KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH (KMB)
1. Kasus: Tn. X direncanakan tindakan pembedahan dua hari lagi. Ketika perawat melakukan anamnesa
pasien sering bertanya tentang bagaimana jalannya operasi, apakah masalahnya bisa tuntas, dan mengeluh
tentang waktu kerjanya yang hilang akibat penyakitnya.
Dari kasus diatas mestinya perawat lebih fokus pengkajian tentang aspek:
a. Psikologis
b. Sosial
c. Fisik
d. Spritual
e. Biologis
2. Dalam melakukan pengkajian fisik pada pasien yang akan dilakukan tindakan pembedahan, perlu
diperhatikan adanya perubahan yang terkait dengan system kardiovaskuler:
a. Perubahan warna kulit
b. Adanya luka tekan
c. Edema
d. Perubahan bunyi napas
e. Frekuensi pernapasan
3. Kasus : Tn. X direncanakan tindakan pembedahan dua hari lagi. Ketika perawat melakukan anamnesa
pasien sering bertanya tentang bagaimana jalannya operasi. Berdasarkan observasi dan anamnesa perawat
pasien jarang mobilisasi, tidak bisa batuk efektif, napas tidak teratur. Untuk antisipasi komplikasi pasca
pembedahan yang terkait system pernapasan maka perawat perlu mengajarkan:
a. Teknik relaksasi
b. Teknik napas dalam/panjang
c. Teknik mobilisasi dini
d. Antisipasi stress
e. Teknik distraksi.
4. Untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien setelah operasi, penyuluhan yang tepat diberikan sebelum operasi
adalah:
a. Jadwal kunjungan keluarga
b. Proses kerja di kamar operasi
c. Teknik relaksasi, latihan nafas dalam dan batuk efektif
d. Pengaturan posisi pasien
e. Gerakkan tubuh
5. Perawat ruangan yang menerima pasien pasca pembedahan mesti memperhatikan hal-hal di bawah
terutama:
a. Jenis pembedahan yang dilakukan pada pasien
b. Segala selang, drain yang terpasang pada pasien
c. Informasi spesifik operator pembedahan
d. Kondisi umum dan kepatenan jalan napas.
e. Medikasi yang didapat pasien
6. Seorang Pasien Lakilaki datang ke UGD dengan keluhan sakit perut kanan bawah sejak tiga jam yang
lalu, buang air besar cair sudah 2 kali dan muntah 5 kali sejak tadi pagi. Klien mengeluh badannya
lemas dan mual-mual. Hasil pemeriksaan fisik tampak turgor kulit kurang, mukosa mulut kering, TD
100/60 mmHg, nadi 96 kali/menit, RR 24 kali/menit, suhu 38,7 0 C. Pasien direncanakan operasi
apendik. Apakah diagnosa keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
a. Nyeri akut berhubungan dengan peradangan pada apendik
b. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan output berlebihan
c. Ansietas berhubungan dengan eliminasi yang sering dan tidak terkontrol.
d. Perubahan kenyamanan berhubungan dengan kram abdomen, diare dan muntah.
e. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output berlebihan.
7. Seorang Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang batu ureter. Pasien mengeluh susah kencing dan
nyeri pada saat ada keinginan buang air kecil. Perawat melalukan pemasangan kateter. Setelah kateter
masuk 8 cm, pasien meringis kesakitan. Apa yang selanjutnya dilakukan perawat?
a. Menarik cateter
b. Meneruskan memasukan kateter
c. Meminta pasien menarik vafas dalam
d. Mengangkat penis
e. Menambahkan jelly
8. Seorang Laki-laki berusia 20 tahun dirawat dengan kencing berdarah setelah mengalami kecelakaan
lalu lintas. Pasien mengeluh kesakitan, skala nyeri 5. Dokter akan melakukan cistoscopy. Apakah
topik penjelasan/informasi yang diberikan untuk pasien tersebut?
a. Prosedur cistoscopy
b. Relaksasi
c. Penyebab terjadinya perdarahan
d. Cara menghentikan perdarahan
e. Jenis Anastesi yang akan diberikan
9. Tn B 40 tahun muslim mengalami ileus dan akan dilakukan pencangkokan usus dengan menggunakan
derivat dari babi. Apa yang saudara lakukan dalam memberikan informasi agar paasien setuju untuk
dioperasi?
a. Menjelaskan bahan tersebut tidak haram
b. Menjelaskan keuntungan dan kerugian dari penggunaan derivat tersebut
c. Membujuk pasien agar mengikuti instruksi yang diberikan
d. Mendatangkan petugas kesehatan lain
e. Menerima penolakan pasien
10. Seorang laki-laki usia 45 tahun tiba di IGD dengan keluhan nyeri hebat di sekitar pusar disertai mual
dan muntah sejak 4 jam sebelum masuk RS. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan data : kesadaran
CM TD 160/80 mmHg. N 110 x/mnt R 22 x/mnt. Dari pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan
dan nyeri lepas pada perut kanan bagian bawah. Apakah tindakan mandiri keperawatan yang dapat
dilakukan untuk mengatasi masalah keperawatan diatas?
a. Mempersiapkan rencana operasi cito
b. Menjelaskan ke pasien untuk tenang dan tidak mengeluh nyeri.
c. Berkolaborasi dengan tim medis untuk pemberian analgetik dosis tinggi
d. Tehnik relaksasi dan mengajarkan nafas dalam
e. Memberikan kompres dingin.
11. Seorang perempuan usia 30 tahun berat badan 50 kg dirawat dengan riwayat luka bakar. Pemeriksaan
fisik didapatkan luka bakar didaerah fasial, leher dan dada, pasien mengeluh nyeri dan panas, dan
tampak kesulitan dalam bernafas, TD 120/80 mmHg. N 100 x/mnt. Respirasi 30 x/mnt. Pasien telah
diakukan pemasangan infuse 20 tts/mnt, pemasangan cateter produksi 20 cc/6 jam. Pasien
direncanakan dilakukan debridemen di kamar operasi. Apakah yang harus menjadi perhatian utama
oleh perawat pada kasus diatas ?
a. Kelancaran tetesan infuse
b. Kepatenan jalan nafas
c. Kebutuhan cairan
d. Keluahan nyeri
e. Produksi urine
12. Seorang perempuan usia 40 tahun dirawat dengan keluhan nyeri di daerah abdomen riwayat trauma
tumpul amdomen. Pemeriksan fisik didapatkan data, jejas di abdomen, abdomen teraba keras seperti
papan, terdapat nyeri tekan. Pasien tampak cemas dengan keadaan yang dialaminya, tampak anemis,
cafilery rafille kurang dari 3 detik. Apakah tindakan keperawatan yang prioritas dilakukan oleh
perawat ?
a. Mempersiapan pasien tindakan pembedahan segera.
b. Mengawasi tanda-tanda perdarahan intra abdomen
c. Mengukur tanda-tanda vital secara berkala
d. Mengatasi masalah cemas pasien
e. Mengatasi keluahan nyeri
b. Seorang laki-laki berusia 30 tahun berat badan 50 kg dirawat dengan Batu Ginjal. Pemeriksaan fisik
didapatkan nyeri pada pinggang, pasien mengeluh nyeri dan panas, dan tampak kesulitan dalam buang air
kecil, TD 120/80 mmHg. N 100 x/mnt. Respirasi 30 x/mnt dan terpasang cateter produksi 20 cc/6 jam.
Pasien direncanakan akan dioperasi. Apakah yang harus dilengkapi perawat sebelum dilakukan operasi?
[Link] tranfusi
[Link] irigator
[Link] consent
[Link] parentral
[Link]-obat anastesi
c. Seorang Laki-laki berusia 25 tahun telah menjalani operasi laparatomi 5 hari yang lalu dan akan dilakukan
pengangkatan jaritan. Suhu tubuh 370 C, nadi 80x/menit dan skala nyeri 2. Perawat telah menyiapkan alat
dan membuka balutan. Apakah yang selanjutnya dilakukan oleh perawat?
[Link] luka
[Link] desinfeksi
[Link] jaritan
[Link] pengalas
[Link] pasien menarik nafas dalam
13. Pasien datang dengan keluhan ada benjolan yang dirasakannya pada abdomen, setelah dilakukan
pemeriksaan ternyata pasien di diagnose dengan kanker ovarium. Kemudian pasien disiapkan untuk
menjalankan operasi (laparatomi) untuk mengangkat tumornya. Keadaan pasien, KU baik, T : 110/70
mmHg, S : 37ᵒC, HB 10 gr%, pasien tampak tegang dengan mata berkaca-kaca.
Apakah data Obyektif dari kasus diatas adalah :
a. Benjolan di abdomen
b. Pasien merasa takut
c. Operasi laparatomi
d. Makan tidak habis satu porsi
e. Pasien merasa nyeri
14. Seorang perempuan datang ke klinik A, umur 30 tahun, mengeluh mengeluarkan darah yang
bercampur dan tidak termasuk pada stadium pertengahan.
Apakah perdarahan yang tidak ditemukan pada kanker serviks pada stadium pertengahan?
a. Leukore campur darah
b. Urine berdarah
c. Berak darah
d. Perdarahan propus
e. Darah kental
15. Seorang perempuan 30 tahun di Rs A terdiagnosa kanker serviks. Dia datang dengan keluhan
perdarahan yang terus menerus.
Apakah tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah di atas?
a. Beri tranfusi sesuai kebutuhan
b. Beri asupan yang adekuat
c. Pantau pemasukan dan haluaran cairan
d. Cek vital sign
e. Istirahat dengan tirah baring
16. Seorang perempuan 30 tahun di Rs A terdiagnosa kanker serviks. Dia datang dengan keluhan
perdarahan yang terus menerus. Pada pemeriksaan terlihat bagian vulva sangat kotor dan softek penuh
oleh darah.
Apakah pendidikan kesehatan yang harus diberikan pada pasien tersebut?
a. Kolaborasi pemberian antibiotic
b. Asupan yang adekuat
c. Mengganti soptek lebih sering
d. Pasang tampon
e. Istirahat yang cukup.
17. Seorang pria berumur 38 tahun dilakukan pelepasan kateter. Setelah memberitahu klien, mencuci
tangan, mendekatkan alat, kemudian plester dibuka dengan terlebih dahulu diolesi dengan alkohol.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya?
a. Menarik kateter secara perlahan
b. Menganjurkan klien untuk napas panjang
c. Mengolesi area meatus uretra dengan betadine
d. Mengeluarkan isi balon kateter dengan spuit
e. Membuang kateter ke bengkok
18. Seorang pria berumur 25 tahun dilakukan pengangkatan jahitan (up hecting). Setelah memberitahu
klien, mencuci tangan, mendekatkan alat, kemudian jahitan dibuka secara steril dengan terlebih
dahulu diolesi dengan alkohol.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya?
a. Memasang duk lubang
b. Mendesinfeksi sekitar luka operasi dengan alkohol 70%
c. Melepaskan jahitan satu per satu dengan cara selang seling
d. Membersihkan luka dengan betadine
e. Menutup luka dengan kasa steril dan diplester
19. Seorang perempuan berumur 75 tahun dilakukan perawatan luka dekubitus. Setelah memberitahu
klien, mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan steril, mengatur posisi klien, mengkaji luka
dan kulit sekitar luka, mengukur diameter panjang, lebar dan kedalaman luka.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya?
a. Mengukur kedalaman kulit dengan nekrosis jaringan
b. Mengkaji karakteristik, bentuk, dan jenis luka
c. Mencuci kulit sekitar luka dengan air hangat
d. Membersihkan luka dengan cairan salin normal
e. Mengeringkan luka secara perlahan dengan menekan daerah luka
20. Seorang perempuan berumur 75 tahun dilakukan perawatan WSD (water seal drainase). Setelah
memberitahu klien, mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan steril, mengatur posisi klien,
meletakkan perlak dan alasnya sesuai dengan letak selang dada, mendekatkan bengkok, dan
memeriksa balutan luka pada insersi selang terhadap adanya rembesan cairan.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya?
a. Memeriksa kepatenan alat WSD dan segera klem selang dada jika alat tidak
berfungsi
b. Cek produk drainase (warna/jumlah/dan lain-lain)
c. Anjurkan klien untuk latihan tarik napas panjang sebanyak 5 kali
d. Lakukan klem pada selang dada selama tindakan
e. Membersihkan luka dengan kasa betadine di bagian insersi
21. Seorang laki-laki berumur 40 tahun mengalami luka robek akibat terjatuh dari pohon. Perawat
melakukan tindakan untuk menjahit luka. Setelah memberitahu klien, mencuci tangan dan
menggunakan sarung tangan steril, perawat membuka spuit dari tempatnya dan memasukkan
kedalam bak instrument, melakukan tindakan antiseptic dengan menggunakan betadine 10%.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya?
a. Memasang duk lubang
b. Melakukan infiltrasi dengan anestesi intradermal lokal
c. Mengirigasi luka dengan cairan salin normal
d. Melakukan debribement pada luka
e. Melakukan klem dan mengikat pembuluh darah yang mengalami perdarahan
22. Seorang perempuan berumur 68 tahun menjalani perawatan post operasi kolostomi. Perawat
melakukan perawatan kolostomi. Setelah memberitahu klien, mencuci tangan dan menggunakan
sarung tangan steril, perawat meletakkan perlak dan pengalasnya sesuai dengan letak stoma,
meletakkan bengkok diatas perlak, membuka set ganti balutan dan menyiapkan cairan NaCl 0,9%.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya?
a. Mengobservasi produk stoma (warna, konsistensi, bau dan jumlah)
b. Membuka kantong kolostomi yang terpasang dengan pinset
c. Membersihkan stoma dengan NaCl 0,9%
d. Membersihkan kulit sekitas stoma dan sisa feses
e. Mengeringkan kulit sekitar stoma
23. Seorang perempuan berumur 75 tahun dilakukan perawatan luka dekubitus. Setelah memberitahu
klien, mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan steril, mengatur posisi klien, mengkaji luka
dan kulit sekitar luka, mengukur diameter panjang, lebar dan kedalaman luka.
Pertanyaan soal
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya?
a. Mengukur kedalaman kulit dengan nekrosis jaringan
b. Mengkaji karakteristik, bentuk, dan jenis luka
c. Mencuci kulit sekitar luka dengan air hangat
d. Membersihkan luka dengan cairan salin normal
e. Mengeringkan luka secara perlahan dengan menekan daerah luka
24. Seorang laki-laki berusia 25 tahun dirawat karena kecelakaan motor. Saat dikaji tampak laserasi
pada femoralis, perdarahan aktif, pasien membuka mata setelah ditekan pada periorbita,
menghindari rangsangan nyeri dan hanya mengguman (mengeluarkan suara) saat dipanggil
namanya
Berapakah nilai GCS laki-laki tersebut?
a. 7
b. 8
c. 9
d. 10
e. 11
25. Seorang perempuan berusia 50 tahun dirawat di RS dengan penyakit Diabetes Mellitus. Pasien
direncanakan akan menjalani prosedur amputasi. Perawat melakukan pengkajian terhadap pasien
sebelum operasi, dan memeriksa Gula Darah Sewaktu (GDS) pasien.
Apakah tujuan pengkajian/pemeriksaan GDS yang dilakukan oleh perawat tersebut ?
a. Mencegah terjadinya perdarahan selama operasi
b. Mencegah terjadinya infeksi pada pasien
c. Mengatasi kepanikan pasien
d. Merilekskan pasien
e. Standar prosedur
26. Seorang perempuan berusia 49 tahun berobat ke poliklinik dengan keluhan luka pada tumit kaki
kanan akibat di garuk, disertai mati rasa pada kedua kaki. Pasien tidak tahu cara melakukan
perawatan luka. Hasil pemeriksaan: luka kemerahan dengan diameter 5 cm, tepi luka tampak
menghitam. Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu 245 mg/dl.
Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat diberikan pada kasus di atas ?
a. Jelaskan tentang diit DM
b. Lakukan perawatan luka pada kaki
c. Anjurkan pasien untuk olahraga teratur
d. Jelaskan tentang perawatan luka pada kaki
e. Jelaskan tentang pentingnya kontrol teratur
27. Seorang perempuan berusia 50 tahun di rawat di RS dengan Gagal Jantung. Hasil pengkajian
pasien nampak berbaring lemah, kulit berkeringat dan lengket. Perawat melakukan tindakan
memandikan pasien di atas tempat tidur. Saat akan membersihkan daerah punggung tiba-tiba
pasien merasakan sesak.
Apakah tindakan selanjutnya yang paling tepat diberikan ada kasus di atas ?
a. Menghentikan tindakan memandikan
b. Mengajarkan pasien nafas dalam
c. Memberikan posisi semi fowler
d. Melakukan massase punggung
e. Memberikan terapi oksigen
28. Seorang laki laki berusia 54 tahun masuk RS dengan keluhan batuk darah ± 3 minggu yang
lalu, demam pada malam hari, BB menurun dan tidak ada nafsu makan. hasil BTA (+). Perawat
memberikan air es kepada pasien, sambil memberikan kirbat es didada.
Apakah rasional dari tindakan perawat tersebut?
a. Mengencerkan dahak
b. Memudahkan pengeluaran sekret
c. Efek evaporasi untuk penurunan suhu tubuh
d. Efek konduksi untuk penurunan suhu tubuh
e. Mengencerkan dahak dan membekukan darah akibat iritasi pada paru
29. Seorang perempuan berusia 60 tahun dirawat di RS dengan tingkat kesadaran somnolen, sering
batuk, lendir tidak dapat dikeluarkan. Hasil pemeriksaan TD : 150/100 mmHg, frekwensi nadi 82
X/menit, frekwensi napas 26 X/menit. Pasien akan dilakukan tindakan pengisapan lendir
(suction). Saat memasukkan selang, Pasien batuk dan sesak napas.
Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk kasus di atas?
(a) Memberikan oksigen nasal kanula
(b) Tetap melakukan tindakan suctioning
(c) Menghentikan tindakan dan laporkan ke dokter
(d) Mencabut selang suction dan memberikan oksigen nasal kanul
(e) Menghentikan suction selama batuk dan sesak napas kemudian melanjutkan
kembali
30. Seorang laki-laki, umur 34 tahun. Dilakukan pemasangan kateter urine (Foley chateter) untuk
persiapan operasi. Setelah pelumasan kateter dengan jelly, kateter dimasukan dengan mudah
dan tanpa hambatan, urin keluar dan ditampung dalam bengkok/penampung yang telah
disiapkan.
Apakah tindakan yang harus dilakukan perawat selanjutnya ?
a. Menekan pubis pasien dengan lembut
b. Menyambungkan kateter ke kantung urin
c. Menggembungkan balon dengan NaCl 0,9 %
d. Memfiksasi kateter dengan penis menghadap keatas
e. Meneruskan pemasukan kateter sampai percabangannya
31. Seorang laki-laki berusia 52 tahun dibawa keluarganya ke Rumah Sakit dengan keluhan sesak
disertai nyeri dada, batuk (+) sputum tidak produktif, suara nafas mengi. Dari hasil pemeriksaan
didapatkan TD : 130/90 mmHg, N : 112 X/mnt, S : 38,6 C, RR : 36 X/mnt. Klien sudah
dilakukan pemeriksaan foto thorax dan hasilnya CA Paru.
Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus tersebut?
a. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi sputum
b. Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan gangguan aliran udara ke alveoli
c. Gangguan rasa nyaman (Nyeri) berhubungan dengan invasi kanker ke pleura
d. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan penurunan ekspansi paru
e. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia
32. Seorang perempuan datang ke rumah sakit dengan keluhan sulit bernafas dan terlihat bernapas
menggunakan cuping hidungnya. Batuk yang dialaminya sudah 1 minggu. Hasil pemeriksaan fisik
temperature 37,70C
Apakah tindakan yang akan anda lakukan pada klien tersebut?
a. Vibrasi
b. Perkusi dada
c. Posisi fowler
d. Postural drainase
e. Latih batuk efektif
33. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke Rumah Sakit untuk melakukan ceck up dengan
keluhan demam. Pada inspeksi terdapat gaya berjalan yang tidak simetris. Perubahan temperatur
tubuh yang mengganggu aktivitas sehari-hari, sendi terasa panas.
Apakah data subjektif untuk masalah keperawatan pada kasus tersebut?
a. Kekakuan
b. Kekakuan sendi
c. Keterbatasan gerak
d. Peningkatan suhu tubuh
e. Ekstremitas bawah tidak simetris
34. Seorang laki-laki, umur 38 tahun, sementara dirawat di RS. Klien mengeluh nyeri pada daerah
vesika urinaria, nyeri saat buang air kecil dan tidak lancar, merasa tidak puas setelah BAK,
ekspresi tampak meringis kesakitan, hasil USG abdomen dinyatakan terdapat batu di daerah
vesika urinaria.
Apakah diagnosa keperawatan yang paling tepat kasus tersebut?
a. Infeksi berhubungan penurunan daya tahan tubuh
b. Obstruksi berhubungan dengan diet yang tidak efektif
c. Gangguan eliminasi urin berhubungan kegagalan ginjal kronis
d. Nyeri berhubungan ketidakmampuan melakukan manajemen nyeri
e. Gangguan pola eliminasi urin berhubungan dengan adanya obstruksi
35. Seorang laki-laki berusia 62 tahun dirawat di rumah sakit karena BPH, klien mengatakan sering
BAK, abdomen tegang, urin terus menetes setelah berkemih. Keadaan umum lemah, TD : 110/80
mmHg, S : 36,50C, Nadi : 80 kali permenit, pernapasan : 24 kali permenit
Apakah masalah keperawatan utama yang muncul pada klien tersebut?
a. Nyeri
b. Disfungsi seksual
c. Resiko tinggi infeksi
d. Gangguan eliminasi urin
e. Perubahan pola eliminasi urin
36. Seorang laki-laki, usia 55 tahun, datang ke IGD karena keluhan badan lemas sejak 2 hari yang
lalu. Hasil pengkajian : terdapat penurunan berat badan, nafsu makan meningkat, sering merasa
haus dan sering kencing pada malam hari, suhu badan : 380C, nadi : 60 x/menit, mukosa mulut
kering, turgor kulit : kembali dalam waktu 5 detik, wajah meringis, Gula Darah Sewaktu 180
mg/dl.
Apakah masalah keperawatan utama pada klien tersebut?
a. Nyeri akut
b. Intoleransi aktivitas
c. Kerusakan integritas kulit
d. Gangguan istirahat dan tidur
e. Gangguan volume cairan tubuh
37. Seorang laki-laki, usia 50 tahun, sudah 2 hari dirawat di RS mengalami sirosis hepatis. Keluhan
yang dirasakan pasien adalah perut bagian kanan atas terasa penuh, sesak nafas, diare, penurunan
nafsu makan, mual dan muntah. Hasil lab, SGOT : 300 u/L, SGPT : 200 u/L. Tekanan darah
130/80 mmHg, nadi 60 kali permenit, suhu 37,50C, pernapasan 28 kali permenit.
Apakah prioritas masalah keperawatan pada klien tersebut?
a. Nyeri akut
b. Gangguan nutrisi
c. Defisit volume cairan
d. Defisit volume cairan
e. Gangguan integritas kulit
38. Seorang perempuan berumur 38 tahun di rawat dengan Anemia, klien tampak pucat, Hb 8 gr
% dan diberikan transfusi darah. Pada saat diberikan transfusi darah klien mengeluh
menggigil dan gatal-gatal di seluruh tubuh.
Apakah tindakan pertama yang di lakukan oleh perawat kepada klien tersebut?
a. Mengukur tanda vital
b. Memberikan selimut tebal
c. Memberikan lotion anti gatal
d. Menganjurkan banyak minum
e. Menghentikan transfusi darah
39. Seorang wanita berusia 65 tahun di rawat di ruang internis dengan acites dan diagnose medic
sirosis hepatis, keluhan saat ini sesak nafas dan hanya mampu istrahat pada posisi semi fowler.
Apakah penyebab sesak napas pada kasus tersebut?
a. Edema paru-paru
b. Penurunan kadar oksigen darah
c. Gangguan proses difusi oksigen
d. Peningkatan tekanan intra abdomen
e. Penimbunan cairan di rongga abdomen
40. Seorang perempuan usia 21 tahun dirawat di RS dengan keluhan nyeri ulu hati sudah 2 minggu,
tidak nafsu makan, mual, muntah dan lesu. Hasil pengkajian: klien tampak lemas, lidah kotor,
Tekanan Darah: 110/70 mmHg, Suhu: 39°C dan Pernapasan: 22x/menit. Tes widal 1/200.
Apakah implementasi yang tepat untuk masalah pasien tersebut?
a. Melakukan oral hygiene
b. Melakukan kompres hangat
c. Mengajarkan teknik relaksasi
d. Memberikan cairan melalui intravena
e. Memberikan diit lunak dan rendah serat
41. Seorang perempuan berusia 55 tahun di ruang rawat penyakit dalam mengeluh lemas sejak
kemarin, BAB 10 kali per hari dengan konsistensi encer, terdapat lendir, pasien cemas. Hasil
pemeriksaan fisik diperoleh Tekanan Darah 90/50 mmHg, Nadi 55x/menit, Suhu 38,3°C, RR
16x/menit, balance cairan minus 600 cc per jam. Perawat melakukan tindakan kolaboratif
memberikan rehidrasi cairan infus NaCl 20 tetes per menit,
Apakah kriteria hasil evaluasi dari tindakan kolaboratif yang sudah dilakukan perawat
tersebut?
(f) Diare berkurang
(g) Cemas berkurang
(h) Pasien lebih berenergi
(i) Balance cairan seimbang
(j) Tekanan darah meningkat (mendekati 120/80 mmHg)
42. Seorang laki-laki berusia 38 tahun, sementara dirawat di rumah sakit dengan keluhan: tidak
buang air besar sejak 5 hari lalu, perut terasa sesak dan sakit, teraba keras saat palpasi. Berat
badan 58 Kg, tinggi 168 cm. kebiasaan minum pasien ± hanya 600 cc per hari dan jarang makan
sayuran dan buah.
Apakah tindakan yang paling tepat untuk dilakukan selanjutnya?
a. Memberikan diit tinggi serat
b. Menganjurkan banyak minum
c. Melakukan huknah pada pasien
d. Memberikan obat pencahar oral
e. Mengkaji lebih lanjut penyebab konstipasi
43. Seorang perempuan berusia 62 tahun hendak keluar dari ruang rawat Rumah Sakit dengan
kondisi post operasi eksisi katarak. Dari hasil pemeriksaan fisik terakhir diperoleh TD 200/70
mmhg, denyut nadi 54 kali/mnt frekuensi nafas 20 kali/mnt, klien mempunyai riwayat penyakit
katarak.
Manakah urutan utama pengkajian fisik yang harus di lakukan pada kasus tersebut?
a. Identifikasi kornea
b. Identifikasi lensa mata
c. Identifikasi tindakan preventif
d. Identifikasi sumber-sumber bantuan
e. Identifikasi kemampuan potensial untuk masalah mendatang
44. Seorang laki-laki usia 26 tahun datang ke rumah sakit dan setelah dilakukan anamnesa dan
pemeriksaan didapatkan data diare selama 3 hari disertai muntah, Keadaan pasien lemas, turgor
kulit kering, bibir kering, setiap diberikan makan dan minum selalu mual dan muntah. Selama di
rumah pasien belum mendapat penanganan dari tenaga kesehatan.
Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan oleh seorang perawat untuk pasien tersebut?
a. Memberikan oralit secara oral
b. Kolaborasi dalam pemasangan infus
45. Seorang perawat melakukan perawatan Kolostomi pada pasien dengan Ca. Colon. Perawat telah
mempersiapkan alat. Perawat telah mengkaji faces sampai dengan membuka kantong kolostomi
lama
Apakah prosedur yang dilakukan perawat selanjutnya?
a. Mendokumentasikan hasil
b. Membuka coloctomy bag
c. Mengukur coloctomy bag
d. Membersihkan stoma
e. Mencuci tangan
46. Seorang perempuan usia 30 tahun di rawat dengan keluhan nyeri pada kuadran kanan atas
menjalar ke punggung dan bahu. Pemeriksaan USG mendeteksi kalkuli dalam kandung empedu,
leukositosis. Pasien di sarankan untuk dilakukan ESWL (Extracorporal Shock Wave Lithotripsy).
Apakah prosedur yang harus dilakukan sebelum tindakan tersebut ?
a. Pendidikan Kesehatan
b. Terapi oral dan IFVD
c. Libatkan keluarga
d. Inform Consent
e. Administrasi
47. Seorang laki - laki berusia 40 tahun di rawat dengan keluhan sulit bernafas. Hasil pemeriksaan
frekuensi nafas 28 x/menit, asites dan hepatomegali. Memiliki riwayat Hepatitis B satu tahun
yang lalu. Perawat memberikan posisi semifowler dan oksigen 3 lt/ menit nasal terpasang.
Apakah hasil yang diharapkan dari intervensi perawat ?
a. intake dan output cairan seimbang
b. tidak terjadi resiko penularan
c. RR dalam batas normal
d. Hepar kembali normal
e. Asites berkurang
48. Seorang perempuan usia 50 tahun kontrol ke Poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan
kembali sering buang air kecil. Hasil pemeriksaan Luka pada tungkai bawah membaik.
Keluarga pasien menyatakan pasien sering kembali mengkonsumsi makanan manis, menolak
untuk melakukan diet dan sejak
kembali dari rumah sakit tidak pernah melakukan olah raga ringan. Apakah
diagnosis keperawatan pada kasus ?
a. risiko ketidakseimbangan gula darah berhubungan dengan kurang pengetahuan
b. ketidakseimbangan nutrisi berhubungan dengan kekurangan intake makanan
c. kerusakan integritas kulit berhubungan dengan kadar gula darah tinggi
d. risiko infeksi berhubungan dengan penurunan kadar protein darah
e. keletihan berhubungan dengan gangguan metabolisme sel
49. Seorang perempuan usia 76 tahun di rawat di Ruang Syaraf dengan Stroke. Hasil pemeriksaan kulit
di daerah punggung kemerahan, pasien mengalami paraplegi, ekstremitas tidak dapat digerakkan.
Pasien bed rest total.
Apakah tindakan perawat yang tepat ?
a. Memposisikan pasien sim kiri /kanan bergantian
b. Memposisikan pasien trendlenberg
c. Memposisikan fowler tinggi
d. Memposisikan semi fowler
e. Memposisikan supinasi
50. Seorang laki - laki usia 50 tahun telah dilakukan pemeriksaan rektosigmoidoskopi sehingga
didiagnosa menderita Ca. Colon. Pasien sedih, sering menyendiri dan tidak yakin dengan hasil
pemeriksaan. Pasien menolak untuk dilakukan tindakan pembedahan.
Apakah tidakan keperawatan yang tepat untuk kasus tersebut?
a. kaji kemampuan pasien dalam mengatasi masalah
b. beri informasi tentang penyakit dan pengobatan
c. kolaborasi dilakukan tindakan pembedahan
d. libatkan keluarga dalam aktivitas pasien
e. kaji tingkat nyeri pasien
f. Kolaborasi dalam pemberian emetika
g. Kolaborasi dalam pemberian obat diare
h. Memberikan minum kurang lebih 500 cc
51. Seorang perempuan usia 42 tahun di rawat di RS dengan keluhan luka gangren tidak sembuh
sembuh, ukuran luka 3 cm x 4 cm x 0,5 cm, tepi luka edema, luka derajat 2. Perawat akan
melakukan tindakan perawatan. Penjelasan telah diberikan, alat telah disiapkan.
Apakah langkah prosedur selanjutnya pada kasus tersebut ?
a. Membuka balutan lama
b. Melakukan nekrotomi
c. Menganti handscoon
d. Membersihkan luka
e. Memasang APD