LAPORAN PRAKTIKUM
PENGENALAN ALAT BLOOD GAS ANALYZER
Tugas terstruktur guna memenuhi tugas praktik Instrumentasi Lanjut
Dosen Koordinator : Eko Naning Sofyanita, [Link].A.K, [Link]
Disusun oleh :
MISKA JULIASTRI
P1337434120020
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
PRODI DIII TLM
TAHUN 2020/2021
Tanggal Praktikum : Selasa, 30 Maret 2021
Laporan Praktikum
Blood Gas Analyzer
I. Tujuan :
1. Untuk mengetahui cara penggunaan dan cara kerja alat blood gas analyzer
2. Untuk mengetahui cara perawatan blood gas analyzer
II. Dasar Teori
Blood Gas Analyzer (Analisa Gas Darah) merupakan salah satu alat diagnosis dan
penatalaksanaan penting bagi pasien untuk mengetahui status oksigenasi dan keseimbangan
asam basanya. Pemeriksaan Analisa gas darah penting untuk menilai keadaan fungsi paru-
paru. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui pengambilan darah astrup dari arteri radialis,
brakhialis, atau formalis. Tujuan penganalisaan darah dengan menggunakan alat ini yaitu :
1. Keadaan O2 dan metabolisme sel
2. Efisiensi pertukaran O2 dan CO2
3. Kemampuan hemoglobin darah dalam mengangkut O2 dan CO2
4. Tingkat tekanan O2 dalam darah arteri
Komponen-komponen alat blood gas analyzer yaitu ion selective modul elektroda, reagent
chamber, humidifier wells, sample input port, peristaltic pump, dan waste module.
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil dari cara kerja blood gas analyzer :
1. Gelembung Udara.
Tekanan oksigen adalan 158 mmHg. Jika terdapat udara dalam sampel darah maka alat
cenderung menyamakan tekanan sehingga bila tekanan oksigen pada sampel darah
kurang dari 158 mmHg, maka hasilnya akan meningkat.
2. Antikoagulan.
Pemberian heparin yang berlebihan akan menurunkan tekanan CO2 sedangkan pH tidak
terpengaruh karena efek penurunan CO2 terhadap pH dihambat oleh keasaman heparin.
3. Metabolisme.
Sebaiknya sampel diperiksa dalam 20 menit setelah pengambilan dikarenakan sampel
masih merupakan jaringan hidup yang membutuhkan oksigen dan menghasilkan
karbondioksida. Jika tidak langsung diperiksa, dapat disimpan dalam kamar pendingin
selama beberapa jam.
Standar elektroda :
1. pH modules, memproduksi berbagai tingkatan keluaran yang sebanding dengan pH
sampel yang dianalisa.
2. pCO2 modules, memproduksi voltase yang sebanding dengan konsentrasi CO 2 pada
sampel.
3. pO2 modules, menghasilkan voltase yang sebanding dengan konsentrasi O 2 pada
sampel.
4. Acuan elektroda, menyediakan potensial elektrik yang konstan dan stabil (756 mV)
yang digunakan sebagai petunjuk untuk mengukur potensial elektrik yang diproduksi
oleh setiap pengukur elektroda.
5. Heater, mempertahankan standar elektroda pada suhu 37oC.
6. Sensor suhu, menunjukkan temperatur ketika suhu turun atau naik 2 derajat di atas atau
di bawah 37oC.
7. Udara alir detector, berada di tempat masuk atau keluar dari standar elektroda.
III. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Blood gas analyzer
b. Spuit
2. Bahan
a. Sampel
b. Koagulan
IV. Prinsip Kerja
Gas sampel yang diambil melalui probe akan masuk ke setiap sampel sel secara
bergiliran di mana gas sampel akan dibandingkan dengan gas standar melalui pemencaran
sistem infrared di mana akan menghasilkan perbedaan panjang gelombang yang akan
dikonversi penerima menjadi sinyal analog.
V. Cara Kerja
1. Nyalakan power ON.
2. Setiap pertama kali menghidupkan alat, kalibrasi dengan cara tekan calibrate kemudian
enter. Alat akan melakukan kalibrasi secara otomatis.
3. Apabila ada sample pemeriksaan sebelum melakukan pemeriksaan tekan status untuk
mengetahui kondisi apakah PH, Pco2 dan Po2 kondisinya OK. Jika OK sample
langsung dapat diperiksa. Apabila kondisinya UC (Un Caliblasi) lakukan kalibrasi yaitu
tekan calibrate kemudian enter.
4. Apabila alat sudah dalam kondisi ready for analysa berarti alat sudah siap melakukan
pemeriksaan, tekan Analyzer. Selang pengisap sample akan keluar secara otomatis
kemudian masukan sample bersamaan tekan lagi analyzer sampai sample terhisap
secara otomatis selang akan masuk sendiri.
5. Lakukan daftar isian seperti yang terlihat dilayar monitor, sample ID , HB, suhu badan,
jenis sample (0 arteri, 1 vena, 2 kapiler), F102 (volume oksigen yang dilorelasi dengan
persen lihat daftar), kemudian clear 2x.
6. Alat akan menghitung secara otomatis dalam waktu yang relatif cepat hasil akan keluar
melalui printer.
VI. Cara Perawatan
1. Prosedur perawatan
a. Hisapkan protein removing layaknya sampel.
b. Lakukan berulang-langkah
Trouble shooting
a. Na, Ca, K, Cl over flow, solusi : bersihkan aspirasi sistem (terjadi sumbatan),
lakukan penggantian iner solution ion elektroda.
b. Pipet tidak menghisap (no sampel), solusi : bongkar dan bersihkan sistem aspirasi
(terjadi sumbatan).
c. Nilai tidak sesuai (terlalu tinggi atau rendah), solusi : lakukan kalibrasi ulang dan
baca sampel calibration solution.
2. Cara Kalibrasi :
Blood gas analyzer dikalibrasi setiap aan digunakan. Prosedur Kalibrasi :
a. Tekan CAL 1
b. Tekan CAL 2
c. Alat dalam keadaan kondisi ready
VII. Pembahasan
Blood gas analyzer adalah salah salah satu alat diagnosis dan penatalaksanaan
penting bagi pasien untuk mengetahui status oksigenasi dan keseimbangan asam basanya.
Pemeriksaan Analisa gas darah penting untuk menilai keadaan fungsi paru-paru. Prinsip
kerja dari alat tersebut yaitu gas sampel yang diambil melalui probe akan masuk ke setiap
sampel sel secara bergiliran di mana gas sampel akan dibandingkan dengan gas standar
melalui pemencaran sistem infrared di mana akan menghasilkan perbedaan panjang
gelombang yang akan dikonversi penerima menjadi sinyal analog. Dalam pemeriksaan
harus memperhatikan beberapa faktor dalam sampel yaitu gelembung udara, koagulan,
dan metabolisme dari sampel.
VIII. Referensi
Marlini, Ni Made Ratih Dwi, dkk. 2016. BGA dan EA. Diakses melalui
[Link] pada tanggal 30 Maret 2021.
Sofie, Mohammad. 2014. Blood Gas Analyzer. Diakses melalui
[Link] pada
tanggal 30 Maret 2021.
Hafizhan, Argam. 2020. Pengoperasian Instrumen Blood Gas Analyzer dan Electrolyte
Analyzer. Diakses melalui [Link] pada tanggal 31 Maret
2021.
IX. Lampiran
Semarang, 30 Maret 2021
Dosen Pengampu Praktikan
Eko Naning Sofyanita, [Link].A.K, [Link] Miska Juliastri
NIM. P1337434120020