0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan53 halaman

Jenis dan Metode Pancang Beton

Pondasi tiang dapat dibedakan berdasarkan material, metode pembuatan, kondisi tanah, metode pemancangan, dan metode transper beban. Material pondasi tiang meliputi kayu, baja, dan beton, sedangkan metode pembuatannya adalah cor di tempat atau pracetak.

Diunggah oleh

Azeed
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan53 halaman

Jenis dan Metode Pancang Beton

Pondasi tiang dapat dibedakan berdasarkan material, metode pembuatan, kondisi tanah, metode pemancangan, dan metode transper beban. Material pondasi tiang meliputi kayu, baja, dan beton, sedangkan metode pembuatannya adalah cor di tempat atau pracetak.

Diunggah oleh

Azeed
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

Pondasi pada konstruksi dapat digunakan beberapa macam tipe


pondasi sesuai dengan tujuan perencanaan. (Rao N. S., 2011, p. 301).

lima katagori Klasifikasi (Prakash & Sharma, 1990, p. 35):


• Material tiang (pile material)
• Metode pembuatan (method of pile fabrication)
• Kondisi tanah akibat terganggu selama pemancangan atau pembuatan tiang
• Metode pemancangan tiang kedalam tanah
• Metode transper beban (perpindahan beban)

2
▪ Kayu,
▪ baja, atau
▪ Beton
▪ Composite

3
Metode pembuatan
(method of pile fabrication)
▪ beton pracetak atau
▪ beton cor di tempat (cast-in-place types)

4
Kondisi tanah akibat terganggu selama
pemancangan atau pembuatan tiang
▪ Perpindahan tanah akibat pemancangan yang besar atau disebut Tiang perpindahan besar
(Large displacement piles);
▪ Tiang perpindahan besar terdiri dari tiang berpenampang padat atau tiang berongga dengan ujung
tertutup, yang didorong atau didongkrak ke tanah dan dengan demikian menggantikan tanah. Semua
jenis tiang pancang yang didorong dan dicor di tempat termasuk dalam kategori ini.
▪ Seperti: tiang kayu, tiang beton pejal atau berlubang, tiang beton prategang, tiang baja bulat
(tertutup pada ujungnya).

▪ Tiang perpindahan kecil (Small-displacement piles),


▪ Tiang perpindahan kecil juga didorong atau didongkrak ke tanah tetapi memiliki luas penampang yang
relatif kecil.
▪ sama seperti kategori pertama hanya volume tanah yang dipindahkan relative kecil. Seperti : tiang
beton berlubang dengan ujung terbuka, tiang baja H, tiang baja bulat, tiang ulir

▪ Tiang tanpa perpindahan (replacement piles).


▪ Tiang tanpa perpindahan dibentuk dengan terlebih dahulu membuang tanah dengan mengebor
menggunakan berbagai teknik pengeboran. Beton dapat ditempatkan ke dalam lubang yang tidak
dilapisi atau dilapisi, atau lapisan dapat ditarik saat beton ditempatkan. Elemen kayu, beton, atau
baja yang telah dibentuk sebelumnya dapat ditempatkan di lubang bor.
▪ Seperti: tiang beton yang dicor kedalam lubang hasil pengeboran tanah, tabung dipasang dalam lubang
dan dicor beton, tabung baja dibor ke dalam tanah. 5
▪ Tiang perpindahan besar (tipe didorong)
▪ Kayu (bentuk kotak atau bundar, disambung atau tidak disambung).
▪ Beton pracetak(bagian padat atau tabung dalam unit kontinu atau sambungan).
▪ Beton prategang (bagian padat atau tabung ).
▪ Tabung baja (didorong dengan ujung tertutup).
▪ Kotak baja(didorong dengan ujung tertutup).
▪ Tabung baja bergalur dan meruncing.
▪ Tabung baja dengan ujung tertutup yang didongkrak.
▪ Silinder beton padat yang didongkrak.

▪ Tiang perpindahan besar (jenis didorong dan dicor)


▪ Tabung baja didorong dan ditarik setelah menempatkan beton.
▪ Selubung beton pracetak diisi dengan beton.
▪ Selubung baja berdinding tipis yang digerakkan oleh mandrel yang dapat ditarik dan
kemudian diisi dengan beton.
6
▪ Tiang Perpindahan Kecil
▪ Beton pracetak (bagian berbentuk tabung yang digerakkan dengan ujung terbuka).
▪ Beton prategang (bagian berbentuk tabung yang digerakkan dengan ujung terbuka).
▪ Baja bagian tabung baja (digerakkan dengan ujung terbuka dan tanah dihilangkan sesuai
kebutuhan).
▪ Bagian kotak baja (didorong dengan ujung terbuka dan tanah dihilangkan sesuai kebutuhan).

▪ Tiang Tanpa Perpindahan


▪ Beton ditempatkan dalam lubang yang dibor dengan auger putar, baling, grabbing, airlift atau
metode sirkulasi balik (dibor dan dicor di tempat).
▪ Tabung yang ditempatkan dalam lubang dibor seperti di atas dan diisi dengan beton seperlunya.
▪ Beton pracetak ditempatkan di lubang bor.
▪ Mortar semen atau beton disuntikkan ke dalam lubang bor.
▪ Bagian baja ditempatkan di lubang bor.
▪ Tabung baja dibor.

7
Metode pemancangan tiang
kedalam tanah
▪pancang, (driven piles)
▪Bor (bored piles) atau
▪kombinasi keduanya

8
Metode transper beban
(perpindahan beban)
▪ tahanan ujung (end-bearing capacity), tahanan kulit (skin-bearing capacity),
kombinasi keduanya dan tekanan lateral. Transfer beban tergantung dengan jenis
material tanah dasar untuk pondasi tiang

Tomlinson (2008).,p.4 Fig.1.2


Fig. 1.3 Pile group terminating in hard
incompressible soil layer underlain by weak
compressible soil ,Tomlinson (2008).,p.9

9
▪ sebuah proses interaktif yang melibatkan pertimbangan struktural, geoteknik dan
constructability.
▪ Metode perencanaan
▪ cara statis yaitu melihat kemampuan tiang berdasarkan data-data tanah sebagai cara
konvensional dan sampai sekarang masih banyak dilakukan, dan
▪ cara dinamis sebagai konfirmasi dan valisasi cara statis yaitu berdasarkan proses
pelaksanaan pondasi tiang.
▪ Pada umumnya untuk memprediksi kapasitas tiang pancang digunakan analisa statis,
tetapi dalam beberapa dekade ini, akibat dari perkembangan pengakuisisian data
pada pile driving mengakibatkan metode dinamik menjadi suatu bagian yang
integral dalam memprediksi serta mengukur kapasitas tiang pancang

10
Material pancang kayu 4000 tahun yang
lalu – sekarang
Mesin pancang (awal 1800-an)
Pondasi baja (logam) sekitar 1830-an
Screw Pondasi (1838)
Hammer piles (1843)
Alat pancang dengan mesiu (1870)
Tiang baja (1900-an)
Bored pile (1930-an)
Franki (1931)
Palu diesel (1946)
Raymon pile (1957)
Others (Sekarang)

11
▪ Lokasi dan jenis struktur.
▪ Kondisi tanah.
▪ mempengaruhi baik bahan pembentuk tiang maupun metode pemasangannya
▪ Daya tahan
▪ mempengaruhi pemilihan bahan untuk tiang pancang

12
▪ Secara umum penggunaan tiang pancang (Bowles, 1997, p. 867; Das, 2011, p. 537)
adalah:
▪ Untuk mengangkat beban-beban konstruksi diatas tanah kedalam atau melalui sebuah
stratum/lapisan tanah. Didalam hal ini beban vertikal dan beban lateral boleh jadi terlibat.
▪ Untuk menentang gaya desakan keatas, gaya guling, seperti untuk telapak ruangan bawah tanah
dibawah bidang batas air jenuh atau untuk menopang kaki-kaki menara terhadap guling.
▪ Memampatkan endapan-endapan tak berkohesi yang bebas lepas melalui kombinasi perpindahan
isi tiang pancang dan getaran dorongan. Tiang pancang ini dapat ditarik keluar kemudian.
▪ Mengontrol lendutan/penurunan bila kaki-kaki yang tersebar atau telapak berada pada tanah
tepi atau didasari oleh sebuah lapisan yang kemampatannya tinggi.
▪ Membuat tanah dibawah pondasi mesin menjadi kaku untuk mengontrol amplitudo getaran dan
frekuensi alamiah dari sistem tersebut.
▪ Sebagai faktor keamanan tambahan dibawah tumpuan jembatan dan atau pir, khususnya jika
erosi merupakan persoalan yang potensial.
▪ Dalam konstruksi lepas pantai untuk meneruskan beban-beban diatas permukaan air
melalui air dan kedalam tanah yang mendasari air tersebut. Hal seperti ini adalah
mengenai tiang pancang yang ditanamkan sebagian dan yang terpengaruh oleh baik beban
13
vertikal (dan tekuk) maupun beban lateral.
▪ Pelaksanaan pemancangan pada umumnya dipancangkan tegak lurus dalam tanah,
tetapi ada juga dipancangkan miring (battle pile) untuk dapat menahan gaya-gaya
horizontal yang bekerja.
▪ Pemancangan tiang kedalam tanah pada dasarnya dilakukan melalui sala satu cara
dengan empat metode untuk memasukan tiang kedalam tanah (Bowles, 1997, pp.
868-869; Tomlinson & Boorman, 2001, p. 345), yaitu:
▪ Pemukulan/pemancangan (driving)
▪ Pemancangan melalui pengetaran yang relative lebih baik tingkat kebisingannya
dibandingkan dengan pemukulan. Metode ini banyak dilakukan untuk tanah yang
kohesifitasnya rendah;
▪ Jacking, metode ini banyak di aplikasikan untuk tiang yang relative pendek;
▪ Pengeboran atau bore pile

14
Jenis Tiang Beban yang di
ijinkan (Ton)
Kayu 15 – 30
Komposit 20 – 30
Beton Cor di tempat 30 – 50
Beton bertulang Pracetak 30 – 50
Pipa Baja, diisi beton 40 – 60
Baja Profil-H 30 – 60 15
▪ Kelas A: tiang yang mendukung beban berat dengan minimum diameter kepala tiang
(butt) 360 mm;
▪ Kelas B: beban sedang minimum diameter kepala tiang (butt) 300 mm, dan
▪ Kelas C: minimum diameter kepala tiang (butt) 300 mm untuk tiang yang terendam
menerus dalam air atau untuk pekerjaan sementara.
▪ Spesifikasi kayu untuk pancang sesuai dengan ASTM D 25 Standard Specification for
Round Timber Piles.

16
▪ Tiang kayu
▪ kayu adalah bahan yang ideal untuk
tiang pancang

(a) oleh bagian atas beton pracetak di atas permukaan air;


(b) dengan memperpanjang pile cap di bawah permukaan air
Gambar 3.4: Penampang memanjang Tiang Kayu

Gambar 3.5: Bagian untuk proteksi selama


proses pemancangan tiang kayu 18
Gambar 3.6: Proteksi tiang kayu sebelum dipancang
(a) Proteksi dengan steel hoop; (b) dengan sepatu
tiang baja (Tomlinson & Woodward, Pile Design and
Construction Practice, 2015, p. 18)

Gambar 3.7: Sepatu tiang kayu dari plat baja


(PileBuck, 2015a)

19
(b)

(a) Gambar 3.9: Variasi Penyambungan


tiang kayu: (Hannigan P. , Goble, Likins,
& Rausche, 2006b, p. 4)

Gambar 3.8: Penyambungan tiang kayu (a) Detail sambungan kayu, (b) Sambungan tiang kayu 20
yang panjang: (Tomlinson & Woodward, Pile Design and Construction Practice, 2015, p. 19)
Keuntungan Kerugian
▪ Tiang pancang dari kayu relatif lebih ringan sehingga ▪ Karena tiang pancang ini harus selalu terletak di
mudah dalam pengangkutan. bawah muka air tanah yang terendah agar dapat tahan
lama, maka kalau air tanah yang terendah itu letaknya
▪ Kekuatan tarik besar sehingga pada waktu pengangkatan sangat dalam, hal ini akan menambah biaya untuk
untuk pemancangan tidak menimbulkan kesulitan seperti penggalian.
misalnya pada tiang pancang beton precast.
▪ Tiang pancang yang di buat dari kayu mempunyai
▪ Mudah untuk pemotongannya apabila tiang kayu ini sudah umur yang relatif kecil di bandingkan dengan tiang
tidak dapat masuk lagi ke dalam tanah. pancang yang di buat dari baja atau beton terutama
▪ Tiang pancang kayu ini lebih baik untuk friction pile dari
pada daerah yang muka air tanahnya sering naik dan
pada untuk end bearing pilesebab tegangan tekanannya turun.
relatif kecil.
▪ Pada waktu pemancangan pada tanah yang berbatu
▪ Karena tiang kayu ini relatif flexible terhadap arah (gravel) ujung tiang pancang kayu dapat berbentuk
horizontal dibandingkan dengan tiang-tiang pancang selain berupa sapu atau dapat pula ujung tiang tersebut
dari kayu, maka apabila tiang ini menerima beban hancur. Apabila tiang kayu tersebut kurang lurus,
horizontal yang tidak tetap, tiang pancang kayu ini akan maka pada waktu dipancangkan akan menyebabkan
melentur dan segera kembali ke posisi setelah beban penyimpangan terhadap arah yang telah ditentukan.
horizontal tersebut hilang. Hal seperti ini sering terjadi
pada dermaga dimana terdapat tekanan kesamping dari ▪ Tiang pancang kayu tidak tahan terhadap benda-benda
kapal dan perahu. yang agresif dan jamur yang menyebabkan kebusukan.

21
▪ Dua alasan utama:
▪ Tulangan harus disediakan pada tiang
beton pracetak untuk menahan
tegangan lentur dan tarik yang terjadi
selama penanganan dan pemancangan.
▪ Tiang pancang beton pracetak tidak
mudah dipotong atau diperpanjang
untuk menyesuaikan dengan variasi
tingkat lapisan bantalan tiang yang
dipancang.
Mutu Beton dan selimut beton
Gambar 3.10: Tiang pancang beton pracetak

24
precast concrete piles

Tiang beton prategang


(a) Untuk pendorongan melalui tanah lunak atau gembur ke penetrasi dangkal ke tanah granular padat atau lempung keras hingga
kaku;
(b) Ujung runcing, cocok untuk penetrasi cukup dalam ke pasir padat hingga padat dan lempung keras hingga kaku;
(c) Sepatu besi tempa atau baja tempa untuk tiang tempat dudukan di bebatuan yang lemah atau menembus lapisan tanah yang
disemen;
(d) Titik 'Oslo' untuk tiang tempat dudukan ke batu keras
▪ Sleve (Selimut) dengan meyeliputi kedua tiang beton yang
▪ Baji (Wedge): Metode ini umumnya digunakan untuk tiang
pracetak. disambung dengan metal baja tipis untuk tiang segi empat, dapat
sepanjang 2-3 meter panjangnya. Kelemahannya rentan terhadap
▪ Pinned: ini menggunakan koneksi yang disematkan untuk gaya tarik.
mengamankan tarikan, sambungan ini tumumnya tidak
▪ Cincin Connector: sambungan dengan menggunakan connector ring
digunakan di Amerika Utara.
untuk tiang berbentuk lingkaran,
▪ Pengelasan (Welded): pelat baja yang terpasang sebagai
▪ Penyambungan Mekanik (Mechanical): pelat baja atau coran yang
tulangan pada ujung-ujung tiang dengan bidang yang sama
dilas. Metode ini jarang digunakan di Amerika Serikat dan terpasang dalam angkur tulangan (rebar) sepanjang sekitar 2 meter
Kanada karena biaya kerja lapangan mahal. pada beton pracetak. Lembaran baja atau baji "wedges"
dimasukkan ke dalam permukaan untuk dikawinkan ketika segmen
▪ Dowel: lubang di cor atau dibor ke atas bagian bawah tiang. tiang atas sejajar pada bagian yang dipancang. Metode ini cepat
Segmen bagian atas tiang dengan tulangan (rebar) yang dan banyak digunakan di Amerika Serikat dan Kanada untuk tiang
menonjol/keluar 1-2 meter dari ujung dimasukan ke pra-stres sejak tahun 1970-an. Sistem yang memanfaatkan batang
tempatnya dan nat atau epoxy dalam lubang diisikan baja kekuatan tinggi untuk mengunci pelat mesin bersama-sama.
kedalamnya. Meskipun biaya material rendah, metode ini
▪ Sambungan Post-stressing: digunakan dalam jumlah besar tiang
jarang digunakan di Amerika Serikat dan Kanada karena
membutuhkan waktu untuk sampai epoxy atau grouting beton dengan diameter silinder. Beberapa lubang untai diletakan
mengeras. Hal ini banyak digunakan untuk beton pracetak longitudinal melalui pusat dinding beton. Setelah mengeras,
pendek atau beton cor ditempat. segmen yang selaras dan perpanjangan tulangan ditarik/diberi 27
tegangan
28
Keuntungan Kerugian
▪ Precast Concrete Reinforced Pile ini ▪ Karena berat sendirinya maka transportnya
mempunyai tegangan tekan yang besar, hal ini akan mahal, oleh karena itu Precast reinforced
tergantung dari mutu beton yang di gunakan. concrete pile ini di buat di lokasi pekerjaan.
▪ Tiang pancang ini dapat di hitung baik sebagai ▪ Tiang pancang ini di pancangkan setelah cukup
end bearing pile maupun friction pile. keras, hal ini berarti memerlukan waktu yang
lama untuk menunggu sampai tiang beton ini
▪ Karena tiang pancang beton ini tidak dapat dipergunakan.
berpengaruh oleh tinggi muka air tanah seperti
tiang pancang kayu, maka disini tidak ▪ Bila memerlukan pemotongan maka dalam
memerlukan galian tanah yang banyak untuk pelaksanaannya akan lebih sulit dan
poernya. memerlukan waktu yang lama.
▪ Tiang pancang beton dapat tahan lama sekali, ▪ Bila panjang tiang pancang kurang, karena
serta tahan terhadap pengaruh air maupun panjang dari tiang pancang ini tergantung dari
bahan-bahan yang corrosive asal beton pada alat pancang (pile driving) yang tersedia
dekkingnya cukup tebal untuk melindungi maka untuk melakukan panyambungan adalah
tulangannya. sukar dan memerlukan alat penyambung
khusus.

29
Gambar 3.15: Contoh Tiang pancang Precast Prestressed Concrete Pile (Tomlinson &
Woodward, Pile Design and Construction Practice, 2015, p. 23)

30
31
Keuntungan Kerugian

▪ Kapasitas beban pondasi yang ▪ Pondasi tiang pancang sukar untuk


dipikulnya tinggi sehingga biaya ditangani saat beton telah diberikan
struktur lebih murah termasuk prategang atau saat penyambungan
kemudahan untuk penyambungan jika akibat pergeseran cukup banyak
perencanaannya sudah sehingga prategang sukar untuk
diperhitungkan; disambung;
▪ Tiang pancang tahan terhadap karat; ▪ Biaya awal untuk pembuatan beton
prategang cukup tinggi;
▪ Diperkenankan untuk melakukan
inspeksi sebelum pengecoran.

32
Gambar 3.16:Tiang Pancang Baja
Korosi
Profil H-Beam (TransSystem, 2012)
▪ Pada tanah yang memiliki texture tanah yang
kasar, maka karat yang terjadi karena adanya
sirkulasi air dalam tanah tersebut hampir
mendekati keadaan karat yang terjadi pada
udara terbuka.
▪ Pada tanah liat (clay) yang mana kurang
mengandung oxygen maka akan menghasilkan
tingkat karat yang mendekati keadaan karat
yang terjadi karena terendam air.
▪ Pada lapisan pasir yang dalam letaknya dan
terletak dibawah lapisan tanah yang padat akan
sedikit sekali mengandung oxygen maka lapisan
pasir tersebut juga akan akan menghasilkan
karat yang kecil sekali pada tiang pancang
baja.

33
Perlindungan Terhadap Korosi Kepala Tiang Pancang

▪ Paint protection ▪ kepala tiang pancang harus dipotong


tegak lurus terhadap panjangnya dan
▪ seluruh panjang tiang baja yang topi pemancang (driving cap) harus
terekspos, dan setiap panjang yang dipasang untuk mempertahankan
terpasang dalam tanah yang sumbu tiang pancang segaris dengan
terganggu di atas muka air terendah, sumbu palu.
harus dilindungi dari korosi. ▪ Sebelum pemancangan, pelat topi,
batang baja atau pantek harus
ditambatkan pad pur, atau tiang
pancang dengan panjang yang cukup
harus ditanamkan ke dalam pur (pile
cap).

34
(a)
Pengelasan
▪ Perpanjangan tiang pancang baja harus
dilakukan dengan pengelasan (Gambar 3.17
dan 3.18).
(b)
▪ Pengelasan harus dikerjakan sedemikian
rupa hingga kekuatan penampang baja
semula dapat ditingkatkan.
▪ Sambungan harus dirancang dan
dilaksanakan dengan cara sedemikian hingga
dapat menjaga alinyemen dan posisi yang
benar pada ruas-ruas tiang pancang.
▪ Bilamana tiang pancang pipa atau kotak akan Gambar 3.17: Penyambungan Tiang Baja
Profil H-Beam (PileBuck, 2015c)
(c)
diisi dengan beton setelah pemancangan,
sambungan yang dilas harus kedap air Gambar 3.18: Penyambungan Tiang Baja Pipa, (a) Alat sambung, (b) Ujung Pipa
dengan Alat Sambung, (c) Potongan sambungan (PileBuck, 2015c)

35
Gambar 3.20: Variasi sepatu tiang Baja Gambar 3.19:Kerusakan tiang karena tanpa
Profil-H (Hannigan P. , Goble, Likins, & sepatu tiang (Hannigan P. , Goble, Likins, &
Rausche, 2006b, p. 6) Rausche, 2006b, p. 6)

36
Keuntungan Kerugian
▪ mudah dalam dalam hal penyambungannya, ▪ mudah mengalami korosi dan
▪ memiliki kapasitas daya dukung yang tinggi,
dan ▪ bagian H pile dapat rusak atau di
bengkokan oleh rintangan besar.
▪ saat pengangkatan dan pemancangan tidak
menimbulkan bahaya patah.
▪ untuk tiang pipa baja dengan ujung tertutup
dapat dilakukan inspeksi setelah
pemancangan, dan
▪ untuk pipa denganujung terbuka dan Baja
dengan Profil-H displacement tanah yang
terjadi kecil (Hannigan P. , Goble, Likins, &
Rausche, 2006a, p. 8.5).

37
▪ Water Proofed Steel, Wood, and Concrete
Pile: tiang pancang kayu untuk bagian yang
di bawah permukaan air tanah sedangkan
bagian atas adalah beton
▪ cara pelaksanaanya:
▪ Kayu dipancang sampai kedalaman tertentu,
kemudian
▪ casing dipancang kedalam tanah, kemudian
dimasukan bersama-sama dalam tanah hingga
mencapai kedalaman yang telah ditentukan
dengan tiang pancang kayu tersebut dan ini
harus terletak dibawah muka air tanah yang
terendah sampai mencapai lapisan tanah keras.
Setelah mencapai lapisan tanah keras
pemancangan dihentikan dan
▪ Kemudian beton dicor kedalam casing sampai
penuh terus dipadatkan.

38
▪ Tipe tiang menggunakan shell yang terbuat
dari bahan logam tipis permukaannya di beri
alur spiral.
▪ Patent untuk metode ini dipegang oleh
Marsden William R pada tahun 1929 yang
dipublikasikan pada 17 November 1931
▪ Pelaksanaanya sebagai berikut:
1. Tiang kayu dipancang sampai dengan
kedalaman tertentu gambar Gambar 3.22.a,
2. kemudian dipasang kepala tiang kayu yang
terhubung dangan casing dan dipancang
bersama-sama sampai mencapai kedalaman
yang telah ditentukan di bawah muka air
tanah (Gambar (a) sampai (e), Selanjutnya
3. setalah dicapai kedalaman tertentu casing di
isi dengan beton dan kemudian casing
diangkat Gambar (f).

39
▪ Tiang Cor di Tempat (Cast in Place Pile) atau Bore Pile
▪ Tiang beton bor pile yang menggunakan casing dapat dilaksanakan dua cara:
▪ Pipa baja yang dipancangkan ke dalam tanah, kemudian diisi dengan beton dan ditumbuk
sambil pipa tersebut ditarik keatas;
▪ Pipa baja yang di pancangkan ke dalam tanah, kemudian diisi dengan beton, sedangkan
pipa tersebut tetap tinggal di dalam tanah.

40
Gambar 3.23: Bentuk umum bor pile (a) Umumnya untuk tiang tanpa casing, (b) Franki pedestal-tanpa casing, (c) Franki tiang
pedestal dengan casing, (d) Pipa Seamless atau Las, (e) Casing Tiang Western, (f) Tiang Union atau Monotube, (g) Standar
41
Raymond dengan tiang meruncing, (h) Tiang Meruncing Bertahap Raymond. (Bowles, 1997, p. 879)
Gambar 3.25:
Detail Patent
Pondasi
Franki
(Frankignoul,
1932; Punmia,
Jain, & Jain,
2005, p. 763)

Gambar 3.24: Metode Franki, (a) Posisi awal saat akan


mulai memasukan pipa, (b) memasukan tiang ke dalam
tanah, (c,d), Tahap proses pembetonan, (e) mengangkat
42
pipa secara bertahap. (Frankignoul, 1932)
Gambar 3.27: Prosedur Shell-up
untuk Tiang Step Taper
(Warrington, 2007, p. 35)

Gambar 3.26: Potongan Vertikal Paten


Pondasi Raymond (Hunter Harry W D,
43
1963)
Gambar 3.28: Tahapan untuk
Pelaksanaan Raymond Tiang Step
Taper: (Warrington, 2007, p. 35)
44
Pelaksanaanya hamper sama dengan Raymond,
dengan menggunakan baja tipis, bergalur
(fluted) dan meruncing (tapered) tanpa
mandrel (ujung yang dibentuk seperti batang
silinder) dengan panjang maksimum 40 m.

45
Gambar 3.29: Pelaksanaan Western Pile: (Punmia, Jain, & Jain,
2005, p. 761) .
46
▪ Umumnya pelaksanaan tiang bor sepanjang 5 meter sampai 15 meter dengan maksimum antara 30
m sampai 40 m dengan kemampuan menahan beban 300 kN – 500 kN dan maksimum 700 kN.
▪ Keuntungan pemakaian tiang bore pile (Cast in Place pile) ini antara lain (Das, 2011, p. 544):
1. Pembuatan tiang tidak menghambat pekerjan sehingga biaya awal lebih murah;
2. Tiang ini tidak perlu diangkat, jadi tidak ada resiko rusak dalam transport;
3. Panjang tiang dapat disesuaikan dengan keadaan dilapangan atau dapat berhenti sesuai dengan elevasi
yang sesuai.
▪ Kerugian pemakaian Cast in Place untuk tiang adalah
1. Beton yang dikerjakan secara Cast in Place memerlukan dikontrol yang tinggi untuk menghindari rongga
dalam beton sehingga memerlukan pemadatan yang baik;
2. sulit menyambung setelah pembetonan artinya pengecoran harus selesai sekaligus dalam satu tiang;
3. Untuk tanah lunak mungkin akan menyebabkan rongga lebih besar;
4. pada saat penggalian lubang, membuat keadaan sekelilingnya menjadi kotor akibat tanah yang diangkut
dari hasil pengeboran tanah tersebut;
5. pelaksanaannya memerlukan peralatan yang khusus, dan
6. Casing beton yang tipis kemungkinan akan rusak selama pemancangan (melakukan pengecoran dan
mengangkat casing).

47
▪ Palu
▪ Penurunan
▪ Udara
▪ Uap
▪ Diesel
▪ Bergetar

▪ Leads
▪ Memperbaiki: A-frame
▪ Menggantung atau mengayun
▪ Perbedaan dari tiang bantalan
▪ Batas aliran bawah permukaan
▪ SubRetensi tanah
▪ Keselarasan kritis: interlock biasanya diinginkan
▪ Sekat Anchored
▪ "Paku" tanah
53

Anda mungkin juga menyukai