0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan20 halaman

Rencana Pembangunan Embung Desa Benakat

Dokumen tersebut merangkum persyaratan teknis pelaksanaan pembangunan embung di Desa Benakat Minyak, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Termasuk metode pelaksanaan, administrasi, uraian item pekerjaan, dan spesifikasi peralatan yang dibutuhkan seperti buldozer, dump truck, generator, dan peralatan lainnya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan20 halaman

Rencana Pembangunan Embung Desa Benakat

Dokumen tersebut merangkum persyaratan teknis pelaksanaan pembangunan embung di Desa Benakat Minyak, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Termasuk metode pelaksanaan, administrasi, uraian item pekerjaan, dan spesifikasi peralatan yang dibutuhkan seperti buldozer, dump truck, generator, dan peralatan lainnya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERSYARATAN TEKNIS

PEKERJAAN :
PEMBANGUNAN EMBUNG DESA BENAKAT MINYAK

KECAMATAN TALANG UBI

CV NICO UTAMA
METODA PELAKSANAAN
Skpd : Dinas Pekerjaan Umum Kab. Pali
Kegiatan : Pembangunan Emb ung Kabupaten Pa li 2019
Pekerjaan : Pembangunan Embung Desa Benakat Minyak
Kabupaten : Penukal Abab Lematang Ilir

PENDAHULUAN
Secara umum dan singkat dengan ini disajikan rencana umum, syarat - syarat dan tata
tertib pelaksanaan pekerjaan yang berkualitas dalam waktu yang telah diperhitungkan
secara teknis dan rasional yang dapat dipertanggung jawabkan. Pekerjaan ini meliputi
Mobilisasi Peralatan dan Penyedian Fasilitas lainnya. Pengadaan Material dan Tenaga
Kerja yang dibutuhkan sesuai peraturan per-Undang Undangan yang berlaku dan
dipersyaratkan.
A. RENCANA KERJA SECARA TEKNIS BERDASARKAN PEDOMAN STANDAR YANG
BERLAKU
Mendatangkan (Leveransir) pengelolaan transfortasi, pengangkutan, pengerahan tenaga
dan sebagainya dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang memuaskan segala
pihak, yaitu menyerahkan pekerjaan yang sempurna dan lengkap. Juga dimaksudkan
pekerjaan yang walaupun tidak jelas disebutkan dalam rencana kerja dan syarat-syarat
serta gambar-gambar, tetapi masih berada dalam bidang pekerjaan ini, haruslah
dilaksanakan sesuai dengan mengikuti ketentuan dan petunjuk Direksi atas beban
Penyedia Jasa, dengan ketentuan sebagai berikut :
KETENTUAN UMUM DAN TATA TERTIB
- Selama berlangsung pelaksanaan pekerjaan diwajibkan untuk memasang tanda-
tanda pengaman.
- Penempatan alat-alat dan bahan diusahakan sedapat mungkin tidak mengganggu
lalu lintas umum.
- Apabila terdapat kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian pelaksana
pekerjaan untuk pengamanan seperti diuraikan diatas, sepenuhnya menjadi
tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan.
- Pemasukan dan penempatan meterial untuk kebutuhan dalam pelaksanaan harus
diatur sedemikian rupa, agar secepatnya dapat digunakanpada pekerjaan.
- Pemasangan dan pembongkaran perancah/Staiger agar diatur dan dihindarkan
dari kemungkinan timbulnya kecelakaan tenaga kerja.
- Kebersihan material dan bekas-bekas bongkaran yang tidak dapat dipakai lagi,
agar secepatnya dikeluarkan dari lokasi pekerjaan.
- Untuk menunjang kelancaran dalam pelaksanaan pekerjaan pihak Pelaksana
Pekerjaan diwajibkan melakukan pekerjaan pendahuluan :

a. Pelaksana Pekerjaan harus memperbanyak gambar kerja dan selambat-


lambatnya 2 (dua) minggu setelah adanya Surat Penunjukan Penyedia Jasa
(SPPJ), dan ditempatkan pada direksikeet.
b. Pelaksana Pekerjaan harus membuat perubahan gambar (Revisi) bilamana pada
saat pelaksanaan pekerjaan terjadi perubahan.
c. Pelaksana Pekerjaan akan memeriksa dan meneliti ulang ukuran-ukuran satu
sama lainnya yang tertera dalam gambar serta penyesuaian dengan keadaan
d. Pelaksana Pekerjaan harus memberitahu kepada Direksi bilamana terdapat hal
hal yang tidak cocok, juga setiap dimulainya suatu bagian pekerjaan.
e. Untuk kepentingan teknis dan mekanis seperti penggunaan Alat Berat atau
khusus lainnya harus menempatkan tenaga teknis yang profesional.
f. Perkembangan dan kemajuan fisik pekerjaan akan disampaikan kepada direksi
secara berkala yang detail, meliputi Laporan Harian, Mingguan dan Bulanan
dilengkapi dengan Back Up Data.
g. Laporan tersebut sesuai urutan dan tahapan kemajuannya dibuatkan gambar
detail dalam bentuk Kalkir.
h. Membuat Dokumen Photo yang dirangkai dalam Album Photo sesuai ketentuan
dan kebutuhan sebagai Lampiran dalam mengajukan pembayaran atas prestasi
pekerjaan sesuai ketentuan.
Dasar-dasar yang menjadi acuan pelaksanaan pekerjaan
- Dokumen pelelangan
- Dokumen penawaran
- Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan (Penentuan titik 0 dan STA)
- Gambar-gambar dan rencana pelasanaan
- Rencana Anggaran Biaya (RAB)
- Surat Penunjukan Penyedia Jasa (SPPJ)
- Surat Perintah Mulai Kera (SPMK)
- Dokumen Kontrak
Untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan di lapangan Sarana prasarana akan
- Bangunan Sementara terdiri dari Barak Kerja, Ruang Direksi lengkap sesuai
ketentuan serta Gudang
- Sarana Transfortasi bagi Direksi, Karyawan dan Pihak-pihak yang terkait
- Sumber Air dan Penerangan, Jaminan Keselamatan Kerja dan Kesehatan
Dasar - dasar penggunaan bahan material dan peralatan yaitu mengacu pada
Undang-undang Jasa Konstruksi dan Peraturan lainnya, untuk bahan dan peralatan
mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), dan peraturan lainnya yang
B. RINCIAN MATERI ADMINISTRASI PELAKSANAAN
Mempersiapkan pengelolaan transfortasi, pengangkutan, pengerahan tenaga dan
sebagainya dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang memuaskan segala pihak,
yaitu menyerahkan pekerjaan yang sempurna dan lengkap. Juga dimaksudkan
pekerjaan yang walaupun tidak jelas disebutkan dalam rencana kerja dan syarat-syarat
serta gambar-gambar, tetapi masih berada dalam bidang pekerjaan ini, haruslah
dilaksanakan sesuai dengan mengikuti ketentuan dan petunjuk Direksi atas beban
Penyedia Barang/Jasa, dengan ketentuan sebagai berikut :
Dasar-dasar yang menjadi acuan pelaksanaan pekerjaan
- Dokumen pelelangan
- Dokumen penawaran
- Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan (Penentuan titik 0 dan STA)
- Gambar-gambar dan rencana pelasanaan
- Rencana Anggaran Biaya (RAB)
- Surat Penunjukan Penyedia Jasa (SPPJ)
- Surat Perintah Mulai Kera (SPMK)
- Dokumen Kontrak
Untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan di lapangan Sarana prasarana akan
- Bangunan Sementara terdiri dari Barak Kerja, Ruang Direksi lengkap sesuai
ketentuan serta Gudang
- Sarana Transfortasi bagi Direksi, Karyawan dan Pihak-pihak yang terkait
- Sumber Air dan Penerangan, Jaminan Keselamatan Kerja dan Kesehatan
Pelaksanaan Pekerjaan :
- Membuat Jadwal dalam penyelesaian pekerjaan
- Persiapan Lapangan
- Menetapkan personil sesuai dengan fungsi jabatan masing-masing
- Mobilisasi peralatan dan bahan
- Membuat buku laporan oprasional di lapangan
- Membuat laporan kemajuan fisik pekerjaan
- Membuat laporan harian
- Membuat laporan Mingguan
- Membuat laporan Bulanan
- Asbulldrawing
- Laporan hasil uji laboratorium
- Penyelesaian pekerjaan sampai serah terima pertama pekerjaan (PHO)

C. RINGKASAN AITEM PEKERJAAN BERDASARKAN DAFTAR KUANTITAS DAN HARG

Pekerjaan tanah secara manual dan semi mekanis (Normatif)


-. Cabut 1 tunggul pohon tanaman keras ø > 15 cm = 500,00 Bh
dan membuang sisa tunggul kayu dan akar-akar
-. 1 m¹ uitset trase saluran = 2.500,00 M'
-. Patok kayu (Ukuran 5/7) = 50,00 Bh
Pekerjaan tanah secara mekanis (Informatif)

-. Menggali dengan Excavator dan material atau


hasil galian dimuat ke DT = 29.800,00 M3

Pekerjaan lain-lain (Normatif/Informatif)


-. Pembuatan direksi keet, los kerja dan gudang = 36,00 M2
-. 1 Buah papan nama pekerjaan menggunakan = 2,00 bh
multiflex 10 mm, frame allumunium siku dan
tiang kayu 5/7, printing banner plastik
-. Mobilisasi Peralatan = 1,00 Ls
-. Sewa lahan = 1,00 Ls

-. 1 Set foto dokumentasi menggunakan kamera = 3,00 Set


digital tanpa film (jika menggunakan kamera
digital, untuk dokumentasinya dengan CD dan
album foto)

-. Foto copy dan jilid = 5,00 Set

-. 1 Set as built drawing (reduce dan copy kalkir = 1,00 Ls


serta blue/black print)
D. URAIAN DAN PENJELASAN PERITEM PEKERJAAN BERDASARKAN GAMBAR KERJA,
DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SERTA SPESIFIKASI TEKNIS MELIPUTI PEKERJAAN :
PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Mobilisasi
Pekerjaan Mobilisasi merupakan kegiatan awal yang dilakukan yaitu
mempersiapkan segala kebutuhan peralatan yang akan digunakan untuk
melaksanakan pekerjaan, termasuk mempersiapkan Basecam serta personil
perusahaan yang berdasarkan posisinya serta administrasi [Link] ini
merupakan keharusan penyedia jasa melaksanakan pekerjaan yang merupakan
rangkaian pekerjaan yang tidak terpisahkan dengan kontrak pekerjaan diantaranya
survei lapangan,memperbaiki cacat mutu dan lain sebagainya yang tidak terbatas
selama pelaksanaan pekerjaan seperti jaminan keselamatan dan kesehatan serta
penyelenggaraan mobilisasi Peralatan yang didatangkan ke lokasi pekerjaan serta
demobilisasinya setelah selesai melaksanakan pekerjaan.
Mobilisasi Peralatan
Bulldozer 100-150 Hp 1,00 Unit
Dump Truck 3.5 Ton 2,00 Unit
Excavator 80-140 HP 1,00 Unit
Flat Bed Truck 3-4 M3 1,00 Unit
Motor Grader > 100 Hp 1,00 Unit
Generator Set 1,00 Unit
Wheel Loader 1.0 – 1.6 M3 1,00 Unit
Water Pump 70-100 mm 1,00 Unit
Water Tanker 3000-4500L 1,00 Unit
Tronton
Nama 1,00 Unit Spesifikasi

SewaBulldozer
Tanah 100-150 Hp 1 Unit (Milik Sendiri / S

Sewa Tanah meliputi pekerjaan sewa tempat untuk mendirikan Barak Kerja
dan Gudang lainnya termasuk tempat Kantor Lapangan dan Direksi Keet
Dumpdengan ukuran tanah sesuai dengan volume dan spesifikasi kontrak2 Unit
Truck 3.5 Ton yang(Milik Sendiri / S

berlokasi di tempat yang strategis dan berada tidak jauh dari lokasi
pelaksanaan pekerjaan.
Excavator 80-140 HP 1 Unit (Milik Sendiri / S
Pembuatan Direksi Keet, Los Kerja dan Gudang Seluas 300 M2
1. Barak kerja & Gudang dan lainnya
- Barak kerja dan Gudang serta lainnya meliputi pekerjaan pembuatan Barak
Flat Bed Truck 3-4 M3 1 Unit (Milik Sendiri / S
Kerja yang di buat sebagai tempat istirahat para pekerja dan personil
proyek lainnya. Gudang yaitu tempat yang di buat untuk penyimpanan
bahan serta peralatan yang di kontrol dan dikordinir oleh salah seorang
Motor Grader > 100 Hp 1 Unit (Milik Sendiri / S
personil yang berprofesi sebagai Logistik.
- Menyediakan Kantor Direksi lengkap bisa dengan sistem sewa atau
membuat
Generator Set barak peralatan dan alat kerja yang diperlukan, misalnya1 Unit
meja(Milik Sendiri / S
tulis serta peralatan tulis, satu set kursi tamu, satu buah papan tulis,
penerangan, kotak obat PPPK dan lain-lain yang dipandang perlu.
-WheelLokasi kantor
Loader 1.0 Direksi harus sesuai petunjuk Direksi.
– 1.6 M3 1 Unit (Milik Sendiri / S
- Menyediakan barak kerja untuk pekerja yang didatangkan
- Menyediakan gudang untuk penyimpanan bahan-bahan bangunan dan
peralatan sebelum bahan-bahan tersebut dipergunakan.
Water Pump 70-100 mm 1 Unit (Milik Sendiri / S
- Lokasi barak kerja / pemondokan , kantor dan gudang diperkirakan sendiri
oleh Penyedia Jasa atas persetujuan Direksi.
2. Kantor Lapangan dan Direksi Keet
Pekerjaan Kantor Lapangan dan Direksi Keet yaitu tempat yang di buat oleh
penyedia jasa sebagai kantor lapangan dan direksi yang dilengkapi
peralatan kantor seperti meja, kursi dan perlengkapan lainnya.

Papan Nama Pekerjaan


- Penyedia Jasa wajib membuat dan memasang papan nama pekerjaan
menggunakan Multiplex 10 mm frame Alumunium siku dan tiang kayu 5/7,
Printing Berner Plastik. .
- Penyedia Jasa diwajibkan membuat dan memasang papan nama ditempat
yang ditunjuk / ditentukan oleh Direksi.

PEKERJAAN TANAH
Cabut 1 Tunggul Pohon Tanaman Keras Ø > 15 cm dan membuang sisa
tunggul kayu dan akar - akarnya.
Kecuali dinyatakan pada syarat-syarat khusus atau yang tertera pada
gambar, maka seluruh pohon-pohon, semak-semak dan akar-akar pohon
dalam daerah batas pekerjaan untuk seluruh penunjang dari bangunan dan
ditambah dengan jarak 5 M pada kedua ujung dari bangunan harus
dibersihkan dan ditebang, termasuk setiap pohon diluar batas - batas ini
yang diperkirakan dapat jatuh dan menghalangi bangunan.
Pembersihan diluar batas-batas ini tidak diberikan pembayaran kepada
kontraktor kecuali pekerjaan semacam itu atas permintaan dari konsultan
Bila dinyatakan pada syarat-syarat khusus atau diperintahkan oleh konsultan
pengawas bahwa pohon - pohon rindang serta tanaman - tanaman ornamen
tertentu dipertahankan, maka pohon pohon / tanaman - tanaman termaksud
harus dijaga betul - betul terhadap kerusakan atas biaya dari

Pohon-pohon yang harus disingkirkan, harus ditebang sedemikian rupa


dengan tidak merusak pohon - pohon lain serta tanaman - tanaman yang
Semua pohon-pohon, batang-batang pohon, akart-akar dan sebagainya
harus dibongkar pada kedalaman sekurang - kurangnya 75 cm dibawah
permukaan tanah asli atau permukaan akhir ( ditentukan oleh permukaan
mana yang lebih rendah ), dan bersama-sama dengan seluruh tempat yang
tidak tampak dari tempat pekerjaan menurut cara yang praktis atau
Pohon-pohon yang ditebang tidak diperkenankan dimiliki oleh Kontraktor
maupun perorangan tanpa izin khusus dari pemiliknya, dan atas
tanggungannya menyingkirkan pohon - pohon tersebut atau membakar
ditempat semula asal ada persetujuan tertulis dari pemiliknya.
Seluruh kerusakan yang diakibatkan dengan pekerjaan ini harus diperbaiki
dengan biaya dipikul oleh kontraktor
Dalam hal akan dilakukan pembakaran, Kontraktor akan memberitahukan
kepada penghuni dari milik - milik yang berbatasan dengan pekerjaan
paling kurang 48 jam sebelumnya.
Kontraktor akan selalu bertindak sesuai dengan peraturan-peraturan
pemerintah yang berlaku mengenai pembakaran ditempat terbuka.
1M' Uitzet Trase Saluran
Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Jasa harus menyerahkan gambar
hasil pengukuran kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan, metode
dan peralatan yang akan digunakan untuk pengukuran situasi dan detail
dari letak tampak/potongan memanjang dan melintang.
Pekerjaan pengukuran harus dilakukan bersama-sama dengan
Direksi/pengawas Lapangan. Hasil pengukuran harus disetujui oleh Sebelum
memulai pekerjaan, Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi untuk
mendapatkan persetujuan metode pelaksanaan dan peralatan yang akan
digunakan untuk pengukuran situasi.
Uitzet dilaksanakan untuk menentukan trace rencana saluran diberi jarak
kait dan rencana bangunan sesuai dengan gambar pelaksanaan
berdasarkan ketinggian pada Bench Mark (BM) yang ada.
Penentuan elevasi bangunan dan saluran ditentukan di lapangan dengan
melakukan pengukuran yang harus diikatkan pada BM terdekat/setempat.
Memasang pedoman garis kerja, memasang patok-patok, melaksanakan
pengukuran, membuat gambar penampang memanjang dan melintang
menurut keadaan lapangan, kemudian pada gambar tersebut diplot pada
gambar rencana sesuai dengan elevasi dan ukurannya.
Untuk potongan melintang diambil ke kiri dan ke kanan as saluran sesuai
petunjuk Direksi.
Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan ukur dengan
perlengkapannya, sesuai kebutuhan.
Elevasi saluran / bangunan berpedoman kepada elevasi BM yang sudah
ada atau setempat dengan persetujuan Direksi.
Pengukuran umumnya dilakukan dua kali, mengingat kontrak
menggunakan sistem unit price yaitu pengukuran pertama untuk
menghitung volume awal pekerjaan (MC.0) dan kedua setelah pekerjaan
selesai menghitung volume pekerjaan selesai (mutual check akhir).
Inventarisasi Bench Mark (BM) yang ada, yaitu
Mencari/inventarisasi Bench Mark (BM) yang ada
Melakukan pengukuran sebagai pengecekan nilai koordinat (X, Y, Z),
BM-BM tersebut untuk dijadikan referensi.
Melakukan pengukuran profil memenjang (long section)
Melakukan pengukuran situasi/profil melintang (cross section)+

Patok Kayu ( Ukuran 5/7 )


Patok-patok dan huruf harus di catat dengan warna :
Patok pelindung tebing : warna kuning, huruf merah
Patok waterpass : warna putih, huruf merah
Patok bantu kalis tanah : warna merah huruf putih
Patok-patok harus terbuat dari kayu yang baik dengan ukuran diameter 5/7
cm, dipancang kedalam tanah 60 cm dan diatas tanah 40 cm.
Untuk pekerjaan pelindung tebing, penyedia jasa harus memasang minimal
2 (dua) patok pada setiap potongan, dan membersihkan daerah kerja
sampai jarak antara 5-10 m dari tepian sungai
.
Menggali dengan Excavator dan material atau hasil galian dimuat ke DT
Pekerjaan Galian Dengan Menggunaan Excavator dan Matrial hasil Galian
dimuat ke Dump Truck dilakukan pada pekerjaan ini untuk menambah
kedalam sungai / Waduk / Situ yang akan di Revitalisasi.
Peralatan yang diperlukan untuk Pekerjaan ini :
1. Excavator (Standart )
2. Dump Truck
3. Alat Bantu

Urutan Pekerjaan :
1. Excavator mengeruk / menggali tanah kemudian dimuat kedalam
Dump Truck
2. Dump Truck mengangkut tanah hasil galian ke lokasi pembuangan.
3. Bulldozer menghampar, meratakan hasil galian dilokasi pembuang
Tanah dihampar, diratakan dan dirapihkan
Pekerjaan Penghamparan, perataan dan perapian tanah hasil galian
dilakukan pada pengerjaan pembuatan tanggul dan pada lokasi
Peralatan yang digunakan :
1. Bulldozer
2. Dump Truck
3. Alat Bantu
Urutan Pekerjaan :
1. Excavator mengeruk / menggali, tanah hasil galian yang
digunakan untuk pembuatan tanggul dirapikan menggunakan
2. Ukuran tanggul disesuaikan dengan gambar perencanaan yang
diberikan oleh pemberi tugas.
3. Untuk dilokasi pembuangan perapian tanah galian dilakukan
sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan pemberi tugas.

- As-bulit Drawing
As built Drawing kami buat sesuai dengan kondisi ukuran-ukuran di
lapangan pada akhir pekerjaan. untuk mengetahui perubahan-perubahan
pada pekerjaan yang dilaksanakan terhadap gambar pada bestek maka
kami akan mengukur ulang kembali hasil pekerjaan tersebut untuk
dituangkan dalam As built Drawing yang akan kami buat. Penyerahan As

- Penyedia Jasa diwajibkan membuat dan memasang papan nama ditempat


yang ditunjuk / ditentukan oleh Direksi.
- Dokumentasi
Pada saat pelaksanaan item pekerjaan dilakukan pengambilan fhoto-fhoto antara
- Foto kondisi 0% keadaan sebelum pelaksanaan
- Foto kondisi 50% pada saat pelaksanaan pekerjaan
- Foto kondisi 100% setelah pekerjaan selesai dilaksanakan
- Untuk foto masing-masing kondisi diambil pada satu titik
- Foto dokumentasi akan dilampirkan pada laporan bulanan dan saat

Laporan dan Administrasi


1). Pembuatan Laporan dan Pelaksanaan Administrasi dimulai setelah
penyerahan lapangan sampai dengan pekerjaan dinyatakan dapat diterima baik
oleh Pengguna Jasa/ Direksi (pekerjaan fisik 100%) dan penyedia Jasa harus
- Pembersihan lapangan, pengeluaran barang-barang bekas dari lapangan.
- Membuat dan menyerahkan buku-buku catatan harian antara lain :
Buku Direksi dan Buku Tamu
Laporan Harian
Laporan Harian Operasi alat ( jika diperlukan )
Laporan Mingguan
Laporan Bulanan
Buku, Surat catatan-catatan lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan yang dianggap perlu.
Menyerahkan foto-foto dokumentasi dalam album sebanyak 6 (enam) rangkap
yang menggambarkan tahapan kegiatan pelaksanaan, sebelum, sedang dan
selesai fisik 100% yang disusun secara berurutan berikut negatif film (klise) nya
sesuai dengan kontrak.
menyerahkan hasil pengukuran Uitzet DAN AS Built Drawing
2). Untuk keperluan pelaksanaan dan pengawasan rutin di lokasi, Penyedia Jasa
harus menyediakan peralatan transportasi pengawasan di job site kendaraan
roda empat minimal 1 (satu) unit dan kendaraan roda dua minimal 1 (satu) unit
selama pelaksanaan sampai dengan masa pemeliharaan.
Pemeliharaan
Pada saat pekerjaan-pekerjaan menurut kontrak telah diselesaikan, Penyedia
Jasa harus memindahkan semua alat kerja dan kelengkapan lainnya serta
membersihkan dan merapikan tempat pekerjaan dari segala sampah, bahan-
bahan yang tidak digunakan dan segala macam fasilitas sementara, kemudian
diuji coba (runing test), sehingga pekerjaan dapat diterima baik oleh Direksi
(penyerahan pekerjaan untuk pertama kalinya / PHO).
Selama masa pemeliharaan (180 hari) Penyedia Jasa masih tetap harus
melakukan pemeliharaan, penjagaan dan memperbaiki apabila timbul
pekerjaan tersebut, sehingga pekerjaan dapat ditinggalkan dalam keadaan
bersih, rapi dan dapat diterima baik dan memuaskan oleh Direksi (penyerahan
Jenis dan mutu bahan, sedapat mungkin harus menggunakan Standar Nasional
Indonesia (SNI) dan bahan hasil produksi dalam negeri.
Penyedia Jasa dengan sepengetahuan pihak pemberi pekerjaan dapat bekerja
sama dengan Penyedia Jasa Ekonomi Lemah setempat
Penyedia Jasa dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengutamakan penggunaan
BAHAN-BAHAN hasil produksi dalam negeri
Semua BAHAN-BAHAN yang dipakai harus memenuhi persyaratan DAN sesuai
Standar Nasional Indonesia (SNI)

PEKERJAAN AKHIR

PEMBERSIHAN AKHIR LOKASI PEKERJAAN


Apabila pekerjaan telah selesai dilaksanakan sesuai ketentuan dan dengan petunjuk
direksi, sesuai ketentuan yang berlaku, Pelaksana Pekerjaan bertanggung jawab
melaksanakan pekerjaan pembersihan akhir di sekitar lokasi pekerjaan dari
berbagai jenis sampah dan lain sebagainya yang ditimbukan akibat pelaksanaan
DEMOBILISASI PERALATAN
Demobilisasi Peralatan merupakan kegiatan akhir yaitu mengangkut segala jenis
peralatan dari lokasi pekerjaan setelah pekerjaan dilakukan pemeriksaan oleh
Pihak Direksi dan pekerjaan dinyatakan benar-benar selesai 100%, Peralatan akan
Demobilisasi peralatan sebagai berikut :

Bulldozer 100-150 Hp 1,00 Unit


Dump Truck 3.5 Ton 2,00 Unit
Excavator 80-140 HP 1,00 Unit
Flat Bed Truck 3-4 M3 1,00 Unit
Motor Grader > 100 Hp 1,00 Unit
Generator Set 1,00 Unit
Wheel Loader 1.0 – 1.6 M3 1,00 Unit
Water Pump 70-100 mm 1,00 Unit
Water Tanker 3000-4500L 1,00 Unit
Tronton
Nama 1,00 Unit Spesifikasi

Bulldozer 100-150 Hp 1 Unit (Milik S

Dump Truck 3.5 Ton 2 Unit (Milik S


PENUTUP
Demikian Metoda Pelaksanaan Pekerjaan ini dibuat dengan perhitungan teknis yang
dapat dipertanggung jawabkan dilokasi pekerjaan yang sesuai ketentuan dan prosedur
dilapangan. Serta Ketentuan lain yang belum diatur dalam metode ini akan diatur
sebagaimana mestinya. Metode ini dibuat sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan
berdasarkan item-item pekerjaan yang terperinci dan berurutan dan serta penempatan

Talang Ubi, 20 Juni 2019

CV NICO UTAMA

HENDRI JUNAIDI
DIREKTUR
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
( RKK )

1. PENDAHULUAN
Perusahaan jasa kontruksi memiliki potensi bahaya tinggi, seperti penggunaan alat
berat, mesin gerinda, las, bekerja diketinggian, suhu yang ekstrim, melakukan
penggalian dan lain-lain.
Dengan adanya hal tersebut maka dipergunakan Program Keselamatan dan
Kesehatan Kerja yang penerapannya meliputi Kantor, Projeck Site serta area
pendukung lainnya yang merupakan kebijakan pihak perusahaan.
Tersedianya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja datau
Occupational Health and Safety Manajement System (SMK3/OHSMS) dimana system
ini diperlukan untuk menurunkan insiden dan penyakit akibat kerja sehingga tercipta
tempat kerja yang aman dan sehat.
Untuk memberikan kepuasan pelanggan dan perlindungan kepada karyawan dan
keselamatan dan kesehatan kerja serta menjaga kelestarian lingkungan hidup dan
dalam rangka pemenuhan OHSAS 18001:2007 butir 4:4.6 maka diperlukan suatu
Rencana Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Proyek.

2. KEBIJAKAN K3
Sudah menjadi kebijaksanaan direksi Pengawas dari Perusahaan, agar setiap
karyawan dan pekerja mendapatkan tempat yang aman dan sehat dalam
melaksanakan tugas sehari-hari. Pada prinsipnya semua pihak harus berupaya serta
mengambil langkah-langkah positif sehingga seluruh karyawan dan pekerja
terjamin dan bekerja dengan aman dan sehat. Secara garis besar, kebijakan ini
adalah :
1. Mematuhi seluruh peraturan perundangan dalam bidang Keselamatan dan
Kesehatan kerja, yang merupakan persyaratan minimum kinerja keselamatan
dan kesehatan kerja
2. Selalu memberikan perlindungan kepada seluruh karyawan, tamu, pihak ke
tiga dan asset perusahaan dengan mencegah dan mengendalikan kejadian
yang dapat merugikan asset perusahaan.
3. Melakukan komunikasi yang efektif kepada seluruh karyawan, masyarakat
dan pihak-pihak yang berkepentingan.
4. Mempertimbangkan setiap aspek Keselamatan dan kesehatan kerja pada setip
tahap penyelenggaraan kegiatan serta mengendalikan resikoyang ada
5. Meningkatkan kesadaran dan memberikan pengertian bahwah kecelakaan itu
dapat dicegah.
6. Memberikan pengertian bahwah target utama Perusahaan Adalah " Zero
7. Mengutamakan keselamatan karyawan dan pekerja dari penggunaan
peralatan dan bahan dilokasi proyek
8. Menjamin bahwah semua karyawan dan pekerja telah mengetahui dan
melaksanakan pekerjaannya secara produktif yaitu dengan cara yang aman
melalui petunjuk yang benar, instuksi pekerjaan yang tepat, instuksi
pemakaian peralatan yang tepat, instuksi pemakaian bahan yang tepat melalui

9. Menyediaakan fasilitas, peralatan, perlengkapan keselamatan kerja yang


layak dan memadai serta menjamin akan digunakan secara tepat.
10. Memastikan bahwa yang diminta dan direkomendasikan dalam kebijakan K3
telah diikuti.
11. Meningkatkan perlindindungan dan pelestarian lingkungan dalam segalah
aktivitas dan meminimumkan kerusakan yang mungkin terjadi akibat aktivitas

Semua karyawan dan pekerja harus sudah mengetahui akan tanggungjawabnya


masing-masing termasuk peduli akan kesehatannya, keselamatannya dan
lingkunangan ditempat kerja, sehubungan dengan kebijakan diatas.
C. PERENCANAAN
1. Identifikasi Bahaya dan pengendalian Resiko Bahaya
2. Pemenuhan perundang undangan dan persyaratan lainnya Daftar peraturan perundang -
undangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3 yang wajib dipunyai dan dipenuhi
dalam melaksanaan paket pekerjaan ini adalah :
a. UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja
b. UU No. 23 1992 tentang kesehatan
c. UU No. 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi
d. UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan
e. Keputusan Menteri tenaga Kerja RI. Nomor : kep 51/Men/1999 Tentang Nilai Ambang
batas Faktor Fisika ditempat kerja
f. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor kep- 187/Men 1999 Tentang pengendalian
bahan kimia berbahaya ditempat kerja
g. Peraturan pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang analisis mengenai dampak lingkungan
h. Surat Edaran Dirjen Binawas No. SE.05/BW/1997 Tentang Penggunaan Alat
i. Peraturan Menteri tenaga Kerja No: PER .05/MEN/1996 tentang sistem Manajemen
kesehatan dan keselamatan kerja.
j. Keputusan presiden No. 22 tahun 1993 tentang penyakit yang timbul akibat
hubungan kerja
k. Keputusan menteri kesehatan Nomor 876/menkes/SK/IX/2001/tentang pedoman
teknis analisis dampak lingkungan
l. Keputusan Mewnteri Kesehatan Nomor 1217/Menkes SK/IX/2001tentang pedoman
penanganan dampak radiasi
m. Keputusan Mewnteri Kesehatan Nomor 315 Menkes/SK/III/2003 tentang komite
kesehatan dan keselamatan kerja sektor kesehatan
n. Permen PU No.9 /PRT/M/2008 tentang pedoman sistem manajemen keselamatan Kerja
(SMK3) konstriuksi bidang PU

D. SASARAN K3 DAN PROGRAM K3


Sasaran
Sasaran k3 Sasaran kesehatan dan keselamatan kerja dilokasi proyek adalah karyawan dan
pekerja yangb terlibat langsung dengan peralatan kerja dan material serta lingkungan
sekitaqrnya. Sasaran yang dituju dalam penerapan k3 adalah:
a. Menghindari adanya kecelakaan kerja
b. Menghindari adanya penyakit akibat kerja
c. Menyediakan lingkungan kerja yang sehat
d. Menghindari terjadinya efek negatif terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh aktifita
e. Semua karyawan dan pekerja wajib memakai APD yang sesuai bahaya dan resiko
pekerjaannya masing-masing.

Program K3
1. Promosi program k3 Promosi program k3 terdiri dari:
1. Pemasangan bendera k, bendera RI, bender Perusahaan, bentuk dan cara
pemasangan (Lihat lampiran)
a. Pemasangan sign board k3
b. Slogan-slogan yang mengisyaratkan akan perlunya bekerja dengan selamat seperti
contoh pada lampiran.
c. Gambar-gambar pamplet tentang bahaya/kecelakaan yang mungkin terjadi dilokasi
pekerjaan dipasang dikantor proyek atau lokasi pekerjaan dilapangan.
2. Sarana peralatan untuk K3
sarana peralatan untuk K3 terdiri dari :
[Link] melekat pada orang, yaitu :
a. Topi helm
b. Sepatu lapangan
c. Sabuk pengaman (untuk pekerja ditempat yang tinggi)
d. Sarung tangan (untuk pekerja tertentu)
e. Masker pengaman untuk gas beracun ( untuk pekerjaan tertentu)
f. Kacamata las/google
g. Obat-obatan untuk P3K
h. Pelampung renang untuk lokasi tertentu

b. Sarana peralatan lingkungan yaitu :


Tabung pemadam kebakaran pada ruang-ruang antara lain
a. Kantor proyek
b. Gudang bahan bakar
c. Ruang genset
d. Bengkel
e. Gudang bahan peledak
f. Mess karyawan
g. Barak tenaga kerja
h. Gudang material
i. Tiap lantai bangunan Proyek ( Pada saat Pekerjaan Bekisting dan finishing)

c. Rambu-rambu peringatan
Rambu-rambu peringatan antara lain untuk:
a. Perngatan bahaya dari atas
b. Peringatan bahaya benturan kepala
c. Peringatan bahaya longsoran
d. Peringatan bahaya api/kebakaran
e. Peringatan tersengat listrik
f. Petunjuk ketinggian (untuk bangunan yang lebih tinggi dari 2 (dua) lanta)
g. Petunjuk jalur instalasi listrik kerja sementara
h. Petunjuk batas ketinggian penumpukan material
i. Larangan memasuki area tertentu
j. Larangan membawa bahan-bahan yang berbahaya
k. Petunjuk untuk melapor (Keluar Masuk Proyek)
l. Peringatan untuk memakai alat pengaman kerja
m. Peringatan ada alat/masin yang berbahaya (untuk lokasi tertentu)
n. Peringatan/larangan masuk lokasi genset/power listrik (untuk orang tertentu)
Catatan :
Ada pemahaman yang keliru, yaitu menganggap bahwa kalau sudah memenuhi syarat peralatan
K3 berarti sudah memenuhi persayaratan K3 padahal sarana peralatan K3 ini adalah baru
sebagian dari sistem kerja K3. Bekerja dengan K3 yang benar adalah bila memenuhi 3 hal sebagai
1. Orangnya
Orangnya (pengawas dan tenaga kerja) punya sikap kerja yang benar yaitu:
a. Punya pengetahuan dan keterampilan K3
b. Berperilaku sesuai ketentuan K3
c. Sehat jasmani dan rohani.
2. MesinLingkungan kerja sesuai ketentuan Lingkungan kerja meliputi :
a. Lay out planning (perencanaan tata letak)
b. Huose keeping (pemeliharaan alat-alat rumah tangga)
c. Penerangan dan ventilasi
3. Penataan lingkungan
1. Lay out planning (perencanaan tata letak)
Perencanaan tata letak harus diatur sedemikian rupa sehingga orang dan alat yang
akan bekerja tidak saling terganggu justru saling mendukung sehingga dapat
dicapai pelaksanaan dengan produktivitas tinggi dan aman.
Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan tata letak yaitu :
a. Dimensi (ukuran), posisi, elevasi (ketinggian);
b. Gerakan manusia dan alat;
c. Suara (kebisingan);
d. Getaran;
e. Cahaya dan situasi udara.
2. House keeping kebersihan dan kerapian tempat kerja merupakan syarat K3Sarana
kebersihan dan kerapihan untuk program K3 terdiri atas.
a. Penyediaan air bersih yang cukup;
b. Penyediaan toilet/Wc yang bersih;
c. Penyediaan musholah yang bersih dan terawat;
d. Penyediaan toilet/Wc untuk pekerja proyek;
e. Penyediaan bak-bak sampah pada lokasi yang diperlukan;
f. Pebuatan saluran pembuangan limbah
g. Pembersihan sampah secara teratur;
h. Kerapian penempatan alat-alat kerja dilapangan setelah dipakai (concrete
Vibratory, lampu-lampu penerangan dll).

ORGANISASI K3

PENANGGUNG JAWAB K3

EMERGENCY / KEDARURATAN P3K KEBAKARAN

Talang Ubi, 20 Juni 2019

CV NICO UTAMA

HENDRI JUNAIDI
DIREKTUR
3. PERENCANAAN K3
1. Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian ResikoK3, Program K3 dan Bahaya
IDENTIFIKASI SASARAN K3 PENGENDALIAN PROGRAM
NO. URAIAN KEGIATAN BIAYA ( Rp. )
BAHAYA PROYEK RESIKO K3 SUMBER
1 2 3 4 5 6 7
Pekerjaan tanah secara manual dan semi mekanis (Normatif)
T.01.c • Cabut 1 tunggul pohon • Tertimpa Material • Tenaga kerja yang • Pekerja dilengkapi atau Biaya SMK3
tanaman keras ø > 15 cm Batang Pohon ==> Luka bekerja dilokasi menggunakan Alat
Ringan proyek tidak
dan membuang sisa Pelingung Diri (APD)
tunggul kayu dan akar- • Terluka Akibat mengalami (Safety Helmet, Masker,
kecelakaan kerja Safety shoes, Sarung
akar nya Peralatan Kerja ==>
Luka Ringan / Luka sehingga Tangan).
menimbulkan
. korban jiwa ( fatal
Accident ).

T.02.a • Terluka Akibat Material • Tenaga kerja yang • Pekerja dilengkapi atau Biaya SMK3
1 m¹ uitset trase saluran
==> Luka Ringan / Luka bekerja dilokasi menggunakan Alat
Berat proyek tidak Pelingung Diri (APD)
mengalami (Safety Helmet, Masker,
• Terluka Akibat
kecelakaan kerja Safety shoes, Sarung
Peralatan Kerja ==>
Luka Ringan sehingga Tangan).
menimbulkan
• Jatuh kedalam Danau korban jiwa ( fatal
==> Luka Ringan Accident ).

T.03.a • Terluka Akibat Material • Tenaga kerja yang • Memasang jenis rambu Biaya SMK3
Patok kayu (Ukuran 5/7)
==> Luka Ringan / Luka bekerja dilokasi dan semboyan K3-L
Berat proyek tidak sesuai dengan SOP.
mengalami
• Terluka Akibat • Kendaran pengangkut
kecelakaan kerja
Peralatan Kerja ==> alat dalam kondisi yang
Luka Ringan sehingga layak untuk
menimbulkan dioperasikan.
• Jatuh kedalam Danau korban jiwa ( fatal
==> Luka Ringan Accident ).
IDENTIFIKASI SASARAN K3 PENGENDALIAN PROGRAM
NO. URAIAN KEGIATAN BIAYA ( Rp. )
BAHAYA PROYEK RESIKO K3 SUMBER
1 2 3 4 5 6 7
Pekerjaan tanah secara mekanis (Informatif)
TM.01 AHSP penggalian tanah • Terjadi kecelakaan • Tenaga kerja yang • Pekerja dilengkapi atau Biaya SMK3
di situ/waduk dengan Akibat Alat Berat ==> bekerja dilokasi menggunakan Alat
Excavator di ponton 1, Luka Ringan / Luka proyek tidak Pelingung Diri (APD)
hasil galian diangkut Berat. mengalami (Safety Helmet, Masker,
dengan ponton 2 kecelakaan kerja Safety shoes, Sarung
• Tertimpa Material Tanah sehingga Tangan).
Galian ==> Luka menimbulkan • Memasang jenis rambu
Ringan korban jiwa ( fatal dan semboyan K3-L
Accident ). sesuai dengan SOP (
• Sakit Mata Akibat Debu Standard Operating
Tanah Galian ==> Prosedure )
Iritasi Ringan • Mengoperasikan Alat
Berat Sesuai dengan
Fungsinya.

TM.02.a Menggali dengan • Terjadi kecelakaan • Tenaga kerja yang • Pekerja dilengkapi atau Biaya SMK3
Excavator dan material Akibat Alat Berat ==> bekerja dilokasi menggunakan Alat
atau hasil galian dimuat Luka Ringan / Luka proyek tidak Pelingung Diri (APD)
ke DT Berat. mengalami (Safety Helmet, Masker,
• Tertimpa Material Tanah kecelakaan kerja Safety shoes, Sarung
Galian ==> Luka sehingga Tangan).
Ringan menimbulkan • Memasang jenis rambu
• Sakit Mata Akibat Debu korban jiwa ( fatal dan semboyan K3-L
Tanah Galian ==> Accident ). sesuai dengan SOP (
Iritasi Ringan Standard Operating
Prosedure )

TM.04.d Tanah dihampar, • Terjadi kecelakaan • Tenaga kerja yang • Pekerja dilengkapi atau Biaya SMK3
Akibat Alat Berat ==> bekerja dilokasi menggunakan Alat
diratakan dan dirapihkan Luka Ringan / Luka proyek tidak Pelingung Diri (APD)
Berat. mengalami (Safety Helmet, Masker,
• Sakit Mata Akibat Debu kecelakaan kerja Safety shoes, Sarung
Tanah Galian ==> sehingga Tangan).
Iritasi Ringan menimbulkan
korban jiwa ( fatal
Accident ).
IDENTIFIKASI SASARAN K3 PENGENDALIAN PROGRAM
NO. URAIAN KEGIATAN BIAYA ( Rp. )
BAHAYA PROYEK RESIKO K3 SUMBER
1 2 3 4 5 6 7
Pekerjaan lain-lain (Normatif/Informatif)
LA.02 Pembuatan direksi keet, • Tertimpa material kayu • Tenaga kerja yang • Pekerja dilengkapi atau Biaya SMK3
los kerja dan gudang dan papan --> luka bekerja dilokasi menggunakan Alat
berat/ringan proyek tidak Pelingung Diri (APD)
• Terluka terkena (Safety Helmet, Masker,
mengalami
peralatan kerja-->luka Safety shoes, Sarung
kecelakaan kerja
berat/ringan Tangan).
sehingga
• Memasang jenis rambu
menimbulkan dan semboyan K3-L
korban jiwa ( fatal sesuai dengan SOP (
Accident ). Standard Operating
Prosedure )
LA.03.b 1 Buah papan nama • Terluka terkena • Tenaga kerja yang • Pekerja dilengkapi atau Biaya SMK3
pekerjaan menggunakan peralatan kerja saat bekerja dilokasi menggunakan Alat
multiflex 10 mm, frame pemasangan-->luka Pelingung Diri (APD)
proyek tidak
allumunium siku dan berat/ringan (Safety Helmet, Masker,
tiang kayu 5/7, printing mengalami
Safety shoes, Sarung
banner plastik kecelakaan kerja
Tangan).
sehingga • Memasang jenis rambu
menimbulkan dan semboyan K3-L
korban jiwa ( fatal sesuai dengan SOP (
Accident ). Standard Operating
Prosedure )
LA.04 Mobilisasi Peralatan • Terjadi kecelakaan • Tenaga kerja yang • Pekerja dilengkapi atau Biaya SMK3
Pada saat mobilisasi bekerja dilokasi menggunakan Alat
==> Luka Ringan / Luka Pelingung Diri (APD)
proyek tidak
Berat. (Safety Helmet, Masker,
mengalami Safety shoes, Sarung
kecelakaan kerja Tangan).
sehingga • Memasang jenis rambu
dan semboyan K3-L
menimbulkan
sesuai dengan SOP (
korban jiwa ( fatal Standard Operating
Accident ). Prosedure )
IDENTIFIKASI SASARAN K3 PENGENDALIAN PROGRAM
NO. URAIAN KEGIATAN BIAYA ( Rp. )
BAHAYA PROYEK RESIKO K3 SUMBER
1 2 3 4 5 6 7

LA.04.b Sewa lahan • Terluka terkena • Tenaga kerja yang • Pekerja dilengkapi atau Biaya SMK3
peralatan kerja saat bekerja dilokasi menggunakan Alat
LA.05.b pemasangan-->luka proyek tidak sesuai kegunaannya
1 Set foto dokumentasi berat/ringan mengalami
menggunakan kamera kecelakaan kerja
digital tanpa film (jika sehingga
menggunakan kamera menimbulkan
digital, untuk korban jiwa ( fatal
dokumentasinya dengan Accident ).
CD dan album foto)

LA.08.a Foto copy dan jilid

LA.08.b 1 Set as built drawing


(reduce dan copy kalkir
serta blue/black print)

Talang Ubi, 20 Juni 2019

CV NICO UTAMA

HENDRI JUNAIDI
DIREKTUR

Anda mungkin juga menyukai