Kepemimpinan dalam Manajemen K3 Konstruksi
Kepemimpinan dalam Manajemen K3 Konstruksi
Berikut ini dijabarkan lebih lanjut tentang pentingnya kepemimpinan dan partisipasi pekerja dalam
manajemen K3:
1. Mengurangi risiko dari atas ke bawah
Seorang pemimpin perusahaan ada di sebuah posisi yang dapat mencegah kecelakaan dan buruknya
kesehatan dalam sebuah lingkungan kerja. Mereka dapat melakukannya dengan cara:
- Berkomitmen dan berkomunikasi tentang strategi manajemen K3 yang baik.
- Mengembangkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan yang kuat.
- Melakukan monitoring terhadap performa dari sistem tersebut.
- Mengatur contoh yang baik dengan diikuti prosedur keselamatan untuk semua waktu.
- Memberikan motivasi untuk berpartisipasi dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja.
Pemimpin perusahaan memiliki wewenang yang cukup untuk mengembangkan sistem manajemen K3
yang baik dalam sebuah perusahaan. Mereka juga bisa mendorong para pekerja di bawahnya untuk
menerapkan K3 secara baik.
RK3K 1
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
- Mendemonstrasikan komitmen dengan meyakinkan bahwa isu K3 selalu ada dalam agenda rapat
Pekerja membuat, memahami dan menerapkan kebijakan K3 dalam perusahaan dan di lapangan.
6 Pemimpin menjadi contoh penerapan Keselamatan Konstruksi. Pelaksanaan Konsep
Keselamatan Konstruksi yang dimulai dari Pemimpin adalah cara paling memberi dampak
bagi semua personil dalam implementasi K3 di dalam organisasi Perusahaan & lapangan.
7 Pemimpin menerapkan standard kinerja Keselamatan yang tinggi. Memberi keyakinan
kepada semua team bahwa menerapkan Keselamatan Konstruksi adalah hal yang benar
dan penentu untuk keberhasilan dari tujuan perusahaan.
8 Pemimpin menetapkan standaed kinerja Keselamatan Konstruksi secara mendetail. Setiap kriteria
pada konsep Keselamatan Konstruksi harus detail dan terukur. Ukuran kualitatif dirembukkan dan
dipermudah untuk menentukan tingkat/standard secara kuantitatif.
9 Pemimpin mendengarkan dan melibatkan semua personil dan tenaga kerja
10 Pemimpin dan semua personil dibuat merasa bahwa mereka adalah bagian sesuatu yang penting
dari implementasi Keselamatan Kontruksi
RK3K 2
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
Pemenuhan terhadap peraturan dan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) menjadi
prioritas bagi PT. DWIMA PUTRA AGUNG untuk melindungi segenap karyawan, aset, data, properti perusahaan
serta lingkungan.
Upaya-upaya keselamatan kerja yang dilaksanakan pada suatu lingkungan kerja merupakan tanggung
jawab manajemen perusahaan beserta seluruh karyawan. Karyawan pada konteks ini tidak hanya terbatas pada
personil dari perusahaan yang bersangkutan namun juga personil dari luar perusahaan seperti halnya tamu, karyawan
kontraktor, pekerja/tukang atau pun pemasok.
Dalam lingkungan PT. DWIMA PUTRA AGUNG, keselamatan karyawan menempati urutan teratas. Oleh karena itu,
PT. DWIMA PUTRA AGUNG mengupayakan yang terbaik bagi karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang
kondusif bagi keselamatannya. Perusahaan memastikan bahwa seluruh karyawan menjalankan tugasnya
sesuai dengan prosedur standar keselamatan yang sesuai dengan peraturan Perusahaan. PT. DWIMA PUTRA
AGUNG mengembangkan budaya keselamatan yang mendukung dan melibatkan peran aktif seluruh karyawan,
subkontraktor, serta pihak lain yang melaksanakan aktivitasnya di area proyek.
PT. DWIMA PUTRA AGUNG mewajibkan seluruh karyawan yang berada di lokasi proyek konstruksi untuk
menggunakan standar Alat Pangaman Diri (APD) seperti helm pelindung kepala, safety shoes, body harnes, rompi/vest
dan lain-lain sesuai dengan tingkat resiko pekerjaan dan hal ini merupakan kewajiban yang harus dipatuhi demi
keselamatan karyawan itu sendiri.
PT. DWIMA PUTRA AGUNG senantiasa mewajibkan seluruh subkontraktor yang bekerja di lingkungan proyek untuk
mematuhi aspek-aspek K3L/HSE. Seluruh persyaratan K3L selalu diinformasikan sejak awal tender agar subkontraktor
memperhitungkan komponen biayanya. Rencana kegiatan proyek yang telah dibuat subkontraktor dipresentasikan
serta didiskusikan guna menyamakan persepsi mengenai standar K3L/HSE. Para pekerja subkontraktor diberikan
panduan awal untuk membentuk pola pikir serta perilaku kerja yang diharapkan mampu menjamin keselamatan
karyawan di area lingkungan proyek.
Perusahaan memandang bahwa usaha untuk melaksanakan perlindungan kesehatan kerja merupakan poin
penting dalam melindungi karyawan agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan, serta dampak buruk
yang diakibatkan oleh suatu pekerjaan yang terkait dengan proyek pembangunan suatu gedung. Untuk melaksanakan
hal tersebut, perusahaan memperhatikan kesehatan karyawan dengan menciptakan lingkungan kerja yang sehat,
di antaranya dengan melakukan pengukuran dampak suatu kegiatan terhadap manusia serta lingkungan.
Tindakan pencegahan terhadap gangguan kesehatan karyawan dilakukan perusahaan dengan cara
melaksanakan medical check up yang dilakukan rutin setiap tahun bagi seluruh karyawan. Untuk pekerja/tukang yang
bekerja di dalam proyek, pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan bekerja sama dengan Jamsostek atau tenaga
kesehatan setempat. Selain itu, tindakan pencegahan juga dilakukan dengan menyediakan pos P3K yang diwajibkan
pada setiap lingkungan proyek. Antisipasi juga dilakukan untuk menjaga kesehatan karyawan dengan mewajibkan
menggunakan standar Alat Pengaman Diri (APD). Kemudian dalam jangka waktu satu bulan sekali, proyek-proyek juga
melaksanakan pengasapan (fogging) di lingkungan proyek agar senantiasa menciptakan lingkungan kerja yang baik
untuk kesehatan karyawan.
Untuk karyawan yang mengalami penurunan kesehatan, perusahaan mengantisipasi dengan menunjuk dokter
kesehatan kerja. Karyawan yang mengalami ganguan kesehatan tersebut akan didata yang selanjutnya akan dianalisis
penyebab penurunan kesehatan tersebut, apakah diakibatkan oleh keadaan lingkungan kerja atau yang lainnya
sehingga perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan sebagai tindakan antisipatif agar dikemudian
hari penurunan kesehatan karyawan dapat dicegah.
RK3K 3
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
Dalam rangka pengadaan Pembangunan Rumah Khusus Beserta PSU Padat Karya Tunai
Provinsi Gorontalo Pada 13 BP2JK Wilayah Gorontalo berkomitmen melaksanakan konstruksi
berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan
konstruksi:
1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;
2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan;
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP); dan
7. Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.
Timbul Simangunsong
Direktur Utama
RK3K 4
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
RK3K 5
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
RK3K 6
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
RK3K 7
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
24 Permenaker RI No 3 Tahun 1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan.
25 Permenaker RI No 4 Tahun 1998 tentang Pengangkatan, Pemberhentian dan tata Kerja Dokter
Penasehat.
26 Permenaker RI No 3 Tahun 1999 tentang Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift
untuk Pengangkutan Orang dan Barang.
No 104/KPTS/1986 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Tempat Kegiatan Konstruksi.
3Kepmenaker RI No 1135 Tahun 1987 tentang Bendera keselamatan dan Kesehatan Kerja.
4Kepmenaker RI No 333 Tahun 1989 tentang Diagnosis dan Pelaporan Penyakit Akibat Kerja.
5Kepmenaker RI No 245 Tahun 1990 tentang Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional.
6Kepmenaker RI No 51 Tahun 1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja.
7Kepmenaker RI No 186 Tahun 1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.
8Kepmenaker RI No 197 Thun 1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya.
9Kepmenakertrans RI No 75 Tahun 2002 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI)
No SNI-04-0225-2000 Mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) di Tempat
10 Kepmenakertrans RI No 235 Tahun 2003 tentang Jenis-jenis Pekerjaan yang Membahayakan
Kesehatan, Keselamatan atau Moral Anak.
11 Kepmenakertrnas RI No 68 Tahun 2004 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di
Tempat Kerja.
VI. Surat Edaran dan Keputusan Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan
Pengawasan Ketenagakerjaan terkait K3
1 Surat keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan
Ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja RI No 84 Tahun 1998 tentang Cara Pengisian
Formulir Laporan dan Analisis Statistik Kecelakaan.
2 Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan
No 407 Tahun 1999 tentang Persyaratan, Penunjukan, Hak dan Kewajiban Teknisi Lift.
3 Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan
No 311 Tahun 2002 tentang Sertifikasi Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Teknisi
Listrik.
RK3K 8
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
Direktur
Penanggung Jawab Umum
C.2. Kompetensi
Kompetensi yang dimiliki oleh PT. DWIMA PUTRA AGUNG adalah :
1 Selalu mengedepankan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Setiap Kegiatan Konstruksi
RK3K 9
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
C.3. Kepedulian
Kepedulian PT. DWIMA PUTRA AGUNG pada Keselamatan Kerja senantiasa diwujudkan dalam bentuk
komunikasi aktif setiap hari, dan pada setiap Site, PT. DWIMA PUTRA AGUNG selalu menyiapkan
seorang staff yang bertugas memantau kegiatan Keselamatan Kostruksi harian. Komunikasi Lapangan
dan Kantor serta komunikasi sesama personil lapangan selalu intens dengan menggunakan komunikasi
telephone pintar, internet dan media lainnya.
Maka dari itu, karena tingginya kepedulian PT. DWIMA PUTRA AGUNG terhadap Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3), maka Kami PT. DWIMA PUTRA AGUNG selalu menerapkan 10 kebiasaan
dalam menerapkan K3 di perusahaan kami, yaitu :
1. Memberi pujian kepada karyawan yang telah menerapkan perilaku aman di tempat kerja
2. Menumbuhkan kesadaran karyawan bahwa keselamatan kerja adalah tanggung jawab bersama
3. Melibatkan karyawan dalam implementasi K3
4. Memberi penghargaan atas partisipasi karyawan dalam penerapan K3
5. Menjadi contoh suri teladan bagi karyawan
6. Melakukan investasi dengan berbagi pengetahuan pada karyawan
7. Melakukan peningkatan dan perbaikan program K3 secara berkelanjutan
8. Melakukan pemantauan dan inspeksi lapangan secara berkala
9. Menjaga keterbukaan dengan karyawan Anda
10. Mencoba belajar sesuatu yang baru setiap hari
Untuk menumbuhkan kepedulian pekerja terhadap Keselamatan Konstruksi, Kami PT. DWIMA PUTRA
AGUNG selalu memberikan informasi dan penjelasan kepada pekerja.
C.4. Komunikasi
Guna menjamin penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, maka Perusahaan
perlu menyusun sistem komunikasi untuk mendukung pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja yang baik di tempat kerja.
Komunikasi meliputi komunikasi internal antar bagian maupun sesama bagian dalam struktur organisasi
Perusahaan maupun komunikasi eksternal dengan pihak lain seperti kontraktor, pemasok, pengunjung,
tamu dan masyarakat luas maupun pihak ke tiga yang bekerja sama dengan Perushaaan berkaitan
dengan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Komunikasi dapat melalui beragam media, cara dan teknologi yang secara efektif dapat menyampaikan
pesan kepada semua pihak yang perlu mendapat informasi berkaitan dengan Penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Komunikasi dapat melalui beragam media, cara dan teknologi yang secara efektif dapat menyampaikan
pesan kepada semua pihak yang perlu mendapat informasi berkaitan dengan Penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
RK3K 10
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
Perusahaan juga mengatur komunikasi eksternal dengan pihak ke tiga terkait informasi yang diterima
oleh Perusahaan maupun informasi yang diberikan oleh Perusahaan untuk pihak ke tiga. Perusahan
menjamin konsistensi dan relevansi informasi yang diberikan sesuai dengan Sistem Manajemen
K3 Perusahaan termasuk informasi mengenai pengendalian operasi K3 dan tanggap darurat Perusahaan.
RK3K 11
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
3 Sarung Tangan √
4 Rompi Keselamatan √
5 Body Harnest √
Prosedur operasi standar, atau SOP, adalah satu set instruksi langkah-demi-langkah yang dibuat oleh
sebuah kegiatan untuk membantu pekerja melaksanakan operasi Keselamatan Kerja. Tujuan adalah
untuk mencapai zero accident, efisiensi. kualitas output dan keseragaman kinerja, sekaligus mengurangi
miskomunikasi dan kegagalan untuk mematuhi peraturan keselamatan.
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan
kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek.
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang
hidup produktif secara sosial, dan ekonomis
RK3K 12
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
Keselamatan adalah suatu keadaan aman, dalam suatu kondisi yang aman secara fisik, sosial, spiritual,
finansial, politis, emosional, pekerjaan, psikologis, ataupun pendidikan dan terhindar dari ancaman
terhadap faktor-faktor tersebut.
Kesejahteraan atau sejahtera Dalam istilah umum, sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi
manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai.
[Link] penunjukan personil yang akan ditugaskan menjadi Penanggung Jawab Kegiatan
SMK3.
RK3K 13
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
Kecelakaan
* Terkena alat manual. Lakukan P3K, untuk pertolongan
Kotak P3
* Jatuh dari ketinggian. pertama
* Kejatuhan Benda.
Bawa ke dokter / Puskesmas /
* Tersandung Ambulan/ Kendaraan, Tandu
Poliklinik dengan kendaraan proyek
* Tergelincir
* Terjepit antara benda Hub. RS terdekat dan datangkan
* Terpotong ambulance apabila diperlukan Daftar Nomor Telepon Penting
* Terkilir
* Terbakar akibat/berhubungan Petugas TTD proyek buat laporan ke
atasan dan instansi yang terkait
dengan suhu tinggi/korosif/radiasi
Kebakaran
selamatkan Dokumen, asset, dll; Lay out/site plan (tentukan titik
kumpul) dan jalur evakuasi
segera evakuasi secepatnya bagi
karyawan / pekerja yang tidak
berkepentingan
Bagi Petugas TTD Proyek segera
Padamkan api dengan APAR, jika
masih memungkinkan;
Memerintahkan Satpam untuk
mensterilisasi area.
RK3K 14
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
Tidak ada seseorang pun di dunia ini yang ingin mengalami celaka, termasuk kecelakaan di tempat kerja.
Kecelakaan kerja timbul akibat keadaan darurat, yang dapat terjadi kapan pun dan dimana pun tanpa kita
duga. Keadaan darurat tersebut bisa muncul dari sebab alami seperti gempa bumi, banjir, dan badai,
maupun faktor terlibatnya manusia. Pada era revolusi industri 4.0 kini, perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi berjalan dengan pesat. Perkembangan tersebut turut mendorong kemajuan ekonomi Indonesia,
termasuk bidang perindustrian. Hampir setiap perusahaan memanfaatkan teknologi dan mesin yang canggih
untuk menunjang proses manufaktur baik industri maupun jasa. Hal tersebut mengakibatkan munculnya
potensi kecelakaan kerja yang lebih tinggi, sehingga munculah tuntutan baru dalam menghadapi keadaan
darurat.
Keadaan darurat adalah keadaan sulit serta tak terduga yang dapat menimpa siapapun dan membutuhkan
penanganan sesegera mungkin. Penanganan pada keadaan darurat dapat berupa pembuatan prosedur
tanggap darurat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Prosedur tanggap darurat K3 adalah tata cara yang
dilakukan oleh suatu perusahaan dalam mengatasi keadaan darurat yang terjadi.
Persiapan keadaan darurat merupakan tanggung jawab semua tenaga kerja. Perencanaan dan persiapan
keadaan darurat, tidak bisa terlepas dari peran manajemen puncak dalam perencanaan dan penetapan
kebijakan dan komitmen tinggi dalam mencegah dan menanggulangi keadaan darurat. Dengan membuat
perencanaan tanggap darurat, maka secara tidak langsung perusahaan telah terlibat aktif dan peduli pada
terciptanya stabilitas keamanan dan keselamatan kerja perusahaan.
Ada 10 Poin Penting Tentang Perencanaan Tanggap Darurat, yaitu :
1 Apa yang dimaksud dengan keadaan darurat?
2 Bagaimana cara melindungi diri sendiri, karyawan dan kegiatan bisnis saat terjadi keadaan darurat?
3 Apa itu perencanaan tanggap darurat?
4 Hal apa saja yang harus ada dalam perencanaan tanggap darurat?
5 Bagaimana cara memberitahu atau mengingatkan pekerja dan penghuni bangunan lain saat terjadi
keadaan darurat?
6 Apa saja langkah dalam menyiapkan perencanaan tanggap darurat?
7 Bagaimana cara membuat prosedur dan menentukan jalur evakuasi?
8 Apa peran koordinator tanggap darurat dan tim evakuasi dalam keadaan darurat?
9 Pertolongan medis seperti apa yang harus dipersiapkan saat keadaan darurat?
10 Jenis pelatihan tanggap darurat seperti apa yang dibutuhkan pekerja? Seberapa sering pelatihan
diberikan?
RK3K 15
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
Keadaan darurat dapat terjadi kapan saja tanpa bisa diduga. Keadaan darurat umumnya bisa terjadi karena
sebab alami seperti banjir, gempa bumi, angin puting beliung, atau akibat dari keterlibatan manusia,
misalnya kebakaran, bahan kimia, tumpahan zat beracun, atau kegagalan struktur bangunan.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk perencanaan tanggap darurat adalah:
1 Identifikasi keadaan darurat: Langkah pertama menuju perencanaan tanggap darurat adalah
mengidentifikasi semua situasi darurat yang mungkin dihadapi organisasi selama jam kerja atau setelah
jam kerja. Pertimbangkan lokasi perusahaan, sifat pekerjaan perusahaan, mesin atau bahan kimia yang
digunakan, dibuat, atau disimpan di dalam lokasi. Buat daftar semua potensi keadaan darurat yang
mungkin dihadapi perusahaan. Lakukan penilaian risiko yang terkait dengan keadaan darurat ini.
2 Identifikasi persediaan / sumber daya yang diperlukan untuk menanggapi keadaan darurat:
Anda perlu menilai kemampuan tempat kerja Anda saat ini untuk merespons keadaan darurat. Ini
termasuk sumber daya internal dan eksternal, persediaan medis atau lainnya yang diperlukan untuk
menanggapi keadaan darurat. Anda mungkin dapat mengendalikan beberapa keadaan darurat dengan
kontrol proaktif, seperti mengurangi sumber pengapian. Selain kontrol proaktif, identifikasi kontrol reaktif
seperti saluran komunikasi, bantuan medis, generator, peralatan pemadam kebakaran, dan lain-lain yang
mungkin diperlukan saat keadaan darurat terjadi.
3 Buat rencana tanggap darurat: Rencana Tanggap Darurat yang tepat perlu dibuat setelah keadaan
darurat dan mekanisme tanggapan mereka diidentifikasi. Ini akan mencakup prosedur untuk menangani
keadaan darurat, lokasi dan instruksi untuk fasilitas darurat, prosedur evakuasi, alarm dan fasilitas
darurat.
4 Komunikasikan dan Latih pekerja / pemangku kepentingan yang relevan tentang tanggap
darurat: Begitu Rencana Tanggap Darurat dibuat, penting untuk mengkomunikasikan rencana tersebut
kepada semua pekerja / pemangku kepentingan yang relevan. Anda perlu melatih pekerja untuk
menangani situasi darurat. Latihan darurat yang sering dapat dilakukan untuk mendidik pekerja dari
waktu ke waktu.
5 Evaluasi dan revisi prosedur tanggap darurat: Prosedur tanggap darurat harus dievaluasi setelah
latihan atau setelah keadaan darurat dihadapi. Jika perlu, prosedur darurat ini harus diubah atau direvisi
berdasarkan hasil pengujian atau latihan.
Perencanaan tanggap darurat penting bagi setiap perusahaan karena selalu lebih baik berhati-hati
dengan cara aman daripada menyesal. Membuat rencana respons yang efektif untuk keadaan darurat
mungkin membutuhkan usaha yang lebih, tetapi tentunya akan terbayarkan dalam jangka panjang. Ini
memastikan keselamatan pekerja Anda dan membantu membangun tempat kerja yang sehat dan aman.
RK3K 16
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
Pemantauan dan evaluasi kinerja K3 di PT. PUTERA UNGGUL SEJAHTERA dilakukan melalui
pemeriksaan, pengujian, dan pengukuran. Pemantauan yang dilakukan sesuai dengan dokumen
laporan pengujian lingkungan kerja dan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan. Pemantauan dan
evaluasi kinerja K3 juga dilaksanakan melalui audit internal SMK3 yang berpedoman pada PP No.50
Tahun 2012 . Audit internal SMK3 dilakukan oleh internal auditor yang berkompeten di bidang K3.
Sistem audit internal SMK3 yang dilakukan adalah cross internal audit artinya audit internal dilakukan
oleh auditor yang berasal dari lokasi lain. Audit internal SMK3 dilakukan secara berkala yaitu 1 tahun
sekali. Pemantauan keselamatan dan kesehatan kerja juga dilaksanakan melalui inspeksi K3 dan
pengumpulan data kecelakaan kerja. Sesuai SOP Inspeksi Tempat Kerja, inspeksi K3 terdiri dari
inspeksi tempat kerja, peralatan pemadam hydrant dan APAR dan peralatan P3K serta kegiatan
perencanaan, pelaksanaan, pelaporan serta evaluasi dan tinjauan ulang hasil inspeksi. Inspeksi K3
bertujuan untuk memastikan bahwa setiap potensi bahaya yang dapat timbul dari kondisi tempat
kerja, mesin dan peralatan, bahan serta tindakan pekerja teridentifikasi dan mengambil tindakan
perbaikan serta pencegahan.
Tinjauan Manajemen fokus terhadap keseluruhan kinerja Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1 Kesesuaian Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap operasional dan aktivitas
Perusahaan.
2 Kecukupan pemenuhan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
terhadap Kebijakan K3 Perusahaan.
3 Keefektivan penyelesaian tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan serta hasil-hasil lain yang dicita-
citakan.
Tinjauan Manajemen dilaksanakan oleh Pimpinan Perusahaan dan dilaksanakan secara berkala yang secara
umum dilaksanakan minimal 1 (satu) tahun sekali untuk meninjau penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perusahaan berjalan secara tepat.
Hal-hal yang dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan Tinjauan Manajemen antara lain :
1 Laporan keadaan darurat (termasuk kejadian serta pelatihan/simulasi/pengujian tanggap darurat).
RK3K 17
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K)
4 Hasil-hasil inspeksi.
5 Hasil dan rekomendasi pemantauan dan pengukuran kinerja K3 di tempat kerja.
6 Kinerja K3 kontraktor.
7 Kinerja K3 pemasok.
8 Informasi perubahan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lain yang berkaitan dengan
penerapan K3 di tempat kerja.
Cara PT. DWIMA PUTRA AGUNG dalam meningkatkan kesesuaian, kecukupan dan keefektifan SMKK
secara berkesinambungan melalui upaya:
1 Meningkatkan kinerja keselamatan konstruksi;
2 Mempromosikan budaya SMKK;
3 Mempromosikan partisipasi pekerja dalam melaksanakan tindakan untuk perbaikan secara
berkesinambungan pada SMKK;
4 Mengkomunikasikan hasil peningkatan berkesinambungan yang terkait kepada para pekerja dan
perwakilan pekerja; dan memelihara dan menyimpan informasi terdokumentasi sebagai bukti
peningkatan berkesinambungan.
F.2. Saran
1 Setiap perusahaan konstruksi baik yang skala besar ataupun kecil diharapkan menerapkan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan proyek.
2 Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk semua pekerja yang ada dan yang akan ke
lapangan.
3 Dilakukan pengawasan secara langsung kepada para pekerja agar para pekerja dapat nekerja
secara serius dan lebih bertanggung jawab agar proyek dapat selesai tepat waktu.
RK3K 18