TUGAS KELOMPOK KESIAPSIAGAAN BELA NEGARA
KELOMPOK III ANGKATAN 5
ISU PEMBAHASAN :
KURANGNYA KESADARAN ASN DI LINGKUNGAN KABUPATEN BINTAN UNTUK
MELAKSANKAAN AKTIVITAS FISIK RUTIN
Nama Anggota Kelompok : 1. Ratnasari Hidayati, ST (Ketua Kelompok)
2. Andri Nurfian, S.E.
3. Delfianti, [Link]
4. Indah Putri Pradhina, S.I.P.
Tutor : Maria Magdalena, SST, [Link]
I. PENDAHULUAN
A. Pengertian
Kesiapsiagaan Bela Negara adalah suatu keadaan siap siaga yang dimiliki oleh seseorang baik
secara fisik, mental, maupun social dalam menghadapi situasi kerja yang beragam yang dilakukan
berdasarkan kebulatan sikap dan tekad secara ikhlas dan sadar disertai kerelaan berkorban sepenuh
jiwa raga yang dilandasi oleh kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
berdasarkan Pancasila dan UUD NKRI 1945 untuk menjaga, merawat, dan menjamin
kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
Untuk melakukan bela negara, diperlukan suatu kesadaran bela negara. Dikatakan bahwa
kesadaran bela Negara itu pada hakikatnya adalah kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan
berkorban membela negara. Cakupan bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga
yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama
menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup didalamnya adalah bersikap dan berbuat
yang terbaik bagi bangsa dan negara. Dalam Kesiapsiapsiagaan Bela Negara setiap Warga perlu
memahami Nilai-Nilai Dasar Bela Negara mencakup:
1. Cinta Tanah Air;
2. Kesadaran Berbangsa dan bernegara;
3. Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara;
4. Rela berkorban untuk bangsa dan negara; dan
5. Memiliki kemampuan awal bela negara.
6. Semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur.
B. Tujuan
Kesiapsiagaan bela negara diarahkan untuk menangkal faham-faham, ideologi, dan budaya yang
bertentangan dengan nilai kepribadian bangsa Indonesia, merupakan kesiapsiagaan yang
terintegrasi guna menghadapi situasi kontijensi dan eskalasi ancaman sebagai dampak dari
dinamika perkembangan lingkungan strategis yang juga mempengaruhi kondisi dalam negeri yang
dipicu oleh faktor ideologi, politik, ekonomi, social budaya, pertahanan dan keamanan. Dewasa ini
lingkungan strategis berkembang sangat dinamis, penuh ketidakpastian dan kompleks, sehingga
sangat sulit bagi suatu negara untuk mengetahui potensi dan hakikat ancaman serta tantangan
terhadap kepentingan nasionalnya. Sejalan dengan perkembangan zaman, proses globalisasi telah
mengakibatkan munculnya fenomena baru yang dapat berdampak positif yang harus dihadapi
bangsa Indonesia, seperti demokratisasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, tuntutan
supremasi hukum, transparansi, dan akuntabilitas. Fenomena tersebut juga membawa dampak
negatif yang merugikan bangsa dan Negara yang pada gilirannya dapat menimbulkan ancaman
terhadap kepentingan nasional.
II. ANALISIS PEMBAHASAN ISU
A. Deskripsi permasalahaan isu di Lingkungan Kabupaten Bintan
Untuk kegiatan aktivitas fisik yang yang pernah dilakukan peserta Latsar CPNS Tahun 2021 di
Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan sementara ini masih 2 (dua) kali mengikuti yaitu :
Kegiatan Senam Bersama yang diikuti oleh seluruh instansi pada Kamis Minggu Keempat
Melakukan Kegiatan Gotong Royong Pasca Banjir di bulan Januari- Februari 2021
Pemerintah Kabupaten memeiliki Kegiatan Aktivitas Rutin yang dilakukan baik sebulan sekali
maupun seminggu sekali akan tetapi saat ini aktivitas rutin tersebut sudah jarang untuk
dilaksanakan. Berikut adalaah beberapa permasalahan isu yang terjadi di Lingkungan Kabupaten
Bintan berdasarkan kondisi saat ini:
1. Tidak adanya kegiatan apel setiap hari senin
Berdasarkan kondisi saat ini, kegaiatan rutin Apel Setiap Senin pagi sudah tidak berjalan
kembali. Apel Senin pagi ini memiliki tujuan sebagai upaya untuk meningkatkan kedisiplinan
PNS agara tepat waktu masuk kerja khususnya dihari Senin. Kegiatan rutin, apel pagi
bermanfaat sebagai media positif untuk membangun dan mencapai tujuan bersama dalam
meningkatkan kualitas kinerja yang lebih baik dalam melayani masyarakat melalui
peningkatan disiplin pegawai yang tidak hanya terkait jam masuk dan pulang kerja saja tetapi
disiplin dalam penyelesaian pekerjaan dan target – target yang menajdi tanggungjawabnya.
2. Pegawai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan belum disiplin untuk
melaksanakan kegiatan Upacara KORPRI
Korpri yang didirikan pada tanggal 29 November 1971 berdasarkan Keputusan Presiden
Nomor 82 Tahun 1971, yang merupakan wadah untuk menghimpun seluruh Pegawai
Republik Indonesia. Sudah kewajiban bagi setiap ASN untuk melakukan upacara dengan
kostum Korpri, di setiap bulannya, setiap tanggal 17.
Kondisi saat ini kami selaku ASN di LIngkungan Kabupaten Bintan belum pernah
melaksanakan kegiatan Upacara KORPRI setiap tanggal 17,setiap bulannya.
Tujuan Upacara KORPRI sendiri untuk memantapkan fungsi organisasi Korpri sebagai
perekat persatuan bangsa, meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani, serta meningkatkan
kepedulian sosial dan lingkungan dalam bentuk kegiatan olahraga, bakti sosial, penghijauan,
pembinaan mental/rohani.
3. Kegiatan Senam maupun Gotong Royong pada hari Kamis Minggu ke-Empat tidak
berjalan lancar
Kegiatan rutin senam maupun gotong rotong yang dilaksanakan pada hari Kamis minggu
keempat, saat ini sudah tidak berjalan dengan lancar. Seharusnya, kegiatan keolahragaan
dilakukan secara rutin karena sebagai PNS kita wajib menjaga kesehatan jasmani sebagai
bagian dari kesiapsiagaan bela negara dalam bentuk jasmani. Kesiapsiagaan jasmani adalah
kegiatan atau kesanggupan seseorang untuk melaksanakan tugas atau kegiatan fisik secara
lebih baik dan efisien. Kesehatan jasmani mempunyai fungsi yang penting dalam menjalani
aktifitas seharihari. Semakin tinggi kesehatan jasmani seseorang, semakin meningkat daya
tahan tubuh sehingga mampu untuk mengatasi beban kerja yang diberikan. Dengan kata lain
dengan jasmani yang sehat, produktifitas kerja Anda akan semakin tinggi.
B. Telaah untuk Kekuatan Kelemahan Peluang dan Tantangan
INTERNAL STRENGTH WEAKNESS
Pegawai ASN menjadi Jauhnya lokasi perkantoran
pegawai yang memiliki dari rumah pegawai
kondisi fit dan prima
sehingga dapat
melaksanakan tugas dan
tanggung jawab
pekerjaannya dengan baik
Sarana dan prasarana yang Kurangnya kesadaran atau
mencukupi pasrtisipasi dari
Pimpinan/Kepala Dinas
Adanya keikutsertaan Masih banyaknya pegawai
EKSTERNAL ASN yang mengandalkan
pegawai ASN dalam Tranposrtasi layanan BUS
melaksanakan aktivitas dr Pemkab Bintan sehingga
rutin fisik tidak bisa fleksibel
Tidak adanyan pengawasan
dari atasan
OPPORTUNITY S-O W-O
Terdapatnya lapangan yang
luas di Kantor Bupati Meningkatkan efektivitas Perlu adanya regulasi baru
Bintan yang dapat kegiatan aktivitas fisik rutin untuk mendukung
digunakan sebagai tempat dan bisa ditambah jenis kesadaran pegawai dalam
melakukan aktivitas fisik aktivitas fisik lainnya. melaksanakan Apel
rutin KORPRI khususnya
Pemda Kabupaten Bintan Pegawai menjadi semakin Perlu adanya reward &
mendukung kegiaan bersemangat mengikuti punishment agar pegawai
aktivitas fisik dengan kegiatan aktivitas rutin menjadi lebih disiplin dan
mendatangkan instruktur tersebut bersemangat melakukannya
senam
Adanya dukungan dari Pegawai menjadi sadar akan
berbagai pihak khususnya pentingnya menjaga
Bupati untuk dapat kesehatan jasmani dan
meningkatkan kesehatan aktivitas rutin dapat kembali
jiwa dan raga, berjalan
meningkatkan produktivitas
serta solidaritas pegawai.
THREAT S-T W-T
Pada kondisi pandemi Kegiatan aktivitas fisik dapat Dilakukannya aktivitas
Covid-19 dan adanya kembali dilaksankan secara fisik dengan skala kecil
PPKM Mikro, Pemerintah rutin setelah kondisi Covid- dengan teman seruangan
membatasi seluruh kegiatan
19 tidak sedang meningkat
pegawai ASN di
Lingkungan Kabupaten
Bintan
Adanya jadwal WFH dan Pegawai yang terjadwal Tidak melakukan aktivitas
WFO dikarenakan kasus Work From Office (WFO) fisik terlebih dahulu
postif Covid-19 yang dalam melakukan aktivitas
pegawai yang sedang
semakin tinggi dan terus fisiknya harus lebih
meningkatkan penerapan 3M kondisi tidak fit
meningkat
Pegawai yang terjadwal
Work From Home (WFH)
dapat melakukan olahraga
sanati dirumah agar badan
tetap fit
C. Rekomendasi/Upaya Strategis untuk meningkatkan Kesiapsiagaan Bela Negara
Alternatif Penyelesaian Hasil Yang Diharapkan
Kantor menerapkan upacara KORPRI dan
mempersiapkan absen yang hanya bisa diisi
Seluruh ASN kantor disiplin mengikuti upacara
oleh ASN yang mengikuti upacara serta
KORPRI, mengingat ASN merupakan bagian
pimpinan menindak tegas para ASN yang
tak terpisahkan dari KORPRI
tidak mengikuti upcara ini, misalnya dengan
memberi sanksi disiplin berupa SP
Dengan adanya orang yang mengingatkan,
Setiap malam hari di hari Rabu minggu ketiga, maka keesokan harinya pegawai kantor akan
ada satu orang pegawai yang bertugas untuk mengenakan pakaian olahraga. Dengan
mengingatkan bahwa hari Kamis seluruh demikian, saat di kantor dapat dilakukan
pegawai wajib mengenakan pakaian olahraga aktivitas fisik bebas, mulai dari jalan santai,
di group chat kantor senam sehat, hingga gotong royong
membersihkan lingkungan kantor
Pimpinan mengajak seluruh pegawai yang ada
Dengan adanya senam atau jalan santai
di kantor untuk melakukan senam bersama,
bersama, diharapkan tercipta keakraban antar
contohnya dengan mengundang instruktur
pegawai serta seluruh pegawai mendapatkan
senam untuk datang ke kantor atau sekadar
kebugaran sebagai hasilnya
melakukan jalan santai bersama
III. PENUTUP
Demikian adalah hasil dari analisa tentang Kesiapsiagaan Bela Negara dengan mengangkan Isu
Kurangnya Kesadaran ASN di Lingkungan Kabupaten Bintan dalam Melaksanakan Aktivitas
Fisik Rutin. Kami telah menabrkan dan mengindentifikasi masalah isu tersebut dan telah
menelaah berdasarkan analisa Kekuatan (Strength), Kelemahan (Weakness), Peluang
(Oppturnity) dan Ancaman (Threat). Upaya – upaya startegis juga telah dijelaskan berdasarkan
isu tersebut.