0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan21 halaman

Definisi dan Karakteristik Value Engineering

Value Engineering adalah teknik manajemen yang menggunakan pendekatan sistematis untuk mengevaluasi fungsi suatu produk atau proyek guna mengurangi biaya tetapi tetap mempertahankan kualitas, dengan cara menghilangkan biaya yang tidak diperlukan."

Diunggah oleh

Raka R Ramadhian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan21 halaman

Definisi dan Karakteristik Value Engineering

Value Engineering adalah teknik manajemen yang menggunakan pendekatan sistematis untuk mengevaluasi fungsi suatu produk atau proyek guna mengurangi biaya tetapi tetap mempertahankan kualitas, dengan cara menghilangkan biaya yang tidak diperlukan."

Diunggah oleh

Raka R Ramadhian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

VALUE ENGINEERING

Oleh :
Aviasti

Mata Kuliah Perencanaan dan Perancangan Produk


Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021
Beberapa definisi tentang Value Engineering
(Rekayasa Nilai) menurut Susetyono (2008):
1. Lawrence D. Miles
Definisi Value Suatu sistem pemecahan masalah yang
Engineering dilaksanakan dengan menggunakan kumpulan
teknik tertentu, ilmu pengetahuan, tim ahli,
(Rekayasa pendekatan kreatif terorganisir yang memiliki
Nilai) tujuan untuk mengidentifikasikan secara efisien
biaya yang tidak diperlukan seperti biaya yang tidak
menghasilkan kualitas, kegunaan, umur dan
penampilan produk serta daya tarik terhadap
konsumen.
2. Larry W. Zimmerman dan Glen D. Hard
Rekayasa Nilai adalah suatu teknik manajemen
yang menggunakan pendekatan sistematis untuk
mencapai keseimbangan fungsional antara biaya,
kehandalan dan performansi dari suatu produk
atau proyek.
3. Dr. Ir. S. Chandra
Value Engineering Program adalah Proven Management
Technique yang menggunakan systematic approach dan
Definisi Value usaha yang terorganisir yang diarahkan untuk
Engineering menganalisa fungsi dari suatu item atau sistem dengan
tujuan untuk mencapai fungsi yang diperlukan itu
(Rekayasa dengan biaya yang seringan-ringannya, konsisten
dengan ketentuan untuk penampilan, realibilitas,
Nilai) kualitas, dan pemeliharaan dari proyek tersebut. Value
Engineering Program dapat mengurangi biaya proyek
dengan jalan mengurangi biaya-biaya yang tidak
diperlukan yang berhubungan dengan masalah teknik.

4. Zimmerman, L.W and Hard, G.D dalam Rumintang


(2008)
Value Engineering (Rekayasa Nilai) adalah suatu teknik
dan manajemen yang menggunakan pendekatan
sistematis untuk mencapai keseimbangan fungsional
terbaik antara biaya dan performa dari suatu produk.
a) An Oriented System
Yaitu suatu teknik yang menggunakan tahapan
Rekayasa dalam rencana tugas (Job Plan) untuk
mengidentifikasi dan menghilangkan biaya-biaya
nilai yang tidak diperlukan (Unnecessary Cost).

mempunyai b) Multidisciplined Team Approach


karakteristik Yaitu suatu teknik penghematan biaya produksi
yang melibatkan seluruh tim yang berkepentingan
sebagai dalam proyek, yakni pemilik, perencana, para ahli
yang berpengalaman dibidangnya masing-masing
berikut: dan konsultan value engineering (VE) atau
Manajemen Konstruksi (MK). Jadi pekerjaan VE
adalah sebuah kerja tim yang saling terkait, bukan
usaha perorangan.
c) Proven Management Technique
Yaitu suatu teknik penghematan biaya yang telah
terbukti dan terjamin mampu mengarahkan
berbagai produk yang bermutu dan relatif rendah
Rekayasa pembiayaannya.

nilai d) An Oriented Function


mempunyai Yaitu suatu teknik yang berorientasi pada fungsi-
fungsi yang diperlukan pada setiap item maupun
karakteristik sistem yang ditinjau untuk menghasilkan nilai
produk yang dikehendaki.
sebagai
berikut: e Life Cycle Cost Oriented
Yaitu suatu teknik yang berorientasi pada biaya total
yang diperlukan selama proses produksi serta
optimasi pengoperasian segala fasilitas
pendukungnya.
Value Engineering Bukan :
1) Koreksi Desain
Value Engineering tidak bermaksud mengkoreksi kekurangan
dalam desain, juga tidak bermaksud mengkoreksi perhitungan
yang dibuat oleh perencana.
2) Proses membuat murah
Value Engineering tidak mengurangi atau memotong biaya
dengan mengorbankan keadaan dan performa yang
diperlukan.
3) Sebuah keperluan yang dilakukan pada seluruh desain
Value Enginering bukan merupakan bagian dari jadwal
peninjauan kembali dari rencana, tetapi merupakan analisa
biaya dan fungsi.
Value Engineering Bukan:
4) Kontrol kualitas
Value Engineering lebih dari sekedar peninjauan kembali status gagal dan aman sebuah
hasil desain. Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan diatas maka pengertian Value
Engineering adalah pendekatan terstruktur dan sistematis dalam pengevaluasian serta
pengembangan suatu produk atau proyek, yang pada akhirnya bertujuan memenuhi fungsi
yang diperlukan dengan harga yang terendah. Salah satu faktor penting dalam
meningkatkan nilai suatu produk adalah kemampuan untuk mengeliminasi biaya–biaya
yang tidak dibutuhkan dan menemukan inovasi–inovasi baru dalam memberikan solusi
untuk pengembangan dan pengevaluasian produk atau jasa yang akan dihasilkan. Inovasi
berarti identifikasi pada fungsi untuk menghasilkan alternatif baru dalam pembuatan suatu
produk dengan tidak mengorbankan kualitas maupun kuantitas dari produk tersebut
namun menghasilkan penghematan biaya dalam pengerjaan proyek.
Value Engineering mempunyai beberapa kemampuan yang dapat
dipakai sebagai alat bagi Value Analysis. Kemampuan itu dikenal
sebagai unsur-unsur utama dari value engineering, adapun
menurut Rumintang (2008) unsur-unsur utama tersebut adalah
sebagai berikut:
Unsur-Unsur 1. Analisa Fungsi (Function Analisis)
Utama Value Analisa fungsi digunakan untuk membantu mengidentifikasi
suatu item permasalahan yang ditinjau dengan segala aspek
Engineering berdasarkan pada setiap obyek, fungsi dan kegunaan obyek
tersebut terhadap keseluruhan item yang ditinjau.
(Rekayasa 2. Model Pembiayaan (Cost Model)
Model pembiayaan ini digunakan sebagai alat untuk mengatur
Nilai) dan membagikan perhitungan biaya ke dalam bidang fungsinya
sehingga dapat dengan mudah didefinisikan dan diukur.
3. Biaya Siklus Hidup (The Life Cycle Costing)
Digunakan sebagai cara untuk memberikan perkiraan anggaran
dari setiap pemecahan yang diberikan.
4. Teknik Sistem Analisa Fungsi (Function Analysis System
Technique)
Adalah cara yang sistematis untuk mendapatkan sebuah metode
yang teratur dari proses pekerjaan yang kompleks. Dengan
Unsur-Unsur demikian setiap permasalahan yang timbul dapat

Utama Value dengan mudah dicarikan penyebabnya untuk selanjutnya dapat


segera dicarikan jalan penyelesaianya.

Engineering 5. Rencana Kerja Rekayasa Nilai (Value Engineering Job Plan)


Pengaturan dan pendekatan yang sistematis adalah kunci utama
(Rekayasa rekayasa nilai yang berhasil. Oleh karena itu, studi ini harus
dikerjakan dengan rencana kerja yang matang dan efektif.
Nilai) 6. Berpikir Kreatif (Creative Thinking)
Dalam mengadakan analisa dibutuhkan suatu bentuk
pemecahan permasalahan yang bersumber dari pola pikir yang
kreatif, karena hanya dengan berpikir kreatif permasalahan yang
muncul dan sulit dapat dicarikan pemecahannya.
7. Biaya dan Harga (Cost and Worth)
Dalam rekayasa nilai, dua variabel ini dibedakan dengan jelas.
Hal ini bertujuan untuk mempermudah analisa yang akan
dilakukan.
Unsur-Unsur 8. Kebiasaan dan Sikap (Human Dynamic)

Utama Value Pada suatu proses pekerjaan, seringkali faktor kebiasaan dan
sikap seseorang dalam hal menangani permasalahan mempunyai
Engineering peranan yang besar dalam proses pengambilan keputusan.
9. Keserasian
(Rekayasa Hubungan antara pemberi tugas, konsultan perencana dan
konsultan VE (Value Engineering), Hubungan dan komunikasi
Nilai) yang baik antara tim rekayasa nilai dengan seluruh unsur yang
terlibat dalam suatu proyek adalah syarat mutlak tercapainya
tujuan. Karena hal tersebut dapat memberikan kontribusi yang
besar terhadap keberhasilan suatu proyek.
Waktu Mengaplikasikan Value
Engineering
Menurut Hidayat, N.A. dan Ardianto, D. (2011) serta
Rumintang, A. (2008) Value Engineering dapat
diaplikasikan selama berlangsungnya proyek mulai
dari awal perencanaan hingga selesainya
pelaksanaan pembangunan proyek tersebut.
Seringkali proyek telah berjalan tanpa diadakan value
study, sehingga biaya proyek menjadimahal untuk
itu value consultant sebaiknya dapat menjamin dan
meyakinkan adanya suatu penghematan biaya
melalui usaha value engineering. Value engineering
dapat dilaksanakan pada 2 tahap berikut, yakni:
1. Value Engineering Pada Tahap
Perencanaan
Sebagai pemilik proyek yang berorientasi
pada manajemen, value engineering
ditetapkan sebagai ketentuan didalam
tahap perencanaan. Aplikasi dari analisa
fungsional diperlukan pada bagian-bagian
tertentu pada tahap perencanaan, dimulai
dengan kriteria dan dilanjutkan pada
perencanaan pendahuluan (preliminary)
dan perencanaan akhir (final design).
2. Value Engineering Pada Tahap
Pelaksanaan
Value Engineering pada tahap pelaksanaan
dibaga menjadi 2 jenis, yakni:
a. Value Engineering Incentive Clause
Value Engineering Incentive Clause adalah
value engineering yang dilakukan mulai dari
awal sampai akhir pelaksanaan proyek.
b. Value Engineering Requirements Clause
Value Engineering Requirements Clause
adalah value engineering yang dilakukan
hanya pada tahap tertentu dari pelaksanaan
proyek.
Gambar 1.
Kapan
Melakukan
Value
Engineering
Rencana Kerja Rekayasa Nilai (Value Engginering Job
Plan)
Ada berbagai macam versi tahapan–tahapan yang
dilakukan dalam rencana kerja rekayasa nilai, tahapan–
tahapan rencana kerja rekayasa nilai terdiri dari:
1. Tahap informasi (Information Phase)
Makna dari informasi adalah untuk memperoleh sebanyak
mungkin informasi dan pengetahuan desain proyek pada
saat pengumpulan informasi, pertanyaan-pertanyaan yang
harus dijawab antara lain:
a. Apa jenis aktifitas pekerjaannya?
b. Untuk apa pekerjaan tersebut?
c. Berapa Worth pekerjaan tersebut?
d. Berapa Cost pekerjaan tersebut?
e. Berapa rasio cost / worth-nya?
f. Apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi?
g. Apa saja yang mengindikasikan biaya tinggi atau biaya–
biaya yang tidak diperlukan?
2. Tahap Kreatif (Creative Phase)
Pada tahap ini ada beberapa langkah, yaitu:
a. Spekulasi (Speculation)
Dalam tahap kreatif dikembangkan sejumlah
metode alternatif demi tercapainya fungsi
dasar. Pertanyaan yang harus dijawab pada
tahap ini adalah hal-hal alternatif apa saja
yang dapat dilakukan untuk menampilkan
fungsi aktifitas pekerjaan. Oleh karena itu,
pemahaman permasalahan sangatlah
diperlukan untuk memecahkan masalah.
Pemikiran ataupun ide–ide kreatif digunakan
untuk memunculkan alternatif pemecahan
dengan biaya yang lebih murah. Teknik
penggalian ide untuk menyelesaikan
permasalahan antara lain sebagai berikut:
b. Brainstorming
Teknik yang dilakukan melalui proses diskusi. Pada saat diskusi
masing–masing orang diharapkan menghasilkan ide kreatif
sebanyak mungkin. Prinsip dasarnya adalah:
1) Kuantitas ide
2) Partisipasi kelompok diarahkan untuk memperkaya ide
3) Tidak diijinkan mengevaluasi ide
c. The Gordon Technique
Tipe lain pemecahan masalah yang lebih kompleks dari
brainstorming adalah The Gordon Technique / Synectics.
Proses ini juga dilakukan melalui diskusi dengan sekelompok
orang. Perbedaan terletak pada adanya sikap kritis dan
membutuhkan pengalaman teknis yang lebih tinggi. Prinsip
dasarnya dari The Gordon Technique adalah:
1) Klien menyatakan masalah dan terlibat langsung
2) Fasilitator tidak terlibat langsung tetapi mencatat ide dan
menjaga momentum tersebut
3) Fokus pada ide yang lebih sedikit tetapi menuju pemecahan
masalah klien
4) Evaluasi (Evaluation)
3. Tahap Pertimbangan (Judgment Phase)
Perubahan yang dinamis yang terjadi pada
biaya kepemilikan, pengoperasian dan
pemeliharaan merupakan salah satu beban
utama yang kompleks bagi perencana atau
pemilik. Life Cycle Cost yang dapat
dipergunakan untuk semua fasilitas sangat
diperlukan untuk memastikan biaya
sesungguhnya yang diperlukan. Life Cycle
Cost merupakan teknik untuk
mengevaluasi secara ekonomis dengan
menghitung seluruh biaya yang relevan
selama jangka waktu investasi melalui
penyelesaian pada time value of money.
4. Tahap Pengembangan (Development Phase)
Setelah kedua analisa di atas dilakukan, maka alternatif-
alternatif yang ada dinilai dan dipilih satu yang terbaik,
biaya bukanlah satu-satunya kriteria yang harus
diperhatikan. Namun ada beberapa kriteria lain, misalnya
biaya redesain, waktu implementasi, performa,
keselamatan, estetika, dan sebagainya. Semua kriteria dan
pembobotan ini akan berbeda pada setiap orang
tergantung sudut pandang masing-masing. Selanjutnya
diplilihlah satu alternatif terbaik yang mempunyai
kelebihan paling banyak dibanding dengan alternatif
lainnya.
5. Tahap Rekomendasi (Recommendation Phase)
Tahap ini merupakan proses mengajukan ide terbaik yang
diusulkan untuk bisa diterima dan dilaksanakan untuk
pemilik. Rekomendasi bisa mengubah desain dan
penghematan menjadi salah satu ukuran bahwa usulan
tersebut bias diterima. Dalam tahap rekomendasi disajikan
keistemewaan dan keunggulan konsep dari usulan desain
baru yang bisa menjadi dasar alasan bagi pemilik untuk
menerima perubahan.
Studi Kasus Industri Pensil:
Dalam industri pembuatan pensil, seperti industri lainnya,
sebuah perusahaan akan mengidentifikasi item-item atau
komponen-komponen yang dibutuhkan untuk
memproduksi sebuah pensil. Tapi, selain item atau
komponen yang dibutuhkan, perusahaan juga menghitung
Pelaksanaan biaya-biaya dari pembuatan sebuah pensil, mulai dari kayu
yang digunakan, karbon grafit, gasket ring dan lain-lain
Value (Gambar 2 : Analisa Fungsi Pensil), sehingga akan didapat
berapa kesempatan keuntungan bagi perusahaan dalam
memproduksi sebuah pensil.
Engineering di Value Engineering Specialist akan melakukan Analisa
Bidang Industri Fungsi, biasanya dalam bentuk sebuah table, yang berisi
komponen-komponen pembuatan pensil, termasuk
didalamnya, yaitu, biaya, dan mengelompokkan
komponen-komponen tersebut berdasarkan fungsi dan
jenisnya (basic atau utama, dilambangkan B dan sekunder
atau bukan utama, dilambangkan S).
Komponen dengan jenis, yaitu, basic atau utama adalah
komponen yang wajib ada dalam memproduksi pensil,
sedangkan komponen dengan jenis yaitu, sekunder adalah
komponen yang tidak wajib ada dalam memproduksi
Sehingga pada akhirnya, value engineering specialist dapat menginformasikan kepada perusahan
berapa cost dan nilai, serta rasio cost / worth dari komponen tersebut, dan menggunakannya
sebagai alternatif dalam mengambil keputusan, atau bisa saja diartikan sebuah pensil hanya terdiri
dari karbon grafit dan kayu, tanpa menggunakan cat, tentu harga nya akan lebih murah.
Tabel 1: Analisa Fungsi Pensil

Anda mungkin juga menyukai