Contoh KPI Bagian SHE Safety Health and
Environment atau Kesehatan dan Keselamatan
Kerja
Key Performance Indicator atau KPI memiliki arti yang sangat penting bagi
sebuah perusahaan. Tanpa Key Performance Indicator, perusahaan harus
mengawang-awang mengenai prestasi kinerja karyawannya. Padahal, tanpa
karyawan yang bisa bekerja dengan baik, maka perusahaan tersebut tidak akan
bisa berjalan dengan baik. Tanpa keuntungan yang besar, perusahaan tersebut
bisa kolaps seiring berjalannya waktu atau stagnan menjadi usaha yang berskala
kecil.
Pentingnya Key Performance Indicator bagi suatu perusahaan bermakna bahwa
keberadaannya tidak bisa disepelekan. Artinya, pengembangan indikator yang
digunakan harus benar-benar valid dan reliabel. Tanpa adanya syarat tersebut,
maka hasil asesmen menggunakan Key Performance Indicator hanya omong
kosong belaka. Malah, bisa jadi hasil asesmen tersebut menyesatkan dan
membuat suatu perusahaan mundur karena informasi yang didapatkan tidak
tepat.
Key Performance Indicator sendiri dapat dibedakan atas banyak hal.
Terdapat Key Performance Indicator untuk information technology, finance and
accounting, internal audit, maintenance management, hingga produksi dan
PPIC. Selain itu, terdapat pula Key Performance Indicator untuk masalah safety
health and environment.
Safety health and environment terdiri dari tiga bagian inti yakni unsur safety
atau keamanan, unsur health atau kesehatan, dan unsur environment atau
lingkungan. Ketiganya saling terkait satu sama lain dan memiliki peran yang
harus diperhatikan dalam kesuksesan perusahaan. Aspek ini berupa ilmu dan
penerapan mengenai kecelakaan dan penyakit yang terjadi akibat kerja seorang
karyawan pada sebuah perusahaan, serta dampak perusahaan bagi lingkungan
di sekitarnya.
Contoh KPI untuk safety health and environment, khususnya untuk bidang
health dan safety biasanya mencakup hal-hal sebagai berikut:
GRATIS - Katalog KPI Super Lengkap
untuk Departemen HRD, Marketing &
Sales, Keuangan, Produksi, dan
Lainnya. Download Sekarang.
1. Persepsi karyawan terhadap komitmen perusahaan
2. Pengeluaran atas pencegahan sakit dalam sebulan
3. Jumlah kehilangan waktu atas kecelakaan yang terjadi untuk tiap 100.000 jam
kerja
4. Jumlah kehilangan waktu karena kecelakaan yang tidak fatal untuk setiap
100.000 jam kerja
5. Jumlah kejadian fatal untuk setiap 100.000 jam kerja
6. Jumlah kejadian yang tidak dilaporkan untuk setiap 100.000 jam kerja
7. Jumlah pemeriksaan kesehatan dalam satu bulan
8. Jumlah kehadiran pada rapat komite yang membahas mengenai safety health
dan environment.
9. Jumlah masalah yang meningkat pada bidang safety, health, dan
environment.
10. Jumlah persentase komita safety, health, dan environment yang telah
diimplementasikan.
11. Jumlah jam training yang dihabiskan untuk pelatihan safety dan health pada
tiap bulannya.
12. Jumlah persentase staf/ karyawan yang mengikuti training mengenai
keamanan dan keselamatan dalam bekerja.
Sedangkan contoh KPI untuk safety health and environment khususnya untuk
bidang environment biasanya mencakup hal-hal sebagai berikut:
1. Jumlah energi yang tersimpan karena usaha konservasi dan efisiensi energi
yang dilakukan.
2. Jumlah rerata konsumsi listrik untuk setiap karyawan yang digunakan untuk
bekerja serta untuk produknya.
3. Jumlah pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk energi yang dihabiskan.
4. Jumlah gas akibat efek rumah kaca atau greenhouse gas (GHG) yang
dikeluarkan oleh para karyawan pada setiap bulannya.
5. Jumlah halaman kertas yang digunakan oleh para karyawan untuk setiap
bulannya.
6. Jumlah sampah membahayakan yang diproduksi setiap bulannya.
7. Jumlah sampah yang tidak membahayakan yang diproduksi setiap bulannya.
8. Jumlah penggunaan benda-benda daur ulang.
9. Jumlah total energi yang dikeluarkan untuk setiap satu unit produksi.
10. Jumlah total energi yang dibeli setiap bulan.
11. Jumlah air yang digunakan oleh para karyawan untuk setiap bulannya.
12. Jumlah air yang digunakan untuk proses produksi yang dilakukan.
Beberapa indikator Key Performance Indicator untuk safety, health, dan
environment di atas tentu tidak bisa langsung diaplikasikan begitu saja.
Perusahaan harus tahu apa jawaban yang standar sehingga bisa tahu apakah
jawaban di atas memenuhi kualifikasi standar atau belum. Apalagi, inti dari Key
Performance Indicator adalah penilaian yang dibangun dengan objektifitas
bukan subjektivitas.
Jadi, tidak bisa dilakukan dengan asal begitu saja.
Pengetahuan akan standar yang diharapkan juga harus sesuai dengan visi dan
misi perusahaan. Oleh karenanya, pengembangan Key Performance Indicator
untuk safety, health, dan environment harus benar-benar didasarkan pada
pengetahuan yang memang baik akan perusahaan tersebut.
Tanpa dasar tersebut, maka Key Performance Indicator untuk safety, health, dan
environment yang dikembangkan tidak akan memberikan feedback yang baik
bagi perusahaan.
Penerapan Key Performance Indicator untuk safety, health, dan environment ini
juga harus benar-benar maksimal. Diperlukan jawaban yang jujur sehingga
asesmen yang dilakukan dapat digunakan sebagai bentuk perbaikan untuk
perusahaan yang lebih baik. Tanpa kejujuran dalam asesmen maka sia-sia saja
dilakukan proses yang salah satu tujuannya untuk memperbaiki perusahaan
tersebut.
Dengan asesmen yang baik dan penerapan secara keseluruhan yang bagus,
maka perusahaan dapat berkembang dengan lebih baik. Dari segi health atau
kesehatan, karyawan bisa menghasilkan kualitas kinerja yang lebih baik bila hasil
asesmen digunakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan yang diberikan.
Dengan demikian, perusahaan tidak perlu terus menerus kehilangan
karyawannya yang benar-benar bisa merugikan dan buka berarti tidak bisa
meninggalkan kesan atau citra negatif.
Sedangkan dari sisi lingkungan, asesmen yang tepat akan membuat perusahaan
memiliki brand unggul baru sebagai perusahaan ramah lingkungan. Hal ini bisa
terjadi bila perusahaan melakukan perbaikan atau peningkatan atas kualitas
yang sudah ada. Produk-produk perusahaan pun akan menjadi lebih diterima di
negara-negara seperti Uni Eropa yang memiliki standar ketat untuk isu
lingkungan hidup.