0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan5 halaman

Pengertian dan Fungsi DDL dalam SQL

Dokumen tersebut membahas tentang Data Definition Language (DDL) yang merupakan kumpulan perintah SQL untuk menggambarkan desain database. DDL digunakan untuk membuat, merubah, dan menghapus struktur data pada database. Perintah dasar DDL antara lain create, alter, dan drop untuk membuat, mengubah, dan menghapus objek database. Dokumen tersebut juga memberikan contoh penggunaan DDL untuk membuat database, tabel, dan hubungan antar tabel.

Diunggah oleh

Teuku Farouq
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan5 halaman

Pengertian dan Fungsi DDL dalam SQL

Dokumen tersebut membahas tentang Data Definition Language (DDL) yang merupakan kumpulan perintah SQL untuk menggambarkan desain database. DDL digunakan untuk membuat, merubah, dan menghapus struktur data pada database. Perintah dasar DDL antara lain create, alter, dan drop untuk membuat, mengubah, dan menghapus objek database. Dokumen tersebut juga memberikan contoh penggunaan DDL untuk membuat database, tabel, dan hubungan antar tabel.

Diunggah oleh

Teuku Farouq
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Cut Ramadhania

Kelas : Akuntansi 2.3

Nim : 1962401071

DATA DEFINITION LANGUAGE(DDL)

Pengertian DDL (Data Definition Language)


DDL adalah singkatan dari Data Definition Language yaitu kumpulan perintah pada SQL
untuk menggambarkan desain dari database secara menyeluruh, selain itu DDL (Data Definition
Language) juga digunakan untuk membuat, merubah maupun menghapus struktur atau definisi
tipe data dari obyek yang ada pada database.

Perintah Dasar DDL

[Link]

Ini adalah bahasa pemrograman yang saat membuat objek. Dalam perintah ini ada beberapa poin
sebagai berikut:

 Create trigger untuk membuat reaksi tertentu atau trigger pada database saat Anda
memasukkan perintah lain

 Create table untuk membuat tabel yang baru

 Create Procedure untuk membuat prosedur yang baru

 Create index untuk membuat index yang baru

 Create function untuk membuat fungsi yang baru

 Create database untuk membuat database yang baru

[Link]

Ini adalah bahasa pemrograman yang dipakai manakala hendak merubah struktur suatu tabel atau
memodifikasi bentuk kolom, mengganti ataupun sekedar menambah tabel yang sebelumnya
sudah ada.

 
[Link]

Ini adalah perintah yang bisa digunakan terkait dengan penghapusan objek yang terdapat dalam
database. Di sini ada 2 macam yakni drop database serta drop table. Drop database untuk
menghapus database sementara drop table untuk menghapus tabel.

Selain ketiga perintah di atas, ada pula perintah lain yang disebut dengan Truncate. Truncate ini
adalah perintah yang bisa Anda manfaatkan ketika Anda ingin menghapus objek dalam database
dalam waktu yang lebih cepat. Bahkan perintah ini konon lebih cepat dibandingkan dengan
Delete.

Lebih tepatnya, Truncate ini akan menghapus catatan-catatan yang terdapat dalam tabel. Jadi
ketika Anda sudah membuat struktur tabel namun ternyata catatan yang ada di dalamnya salah,
Anda bisa menggunakan perintah Truncate ini.

Fungsi Utama DDL

Secara garis besar DDL berfungsi untuk :

 Membuat

 Mengubah

 dan Menghapus struktur data pada database.

Fungsi DDL
DDL atau Data Definition Language memiliki berbagai fungsi dalam SQL. DDL pada
dasarnya adalah bahasa pemrograman untuk memberikan perintah dalam dalam sebuah struktur
database. DDL digunakan untuk membuat skema, tabel, indeks, dan lain. Berikut penjelas
tentang fungsi-fungsi bahasa pemrograman DDL.

Contoh Perintah Data Definition Language (DDL)

MENDESKRIPSIKAN TABEL (DDL)

Ø  Membuat Database Penginapan

SQL:

Create database penginapan;

Show databases;

Use penginapan;

Ø  Membuat Tabel Tamu

SQL:

Create table tamu(idtamu char(5) not null primary key,

Nama char(50) not null,

Alamat char(100) not null,

Usia char(2) not null,

Noktp char(2) not null);

Desc tamu;

Ø    Membuat tabel kamar

SQL:

Create table kamar(kdkamar char(5) not null primary key,

Jenis char(20) not null,


Tipe_kamar char(20) not null,

Tarif int);

Desc kamar;

Ø  Membuat tabel sewa

SQL:

Create table sewa(idtamu char(5) not null,

Kdkamar char(5) not null,

Lama_sewa int not null);

Desc sewa; e:AR-� � D s РW x�W /b> kamar;


REFERENSI

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

Common questions

Didukung oleh AI

The CREATE command in DDL is context-specific; for creating triggers, it sets reactions to certain SQL commands. For tables, it establishes new tables and their constraints. Creating procedures involves defining new stored procedures, while indexes and functions are set up for indexing data fields and creating reusable functions, respectively. Creating a database involves initializing a new database for use .

DDL enhances database efficiency by structuring data optimally using indexed tables and optimized queries. It works with DML for data manipulation and DCL for authorization control to ensure a coherent system where data can be efficiently stored, retrieved, and managed, maintaining robust database operations .

The DROP command removes structures entirely; DROP DATABASE deletes the entire database and its objects, while DROP TABLE removes individual tables. Careful consideration is needed to avoid data loss. A backup should be performed before executing these irreversible commands .

DDL allows for precise schema modifications, ensuring databases adhere to organizational policies and industry standards. By enabling structured and documented changes (using ALTER, for example), it supports governance by tracking how data structures align with compliance requirements, enhancing data accountability and security .

TRUNCATE is more efficient than DELETE when needing to remove all records from a table without logging individual row deletions. It is faster because it deallocates data pages and does not generate individual row delete logs, enhancing database performance especially for large tables .

DDL functions to create, modify, and delete the structure of database objects. It is used to design the layout of a database, create schemas, tables, indexes, and more. DDL commands such as CREATE, ALTER, DROP, and TRUNCATE help manage the database's framework efficiently .

ALTER is crucial for updating the database structure, such as modifying table columns or adding new ones, adapting the database to evolving data requirements. DROP is important for removing unwanted objects like databases and tables, helping maintain database integrity and cleanliness by eliminating obsolete structures .

Primary keys enforce uniqueness in table records, crucial for ensuring each record can be distinctly retrieved and referenced. They optimize data retrieval processes and maintain relational integrity, preventing duplicate records and facilitating accurate data relationships .

The process involves using the CREATE TABLE command followed by specifying the table's name and defining its columns along with constraints. For instance, 'Create table tamu(idtamu char(5) not null primary key,...);' Here, fields are defined with data types and constraints like NOT NULL and PRIMARY KEY to ensure the uniqueness and validity of data entered .

DDL commands are pivotal in database modeling and design as they allow precise definition and restructuring of database components. By using commands like CREATE for building initial structures and ALTER for adjustments, developers ensure databases are scalable and adaptable, streamlining development and enhancing data management efficiency .

Anda mungkin juga menyukai