerja,
sedangkan tugas-tugas yang bersifat mental seperti kompleksitas
pekerjaan, tingkat kesulitan pekerjaan, pelatihan atau pendidikan yang
diperoleh, tanggung jawab pekerjaan.
b. Organisasi kerja seperti masa waktu kerja, waktu istirahat, kerja bergilir,
kerja malam, sistem pengupahan, model struktur organisasi, pelimpahan
tugas dan wewenang.
c. Lingkungan kerja adalah lingkungan kerja fisik, lingkungan kimiawi,
lingkungan kerja biologis, dan lingkungan kerja [Link] aspek
ini disebut wring stresor.
2. Faktor internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh akibat dari reaksi
bebankerja eksternal. Faktor internal meliputi faktor somatis (Jenis kelamin,
umur, ukurantubuh, status gizi, kondisi kesehatan), faktor psikis (motivasi,
persepsi,kepercayaan,keinginan dan kepuasan).
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
21
2.2.3 Indikator Beban Kerja
Indikator yang digunakan untuk melakukan analisis beban kerja diadopsi
dari penelitian yang dilakukan oleh Putra (2012) antara lain sebagai berikut:
1. Volume pekerjaan
Banyaknya jumlah pekerjaan dalam suatu kesatuan yang harus diselesaikan
pekerja
2. Pengetahuan/skill pekerja
Pengetahuan/keterampilan yang dimiliki pekerja dalam menyelesaikan tugas-
tugas yang diberikan
3. Kondisi Pekerjaan
Mencakup tentang bagaimana pandangan yang dimiliki oleh individu
mengenai kondisi pekerjaannya,misalnya mengambil keputusan dengan cepat
pada saat pengerjaan barang, serta mengatasi kejadian yang tak terduga
seperti melakukan pekerjaan ekstra diluar waktu yang telah ditentukan.
4. Standar Pekerjaan
Kesan yang dimiliki oleh individu mengenai pekerjaannya, misalnya perasaan
yang timbul mengenai beban kerja yang harus diselesaikan dalam jangka
waktu tertentu.
2.3 Jaminan Sosial
2.3.1 Pengertian Jaminan Sosial
Menurut Undang-undang No. 40 tahun 2004 tentang sistem Jaminan Sosial
Nasional, dalam Pasal 1 angka 1 menyatakan bahwa jaminan sosial adalah :
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
22
“suatu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat
memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.”
Menurut Sentanoe Kertonegoro didalam buku Asyahadi (2017), jaminan
sosial dikelompokkan dalam empat kegiatan usaha utama.
1. Usaha-usaha yang berupa pencegahan dan pengembangan, yaitu usaha-usaha
di bidang kesehatan, keagamaan, keluarga berencana, pendidikan, bantuan
hukum, dan lain-lain yang dapat dikelompokkan dalam Pelayanan Sosial
(Social Service)
2. Usaha-usaha yang berupa pemulihan dan penyembuhan, seperti bantuan
untuk bencana alam, lanjut usia, yatim piatu, penderita cacat, dan berbagai
ketunaan yang dapat disebut sebagai Bantuan Sosial (Sosial Assistance)
3. Usaha-usaha yang berupa pembinaan, dalam bentuk perbaikan gizi,
perumahan, transmigrasi, koperasi, dan lain-lain yang dapat dikategorikan
sebagai Sarana Sosial (Social Infra Structure)
4. Usaha-usaha di bidang perlindungan ketenagakerjaan yang khusus ditujukan
untuk masyarakat tenaga kerja yang merupakan inti tenaga pembangunan dan
selalu menghadapi resiko-resiko sosial ekonomis, digolongkan dalam
Asuransi Sosial (Sosial Insurance).
Menurut Soepomo (1983) yang merumuskan bahwa : ”Jaminan sosial
adalah pembayaran yang diterima pihak buruh dalam hal di luar
kesalahannya tidak melakukan pekerjaannya, jadi menjamin kepastian
pendapatan (income security) dalam hal buruh kehilangan upahnya karena
alasan di luar kehendaknya.”
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
23
Selanjutnya, dalam Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Nomor 3 tahun 1992
tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja, pengertian jaminan sosial tenaga kerja
dirumuskan sebagai berikut : “Jaminan sosial tenaga kerja adalah suatu
perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai
pengganti sebagian dari penghasilan yang hilang atau berkurang dalam pelayanan
sebagai akibat peristiwa yang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja,
sakit, bersalin, hari tua, dan meninggal dunia.”
Kesimpulan yang dapat ditarik dari beberapa definisi tersebut adalah
bahwa jaminan sosial merupakan jaminan perlindungan yang diberikan
perusahaan terhadap hilangnya penghasilan karyawan seperti dalam
pemberhentian kerja, karyawan sakit, mengalami kecelakaan, tunjangan kematian
dan lain sebagainya.
2.3.2 Tujuan Pemberian Jaminan Sosial
Pada umumnya perusahaan yang mengadakan atau memberikan jaminan
sosial mempunyai tujuan tertentu. Tujuan dari pemberian jaminan sosial adalah :
1. Perusahaan menginginkan karyawan dapat bekerja lebih baik.
2. Untuk memenuhi kebutuhan karyawan agar dapat tercapai tingkat
produktivitas yang tinggi.
3. Untuk menambah kegairahan kerja dan semangat kerja yang tinggi dari
karyawan
4. Karyawan betah bekerja sehingga turn over karyawan menjadi lebih rendah.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
24
2.3.3 Bentuk Jaminan Sosial
Dengan diberlakukannya ketentuan Undang-undang No. 3 Tahun 1992
tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja dinyatakan di dalam Pasal 4 ayat (1) :
Program jaminan sosial tenaga kerja wajib dilakukan oleh setiap perusahaan bagi
tenaga kerja yang melakukan pekerjaan di dalam hubungan kerja sesuai dengan
ketentuan Undang-undang ini.
Ruang lingkup dari program jaminan sosial tenaga kerja, seperti diatur di
dalam Pasal 6 ayat (1) meliputi :
1. Jaminan Kecelakaan Kerja;
2. Jaminan Kematian;
3. Jaminan Hari Tua;
4. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
2.3.4 Syarat Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja
Perusahaan/Pengusaha diwajibkan untuk mengikut sertakan tenaga
kerjanya yang meliputi program jaminan sosial tenaga kerja yang meliputi
jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan
pemeliharaan kesehatan dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Bagi pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 (sepuluh)
orang atau lebih, atau
2. Bagi pengusaha yang membayar upah paling sedikit Rp.1.000.000,- (satu juta
rupiah) sebulan,
3. Bagi Pengusaha yang telah menyelenggarakan sendiri program pemeliharaan
kesehatan bagi tenagakerjanya dengan manfaat yang lebih baik dari Paket
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
25
Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dasar menurut ketentuan yang berlaku,
tidak wajib ikut dalam Jaminan Pemeliharaan Kesehatan yang
diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara.
4. Pengusaha dan tenaga kerja yang telah ikut program asuransi sosial tenaga
kerja sebelumnya, tetap melanjutkan kepesertaannya dalam program jaminan
sosial tenaga kerja sebagaimana yang telah berlaku.
2.3.5 Manfaat Jaminan Sosial
Manfaat program Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang diberikan kepada
tenaga kerja sebagaimana diatur dalam (Peraturan Pemerintah No. 14 , 1993)
tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja beserta peraturan
pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) terdiri dari :
a. Biaya pengangkutan tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja ke
rumah sakit dan atau ke rumahnya termasuk biaya pertolongan pertama
pada kecelakaan;
b. Penggantian upah sementara tidak mampu bekerja (STMB)
c. Biaya pemeriksaaan, pengobatan, dan atau perawatan selama di rumah
sakit, termasuk rawat jalan.
d. Santunan cacat sebagian untuk selama-lamanya;
e. Santunan cacat total untuk selama-lamanya baik fisik maupun mental
f. Santunan kematian dan uang kubur
g. Santunan berkala bagi yang meninggal dunia dan cacat total tetap
h. Biaya rehabilitasi berupa alat bantu (orthose) dan atau alat ganti
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
26
(prothese) bagi tenaga kerja yang anggota badannya hilang atau tidak
berfungsi akibat kecelakaan kerja.
Berdasarkan surat keterangan dari dokter pemeriksa dan atau dokter
penasehat PT Jamsostek (persero) menetapkan dan membayar semua biaya dan
santunan paling lama 1 (satu) bulan sejak diterimanya pengajuan pembayaran
jaminan. Dalam hal tenaga kerja meninggal dunia pembayaran santunan kematian
dibayarkan kepada ahli warisnya.
2. Jaminan Kematian (JK) terdiri dari :
a. Jaminan Kematian
b. Biaya Pemakaman
c. Santunan berkala
3. Jaminan Hari Tua (JHT) terdiri dari keseluruhan iuran yang telah disetor,
beserta hasil pengembangannya.
4. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK), terdiri dari :
a. Rawat jalan tingkat pertama meliputi pemeriksaan dan pengobatan dokter
umum dan dokter gigi, pemeriksaan diberikan tindakan medis sederhana;
b. Rawat jalan tingkat lanjutan berupa pemeriksaan dan pengobatan oleh
dokter spesialis;
c. Rawat inap;
d. Pertolongan persalinan;
e. Penunjang diagnostik berupa pemeriksaan laboratorium, radiologi, EEG
dsb;
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
27
f. Pelayanan khusus berupa penggantian biaya protese, orthose dan
kacamata;
g. Pelayanan gawat darurat.
2.3.6 Indikator Jaminan Sosial
Indikator-indikator Jaminan sosial menurut Setiadi (2009) antara lain
sebagai berikut:
1. Tanggapan karyawan terhadap Jaminan Hari Tua
2. Tanggapan karyawan terhadap Jaminan Kesehatan
3. Rasa nyaman dalam bekerja
2.4 Kinerja
2.4.1 Pengertian Kinerja
Kinerja merupakan gambaranmengenai tingkat pencapaian pelaksanaan
suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi
dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis suatu
organisasi Moeheriono (2009).
Menurut Sutrisno (2011:67)kinerja karyawan adalah hasil kerja secara
kualitas dan kuantitas yang di capai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan
tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan kepadanya. Mathis &
Jackson (2002:78) juga berpendapat bahwa kinerja karyawan adalah yang
mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi
yang antara lain : kuantitas output, kualitas output, jangka waktu output,
kehadiran di tempat kerja dan sikap kooperatif.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
28
Dari beberapa pendapat ahli, dapat di simpulkan bahwa kinerja karyawan
adalah hasil kerja yang di lakukan oleh seseorang dalam suatu organisasi agar
tercapai tujuan yang di inginkan suatu organisasi dan meminimalisir kerugian.
2.4.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan
Menurut Handoko (1994:193) yaitu faktor-faktor kinerja juga dipengaruhi
oleh motivasi, kepuasan kerja, tingkat stres, kondisi fisik pekerjaan, sistem
kompensasi, desain pekerjaan, komitmen terhadap organisasi dan aspek-aspek
ekonomis, teknis, serta keperilakuan lainnya.
Menurut Tiffin dan Mc. Cormick dalam As„ad (2001:49) ada dua macam
faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang yaitu:
1. Faktor individual
Yaitu faktor-faktor yang meliputi sikap, sifat kepribadian, sifat fisik, minat
dan motivasi, pengalaman, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, serta
faktor individual lainnya.
2. Faktor Situasional
a. Faktor fisik pekerjaan-pekerjaan, meliputi: metodekerja kondisi dan
desain perlengkapan kerja, penentuan ruang, dan lingkungan fisik
(penyinaran, temperatur dan ventilasi)
b. Faktor sosial dan organisasi, meliputi peraturan organisasi, jenis latihan
dan pengawasan, sistem upah dan lingkungan sosial.
Pendapat lain tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja, antara
lain di kemukakan Amstrong dan Baron dalam (Wibowo, 2007, hal. 100)sebagai
berikut:
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
29
1. Personal Factor, ditunjukkan oleh tingkat keterampilan, kompetensi yang
dimiliki, motivasi, dan komitmen individu.
2. Leadership factor, ditentikan oleh kualiras dorongan, bimbingan, dan
hubungan yang dilakukan menejemen dan team leader
3. Team faktor, ditunjukkan oleh kualitas dukungan yang diberikan oleh rekan
sekerja
4. System factor, ditunjukkan oleh adanya sistem kerja dan fasilitas kerja yang
diberikan organisasi
5. Contextual/situational factor, ditunjukkan oleh tingginya tingkat tekanan dan
perubahan lingkungan internal dan eksternal.
2.4.3 Dimensi Kinerja Karyawan
Adapun dimensi dari kinerja yaitu:
1. Kuantitas kerja adalah volume kerja yang dihasilkan. Kuantitas juga
menunjukkan banyak jenis pekerjaan yang dilakukan dalamsatu waktu
sehingga efektivitas kinerja dapat terlaksana sesuai dengan tujuan perusahaan.
Indikatornya adalah:
a. Target kerja
b. Pengetahuan/ skill pekerja
2. Kualitas kerja adalah ketelitian, kerapian, dan keterikatan hasil kerja yang
dilakukan dengan baik agar dapat menghindari kesalahan didalam
menyelesaikan suatu pekerjaan. Indikatornya adalah:
a. Pelaksanaan pekerjaan tepat
b. Mengikuti prosedur perusahaan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
30
c. Minimalisasi tingkat kesalahan dalam kerja
3. Pemanfaatan waktu adalah penggunaan masa kerja yang disesuaikan dengan
kebijakan perusahaan agar pekerjaan selesai tepat waktu pada waktu yang
ditetapkan. Indikatornya adalah:
a. Ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan
b. Inisiatif pekerja
2.5 Penelitian Terdahulu
Penelitian-penelitian terdahulu berfungsi sebagai acuan dan pendukung
untuk melakukan penelitian ini. Penelitian-penelitian terdahulu yang digunakan
sebagai acuan dan pendukung adalah penelitian dengan salah satu atau lebih
variabel yang sama dengan penelitian ini Sujarweni (2015:64)
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu yang Relevan dengan Penelitian
Hasil Penelitian
No Nama Judul Penelitian Variabel
1 Arsitania (2009) Pengaruh jaminan Variabel Bebas:
sosial tenaga kerja Jaminan Sosial Hasil penelitian
(Jamsostek) (X) menunjukkan bahwa
terhadap kinerja Variabel terikat: pengaruh jaminan
(studi pada Kinerja karyawan sosial (jamsostek)
karyawan tetap divisi (Y) terhadap kinerja
transportasi PO karyawan bertanda
Tentrem Malang) positif, menunjukkan
berpengaruh searah
terhadap kinerja
karyawan
2 Setiadi (2009) Pengaruh Upah dan Variabel Bebas: lain di luar upah dan
Jaminan Sosial Upah (X1) dan jaminan sosial.
Terhadap Jaminan Sosial
Produktivitas Kerja (X1)
Karyawan Di PT Variabel Terikat:
Semarang Makmur Produktivitas
Semarang. Kerja Karyawan
(Y)
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
31
Lanjutan Tabel 2.1
Hasil Penelitian
No Nama Judul Penelitian Variabel
3 Syed Saad Workload and Variabel bebas: Hasil penelitian
Hussain Shah, Performance of Beban kerja (X1) menunjukkan bahwa
dkk (2011) Employees Variabel terikat: beban kerja
Kinerja karyawan berpengaruh
(Y) signifikan terhadap
kinerja karyawan
4 Nia Malinasari Pengaruh Program Variabel Bebas: Hasil penelitian
(2012) Keselamatan, Keselamatan menunjukkan bahwa
Kesehatan Kerja (K3) Kerja (X1), Keselamatan Kerja,
dan Jaminan Sosial Kesehatan Kerja Kesehatan Kerja,
Terhadap (X2) dan Jaminan dan Jaminan Sosial
Produktivitas Kerja Sosial (X3) secara simultan
Karyawan (Studi Variabel Terikat: bersama-sama
Pada PT PJB UP Produktivitas mempunyai
Brantas Karangkates Kerja Karyawan pengaruh signifikan
– Kab. Malang). (Y) terhadap
Produktivitas Kerja
Karyawan.
Keselamatan Kerja,
Kesehatan Kerja,
dan Jaminan Sosial
secara parsial
mempunyai
pengaruh signifikan
terhadap
Produktivitas Kerja
Karyawan.
Kesehatan Kerja
berpengaruh
dominan terhadap
Produktivitas Kerja
Karyawan.
5 Rifwan Syaputra Pengaruh Program Variabel Bebas: Hasil penelitian
(2014) Keselamatan Dan Program menunjukkan bahwa
Kesehatan Kerja keselamatan kerja Keselamatan Kerja,
Terhadap Kinerja (X1) dan program Kesehatan Kerja,
Karyawan Pada PT. kesehatan kerja secara serempak
Waskita Karya (X2) adalah signifikan
Medan Variabel terikat: berpengaruh
Kinerja karyawan terhadap Kinerja
(Y) Karyawan Pada PT.
Waskita Karya
Medan. Secara
parsial Kesehatan
Kerja berpengaruh
secara positif dan
signifikan terhadap
Kinerja Karyawan
Pada PT. Waskita
Karya Medan
sedangkan
Keselamatan Kerja
berpengaruh positif
dan tidak signifikan
terhadap kinerja.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
32
Lanjutan Tabel 2.1
Hasil Penelitian
No Nama Judul Penelitian Variabel
6 Warraich Usman Impact of Stress on Variabel Bebas: Hasil penelitian
Ali, dkk (2014) Job Performance: An Beban Kerja (X1), menegaskan bahwa
Empirical study of Konflik Peran (X2) beban kerja, konflik
the Employees of dan Penghargaan peran dan
Private Sector (X3) penghargaan
Universities of Variabel terikat: berpengaruh positif
Karachi, Pakistan Kinerja (Y) dan signifikan
terhadap kinerja
7 Febri Furqon Pengaruh Kepuasan Variabel Bebas: Hasil penelitian pada
Artadi (2015) Kerja dan Beban Kepuasan Kerja taraf signifikansi 5%
Kerja Terhadap (X1) dan Beban menemukan bahwa:
Kinerja Karyawan Kerja (X2) (1) kepuasan kerja
Pada PT. Merapi Variabel Terikat: berpengaruh positif
Agung Lestari. Kinerja Karyawan terhadap kinerja
(Y) karyawan PT. Merapi
Agung Lestari
(2) beban kerja
berpengaruh positif
terhadap kinerja
karyawan PT. Merapi
Agung Lestari
(3) kepuasan kerja
dan beban kerja,
secara simultan
berpengaruh positif
terhadap kinerja
karyawan PT. Merapi
Agung Lestari,
dengan ∆R2
kepuasan kerja dan
beban kerja mampu
memprediksi kinerja
karyawan PT. Merapi
Agung Lestari.
8 Ahmad Syukri Pengaruh Program Variabel Bebas: Hasil penelitian ini
(2016) Keselamatan Dan Kesehatan Kerja menyimpulkan
Kesehatan Kerja dan Keselamatan bahwa keselamatan
Terhadap Kerja (X) dan kesehatan kerja
KinerjaKaryawan PT Variabel Terikat: berpengaruh
Perkebunan Kinerja Karyawan signifikansi terhadap
Nusantara (Y) kinerja karyawan.
IV Unit Usaha Bah Besarnya pengaruh
Butong variabel keselamatan
dan kesehatan kerja
terhadap kinerja
karyawan dapat
dijelaskan oleh
variabel independen
yaitu K3 sebesar
8,8% sisanya 91,2%,
dipengaruhi variabel
lain dan penerapan
K3 meningkatkan
kinerja karyawan. Hal
ini dibuktikan dengan
hubungan positif
antara penerapan K3
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
33
Lanjutan Tabel 2.1
dengan kinerja
karyawan
9 Deardo Okto Pengaruh Variabel Bebas: Hasil penelitian
Herlambang Pelaksanaan Kesehatan Kerja menunjukkan bahwa
Damanik (2016) Program Kesehatan (X1) dan program kesehatan
Dan Keselamatan Keselamatan dan keselamatan
Kerja (K3) terhadap Kerja (X2) kerja secara
Produktivitas Kerja Variabel Terikat: bersama-sama
Karyawan Pada PTP Produktivitas memiliki pengaruh
Nusantara IV Kerja Karyawan yang positif dan
(Persero) Kebun (Y) signifikan terhadap
Pabatu variabel terikt
(produktivitas kerja).
Pada pengujian
koefisien determinasi
(R2) menunjukkan
bahwa pengaruh
antara variabel
program kesehatan
dan keselamatan
kerja terhadap
produktivitas
karyawan
mempunyai
hubungan yang erat
10 Ira Waty Rahayu Pengaruh Variabel Bebas: Hasil penelitian
(2013) Keselamatan dan Program menunjukkan bahwa
Kesehatan Kerja keselamatan kerja secara serempak
Terhadap Kinerja (X1) dan program Program
Karyawan Pada PT. kesehatan kerja keselamatan kerja
Indonesia Asahan (X2) dan Program
Aluminium (Inalum), Variabel terikat: kesehatan kerja
Kuala Tanjung Kinerja karyawan memiliki pengaruh
(Y) positif dan signifikan
terhadap Kinerja
karyawan. Program
keselamatan kerja
dan Program
kesehatan kerja juga
memiliki kaitan yang
erat dengan Kinerja
karyawan pada PT.
Inalum, Kuala
Tanjung berdasarkan
koefisien determinan
(R2). Uji parsial
menunjukkan bahwa
hanya Program
kesehatan kerja yang
memiliki pengaruh
positif dan signifikan
terhadap kinerja
karyawan, sementara
Program
keselamatan kerja
memiliki pengaruh
namun tidak
signifikan terhadap
Kinerja karyawan.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
34
2.6 Kerangka Konseptual
Menurut Sekaran dalam Sugiyono (2008) dalam mengemukakan bahwa
kerangka pemikiran merupakan model konseptual tentang bagaimana teori
berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah
yang penting. Kerangka pemikiran yang baik akan menjelaskan secara teoritis
hubungan antara variabel yang akan diteliti. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan
hubungan antara variabel independen dan dependen.
Menurut Siagian (2002:263) pentingnya pemeliharaan kesehatan dan
kebugaran para anggota organisasi sudah diakui secara luas dikalangan manajer
karenakaryawan yang sehat dan bugar, dalam arti fisik maupun dalam arti mental
psikologi, akan mampu menampilkan kinerja yang prima, produktifitas yang
tinggi dan tingkat kemalasan yang [Link] kesehatan dan keselamatan
kerja dengan kinerja karyawan sangat menentukan kemajuan perusahaan, karena
kondisi pekerja yang maksimal akan mempengaruhi hasil kinerjanya, terlebih
perusahaan memberikan kenyamanan,dan fasilitas yang memadai dapat membuat
pekerja dengan tenang mengerjakan tanggung jawabnya. Mangkunegara (2010)
menyatakan bahwa selain bertujuan menghindari kecelakaan kerja dalam proses
produksi perusahaan, program keselamatan juga meningkatkan kegairahan,
keserasian kerja, dan partisipasi kerja [Link] meningkatnya
kegahirahan, keserasian kerja dan partisipasi kerja maka berdampak pada
meningkatnya kinerja karyawan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Syaputra (2014) mengenai pengaruh
program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
35
Waskita Karya Medanbahwa keselamatan kerja, kesehatan kerja, secara serempak
adalah signifikan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Syukri (2016) juga
menjelaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikansi
terhdap kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan hubungan positif antara
penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja dengan kinerja karyawan.
Menurut Haryono (2004) beban kerja adalahjumlah kegiatan yang harus
diselesaikan oleh seseorang ataupun sekelompok orang selama periode waktu
tertentu dalam keadaan normal. Salah satu penyebab menurunnya performa
dari beban kerja adalah keharusan untuk mengambil dua atau lebih tugas-tugas
yang harus dikerjakan secara bersamaan. Semakin banyaknya permintaan
untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut maka semakin berkurangnya
performa dalam bekerja.
Karyawan seringkali dihadapkan pada keharusan untuk menyelesaikan dua
atau lebih tugas yang harus dikerjakan secara bersamaan. Tugas-tugas tersebut
tentunya membutuhkan waktu, tenaga, dan sumber daya lainnya untuk
penyelesaiannya. Adanya beban dengan penyediaan sumber daya yang seringkali
terbatas tentunya akan menyebabkan kinerja karyawan menurun. Masalah yang
bisa muncul di antaranya daya tahan karyawan melemah dan perasaan tertekan.
Perasaan tertekan menjadikan seseorang tidak rasional, cemas, tegang, tidak dapat
memusatkan perhatian pada pekerjaan dan gagal untuk menikmati perasaan
gembira atau puas terhadap pekerjaan yang dilakukan. Hal ini akan menghalangi
seseorang mewujudkan sifat positifnya, seperti mencintai pekerjaan. Seseorang
yang meyakini serta merasa bahwa tugas yang diberikan adalah sebagai tantangan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
36
yang harus dipecahkan meskipun tugas tersebut terlalu berlebihan maka seseorang
tersebut dapat tetap merasa senang terhadap pekerjaannya. Sebaliknya jika tugas
yang berlebihan tersebut diyakini dan dirasakan sebagai sebuah beban maka
lambat laun mereka akan mengalami kelelahan baik kelelahan fisik maupun
mental sehingga dapat menurunkan kinerja.
Hasil penelitian Artadi (2015)mengungkapkan beban kerja berpengaruh
positif terhadap kinerja karyawan dimana tekanan beban kerja dapat
menjadipositif, dan hal ini mengarah ke peningkatan kinerja. Shah (2011) juga
menyatakan beban kerja berpengaruh positif terhadap kinerja dimana beban kerja
yang tinggi menjadikan penilaian kinerja yangdilakukan oleh supervisor menjadi
sangat penting, karena berkaitan dengan kinerja serta besaran bonus yang akan
diterima karyawan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang
Sistem Jaminan Sosial Nasional ayat 1 menyatakan jaminan Sosial adalah satu
bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi
kebutuhan dasar hidupnya yang [Link] sosial
yangbaik,mampumemberikan rasa aman dan nyaman kepada para karyawan
dalam bekerja sehingga mampu memberikan kinerja yang baik bagi perusahaan.
Hasil penelitian Arsitania(2009) menunjukkan bahwa pengaruh jaminan
sosial (jamsostek) terhadap kinerja karyawan bertanda positif, menunjukkan
berpengaruh searah terhadap kinerja karyawan.
Berdasarkan teori-teori yang telah dikemukakan, maka kerangka
konseptual penelitian ini secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
37
Keselamatan
Kesehatan Kerja
Beban Kerja Kinerja Karyawan
Jaminan Sosial
Sumber: (Mangkunegara, 2010), (Haryono, 2004) data diolah
Gambar 2.1
Kerangka Konseptual
2.7 Hipotesis
Menurut Sugiyono (2003:30) hipotesis adalah pernyataan dugaan tentang
hubungan antara dua variabel atau lebih, atau dengan kata lain hipotesis
merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian.
Berdasarkan perumusan masalah, maka ditetapkan hipotesis sebagai berikut :
: Keselamatan Kesehatan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerjakaryawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV
(Persero) unit kebun Bah Jambi.
: Beban Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan
bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun
Bah Jambi.
: Jaminan Sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan
bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun
Bah Jambi.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
38
: Keselamatan Kesehatan Kerja, Beban Kerja dan Jaminan Sosial berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan bagian pengolahan pada
PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) unit kebun Bah Jambi.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
39
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
asosiatif, yakni penelitian yang menghubungkan dua variabel atau lebih(Ginting,
Situmorang, & Lutfi, 2008). Adapun variabel yang dihubungkan dalam penelitian
ini adalah Keselamatan Kesehatan Kerja (X3), Beban Kerja (X2), Jaminan Sosial
(X3), dan KinerjaKaryawan (Y).
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan pada PT Perkebunan Nusantara IV (persero)
unit kebun Bah Jambi Kabupaten Simalungun Sumatera Utara. Waktu penelitian
dimulai pada Februari 2018 sampai dengan April2018.
3.3 Batasan Operasional
Batasan operasional dilakukan untuk menghindari kesimpangsiuran dalam
membahas dan menganalisis permasalahan penelitian yang dilakukan. Maka,
batasan operasional penelitian ini dibatasi pada dua variabel yaitu:
1. Variabel Independen atau Variabel Bebas (X)
Adapun Variabel Bebas dalam penelitian ini adalah Keselamatan Kesehatan
Kerja (X1), Beban Kerja (X2), dan Jaminan Sosial (X3) pada PT. Perkebunan
Nusantara IV (Persero) Unit kebun Bah Jambi.
39
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
40
2. Variabel Dependen atau Variabel Terikat (Y)
Adapun Variabel Terikat dalam penelitian ini adalah KinerjaKaryawan (Y)
Bagian Pengolahan pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit kebun
Bah Jambi.
3.4 Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel adalah suatu definisi yang diberikan pada
suatu variabel dengan memberikan arti atau menspesifikasikan kegiatan atau
membenarkan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel
tersebut.
Tabel 3.1
Defenisi Operasional Variabel
No Variabel Definisi Variabel Dimensi Indikator Skala
1 Keselamatan Keselamatan 1. Perlengkapan 1. Alat pelindung Likert
Kesehatan Kesehatan Kerja keselamatan kerja
Kerja (X1) (K3) merupakan kerja (pelindung
suatu program diri)
yang dibuat 2. Peralatan
perusahaan kerja
sebagai upaya 3. Standarisasi
mencegah alat pelindung
timbulnya diri
kecelakaan dan
penyakit akibat 2. Lingkungan 1. Pengawasan
kerja dengan cara kerja kerja
mengenali hal-hal 2. Keadaan
yang berpotensi lingkungan
menimbulkan kerja
kecelakaan dan
penyakit akibat
kerja serta 3. Sarana dan 1. Sarana
tindakan prasarana kesehatan
antisipatif apabila kesehatan 2. Pemeriksaan
terjadi kecelakaan kesehatan
dan penyakit
akibat kerja.
2 Beban Kerja Beban Kerja 1. Tuntutan 1. Volume Likert
(X2) adalah besaran tugas pekerjaan
pekerjaan yang 2. Pengetahuan/
harus dipikul oleh skill pekerja
suatu jabatan atau [Link] 1. Kondisi
unit organisasi pekerjaan pekerjaan
dan merupakan 2. Standarpekerj
hasil kali antara aan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
41
Lanjutan Tabel 3.1
No Variabel Definisi Variabel Dimensi Indikator Skala
volume kerja dan
norma waktu.
3 Jaminan Jaminan Sosial 1. Perlindunga 1. Tanggapan Likert
Sosial (X3) merupakan n karyawan karyawan
jaminan terhadap
perlindungan yang Jaminan Hari
diberikan Tua
perusahaan 2. Tanggapan
terhadap karyawan
hilangnya terhadap
penghasilan Jaminan
karyawan seperti Kesehatan
dalam 3. Rasa nyaman
pemberhentian dalam bekerja
kerja, karyawan
sakit, mengalami
kecelakaan,
tunjangan
kematian dan lain
sebagainya.
4 Kinerja Kinerja 1. Kuantitas 1. Target kerja Likert
Karyawan merupakan kerja 2. Pengetahuan/
(Y) gambaran skill pekerja
mengenai tingkat 2. Kualitas Kerja 1. Pelaksanaan
pencapaian pekerjaan tepat
pelaksanaan 2. Mengikuti
suatu program prosedur
kegiatan atau perusahaan
kebijakan dalam 3. Minimalisasi
mewujudkan tingkat
sasaran, tujuan, kesalahan
visi dan misi didalam kerja
organisasi yang 3. Pemanfaatan 1. Ketepatan
dituangkan waktu waktu dalam
melalui menyelesaikan
perencanaan pekerjaan
strategis suatu 2. Inisiatif
organisasi pekerja
Sumber: Permendagri (2008), Hadiguna (2009), Moeheriono (2009)
3.5 Skala Pengukuran Variabel
Menurut Sugiyono (2005:86) skala likert digunakan untuk mengukur sikap,
pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok tentang fenomena sosial.
Untuk keperluan analisis kuantitatif penelitian ini, maka setiap variabel
diberi skor 1 sampai 5 seperti pada Tabel 3.2
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
42
Tabel 3.2
Instrumen Skala Likert
Skala Skor
Sangat Setuju 5
Setuju 4
Kurang Setuju 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1
Sumber : Sugiyono, (2012:133)
3.6 Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang
mempunyai kualitas dan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi penelitian ini
adalah karyawan bagian Pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV
(Persero) unit kebun Bah Jambi yang berjumlah 102 orang.
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut. Menurut (Arikunto, 2006)sampel adalah sebagian atau
wakil populasi yang diteliti atau sebagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut (Husein, 2008, hal. 65)mengatakan
untuk menentukan berapa minimal sampel yang dibutuhkan jika ukuran
populasi diketahui, maka dapat digunakan rumus Slovin untuk
menentukan jumlah sampelnya seperti berikut :
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
43
n=
dimana :
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
= kelonggaran ketidaktelitian/presisi karena kesalahan pengambilan sampel
yang dapat ditoleransi, misal 10 %
n= = 50,495 = 51
Berdasarkan perhitungan dengan mengacu pada pendapat Slovin dalam
penelitian ini diambil sejumlah minimal 51 (pembulatan) responden penelitian,
dalam pengambilan sampel diambil secara acak sederhana dimana anggota
populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel.
Karyawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV
(persero) unit kebun Bah Jambi mempunyai 10 jabatan dalam perusahaan dan
untuk mewakili masing-masing jabatan maka 51 sampel di distribusikan sebagai
berikut:
Tabel 3.3
Jumlah Sampel
Jumlah
Sampel
No Jabatan Populasi Sampel yang
mewakil
i
1 Mandor I 2 2/102 x 51 = 0,99 1
2 Operator Kempa / Pressan 7 7/102 x 51 = 3,50 4
3 Operator Kerja Penimbunan Minyak 3 3/102 x 51 = 1,49 1
4 Operator Ketel Uap / Boiler 14 14/102 x 51 = 7,00 7
5 Operator Laboratorium 7 7/102 x 51 = 3,50 4
Operator Loading Ramp /
6 22 22/102 x 51 = 10,99 11
Penerimaan Buah
Lanjutan Tabel 3.3
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
44
Jumlah
Sampel
No Jabatan Populasi Sampel yang
mewakil
i
7 Operator Minyakan / Klarifikasi 5 5/102 x 51 = 2,49 2
8 Operator Pengolahan Biji & Inti 14 14/102 x 51 = 7,00 7
9 Operator Pengutipan Minyak 4 4/102 x 51 = 2,00 2
10 Operator Rebusan / Sterilizer 24 24/102 x 51 = 11,99 12
Total 102 51
Sumber : PTPN IV
3.7 Jenis Data
Arikunto (2010:44) mengatakan bahwa sumber data dalam penelitian
adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Penelitian ini menggunakan 2 jenis
data, yaitu :
1. Data Primer
Data yang diperoleh langsung dari responden yang ada di lokasi penelitian.
Data tersebut diperoleh dari hasil pengisian kuisioner dan juga wawancara
kepada pihak-pihak yang terkait.
2. Data Sekunder
Data yang diperoleh untuk melengkapi data primer yang meliputi data
mengenai sejarah, perkembangan perusahaan, buku-buku ilmiah serta literatur
lainnya yang sehubungan dengan penelitian ini.
3.8 Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data atau informasi, keterangan dan data-data yang
diperlukan, peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut:
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
45
1. Menyebarkan kuesioner, yaitu teknik pengumpulan data melalui pemberian
daftar pertanyaan secara tertutup kepada responden yang dilengkapi dengan
beberapa alternatif jawaban.
2. Wawancara, yaitu melakukan dialog langsung antara peneliti dengan
responden penelitian.
3. Observasi, yaitu kegiatan melihat suatu kondisi secara langsung terhadap
objek yang diteliti.
4. Dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan menggunakan catatan-
catatan atau dokumen yang ada di lokasi penelitian serta sumber sumber lain
yang relevan dengan objek penelitian.
5. Studi kepustakaan, yaitu teknik pengumpulan data dengan menggunakan
berbagai literatur seperti buku, jurnal, karya ilmiah yang memiliki relevansi
dengan masalah yang diteliti. Data yang diperoleh untuk melengkapi data
primer yang meliputi data mengenai sejarah, perkembangan perusahaan,
buku-buku.
3.9 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
3.9.1 Uji Validitas
Menurut Sugiyono (2007) valid berarti instrument tersebut dapat
digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas bertujuan
untuk menguji apakah kuisioner layak untuk digunakan sebagai instrumen
penelitian. Uji validitas ini dilakukan kepada 30 orang karyawan bagian
pengolahan di luar daripada sampel dan dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
46
IV Unit Kebun Bah [Link] dalam menentukan validitas suatu kuesioner
adalah sebagai berikut:
1. Jika rhitung ≥ rtabel maka pernyataan tersebut valid.
2. Jika rhitung < rtabel maka pernyataan tersebut tidak valid.
3.9.2 Uji Reliabilitas
Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa
kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.
Menurut Sugiyono (2007) pengujian reliabilitas digunakan untuk melihat apakah
alat ukur yang digunakan (kuesioner) menunjukkan konsistensi dalam mengukur
gejala yang sama. Kriteria dalam menentukan reliabilitas suatu kuesioner adalah
sebagai berikut:
Jika ralpha positif atau ≥ rtabel maka pertanyaan tersebut reliabel
Jika ralpha positif atau < rtabel maka pertanyaan tersebut tidak reliabel
Uji validitas dan reliabilitas menggunakan bantuan program SPSS 20,0 for
windows.
3.10 Teknik Analisis Data
3.10.1 Analisis Deskriptif
Metode analisis deskriptif merupakan metode yang digunakan dengan
mengadakan pengumpulan data dan penganalisaan data yang diperoleh sehingga
dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat serta
hubungan antar fenomena yang diteliti.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
47
3.10.2 Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis Regresi Linier Berganda digunakan untuk mengetahui seberapa
besar pengaruh variabel bebas (X1,X2 dan X3) terhadap variabel terikat (Y).
Metode regresi linier berganda dirumuskan sebagai berikut:
Y= + + + +
Dimana:
Y = Produktivitas Karyawan
= Konstanta
= Koefisien regresi berganda
= Keselamatan Kesehatan Kerja
= Beban Kerja
= Jaminan Sosial
= Standard Error
3.11 Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel
pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui
bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi
normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid
untuk jumlah sampel kecil. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual
berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik.
(Ghozali, 2016:154).
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
48
a. Analisis Grafik
Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas residual adalah
dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data
observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Namun
demikian hanya dengan melihat histogram hal ini dapat menyesatkan
khususnya untuk jumlah sampel yang kecil. Metode yang lebih handal
adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan
distribusi kumulatif dari distribusi normal. Distribusi normal akan
membentuk satu garis lurus diagonal. Jika distribusi data residual normal,
maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti
garis diagonalnya.
b. Analisis Statistik
Uji normalitas dengan grafik dapat menyesatkan kalua tidak hati-hati
secara visual kelihatan normal, padahal secara statistik bisa sebaliknya.
Untuk itu uji grafik yang telah dilakukan dilengkapi dengan uji statistik
dengan menggunakan uji Kolmogorov -Smirnov (K-S). Uji K-S
dilakukan dengan menggunakan hipotesis:
H0: Data residual berdistribusi normal
Ha: Data residual tidak berdistribusi normal
Pengujian normalitas dilakukan dengan melihat Asymp. Sig. (2-tailed).
Jika tingkat signifikansinya lebih besar dari 0,05 maka dapat
disimpulkan bahwa H0 diterima, sehingga dikatakan data residual
berdistribusi normal.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
49
2. Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi
terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan
yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengematan lain
tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteros
kedastisitas (Ghozali, 2016: 134).
Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas
yaitu dengan melihat Grafik Plot antara nilai prediksi variable terikat
(dependen). Selain itu dapat juga digunakan uji glejser. Uji glejser dilakukan
dengan meregresi nilai absolut residual terhadap variabel independen di atas
tingkat kepercayaan 5%, maka dapat disimpulkan model regresi tidak
mengandung adanya heterokedastisitas.
3. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi
yang baik seharusnnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen.
Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak
ortogonal.
Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas diantara variabel
indevenden dapat dilihat dari Tolerance dan nilai VIF. Kedua ukuran ini
menunjukan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh
variabel independen lainnya. Dalam pengertian sederhana setiap variabel
independen menjadi variabel dependen (terikat) dan diregres terhadap
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
50
variabel independen lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel
independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen
lainnya. Jadi nilai Tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi
(karena VIF=1/Tolerance). Model regresi yang bebas dari multikolinearitas
adalah model yang memiliki nilai tolerance ≥ 0,1 atau nilai VIF ≤ 10.
Sebaliknya, jika nilai Tolerance < 0,1 atau nilai VIF > 10, maka ada
multikolinearitas di antara variabel independen.
3.12 Pengujian hipotesis
1. Uji signifikansi Serempak (Uji F)
Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang
dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama
terhadap variabel terikat.
H0: β1 = β2 = β3 = 0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh yang
positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Ha : Minimal satu βi ≠ 0, artinya secara serentak terdapat pengaruh yang
positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Kriteria pengambilan keputusannya adalah:
diterima jika ≤ pada α = 5%
ditolak jika > pada α = 5%
2. Uji Signifikan Parsial (Uji t)
Uji t menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara individual
terhadap variabel terikat.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
51
H0 : βi ≤ 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan
signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.
H1 : βi> 0, secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari
variabel independen terhadap variabel dependen.
Kriteria pengambilan keputusannya adalah:
diterima jika ≤ pada α = 5%
ditolak jika > pada α = 5%s
3. Koefisien Determinasi ( )
Koefisien Determinasi ( ) pada intinya mengukur seberapa kemampuan
model dalam menerangkan variabel terikat. Jika semakin besar (mendekati
satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas semakin besar
terhadap variabel terikat. Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat
untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel
terikat. Sebaliknya, jika semakin kecil (mendekati nol), maka dapat
dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat semakin
kecil. Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran umum perusahaan
4.1.1 Sejarah Perusahaan
PTPN IV (Persero) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak
dibidang agrobisnis perkebunan. Dibidang perkebunan kelapa sawit, teh, kakao
kering dan produk turunannya. Kebun Bah Jambi adalah salah satu unit usaha dari
PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) yang berada di kabupaten simalungun
sumatera utara. Pada awal berdirinya merupakan perusahaan milik swasta asing
N.V.H.V.A (Handels Verenering Amsterdam) Negeri Belanda), kemudian PTPN
IV dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah No.9 tahun 1996 tanggal 14
Febuari 1996, tentang penggabungan kebun-kebun yang ada di wilayah sumatera
utara dari PTP VI, VII, dan VIII. Didirikan berdasarkan Akte Notaris Harum
Kamil, SH No.37 tertanggal 11 maret 1996 dan surat Keputusan menteri
kehakiman No. C28332 HT.01.01 th 96, tanggal 8 agustus 1996 serta
dicantumkan dalam berita Negeri RI No.8 oktober 1996.
Lokasi Kebun Bah Jambi Berada di kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi
kabupaten simalungun. Jarak dengan kota Medan sebagai ibu kota propinsi
sumatera utara berkisar 147 km, dan 19 km dari kota pematang siantar. Topografi
tanah keadaannya sedikit bergelombang dan berbukit. Jenis tanah Podolik Coklat
Kuning (PCK) dan Podsolik Coklat (PC). Kebun Bah Jambi memiliki luas HG
8.060,5 HA, terdiri dari 8 afdeling tanaman kelapa sawit, emplasmen, pembibitan
pabrik dan kolam limbah.
52
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
53
4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan
1. Visi Perusahaan
PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) “Menjadi Pusat keunggulan
pengelolaan perusahaan agro industri kelapa sawit dengan tata kelola
perusahaan yang baik serta berwawasan lingkungan”.
2. Misi Perusahaan
Adapun misi dari PT Perkebunan Nusamtara IV (persero) unit kebun Bah
Jambi sebagai berikut:
a. Menjamin keberlanjutan usaha yang kompetitif.
b. Meningkatkan daya saing produk secara berkesinambungan dengan sistem,
cara dan lingkungan kerja yang mendorong munculnya kreativitas dan
inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.
c. Meningkatkan laba secara berkesinambungan.
d. Mengelola usaha secara profesional untuk peningkatan nilai perusahaan
yang mempedomani etika bisnis dan tata kelola perusahaan yang baik.
e. Meningkatkan tanggung jawab sosial lingkungan.
f. Melaksanakan dan menunjang kebijakan serta program pemerintah
pusat/daerah.
4.1.3 Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi pada intinya menggambarkan batasan-batasan,
wewenang, dan tanggung jawab dan memperlihatkan susunan fungsi-fungsi,
departemen-departemen dalam organisasi dan menunjukkan bagaimana hubungan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
54
kerja baik secara horisontal maupun vertikal serta menunjukkan hubungan suatu
kerja sama.
Pada kebun Bah Jambi, struktur organisasi yang digunakan adalah lini
fungsional yang merupakan suatu bentuk struktur organisasi, karena kekuasaan
dan tanggung jawab diturunkan secara garis dari tingkat pimpinan atas kepada
tingkat bawahannya berdasarkan tugas masing-masing. Kebun Bah Jambi
merupakan salah satu unit kebun milik PTPN IV (Persero). Kendali operasi
dilaksanakan dari pusat dan dewan direksi yang berkedudukan di Medan,
Sumatera Utara. Berikut ini gambar struktur organisasi PTPN IV (Persero) Unit
kebun Bah Jambi pada gambar dibawah ini:
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MANAJER UNIT
EDMAN AGUS
KA. DINAS TANAMAN KA. DINAS TANAMAN
KA. DINAS TEHNIK KA. DINAS TATA USAHA [Link]. SDM & UMUM
RY UTARA RY SELATAN
PENGOLAHAN BUDI DARMAWAN BUDI DARAMWAN
DIDIK INSAN NUR HADI SYOFIAN HARAHAP
Pa Pam
Asst. Afdeling-I Asst. Afdeling-v Asst. Masinis Reparasi Plt. Asst. Transport Pool
KAPTEN T.
JERRY SENTOSA ARMANSYAH PUTRA SYAHRIAL EFFENDI BUDI DARMAWAN
SINULINGGA
Asst. Afdeling-VI Wakil Pa Pam
Asst. Afdeling-II Asst. Pengolahan
SUDIRWANA SERMA TOMSON
DANIAR JONAS PURBA [Link]
DAMANIK MANIK
Asst. Afdeling-III
Asst. Afdeling-VII Asst. Pengolahan
DENNY L.
ARMANSYAH PUTRA MARTIN Y. TARIGAN
HUTAGALUNG
Asst. Afdeling-IV Asst. Afdeling-VIII Asst. Pengolahan
HALOMOAN SINAGA ANDRIAN MUFTI DEZY FAIRU
Asst. Afdeling-IX `
Asst. Eplasmen
ANDRIAN MUFTI
Sumber : PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi
Gambar 4.1
Struktur Organisasi PT. Perkebunan Nusantara IV (persero) Unit Kebun Bah Jambi
55
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
56
4.1.4 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
Pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Kebun Bah Jambi
memiliki pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian yaitu :
1. Manajer Unit
a. Mempertanggung jawabkan seluruh tugas pokok dan tugas tambahan
dalam rangka pengelolaan kebun bah jambi kepada direksi
b. Menerapkan kebijakan Direksi atas pendelegasian wewenang.
c. Memutuskan pengangkatan, pemindahan, kenaikan pangkat/jabatan,
pemberhentian bawahannya sesuai peraturan yang berlaku.
d. Melakukan pengawasan melekat (WASKAT) sesuai dengan peraturan,
system dan prosedur yang berlaku.
e. Meminta pertanggung jawaban kepada kepala dinas tanaman a,b kepala
dinas teknik, kepala dinas pengolahan PKS dan kepala Dinas Tata Usaha,
Asisten SDM dan Umum terhadap pelaksanaan pekerjaan di bidang
masing-masing.
f. Membina, menasehati, menegur serta membuat penilaian staff
bawahannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
g. Mengajukan permintaan pengadaan barang dan jasa non lokal dan lokal
dalam batas wewenang yang ditentukan
2. Ka. Dinas TU
a. Mempertanggung jawabkan seluruh tugas pokok dan tugas tambahan
dalam rangka pengelolaan Dinas Tata Usaha Kebun Bah Jambi kepada
Manajer Unit Kebun Bah Jambi
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
57
b. Merencanakan serta melaksanakan transaksi pembayaran yang berkaitan
dengan semua kegiatan kebun sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan oleh Direksi.
c. Melaksanakan Stock Opname Kas setiap hari dan melaporkan keadaan
kas kepada manajer Unit sebagai penanggung jawab serta setiap bulan
melaporkan keadaan saldo Kas sesuai dengan ketentuan kepada Direksi.
d. Mengatur / menyusun pembagian tugas pegawai yang berada dibawah
tangung jawabnya serta mengadakan pengawasan terhadap tugas-tugas
yang diberikan.
e. Mengusulkan kepada Manajer Unit Kebun Bah Jambi tentang
kepegawaian di Dinas Tata Usaha, antara lain :
penerimaan/pengangkatan, pemindahan. Kenaikan pangkat / jabatan
berdasarkan prestasi dan pemberhentian karyawan dengan berpedoman
pada ketentuan yang berlaku.
f. Meminta pertanggung jawaban kepada Asisten Tata Usaha dalam hal
pengelolaan pergudangan sesuai dengan norma ketentuan yang berlaku.
g. Memberikan masukan saran / usulan kepada Manajer Unit mengenai
kegiatan kinerja serta pemakaian biaya baik diminta maupun tidak
diminta untuk efisiensi dan efektifitas pengelolaan kebun.
3. Ka. Dinas. Teknik
a. Mempertanggung jawabkan seluruh tugas pokok dan tugas tambahan
dalam rangka pengelolaan Bidang Teknik di Kebun Bah Jambi kepada
Manajer Unit Kebun Bah Jambi.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
58
b. Mengusulkan kepada Manajer Unit tentang kepegawaian di Dinas
Teknik:penerimaan / pengangkatan karyawan, pemindahaan, kenaikan
pangkat/jabatan berdasarkan prestasi dan pemberhentian karyawan
dengan pedoman pada ketentuan yang berlaku.
c. Meminta pertanggung jawaban kepada Asisten-Asisten Bidang Teknik,
terutama pemakaian tenaga kerja, biaya, barang / bahan Dinas Teknik
dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
d. Mengangkat dan menghentikan kegiatan Dinas Teknik dengan tetap
berpedoman pada petunjuk dan pembinaan dari Manajer Unit.
4. Ka. Din. Tanaman Rayon A
a. Mempertanggung jawabkan seluruh tugas pokok dan tugas tambahan
dalam rangka pengelolaan bidang tanaman di Afdeling I,II,VII,IX,
Pembibitan Kebun Bah Jambi kepada Manajer Unit Kebun Bah Jambi.
b. Mengusulkan kepada Manajer Unit tentang kepegawaian di Dinas
Tanaman : penerimaan / pengangkatan karyawan, pemindahan, kenaikan
pangkat/jabatan berdasarkan prestasi dan pemberhentian karyawan
dengan pedoman pada ketentuan yang berlaku.
c. Meminta pertanggung jawaban kepada Asisten-Asisten Afd I,II,VII,IX,
Pembibitan, terutama pemakaian tenaga kerja, biaya, barang/bahan di
Afd I,II,VII,IX, Pembibitan dengan berpedoman pada ketentuan yang
berlaku.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
59
d. Mengangkat dan menghentikan kegiatan di Afd I,II,VII,IX, Pembibitan
dengan tetap berpedoman pada petunjuk dan pembinaan dari Manajer
Unit.
5. Ka. Din. Tanaman Rayon B
a. Mempertanggung jawabkan seluruh tugas pokok dan tugas tambahan
dalam rangka penelolaan Bidang Tanaman di Afdeling III, IV, V, VI,
VIII, Kebun Bah Jambi kepada Manajer Unit Kebun Bah Jambi.
b. Mengusulkan kepada Manajer Unit tentang kepegawaian di Dinas
Tanaman: penerimaan / pengangkatan karyawan, pemindahan, kenaikan
pangkat / jabatan berdasarkan prestasi dan pemberhentian karyawan
dengan pedoman pada ketentuan yang berlaku.
c. Meminta pertanggung jawaban kepada Asisten-Asisten Afd III, IV, V,
VI, VIII, terutama pemakaian tenaga kerja, biaya, barang / bahan di Afd
III, IV, V, VI, VIII dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
d. Mengangkat dan menghentikan kegiatan di Afd III, IV, V, VI, VIII
dengan tetap berpedoman pada petunjuk dan pembinaan dari Manajer
Unit.
6. Asst. SDM dan Umum
a. Mempertanggung jawabkan seluruh tugas pokok dan tugas tambahan
dalam rangka pengelolaan SDM dan Umun di Kebun Bah Jambi kepada
Manajer Unit.
b. Mengusulkan kepada Manajer Unit Kebun Bah Jambi tentang
kepegawaian di bagian Kebun Bah Jambi antara lain : penerimaan /
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
60
pengangkatan karyawan, pemindahan, kenaikan pangkat / jabatan
berdasarkan prestasi dan pemberhentian karyawan dengan berpedoman
pada ketentuan yang berlaku.
c. Meminta pertanggung jawaban kepada bawahannya terhadap
pelaksanaan pekerjaan masing – masing.
7. Asisten Gudang
a. Mempertanggung jawabkan seluruh tugas pokok dan tugas tambahan
dalam rangka pengelolaan Dinas Tata Usaha Kebun Bah Jambi kepada
Manajer Unit Kebun Bah Jambi.
b. Merencanakan serta melaksanakan transaksi pembayaran yang berkaitan
dengan semua kegiatan kebun sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan oleh Direksi.
c. Melaksanakan Stock Opname Kas setiap hari dan melaporkan keadaan
kas kepada Manajer Unit sebagai penanggung jawab serta setiap bulan
melaporkan keadaaan saldo Kas sesuai dengan ketentuan kepada Direksi.
d. Mengatur / menyusun pembagian tugas pegawai yang berada dibawah
tanggung jawabnya serta mengadakan pengawasan terhadap tugas –
tugas yang di berikan.
e. Mengusulkan kepada Manajer Unit Kebun Bah Jambi tentang
kepegawaian di Dinas Tata Usaha, antara lain : penerimaan /
pengangkatan. Pemindahan, kenaikan pangkat / jabatan berdasarkan
prestasi dan pemberhentian karyawan dengan berpedoman pada
ketentuan yang berlaku.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
61
f. Meminta pertanggung jawaban kepada Asisten Tata Usaha dalam hal
pengelolaan pergudangan sesuai dengan norma ketentuan yang berlaku.
g. Memberikan masukan saran / usulan kepada Manajer Unit mengenai
kegiatan kinerja serta pemakaian biaya baik diminta maupun tidak
diminta untuk efisiensi dan efektifitas pengelolaan kebun.
8. Asisten Hama
a. Mengawasi pekerjaan di bagian hama penyakit.
b. Melaporkan hasil pekerjaan kepada [Link]. Tanaman.
c. Membuat rencana Anggaran RKO dan RKAP.
d. Mengevaluasi biaya Hama Penyakit (HP) seluruhnya.
e. Mempertanggung jawabkan seluruh tugaas pokok dan tugas tambahan
dalam rangka pengelolaan di bagian HP kepada Manajer Unit.
f. Merencanakan pekerjaan yang ada di Afdeling berpedoman pada RKAP
dan RKO.
g. Menegur mandor dan Krani bila hasil kerja yang tidak sesuai apa yg di
harapkan.
h. Mengkoreksi pekerjaan dengan tetap berpegang teguh pada petunjuk dan
pembinaan dari [Link].
i. Tetap memperhatikan Pengaruh Sosial yang dapat mengganggu
perkembangan kinerja Mandor dan Krani.
9. Asisten Tanaman
a. Mengawasi pekerjaan di Afdeling
b. Melaporkan hasil pekerjaan kepada [Link]
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
62
c. Membuat rencana Anggaran RKO dan RKAP
d. Mengevaluasi biaya Tanaman seluruhnya.
e. Mempertanggung jawabkan seluruh tugas pokok dan tugas tambahan
dalam rangka pengelolaan di Afdeling kepada Manajer Unit.
f. Merencanakan pekerjaan yang ada di Afdeling berpedoman pada RKAP
dan RKO.
g. Menegur mandor dan Krani bila hasil kerja yang tidak sesuai apa yang di
harapkan.
h. Mengkoreksi pekerjaan dengan tetap berpegang teguh pada petunjuk dan
pembinaan dari [Link].
i. Tetap memperhatikan Pengaruh Sosial yang dapat mengganggu
perkembangan kinerja Mandor dan Krani.
10. PA. PAM
a. Mempertanggung jawabkan seluruh tugas pokok dan tugas tambahan
dalam rangka pengelolaan keamanan dan ketertiban di Kebun Bah Jambi
kepada Manajer Unit.
b. Mengusulkan kepada Manajer Unit Kebun Bah Jambi tentang
kepegawaian di bagian Pengamanan antara lain: pengangkatan Satpam /
Hansip, pemindahan, kenaikan pangkat / jabatan berdasarkan prestasi dan
pemberhentian karyawan dibagian pengamanan dengan berpedoman
pada ketentuan yang berlaku.
c. Meminta pertanggung jawaban kepada bawahannya terhadap
pelaksanaan pekerjaan masing – masing.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
63
11. Ka. Dinas Pengolahan
a. Bertanggung jawab atas kegiatan di pabrik dalam proses pengolahan
buah dan operasionalnya.
b. Bertanggung hawab kepada Manajer dan membantu urusan Teknik
c. Mengawasi dan mengkoordinir segala kegiatan yang berhubungan
dengan pemeliharaan alat – alat pertanian dan mesin – mesin.
d. Mengawasi dan mengkoordinir pekerjaan rutin di Pabrik, sehingga
diperoleh hasil minyak sawit yang bermutu tinggi.
e. Membantu Manajer Unit dalam urusan pengolahan serta membawahi
Asisten Jaga.
12. Asisten Afdeling
a. Bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Tanaman dan Mengepalai satu
Afdeling.
b. Menyusun program tahunan dan melaksanakannya.
c. Mengontrol dan memeriksa hasil kerja kerani dan menilai laporan harian
mengenai produksi.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
64
4.2 Karakteristik Responden
Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai pengaruh Keselamatan
Kesehatan Kerja, Beban Kerja dan Jaminan Sosial terhadap Kinerja Karyawan.
Responden yang digunakan yaitu karyawan bagian pengolahan PT. Perkebunan
Nusantara IV unit kebun Bah Jambi sebanyak 51 orang.
Karakteristik responden pada penelitian ini terdiri dari jenis kelamin, usia
dan lama bekerja.
4.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin
51 responden
100%
Laki-Laki Perempuan
Sumber: Lampiran 4
Gambar 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan Gambar 4.2 dapat diketahui bahwa karakteristik responden
berdasarkan jenis kelamin seluruhnya berjenis kelamin laki-laki yaitu 100%. Ini
dikarenakan sebagian besar karyawan pada unit usaha kebun Bah Jambi
merupakan tenaga operasional yang bekerja di lapangan dimana sangat
membutuhkan tenaga laki-laki.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
65
4.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia
21 responden 4 responden
41,18% 7,84%
13 responden 13 responden
25,49% 25,49%
36-40 tahun 41-45 tahun 46-50 tahun 51-55 tahun
Sumber: Lampiran 5
Gambar 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Berdasarkan Gambar 4.3 dapat diketahui bahwa usia responden terbanyak adalah
usia 51-55 tahun yaitu sebanyak 41,18%, diikuti usia 41-45 tahun dan usia 46-50
tahun yang secara serempak menunjukkan angka 25,49% kemudian usia 36-40
tahun yaitu sebanyak 7,84%. Hal ini disebabkan karena PT. Perkebunan
Nusantara IV unit kebun bah jambi membutuhkan karyawan yang sudah matang
dan berpengalaman.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
66
4.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja
Lama Bekerja
3 responden
5,88%
2 responden
42 responden
3,92%
82,36%
4 responden
7,84%
< 10 tahun 11-20 tahun 21-30 tahun >30 tahun
Sumber: Lampiran 6
Gambar 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja
Berdasarkan Gambar 4.4 dapat diketahui bahwa untuk mayoritas masa bekerja
responden yang diteliti adalah karyawan yang telah bekerja selama 21-30 tahun
yaitu sebanyak 82,36%.
4.3 Hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
4.3.1 Uji Validitas
Pengujian validitas instrumen dalam penelitian ini menggunakan bantuan
software SPSS 20.0 for windows. Apabila terdapat variabel yang datanya tidak
valid, berarti data variabel tersebut harus dibuang, kemudian dilakukan pengujian
kembali hingga semua data variabel valid.
Dalam uji validitas ini, setiap item pernyataan akan diuji validitasnya.
Validitas dapat dilihat pada kolom Corrected Item- Total Correlation. Untuk
mengetahui kevaliditasan setiap item pernyataan dalam instrumen penelitian
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
67
dapat dilihat melalui kolom rhitung dan rtabel. Apabila nilai rhitung lebih
besar dari rtabel maka pernyataan tersebut dinyatakan valid. Nilai rtabel
dengan df= n - 2 yaitu 30 – 2=28, sehingga nilai rtabel pada taraf signifikansi
5% adalah 0,3610. Apabila nilai rhitung ≥ rtabel (0,3610) maka item
pernyataan tersebut dinyatakan valid.
1. Variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (X1)
Hasil uji validitas untuk variabel pengembangan karir (X1) dalam penelitian
ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1
Hasil Uji Validitas Keselamatan Kesehatan Kerja (X1)
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha
Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation if Item Deleted
p1 56,6000 28,110 ,794 ,958
p2 56,6000 28,041 ,808 ,958
p3 56,6333 27,413 ,829 ,957
p4 56,6333 27,964 ,839 ,957
p5 56,7333 29,444 ,502 ,965
p6 56,6000 28,110 ,794 ,958
p7 56,7333 29,513 ,489 ,965
p8 56,6333 27,413 ,954 ,955
p9 56,7000 29,872 ,483 ,964
p10 56,5667 28,254 ,755 ,959
p11 56,6333 27,413 ,954 ,955
p12 56,6333 27,413 ,954 ,955
p13 56,6333 27,413 ,954 ,955
p14 56,6667 27,747 ,906 ,956
Sumber: Lampiran 7
Tabel 4.1 menunjukkan semua butir pernyataan memiliki nilai rhitung yang
lebih besar dari nilai rtabel sebesar 0,3610. Dengandemikian semua butir
pernyataandinyatakan valid.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
68
2. Variabel Beban Kerja (X2)
Hasil uji validitas untuk variabel beban kerja (X2) dalam penelitian ini dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.2
Hasil Uji Validitas Variabel Beban Kerja (X2)
Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item-
Item Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation
Deleted
p19 21,5333 3,499 ,667 ,816
p20 21,7000 3,597 ,743 ,801
p22 21,5333 3,637 ,706 ,808
p23 21,6333 3,551 ,700 ,809
p25 21,5333 4,120 ,421 ,860
p26 21,5667 3,909 ,558 ,836
Sumber: Lampiran 8
Tabel 4.2 menunjukkan semua butir pernyataan memiliki nilai rhitung yang
lebihbesar dari nilai rtabel sebesar 0,3610. Dengandemikian semua butir
pernyataandinyatakan valid.
3. Variabel Jaminan Sosial (X3)
Hasil uji validitas untuk variabel jaminan sosial (X3) dalam penelitian ini
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.3
Hasil Uji Validitas Variabel Jaminan Sosial (X3)
Corrected Item- Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance
Item Total Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted
Correlation Deleted
p27 21,7333 4,478 ,929 ,887
p28 21,7333 4,478 ,929 ,887
p29 21,7000 4,493 ,901 ,891
p30 21,7667 5,495 ,409 ,952
p31 21,8333 4,764 ,708 ,917
p32 21,7333 4,409 ,825 ,901
Sumber: Lampiran 9
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
69
Tabel 4.3 menunjukkan semua butir pernyataan memiliki nilai rhitung yang lebih
besar dari nilai rtabel sebesar 0,3610. Dengandemikian semua butir
pernyataandinyatakan valid.
4. Variabel Kinerja Karyawan (Y)
Hasil uji validitas untuk variabel kinerja karyawan dalam penelitian ini
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4
Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan (Y)
Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item-
Item Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation
Deleted
P1 30,3667 8,447 ,822 ,927
P2 30,4667 8,602 ,706 ,935
P3 30,3667 8,447 ,822 ,927
p4 30,3667 8,309 ,878 ,923
P5 30,4000 9,076 ,597 ,942
P6 30,4667 8,602 ,706 ,935
P7 30,4000 8,455 ,841 ,926
P8 30,3000 8,217 ,885 ,922
Sumber: Lampiran 10
Tabel 4.4 menunjukkan semua butir pernyataan memiliki nilai rhitung yang
lebihbesar dari nilai rtabel sebesar 0,3610. Dengandemikian semua butir
pernyataandinyatakan valid.
4.3.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas harus dilakukan hanya pada pertanyaan yang telahmemiliki
atau memenuhi uji validitas, jadi jika tidak memenuhi syarat uji validitas maka
tidak perlu diteruskan untuk uji reliabilitas.
Menurut Ghozali dan Kuncoro dalam Ginting dan Situmorang (2008),
butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas akan ditentukan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
70
reliabilitasnya dengan kriteria nilai Cronbach’s Alpha> 0,60. Berikut hasil dari uji
reliabilitas terhadap butir-butir pernyataan yang valid.
Tabel 4.5
Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach's Alpha N of Items
Keselamatan
,961 14
kesehatan kerja
Beban kerja ,848 6
Jaminan Sosial ,922 6
Kinerja karyawan ,938 8
Sumber: Lampiran 11
Jika nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,60 maka kuesioner
penelitian bersifat reliabel. Berdasarkan Tabel 4.5 diatas terlihat bahwa nilai
Cronbach’s alpha> 0,60 maka variabel variabel pernyataan tersebut reliabel.
4.4 Hasil Analisis Data
4.4.1 Analisis Deskriptif Responden
Analisis ini bertujuan untuk melihat persentase responden dalam memilih
kategori tertentu.
1. Variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (X1)
Dalam mengukur variablekeselamatan kesehatan kerja pada PT. Perkebunan
Nusantara IV unit kebun bah jambi, peneliti menggunakan enam indikator
yaitu alat pelindung kerja (pelindung diri), peralatan kerja,standarisasi alat
pelindung diri, pengawasan kerja,keadaan lingkungan kerja, sarana kesehatan
dan pemeriksaan kesehatan.
Kemudian indikator-indikator tersebut dikembangkan menjadi empat belas
item pernyataan. Dari pernyataan-pernyataan tersebut diperoleh jawaban
seperti pada Tabel 4.6 di bawah ini:
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
71
Tabel 4.6
Distribusi Jawaban responden terhadap Keselamatan Kesehatan Kerja (X1)
SS S KS TS STS
Pernyataan Jumlah
f % f % f % f % F %
1 21 41,17 30 58,82 0 0 5 9,80 0 0 51
2 5 9,80 17 33,33 24 47,05 0 0 0 0 51
3 8 15,68 42 82,35 1 1,96 0 0 0 0 51
4 8 15,68 42 82,35 2 3,92 0 0 0 0 51
5 20 39,21 31 60,78 0 0 0 0 0 0 51
6 17 33,33 34 66,67 0 0 0 0 0 0 51
7 2 3,92 43 84,31 6 11,76 0 0 0 0 51
8 9 17,64 42 82,35 0 0 0 0 0 0 51
9 7 13,72 32 62,74 7 13,72 5 9,80 0 0 51
10 2 3,92 26 50,98 23 45,09 0 0 0 0 51
11 1 1,96 15 29,41 31 60,78 4 7,84 0 0 51
12 11 21,56 38 74,51 1 1,96 1 1,96 0 0 51
13 7 13,72 34 66,67 9 17,64 1 1,96 0 0 51
14 3 5,88 19 37,25 20 39,21 9 17,64 0 0 51
Sumber: Lampiran 12
Berdasarkan Tabel 4.6 dapat diketahui:
a. Dari 51 responden 58,82%menyatakansetuju bahwa perusahaan telah
menyediakan alat pelindung diri seperti helm, sepatu boots, sarung
tangan, masker yang dapat menghindarkan responden dari kecelakaan
kerja, 41,17% sangat setuju tetapi 9,80% tidak setuju serta tidak ada
responden yang menyatakan kurang setuju dan sangat tidak setuju.
b. Dari 51 responden 47,05/% menyatakan kurang setuju bahwa responden
selalu menggunakan Alat Pelindung Diri secara lengkap saat bekerja,
tetapi 33,33% setuju dan 9,80% sangat setuju serta tidak ada responden
yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
c. Dari 51 responden 82,35% menyatakan setuju bahwa semua peralatan
kerja dalam kondisi layak pakai, 15,68% sangat setuju dan 1,96% kurang
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
72
setuju serta tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat
tidak setuju.
d. Dari 51 responden 82,35% menyatakan setuju bahwa fasilitas peralatan
kerja yang disediakan oleh perusahaan memberikan keselamatan dalam
bekerja, 15,68% sangat setuju tetapi 3,92% kurang setujuserta tidak ada
responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
e. Dari 51 responden 60,78% setuju bahwa alat pelindung diri yang
disediakan perusahaan telah sesuai dengan standar nasional indonesia
dan 39,21% sangat setuju serta tidak ada responden yang menyatakan
kurang setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju.
f. Dari 51 responden 66,67% setuju bahwa perusahaan telah menyediakan
alat pelindung diri sesuai dengan jumlah karyawan dan 33,33% sangat
setuju serta tidak ada responden yang menyatakan kurang setuju, tidak
setuju dan sangat tidak setuju.
g. Dari 51 responden 84,31% setuju bahwa sistem pengawasan kerja yang
diterapkan karyawan mampu menghindarkan dari kecelakaan kerja,
3,92% sangat setuju tetapi 11,76% kurang setuju serta tidak ada
responden yang menyatakan kurang setuju dan sangat tidak setuju.
h. Dari 51 responden 82,35% setuju bahwa setiap kecelakaan kerja yang
terjadi akan langsung ditindaklanjuti oleh kepala pengawasan kerja dan
17,64% sangat setuju serta tidak ada responden yang menyatakan kurang
setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
73
i. Dari 51 responden 62,74% setuju bahwa semua bagian dari peralatan
yang berbahaya telah diberi tanda tanda, 13,72% sangat setuju tetapi
13,72% kurang setuju dan 9,80% tidak setuju serta tidak ada responden
yang menyatakan sangat tidak setuju.
j. Dari 51 responden 50,98% setuju bahwa responden bekerja dalam
kondisi yang aman dan bersih, 3,92% sangat setuju, tetapi 45,09%
kurang setuju serta tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju
dan sangat tidak setuju.
k. Dari 51 responden 60,78% kurang setuju bahwa perusahaan telah secara
ketat mewajibkan setiap karyawan untuk menggunakan alat pelindung
diri, 7,84% tidak setuju, tetapi 29,41% setuju dan 1,96% sangat setuju
serta tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju.
l. Dari 51 responden 74,51% setuju bahwa ketersediaan kotak P3K dan
posisi klinik yang mudah dijangkau meningkatkan rasa aman dalam
bekerja, 21,56% sangat setuju, tetapi 1,96% kurang setuju dan 1,96%
tidak setuju serta tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak
setuju.
m. Dari 51 responden 66,67% setuju perusahaan melaksanakan tindakan
pencegahan, penyembuhan dan perawatan terhadap karyawan yang
sakit,13,72% sangat setuju tetapi 17,64% kurang setuju dan 1,96% tidak
setuju serta tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju.
n. Dari 51 responden 39,21% kurang setuju bahwa perusahaan memberikan
pelayanan pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi karyawan, 17,64%
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
74
tidak setuju tetapi 37,25% setuju dan 5,88% sangat setuju serta tidak ada
responden yang menyatakan sangat tidak setuju.
Rata-rata nilai variabel keselamatan
kesehatan kerja (X1)
Kelengkapan APD
Penggunaan APD saat…
Kelayakan APD
Fasilitas peralatan kerja
Standarisasi APD
Persentase
Kesesuaian jumlah APD
rata-rata nilai
Pengawasan kerja variabel
Tindaklanjut kecelakaan keselamatan
Tanda alat berbahaya kesehatan kerja
Kondisi lingkungan… (X1)
Kewajiban…
Ketersediaan P3K
Pencegahan dan…
Pemeriksaan kesehatan
0 2 4 6
Sumber: Lampiran 16
Gambar 4.5
Grafik rata rata nilai variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (X1)
Berdasarkan Gambar 4.5 dapat diketahui bahwa skor tertinggi dalam pernyataan
mengenai Keselamatan Kesehatan Kerja adalah pernyataan 1 (Perusahaan telah
menyediakan alat pelindung diri seperti helm, sepatu boots, sarung tangan, masker
yang dapat menghindarkan saya dari kecelakaan kerja). Pada pernyataan 5 (Alat
Pelindung diri yang diberikan perusahaan telah sesuai Standar Nasional Indonesia
(SNI)). Selanjutnya pada pernyataan 6 ( Perusahaan telah menyediakan alat
pelindung diri sesuai dengan jumlah karyawan). ini berarti pihak perusahaan telah
memenuhi salah satu kewajibannya kepada karyawan yaitu dengan cara
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
75
menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang telah sesuai dengan Standar
Nasional Indonesia (SNI) secara lengkap untuk seluruh karyawannya.
2. Variabel Beban Kerja (X2)
Dalam mengukur variabel beban kerja pada karyawan bagian pengolahan PT.
Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi, peneliti menggunakan empat
indikator yaitu volume pekerjaan, pengetahuan/ skill pekerja, kondisi
pekerjaan dan standar pekerjaan.
Kemudian indikator-indikator tersebut dikembangkan menjadi enam item
pernyataan. Dari pernyataan-pernyataan tersebut diperoleh jawaban seperti
pada Tabel 4.7 di bawah ini:
Tabel 4.7
Distribusi Jawaban responden terhadap Beban Kerja (X2)
SS S KS TS STS
Pernyataan Jumlah
f % f % f % f % f %
1 0 0 7 13,72 37 72,54 7 13,72 0 0 51
2 1 1,96 42 82,35 3 5,88 5 9,80 0 0 51
3 1 1,96 35 68,62 15 29,41 0 0 0 0 51
4 2 3,92 38 74,50 8 15,68 3 5,88 0 0 51
5 4 7,84 43 84,31 4 7,84 0 0 0 0 51
6 11 21,56 39 76,47 1 1,96 0 0 0 0 51
Sumber: Lampiran 13
Berdasarkan Tabel 4.7 dapat diketahui:
a. Dari 51 responden 72,54% kurang setuju bahwa jumlah pegawai yang
ada saat ini sudah cukup untuk menangani pekerjaan yang ada, 13,72%
tidak setuju tetapi 13,72% setujuserta tidak ada responden yang
menyatakan sangat setuju dan sangat tidak setuju.
b. Dari 51 responden 82,35% setuju, 1,96% sangat setuju bahwa ada jumlah
pekerjaan yang dikerjakan melebihi kapasitas kerja semestinya, tetapi
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
76
5,88% kurang setuju dan 9,80% tidak setuju serta tidak ada responden
yang menyatakan sangat tidak setuju.
c. Dari 51 responden 68,62% setuju bahwa pengetahuan dapat membantu
mengatasi permasalahan dalam pekerjaan 1,96% sangat setujutetapi
29,41% kurang setujuserta tidak ada responden yang menyatakan tidak
setuju dan sangat tidak setuju.
d. Dari 51 responden 74,50% setuju bahwa pada saat tertentu responden
menjadi sangat sibuk dengan pekerjaan,3,92% sangat setuju tetapi
13,72% kurang setuju dan 7,84% tidak setujuserta tidak ada responden
yang menyatakan sangat tidak setuju.
e. Dari 51 responden 86,27% setuju bahwa pembagian waktu kerja (shift)
telah cukup adil, 5,88% sangat setuju tetapi 7,84% kurang setujuserta
tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak
setuju.
f. Dari 51 responden 76,47% setuju bahwajam kerja per hari yang di
bebankan sesuai dengan kemampuan karyawan,21,56% sangat setuju
tetapi 1,96% kurang setujuserta tidak ada responden yang menyatakan
tidak setuju dan sangat tidak setuju.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
77
Rata-rata nilai variabel Beban Kerja (X2)
Kesesuaian …
Kapasitas…
Pengetahuan/ skill
Persentase
Kondisi pekerjaan rata-rata nilai
variabel
Pembagian … Beban…
Standar jam kerja
0 2 4 6
Sumber: Lampiran 17
Gambar 4.6
Grafik rata rata nilai variabel Beban Kerja (X2)
Berdasarkan Gambar 4.6 dapat diketahui bahwa skor tertinggi dalam
pernyataan mengenai Beban Kerja adalah pernyataan 6 (Jam kerja per hari
yang di bebankan sesuai dengan kemampuan karyawan) ini berarti jam kerja
yang dibebankan kepada karyawan telah memenuhi standar jam kerja
sehingga karyawan tidak merasa terbebani dengan lama jam kerja yang telah
ditetapkan perusahaan.
3. Variabel Jaminan Sosial (X3)
Dalam mengukur variabel jaminan sosial pada karyawan bagian pengolahan
PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi, peneliti menggunakan
tiga indikator yaitu tanggapan karyawan terhadap jaminan hari tua,tanggapan
karyawan terhadap jaminan kesehatan dan rasa nyaman dalam bekerja.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
78
Kemudian indikator-indikator tersebut dikembangkan menjadi enam item
pernyataan. Dari pernyataan-pernyataan tersebut diperoleh jawaban seperti
pada Tabel 4.8 di bawah ini:
Tabel 4.8
Distribusi jawaban responden terhadap Jaminan Sosial (X3)
SS S KS TS STS
Pernyataan Jumlah
F % F % f % f % F %
1 13 25,49 28 54,90 9 17,64 1 1,96 0 0 51
2 1 1,96 36 70,58 14 27,45 0 0 0 0 51
3 3 5,88 45 88,23 3 5,88 0 0 0 0 51
4 15 29,41 35 68,62 0 0 1 1,96 0 0 51
5 8 15,68 42 82,35 1 1,96 0 0 0 0 51
6 3 5,88 38 74,50 10 19,60 0 0 0 0 51
Sumber: Lampiran 14
Berdasarkan Tabel 4.8 dapat diketahui:
a. Dari 51 responden 54,90% setuju bahwa jaminan hari tua yang diberikan
perusahaan sudah menjamin pensiun responden, 25,49% sangat setuju
tetapi 17,64% kurang setuju dan 1,96% tidak setujuserta tidak ada
responden yang menyatakan sangat tidak setuju.
b. Dari 51 responden 70,58% setuju bahwa jaminan hari tua memenuhi
kebutuhan responden setelah pensiun, 1,96% sangat setuju tetapi 27,45%
kurang setujuserta tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju dan
sangat tidak setuju.
c. Dari 51 responden 88,23% setuju bahwa jaminan kesehatan yang
diberikan perusahaan sudah menjamin kebutuhan kesehatan responden,
5,88% sangat setuju tetapi 5,88% kurang setujuserta tidak ada responden
yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
d. Dari 51 responden 68,62% setuju bahwa jaminan kesehatan yang
diberikan sepenuhnya ditanggung perusahaan,29,41% sangat setuju tetapi
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
79
1,96% tidak setuju serta tidak ada responden yang menyatakan kurang
setuju dan sangat tidak setuju.
e. Dari 51 responden 82,35% setuju bahwa perusahaan memberikan
penggantian biaya bagi karyawan yang mengalamikematian yang bukan
disebabkankecelakaan kerja, 15,68% sangat setuju tetapi 1,96% kurang
setujuserta tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat
tidak setuju.
f. Dari 51 responden 74,50% setuju bahwa responden bekerja dengan
nyaman karena biaya kecelakaan kerja sebanding dengan tingkat
kecelakaan kerja, 5,88% sangat setuju tetapi 19,60% kurang setujuserta
tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak
setuju.
Rata-rata nilai variabel Jaminan
Sosial (X3)
Jaminan Hari Tua
Pemenuhan…
Jaminan Kesehatan Persentase
rata-rata
Tanggungan biaya nilai
variabel
Penggantian biaya Jaminan
Sosial (X3)
Rasa nyaman
3 3,5 4 4,5
Sumber: Lampiran 18
Gambar 4.7
Grafik rata rata nilai variabel Jaminan Sosial (X3)
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
80
Berdasarkan Gambar 4.7 dapat diketahui bahwa skor tertinggi dalam
pernyataan mengenai jaminan sosial adalah pernyataan ke 4 (jaminan
kesehatan yang diberikan perusahaan sepenuhnya ditanggung oleh pihak
perusahaan). Pada pernyataan ke 5 (perusahaan memberikan penggantian
biaya bagi karyawan yang mengalami kematian yang bukan disebabkan
kecelakaan kerja). ini berarti pihak perusahaan telah memenuhi kewajibannya
serta sangat bertanggung jawab atas karyawannya karena telah memberikan
jaminan kesehatan kepada seluruh karyawan bahkan memberikan
penggantian biaya bagi karyawan yang mengalami kematian yang bukan
disebabkan kecelakaan kerja.
4. Variabel Kinerja Karyawan (Y)
Dalam mengukur variabel kinerja karyawan pada PT. Perkebunan Nusantara
IV unit kebun bah jambi, peneliti menggunakan enam indikator yaitu target
kerja,pengetahuan/skill pekerja, pelaksanaan pekerjaan tepat, mengikuti
prosedur perusahaan, minimalisasi tingkat keselahan didalam kerja, ketepatan
waktu dalam menyelesaikan pekerjaan dan inisiatif pekerja.
Kemudian indikator-indikator tersebut dikembangkan menjadi 8 item
pernyataan. Dari pernyataan-pernyataan tersebut diperoleh jawaban seperti
pada Tabel 4.9 di bawah ini:
Tabel 4.9
Distribusi jawaban responden terhadap kinerja karyawan (Y)
SS S KS TS STS
Pernyataan Jumlah
f % f % f % f % f %
1 7 13,72 39 76,47 5 9,80 0 0 0 0 51
2 1 1,96 41 80,39 7 13,72 2 3,92 0 0 51
3 1 1,96 39 76,47 11 21,56 0 0 0 0 51
4 5 9,80 41 80,39 5 9,80 0 0 0 0 51
5 3 5,88 36 70,58 11 21,56 1 1,96 0 0 51
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
81
Lanjutan Tabel 4.9
SS S KS TS STS
Pernyataan Jumlah
f % f % f % f % f %
6 0 0 39 76,47 11 21,56 1 1,96 0 0 51
7 7 13,72 34 66,67 10 19,60 0 0 0 0 51
8 3 5,88 32 62,74 15 29,41 1 1,96 0 0 51
Sumber: Lampiran 15
Berdasarkan Tabel 4.9 dapat diketahui:
a. Dari 51 responden 76,47% setuju bahwa responden mengetahui target
yang harus dicapai perusahaan, 13,72% sangat setuju dan 9,80% kurang
setuju serta tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat
tidak setuju.
b. Dari 51 responden 80,39% setuju bahwa ketelitian yang tinggi sangat
dibutuhkan pada saat mengerjakan tugas perusahaan, 1,96% sangat
setuju, 13,72% kurang setuju dan 3,92% tidak setuju serta tidak ada
responden yang menyatakansangat tidak setuju.
c. Dari 51 responden 76,47% setuju bahwa karyawan harus rapi dalam
menyelesaikan pekerjaannya, 1,96% sangat setuju dan 21,56% kurang
setuju serta tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat
tidak setuju.
d. Dari 51 responden 80,39% setuju bahwa responden menyelesaikan
pekerjaan sesuai dengan prosedur meski tidak diawasi langsung, 9,80%
sangat setuju tetapi 9,80% kurang setuju serta tidak ada responden yang
menyatakantidak setuju dan sangat tidak setuju.
e. Dari 51 responden 70,58% setuju bahwa responden dituntut untuk
mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan perusahaan, 5,88% sangat setuju tetapi 21,56% kurang setuju
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
82
dan 1,96% tidak setuju serta tidak ada responden yang menyatakan
sangat tidak setuju.
f. Dari 51 responden 76,47% setuju bahwa responden mampu
menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya, tetapi 21,56% kurang
setuju dan 1,96% tidak setuju serta tidak ada responden yang menyatakan
sangat setuju dansangat tidak setuju.
g. Dari 51 responden 66,67% setuju bahwa responden selalu berinisiatif
menyelesaikan pekerjaan tanpa menunggu perintah atasan, 13,72%
sangat setuju tetapi 19,60% kurang setuju serta tidak ada responden yang
menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju.
h. Dari 51 responden bahwa 62,74% setuju bahwa responden tidak
memiliki kendala dalam menyelesaikan tugas tugas yang diberikan,
5,88% sangat setuju tetapi 29,41% kurang setuju dan 1,96% tidak setuju
serta tidak ada responden yang menyatakan sangat tidak setuju.
Rata-rata nilai variabel kinerja karyawan (Y)
Mengetahui target…
Ketelitian mengerjakan…
Rapi menyelesaikan…
Menyelesaikan tugas…
Menyelesaikan tugas… Persentase
Menyelesaikan tepat… rata-rata nilai
Inisatif menyelesaikan… variabel…
Kendala…
3 3,5 4 4,5
Sumber: Lampiran 19
Gambar 4.8
Grafik rata rata nilai variabel kinerja karyawan (Y)
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
83
Berdasarkan Gambar 4.8 dapat diketahui bahwa skor tertinggi dalam
pernyataan mengenai kinerja karyawan adalah pernyataan ke 4 (saya
menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan prosedur meski tidak diawasi
langsung) ini berarti secara umum karyawan bagian pengolahan pada PT.
Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi dalam pelaksanaan pekerjaan
telah sesuai prosedur meski tidak diawasi langsung oleh atasan.
4.4.2 Analisis Regresi Linier Berganda
Metode analisis regresi linier berfungsi untuk mengetahui pengaruh/
hubungan antara variabel bebas (Keselamatan Kesehatan Kerja, Beban Kerja dan
Jaminan Sosial) terhadap variabel bebas (kinerja karyawan) pada PT. Perkebunan
Nusantara IV unit kebun Bah Jambi. Analisis dilakukan dengan bantuan program
SPSS versi 20,0 for windows.
Tabel 4.10
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
a
Coefficients
Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1,074 6,710 ,160 ,874
keselamatan_kesehatan
,186 ,086 ,262 2,157 ,036
_kerja
beban_kerja ,338 ,121 ,339 2,802 ,007
jaminan_sosial ,508 ,205 ,299 2,474 ,017
a. Dependent Variable: kinerja_karyawan
Sumber: Lampiran 20
Dari Tabel 4.10, diperoleh persamaan regresi linear berganda
sebagaiberikut:
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
84
Berdasarkan hasil pada Tabel 4.10, diketahui:
1. Konstanta ( ) = 1,074. Ini menunjukkan tingkat konstan, dimana jika
variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (X1), Beban Kerja (X2) dan Jaminan
Sosial (X3) adalah 0, maka Kinerja Karyawan (Y) bagian pengolahan pada
PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi akan tetap ada sebesar
1,074 dengan asumsi variabel lain tetap.
2. Koefisien = 0,186. Ini menunjukkan bahwa variabel Keselamatan
Kesehatan Kerja (X1) berpengaruh secara positif terhadap Kinerja Karyawan
(Y) atau dengan kata lain, jika variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (X1)
ditingkatkan sebesar satu satuan, maka Kinerja Karyawan (Y) bagian
pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi akan
meningkat sebesar 0,186 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap.
3. Koefisien = 0,338. Ini menunjukkan bahwa variabel Beban Kerja (X2)
berpengaruh secara positif terhadap Kinerja Karyawan (Y) atau dengan kata
lain, jika variabel Beban Kerja (X2) ditingkatkan sebesar satu satuan, maka
Kinerja Karyawan (Y) bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV
unit kebun bah jambi akan meningkat sebesar 0,338 satuan, dengan asumsi
variabel lain tetap.
4. Koefisien = 0,508. Ini menunjukkan bahwa variabel Jaminan Sosial
(X3) berpengaruh secara positif terhadap Kinerja Karyawan (Y) atau dengan
kata lain, jika variabel Jaminan Sosial (X3) ditingkatkan sebesar satu satuan,
maka Kinerja Karyawan (Y) bagian pengolahan pada PT. Perkebunan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
85
Nusantara IV unit kebun bah jambi akan meningkat sebesar 0,508 satuan,
dengan asumsi variabel lain tetap.
Dari persamaan regresi diatas dapat diketahui bahwa keselamatan kesehatan kerja,
beban kerja, dan jaminan sosial berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan
bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi.
Berdasarkan hasil regresi tersebut juga dapat diketahui faktor yang paling
dominan mempengaruhi kinerja karyawan, yakni jaminan sosial (X3) dengan nilai
koefisien regresi sebesar 0,508 kemudian diikuti variabel beban kerja (X2) dengan
nilai koefesien regresi sebesar 0,338 dan variabel keselamatan kesehatan kerja
(X1) dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,186.
4.5 Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
a. Analisis Grafik Histogram
Sumber: Lampiran 22
Gambar 4.9
Histogram Uji Normalitas
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
86
Dapat diketahui bahwa variabel berdistribusi normal, hal ini ditunjukkan
oleh data tersebut berbentuk lonceng dan tidak menceng ke kiri atau ke
kanan.
b. Analisis grafik normal p-plot
Normalitas data dapat dilihat melalui penyebaran titik pada sumbu
diagonal dari P-Plot atau dengan melihat histogram dari residualnya.
Dasar pengambilan keputusan sebagai berikut: Apabila data menyebar
disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik
histogramnya menunjukkan pola distribusi normal maka model regresi
memenuhi asumsi normalitas. Apabila data menyebar jauh dari diagonal
atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak
menunjukkan pola distribusi normal maka model regresi tidak memenuhi
asumsi normalitas.
Sumber: Lampiran 23
Gambar 4.10
Grafik Normalitas P-P Plot
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
87
Gambar 4.10 memperlihatkan titik-titik yang mengikuti data di sepanjang
garis diagonal, hal ini berarti data berdistribusi normal.
c. Uji Kolmogorov-Smirnov
Pengujian normalitas yang didasarkan pada uji statistik non parametrik
Kolmogorov-Smirnov (K-S). Apabila nilai nilai asymp. Sig. (2 tailed)>
0,05 maka data dinyatakan berdistribusi normal.
Tabel 4.11
Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 51
a,b Mean 0E-7
Normal Parameters
Std. Deviation 1,65203570
Absolute ,097
Most Extreme Differences Positive ,058
Negative -,097
Kolmogorov-Smirnov Z ,695
Asymp. Sig. (2-tailed) ,720
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber: Lampiran 21
Pada tabel 4.11 dapat dilihat, probabilitas hasil uji Kolmogorov Smirnov
yaitu 0,720 lebih besar dari 0,05, hal ini menunjukkan bahwa model
regresi yang didapat berdistribusi normal.
2. Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas dilakukan melalui metode analisis grafik Scatterplot
dan uji Glejser. Dimana dalam grafik Scatterplot data disebut tidak terjadi
heterokedastisitas apabila titik-titik menyebar secara acak, tidak membentuk
sebuah pola tertentu yang jelas, dan tersebar baik diatas maupun dibawah
angka nol pada sumbu Y.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
88
Sedangkan uji glejser adalah uji hipotesis untuk mengetahui apakah sebuah
model regresi memiliki indikasi heterokedastisitas dengan cara meregres nilai
absolut residual, dasar pengambilan kesimpulannya apabila nilai signifikansi
> 0,05 maka tidak terjadi heterokedastisitas sedangkan apabila nilai
signifikansi < 0,05 maka terjadi heterokedastisitas.
a. Analisis Grafik Scatterplot
Sumber: Lampiran 25
Gambar 4.11
Grafik scatterplot
Berdasarkan Gambar 4.11 diatas, menunjukkan bahwa titik-titik
menyebar secara acak, tersebar baik diatas maupun dibawah angka nol
pada sumbu Y dan titik membentuk sebuah pola tertentu yang jelas. Oleh
karena itu, model regresi dikatakan tidak mengalami heterokedastisitas.
b. Uji Glejser
Berdasarkan Tabel 4.11, diketahui nilai probabilitas atau Sig. dari
keselamatan kesehatan kerja 0,573, beban kerja 0,938 dan nilai
probabilitas atau Sig. dari jaminan sosial 0,070. Karena masing-masing
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
89
nilai probabilitas (Sig.) > 0,05, maka disimpulkan tidak terjadi gejala
heterokedastistas.
Tabel 4.12
Uji Glejser
a
Coefficients
Standardiz
Unstandardized ed
Model Coefficients Coefficient t Sig.
s
B Std. Error Beta
1 (Constant) 8,498 4,015 2,117 ,040
keselamatan_kese
-,029 ,052 -,080 -,568 ,573
hatan_kerja
beban_kerja -,006 ,072 -,011 -,078 ,938
jaminan_sosial -,228 ,123 -,262 -1,856 ,070
a. Dependent Variable: glejser_heterokedastisitas
Sumber: Lampiran 24
3. Uji Multikoliniearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik
seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas.
Untuk memeriksa apakah terjadi multikolinearitas atau tidak dapat dilihat dari
nilai variance inflation factor (VIF). Nilai VIF yang lebih dari 10 diindikasi
suatu variabel bebas terjadi multikolinearitas (Ghozali, 2013).
Tabel 4.13
Uji Multikoloniearitas
a
Coefficients
Collinearity Statistics
Model
Tolerance VIF
1 (Constant)
keselamatan_kesehatan_kerja ,977 1,023
beban_kerja ,986 1,015
jaminan_sosial ,984 1,017
a. Dependent Variable: kinerja_karyawan
Sumber: Lampiran 26
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
90
Berdasarkan Tabel4.13 nilai VIF dari variabel keselamatan kesehatan kerja
1,023, VIF dari beban kerja 1,015 dan nilai VIF dari variabel jaminan sosial
adalah 1,017. Diketahui seluruh nilai VIF < 10, maka tidak terjadi
multikolinearitas.
4.6 Pengujian Hipotesis
1. Uji Signifikansi Serempak (uji F)
Tabel 4.14
Uji Signifikansi Serempak (uji F)
a
ANOVA
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
b
Regression 65,225 3 21,742 7,488 ,000
1 Residual 136,461 47 2,903
Total 201,686 50
a. Dependent Variable: kinerja_karyawan
b. Predictors: (Constant), jaminan_sosial, beban_kerja, keselamatan_kesehatan_kerja
Sumber: Lampiran 27
Berdasarkan Tabel 4.14 dapat dilihat bahwa diketahui nilai Sig. adalah 0,000
dan nilai . Karena Sig. 0,000 0,05 dan
,802 maka disimpulkan bahwa pengaruh simultan dari seluruh
variabel bebas, yakni keselamatan kesehatan kerja, beban kerja dan jaminan
sosial signifikan secara statistika terhadap kinerja karyawan.
Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen (bebas) yaitu keselamatan
kesehatan kerja, beban kerja dan jaminan sosial secara serempak berpengaruh
dan signifikan terhadap variabel dependen (terikat) yaitu kinerja karyawan
bagian pengolahan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
91
2. Uji Signifikan Parsial (Uji-t)
Tabel 4.15
Uji Signifikansi Parsial (uji t)
a
Coefficients
Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1,074 6,710 ,160 ,874
keselamatan_kesehatan
,186 ,086 ,262 2,157 ,036
_kerja
beban_kerja ,338 ,121 ,339 2,802 ,007
jaminan_sosial ,508 ,205 ,299 2,474 ,017
a. Dependent Variable: kinerja_karyawan
Sumber: Lampiran 28
Berdasarkan Tabel 4.15 diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Nilai koefisien dari keselamatan kesehatan kerja adalah 0,186, yakni
bernilai positif. Hal ini berarti pengembangan karir berpengaruh positif
terhadap kinerja karyawan. Diketahui nilai t hitung 2,157> t tabel 2,011
dan Sig 0,036< 0,05, maka keselamatan kesehatan kerja berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa keselamatan kesehatan kerja (X1) berpengaruh
secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
2. Nilai koefisien dari beban kerja adalah 0,338, yakni bernilai positif. Hal
ini berarti beban kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
Diketahui nilai t hitung 2,802> t tabel 2,01 dan Sig 0,007< 0,05, maka
beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa beban kerja (X2) berpengaruh secara
positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
3. Nilai koefisien dari jaminan sosial adalah 0,508, yakni bernilai
positif. Hal ini berarti jaminan sosial berpengaruh positif terhadap
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
92
kinerja karyawan. Diketahui nilai t hitung 2,474> t tabel 2,01 dan Sig
0,017< 0,05, maka jaminan sosial berpengaruh signifikan terhadap
kinerja karyawan. Dengan demikian, dapatdisimpulkan bahwa
jaminan sosial (X3) berpengaruh secara positif dan signifikan
terhadap kinerja karyawan.
3. Uji Koefiesien Determinasi ( )
Tabel 4.16
Uji Koefisien Determinasi
b
Model Summary
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square
Square Estimate
a
1 ,569 ,323 ,280 1,70394
a. Predictors: (Constant), jaminan_sosial, beban_kerja,
keselamatan_kesehatan_kerja
b. Dependent Variable: kinerja_karyawan
Sumber: Lampiran 29
Berdasarkan Tabel 4.16, nilai koefisien determinasi terletak pada kolom
R-Square. Diketahui nilai koefisien determinasi sebesar . Nilai
tersebut berarti seluruh variabel bebas, yakni keselamatan kesehatan kerja,
beban kerja dan jaminan sosial secara simultan mempengaruhi variabel
kinerja karyawan sebesar 32,3 %, sisanya sebesar 67,7% dipengaruhi oleh
faktor-faktor lain.
4.7 Pembahasan
4.7.1 Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja (X1) Terhadap Kinerja
Karyawan
Berdasarkan hasil penelitian terhadap variabel keselamatan kesehatan
kerja diketahui bahwa sebagian besar karyawan menjawab setuju bahwa
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
93
keselamatan kesehatan kerja mempengaruhi kinerja para karyawan bagian
pengolahan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi. Ada empat belas
item pernyataan yang dapat menggambarkan bagaimana kondisi keselamatan
kesehatan kerja di perusahaan. Seluruh pernyataan tersebut merupakan penjabaran
dari enam indikator keselamatan kesehatan kerja yaitu alat pelindung kerja
(pelindung diri), peralatan kerja,standarisasi alat pelindung diri,pengawasan
kerja,keadaan lingkungan kerja, sarana kesehatan dan pemeriksaan kesehatan.
Adapun menurut sebagian besar karyawan program keselamatan kesehatan
kerja yang ada di PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi belum
berjalan dengan baik. Dapat dilihat dari pernyataan ke 10,dimana sebagian besar
karyawan menjawab kurang setuju, yang berarti karyawan tidak berada di
lingkungan kerja yang aman dan bersih serta pernyataan ke 11 bahwa perusahaan
belum secara ketat mewajibkan setiap karyawan untuk menggunakan alat
pelindung diri ketika bekerja. Program keselamatan kesehatan kerja yang tidak
cukup baik pada PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi membuat
perusahaan mengalami penurunan kinerja karyawan. Oleh karena itu dapat
disimpulkan bahwa kinerja karyawan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun
bah jambi dipengaruhi oleh variabel keselamatan kesehatan kerja.
Nilai indikator yang digunakan dalam penelitian ini lebih besar dari 0,3610
yaitu nilai rhitung > rtabel (0,3610). Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator
yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
94
Sedangkan untuk uji reliabilitas dapat dibuktikan dari nilai Cronbach’s
Alpha > 0,6 yaitu 0.961 > 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator
yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel.
Dari hasil analisa secara parsial, variabel independen yaitu keselamatan
kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen yaitu
kinerja karyawan. Hal ini dapat dilihat pada tabel Coefficient melalui pengujian
hipotesis dan kemudian dibandingkan dengan nilai t tabel yaitu sebesar 2,010.
Nilai t hitung untuk variabel keselamatan kesehatan kerja (X1) adalah
2,157 > 2,011 dan nilai signifikansi untuk variabel keselamatan kesehatan kerja
(X1) adalah sebesar Sig 0,036 < 0,05. H0 yang menyatakan variabel keselamatan
kesehatan kerja (X1) tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap kinerja
karyawan (Y) ditolak, sedangkan H1 yang menyatakan variabel keselamatan
kesehatan kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
karyawan (Y) diterima.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rifwan Syaputra
(2014) bahwa keselamatan kerja dan kesehatan kerja, secara serempak
berpengaruh terhadap kinerja karyawan serta penelitian Ahmad Syukri (2016)
yang juga menjelaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh
signifikansi terhadap kinerja karyawan.
4.7.2 Pengaruh Beban Kerja(X2) Terhadap Kinerja Karyawan
Berdasarkan hasil penelitian terhadap variabel beban kerja diketahui
bahwa sebagian besar karyawan menjawab setuju bahwa beban kerja
mempengaruhi kinerja para karyawan bagian pengolahan PT. Perkebunan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
95
Nusantara IV unit kebun bah [Link] enam item pernyataan yang dapat
menggambarkan bagaimana kondisi kerja di perusahaan. Seluruh pernyataan
tersebut merupakan penjabaran dari empat indikator beban kerja yaitu volume
pekerjaan, pengetahuan/ skill pekerja, kondisi pekerjaan dan standar pekerjaan.
Adapun menurut sebagian besar karyawan beban kerja yang ada di PT.
Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi belum berjalan dengan baik.
Dapat dilihat dari pernyataan pertama,dimana sebagian besar karyawan menjawab
kurang setuju, yang berarti bahwa jumlah pegawai yang ada saat ini masih kurang
cukup untuk menangani pekerjaan yang ada karyawan. Masalah beban kerja pada
karyawan bagian pengolahan PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi
ini dapat mempengaruhi kinerja karyawan.
Nilai indikator yang digunakan dalam penelitian ini lebih besar dari 0,3610
yaitu nilai rhitung > rtabel (0,3610). Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator
yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid.
Sedangkan untuk uji reliabilitas dapat dibuktikan dari nilai Cronbach’s
Alpha > 0,6 yaitu 0.848 > 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator
yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel.
Dari hasil analisa secara parsial, variabel independen yaitu beban kerja
berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen yaitu kinerja karyawan.
Hal ini dapat dilihat pada tabel Coefficient melalui pengujian hipotesis dan
kemudian dibandingkan dengan nilai t tabel yaitu sebesar 2,011.
Nilai t hitung untuk variabel beban kerja (X2) adalah 2,802> 2,011 dan
nilai signifikansi untuk variabel beban kerja (X2) adalah sebesar Sig 0,007 < 0,05.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
96
H0 yang menyatakan variabel beban kerja (X2) tidak berpengaruh dan tidak
signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) ditolak, sedangkan H2 yang menyatakan
variabel beban kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
karyawan (Y) diterima.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Artadi (2015) bahwa
beban kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dimana tekanan beban
kerja dapat menjadi positif, dan hal ini mengarah ke peningkatan kinerja.
4.7.3 Pengaruh Jaminan Sosial(X3) Terhadap Kinerja Karyawan
Berdasarkan hasil penelitian terhadap variabel jaminan sosial diketahui
bahwa sebagian besar karyawan menjawab setuju bahwa jaminan sosial
mempengaruhi kinerja karyawan bagian pengolahan PT. Perkebunan Nusantara
IV unit kebun bah jambi. Ada enam item pernyataan yang dapat menggambarkan
bagaimana tanggapan karyawan terhadap jaminan sosial yang diperoleh dari
perusahaan. Seluruh pernyataan tersebut merupakan penjabaran dari tiga indikator
yaitu: tanggapan karyawan terhadap jaminan hari tua,tanggapan karyawan
terhadap jaminan kesehatan dan rasa nyaman dalam bekerja.
Terdapat satu indikator dengan respon tertinggi yaitu indikator
tanggapan karyawan terhadap jaminan kesehatan, dapat dilihat dari pernyataan
ketiga,dimana sebagian besar karyawan menjawab setuju mengenai jaminan
kesehatan, yang berarti bahwa pihak perusahaan telah memberikan jaminan
kesehatan yang sesuai yang mampu menjamin kebutuhan kesehatan karyawan.
hal ini akan mempengaruhi kinerja para karyawan, dengan jaminan kesehatan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
97
yang jelas, para karyawan akan bekerjadengan nyaman sehingga terjadi
peningkatan pada kinerja karyawan.
Nilai indikator yang digunakan dalam penelitian ini lebih besar dari 0,361
yaitu nilai rhitung > rtabel (0,361). Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator
yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid.
Sedangkan untuk uji reliabilitas dapat dibuktikan dari nilai Cronbach’s
Alpha > 0,6 yaitu 0.922 > 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator
yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel.
Dari hasil analisa secara parsial, variabel independen yaitu keselamatan
kesehatan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen yaitu
kinerja karyawan. Hal ini dapat dilihat pada tabel Coefficient melalui pengujian
hipotesis dan kemudian dibandingkan dengan nilai t tabel yaitu sebesar 2,011.
Nilai t hitung untuk variabel jaminan sosial (X3) adalah 2,474> 2,011 dan
nilai signifikansi untuk variabel jaminan sosial (X3) adalah sebesar Sig 0,017 <
0,05. H0 yang menyatakan variabel jaminan sosial (X3) tidak berpengaruh dan
tidak signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) ditolak, sedangkan H3 yang
menyatakan variabel jaminan sosial (X3) berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja karyawan (Y) diterima.
Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Arsitania
(2009) bahwa pengaruh jaminan sosial (jamsostek) terhadap kinerja karyawan
bertanda positif, menunjukkan berpengaruh searah terhadap kinerja karyawan.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
98
4.7.4 Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja (X1), Beban Kerja (X2) dan
Jaminan Sosial (X3) Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Pengolahan
pada PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi
Pada penelitian ini, 34 (tiga puluh empat) pernyataan kuesioner dari 4
(empat) variabel yaitu Keselamatan Kesehatan Kerja (X1), Beban Kerja (X2) dan
Jaminan Sosial (X3) terhadap Kinerja Karyawan(Y) telah dibagikan kepada 51
responden pada PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun Bah Jambi
Berdasarkan hasil koefisien determinasi ( ) yang bertujuan melihat
besarnya pengaruh hubungan antara ketiga variabel bebas yaitu keselamatan
kesehatan kerja (X1), beban kerja (X2) dan jaminan sosial (X3) terhadap variabel
terikat kinerja karyawan (Y) secara simultan berdasarkan hasil yang di dapat nilai
R sebesar 0,569 berarti hubungan antara keselamatan kesehatan kerja (X1), beban
kerja (X2) dan jaminan sosial (X3) terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar0,569
artinya hubungan antar variabel tergolong erat.
Nilai R Square adalah 0,323. Hal ini berarti 32,3% kinerja karyawan (Y)
bagian pengolahan pada PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi dapat
dipengaruhi oleh variabel keselamatan kesehatan kerja (X1), beban kerja (X2) dan
jaminan sosial (X3) Sedangkan sisanya 67,7 % dipengaruhi oleh variabel lain
yang tidak termasuk pada penelitian ini.
Selanjutnya berdasarkan uji-F dapat dilihat bahwa fhitung sebesar 7,488
dengan tingkat signifikasi 0.000. Sedangkan ftabel pada tingkat kepercayaan 95%
(ɑ = 0,05) adalah 2,802. Oleh karena itu, dikarenakan fhitung (7,488) > ftabel
(2,802) dan nilai probabilitas 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H4diterima.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
99
Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen (bebas) yaitu
keselamatan kesehatan kerja, beban kerja dan jaminan sosial secara serempak
berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen (terikat) yaitu
kinerja karyawan [Link] Nusantara IV unit kebun bah jambi.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Sesuai dengan tujuan penelitian yang telah dirumuskan dalam penelitian
ini, maka hasil analisis secara ringkas akan diuraikan sebagai berikut:
1. Variabelkeselamatan kesehatan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap
variabel kinerja karyawan. Hasil pengujian secara parsial (uji-t) menunjukkan
bahwa keselamatan kesehatan kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja karyawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan
Nusantara IV unit kebun bah jambi.
2. Variabel beban kerja berpengaruh positif signifikan terhadap variabel kinerja
karyawan. Hasil pengujian variabel kepuasan kerja secara parsial (uji-t)
menunjukkan bahwa beban kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja karyawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan
Nusantara IV unit kebun bah jambi.
3. Variabel jaminan sosial berpengaruh positif signifikan terhadap variabel
kinerja karyawan. Hasil pengujian secara parsial (uji-t) variabel jaminan
sosial (X3) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan
terhadap variabel kinerja karyawan bagian pengolahan pada PT. Perkebunan
Nusantara IV unit kebun bah jambi.
4. Berdasarkan uji-F dapat dilihat bahwa bahwa variabel keselamatan kesehatan
kerja, beban kerja dan jaminan sosial secara serempak berpengaruh positif
100
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
101
5. signifikan terhadap variabel kinerja karyawan bagian pengolahan pada PT.
Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis mengajukan saran yang
diharapkan dapat menjadi perbaikan untuk kedepannya
1. Bagi PT. Perkebunan Nusantara IV unit kebun bah jambi
Saran untuk faktor keselamatan kesehatan kerja yaitu agar [Link]
Nusantara IV unit kebun bah jambi lebih memperhatikan lagi program
keselamatan kesehatan kerja di perusahaan khususnya pada karyawan bagian
pengolahan, misalnya dengan cara memberikan sanksi yang lebih tegas
kepada karyawan yang tidak mematuhi peraturan keselamatan kesehatan
kerja di lingkungan pabrik serta lebih memerhatikan kebersihan lingkungan
kerja agar kecelakaan kerja bisa semakin di minimalisir.
Pada faktor jaminan sosial agar pihak perusahaan memahami bahwa memiliki
motivasi yang tinggi dapat mencapai kinerja yang baik. Dan diharapkan
perusahaan terus memberikan motivasi kepada karyawan salah satunya
dengan menjamin kebutuhan kesehatan karyawan melalui jaminan sosial.
Dalam upaya peningkatan kinerja karyawan untuk mencapai hasil yang lebih
baik lagi, hendaknya perusahaan juga memperhatikan pengaruh lain selain
masalah yang diteliti dalam penelitian ini misalnya seperti kompensasi,
pengembangan karir, dan lain-lain.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
102
2. Bagi karyawan
Lebih meningkatkan lagi kinerjanya serta lebih disiplin terhadap peraturan
yang telah ditetapkan perusahaan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai
demi kemajuan bersama.
3. Bagi Pihak Lain
Saran untuk pihak lain yang akan melakukan penelitian sejenis agar mencoba
menggunakan metode penelitian yang lain dan memperbanyak jumlah
sampel, agar menambah keakuratan penelitian.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
103
DAFTAR PUSTAKA
Ali, W. U. (2014). Impact of Stress on Job Performance: An Empirical study of
the Employees of Private Sector Universities of Karachi, Pakistan.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:
Rineka Cipta.
Artadi, F. F. (2015). Pengaruh Kepuasan Kerja dan Beban Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan pada PT. Merapi Agung Lestari. Yogyakarta:
Universitas Negeri Yogyakarta.
As'ad, M. (2001). Seri Ilmu Sumber Daya Manusia Psikologi Industri.
Yogyakarta: Liberty.
Asyahadie, Z. (2007). Hukum Kerja. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Damanik, D. O. (2016). Pengaruh Pelaksanaan Program Kesehatan Dan
Keselamatan Kerja (K3) terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada
PTP Nusantara IV (Persero) Kebun Pabatu. Medan: Universitas Sumatera
Utara.
Ghozali. (2016). Aplikasi Analisis Dengan Program Spss IBM Spss 23. Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ginting, P., Situmorang, S. H., & Lutfi, M. (2008). Analisis Data Untuk Riset
Manajemen dan Bisnis. Medan: Usu Press.
Hadiguna, R. A. (2009). Manajemen Pabrik: Pendekartan sistem untuk Efisiensi
dan Efektifitas. Jakarta: Bumi Aksara.
Handoko, T. H. (1994). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.
Yogyakarta: BPFE.
Haryono. (2004). Konsep dan Pengukuran Akuntabilitas. Jakarta: Universitas
Trisakti.
Husein, U. (2008). Desein Penelitian MSDM dan Perilaku Karyawan. Jakarta: PT
Rajagrafindo Persada.
Husni, L. (2005). Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. Jakarta: PT. Rajagrafindo
Persada.
Kertonegoro, S. (1999). Hubungan Industrial, Hubungan Antara Pengusaha dan
Pekerja (Bipartid) dan Pemerintah (Apartid). Jakarta: YTKI.
Komaruddin, A. (1996). Dasar-dasar Manejemn Investasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Malinasari, N. (2012). Pengaruh Program Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3)
dan Jaminan Sosial Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Pada
PT PJB UP Brantas Karangkates – Kab. Malang).Pengaruh Program
Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3) dan Jaminan Sosial Terhadap
Produktivit. Malang: Universitas Brawijaya Malang
103
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
104
Mangkunegara, A. P. (2010). Evaluasi Kinerja SDM. Bandung: Refika Aditama.
Marliani. (2015). Psikologi Industri dan Organisasi. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Mathis, R. L., & Jackson, J. H. (2002). Human Resource management. Jakarta:
Salemba.
Moeheriono. (2009). Pengukuran Kinerja berbasis kompetensi. Bogor: Ghaliah
Indonesia.
Peraturan Pemerintah No. 14 . (1993). tentang Penyelenggaraan Program
Jaminan Sosial Tenaga Kerja.
Permendagri. ([Link].). Peraturan Menteri dalam Negeri No 12/2008 tentang
Pedoman Analisis Beban Kerja di Lingkungan Departemen Dalam Negeri
dan Pemerintah Daerah. Dipetik Juni 6, 2014, dari
[Link]
pedoman-analisis-beban-kerja-dilingkungandepdagri-pemdapdf-
d327286472.
Prihatini, L. D. (2007). Analisis Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja
Perawat di Tiap Runag Rawat Inap RSUD Sidikalang. Medan: Tesis
Sekolah Pascasarjana Univesitas Sumatera Utara.
Putra. (2012). Analisis Pengaruh Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan Divisi
Marketing dan Kredit pada PT. WOM Finance Cabang Depok. Medan:
Universitas Sumatera Utara-.
Putra, R. S. (2014). Pengaruh Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Waskita Karya Medan.
Rahayu, I. W. (2013). Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan Pada PT. Indonesia Asahan. Medan: Universitas
Sumatera Utara.
Schuler, R. S., & Jackson, E. S. (1999). Manajemen Sumber Daya Manusia
Menghadapi Abad Ke-21 (Edisi Keenam.). Jakarta: Erlangga.
Setiadi. (2009). Pengaruh Upah dan Jaminan Sosial Terhadap Produktivitas
Kerja Karyawan di PT Semarang Makmur. Semarang: Universitas
Diponegoro.
Shah, S. H. (2011). Workload and Performance of Employees.
Siagian, S. P. (2002). Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta: Rineka
Cipta.
Soepomo, I. (1983). Pengantar Hukum Perburuhan. Jakarta: Djambatan.
Sugiyono. (2003). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2003). Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
105
Sujarweni, W. (2015). SPSS Untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Sutrisno, E. (2011). Budaya Organisasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Syaaf, R. (2007). Occupational Health and Safety Behavior. Depok: Departemen
K3 FKM Universitas Indonesia.
Syaputra, R. (2014). Pengaruh Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Waskita Karya Medan. Medan:
Universitas Sumatera Utara.
Syukri, A. (2016). Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap
Kinerja Karyawan PT Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Bah Butong.
Medan: Universitas Sumatera Utara.
Tarwaka. (2010). Dasar-dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat
Kerja. Surakarta: Harapan Press.
Undang undang No: 13. (2003). tentang sistem Jaminan Sosial Nasional
Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1993 tentang Penyelenggaraan
Jaminan Sosial Tenaga Kerja.
Undang-undang No 3. (1992). tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial
Tenaga Kerja.
Undang-undang No 40. (2004). tentang sistem Jaminan Sosial Nasional.
Wibowo. (2007). Manajemen Kinerja. Jakarta: Rajawali Pers.
Yuli, B. S. (2005). Manejemen Sumber Daya Manusia. Malang: UMM Press.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
106
Lampiran 1: Kuesioner Penelitian
PENGARUH KESELAMATAN KESEHATAN KERJA, BEBAN
KERJADAN JAMINAN SOSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN
BAGIAN PENGOLAHAN PADA PT PERKEBUNAN
NUSANTARA IV (PERSERO) UNIT KEBUN
BAH JAMBI
No. Responden:
Responden yang terhormat,
Saya mengharapkan ketersediaan anda untuk menjawab butir pertanyaan yang
telah disediakan sesuai dengan jawaban yang menurut anda benar. Jawaban
tersebut peneliti butuhkan guna membantu menyelesaikan penelitian mengenai
pengaruh keselamatan kesehatan kerja, beban kerja dan jaminan sosial terhadap
karyawan bagian pengolahan PT. Perkebunan Nusantara IV (persero) unit kebun
bah jambi. Penelitian ini murni bersifat akademis dan kami tidak akan meminta
data-data rahasia anda. Atas kesediaan dan partisipasi saudara saya ucapkan
terima kasih
IDENTITAS RESPONDEN
Usia : ............ tahun
Jenis Kelamin : 1. Pria 2. Wanita
Lama bekerja :
PETUNJUK PENGISIAN
Berilah tanda check list (√) sesuai dengan pilihan jawaban yang ada pada kolom
isian yang tersedia untuk jawaban yang paling tepat menurut persepsi anda.
Berikut ini adalah kriteria penilaian pernyataannya.
Kriteria Penelitian
No. Jawaban Skor
1 Sangat Setuju (SS) 5
2 Setuju (S) 4
3 Kurang Setuju (KS) 3
4 Tidak Setuju (TS) 2
5 Sangat Tidak Setuju 1
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
107
DAFTAR PERTANYAAN
1. Keselamatan Kesehatan Kerja (X1)
No. Pertanyaan SS S KS TS STS
1 Perusahaantelah menyediakan alat
pelindung diri seperti helm, sepatu
boots, sarung tangan, masker yang
dapatmenghindarkan saya dari
kecelakaan kerja
2 Saya selalu menggunakan Alat
Pelindung Diri secara lengkap
saat bekerja
3 Semua peralatan kerja dalam
kondisi layak pakai.
4 Fasilitas peralatan kerja yang
disediakan oleh perusahaan
memberikan keselamatan dalam
bekerja.
5 Alat Pelindung Diri yang
diberikan perusahaan telah sesuai
Standar Nasional Indonesia (SNI)
6 Perusahaan telah menyediakan
alat pelindung diri sesuai dengan
jumlah karyawan
7 Perusahaan menerapkan sistem
pengawasan kerja yang mampu
menghindarkan saya dari
kecelakaan kerja.
8 Setiap kecelakaan kerja akan
langsung di tindaklanjuti oleh
kepala pengawasan kerja.
9 Semua bagian dari peralatan yang
berbahaya telah diberi suatu
tanda-tanda
10 Setiap karyawan yang bekerja
berada dalam kondisi lingkungan
kerja yang aman dan bersih
11 Perusahaan telah secara ketat
mewajibkan setiap karyawan
untuk menggunakan alat
pelindung diri
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
108
12 Ketersediaan kotak P3K dan
posisi klinik yang mudah
dijangkau meningkat rasa aman
dalam diri karyawan
13 Perusahaan
melaksanakantindakan
pencegahan, penyembuhan dan
perawatan
terhadap karyawan yang sakit.
14 Perusahaan memberikan
pelayanan pemeriksaan kesehatan
secara berkala bagi karyawan
2. Beban Kerja (X2)
No. Pertanyaan SS S KS TS STS
1 Jumlah pegawai yang ada saat ini
sudah cukup untuk menangani
pekerjaan yang ada
2 Jumlah pekerjaan yang saya
kerjakan melebihi kapasitas kerja
semestinya
3 Pengetahuan akan pekerjaan dapat
membantu saya dalam mengatasi
permasalahan yang muncul pada
saat bekerja
4 Pada saat-saat tertentu saya
menjadi sangat sibuk dengan
pekerjaan
5 Pembagian waktu kerja (shift)
sudah cukup adil
6 Jam kerja per hari yang di
bebankan sesuai dengan
kemampuan karyawan
3. Jaminan Sosial (X3)
No. Pertanyaan SS S KS TS STS
1 Jaminan Hari Tua yang diberikan
perusahaan sudah menjamin
pensiun
2 Jaminan Hari Tua memenuhi
kebutuhan saya setelah pensiun
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
109
3 Jaminan Kesehatan yang
diberikan perusahaan sudah
menjamin kebutuhankesehatan
4 Jaminan kesehatan yang diberikan
perusahaan sepenuhnya
ditanggung oleh pihak perusahaan
5 Perusahaan memberikan
penggantian biaya bagi karyawan
yang mengalami kematian yang
bukan disebabkan kecelakaan
kerja.
6 Saya bekerja dengan nyaman
karena biaya kecelakaan kerja
sebanding dengan tingkat
kecelakaan kerja.
4. Kinerja Karyawan (Y)
No. Pertanyaan SS S KS TS STS
Saya mengetahui target yang
1
harus dicapai perusahaan
Ketelitian yang tinggi sangat
2 besar pada diri saya saat
mengerjakan tugas perusahaan
Karyawan harus rapi dalam
3
menyelesaikan pekerjaannya
Saya menyelesaikan pekerjaan
4 sesuai dengan prosedur meski
tidak diawasi langsung
Saya dituntut untuk mampu
menyelesaikan pekerjaan sesuai
5
dengan prosedur yang telah di
tetapkan perusahaan
Saya harus mampu menyelesaikan
6
pekerjaan tepat pada waktunya
Dalam menyelesaikan pekerjaan
7 saya selalu berinisiatif tanpa
menunggu perintah dari pemimpin
Saya tidak memiliki kendala
8 dalam mengerjakan tugas- tugas
yang diberikan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
110
Lampiran 2: Hasil Pengisian Data Validitas dan Reliabilitas
Keselamatan Kesehatan Kerja (X1)
No Jumlah
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 66
2 4 5 5 5 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 65
3 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 67
4 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 67
5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 56
6 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 54
7 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 67
8 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 67
9 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 56
10 4 5 4 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 60
11 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 58
12 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 58
13 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 57
14 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 57
15 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 56
16 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 70
17 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 56
18 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 58
19 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 57
20 5 4 3 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 58
21 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 56
22 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 70
23 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 70
24 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 57
25 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 56
26 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 56
27 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 70
28 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 56
29 4 4 5 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 59
30 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 70
Beban Kerja (X2) Jaminan Sosial (X3)
No Jumlah Jumlah
1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6
1 5 5 5 5 4 5 29 5 5 5 5 5 5 30
2 5 4 5 4 4 4 26 5 5 5 4 4 5 28
3 5 4 5 4 5 4 27 5 5 5 4 5 5 29
4 5 4 5 4 4 4 26 5 5 5 4 5 5 29
5 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 3 4 23
6 4 3 4 3 4 5 23 4 4 4 5 4 4 25
7 5 4 5 4 5 4 27 5 5 5 4 4 5 28
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
111
8 5 4 5 4 5 4 27 5 5 5 4 5 5 29
9 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24
10 4 5 4 5 4 5 27 4 4 4 5 4 4 25
11 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24
12 4 4 4 4 5 4 25 4 4 4 4 4 4 24
13 4 4 4 5 4 5 26 4 4 5 5 4 4 26
14 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24
15 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24
16 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30
17 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24
18 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24
19 4 4 4 5 5 5 27 4 4 4 5 5 4 26
20 3 4 4 4 4 4 23 4 4 4 4 4 3 23
21 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24
22 5 5 5 5 4 5 29 5 5 5 5 4 5 29
23 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30
24 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24
25 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24
26 4 4 4 4 5 4 25 4 4 4 4 4 4 24
27 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30
28 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24
29 5 4 4 4 5 4 26 4 4 4 4 4 5 25
30 5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30
Kinerja Karyawan (Y)
No Jumlah
1 2 3 4 5 6 7 8
1 5 5 5 5 5 5 5 5 40
2 5 4 5 4 4 4 4 5 35
3 5 4 5 5 4 4 5 5 37
4 5 4 5 5 4 4 5 5 37
5 4 4 4 4 4 4 4 4 32
6 4 3 4 4 4 3 4 4 30
7 5 4 5 5 4 4 5 5 37
8 5 4 5 5 5 4 5 5 38
9 4 4 4 4 4 4 4 4 32
10 4 5 4 5 5 5 4 5 37
11 4 4 4 4 4 4 4 4 32
12 4 4 4 4 5 4 4 4 33
13 4 5 4 4 5 5 4 4 35
14 4 4 4 4 4 4 4 4 32
15 4 4 4 4 4 4 4 4 32
16 5 5 5 5 5 5 5 5 40
17 4 4 4 4 4 4 4 4 32
18 4 4 4 4 4 4 4 4 32
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
112
19 4 5 4 4 5 5 4 5 36
20 4 4 4 4 4 4 4 4 32
21 4 4 4 4 4 4 4 4 32
22 5 5 5 5 4 5 5 5 39
23 5 5 5 5 5 5 5 5 40
24 4 4 4 4 4 4 4 4 32
25 4 4 4 4 4 4 4 4 32
26 4 4 4 4 4 4 4 4 32
27 5 5 5 5 5 5 5 5 40
28 4 4 4 4 4 4 4 4 32
29 4 4 4 4 4 4 4 4 32
30 5 5 5 5 5 5 5 5 40
Lampiran 3: Hasil pengisian Data Kuesioner
Keselamatan Kesehatan Kerja (X1)
No Jumlah
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 5 5 5 5 5 5 4 4 3 4 3 5 5 3 61
2 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 58
3 4 5 4 5 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 61
4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 5 4 3 53
5 4 3 4 4 4 4 3 5 4 3 3 5 5 3 54
6 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 56
7 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 65
8 5 4 4 4 5 5 4 4 5 4 2 4 4 2 56
9 4 4 4 4 4 5 4 4 5 3 3 2 3 3 52
10 5 4 4 4 5 5 3 4 5 5 4 4 4 5 56
11 5 4 5 4 5 4 5 4 4 3 3 5 4 2 57
12 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 53
13 5 2 5 4 5 5 3 4 4 3 4 5 4 2 55
14 5 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 4 3 54
15 5 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 53
16 5 4 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 3 3 58
17 4 4 4 4 5 5 4 5 2 3 3 4 3 2 52
18 5 5 4 4 5 5 4 4 2 4 3 4 3 2 54
19 4 4 4 4 5 5 4 5 2 4 3 4 4 3 55
20 4 4 4 5 5 5 4 5 3 4 2 4 5 4 58
21 4 4 4 4 5 5 4 5 2 3 3 4 3 2 52
22 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 54
23 5 4 4 4 5 5 4 4 5 5 2 4 4 2 57
24 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 54
25 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 5 3 52
26 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 54
27 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 54
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
113
28 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 53
29 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 54
30 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 54
31 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 54
32 4 3 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 5 55
33 5 3 4 5 4 5 5 4 4 3 3 5 4 3 53
34 4 3 4 4 5 4 4 4 4 4 3 4 4 4 55
35 5 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 56
36 4 2 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 54
37 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 54
38 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 53
39 5 3 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 57
40 4 4 4 4 5 5 4 5 3 3 3 4 3 2 53
41 4 4 3 3 5 4 3 4 2 3 2 4 3 2 46
42 4 4 4 3 4 4 4 4 5 3 4 4 3 3 55
43 5 4 5 5 5 4 4 5 3 3 3 3 2 5 56
44 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 5 4 4 54
45 5 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 57
46 5 3 4 4 5 4 4 4 4 3 3 4 4 4 55
47 5 3 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 57
48 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 53
49 5 5 5 5 4 5 3 4 3 3 3 5 5 3 58
50 5 5 5 5 5 5 4 4 3 3 3 5 5 3 60
51 4 4 5 4 5 5 4 5 4 3 4 4 3 3 52
Beban Kerja (X2) Jaminan Sosial (X3)
No Jumlah Jumlah
1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6
1 3 4 3 3 5 4 22 4 3 3 5 5 4 24
2 2 4 4 4 4 4 22 5 4 4 5 4 5 27
3 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24
4 3 4 4 4 4 4 23 5 4 4 4 5 4 26
5 3 4 4 4 4 4 23 4 4 4 4 4 4 24
6 3 4 4 4 4 4 23 4 4 4 4 4 4 24
7 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24
8 3 4 3 4 4 4 22 5 3 4 4 4 3 23
9 3 2 4 3 4 3 19 2 3 4 2 5 5 21
10 3 4 3 4 4 4 22 5 4 4 4 4 3 24
11 4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 3 4 23
12 3 4 3 4 4 5 23 5 4 4 5 4 4 26
13 4 4 3 3 4 5 23 4 4 4 4 4 4 24
14 4 4 4 3 4 4 23 4 4 4 4 4 4 24
15 4 5 4 4 5 5 27 4 4 4 4 4 4 24
16 3 4 4 4 4 4 23 3 4 4 5 4 4 24
17 3 4 4 4 4 5 24 3 4 4 5 4 3 23
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
114
18 3 4 4 4 3 5 23 3 4 4 5 4 4 24
19 2 2 3 2 4 5 18 3 4 4 4 5 3 23
20 4 4 5 5 5 4 27 3 4 4 5 4 4 24
21 2 4 3 4 4 5 22 3 4 4 5 5 3 24
22 3 4 4 4 4 4 23 5 4 4 5 4 4 26
23 3 4 3 4 4 4 22 5 3 4 4 4 3 23
24 3 4 4 4 4 4 23 4 3 4 4 4 4 23
25 3 4 4 4 3 4 22 4 3 4 4 4 4 23
26 3 4 4 4 4 4 23 4 4 4 4 4 4 24
27 3 4 4 4 4 4 23 4 4 4 4 4 4 24
28 3 4 4 4 4 4 23 4 4 4 4 4 4 24
29 3 4 4 4 4 4 23 4 4 4 4 4 4 24
30 3 4 4 4 4 5 24 4 3 4 4 4 4 23
31 3 4 4 4 4 4 23 4 3 4 4 4 4 23
32 3 4 4 4 4 4 23 5 4 4 5 4 5 27
33 3 4 4 4 4 5 24 4 3 4 4 4 4 23
34 3 4 4 4 4 4 23 4 4 4 4 4 4 24
35 3 4 4 3 4 4 22 4 3 4 4 4 4 23
36 3 4 4 4 4 5 24 5 4 4 4 4 4 25
37 3 4 4 5 4 4 24 5 4 4 4 4 4 25
38 3 4 4 4 4 4 23 5 4 4 4 4 4 25
39 3 4 4 4 4 5 24 4 3 4 4 4 4 23
40 2 4 3 3 3 4 19 3 4 3 5 5 3 23
41 2 3 3 3 4 4 19 3 4 5 5 4 4 25
42 2 2 3 2 3 4 16 4 4 4 5 5 3 25
43 3 2 3 2 4 4 18 3 4 5 5 4 3 24
44 3 4 4 4 4 4 23 4 3 4 4 4 4 23
45 3 4 4 4 4 4 23 4 4 4 4 4 4 24
46 3 4 4 4 4 4 23 4 4 5 4 4 4 25
47 3 4 4 3 4 4 22 4 3 4 4 4 4 23
48 3 4 4 4 4 4 23 4 4 4 4 4 4 24
49 3 3 3 4 5 4 22 5 3 4 4 4 4 24
50 3 3 3 4 4 4 21 5 5 3 5 5 4 27
51 2 2 3 4 4 4 19 4 4 4 4 4 3 23
Kinerja Karyawan (Y)
No Jumlah
1 2 3 4 5 6 7 8
1 3 4 4 5 5 4 4 3 32
2 4 4 5 4 4 4 4 4 33
3 4 4 4 4 4 4 4 3 31
4 4 4 4 4 3 4 4 4 31
5 4 4 4 4 4 4 4 4 32
6 4 4 4 4 4 4 4 4 32
7 4 4 4 4 3 3 4 4 30
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
115
8 4 4 3 4 4 4 4 4 31
9 3 3 3 4 4 2 4 3 26
10 4 4 3 4 4 4 4 4 31
11 4 4 4 4 4 4 5 4 33
12 5 4 4 4 4 4 5 4 34
13 4 4 4 4 4 4 5 3 32
14 4 4 4 4 3 4 3 4 30
15 4 4 4 4 4 4 4 4 32
16 4 5 4 5 3 4 5 4 34
17 5 2 3 3 3 3 4 4 27
18 4 3 3 4 3 3 4 3 27
19 4 3 3 4 3 3 4 3 27
20 4 4 4 4 3 3 4 4 30
21 5 3 3 4 3 3 3 3 27
22 4 4 4 4 4 4 4 3 31
23 4 4 3 4 4 4 3 4 30
24 5 4 4 4 4 4 4 4 33
25 4 4 4 5 4 4 4 5 34
26 4 4 4 4 4 4 3 4 31
27 4 4 4 4 4 4 4 4 32
28 4 4 4 4 4 4 3 4 31
29 4 4 4 4 4 4 4 5 33
30 4 4 4 4 4 4 4 4 32
31 4 4 4 4 4 4 4 4 32
32 4 4 4 4 4 4 4 5 33
33 4 4 4 4 4 4 4 4 32
34 4 4 4 4 4 4 4 4 32
35 4 4 4 4 4 4 4 3 31
36 4 4 4 4 4 4 3 4 31
37 4 4 4 4 4 4 4 3 31
38 4 4 4 4 4 4 4 4 32
39 4 4 4 4 4 4 4 4 32
40 5 3 4 4 3 3 4 3 29
41 3 4 4 3 3 3 4 4 28
42 5 4 3 4 3 3 5 4 31
43 3 3 3 4 4 3 5 4 29
44 4 4 4 4 4 4 5 3 32
45 4 4 5 4 4 4 3 4 32
46 4 4 4 3 4 4 4 4 31
47 4 4 4 4 4 4 4 4 32
48 4 4 4 4 4 4 4 4 32
49 3 4 4 5 5 4 4 4 33
50 5 4 4 5 5 4 4 3 34
51 4 3 3 4 3 3 3 4 27
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
116
Lampiran 4:Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin
51 responden
100%
Laki-Laki Perempuan
Lampiran 5:Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia
21 responden 4 responden
41,18% 7,84%
13 responden 13 responden
25,49% 25,49%
36-40 tahun 41-45 tahun 46-50 tahun 51-55 tahun
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
117
Lampiran 6: Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja
Lama Bekerja
3 responden
5,88%
2 responden
42 responden
3,92%
82,36%
4 responden
7,84%
< 10 tahun 11-20 tahun 21-30 tahun >30 tahun
Lampiran 7: Hasil Uji Validitas Keselamatan Kesehatan Kerja (X1)
Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item-
Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation
Deleted
p1 56,6000 28,110 ,794 ,958
p2 56,6000 28,041 ,808 ,958
p3 56,6333 27,413 ,829 ,957
p4 56,6333 27,964 ,839 ,957
p5 56,7333 29,444 ,502 ,965
p6 56,6000 28,110 ,794 ,958
p7 56,7333 29,513 ,489 ,965
p8 56,6333 27,413 ,954 ,955
p9 56,7000 29,872 ,483 ,964
p10 56,5667 28,254 ,755 ,959
p11 56,6333 27,413 ,954 ,955
p12 56,6333 27,413 ,954 ,955
p13 56,6333 27,413 ,954 ,955
p14 56,6667 27,747 ,906 ,956
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
118
Lampiran 8: Hasil Uji Validitas Variabel Beban Kerja (X2)
Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item-
Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Total Correlation
Deleted
p19 21,5333 3,499 ,667 ,816
p20 21,7000 3,597 ,743 ,801
p22 21,5333 3,637 ,706 ,808
p23 21,6333 3,551 ,700 ,809
p25 21,5333 4,120 ,421 ,860
p26 21,5667 3,909 ,558 ,836
Lampiran 9: Hasil Uji Validitas Variabel Jaminan Sosial (X3)
Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item-
Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation
Deleted
p27 21,7333 4,478 ,929 ,887
p28 21,7333 4,478 ,929 ,887
p29 21,7000 4,493 ,901 ,891
p30 21,7667 5,495 ,409 ,952
p31 21,8333 4,764 ,708 ,917
p32 21,7333 4,409 ,825 ,901
Lampiran 10:Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan (Y)
Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item-
Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation
Deleted
P1 30,3667 8,447 ,822 ,927
P2 30,4667 8,602 ,706 ,935
P3 30,3667 8,447 ,822 ,927
p4 30,3667 8,309 ,878 ,923
P5 30,4000 9,076 ,597 ,942
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
119
P6 30,4667 8,602 ,706 ,935
P7 30,4000 8,455 ,841 ,926
P8 30,3000 8,217 ,885 ,922
Lampiran 11: Hasil Uji Reliabilitas
Reliability Statistics
Variabel Cronbach's Alpha N of Items
Keselamatan
,961 14
kesehatan kerja
Beban kerja ,848 6
Jaminan Sosial ,922 6
Kinerja
,938 8
karyawan
Lampiran 12:Distribusi Jawaban responden terhadap Keselamatan Kesehatan
Kerja (X1)
SS S KS TS STS
Pernyataan Jumlah
f % f % f % f % F %
1 21 41,17 30 58,82 0 0 5 9,80 0 0 51
2 5 9,80 17 33,33 24 47,05 0 0 0 0 51
3 8 15,68 42 82,35 1 1,96 0 0 0 0 51
4 8 15,68 42 82,35 2 3,92 0 0 0 0 51
5 20 39,21 31 60,78 0 0 0 0 0 0 51
6 17 33,33 34 66,67 0 0 0 0 0 0 51
7 2 3,92 43 84,31 6 11,76 0 0 0 0 51
8 9 17,64 42 82,35 0 0 0 0 0 0 51
9 7 13,72 32 62,74 7 13,72 5 9,80 0 0 51
10 2 3,92 26 50,98 23 45,09 0 0 0 0 51
11 1 1,96 15 29,41 31 60,78 4 7,84 0 0 51
12 11 21,56 38 74,51 1 1,96 1 1,96 0 0 51
13 7 13,72 34 66,67 9 17,64 1 1,96 0 0 51
14 3 5,88 19 37,25 20 39,21 9 17,64 0 0 51
Lampiran 13: Distribusi Jawaban responden terhadap Beban Kerja (X2)
SS S KS TS STS
Pernyataan Jumlah
f % f % f % f % f %
1 0 0 7 13,72 37 72,54 7 13,72 0 0 51
2 1 1,96 42 82,35 3 5,88 5 9,80 0 0 51
3 1 1,96 35 68,62 15 29,41 0 0 0 0 51
4 2 3,92 38 74,50 8 15,68 3 5,88 0 0 51
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
120
5 4 7,84 43 84,31 4 7,84 0 0 0 0 51
6 11 21,56 39 76,47 1 1,96 0 0 0 0 51
Lampiran 14: Distribusi jawaban responden terhadap Jaminan Sosial (X3)
SS S KS TS STS
Pernyataan Jumlah
F % f % f % f % F %
1 13 25,49 28 54,90 9 17,64 1 1,96 0 0 51
2 1 1,96 36 70,58 14 27,45 0 0 0 0 51
3 3 5,88 45 88,23 3 5,88 0 0 0 0 51
4 15 29,41 35 68,62 0 0 1 1,96 0 0 51
5 8 15,68 42 82,35 1 1,96 0 0 0 0 51
6 3 5,88 38 74,50 10 19,60 0 0 0 0 51
Lampiran 15: Distribusi jawaban responden terhadap kinerja karyawan (Y)
SS S KS TS STS
Pernyataan Jumlah
f % f % f % f % f %
1 7 13,72 39 76,47 5 9,80 0 0 0 0 51
2 1 1,96 41 80,39 7 13,72 2 3,92 0 0 51
3 1 1,96 39 76,47 11 21,56 0 0 0 0 51
4 5 9,80 41 80,39 5 9,80 0 0 0 0 51
5 3 5,88 36 70,58 11 21,56 1 1,96 0 0 51
6 0 0 39 76,47 11 21,56 1 1,96 0 0 51
7 7 13,72 34 66,67 10 19,60 0 0 0 0 51
8 3 5,88 32 62,74 15 29,41 1 1,96 0 0 51
Lampiran 16: Rata-rata nilai variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (X1)
Rata-rata nilai variabel keselamatan
kesehatan kerja (X1)
Kelengkapan APD
Penggunaan APD saat…
Kelayakan APD
Fasilitas peralatan kerja
Standarisasi APD
Persentase rata-
Kesesuaian jumlah APD
rata nilai
Pengawasan kerja variabel
Tindaklanjut kecelakaan keselamatan
Tanda alat berbahaya kesehatan kerja
Kondisi lingkungan aman… (X1)
Kewajiban menggunakan…
Ketersediaan P3K
Pencegahan dan…
Pemeriksaan kesehatan
0 2 4 6
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
121
Lampiran 17: Rata-rata nilai variabel Beban Kerja (X2)
Rata-rata nilai variabel Beban Kerja (X2)
Kesesuaian jumlah
pegawai
Kapasitas Pekerjaan
Persentase
rata-rata nilai
Pengetahuan/ skill variabel
Beban Kerja
Kondisi pekerjaan (X2)
Pembagian waktu kerja
(shift)
Standar jam kerja
0 2 4 6
Lampiran 18: Rata-rata nilai variabel Jaminan Sosial (X3)
Rata-rata nilai variabel Jaminan Sosial (X3)
Jaminan Hari Tua
Pemenuhan…
Persentase
Jaminan Kesehatan rata-rata
nilai variabel
Tanggungan biaya… Jaminan
Sosial (X3)
Penggantian biaya…
Rasa nyaman…
3,4 3,6 3,8 4 4,2 4,4
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
122
Lampiran 19: Rata-rata nilai variabel Kinerja Karyawan (Y)
Rata-rata nilai variabel kinerja karyawan (Y)
Memahami target…
Ketelitian mengerjakan…
Rapi menyelesaikan…
Menyelesaikan tugas…
Persentase
Menyelesaikan tugas… rata-rata nilai
variabel kinerja
Menyelesaikan tepat… karyawan (Y)
Inisatif menyelesaikan…
Kendala…
3 3,5 4 4,5
Lampiran 20: Hasil uji Analisis Linier berganda
a
Coefficients
Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1,074 6,710 ,160 ,874
keselamatan_kesehatan
,186 ,086 ,262 2,157 ,036
_kerja
beban_kerja ,338 ,121 ,339 2,802 ,007
jaminan_sosial ,508 ,205 ,299 2,474 ,017
a. Dependent Variable: kinerja_karyawan
Lampiran 21: Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 51
a,b Mean 0E-7
Normal Parameters
Std. Deviation 1,65203570
Absolute ,097
Most Extreme Differences Positive ,058
Negative -,097
Kolmogorov-Smirnov Z ,695
Asymp. Sig. (2-tailed) ,720
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
123
Lampiran 22: Grafik Histogram Uji Normalitas
Lampiran 23: Grafik P-PlotUji Normalitas
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
124
Lampiran 24: Hasil Uji Heterokedastisitas
Uji Glejser
a
Coefficients
Standardiz
Unstandardized ed
Model Coefficients Coefficient t Sig.
s
B Std. Error Beta
1 (Constant) 8,498 4,015 2,117 ,040
keselamatan_kese
-,029 ,052 -,080 -,568 ,573
hatan_kerja
beban_kerja -,006 ,072 -,011 -,078 ,938
jaminan_sosial -,228 ,123 -,262 -1,856 ,070
b. Dependent Variable: glejser_heterokedastisitas
Lampiran 25: Grafik scatterplot Uji Heterokedastisitas
Lampiran 26: Uji Multikoliniearitas
a
Coefficients
Collinearity Statistics
Model
Tolerance VIF
1 (Constant)
keselamatan_kesehatan_kerja ,977 1,023
beban_kerja ,986 1,015
jaminan_sosial ,984 1,017
b. Dependent Variable: kinerja_karyawan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
125
Lampiran 27: Hasil Uji F
a
ANOVA
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
b
1 Regression 65,225 3 21,742 7,488 ,000
Residual 136,461 47 2,903
Total 201,686 50
a. Dependent Variable: kinerja_karyawan
b. Predictors: (Constant), jaminan_sosial, beban_kerja, keselamatan_kesehatan_kerja
Lampiran 28: Hasil Uji-t
a
Coefficients
Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 1,074 6,710 ,160 ,874
keselamatan_kesehatan
1 ,186 ,086 ,262 2,157 ,036
_kerja
beban_kerja ,338 ,121 ,339 2,802 ,007
jaminan_sosial ,508 ,205 ,299 2,474 ,017
b. Dependent Variable: kinerja_karyawan
Lampiran 29: Hasil Uji Koefisien Determinasi
b
Model Summary
Std. Error of the
Model R R Square Adjusted R Square
Estimate
a
1 ,569 ,323 ,280 1,70394
a. Predictors: (Constant), jaminan_sosial, beban_kerja,
keselamatan_kesehatan_kerja
b. Dependent Variable: kinerja_karyawan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA