0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan38 halaman

Rencana Kerja Gedung PMI Banggai Laut

Rencana Kerja dan Syarat (RKS) ini membahas perencanaan gedung kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banggai Laut. RKS ini menjelaskan syarat-syarat umum pelaksanaan proyek seperti peraturan teknis yang berlaku, pengawasan, organisasi pelaksanaan, rencana kerja, pembagian area konstruksi, tanggung jawab kontraktor, dan syarat-syarat bahan bangunan. Lokasi proyek berada di Desa Acean Kecam

Diunggah oleh

Erick Williams
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan38 halaman

Rencana Kerja Gedung PMI Banggai Laut

Rencana Kerja dan Syarat (RKS) ini membahas perencanaan gedung kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banggai Laut. RKS ini menjelaskan syarat-syarat umum pelaksanaan proyek seperti peraturan teknis yang berlaku, pengawasan, organisasi pelaksanaan, rencana kerja, pembagian area konstruksi, tanggung jawab kontraktor, dan syarat-syarat bahan bangunan. Lokasi proyek berada di Desa Acean Kecam

Diunggah oleh

Erick Williams
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN KERJA

DINAS PEKERJAAN UMUM DAN


PENATAAN RUANG
KABUPATEN BANGGAI LAUT

Pekerjaan :
PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA
(PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT

2019
RENCANA KERJA DAN SYARAT
(RKS)

SATUAN KERJA :
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
PEKERJAAN :
PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
LOKASI : DESA ACEAN KECAMATAN BANGGAI TENGAH
TAHUN ANGGARAN 2019

BAB I
SYARAT-SYARAT UMUM

PASAL 1
PERATURAN-PERATURAN TEKNIS UNTUK PELAKSANAAN

1. Untuk pelaksanaan pekerjaan ini digunakan ketentuan dan peraturan yang


sesuai dengan bidang pekerjaan seperti tercantum dibawah ini termasuk
segala perubahannya hingga kini ialah :
a) Peraturan-peraturan umum (Syarat Umum) disingkat S.U.
b) Peraturan Beton Indonesia disingkat PBI-NI-2/1971
c) Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia disingkat PKKI-NI-5/1961.
d) Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia 1983 disingkat PPBBI.
e) Peraturan Umum Instalasi Listrik disingkat PUIL 1987.
f) Pedoman Plumbing Indonesia, tahun 1979.
g) Peraturan Dinas Pemadam Kebakaran.
h) Peraturan yang ditetapkan oleh Perusahaan Umum Listrik Negara.
i) Peraturan yang ditetapkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
j) Peraturan yang ditetapkan oleh Perusahaan Umum Telekomunikasi.
k) Peraturan DEPNAKER ttg. Penggunaan Tenaga, Keselamatan dan
Kesehatan Kerja.
l) Persyaratan Umum dari Dewan Teknik Pembangunan Indonesia
disingkat DPPI 1980.
m) Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara oleh Dep.
Pekerjaan Umum.
n) Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983.
o) Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia untuk Gedung 1981
beserta Pedomannya.
p) Standard Industri Indonesia (SII).
q) Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia disingkat PUBI-1982.
r) Peraturan Cat Indonesia – N4.
s) Pedoman Sistem Instalasi Telepon / PABX dari Instansi yang
mengeluarkan.

2. Pemborong harus mengikuti dan melaksanakan semua ketentuan-


ketentuan dan peraturan-peraturan yang dinyatakan didalam butir 1 pada
Pasal ini, termasuk segala perubahannya hingga kini.

3. Jika ternyata pada rencana kerja dan syarat ini terdapat kelainan /
penyimpangan dari peraturan-peraturan sebagaimana dinyatakan
didalam butir 1 pada Pasal ini maka rencana kerja dan syarat yang
mengikat.

PASAL 2
PENGAWASAN
Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh Direksi
Lapangan. Setiap saat Direksi Lapangan harus dapat dengan mudah

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
mengawasi, memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan, bahan dan
peralatan. Pemborong harus mengadakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan :
1. Pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari pengawasan Direksi
menjadi tanggung jawab Pemborong. Pekerjaan tersebut jika diperlukan
harus segera dibongkar sebagian atau seluruhnya.
2. Jika Pemborong perlu melaksanakan pekerjaan di luar jam kerja, atau
melampaui jangka waktu yang ditetapkan dalam kontrak yang
memerlukan pengawasan pekerjaanoleh Direksi, maka segala biaya Direksi
menjadi beban Pemborong.
3. Wewenang dalam memberikan keputusan petugas Direksi adalah terbatas
pada hal yang jelas tercantum didalam gambar dan RKS dan risalah
pekerjaan. Penyimpangan haruslah seijin Pemilik.

PASAL 3
ORGANISASI PELAKSANAAN PEKERJAAN

1. Kontraktor harus menetapkan Organisasi Pelaksana Lapangan yang terdiri


dari personalia yang memiliki kemampuan dan pengalaman bidang
pelaksanaan konstruksi sesuai keahlian yang dibutuhkan.
2. Personalia Organisasi Lapangan Kontraktor, minimal terdiri dari :
a. Seorang penanggung jawab proyek, dalam hal ini adalah Direktur
Perusahaan atau Kuasanya yang menandatangani Kontrak dengan
pemilik.
b. Seorang Penanggungjawab Lapangan (Pelaksana Utama),
pengalaman minimal 5 (lima) tahun sebagai Site Manager.
c. Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
3. Penanggungjawab Lapangan, Tenaga Ahli dan Pelaksana lapangan harus
mendapat kuasa penuh dari Pemborong untuk bertindak atas namanya,
dan senantiasa harus ditempat pekerjaan.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
4. Dengan adanya Penanggungjawab lapangan, tidak berarti bahwa
Kontraktor lepas dari tanggung jawab sebagian maupun keseluruhan
terhadap kewajibannya.
5. Kontraktor wajib memberi tahu secara tertulis kepada Pemilik dan Direksi,
tentang Susunan Organisasi Pelaksanaan Lapangan untuk mendapatkan
persetujuan.
6. Bila kemudian hari mendapat Tim Pengelola Teknis dan Pengawas,
pelaksanaan kurang mampu atau tidak cakap memimpin pekerjaan, maka
akan diberitahukan kepada Kontraktor secara tertulis untuk mengganti
pelaksana.
Dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkan surat pemberitahuan,
Kontraktor harus sudah menunjuk pelaksana baru atau Kontraktor sendiri
(penanggung jawab/Direktur Perusahaan yang akan memimpin
pelaksanaan.
7. Tempat tinggal (domisili) Kontrak dan Pelaksanaan.
Untuk menjaga kemungkinan diperlukan kerja diluar jam kerja apabila
terjadi hal-hal mendesak, Kontraktor dan pelaksana wajib memberitahukan
secara tertulis, alamat dan nomor telepon dilokasi kepada Tim Pengelola
Teknis dan Pengawas.

PASAL 4
RENCANA KERJA

Pemborong harus membuat rencana pelaksanaan pekerjaan berupa Time


Schedule Kurva “ S “ selambat-lambatnya (satu) minggu setelah penunjukan,
disyahkan oleh pengawas dan diketahui oleh pemberi tugas. Pemborong
berkewajiban melaksanakan pekerjaan menurut rencana ini, hanya dengan
persetujuan Direksi harus tidak menyimpang dari rencana semula, maka
kerugian yang dideritanya adalah tanggung jawab Kontraktor.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
PASAL 5
PEMBAGIAN HALAMAN

Sebelum Pemborong memulai pelaksanaan pekerjaan maka Pemborong harus


terlebih dahulu merundingkan dengan Direksi mengenai pembagian halaman
pekerjaan, tempat penimbunan barang-barang, tempat mendirikan los-los
Direksi atau los kerja dan lain sebagainya agar pekerjaan dapat berjalan lancar.

PASAL 6
SYARAT – SYARAT DAN PEMERIKSAAN MATERIAL

1. Pemborong harus membuat los Direksi secukupnya, menggunakan bahan-


bahan sederhana, yang dapat dikunci dengan baik, dan dilengkapi
dengan peralatan sederhana.
2. Pemborong harus membuat ruangan-ruangan untuk menyimpan barang-
barang atau alat-alat lainnya, dan untuk kantor pelaksana.
3. Cara-cara menimbun bahan-bahan dilapangan maupun digudang harus
memenuhi syarat teknis dan dapat dipertanggung jawabkan.
4. Pemborong harus membuat papan proyek yang ukuran dan modelnya
ditentukan oleh Direksi

PASAL 7
TANGGUNG JAWAB PEMBORONG

Pemborong bertanggung jawab atas :


1. Ketelitian/kebenaran hasil pelaksanaan yang dilakukan oleh pelaksana
harus sesuai dengan rencana dan syarat-syarat serta gambar-gambar
pelaksanaan.
2. Pengangkutan bahan baku/personil dan lain-lainnya, yang diperlukan guna
pelaksanaan pekerjaan, serta diwajibkan menjaga atau mencegah
terjadinya pencemaran lingkungan yang dilakukan Pemborong selama
pembangunan gedung maupun masa pemeliharaan.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
3. Kesehatan/kesejahteraan/penginapan karyawan selama pelaksanaan
pekerjaan.
4. Kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
5. Keamanan/kerusakan dari equipment yang dipakai selama pelaksanaan
pekerjaan.
6. Penerangan pada tempat pelaksanaan pekerjaan.
7. Penjagaan keamanan lapangan pekerjaan.
8. Tidak diperkenankan :
a. Pekerja menginap di tempat pekerjaan kecuali dengan ijin Direksi
Lapangan.
b. Memasak di tempat bekerja kecuali ijin Direksi Lapangan.
c. Membawa masuk penjual makanan, buah, minuman, rokok dan
sebagainya ke tempat pekerjaan.
d. Keluar masuk dengan bebas.

PASAL 8
SYARAT-SYARAT DAN PEMERIKSAAN MATERIAL

1. Semua material yang didatangkan harus memenuhi syarat-syarat yang


ditentukan.
2. Pengawas berwenang menanyakan asal bahan dan Kontraktor wajib
memberitahukan.
3. Semua material yang akan digunakan harus diperiksakan dulu kepada
Pengawas untuk mendapat persetujuan.
4. Material yang telah didatangkan oleh Kontraktor di Lapangan Pekerjaan,
tetapi ditolak pemakaiannya oleh Pengawas, harus segera dikeluarkan dari
lapangan pekerjaan, selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) kali 24 jam
terhitung dari jam penolakan.
5. Pekerjaan atau bagian pekerjaan yang telah dilakukan oleh Kontraktor
tetapi ternyata ditolak Pengawas, harus segera dihentikan dan selanjutnya

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
dibongkar atas biaya Kontraktor dalam waktu yang ditetapkan oleh
Pengawas.
6. Apabila Pengawas merasa perlu meneliti suatu bahan lebih lanjut,
Pengawas berhak mengirimkan bahan tersebut kepada Balai Penelitian
Bahan-bahan (Laboratorium) yang terdekat untuk diteliti. Biaya pengiriman
dan penelitian menjadi tanggungan Kontraktor, apapun hasil penelitian
bahan tersebut.

PASAL 9
LAPORAN-LAPORAN

Pelaksana bekerja sama dengan konsultan pengawas diharuskan membuat


laporan harian, mingguan dan laporan bulanan dari pelaksanaan pekerjaan
dan penyerahan laporan tersebut kepada Direksi untuk dapat dipergunakan
sebagai dasar pengamatan/pemeriksaan pelaksanaan pekerjaan yang sedang
berjalan, secara berkesinambungan.

PASAL 10
DOKUMENTASI

Pemborong harus membuat dokumentasi pekerjaan berupa foto-foto berukuran


post card pada bagian-bagian pekerjaan yang penting sedapat mungkin
diusahakan dengan foto berwarna.
1. Sebelum pekerjaan dimulai prestasi 0% (nol porsen).
2. Saat penggalian pondasi dan pemasangan pondasi, tulangan beton dan
pengecoran.
3. Saat pemasangan besi dan pengecoran sloof pondasi, kolam, plat beton,
ring balk dan leuifel.
4. Saat pekerjaan dalam prestasi 35%, 55%, 75% dan 100%, dan permintaan
pembayaran angsuran.
5. Setelah masa pemeliharaan atau pada waktu pekerjaan diserah terimakan.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
6. Setelah pekerjaan berakhir, Kontraktor harus menyerahkan album foto
sebanyak 3 (tiga) set kepada Pemberi tugas, dimana 1 (satu) set untuk arsip
proyek 2 (dua) set untuk arsip pemberi tugas.
7. Untuk setiap pengajuan termijn Pemborong harus melampirkan foto
kemajuan pekerjaan sesuai Kontrak (diambil 1 titik bidik).

PASAL 11
RENCANA KERJA SERTA SYARAT-SYARAT GAMBAR KERJA

1. Peraturan dan syarat-syarat teknis pelaksanaan ini bersama dengan


gambar kerjanya digunakan sebagai pedoman dasar ketentuan dalam
melaksanakan pekerjaan ini.
2. Gambar-gambar detail merupakan bagian-bagian yang tidak terpisahkan
pada peraturan dan syarat-syarat teknis pelaksanaan.
3. Jika terdapat perbedaan antara gambar-gambar dengan hal diatas, maka
Pemborong menanyakan secara tertulis kepada Perencana/Direksi.
Pemborong diwajibkan mentaati keputusan Perencana/Direksi dalam hal
menyangkut masalah tersebut diatas.
4. Ukuran yang berlaku adalah ukuran yang dinyatakan dengan angka, yang
terdapat didalam gambar terbaru dengan skala terbesar, serta tidak
diperkenankan mengukur gambar berdasar skala gambar.
5. Jika terdapat kekurangan penjelasan dalam gambar kerja atau diperlukan
gambar tambahan/gambar detail maka Pemborong harus dapat membuat
gambar tersebut dan dibuat 3 (tiga) rangkap atas biaya Pemborong,
sebelum dilaksanakan harus mendapat ijin dari Direksi.

PASAL 12
PENJELASAN PERBEDAAN GAMBAR

Pemborong diwajibkan melaporkan setiap ada perbedaan ukuran diantara


gambar-gambar ;

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
1. Gambar kerja arsitektur dengan gambar struktur, maka yang dipakai
sebagai pegangan dalam ukuran fungsional adalah gambar arsitektur,
dalam jenis dan kualitas bahan/konstruksi bangunan adalah gambar
struktur.
2. Gambar kerja arsitektur dengan gambar mekanikal, maka dipakai sebagai
pegangan dalam ukuran fungsional adalah gambar arsitektur dalam hal
ukuran kualitas dan jenis bahan/konstruksi adalah gambar mekanikal,
demikian halnya dengan gambar kerja sanitair.
3. Gambar kerja arsitektur dengan gambar kerja elektrikal, maka dipakai
sebagai pegangan dalam ukuran fungsional, ialah gambar arsitektur dan
dalam hal ukuran kualitas dan jenis bahan adalah gambar elektrikal.
4. Tidak dibenarkan sama sekali bagi Pemborong memperbaiki sendiri
perbedaan-perbedaan tersebut diatas. Akibat-akibat dari kelalaian,
Pemborong hal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemborong.

PASAL 13
PEKERJAAN DIWAKTU MALAM

Pemborong harus meminta ijin kepada Pengawas/Direksi Pelaksana dalam hal


untuk melaksanakan pekerjaan atau bagian pekerjaan di malam hari.
Ijin akan diberikan kalau penerangan cukup atau memakai penerangan
PLN/Generator.

PASAL 14
IJIN-IJIN

Kontraktor harus memiliki ijin-ijin sesuai dengan bidangnya, sehubungan dengan


dilaksanakannya kontrak kerja yang dilaksanakan.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
PASAL 15
GAMBAR PELELANGAN

1. Gambar-gambar dimaksud sebagai gambar yang akan dilaksanakan dan


termasuk didalam kontrak.
2. Untuk dimensi atau detail yang lain, Kontraktor harus mengecek dan
menyesuaikan dengan gambar-gambar yang lain, baik sipil maupun
arsitektur.

PASAL 16
GAMBAR PELAKSANAAN

1. Kontraktor harus membuat gambar-gambar pelaksanaan pekerjaan di


lapangan (Shop Drawing). Gambar-gambar tersebut harus dibuat
berdasarkan gambar-gambar pelelangan dan penjelasan pekerjaan yang
diberikan.
2. Sebelum gambar-gambar pelaksanaan disetujui oleh pihak Direksi
Lapangan, Kontraktor tidak diperbolehkan memulai pekerjaan di lapangan.
3. Gambar-gambar pelaksanaan harus memenuhi syarat-syarat ditentukan
oleh Direksi Lapangan. Banyaknya gambar-gambar yang disampaikan
kepada pihak Direksi Lapangan harus sesuai dengan Kontrak.
4. Kontraktor harus memberikan waktu yang cukup kepada Direksi Lapangan
untuk meneliti gambar-gambar pelaksanaan.
5. Persetujuan terhadap gambar-gambar pelaksanaan bukan berarti
pemberian garansi terhadap dimensi-dimensi yang dibuat oleh Kontraktor,
dan tidak melepaskan tanggung jawab kontraktor terhadap pelaksanaan
pekerjaan.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
PASAL 17
GAMBAR SESUAI DENGAN INSTALASI

1. Sesudah pekerjaan instalasi selesai, kontraktor harus membuat dan


menyerahkan gambar-gambar yang sesuai dengan instalasinya.
2. Gambar-gambar tersebut harus memberikan informasi yang lengkap
mengenai instalasi secara keseluruhan untuk memudahkan pemeliharaan
dan operasi dari intalasi yang telah terpasang.
3. Gambar-gambar tersebut harus diserahkan kepada Direksi Lapangan untuk
dicek dan sesudah mendapat persetujuan barulah gambar-gambar
tersebut diserahkan kepada Pemberi tugas.
4. Banyaknya gambar yang harus diserahkan adalah sebagai berikut :
a. 3 (tiga) set gambar-gambar cetakan.
b. 1 (satu) set gambar-gambar yang bisa direproduksi (reproducible copy).

PASAL 18
INSTRUKSI UNTUK SISTEM INSTALASI

Sesudah pekerjaan instalasi selesai dan berjalan dengan baik, kontraktor


diharuskan menyediakan tenaga yang cakap, untuk memberi
pelajaran/planning pada operator-operator yang ditunjuk oleh pemberi tugas,
guna untuk pemeliharaannya.
Sesudah pekerjaan instalasi selesai, kontraktor diwajibkan pula menyerahkan
dokumen yang berisi cara operasi maupun cara pemeliharaan dari sistem
instalasi. Dokumen ini harus disetujui dahulu oleh Direksi Lapangan, sebelum
diserahkan kepada pemberi tugas. Banyaknya dokumen yang diserahkan
adalah 3 (tiga) set.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
PASAL 19
PEMELIHARAAN DAN MASA PEMELIHARAAN

1. Kontraktor diharuskan menyediakan tenaga yang cakap guna keperluan


pemeliharaan terhadap instalasi yang telah selesai dipasang dan termuat di
dalam kontrak, selama jangka waktu pemeliharaan, dihitung dari masa
penyerahan instalasi kepada pemberi tugas.
2. Kontraktor harus bersedia datang sewaktu-waktu jika terjadi permasalahan
atau kerusakan, serta memperbaiki kerusakan tersebut dengan segera.
Semua pekerjaan perbaikan tersebut harus menjadi tanggung jawab
Kontraktor kalau disebabkan kualitas pekerjaan maupun kualitas material
yang kurang baik.
3. Kontraktor harus mengadakan pengecekan berkala terhadap instalasi yang
telah berjalan dan membuat catatan-catatan yang perlu guna
pemeliharaan dari sistim instalasi tersebut.

PASAL 20
PEMERIKSAAN

1. Kontraktor harus mengadakan testing terhadap sistim yang telah selesai


dipasang, baik secara sebagian maupun secara keseluruhan, sesuai
dengan peraturan-peraturan yang berlaku atau yang ditentukan oleh
spesifikasi.
2. Kontraktor harus mengadakan pengecekan dimana pihak Direksi Lapangan
hadir dan pihak Direksi akan menentukan apakah testing yang dilakukan
cukup baik atau harus diulang kembali. Kontraktor harus menanggung
segala perongkosan yang timbul.
3. Jika sesuatu sistim instalasi yang termasuk dalam kontrak yang lain diadakan
pengetesan dan hal ini menyangkut pula pekerjaan dari salah satu
kontraktor, maka wakil-wakil dari kontraktor yang bersangkutan harus hadir

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
dan menyaksikan jalannya pengetesan tesebut dan kalau perlu
memberikan saran-saran.
4. Kontraktor harus memberikan hasil-hasil testing kepada Direksi Lapangan.
Hasil-hasil test akan dipakai untuk menentukan apakah sistim instalasi yang
telah dipasang berfungsi sebagaimana mestinya.
5. Kontraktor harus mengecat sistim instalasi yang dikerjakan, dimana
pengecatan tersebut diharuskan menurut peraturan dan standart yang
berlaku atau ditentukan oleh spesifikasi.

PASAL 21
PEMBERSIHAN

Kontraktor harus berusaha bahwa tempat bekerja selalu bersih dari sampah-
sampah. Pada waktu-waktu tertentu dan pada waktu pekerjaan telah selesai
kontraktor harus membuang sampah-sampah sebagai hasil pekerjaan, ke
tempat di luar proyek atau tempat yang telah ditunjuk oleh Direksi Lapangan.

PASAL 22
KERJA SAMA DENGAN KONTRAKTOR LAIN

Berhubung dengan adanya pekerjaan instalasi yang dikerjakan oleh beberapa


kontraktor, maka kontraktor-kontraktor harus bekerja sama guna pelaksanaan
dari pada sistim-sistim instalasi secara keseluruhan. Kontraktor utama harus
bertanggung jawab atas mutu bahan / hasil pelaksanaan pekerjaan secara
keseluruhan.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
PASAL 23
PERLINDUNGAN TERHADAP BARANG-BARANG DAN INSTALASI

1. Kontraktor harus melindungi semua barang-barang dan instalasi yang ada


terhadap kerusakan-kerusakan maupun terhadap pencurian yang mungkin
timbul.
2. Kontraktor harus bertanggung jawab terhadap barang-barang maupun
instalasi sampai diserahterimakan kepada pemberi tugas.

PASAL 24
BAHAN (MATERIAL) DAN MUTU PEKERJAAN

1. Semua barang-barang dan peralatan yang digunakan harus baru dan


memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
2. Jika barang-barang dan peralatan tidak ditentukan oleh spesifikasi, maka
barang-barang dan peralatan yang normal yang harus dipergunakan.
3. Guna menjaga mutu pekerjaan, kontraktor harus menyediakan pelaksana
lapangan yang cakap dan berada di lapangan setiap waktu dan
bertanggung jawab dari mutu pekerjaan tersebut.
4. Pengawasan terus-menerus terhadap pelaksana penyelesaian / perapihan,
harus dilakukan oleh tenaga-tenaga pemborong yang benar-benar ahli.

PASAL 25
LUBANG-LUBANG, LANDASAN PONDASI

Pekerjaan-pekerjaan pada pasal ini untuk sistim instalasi dan yang merupakan
bagian dari pada pekerjaan sipil secara keseluruhan termasuk dalam lingkup
pekerjaan pemborong.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
PASAL 26
PENJELASAN UMUM TENTANG TATA TERTIB PELAKSANAAN

1. Sebelum dimulai pelaksanaan, pemborong diwajibkan mempelajari dengan


saksama Gambar Kerja dan Rencana Kerja dan Syarat pelaksanaan serta
Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.
2. Pemborong wajib menyerahkan hasil pekerjaannya hingga selesai dan
lengkap yaitu (menyuruh membuat) memasang serta memesan maupun
penyediaan bahan-bahan bangunan, alat-alat kerja dan pengangkutan,
membayar upah kerja dan lain-lain yang bersangkutan dengan
pelaksanaan.
3. Setiap pekerjaan yang akan dimulai pelaksanaannya maupun yang sedang
dilaksanakan, pemborong diwajibkan berhubungan dengan Direksi
Lapangan / Pengawas, untuk ikut menyaksikan sejauh tidak ditentukan lain,
untuk mendapatkan pengesahan/persetujuannya,
4. Setiap usul perubahan dari pemborong ataupun persetujuan pengesahan
dari pengawas dianggap berlaku, sah serta mengikat jika dilakukan secara
tertulis.
5. Semua bahan yang akan dipergunakan untuk pelaksanaan pekerjaan
proyek ini harus benar-benar baru dan diteliti mengenai mutu, ukuran dan
lain-lain disesuaikan standard/peraturan-peraturan yang dipergunakan
didalam RKS ini.
Semua bahan-bahan tersebut di atas harus mendapatkan pengesahan/
persetujuan dari Pemilik Proyek / Pengawas sebelum akan dimulai
pelaksanaannya.
6. Ketelitian dan kerapihan kerja akan sangat dinilai (bobotnya tinggi) oleh
pengawas, terutama yang menyangkut pekerjaanpenyelesaian maupun
perapihan.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
PASAL 27
PEIL DAN PENGUKURAN

1. Pemborong wajib memberitahukan kepada Pengawas setiap kali suatu


bagian pekerjaan akan dimulai untuk dicek terlebih dahulu ketetapan peil-
peil dan ukuran-ukurannya.
2. Pemborong diwajibkan senantiasa mencocokkan ukuran-ukuran satu sama
lain dalam tiap pekerjaan, dan segera melaporkan secara tertulis kepada
Pengawas/setiap terdapat selisih/perbedaan-perbedaan ukuran, untuk
diberikan keputusan pembetulannya. Tidak dibenarkan pemborong
membetulkan sendiri kekeliruan tersebut, tanpa persetujuan Pengawas.
3. Pemborong bertanggung jawab penuh atas tepatnya pelaksanaan
pekerjaan menurut peil-peil dan ukuran-ukuran yang ditetapkan dalam
Gambar Kerja dan Syarat ini.
4. Mengingat setiap kesalahan selalu akan mempengaruhi bagian-bagian
pekerjaan selanjutnya, maka ketetapan peil dan ukuran tersebut mutlak
perlu diperhatikan sunguh-sungguh.
5. Kelalain pemborong dalam hal ini tidak akan ditolerir Direksi Lapangan dan
berhak untuk membongkar pekerjaan yang telah dilakukan tanpa
pemeriksaan dari Direksi Lapangan.

PASAL 28
PEMAKAIAN UKURAN

1. Pemborong tetap bertanggung jawab dalam menepati semua ketentuan


yang tercantum dalam rencana kerja dan syarat dan gambar kerja berikut
tambahan dan perubahannya.
2. Pemborong wajib memeriksa kebenaran dari ukuran-ukuran keseluruhan
maupun bagian-bagiannya dan memberitahukan Direksi Lapangan
tentang setiap perbedaan yang ditemukannya di dalam rencana kerja dan
syarat dan gambar kerja maupun dalam pelaksanaan, pemborong baru

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah
ada persetujuan tertulis dari Direksi Lapangan.
3. Pengambilan ukuran-ukuran yang keliru dalam pelaksanaan, didalam hal
apapun menjadi tanggung jawab pemborong. Oleh karena itu sebelumnya
kepadanya diwajibkan mengadakan pemeriksaan menyeluruh terhadap
semua gambar kerja yang ada.

PASAL 29
ALAT-ALAT KERJA DAN ALAT-ALAT BANTU

1. Pemborong harus menyediakan alat-alat yang diperlukan untuk


melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara sempurna dan efisien,
misalnya : Truk, steger/Scafolding, mesin las, vibrator dan alat-alat bantu
lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.
2. Pemborong harus menjaga ketertiban dan kelancaran perjalanan alat-alat
yang menggunakan jalanan umum agar tidak mengganggu lalu lintas.
3. Bila pekerjaan telah selesai, pemborong diwajibkan untuk segera
menyingkirkan alat-alat tersebut, serta memperbaiki kerusakan yang
diakibatkannya dan membersihkan bekas-bekasnya.
4. Disamping harus menyediakan alat-alat yang diperlukan, pemborong harus
menyediakan alat-alat Bantu sehingga dapat bekerja pada kondisi
apapun, seperti tenda-tenda untuk waktu bekerja pada hari hujan dan lain-
lain.

PASAL 30
PEMBANGKIT TENAGA DAN SUMBER AIR

1. Setiap pembangkit tenaga sementara untuk penerangan pekerjaan, harus


diadakan oleh pemborong, termasuk pemasangan sementara kabel-kabel,

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
meteran, upah dan tagihan serta pembersihannya kembali pada waktu
pekerjaan selesai, adalah beban pemborong.
2. Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan dan bila memungkinkan
didapat dari sumber air yang sudah ada dilokasi pekerjaan. Pemborong
harus memasang pipa-pipa untuk mengalirkan air dan membongkar
kembali bila pekerjaan sudah selesai. Biaya untuk mengadakan air kerja
tersebut adalah beban pemborong.
3. Pemborong tidak diperbolehkan menyambung menghisap air dari saluran
induk, lubang penyedot, reservoir dan sebagainya tanpa terlebih dahulu
mendapat ijin tertulis dari pemilik Proyek/Direksi Lapangan.

PASAL 31
IKLAN

Pemborong tidak diijinkan memasang iklan dalam bentuk apapun dilapangan


kerja atau ditanah yang berdekatan tanpa ijin dari Pemilik Proyek/ Direksi
Lapangan.

PASAL 32
JALAN MASUK DAN JALAN SEMENTARA

1. Pemakaian jalan masuk keempat pekerjaan menjadi tanggung jawab pihak


pemborong dan disesuaikan dengan kebutuhan proyek tersebut.
2. Pemborong diwajibkan membersihkan kembali jalan masuk pada waktu
penyelesaian, dan memperbaiki segala kerusakan yang diakibatkannya
dan menjadi beban pemborong.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
PASAL 33
PERLINDUNGAN TERHADAP BANGUNAN LAMA DAN MILIK UMUM

1. Selama masa pelaksanaan pekerjaan, pemborong bertanggung jawab


penuh atas segala kerusakan akibat operasi pelaksanaan pekerjaan
terhadap bangunan yang ada, utilitas, jalan, saluran dana lain-lain yang
ada di lingkungan pekerjaan.
2. Pemborong juga bertanggung jawab atas gangguan dan pemindahan
yang terjadi atas perlengkapan umum seperti saluran air, telephon, listrik
dan sebagainya yang disebabkan oleh operasi pemborong. Segala biaya
untuk pemasangan kembali beserta perbaikan-perbaikannya adalah
menjadi beban pemborong.

PASAL 34
KECELAKAAN DAN KESEHATAN

1. Kecelakaan-kecelakaan yang timbul selama pekerjaan berlangsung


menjadi beban pemborong .
2. Sehubungan dengan pasal ini ,pemborong diwajibkan menyediakan kotak
P3K terisi menurut kebutuhan, lengkap dengan seorang petugas yang telah
terlatih dalam soal-soal mengenai pertolongan pertama.
3. Terhadap Kecelakaan yang akan timbul akibat Bencana Alam, segala
biaya menjadi beban pemborong.
4. Kebakaran-kebakaran yang timbul, adalah tangung jawab pemborong.
5. Sehubungan dengan butir diatas pada pemborong diwajibkan menjadi alat
pemadam kebakaran jenis ABC (segala jenis api), pasir dalam bak kayu,
galah-galah secukupnya serta pemeliharaannya.
6. Pemborong diwajibkan memperhatikan kesehatan karyawan-karyawannya.
7. Sejauh tidak disebutkan dalam Rencana Kerja dan Syarat ini maka
Pemborong harus mengikuti semua ketentuan umum lainnya yang

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
dikeluarkan oleh Jawatan/Instansi Pemerintah C.Q. Undang-undang
kesehatan kerja dan lain sebagainya termasuk semua perubahan-
perubahan yang hingga kini tetap berlaku.

PASAL 35
PENGAMANAN LOKASI PEKERJAAN

Setelah Pemborong mengetahui batas-batas daerah kerja dan lain-lainnya,


sebagaimana diuraikan dalam pasal-pasal dimuka, maka pemborong
bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu yang ada didaerahnya ialah
mengenai :
1. Kerusakan-kerusakan yang timbul akibat kelalaian/kecerobohan yang
sengaja ataupun tidak.
2. Penggunaan sesuatu yang salah/keliru.
3. Kehilangan-kehilangan bagian alat-alat/bahan-bahan yang ada
didaerahnya.
4. Terhadap semua kejadian sebagaimana disebut diatas Pemborong harus
melaporkan kepada pemilik Proyek/Direksi Lapangan dalam waktu paling
lambat 24 jam untuk diusut dan diselesaikan persoalan lebih lanjut.
5. Untuk memcegah kejadian-kejadian tersebut diatas, Pemborong diharuskan
mengadakan pengamanan, antara lain : penjagaan, penerangan malam,
pemagaran sementara dan sebagainya.

PASAL 36
PEMERIKSAAN DAN PENYEDIAAN BAHAN

Bila dalam Rencana Kerja & Syarat- Syarat disebutkan nama dan pabrik
pembuatan dari suatu bahan& barang, untuk menunjukan Standard
mutu/kualitas bahan maka :

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
1. Setiap bahan dan barang yang akan digunakan harus disampaikan kepada
Direksi Lapangan, untuk mendapat persetujuan Pemilik Proyek .
2. Setiap usulan penggunaan nama dan pabrik dan pembuatan dari dari
suatu bahan dan barang harus mendapat rekomendasi dari Direksi
Lapangan berdasarkan petunjuk dalam Rencana Kerja dan Syarat serta
gambar kerja dan risalah penjelasan untuk selanjutnya usulan tersebut
diteruskan untuk mendapatkan persetujuan dari pemilik proyek.
3. Contoh bahwa dan barang yang akan digunakan dalam pekerjaan harus
segera disediakan atas biaya Pemborong, setelah disetujui oleh Pemilik
Proyek/Direksi Lapangan, maka bahan dan barang tersebut seperti diatas
yang akan dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan nanti.
4. Contoh bahan dan barang tersebut, disimpan oleh pemilik proyek/direksi
lapangan untuk dijadikan dasar penolakan bila ternyata bahan dan barang
yang dipakai tidak sesuai dengan contoh, baik kwalitas maupun sifatnya.
5. Dalam pengajuan harga penawaran, Pemborong harus sudah memasukkan
sejauh keperluan biaya untuk pengujian berbagai bahan & barang tanpa
mengingat jumlah tersebut Pemborong tetap bertanggung jawab pula atas
biaya pengujian bahan & barang yang tidak memenuhi syarat atas perintah
Pemilik Proyek / Direksi Lapangan.

PASAL 37
GAMBAR-GAMBAR YANG BERUBAH DARI RENCANA

1. Gambar kerja hanya dapat berubah dengan perintah tertulis Pemilik Proyek
berdasarkan pertimbangan dari Direksi Lapangan.
2. Perubahan rencana ini harus dibuat gambarnya yang sesuai dengan apa
yang diperintahkan oleh Pemilik Proyek, yang jelas memperlihatkan
perbedaan antara Gambar Kerja dan Gambar perubahan rancangan.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
3. Gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap 3 (tiga) berikut kalkirnya
(gambar asli) dan semua biaya pembuatannya ditanggung oleh
Pemborong.
4. Gambar perubahan yang disetujui oleh Pemilik Proyek/Direksi Lapangan
kemudian dilampirkan dalam Berita Acara Pekerjaan Tambah Kurang.

PASAL 38
PEMBONGKARAN OLEH PEMBORONG

1. Pembongkaran untuk bagian-bagian bangunan yang masih dapat


dipergunakan dilakukan dengan hati-hati dan menjadi milik pengguna
jasa.
2. Setiap kerusakan oleh pemborong tidak dibenarkan merusak bagian-
bagian bangunan yang sudah selesai dilaksanakan oleh pemborong
bidang lain (merusak bidang pekerjaan lainnya).
3. Bila kerusakan bagian bangunan tidak bisa dihindari maka pemborong
yang bersangkutan diwajibkan memperbaiki bagian yang rusak tersebut
seperti keadaan semula dinilai dan disetujui Pemilik Proyek / Direksi
Lapangan secara tertulis.

PASAL 39
PEMERIKSAAN PEKERJAAN

1. Sebelum memulai pekerjaan lanjutan kontraktor diwajibkan memintakan


persetujuan kepada Pengawas.
2. Bila permohonan pemeriksaan ini dalam waktu 2 x 24 jam, (dihitung dari jam
diterimanya surat permohonan pemeriksaan), tidak dipenuhi oleh Konsultan
Pengawas, kontraktor dapat meneruskan pekerjaannya dan bagian yang

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
seharusnya diperiksa dianggap telah disetujui Pengawas. Hal ini
dikecualikan bila Pengawas minta perpanjangan waktu.
3. Bila kontraktor melanggar ayat 1 pasal ini Pengawas berhak menyuruh
membongkar bagian pekerjaan sebagian atau seluruhnya untuk diperbaiki.
Biaya pembongkaran dan pemasangan kembali menjadi tanggungan
kontraktor.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
BAB II. SYARAT-SYARAT KHUSUS

PASAL 1
PENJELASAN PEKERJAAN

Pekerjaan yang dimaksud dalam rencana dan syarat-syarat terdiri dari :


 PEKERJAAN PERSIAPAN
 PEKERJAAN TANAH
 PEKERJAAN PONDASI
 PEKERJAAN BETON
 PEKERJAAN DINDING
 PEKERJAAN KUSEN, DAUN PINTU DAN JENDELA
 PEKERJAAN PLAFOND
 PEKERJAAN KERAMIK
 PEKERJAAN ATAP
 PEKERJAAN SANITASI
 PEKERJAAN LISTRIK

PASAL 2
PERATURAN TEKNIS KHUSUS UNTUK PELAKSANAAN
DISAMPING PERATURAN-PERATURAN TEKNIS

Pekerjaan harus diselesaikan menurut dan sesuai :


1. Peraturan dan syarat-syarat yang tercantum dalam rencana kerja dan
syarat-syarat ini.
2. Gambar-gambar bestek, detail konstruksi.
3. Perubahan-perubahan dan penambahan yang tercantum dalam Berita
Acara Aanwizing.
4. Gambar-gambar kerja yang dibuat oleh pemborong pada waktu
pekerjaan berlangsung dan telah mendapat persetujuan dari Direksi dan
Pimpinan Proyek.
5. Petunjuk-petunjuk dan keterangan yang diberikan Dirteksi pada waktu
pekerjaan berlangsung.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
PASAL 3
DASAR UKURAN TINGGI DAN UKURAN-UKURAN POKOK

1. Sebagai dasar peraturan tinggi lantai dasar 0,00 (titik duga) dipakai tinggi
lantai pada daerah bangunan yang akan dilaksanakan. Selanjutnya titik
ditentukan secara permanent, dan oleh pemborong diberi tanda dengan
noit beton yang kokoh dan baru boleh dibongkar setelah pekerjaan selesai
untuk penyerahan pertama.
2. Ukuran-ukuran pokok dan ukuran-ukuran detail tertera pada gambar bestek
dan detail. Pemborong hendaknya meneliti kembali ukuran-ukuran tersebut.
Jika ada perbedaan dan ketidakcocokan, pemborong
melapor/membicarakan dengan Pimpinan Proyek.

PASAL 4
PENGUKURAN DAN PAPAN BANGUNAN

1. Pemborong wajib meneliti ukuran-ukuran di lapangan dan melaporkan


segala sesuatu kepada Direksi.
2. Pasangan patok-patok untuk menentukan situasi harus dilakukan bersama
dan atas presetujuan direksi.
3. Segala pekerjaan pengukuran persiapan (Uitzet) adalah tanggungan
pemborong.
4. Pengukuran-pengukuran sudut siku, ketinggian peil, panjang dan lebar harus
menggunakan teropong, water pass, teodolit, prisma penyiku dan lain-lain.
Pengukuran siku dengan benang secara prinsip segitiga phytagoras hanya
dibolehkan pada bagian-bagian kecil dan tidak penting saja.
5. Ketidak cocokan yang mungkin ada dilapangan antara gambar dan
kenyataan harus segera dilaporkan kepada direksi.
a) Pekerjaan pemasangan bowplank adalah termasuk pekerjaan
pemborong dan harus dibuat dari kayu, tidak diperkenankan dari bambu.
b) Pekerjaan penggalian pondasi tidak boleh dimulai sebelum papan
bowplank dipasang, tinggi dasar (0,00), sumbu-sumbu dinding dan
sumbu-sumbu kolom ditetapkan dengan persetujuan direksi dan Pimpinan
proyek.

PASAL 5
PEKERJAAN TANAH

1. Galian tanah.
a. Seluruh daerah yang akan teletak dibawah lantai bangunan harus
dikupas lapisan humusnya, hasil kupasan dibuang ketempat yang
ditunjuk oleh direksi .

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
b. Galian tanah dilaksanakan untuk :
i. Mendapatkan peil yang sesuai dengan peil permukaan lantai yang
tertera dalam gambar.
ii. Konstruksi Pondasi
iii. Saluran air hujan
iv. Dan lain-lain
c. Jika terdapat air menggenang dalam galian pondasi harus dikeluarkan
sehingga pada waktu pemasangan pondasi galian pondasi dalam
keadaan kering.
d. Jika terdapat tempat yang gembur pada dasar galian pondasi, harus
digali dan ditimbun kembali dengan pasir urug, disiram air dan
dipadatkan.
e. Galian harus mencapai kedalaman seperti tercantum dalam gambar
bestek dan cukup lebar untuk bekerja dengan leluasa.
f. Galian tanah tidak boleh melebihi galian yang ditentukan dan bila hal ini
terjadi pengukuran kembali harus dilakukan dengan pasangan atau
beton tumbuk tanpa biaya tambahan dari pemberi tugas.
g. Khusus untuk galian pondasi sumuran disarankan menggunakan tenaga
manusia agar didapat galian yang terukur dan mencegah terjadinya
longsoran yang lebih besar. Sistim penggalian layaknya penggalian
sumur pada umumnya, tapi dengan diameter sesuai ukuran pada
gambar bestek.

2. Urugan tanah.
a. Untuk bagian-bagian diluar bangunan dilakukan pengurugan tanah
sampai mencapai tebal sesuai dengan ketentuan gambar. Urugan
tanah harus dilaksanakan pemadatan lapis demi lapis setebal
maksimum 20 cm setiap lapisannya.

b. Tanah humus tidak diperkenankan untuk mengurug. Tanah yang berasal


dari tanah galian yang tidak dapat dipakai untuk maksud-maksud
penambahan (penimbunan) harus dibuang/ ditimbun di tempat yang
ditentukan oleh direksi.
c. Urugan tanah harus dilaksanakan segera.

PASAL 6
URUGAN PASIR
1. Urugan Pasir dilaksanakan untuk:
a. Mengurug kembali galian yang ada di bawah lantai setebal 10 cm.
b. Mengurug bekas galian pondasi pada lapisan sejajar sloof beton.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
c. Tempat-tempat lain yang ditempatkan sebagai syarat teknis yang baik
dan sempurna.
2. Urugan Pasir dilaksanakan pada lapis demi lapis setebal 10 cm dan tiap lapis
ditumbuk serta diairi sampai padat sebelum lapis berikutnya dipasang.

PASAL 7
PEKERJAAN PONDASI
1. Pekerjaan pondasi harus berdasarkan pengukuran dan bouplank yang teliti,
sesuai dengan ukuran minimal dalam gambar.
2. Perubahan pada konstruksi pondasi diperbolehkan setelah mendapat
persetujuan dari Direksi.
3. Pondasi batu dasar :
a. Pondasi batu dasar dengan campuran 1 pc : 4 ps
b. Sebelum diurug diberap dengan campuran 1 pc : 4 ps
c. Batu dasar yang dipakai adalah batu pecah/belah jenis keras, batu
keropos, bulat, tipis/kecil dan batu karang tidak boleh dipakai.
[Link] antara pondasi batu dasar dengan sloff harus diberi anker besi
beton dengan jarak 1 meter atau sesuai gambar bestek.

PASAL 8
PEKERJAAN BETON BERTULANG

1. Bagian-bagian yang dibuat dari beton bertulang ialah yang tertera pada
gambar konstruksi serta bagian-bagian lain yang digambarkan pada
gambar konstruksi bertulang sloof dan meja berdasarkan :
a. Pelaksanaan pekerjaan berpedoman pada Peraturan Beton Indonesia
(PBI) N.1.2. dengan mutu beton K.225 dan mutu meja Beton U.24.
b. Diameter dan Jumlah Tulang setiap komponen sesuai tabel atau sesuai
gambar.
c. Untuk konstruksi ini disyaratkan memakai pasir campuran (pasir halus dan
kasar).
d. Masa pengeringan beton minimal 28 hari, namun terhadap bekisting
penahan sisi vertikal dapat dilapis 3 (tiga) hari sesudah pengecoran
atau menurut petunjuk direksi.
e. Pengecoran dapat dilakukan setelah pemasangan pembesian diperiksa
dan disetujui oleh direksi.
f. Setelah pengecoran, beton harus dibasahi dengan air minimal 2 (dua)
kali kali sehari selang 7 (tujuh) hari kalender.
g. Kualifikasi untuk bahan beton bertulang maupun tak bertulang
menggunakan:

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
- Agregat kerikil padat/keras, tanpa rongga, tidak berlumut/licin,
berat, tidak berkarang/bukan kerikil laut dan bebas dari segala
kotoran. Kerikil karang tidak boleh digunakan.
- Pasir kali/gunung yang padat padat keras yang bersih dari kotoran,
tidak diperkenankan memakai pasir laut.
- Semen yang mempunyai sertifikat dan produksi dalam negeri, merk :
Tiga Roda, Tonasa, Bosowa.
- Air yang bersih, bebas dari kotoran organic dan Lumpur.

PASAL 9
PEKERJAAN BETON TIDAK BERTULANG

Dengan campuran 1 pc : 3 psr : 5 krl dilakanakan untuk :


- Lantai kerja Pondasi Beton Bertulang dan Cor Lantai 1.
- Bagian yang tercantum dalam gambar kerja.
- Beton bertulang campuran 1 : 2 : 3 dibuat untuk neuth kolom besi  10..”
setinggi 10 s/d 15 cm.
- Lain-lain pekerjaan dimana dianggap perlu menurut syarat-syarat
pelaksanaan yang baik dan sempurna sesuai petunjuk direksi yagn
dianggap perlu.

PASAL 10
PEKERJAAN DINDING BETON

1. Bagian-bagian yang dibuat dari Beton ialah yang tertera pada gambar
konstruksi serta bagian-bagian lain yang digambarkan pada gambar
2. Untuk Dinding Beton menggunakan Batu Bata dengan ukuran standard dan
kualitas yang baik, tidak patah dan berwarna merah bata.
3. Untuk bahan perekat menggunakan campuran dengan perbandingan
semen dan pasir adalah 1 : 3 bagian untuk dinding traasram dan 1 : 5
bagian yang bukan traasram atau disesuaikan dengan gambar.

PASAL 11
PEKERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN

1. Untuk pekerjaan plesteran dinding biasa dipergunakan adukan 1 pc : 5 ps,


sedangkan untuk plesteran dinding trasraam 1 pc : 3 ps.
2. Untuk plesteran beton dipergunkan adukan 1 pc : 3 ps, permukaan beton
dikasarkan dulu dan disiram dengan air semen terlebih dahulu.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
3. Semua permukaan pasangan batu bata yang terpendam di dalam tanah
harus diplester kasar dengan adukan yang sama.
4. Semua pekerjaan plesteran dikerjakan dengan teknik sempurna, bidang-
bidangnya rata, tegak lurus/siku terhadap bidang lainnya.

PASAL 12
PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING KERAMIK

1. Seluruh lantai selain KM/WC menggunakan keramik ukuran 40 x 40 bercorak


setara KW2.
2. Untuk KM/WC menggunakan lantai 20 x 20 anti slip dan dinding 20 x 30.
3. Warna keramik dikonsultasikan dengan pihak pengawas dan direksi
lapangan.
4. Lantai harus dipasang rata kecuali kamar mandi harus dipasang miring
mengalir ke arah floordrain.
5. Nat keramik disesuaikan dengan warna keramik atau ditentukan kemudian
oleh pengawas atau direksi lapangan.

PASAL 13
PEKERJAAN PLAFOND

1. Rangka Plafond menggunakan rangka besi hollow galvanis 4 x 4 untuk


rangka utama dan 2 x 4 untuk rangka pembagi.
2. Penutup plafon dalam menggunakan papan Gypsum tebal 9 mm, dengan
sistim permukaan rata tanpa nat, dengan penutup nat menggunakan kain
kasa dan ditutup dengan compound khusus papan tersebut di atas.
3. Penutup plafon luar menggunakan papan Gypsum tebal 9 mm.

PASAL 14
PEKERJAAN ATAP DAN LISPLANK

1. Kuda-kuda atap , menggunakan rangka bajaringan merk Taso/Sumotrust


dan atau setaranya.
2. Penutup atap menggunakan bahan atap Spandek
3. Pekerjaan Lisplank
Pekerjaan lisplank menggunakan bahan Kayu dengan ukuran disesuaikan
dengan gambar bestek.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
PASAL 15
PEKERJAAN KUSEN , PINTU , DAN JENDELA

1. Pekerjaan Kosen , Pintu dan Jendela


a. Pekerjaan Kosen menggunakan bahan Alumunium warna Coklat 3”,
ukuran sesuai dengan kusen yang lama.
b. Daun pintu menggunakan rangka bahan Alumunium warna Coklat 3”,
Kaca 5 mm.
c. Daun Jendela kaca rangka Alumunium warna Coklat 3”sesuai dengan
existing yang ada.

PASAL 16
PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Pelaksanaan pekerjaan Instalasi berdasarkan:
a. Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia disingkat PUIL 1987.
b. Kualitas dan ukuran instalasi sesuai tabel atau sesuai gambar
c. Kabel NYM uk. 2 x 1,5 dan 3 x 2,5 merk setara Eterna.
d. Lampu TL untuk semua ruangan utara dan Downlight untuk KM/WC
e. Saklar Tunggal, Stop Kontak jumlah sesuai gambar.

PASAL 17
PEKERJAAN INSTALASI AIR BERSIH DAN KOTOR
1. Sistim Instalasi :
a. Sumber air bersih didistribusikan dari tandon air atas dengan
menggunakan tekanan gravitasi, sedangkan suplai air ke tandon
dengan bantuan pompa dorong.

b. Sistim pembuangan air kotor ditentukan dengan jalan :


- Air wastafel dan floor drain disalurkan ke sumur resapan.
- Kotoran dari WC/Urinoir/Toilet disalurkan dengan pipa-pipa menuju
septictank .
- Pipa kotoran PVC diameter 4” atau sesuai gambar
- Pipa air kotor dengan pipa PVC diameter 3” atau sesuai gambar
- Pemasangan pipa harus menggunakan perhitungan kemiringan
tertentu agar air dan kotoran berjalan lancar dan harus dilengkapi

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
pemasangan pipa udara sesuai gambar atau petunjuk dewan
direksi.

c. Insatalasi dalam
- Wastafel dipasang lengkap dengan keran assesories dan cermin
- Kloset jongkok, mata kran, perpipaan air bersih sesuai gambar.

PASAL 18
PEKERJAAN PENGECATAN

Cat dinding dan plafond yang digunakan adalah setara metrolite

PASAL 19
PEKERJAAN KUNCI DAN PENGGANTUNG

1. Jenis kunci yang digunakan setara SES


2. Engsel pintu utama menggunakan engsel pintu standar, sedangkan engsel
pintu kamar mandi menggunkan engsel biasa.
3.. Dan untuk assesories yang lain menyesuaikan dengan gambar dan
petunjuk dari direksi.

PASAL 20
PENJELASAN TENAGA, BAHAN DAN AMINISTRASI PELAKSANAAN

1. Tenaga Pelaksana Pekerjaan

a. Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor harus menunjuk


tenaga pelaksana pekerjaan di lapangan yang dituangkan dalam
bentuk struktur organisasi, yang bertanggung jawab dan
berwenang penuh dalam tugasnya, dengan persetujuan Pemimpin
Bagian Pelaksana Kegiatan Pengendalian Banjir.
b. Tenaga Pelaksana Pekerjaan harus mencakup minimal :
1. Pelaksana Utama 1 (satu) orang,
 Memiliki SKA Arsitektur,
 Ijasah S1 Arsitektur,
 Memiliki NPWP dan KTP.
 Pengalaman Min. 5 tahun (dilengkapi dengan CV dan Surat
Refferensi Kerja).

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
2. Pelaksana Lapangan 1 (satu) orang,
 Memiliki SKA Ahli Bangunan Gedung,
 Ijasah S1 Sipil/Arsitektur atau Ijasah DIII Teknik Sipil/Arsitek,
 NPWP dan KTP.
 Pengalaman Min. 5 tahun

3. Pelaksana Konstruksi 1 (satu) orang


 Memiliki SKT Pelaksana Bangunan Gedung/Pekerjaan
Gedung
 Ijasah Min STM/SMK
 Memiliki KTP
 Pengalaman Min. 3 Tahun

4. Petugas K3 Konstruksi (1 orang)


 Memiliki SKA K3 Konstruksi / Sertifikat SMK3,
 Ijasah S1/DIII/STM/SMK/SMA,
 Memiliki NPWP dan KTP.
 Pengalaman Min. 2 tahun

5. Tenaga Administrasi dan Keuangan (1 orang)


Memiliki Ijasah S1/DIII/SMK/SMA, KTP

c. Tenaga pelaksana pekerjaan wajib melaksanakan observasi sesuai


ruang lingkup pekerjaannya yang dipimpin pelaksana utama
yang bertanggung jawab terhadap:

1. Pelaksanaan pekerjaan dilapangan.


2. Kecocokan lokasi pekerjaan dengan gambar rencana, ukuran,
dimensi, sasaran dan fungsi.
3. Titik tetap yang digunakan untuk dasar pelaksanaan pekerjaan.
4. Kesalahan-kesalahan yang menurut Pelaksana Utama akan
mengakibatkan kerugian ataupun tidak tercapainya fungsi dan
sasaran konstruksi, dan harus melaporkan keadaan ini secara
tertulis kepada Direksi.

d. Tenaga Pelaksana Utama harus merupakan tenaga yang mampu


dan cukup berpengalaman terhadap bidang pekerjaan yang
dikerjakan dan setiap saat harus berada dilokasi pekerjaan.

e. Pelaksana Utama harus mematuhi segala perintah yang


disampaikan oleh Direksi atau pengawas lapangan baik secara
tertulis maupun tidak tertulis.

f. Pelaksana utama wajib memberikan tanggapan tertulis terhadap


segala instruksi yang ada dalam buku direksi.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
2. Bahan - Bahan

a. Batu
- Batu harus berasal dari batuan yang baik (Granit, andesit,
Basalt) dan tidak mengandung bidang retakan.
- Bidang permukaan batu harus bersih dari lumpur atau
kotoran-kotoran.
- Batu yang akan digunakan harus mendapat persetujuan
terlebih dahulu dari Direksi atau pengawas lapangan.

b. Pasir
- Untuk pekerjaan plesteran, pasir tidak banyak
mengandung butiran kasar.
- Pasir terdiri dari butiran tajam dan keras bersifat kekal
artinya tidak mudah pecah atau hancur oleh pengaruh
cuaca.
- Kandungan lumpur sangat kecil dan tidak tercampur
rumput-rumput, daun-daunan, ranting-ranting dan lain-
lain.
- Pasir yang digunakan tidak mengandung garam mineral
atau zat-zat organik lainnya.
- Pasir yang akan dipakai harus mendapat persetujuan dari
Direksi pekerjaan atau pengawas lapangan.

c. Sement Portland
- Semen yang digunakan adalah semen yang masih ada
dalam kantong plastik asli dari pabrik, dalam keadaan
utuh dan tidak membatu.
- Semen yang kantongnya terbuka atau pecah tidak dapat
diterima.
- penyimpanan semen harus dalam gudang yang beratap
seng, berdinding cukup rapat dandiberi lantai papan,
terlindung dari pengaruh cuaca.
- Lantai papan harus berada diatas tanah minimal 30 cm.
- Tinggi timbunan semen maximum 20 lapisan.
- Sebelum pemakaian maka semen harus diperiksa dan
disetujui oleh Direksi atau pengawas Lapangan.

d. Besi dan Baja Ringan

d.1. Besi Beton/Anker/Kawat Beton

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
- Tidak mengandung karat
- Permukaan harus utuh dan tidak boleh ada bekas
bengkokan.
- Harus sesuai dengan Standard Nasional yang
berlaku

d.2. Baja Ringan


- Rangka bajaringan merk Taso/Sumotrust dan atau
setaranya
- Kanal C 75/65, Reng 40/45.
- Harus sesuai dengan Standard Nasional yang
berlaku.

e. Kerikil/Batu Pecah
- Kerikil atau batu pecah harus bersih dari kandungan
tanah atau lumpur.
- Ukuran butir kerikil /batu pecah umumnya lebih besar dari
5 mm dan lebih kecil dari 70 mm dan komposisinya
bervariasi.
- Kerikil/batu pecah harus terdiri dari butir-butir yang keras
dan tidak berpori . Butir-butir kerikil/batu pecah harus
bersifat kekal artinya tidak pecah atau hancur akibat
pengaruh cuaca seperti terik matahari dan hujan.
- Kerikil/batu pecah tidak boleh mengandung zat-zat yang
dapat merusak beton, seperti garam.
- Seluruh kerikil/batu pecah yang masuk ke lokasi proyek
harus diperiksa dan disetujui oleh direksi atau pengawas
lapangan.
- Kontraktor diwajibkan mematuhi direksi atau pengawas
lapangan dalam pelaksanaan pemeriksaan bahan.

f. Air
- Air untuk pekerjaan adalah air tawar, bebas dari garam,
mineral dan lain-lain.
- Kontraktor wajib mengusahakan sendiri air untuk
pekerjaan dengan cara mendatangkan / membuat
sumber-sumber yang memenuhi syarat peraturan yang
berlaku didaerah setempat
- Air harus diambil dari sumber yang sudah mendapat
persetujuan dari Direksi

g. Sirtu
- Sirtu harus bebas dari kotoran-kotoran seperti akar-akar
pohon, barang pecah, sampah dan lain-lain

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
- Sirtu harus diambil dari sumber yang disetujui oleh Direksi
- Sebelum dipergunakan harus mendapat persetujuan
Direksi/Pengawas Lapangan.

3. Peralatan
a. Peralatan yang dipakai pada pekerjaan ini adalah :
- Water pass ( minimal 1 buah )
- Theodolite ( minimal 1 buah )
- Pompa Air ( minimal 1 buah )
- Dump truck ( minimal 1 Unit kapasitas 4 m3 )
- Mobil Pick Up (minimal 1 unit)
- Stamper (minimal 1 buah)
- Concrete Mixer / Beton Molen
- Concrete Vibrator
- Mesin Las
- Scaffolding
- Genset
- Peralatan Tukang.

b. Semua alat yang dipergunakan masih berada dalam kondisi


operasi yang baik.
c. Apabila alat mengalami kerusakan sementara pelaksanaan
pekerjaan, kontraktor berkewajiban memperbaiki atau
mengganti dengan alat lain dalam jangka waktu yang
ditentukan Direksi.
d. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan karena alat yang
tidak berfungsi, tidak menjadi alasan keterlambatan
pelaksanaan pekerjaan.
e. Alat yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya tidak dapat
digunakan.
f. Jika dalam pekerjaan menggunakan alat berat, maka
kontraktor berkewajiban melaporkan pemasukan alat berat
ini kepada pemerintah setempat.
g. Semua peralatan yang akan digunakan harus mendapat
persetujuan terlebih dahulu dari Direksi.
h. Penarikan / pengambilan peralatan yang digunakan untuk
pekerjaan, harus mendapat persetujuan tertulis terlebih
dahulu dari direksi.
i. Kontraktor dianggap melakukan kelalaian apabila seluruh
ketentuan di atas tidak dipenuhi.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
4. Administrasi

a. Kontraktor wajib membuat surat perjanjian pemborongan


lengkap dengan gambar bestek, perubahan kontrak
(Amandemen) lengkap dengan gambar perubahan.
b. Kontrakror wajib membuat laporan harian dan mingguan serta
laporan-laporan lainnya yang diperlukan atas petunjuk direksi.
c. Program Kerja
Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, kontraktor
bersama Direksi wajib menyiapkan :
- Rencana kegiatan pelaksanaan di lapangan (Barchart,
diagram, S-curve, dsb).
- Rencana waktu pengadaan bahan serta peralatan sesuai
jumlah yang diperlukan.
- Rencana waktu pengerahan tenaga sesuai kebutuhan dan
sifat pekerjaan.
- Rencana Pelaksanaan (Time Schedule) harus disetujui
bersama antara pihak Kontraktor dan pihak Proyek, yang
bersifat mengikat dan menjadi bagian dari Kontrak.
- Penggalangan hubungan dialogis dengan masyarakat dan
pemerintah setempat untuk mendapat dukungan dalam
pelaksanaan pekerjaan.

5. Pengawasan / Penjagaan
Tugas pokok direksi adalah mengawasi dan memberikan
pengarahan kepada kontraktor agar pekerjaan diselesaikan tepat
waktunya dan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam
gambar bestek.
Dalam pelaksanaan pekerjaan kontraktor diwajibkan menjaga
keamanan dan katertiban demi lancarnya pekerjaan.

6. Dokumentasi.

- Kontraktor harus membuat dan menyerahkan kepada pihak


proyek foto-foto dokumentasi meliputi sebelum pelaksanaan,
sementara pelaksanaan dan selesai pelaksanaan untuk
setiap item pekerjaan yang dipandang perlu (sesuai petunjuk
direksi)
- Foto-foto tersebut dimasukan dalam album yang bentuknya
ditetapkan kemudian dengan jumlah 2 (dua) album,
dilengkapi dengan Softcopy sebanyak 1 (satu) buah
CD/flashdisc.

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT
PASAL 21
PERATURAN PENUTUP

1. Jika dalam rencana kerja dan syarat-syarat ini tidak disebut perkataan
”yang dilever pemborong” atau ”yang dipasang pemborong” maka harus
dianggap bahwa perkataan ini sudah tercantum, apabila pekerjaan ini
tidak diterangkan sebaliknya.

2. Kalau dianggap perlu pemborong diwajibkan membuat gambar-gambar


revisi pada gambar-gambar bestek dan gambar detail yang telah
dilaksanakan, gambar dibuat dalam rangkap 2 (dua) diserahkan kepada
Direksi dan Pimpro pada waktu penyerahan pertama, satu kopi dari
gambar tersebut diserahkan kepada perencana pada waktu yang sama.

3. Jika dalam RKS ini belum tercakup beberapa jenis pekerjaan atau
persyaratan lainnya, maka hal tersebut akan diatur dalam addendum RKS
ini dan Berita acara Penjelasan Pekerjaan.

4. Demikian penjelasan RKS Pekerjaan Pembangunan / Penambahan


Ruangan Puskesmas Pembantu Tumumpa II.

Dibuat Oleh :
Disahkan Oleh : KONSULTAN PERENCANA
Pengguna Anggaran CV. RANCANG TEKNIK KONSULTAN

JULIA JOHANNA RUMENSER


[Link], SE, [Link] Direktur
NIP. 19651231 199103 1 089

RENCANA KERJA & SYARAT


PERENCANAAN GEDUNG KANTOR PALANG MERAH INDONESIA (PMI)
KABUPATEN BANGGAI LAUT

Anda mungkin juga menyukai