LAPORAN
PRAKTEK ANTENA DAN PROPAGASI
JOB 2
PENGUKURAN POLA RADIASI ANTENA STANDAR
Oleh :
Nama :
Nim :
Kelas :
Kelompok :
Partner : 1.
2.
3.
4.
5.
Instruktur : Ir. Jon Endri, M.T
LABORATORIUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG
2020
JOB 2
I. JUDUL : Pengukuran Pola Radiasi Antena Standar.
II. TUJUAN : 1. Mengetahui / memahami cara pengukuran pola radiasi antenna.
2. Mengamati / mengukur daya output antenna untuk sudut
pengarahan yang bervariasi.
3. Mengetahui cara menggambarkan pola radiasi antenna baik
secara teoritis maupun praktis.
4. Membandingkan gambaran pola radiasi antenna praktis dengan
teoritis.
III. PERANGKAT / ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN :
1. 2 Set antenna standar.
2. 1 buah RF signal generator.
3. 1 buah RF amplifier.
4. 1 buah power supply.
5. 2 buah RF spectrum analyzer.
6. Kabel-kabel dan konektor-konektor.
7. Alat-alat pendukung lainnya ;
- Mistar panjang / meteran.
- Selotip / plester / lak ban.
- Obeng / tang / cutter.
IV. TEORI PENDUKUNG :
4.1 Antena Standar
Antena standar merupakan antenna pabrikan / antenna yang dibuat pabrik
yang telah melalui pengujian laboratorium dan biasa digunakan sebagai
referensi untuk mengukur antenna-antena praktis hasil desain.
Antena standar ini didesain berupa antenna open dipole λ/2, dimana
antenna ini mempunyai gain matematis 2,15 dB.
a
b b
kabel elemen
coaxial
Gambar 1. Antena standar ( open dipole ).
Keterangan : l : panjang elemen antenna ( λ/2 ).
a : jarak / spasi antar kutub elemen.
b : panjang masing-masing potongan elemen antenna.
IV.2 Pola Radiasi Antena
Pola radiasi antenna merupakan gambaran pancaran energy radiasi
antenna.
Antenna standar yang berupa antenna open dipole λ/2 mempunyai pola
radiasi omnidirectional. Pola seperti ini digambarkan berupa pola cincin besar
yang mengelilingi batangan / elemen antenna. Pola radiasi omnidirectional ini
lebih dikenal dengan istilah pola kue donat karena bentuknya seperti kue donat
besar yang mengelilingi batangan / elemen antenna.
Ŵmin Z
00 dθ
Pola radiasi Ŵ Ŵ
Ŵ antena
Ê φ
π/2
Ŵmax Y
2π
Ê Ĥ
00
Ŵmax
X
dφ Ŵmin
θ
Gambar 2. Pola radiasi antenna open dipole ( pola kue donat ).
Pola cincin atau pola kue donat diatas dibentuk oleh gabungan dua pola,
yaitu :
1. Pola vertical, yang berupa gambaran lingkaran cincin / lingkaran kue
donat.
2. Pola horizontal, yang berupa gambaran lingkaran penampang cincin /
lingkaran penampang kue donat.
Pola vertical secara teoritis digambarkan berupa lingkaran yang sempurna
dengan bentuk tetap, sedangkan pola horizontal digambarkan berupa lingkaran
dengan bentuk yang bervariasi sesuai dengan panjang elemen antenna.
0 2π
π/2
π
0
Gambar 3. Gambaran pola vertical. Gambar 4. Gambaran pola horizontal.
Pola radiasi secara teoritis digambarkan berupa kuat medan fungsi sudut
pengarahan antenna ( W fungsi θ ), dimana persamaannya dapat ditulis :
W(θ) = WmaxSinnθ ……….…………………………………….. 1)
dimana ; W(θ) ; kuat medan fungsi θ.
Wmax ; kuat medan maksimum ( pada θ = π/2 ).
n = 3 untuk antenna dengan panjang elemen λ/2.
= 2 untuk antenna dengan panjang elemen 3λ/4 dan λ/4.
= 1 untuk antenna dengan panjang elemen λ.
IV.3 Pengukuran Pola Radiasi
Seperti halnya pada pengukuran gain, pada pengukuran pola radiasi
antenna, antenna yang akan diukur dioperasikan sebagai antenna receiver
sedangkan antenna transmitter selalu menggunakan antenna standar.
Karena yang bervariasi adalah pola horizontal maka pada pengukuran
antenna open dipole pola yang akan diukur dan digambarkan adalah pola
horizontal.
Untuk menggambarkan pola radiasi antenna maka secara teoritis harus
diukur kuat medan antenna, akan tetapi secara praktis pengukuran kuat medan
dapat diganti dengan pengukuran daya antena, dalam hal ini adalah daya output
antenna receiver. Daya output antenna tersebut diukur dengan sudut
pengarahan ( θ ) yang bervariasi dalam batasan integral sudut θ tersebut.
π
Antena transmitter θ
( standar )
Antena receiver
π/2
( standar dan yang
akan diukur )
Tinggi antena
( relatip )
Tx Rx
Jarak antena transmitter –
receiver
( relatip )
RF RF
SA SA
Gambar 5. Diagram dasar pengukuran pola radiasi antenna open dipole.
PRmax
PRc PRd
PRb
PRe
PRa π/2
θc θd PRf
θb θe
θa θf
PRmin π PRmin
0
Gambar 6. Gambaran pola radiasi antenna berdasarkan pengukuran daya.
Secara teoritis pola radiasi dapat digambarkan dengan persamaan :
PR(θ) = PRmaxSinnθ ……………………………………………… 2)
Berdasarkan hasil pengukuran / praktis maka pola radiasi antenna dapat
digamabarkan dengan persamaan matriks :
PR(θ) = [PRmin , PRa , PRb , PRc , PRmax , PRd , PRe , PRf , PRmin] ……. 3)
Satuan-satuan daya diatas harus dalam bentuk satuan satuan dasar
seperti Watt, mWatt, μWatt, nWatt atau pWatt.
V. PROSEDUR PENGUKURAN
1. Siapkan 2 ( dua ) set antenna standar.
2. Siapkan perangkat / alat-alat ukur.
3. Buat rangkaian pengukuran seperti gambar berikut ! dengan ketentuan ;
Instalasi ; vertical – horizontal.
Frekuensi ; ….. MHz.
π
Antena standar
θ Antena standar
π/2
( 3 atau 4 meter )
PS
RF RF ( 30 atau 40 meter ) RF
SG Amp SA
RF
SA
4. Hidupkan RF spectrum analyzer, dengan ketentuan ;
Pada sisi transmitter ;
Frekuensi center ; ….. MHz.
Span ; 1 MHz.
Rev level ; 20 dBm.
Pada sisi receiver ;
Frekuensi center ; ….. MHz.
Span ; 1 MHz.
Rev level ; - 20 dBm.
5. Hidupkan RF signal generator, dengan ketentuan ;
Frekuensi ; …. MHz.
Amplitudo output ; 3 dBm.
6. Hidupkan RF amplifier dengan member tegangan catu s/d 20 Volt dc.
7. Amati dan catat hasil pengukuran pada spectrum analyzer sisi transmitter
( PT ).
8. Amati dan catat hasil pengukuran pada spectrum analyzer sisi receiver
( PRstandar pada sudut θ= 900 ).
9. Putar antenna receiver dengan variasi sudut θ= 150 menuju θ= 00 dan θ=
1800. Amati dan catat hasil pengukuran spectrum analyzer untuk setiap
variasi sudut θ ( PR standar pada setiap variasi sudut θ ).
10. Ganti antenna receiver dengan variasi panjang elemen 3λ/4 dan λ/4.
Lakukan pengukuran seperti pengukuran pada butir 8 dan butir 9.
VI. DATA HASIL PENGUKURAN
Dibuat data hasil pengukuran seperti tabel berikut.
Tabel data hasil pengukuran
No Frekuensi θ PT PRstandar PR ( dBm )
( MHz ) ( dBm ) ( dBm )
3λ/4 λ/4
0
1 0
2 150
3 300
4 450
5 600
6 750
7 900
8 1050
9 1200
10 1350
11 1500
12 1650
13 1800
VII. TUGAS
1. Hitung PR(θ) pada masing-masing antenna secara teoritis dalam satuan
nWatt !.
PRmax = PR pada θ= 900.
2. Buat tabel hasil perhitungan teoritis tersebut !
3. Gambarkan pola radiasi masing-masing antenna secara teoritis !
4. Hitung PR(θ) pada masing-masing antenna dari data hasil pengukuran
dalam satuan nWatt !.
5. Buat tabel hasil perhitungan dari data hasil pengukuran tersebut !
6. Gambarkan pola radiasi masing-masing antenna berdasarkan data hasil
pengukuran !
7. Buat analisa hasil pengukuran dengan cara membandingkan pola radiasi
hasil pengukuran dengan teoritis pada masing-masing antenna yang
diukur..
( Gunakan program matlab untuk menghiting P R(θ) dan menggambar pola
radiasi ).
VIII. PENYELESAIAN TUGAS
1. Perhitungan PR(θ) teoritis
a. Antena standar
b. Antena 3λ/4
c. Antena λ/4
2. Tabel hasil perhitungan PR(θ) teoritis
No Frekuensi θ PRstandar PR ( nWatt )
( MHz ) ( nWatt )
3λ/4 λ/4
1 0
2 15
3 30
4 45
5 60
6 75
7 90
8 105
9 120
10 135
11 150
12 165
13 180
3. Gambar pola radiasi teoritis
a. Antena standar
b. Antena 3λ/4
c. Antena λ/4
4. Perhitungan PR(θ) dari data hasil pengukuran
a. Antena standar
b. Antena 3λ/4
c. Antena λ/4
5. Tabel hasil perhitungan PR(θ) dari data hasil pengukuran
No Frekuensi θ PRstandar PR ( nWatt )
( MHz ) ( nWatt )
3λ/4 λ/4
1 0
2 15
3 30
4 45
5 60
6 75
7 90
8 105
9 120
10 135
11 150
12 165
13 180
6. Gambar pola radiasi dari data hasil pengukuran
a. Antena standar
b. Antena 3λ/4
c. Antena λ/4
7. Analisa
a. Antena standar
b. Antena 3λ/4
c. Antena λ/4