0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan16 halaman

Jenis dan Ciri-Ciri Lalat

Bab ini membahas tentang tinjauan pustaka mengenai lalat, termasuk pengertian lalat, siklus hidupnya (telur, larva, pupa, dewasa), tata hidupnya (tempat perkembangbiakan, terbang, makan, istirahat), faktor yang mempengaruhinya (suhu, kelembaban, angin, warna), dan penyakit yang dapat ditularkan oleh lalat seperti disentri dan diare.

Diunggah oleh

Anjasmoro Abd Samad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan16 halaman

Jenis dan Ciri-Ciri Lalat

Bab ini membahas tentang tinjauan pustaka mengenai lalat, termasuk pengertian lalat, siklus hidupnya (telur, larva, pupa, dewasa), tata hidupnya (tempat perkembangbiakan, terbang, makan, istirahat), faktor yang mempengaruhinya (suhu, kelembaban, angin, warna), dan penyakit yang dapat ditularkan oleh lalat seperti disentri dan diare.

Diunggah oleh

Anjasmoro Abd Samad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

7

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Lalat

Lalat merupakan salah satu Insecta yang termasuk dalam Ordo diptera,

yaitu insecta yang mempunyai sepasang sayap berbentuk membran. Pada saat ini

telah ditemukan tidak kurang dari 60.000 sampai 100.000 spesies lalat. Namun

tidak semua spesies lalat diatas perlu diawasi, karena beberapa diantaranya tidak

berbahaya bagi manusia jika di tinjau dari segi kesehatan.

Gambar 2.1 Lalat


(Sumber: [Link], 2013)

Beberapa spesies yang penting dari sudut kesehatan yaitu : lalat rumah

(Musca domestica), lalat kandang (Stomoxys celeitrans), lalat hijau (Phenisia),

lalat daging (Sarcophaga), dan lalat kecil (Fannia), (Azwar, 1995). Untuk

mengenal lalat dalam arti sesungguhnya dapat dilakukan dengan identifikasi atau

memperhatikan salah satu dari morfologinya, misalnya seperti lalat rumah (Musca

domestica) dengan ciri-ciri yaitu tubuh tumpul, warna kelabu atau coklat kehitam-

hitaman, garis ke 4 sayap berbentuk sudut, thorax berwarna gelap dengan 4 garis

hitam (WHO,1972).
8

Pada prinsipnya bahwa morfologi dan susunan tubuh dari lalat sesuai

dengan ciri umum Phylum Anthropoda. Tubuhnya terdiri dari 3 bagian utama

yaitu kepala (Head), Thorax, dan Abdomen. Ketiga bagian tubuhmempunyai

batas-batas yang jelas yang memisahkan bagian yang satu dan bagian lainnya.

Lalat disebut juga serangga yang termasuk dalam kelas Hexapoda yang ciri-

cirinya mempunyai 6 kaki (Hexa = 6) dan poda = kaki), (WHO,1972).

2.2 Siklus Hidup Lalat

Gambar 2.2 Siklus Hidup lalat


(Sumber: [Link], 2008)

Lalat merupakan insekta yang mengalami metamorfosa sempurna, dimana

selama hidupnya mempunyai stadium yaitu : telur, larva, kepompong dan stadium

dewasa. Lalat betina umumnya telah menghasilkan telur pada usia 4-8 hari,

setelah keluar dari pupa. Telur dikeluarkan lalat betina sekaligus sebanyak 150-

200 butir. Selama hidupnya lalat betina bertelur 5-6 kali (Depkes RI, 1991).
9

2.2.1 Stadium Telur

Dalam bertelur, biasanya lalat meletakan telurnya pada bahan-bahan

organik yang lembab. Pada tempat yang tidak langsung kena sinar matahari. Telur

lalat berwarna putih lonjong dengan ukuran 1-2 mm dan biasanya menetas setelah

8-30 jam, tergantung dari suhu sekitarnya.

Gambar 2.3 Telur lalat


(Sumber: [Link], 2013)

2.2.2 Stadium Larva

Pada stadium larva ini mempunyai tiga tingkatan yaitu :

a. Tingkat 1 : Telur yang baru menetas, disebut instar I, berwarna putih

berukuran panjang 2 mm, tidak bermata dan berkaki amat aktif dan ganas

terhadap makanan.

b. Tingkat 2 : Setelah 1-4 hari melepas kulit, keluar instar II, ukurannya besar

dua kali dari instar I, setelah 1 sampai beberapa dari kulit mengelupas keluar

instar III

c. Tingkat 3 : Larva berukuran 8 mm atau lebih, tingkat ini memakan waktu 2-8

hari tergantung kelembaban. Pada tingkat III, larva mencari tempat dengan
10

temperature yang disenangi untuk berubah menjadi kepompong. Temperature

yang disukai antara 30-350C.

Gambar 2.4 Larva lalat


(Sumber: [Link], 2013)

2.2.3 Stadium Pupa/Kepompong

Pada masa ini, jaringan larva berubah menjadi jaringan tubuh dewasa.

Stadium ini berlangsung 2-8 hari, temperature yang disukai ±350C, stadium ini

tidak bergerak, mempunyai selaput luar yang keras disebut Chitine dan pada

jaringan spiracle yang berguna untuk menentukan jenisnya.

Gambar 2.5 Pupa lalat


(Sumber: [Link], 2013)
11

2.2.4 Stadium Dewasa

Stadium ini merupakan stadium terakhir yang sudah berwujud serangga

yaitu lalat. Proses pematangan menjadi lalat dewasa kurang lebih 15 jam dan

setelah itu siap untuk mengadakan perkawinan. Seluruh waktu yang diperlukan 8-

20 hari, tergantung pada suhu ditempat, kelembaban dan makanan yang tersedia.

2.3 Tata Hidup Lalat

Banyak faktor yang mempengaruhi kehidupan lalat dalam melakukan

aktifitasnya seperti faktor iklim/musim, tempat, faktor makanan dan faktor

lainnya (Depkes RI, 1991).

2.3.1 Tempat perkembang biakan/perindukan

Tempat yang disenangi adalah tempat basah, bahan-bahan organik, tinja,

sampah basah, kotoran binatang, tumbuh-tumbuhan busuk, kotoran yang

menumpuk secara kumulatif, (dikandang hewan) sangat disenangi sebagai tempat

perindukn lalat. Kapasitas reproduksi lalat yaitu satu ons kotoran ternak yang

diambil beberapa inci dibawah permukaan tanah berisi 868 pupa lalat, dari 1/6

kaki kubik medium kotoran manusia yang dipendam menghasilkan 4,042 lalat,

bila gonotropic cycle 10 hari dari tiap ekor betina, bertelur 120 butir, setelah 5

bulan akan dihasilkan lalat 5,592,720 ekor lalat (Depkes RI, 1991).

2.3.2 Jarak Terbang

Jarak terbang sangat tergantung pada adanya makanan yang tersedia, rata-

rata 6-9 km, kadang-kadang dapat mencapai 19-20 km dari tempat perindukan

(Depkes RI, 1991).


12

2.3.3 Kebiasaan Makan

Lalat dewasa sangat aktif sepanjang hari, dari makanan satu ke makanan

lainnya. Lalat sangat tertarik oleh makanan yang dimakan oleh manusia sehari-

hari seperti gula, susu, dan makanan lainnya, kotoran manusia, serta darah.

Protein diperlukan untuk pematangan telur, sehubungan dengan bentuk mulutnya,

lalat hanya makan dalam berbentuk cair atau makanan yang basah, sedang

makanan yang kering dibasahi oleh ludahnya terlebih dahulu baru dihisap. Air

merupakan hal yang penting dalam kehidupan lalat dewasa. Tanpa air lalat hanya

bisa hidup tidak lebih dari 48 jam. Pada waktu hinggap lalat mengeluarkan ludah

dan feses. Timbunan dari ludah dan faeces ini membentuk titik-titik hitam dimana

ini adalah hal yang sangat penting untuk mengenal tempat istirahat lalat (Depkes

RI, 1991).

2.3.4 Tempat Istirahat

Lalat beristirahat pada tempat terntentu. Pada siang hari bila lalat tidak

makan maka mereka akan beristirahat pada lantai, dinding, langit-langit, jemuran

pakaian, rumput-rumput. Kawat listrik dan lain-lain serta sangat disukai tempat-

tempat dengan tepian tajam yang permukaannya vertikal. Biasanya tempat

istirahat ini terletak berdekatan dengan tempat makanannya atau tempat

perkembangbiakannya dan biasa yang terlindung dari angin. Di dalam rumah lalat

istirahat pada kawat listrik, langit-langit, dan lain-lain. Lalat tidak aktif pada

malam hari tempat istirahat tersebut biasanya tidak lebih dari 4,5 meter di atas

permukaan tanah (Depkes RI, 1991).


13

2.3.5 Lama Hidup

Lama kehidupan lalat sangat tergantung pada makanan, air, dan

temperature. Lalat dewasa hidup 2-4 minggu pada musim panas dan lebih lama

pada musim dingin bisa mencapai 70 hari, mereka paling aktif pada suhu 32,5°C

dan akan mati pada suhu 45°C. Mereka melampaui musim dingin (over

wintering) sebagai lalat dewasa, dan berkembang biak di tempat-tempat yang

relatif terlindung seperti kandang ternak dan gudang-gudang (Depkes RI, 1991)..

2.3.6 Temperature

Lalat tidak dapat berkembangbiak pada suhu diatas 350C (Depkes RI,

2008). Hubungan kepadatan dan aktivitas lalat dengan temperature udara menurut

Rozendaal (1997) disebutkan bahwa kepadatan lalat dipengaruhi oleh temperatur

udara. Kepadatan tertinggi terjadi pada temperatur 200C - 250C, dan berkurang

pada temperatur di atas atau di bawah rentang tersebut. Lalat tidak terdeteksi pada

suhu udara di bawah 100C atau di atas 450C. Kelembaban erat hubungannya

dengan temperature setempat. Bila temperature rendah maka kelembaban akan

semakin tinggi, dalam hal ini kelembaban yang disukai lalat adalah kelembaban

60%rH (Depkes RI, 1991).

2.3.7 Warna

Lalat merupakan serangga yang bersifat fototropik yaitu menyukai cahaya.

Lalat menyukai warna yang terang seperti putih dan kuning, lalat juga takut pada

warna biru. Pada malam hari tidak aktif, namun dapat aktif dengan adanya sinar

buatan, Azwar. 1995.


14

Menurut Rozendaal (dalam Sayono dkk, 2005) menyatakan bahwa: “kepadatan

dan penyebaran lalat sangat dipengaruhi oleh reaksi terhadap cahaya, suhu dan

kelembaban udara, serta warna dan tekstur permukaan tempat”.

2.3.8 Kecepatan angin

Lalat sangat aktif mencari makanan pada angin yang tenang tetapi lalat

dewasa akan mengurangi aktifitasnya pada angin kencang. Angin juga akan

mempengaruhi istirahat lalat, lalat akan menghindarkan diri dari tempat-tempat

angin kencang. Menurut Sir francis beaufort kecepatan angin dikatakan tenang

yaitu 0-1,5 km/jam dan angin kencang antara 5-61 km/jam. (Depkes RI 1991)

2.4 Lalat sebagai vektor penyakit

Menurut Rudianto (2002), penyakit yang dapat ditularkan oleh lalat antara

lain:

1. Dysentri, penyebaran bibit penyakit yang dibawa oleh lalat rumah yang

berasal dari sampah, kotoran manusia atau hewan terutama melalui bulu-bulu

badannya, kaki dan bagian tubuh yang lain dari lalat dan bila lalat hinggap ke

makanan manusia maka kotoran tersebut akan mencemari makanan yang akan

dimakan oleh manusia.

2. Diare, cara penyebarannya sama dengan dysentri dengan gejala sakit pada

bagian perut, lemas dan pecernaan terganggu.

3. Typhoid, cara penyebaran sama dengan dysentri, gangguan pada usus, sakit

pada perut, sakit kepala, diare disertai darah dan demam tinggi.

4. Cholera, penyebarannya sama dengan dysentri dengan gejala muntah-muntah,

demam, dehidrasi.
15

Lalat banyak jenisnya tetapi paling banyak merugikan manusia adalah jenis

lalat rumah (Musca domestica), lalat hijau (Lucilia seritica), lalat biru (Calliphora

vomituria) dan lalat latirine (Fannia canicularis).

2.5 Pengendalian lalat

Pengendalian adalah upaya–upaya yang dapat dilakukan untuk menekan

jumlah kepadatan populasi dari lalat.

Pengendalian yang dapat dilakukan adalah:

2.5.1 Kontrol sanitasi lingkungan

Menjaga kebersihan secara umum, menempatkan sampah pada container

yang tertutup rapat sebelum sampah diangkut dan dibuang ke TPA (tempat

pembuangan akhir), mengadakan TPS sampah yang dilengkapi dengan penutup,

menggunakan kakus yang saniter (water sealed latrine).

2.5.2 Kontrol biologi

Parasit lalat biasanya membunuh lalat pada saat fase larva dan pupa.

Spalangia nigroaenea merupakan sejenis tawon (lebah penyengat) yang menjadi

parasit bagi pupa lalat. Mekanismenya ialah tawon dewasa bertelur pada pupa

lalat, yaitu dibagian puparium (selubung pupa) dan perkembangan dari telur

tawon memangsa pupa lalat (pupa lalat mati).

Selain tawon, tungau (Macrochelis muscaedomesticae dan Fuscuropoda

vegetans) dan kumbang (Carnicops pumilio, Gnathoncus nanus) juga merupakan

“lawan” lalat.
16

Aplikasi dari teknik pengendalian lalat ini memerlukan suatu manajemen

yang relatif sulit. Siklus hidup hewan pemangsa lalat tersebut juga relatif lebih

lama. Selain itu, hewan pemangsa lalat ini dapat juga menjadi agen penularan

penyakit. Meskipun demikian, keseimbangan ekosistem akan tetap terjaga,

terlebih lagi keberadaan lalat di kandang juga membantu dalam proses

dekomposisi (penguraian) faeces atau sampah organik lainnya sehingga baik jika

digunakan sebagai pupuk kompos.

2.5.3 Kontrol mekanik

Teknik pengendalian lalat ini relatif banyak diaplikasikan oleh masyarakat

pada umumnya. Di pasaran, juga telah banyak dijual perangkat alat untuk

membasmi lalat, biasanya disebut sebagai perangkap lalat. Perangkap tersebut

bekerja secara elektrikal (aliran arus listrik) dan dilengkapi dengan bahan yang

dapat menarik perhatian lalat untuk mendekat. Perangkap lalat seringkali

diletakkan di tengah kandang. Di tempat penyimpanan telur sebaiknya juga

diletakkan perangkap lalat ini.

Lalat tidak akan bergerak atau terbang melawan arus atau arah angin. Oleh

karenanya tempatkan fan atau kipas angin dengan arah aliran angin keluar

kandang atau ke arah pintu kandang. Penggunaan plastik yang berisi air (biasanya

di warung makan) juga bisa digunakan untuk mengusir lalat meskipun mekanisme

kerjanya belum diketahui. Teknik pengendalian lalat ini (kontrol mekanik) relatif

kurang efektif untuk diaplikasikan jika populasi lalat banyak.


17

2.5.4 Kontrol kimiawi

Cyromazine merupakan zat aktif yang digunakan untuk membunuh larva

lalat sedangkan azamethipos dan cypermethrin merupakan zat aktif yang bekerja

membunuh lalat dewasa. Penggunaan cyromazine untuk membasmi lalat dewasa

tidak akan memberikan hasil yang optimal (lalat dewasa tidak bisa mati) dan

begitu juga sebaliknya (pemberian cypermethrin tidak akan bisa membunuh larva

lalat).

2.6 Pengukuran kepadatan lalat

Untuk mengetahui angka kepadatan lalat disuatu wilayah dilakukan

dengan cara mengukur angka kepadatan lalat. Pengukuran populasi lalat

hendaknya dilakukan pada:

1. Setiap kali dilakukan pengendalian lalat (sebelum dan sesudah)

2. Memonitoring secara berkala, yang dilakukan sedikitnya 3 bulan sekali

Menurut Depkes 1991 bahwa fly grill dapat dibuat dari bilah-bilah kayu

yang lebarnya 2 cm dan tebalnya 1 cm dengan panjang masing-masing 80 cm

sebanyak 16-24 dan dicat. Fly grill dipakai untuk mengukur tingkat kepadatan

lalat dengan cara meletakan fly grill ditempat yang akan diukur kepadatan

lalatnya, hitung jumlah lalat yang hinggap selama 30 detik. Selanjutnya mundur 1

m dari daerah awal, lalu melakukan perhitungan seperti awal. Setelah 10 kali

perhitungan diambil jumlah lalat terbanyak dan 5 perhitungan tertinggi di buat

rata-ratanya.
18

Pembuatan fly grill yang dilakukan peneliti dalam menghadirkan alat

adalah dibuat dengan cara yang sama seperti yang terurai diatas. Namun kali ini

peneliti lebih menambahkan pada proses pengecetan atau pemberian warna.

Setelah alat telah terangkai dengan baik maka peneliti akan membuat fly grill

yang baru lagi hingga jumlahnya sesuai yang dibutuhkan peneliti. Fly grill yang

telah terangkai rapi akan dicat dengan cat warna. Jumlah cat warna yang

digunakan sesuai dengan jumlah fly grill yang telah berhasil dirangkai agar

masing-masing fly grill akan dicat dengan warna yang berbeda. Adapun ilustrasi

bentuk fly grill yang dapat dilihat pada gambar 2.6.

Gambar 2.6 Fly grill


(Sumber: Depkes RI, 1991)

Menurut Depkes (2000) lokasi pengukuran kepadatan lalat adalah yang

berdekatan dengan kehidupan/kegiatan manusia karena berhubungan dengan

kesehatan manusia, antara lain:

1. Pemukiman penduduk.

Untuk penentuan lokasi pengukuran di pemukiman penduduk, dapat

ditentukan secara random sampling. Sampel dapat didasarkan pada : Perbedaan

tingkat hunian, misalnya pada rumah-rumah yang sudah teratur (kompleks, BTN,

real estate dan lain-lain), rumah-rumah di daerah kumuh/padat dan sebagainya.

Area, misalnya dibagi menurut RT, RW, dan sebagainya.


19

2. Tempat-tempat umum

Tempat-tempat umum seperti pasar, terminal, rumah makan/warung-

warung makanan, hotel, dan sebagainya. Pengukuran populasi lalat dapat

dilakukan pada:

a. Sekitar tempat pengumpulan sampah pasar

b. Tempat penjualan daging, ikan, beras, gula dan sebagainya.

c. Tempat penjualan makanan yang telah masak

3. Terminal, pengukuran dilakukan pada:

a. Sekitar tempat pengumpulan sampah di terminal.

b. Tempat-tempat yang berdekatan dengan penjualan makanan/minuman.

4. Hotel/losmen, restaurant, dan rumah makan.

Menurut Depkes RI (2000), pengukuran kepadatan lalat dilakukan pada

bagian-bagian: dapur, ruang makan, lokasi sekitar tempat pembuangan sementara

(TPS) dan tempat pembuangan akhir sampah yang berdekatan dengan

pemukiman. Lokasi pengukuran ditetapkan pada jarak-jarak tertentu dengan

rumah penduduk terdekat pada jarak 10 meter, 20 meter, 30 meter, 40 meter, 50

meter, 100 meter, 200 meter, dan seterusnya. Interpretasi hasil pengukuran indeks

populasi lalat pada setiap lokasi (block grill) sebagai berikut:

a. 0 – 2 : Rendah atau tidak menjadi masalah Sedang dan

b. 3 – 5 : perlu dilakukan pengamanan terhadap tempat-tempat

berkembangbiakan lalat (tumpukan sampah, kotoran

hewan dan lain-lain)

c. 6 – 20 : Tinggi/padat dan perlu pengamanan terhadap


20

tempat-tempat perkembangbiakan lalat dan bila

mungkin direncanakan upaya pengendaliannya.

d. >21 : Sangat tinggi/sangat padat dan perlu dilakukan

Pengamanan terhadap tempat-tempat perkembang-

biakan lalat dan tindakan pengendalian lalat.

2.7 Pasar

2.7.1 Pengertian pasar

Pengertian pasar dalam arti sempit adalah tempat bertemunya calon

penjual dan calon pembeli barang dan jasa. Sedangkan dalam arti luas Pasar

adalah tempat bertemunya permintaan dan penawaran. Pasar adalah salah satu dari

berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana

usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan

uang.

2.7.2 Jenis-Jenis Pasar

Pada dasarnya pasar dibagi dalam beberapa golongan yaitu sebagai berikut:

1. Berdasarkan Wujudnya

Menurut wujudnya pasar dibedakan menjadi pasar konkret dan pasar abstrak

a. Pasar Konkret (pasar nyata) merupakan pasar yang menunjukkan suatu

tempat terjadinya hubungan secar langsung (tatap muka) antara pembeli

dan penjual. Barang yang diperjual belikan pun berada di tempat tersebut.

Misalnya pasar-pasar tradisional dan swalayan.


21

b. Pasar Abstrak (tidak nyata) merupakan pasar yang menunjukkan hubungan

antara penjual dan pembeli, baik secara langsung maupun tidak langsung,

barangnya tidak secara langsung dapat diperoleh pembeli. Misalnya, pasar

modal di bursa efek indonesia.

2. Berdasarkan Waktu Terjadinya

Menurut waktu terjadinya pasar dibedakan menjadi pasar harian, pasar

mingguan, pasar bulanan, pasar tahunan, dan pasar temporer.

a. Pasar harian merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap hari.

Misalnya pasar pagi, dan warung-warung.

b. Pasar mingguan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu

minggu sekali. Misalnya pasar senin atau pasar minggu.

c. Pasar bulanan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu bulan

sekali. Dalam aktivitasnya bisa satu hari atau lebih. Misalnya, pasar yang

biasa terjadi di depan kantor-kantor tempat pensiunan atau purnawirawan

yang mengambil uang tunjangan pensiunannya tiap awal bulan.

d. Pasar tahunan merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu tahun

sekali. Kejadian pasar ini biasanya lebih dari satu hari, bahkan bisa

mencapai lebih dari satu bulan. Misalnya pekan raya jakarta, pasar malam,

dan pameran pembangunan.

e. Pasar temporer merupakan pasar yang dapat terjadi sewaktu-waktu dalam

waktu yang tidak tentu (tidak rutin) pasar ini biasanya terjadi pada

peristiwa tertentu. Misalnya pasar murah, bazar, dan pasar karena ada

perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia.


22

3. Berdasarkan Luas Jangkauannya

Menurut luas jangkauannya pasar dibedakan menjadi pasar lokal, pasar

nasional, dan pasar internasional.

a. Pasar lokal merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli

dari berbagai daerah atau wilayah tertentu saja.

b. Pasar nasional merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan

pembeli dari berbagai daerah atau wilayah dalam suatu negara. Misalnya,

pasar kayu putih di Ambon dan pasar tembakau di Deli.

c. Pasar internasional penjual dan pembeli dari berbagai negara. Misalnya

pasar tembakau di Bremen Jerman.

2.7.3 Pasar Hygienis Kota Ternate

Pasar Hygienis yaitu salah satu pasar yang ada di Kelurahan Gamalama

Kecamatan Ternate tengah dan dibangun pada tahun 2012 kemudian di fungsikan

pada tahun 2013 dengan luas ± 8400 m2 dengan jumlah kios/los sebanyak 56 dan

jumlah pedagang 583 orang jenis jualan ikan, sayur, buah, dan lain-lain.

Batas wilayah Pasar Hygienis yaitu:

1. Sebelah timur berbatasan dengan laut

2. Sebelah barat berbatasan dengan terminal

3. Sebelah utara berbatasan dengan tapak I

4. Sebelah selatan berbatasan dengan pasar modern (mall)

Anda mungkin juga menyukai